Thumbnail
8 months ago
Workshop Pertanian Anorganik: Inovasi Pupuk Anorganik Aman dengan Jadam Sulfur

DENNI MIZANUL FAJAR

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang Kelompok 32 menggelar Workshop Pertanian Organik bertajuk “Inovasi Pupuk Organik Aman dengan Jadam Sulfur” pada Senin, 25 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SD 1 Ngadireso dan dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan diikuti oleh warga serta pihak yang tertarik pada pengembangan pertanian ramah lingkungan.Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan pupuk organik yang aman dan berkelanjutan. Jadam Sulfur diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pupuk organik yang mudah dibuat, ekonomis, serta memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan tanaman dan tanah tanpa merusak lingkungan. Acara berlangsung dengan pemaparan materi mengenai konsep dasar pertanian organik, manfaat Jadam Sulfur, serta langkah-langkah pembuatannya. Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan dan aktif dalam sesi diskusi, terutama terkait penerapan pupuk organik dalam kegiatan pertanian sehari-hari. Melalui kegiatan ini, KKM UIN Malang Kelompok 32 berharap dapat mendorong masyarakat Desa Ngadireso untuk mulai beralih ke praktik pertanian yang lebih sehat, mandiri, dan berwawasan lingkungan. Workshop ini juga menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam mendukung pertanian berkelanjutan di tingkat desa. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Workshop Pertanian Anorganik: Inovasi Pupuk Anorganik Aman dengan Jadam Sulfur", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/rahmaanidasalsabilaaa7298/697761a5c925c41cef1ecec2/workshop-pertanian-anorganik-inovasi-pupuk-anorganik-aman-dengan-jadam-sulfur?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Desktop Kreator: Rahmaanida Salsabilaaa Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Thumbnail
8 months ago
Pemasangan Cermin Cembung di Desa Arjosari

SHELY SINDI NIRMALA

Program kerja KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya soal mengajar dan kegiatan keagamaan, tetapi juga tentang aksi nyata demi keselamatan warga. Salah satu langkah kecil namun berdampak besar yang dilakukan adalah pemasangan kaca cembung di titik jalan yang rawan kecelakaan. Program ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap kondisi jalan desa yang memiliki pandangan terbatas. Setelah melakukan pengamatan langsung dan berdiskusi bersama perangkat desa, mahasiswa KKM menemukan beberapa titik yang dinilai berbahaya bagi pengguna jalan. Jalan yang sempit dan berbelok tajam menjadi alasan utama diperlukannya alat bantu keselamatan. Dari hasil koordinasi tersebut, diputuskan pemasangan kaca cembung sebagai solusi yang paling tepat dan mudah diterapkan. Dua titik strategis akhirnya dipilih sebagai lokasi pemasangan kaca cembung, yaitu di dekat rumah Pak Joko dan di dekat rumah Pak Mudin. Kedua lokasi ini dikenal sebagai jalur yang sering dilalui warga dan memiliki jarak pandang yang terbatas. Kehadiran kaca cembung diharapkan dapat membantu pengendara melihat kondisi jalan dari arah berlawanan sebelum melintas. Proses pemasangan kaca cembung berlangsung dengan penuh semangat gotong royong. Mahasiswa KKM Ganiswara 64 turun langsung bersama warga sekitar untuk memasang kaca di lokasi yang telah ditentukan. Mulai dari menyiapkan alat, menentukan posisi terbaik, hingga memastikan kaca terpasang dengan aman, semuanya dilakukan bersama-sama. Program ini bertujuan untuk mengurangi potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan rasa aman bagi pengguna jalan. Dengan adanya kaca cembung, pengendara dapat lebih waspada dan berhati-hati saat melintas di jalan yang rawan. Langkah sederhana ini menjadi bentuk perhatian nyata terhadap keselamatan lingkungan desa. Selain memberikan manfaat fisik berupa alat keselamatan, kegiatan ini juga membawa pesan penting tentang kepedulian bersama. Mahasiswa KKM mengajak warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan keselamatan sesama pengguna jalan. Keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab bersama. Melalui program pemasangan kaca cembung ini, KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Malang membuktikan bahwa pengabdian bisa dimulai dari hal-hal sederhana namun bermakna. Aksi kecil ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi warga dan menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap keselamatan adalah bagian penting dari kehidupan bermasyarakat.

