AKMAL BAKHITS
MALANG - Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang resmi menerima mahasiswa Kelompok 88 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Penyerahan pelajar berlangsung di Balai Desa Sukolilo dengan disambut hangat oleh perangkat desa setempat pada hari Rabu. Acara penyampaian dilaksanakan di ruang pertemuan Balai Desa dengan dihadiri oleh Kepala Desa, perangkat desa, RT/RW, serta seluruh anggota Kelompok 88 KKM. Dalam berbagainya, pihak desa menyambut baik kehadiran mahasiswa yang akan mengabdikan diri selama periode 23 Desember hingga 4 Februari mendatang. “Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Sukolilo untuk menjadi lokasi KKM. Kami berharap kehadiran mahasiswa Kelompok 88 dapat memberikan warna baru dan inovasi bagi pembangunan desa kami,” ujar perwakilan perangkat desa. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Kelompok 88 KKM UIN Malang Resmi Diterima di Desa Sukolilo untuk Program Pengabdian Masyarakat", Klik untuk membaca: https://www.kompasiana.com/gustialief3773/694b90dac925c42f2b4b8ca2/kelompok-88-kkm-uin-malang-resmi-diterima-di-desa-sukolilo-untuk-program-pengabdian-masyarakat Pencipta: Gusti Alief Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com Kelompok 88 KKM Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang terdiri dari mahasiswa berbagai jurusan yang siap memberikan kontribusi sesuai dengan kompetensi masing-masing. Para mahasiswa telah menyiapkan berbagai program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Desa Sukolilo, meliputi bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, pemberdayaan masyarakat, hingga peningkatan kesadaran keagamaan. Ketua Kelompok 88 menyampaikan komitmennya untuk memberikan yang terbaik selama program KKM berlangsung. “Kami Kelompok 88 siap bersinergi dengan masyarakat dan perangkat Desa Sukolilo. Semoga program-program yang kami jalankan dapat bermanfaat dan berkelanjutan bahkan setelah masa KKM berakhir,” ungkapnya. Kegiatan KKM merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi kewajiban mahasiswa sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang harmonis antara kampus dan desa dalam mewujudkan masyarakat yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Program Kelompok 88 KKM di Desa Sukolilo akan berlangsung selama kurang lebih 6 minggu, dengan harapan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kemajuan desa. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Kelompok 88 KKM UIN Malang Resmi Diterima di Desa Sukolilo untuk Program Pengabdian Masyarakat"
RUSDIANSYAH
Malang, Selasa, 6 Januari 2026 — Kegiatan santunan yang rutin dilaksanakan setiap Selasa Pon oleh Masjid Baitul Makmur kembali terselenggara dengan penuh khidmat dan meriah. Bertempat di lingkungan Masjid Baitul Makmur, Kelurahan Kauman, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian warga terhadap anak yatim piatu di sekitar masjid. Pada kesempatan ini, warga bersama jamaah menyalurkan sodaqoh kepada 9 anak yatim/piatu. Kelompok KKM 25 Sevanagara juga turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut dengan memberikan sumbangan santunan kepada seluruh anak yang hadir. Rangkaian acara dilaksanakan mulai ba’da Magrib hingga menjelang Isya. Kegiatan diawali dengan pembacaan Diba’ dan shalawat Nabi, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh Ketua Takmir Masjid Baitul Makmur, M. Hisbullah Huda (Gus Hisa). Suasana semakin haru saat memasuki sesi inti, yaitu penyalaman dan penyerahan sodaqoh kepada anak yatim/piatu, yang dilakukan secara tertib dan penuh kehangatan, diiringi lantunan shalawat Nabi. Sebagai penutup, acara ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat Isya berjamaah. Kegiatan santunan Selasa Pon ini diharapkan terus menjadi tradisi yang menumbuhkan semangat berbagi, memperkuat kebersamaan warga, serta menghadirkan keberkahan bagi seluruh jamaah dan masyarakat sekitar.
