NABILA INDANA ZULVA
Kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik terus didorong melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan sharing session dan praktik pembuatan eco enzyme yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari, bertempat di Balai Desa Sukowilangun. Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB dan dihadiri oleh perwakilan ibu-ibu PKK dari setiap dusun di Desa Sukowilangun. Setiap dusun mengirimkan tiga perwakilan, sehingga dari empat dusun yang ada, total peserta dari PKK berjumlah dua belas orang. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh tiga orang perwakilan perangkat desa dan juga perwakilan anggota karang taruna. Acara diawali dengan penyampaian materi singkat mengenai apa itu eco enzyme dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Pemaparan dilakukan secara sederhana dan tidak terlalu panjang agar mudah dipahami oleh peserta. Eco enzyme dijelaskan sebagai cairan hasil fermentasi sampah organik berupa sisa buah dan sayuran yang dicampur dengan air dan gula merah, yang memiliki berbagai manfaat, mulai dari pembersih alami hingga pengurai limbah organik. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan eco enzyme. Dimulai dari memotong bahan-bahannya hingga proses penimbangan. Dalam praktik tersebut, digunakan galon berukuran lima liter dengan takaran tiga liter air, 300 gram sampah organik berupa kulit buah dan sisa sayuran, serta 100 gram gula merah sebagai bahan fermentasi. Proses praktik dilakukan secara interaktif dengan melibatkan audiens. Beberapa ibu PKK dan juga perangkat desa tampak antusias untuk mencoba langsung memasukkan sampah organik yang sudah dipotong-potong ke dalam galon. Untuk menambah pemahaman peserta, panitia juga memperlihatkan sampel eco enzyme yang telah jadi. Tidak hanya ditunjukkan secara visual, efektivitas eco enzyme juga dibuktikan secara langsung dengan menggunakannya untuk membersihkan kerak membandel yang ada di lantai balai desa. Hasilnya, kerak tersebut dapat dibersihkan dengan cukup mudah, sehingga membuat para peserta semakin yakin akan manfaat eco enzyme. Selama proses praktik berlangsung, suasana kegiatan terasa hidup dan interaktif. Beberapa ibu-ibu PKK yang aktif bertanya, salah satunya mengenai alasan mengapa sampah organik yang digunakan tidak boleh terlalu keras, seperti kulit durian dan lain sebagainya. Pertanyaan tersebut dijawab dengan penjelasan bahwa sampah yang terlalu keras membutuhkan waktu penguraian yang sangat lama dan dapat menghambat proses fermentasi, sehingga hasil eco enzyme menjadi kurang optimal. Selain itu, peserta juga diberikan penjelasan mengenai proses perawatan eco enzyme setelah pembuatan. Dijelaskan bahwa pada satu minggu pertama, tutup botol galon harus dibuka setiap hari untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi. Sementara itu, pada minggu-minggu berikutnya, tutup botol cukup dibuka satu kali dalam seminggu hingga proses fermentasi selesai selama kurang lebih 3 bulan. Secara keseluruhan, kegiatan sharing session dan praktik pembuatan eco enzyme ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Interaksi aktif antara pemateri dan peserta, serta pembuktian langsung manfaat eco enzyme, membuat kegiatan ini terasa seru dan mudah dipahami. Diharapkan, melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK dapat menerapkan pembuatan eco enzyme secara mandiri di rumah sebagai salah satu upaya pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
TASYANDA SALSABILA NUR AZ-ZAHRA
Kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik terus didorong melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan sharing session dan praktik pembuatan eco enzyme yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari, bertempat di Balai Desa Sukowilangun. Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB dan dihadiri oleh perwakilan ibu-ibu PKK dari setiap dusun di Desa Sukowilangun. Setiap dusun mengirimkan tiga perwakilan, sehingga dari empat dusun yang ada, total peserta dari PKK berjumlah dua belas orang. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh tiga orang perwakilan perangkat desa dan juga perwakilan anggota karang taruna. Acara diawali dengan penyampaian materi singkat mengenai apa itu eco enzyme dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Pemaparan dilakukan secara sederhana dan tidak terlalu panjang agar mudah dipahami oleh peserta. Eco enzyme dijelaskan sebagai cairan hasil fermentasi sampah organik berupa sisa buah dan sayuran yang dicampur dengan air dan gula merah, yang memiliki berbagai manfaat, mulai dari pembersih alami hingga pengurai limbah organik. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan eco enzyme. Dimulai dari memotong bahan-bahannya hingga proses penimbangan. Dalam praktik tersebut, digunakan galon berukuran lima liter dengan takaran tiga liter air, 300 gram sampah organik berupa kulit buah dan sisa sayuran, serta 100 gram gula merah sebagai bahan fermentasi. Proses praktik dilakukan secara interaktif dengan melibatkan audiens. Beberapa ibu PKK dan juga perangkat desa tampak antusias untuk mencoba langsung memasukkan sampah organik yang sudah dipotong-potong ke dalam galon. Untuk menambah pemahaman peserta, panitia juga memperlihatkan sampel eco enzyme yang telah jadi. Tidak hanya ditunjukkan secara visual, efektivitas eco enzyme juga dibuktikan secara langsung dengan menggunakannya untuk membersihkan kerak membandel yang ada di lantai balai desa. Hasilnya, kerak tersebut dapat dibersihkan dengan cukup mudah, sehingga membuat para peserta semakin yakin akan manfaat eco enzyme. Selama proses praktik berlangsung, suasana kegiatan terasa hidup dan interaktif. Beberapa ibu-ibu PKK yang aktif bertanya, salah satunya mengenai alasan mengapa sampah organik yang digunakan tidak boleh terlalu keras, seperti kulit durian dan lain sebagainya. Pertanyaan tersebut dijawab dengan penjelasan bahwa sampah yang terlalu keras membutuhkan waktu penguraian yang sangat lama dan dapat menghambat proses fermentasi, sehingga hasil eco enzyme menjadi kurang optimal. Selain itu, peserta juga diberikan penjelasan mengenai proses perawatan eco enzyme setelah pembuatan. Dijelaskan bahwa pada satu minggu pertama, tutup botol galon harus dibuka setiap hari untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi. Sementara itu, pada minggu-minggu berikutnya, tutup botol cukup dibuka satu kali dalam seminggu hingga proses fermentasi selesai selama kurang lebih 3 bulan. Secara keseluruhan, kegiatan sharing session dan praktik pembuatan eco enzyme ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Interaksi aktif antara pemateri dan peserta, serta pembuktian langsung manfaat eco enzyme, membuat kegiatan ini terasa seru dan mudah dipahami. Diharapkan, melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK dapat menerapkan pembuatan eco enzyme secara mandiri di rumah sebagai salah satu upaya pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
IVON BAGUS SAPUTRA
Desa Gadang, Kecamatan Sukun, Kab. Malang- (Minggu, 28/12/2025), kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 113 melaksanakan kegiatan sosialisasi keluarga yang bertempat di Masjid Jami Ali Musthofa, kegiatan ini mengangkat tema “Keluarga: Hak dan Kewajiban”, yang diikuti oleh beberapa masyarakat yang ada di sekitar masjid. Kegiatan sosialisasi ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing anggota keluarga, baik orang tua maupun anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berharap masyarakat dapat memahami pentingnya keseimbangan antara hak yang dimiliki dan kewajiban yang harus dijalankan dalam kehidupan keluarga sehari-hari, sehingga tercipta suasana rumah tangga yang harmonis dan penuh rasa saling menghormati. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan pemateri yang akan menyampaikan materinya kepada para audiens. Selanjutnya materi sosialisasi disampaikan secara sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh seluruh audiens. Materi yang dibahas meliputi hak dan kewajiban orang tua menurut perspektif hukum positif, dan juga menurut perspektif psikologi. Untuk menambah pemahaman para audiens, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Audiens diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, pengalaman, dan permasalahan yang sering dihadapi dalam kehidupan keluarga. Diskusi berlangsung secara aktif dan terbuka, sehingga tercipta suasana kebersamaan antara mahasiswa KKM dan warga sekitar. Semangat dari para audiens terlihat jelas dari keikutsertaan mereka yang tetap mengikuti kegiatan hingga selesai. Para masyarakat mengungkapkan bahwa kegiatan ini menambah wawasan baru sekaligus menjadi pengingat tentang pentingnya menjalankan hak dan kewajiban secara seimbang dalam kehidupan keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilaksanakan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari dan benar-benar memberi manfaat bagi warga Desa Gadang.