Thumbnail
8 months ago
Sharing Session Eco Enzyme: Edukasi dan Praktik Pengelolaan Sampah Organik Bersama PKK Sukowilangun

AHMAD RIZQI ROMADHONI

Kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik terus didorong melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan sharing session dan praktik pembuatan eco enzyme yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari, bertempat di Balai Desa Sukowilangun.   Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB dan dihadiri oleh perwakilan ibu-ibu PKK dari setiap dusun di Desa Sukowilangun. Setiap dusun mengirimkan tiga perwakilan, sehingga dari empat dusun yang ada, total peserta dari PKK berjumlah dua belas orang. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh tiga orang perwakilan perangkat desa dan juga perwakilan anggota karang taruna.   Acara diawali dengan penyampaian materi singkat mengenai apa itu eco enzyme dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Pemaparan dilakukan secara sederhana dan tidak terlalu panjang agar mudah dipahami oleh peserta. Eco enzyme dijelaskan sebagai cairan hasil fermentasi sampah organik berupa sisa buah dan sayuran yang dicampur dengan air dan gula merah, yang memiliki berbagai manfaat, mulai dari pembersih alami hingga pengurai limbah organik.   Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan eco enzyme. Dimulai dari memotong bahan-bahannya hingga proses penimbangan. Dalam praktik tersebut, digunakan galon berukuran lima liter dengan takaran tiga liter air, 300 gram sampah organik berupa kulit buah dan sisa sayuran, serta 100 gram gula merah sebagai bahan fermentasi. Proses praktik dilakukan secara interaktif dengan melibatkan audiens. Beberapa ibu PKK dan juga perangkat desa tampak antusias untuk  mencoba langsung memasukkan sampah organik yang sudah dipotong-potong ke dalam galon. Untuk menambah pemahaman peserta, panitia juga memperlihatkan sampel eco enzyme yang telah jadi. Tidak hanya ditunjukkan secara visual, efektivitas eco enzyme juga dibuktikan secara langsung dengan menggunakannya untuk membersihkan kerak membandel yang ada di lantai balai desa. Hasilnya, kerak tersebut dapat dibersihkan dengan cukup mudah, sehingga membuat para peserta semakin yakin akan manfaat eco enzyme.   Selama proses praktik berlangsung, suasana kegiatan terasa hidup dan interaktif. Beberapa ibu-ibu PKK yang aktif bertanya, salah satunya mengenai alasan mengapa sampah organik yang digunakan tidak boleh terlalu keras, seperti kulit durian dan lain sebagainya. Pertanyaan tersebut dijawab dengan penjelasan bahwa sampah yang terlalu keras membutuhkan waktu penguraian yang sangat lama dan dapat menghambat proses fermentasi, sehingga hasil eco enzyme menjadi kurang optimal.   Selain itu, peserta juga diberikan penjelasan mengenai proses perawatan eco enzyme setelah pembuatan. Dijelaskan bahwa pada satu minggu pertama, tutup botol galon harus dibuka setiap hari untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi. Sementara itu, pada minggu-minggu berikutnya, tutup botol cukup dibuka satu kali dalam seminggu hingga proses fermentasi selesai selama kurang lebih 3 bulan.   Secara keseluruhan, kegiatan sharing session dan praktik pembuatan eco enzyme ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Interaksi aktif antara pemateri dan peserta, serta pembuktian langsung manfaat eco enzyme, membuat kegiatan ini terasa seru dan mudah dipahami. Diharapkan, melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK dapat menerapkan pembuatan eco enzyme secara mandiri di rumah sebagai salah satu upaya pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi kehidupan sehari hari.

Thumbnail
8 months ago
Dukung Tema "Liburan Edukatif", Mahasiswa KKN UIN Malang Jadi Pendamping Aktif di PAUD Kemuning

MIFFIA NUR MAULIA

Malang, 14 Januari 2026 – Mahasiswa dari Kelompok 20 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program pendampingan di PAUD Kemuning, Perumahan Puri Cempaka Putih 2, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini merupakan wujud penerapan tri dharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.  Program pendampingan ini dirancang untuk mengikuti tema "Liburan Edukatif" dan jadwal rutin PAUD.  Mahasiswa bertindak sebagai pendamping dalam aktivitas seperti membantu anak-anak memasang tenda kecil, mengenal simulasi api unggun yang aman, serta bermain permainan kelompok di area outdoor sekolah. Di samping itu, mereka juga aktif mendukung proses belajar harian PAUD, seperti pendampingan belajar huruf dan angka, serta pembiasaan hidup bersih seperti mencuci tangan sebelum masuk kelas. Kepala PAUD Kemuning, Ibu Kusmiati, S. E., menyambut positif inisiatif ini. "Kami sengaja mengangkat tema liburan dengan aktivitas kemah untuk memberikan pengalaman berbeda dan menyenangkan. Kehadiran mahasiswa KKM memberikan dampak positif dalam proses pembelajaran. Di mana anak-anak tampak lebih antusias dengan adanya pendampingan dari kakak-kakak mahasiswa," ujarnya. Kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu tenaga pendidik, tetapi juga membawa energi dan semangat baru bagi peserta didik. Di sisi lain, bagi mahasiswa, program ini menjadi media aplikasi ilmu sekaligus pengalaman berharga untuk memahami dunia pendidikan anak usia dini secara langsung. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terjalin sinergi berkelanjutan antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga pendidikan dasar. Dampak positifnya tidak hanya dirasakan oleh PAUD, tetapi juga mengasah kompetensi sosial dan kepedulian mahasiswa sebagai calon pendidik dan agen perubahan di masyarakat.