SULTONOL AULIYA
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mulai melaksanakan kegiatan pendampingan belajar dan bantuan mengajar di TPQ Nurul Huda, Dusun Lesti, Desa Dawuhan, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan yang dimulai pada Senin, 29 Desember 2025 ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pendidikan keagamaan bagi anak-anak usia dini. Pendampingan di TPQ Nurul Huda menjadi langkah awal mahasiswa KKM dalam membangun hubungan dan beradaptasi dengan lingkungan masyarakat Dusun Lesti. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pendamping proses belajar, tetapi juga berupaya memahami kondisi serta kebutuhan pendidikan keagamaan yang berkembang di TPQ tersebut. Proses pembelajaran di TPQ berlangsung dalam suasana sederhana namun sarat kehangatan. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan mengaji dan belajar, sementara mahasiswa KKM berusaha menyesuaikan diri dengan metode pembelajaran yang telah diterapkan oleh para pengajar TPQ. Kegiatan pendampingan ini melibatkan pengurus TPQ Nurul Huda, para santri, serta seluruh mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu membantu meringankan tugas para guru TPQ, terutama dalam mendampingi santri belajar membaca Yanbu’a, Al-Qur’an, menghafal surat-surat pendek, serta memahami dasar-dasar ibadah sehari-hari. Salah satu pengurus TPQ Nurul Huda, Ibu Iil, menyampaikan apresiasi atas partisipasi mahasiswa KKM dalam kegiatan pembelajaran. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan suasana baru yang positif dan menambah semangat belajar anak-anak. Ia berharap pendampingan tidak hanya terbatas pada kegiatan mengaji, tetapi juga dapat dikembangkan ke pembelajaran lain, seperti kaligrafi dan latihan pidato, guna meningkatkan keterampilan serta kepercayaan diri para santri. Ibu Iil juga berharap kerja sama antara mahasiswa KKM dan pengurus TPQ dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Bagi mahasiswa KKM, kegiatan pendampingan mengajar di TPQ menjadi pengalaman berharga di luar ruang kelas. Melalui interaksi langsung dengan anak-anak, mahasiswa belajar melatih kesabaran, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta mengelola kelas sederhana. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh pemahaman lebih dalam mengenai peran penting pendidikan keagamaan dalam membentuk karakter dan moral generasi muda di lingkungan pedesaan. Pendampingan di TPQ Nurul Huda tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik keagamaan, tetapi juga pada pembentukan sikap dan kedisiplinan santri. Mahasiswa turut membantu menanamkan nilai kebersamaan, tanggung jawab, serta adab dalam belajar dan berinteraksi sehari-hari. Kegiatan ini direncanakan berlangsung secara berkelanjutan selama masa pelaksanaan KKM. Mahasiswa KKM bersama pengurus TPQ berupaya membangun sinergi agar proses belajar mengajar dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi anak-anak di Dusun Lesti. Melalui program pendampingan di TPQ Nurul Huda, mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkaya pengalaman sosial dan keilmuan mereka. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.
PHARMACITRA NAJWALIA NOOR
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) HIPE Haji merupakan program unggulan fakultas di kampus kami yang dirancang sebagai bentuk kolaborasi lintas program studi, khususnya antara Program Studi Pendidikan Dokter dan Farmasi. Program ini berfokus pada upaya monitoring kesehatan serta penyusunan program pendukung kesehatan bagi Calon Jemaah Haji (CJH) selama kurang lebih satu bulan. Melalui KKM HIPE Haji, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga berperan aktif dalam membantu mempersiapkan kondisi kesehatan CJH agar siap secara fisik dan mental dalam menjalankan rangkaian ibadah haji yang menuntut daya tahan tubuh yang optimal. Saya tergabung dalam Kelompok 23 KKM HIPE Haji yang beranggotakan Pharmacitra Najwalia Noor, Madhalia Angeli, Anggita Baiti Muzdalifah, dan Verany Evalisa Try Amanda dari Program Studi Farmasi, serta Nico Dwi Purnomo dari Program Studi Pendidikan Dokter. Salah satu program kerja utama yang kami laksanakan adalah kegiatan jalan sehat pagi bersama CJH, yaitu Bapak Rofii dan Ibu Enis. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya peningkatan kesehatan fisik, khususnya pada kekuatan dan ketahanan kaki, mengingat pelaksanaan ibadah haji menuntut jemaah untuk berjalan kaki dalam jarak yang cukup jauh. Selain itu, jalan sehat juga bertujuan untuk membantu menjaga fleksibilitas dan pergerakan sendi, mengingat sebagian CJH memiliki riwayat asam urat yang cukup tinggi. Setelah pelaksanaan jalan sehat pagi dengan jarak tempuh sekitar 2–3 kilometer, kegiatan dilanjutkan dengan program pengecekan kesehatan. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tekanan darah, pengecekan kadar gula darah, kolesterol, serta asam urat. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses monitoring kesehatan CJH karena memberikan gambaran kondisi kesehatan terkini secara objektif. Dengan data tersebut, kami dapat melakukan evaluasi serta memberikan edukasi kesehatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing CJH, sehingga potensi risiko kesehatan dapat diminimalkan sejak dini. Selain pemeriksaan langsung, kami juga melakukan monitoring terhadap booklet jurnal kesehatan yang diisi secara mandiri oleh CJH. Booklet ini berisi catatan konsumsi makanan dan minuman, penggunaan obat-obatan, serta aktivitas fisik harian yang dilakukan. Melalui pemantauan jurnal tersebut, kami dapat memperkirakan langkah atau tindakan lanjutan yang perlu dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan CJH. Seluruh rangkaian kegiatan KKM HIPE Haji ini kami lakukan dengan harapan dapat membantu CJH berada dalam kondisi kesehatan yang paling prima, sehingga mampu melaksanakan ibadah haji secara istithaah, baik secara fisik maupun mental, serta dapat berangkat dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat wal afiat.
SYA`RONI
Sabtu, 3 Januari 2026, mahasiswa KKM Kelompok 54 bersama Kepala Dusun Bendrong, Pak Dhori, melaksanakan kegiatan penanaman bibit di beberapa titik sekitar hutan Dusun Bendrong, Desa Argosari, Kecamatan Jabung. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKM sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang mulai mengalami penurunan. Sejak pagi, mahasiswa KKM bersama Pak Dhori dan Pak Nanang bergotong royong menanam berbagai jenis bibit. Kegiatan berlangsung sederhana tanpa seremonial berlebihan, namun tetap penuh makna. Penanaman ini didampingi langsung oleh Kepala Dusun Bendrong, Pak Dhori, yang sejak awal memberikan dukungan penuh. Pak Dhori menjelaskan bahwa kegiatan menanam bibit perlu terus dilakukan, sebagai upaya menjaga lingkungan maupun sebagai pembelajaran bagi mahasiswa KKM. Menurut beliau, kondisi alam Dusun Bendrong saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan masa lalu, di mana sumber air masih melimpah dan ekosistem sungai terjaga dengan baik. "Sekarang sumber air sudah mulai berkurang, apalagi saat musim kemarau. Dulu pohon masih banyak, airnya besar," ungkap Pak Dhori. Penanaman bibit dinilai sebagai langkah awal untuk memperbaiki kondisi tersebut. Selain menjaga ketersediaan air, tanaman juga berperan dalam mencegah longsor dan membantu penyerapan air hujan. Meski hasilnya belum bisa dirasakan dalam waktu dekat, upaya ini terus dilakukan secara bertahap. Kegiatan penanaman bibit ini juga disampaikan oleh Pak Nanang, tokoh masyarakat Dusun Bendrong yang tergabung dalam komunitas Jogo Wono, sebuah gerakan yang berfokus pada pelestarian hutan. Beliau menyebutkan bahwa penanaman bibit biasanya dilakukan hingga empat sampai lima kali dalam setahun, terutama saat ada mahasiswa KKM. Menurut Pak Nanang, menjaga hutan berarti menjaga kehidupan masyarakat. Selain menjaga ketersediaan air, pohon juga berperan penting sebagai penghasil oksigen bagi seluruh makhluk hidup. Menanam pohon pun dianggap sebagai bentuk sedekah yang ikhlas karena manfaatnya dapat dirasakan oleh siapa saja, termasuk generasi mendatang. Melalui kegiatan penanaman bibit ini, KKM Kelompok 54 bersama Pak Dhori dan Pak Nanang menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Dengan menanam dan merawat tanaman, diharapkan lingkungan tetap terjaga dan memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat di masa depan.