ANGGA STIYA DARMA ROIHAN
Kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik terus didorong melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan sharing session dan praktik pembuatan eco enzyme yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari, bertempat di Balai Desa Sukowilangun. Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB dan dihadiri oleh perwakilan ibu-ibu PKK dari setiap dusun di Desa Sukowilangun. Setiap dusun mengirimkan tiga perwakilan, sehingga dari empat dusun yang ada, total peserta dari PKK berjumlah dua belas orang. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh tiga orang perwakilan perangkat desa dan juga perwakilan anggota karang taruna. Acara diawali dengan penyampaian materi singkat mengenai apa itu eco enzyme dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Pemaparan dilakukan secara sederhana dan tidak terlalu panjang agar mudah dipahami oleh peserta. Eco enzyme dijelaskan sebagai cairan hasil fermentasi sampah organik berupa sisa buah dan sayuran yang dicampur dengan air dan gula merah, yang memiliki berbagai manfaat, mulai dari pembersih alami hingga pengurai limbah organik. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan eco enzyme. Dimulai dari memotong bahan-bahannya hingga proses penimbangan. Dalam praktik tersebut, digunakan galon berukuran lima liter dengan takaran tiga liter air, 300 gram sampah organik berupa kulit buah dan sisa sayuran, serta 100 gram gula merah sebagai bahan fermentasi. Proses praktik dilakukan secara interaktif dengan melibatkan audiens. Beberapa ibu PKK dan juga perangkat desa tampak antusias untuk mencoba langsung memasukkan sampah organik yang sudah dipotong-potong ke dalam galon. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Sharing Session Eco Enzyme: Edukasi dan Praktik Pengelolaan Sampah Organik Bersama PKK Sukowilangun", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm62satyavara1706/697a27f634777c7a437d3272/sharing-session-eco-enzime-edukasi-dan-praktik-pengelolaan-sampah-organik-bersama-pkk-sukowilangun?page=1&page_images=2 Kreator: Satyavarakkm62 Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
NAWAL FATIN
https://www.kompasiana.com/kkm55abhiyana3710/6971809834777c1dac30c133/penanaman-pohon-pinus-langkah-kecil-menuju-lingkungan-lestari
HIDAYAT AMIN N SIREGAR
Mahasiswa KKM Mandiri Gravia melaksanakan salah satu Program Kerja berupa kegiatan sosialisasi financial planning dengan mengangkat tema “Menabung Sejak Dini untuk Masa Depan” di kelas 4 SDN Daleman 1 pada Sabtu, 10 Januari 2026. Program kerja ini bertujuan menanamkan kesadaran kepada siswa mengenai pentingnya mengelola keuangan sejak usia dini melalui cara yang sederhana dan mudah dipahami. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan pemahaman dasar tentang cara mengatur uang saku dengan menekankan kebiasaan menabung di celengan. Materi yang menjadi bagian dari program kerja ini disampaikan menggunakan bahasa yang ringan dan interaktif agar siswa dapat dengan mudah memahami konsep menabung sebagai langkah awal perencanaan keuangan di masa depan. Untuk memperkuat pemahaman siswa, mahasiswa menampilkan video animasi pendek sebagai media visualisasi dalam rangkaian program kerja. Penyajian materi melalui animasi terbukti mampu menarik perhatian siswa serta membantu mereka memahami pesan yang disampaikan secara lebih menyenangkan. Selain penyampaian materi, program kerja ini juga dikemas dalam bentuk aktivitas kreatif. Siswa diajak menghias botol bekas yang akan dijadikan celengan dengan menggunakan origami dan kain flanel. Kegiatan ini bertujuan melatih kreativitas sekaligus menanamkan nilai pemanfaatan barang bekas agar lebih bernilai guna. Antusiasme siswa terlihat selama proses pembuatan celengan berlangsung. Setiap anak bebas menuangkan ide dan kreativitasnya dalam menghias celengan masing-masing, sehingga hasil karya yang dihasilkan pun beragam dan unik. Sebagai bentuk apresiasi dalam pelaksanaan program kerja, mahasiswa KKM Mandiri Gravia juga menyediakan bingkai foto yang digunakan untuk mengabadikan momen bersama hasil karya masing-masing siswa. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang berkesan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri siswa terhadap hasil karyanya. Melalui program kerja sosialisasi ini, mahasiswa KKM Mandiri Gravia berharap siswa kelas 4 SDN Daleman 1 dapat mulai memahami pentingnya menabung dan mengelola keuangan sejak dini. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk kebiasaan positif yang bermanfaat bagi masa depan anak-anak.