Thumbnail
8 months ago
BERITA ACARA PESANTREN AKHIR TAHUN KOLABORASI MAHASISWA KKM KELOMPOK 20 UIN MALANG DENGAN REMAJA GAMAS MASJID AL-BASYIROH SUKSES SULAP MALAM TAHUN MENJADI LEBIH BERKAH DAN BERMAKNA.

FARHAN ALFARISIY RUSLAN

MALANG, 31 DESEMBER 2025 – Alih-alih merayakannya dengan kembang api atau hura-hura di jalanan, Mahasiswa KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) Kelompok 20 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama remaja GAMAS (Gerakan Anak Muda Masjid) Al-Basyiroh memilih cara yang berbeda. Mereka menggelar acara "Pesantren Akhir Tahun" di Masjid Al-Basyiroh untuk mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang jauh lebih bermanfaat. Menariknya, sasaran utama dari kegiatan ini adalah para santriwan dan santriwati TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an) di lingkungan sekitar masjid. Sinergi antara mahasiswa dan pemuda setempat ini berhasil menghidupkan suasana masjid dengan rangkaian acara yang padat, mulai dari Tadarus Al-Quran hingga Sholat Subuh berjamaah. Kemeriahan juga tercipta melalui Games Islami yang melibatkan interaksi seru antar santri dengan panitia dari mahasiswa KKM dan GAMAS. Berdasarkan jadwal yang disusun, kegiatan dimulai tepat setelah waktu Maghrib pada pukul 18.15 WIB, di mana para peserta mengawali malam dengan persiapan alat dan dilanjutkan dengan Tadarus Al-Quran bersama pada pukul 20.00 WIB. "Kolaborasi dengan GAMAS ini bukan sekadar menjalankan program kerja, tapi tentang bagaimana kita sebagai mahasiswa bisa berbaur dan memberi dampak positif bagi pemuda dan adik-adik santri di Masjid Al-Basyiroh," ujar perwakilan Kelompok 20 KKM UIN Malang. Memasuki tengah malam, suasana berubah menjadi lebih tenang dan emosional. Tepat pukul 22.46 WIB, seluruh peserta melaksanakan Sholat Tasbih dan Sholat Hajat berjamaah. Puncaknya adalah sesi Renungan Suci (Muhasabah) yang dilaksanakan pada pukul 23.00 WIB hingga detik-detik pergantian tahun. Acara ini sengaja digelar untuk mengalihkan euforia perayaan malam tahun baru yang biasanya identik dengan hura-hura di jalanan, menjadi kegiatan yang lebih religius dan mempererat tali silaturahmi antar pemuda. "Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi pemuda untuk melakukan refleksi diri atas apa yang telah dilalui setahun ke belakang dan memanjatkan doa terbaik untuk tahun yang akan datang, agar anak-anak santri bisa mengisi waktu pergantian tahun dengan kegiatan yang bermanfaat," ujar salah satu panitia penyelenggara. Setelah beristirahat sejenak, rangkaian acara ditutup dengan persiapan Sholat Shubuh berjamaah pada pukul 03.00 WIB dan sesi dokumentasi pembagian hadiah pemenang game sebagai kenang-kenangan kebersamaan.

Thumbnail
8 months ago
Perkuat Kepedulian Sosial di Lingkungan Masyarakat, Kelompok KKM Svarnanta 17 Gandeng Masyarakat setempat Melalui Program Jum'at Berkah Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Perkuat Kepedulian Sosial di Lingkungan Masyarakat, Kelompok

ALFINA DWI NURWULANDARI

Kegiatan Jumat Berkah yang dilaksanakan oleh Kelompok KKM Svarnanta 17 berlangsung di Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang dilaksanakan melalui kolaborasi antara mahasiswa KKM dan masyarakat setempat.Dana kegiatan diperoleh dari sumbangan sukarela masyarakat sekitar yang kemudian dikelola oleh Kelompok KKM Svarnanta 17. Dalam proses penyediaan makanan Jumat Berkah, kelompok KKM bekerja sama dengan salah satu ibu warga setempat yang memiliki jasa pengolahan makanan, sehingga kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada berbagi, tetapi juga memberdayakan potensi masyarakat. Pembagian makanan Jumat Berkah dilaksanakan setelah pelaksanaan salat Jumat di depan Gedung Kemakmuran dan dibagikan kepada jamaah salat Jumat di Masjid Fattahillah. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan jamaah masjid. Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, Kelompok KKM Svarnanta 17 berharap dapat memperkuat kepedulian sosial, menumbuhkan semangat berbagi, serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat di lingkungan sekitar. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Perkuat Kepedulian Sosial di Lingkungan Masyarakat, Kelompok KKM Svarnanta 17 Gandeng Masyarakat setempat Melalui Program Jum'at Berkah", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm20256697/69835974c925c46e7d649c32/perkuat-kepedulian-sosial-di-lingkungan-masyarakat-kelompok-kkm-svarnanta-17-gandeng-masyarakat-setempat-melalui-program-jum-at-berkah Kreator: SVARNANTA17