AGGRIS SETIAWAN RAHMATULLAH
Pemerintah Desa Ngebruk bersama masyarakat serta mahasiswa kuliah kerja mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 108 melaksanakan kegiatan tahlil paguyuban yang dilaksanakan setiap minggu malam. Kegiatan ini dimulai pada Minggu, 28 Desember 2025. Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk menjalin silaturrahmi sekaligus musyawarah terkait Perkembangan Desa Ngebruk Kecamatan Poncokusumo, Malang. Kegiatan Tahlil paguyuban dilaksanakan secara bersama-sama oleh perangkat desa, meliputi kepala desa ketua RW, ketua RT, Masyarakat Desa Ngebruk, serta Mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 108. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tertib pada saat pembacaan tahlil dan musyawarah warga. Melalui kegiatan Tahlil paguyuban, diharapkan tercipta ruang interaksi yang berkelanjutan antaranggota masyarakat Desa Ngebruk dalam rangka memperkuat koordinasi, komunikasi, dan partisipasi sosial. Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk saling bertukar informasi, mempererat hubungan kekeluargaan, serta membangun kebersamaan antara warga, pemerintah desa, dan mahasiswa. Selain itu, rutinitas paguyuban berperan dalam menumbuhkan rasa memiliki, tanggung jawab bersama, dan kepedulian sosial yang mendukung keberlangsungan kehidupan bermasyarakat di desa.
NEFA FEBRIANTI
Permasalahan sampah masih menjadi tantangan lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius, khususnya di tingkat desa. Peningkatan aktivitas rumah tangga menyebabkan volume sampah terus bertambah dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Kondisi tersebut juga dirasakan oleh masyarakat Kampung KRPL Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari. Oleh karena itu, pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi salah satu solusi penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Salah satu upaya utama dalam pengelolaan sampah adalah pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Di Kampung KRPL Desa Sumberdem, pemilahan sampah dilakukan berdasarkan beberapa jenis, yaitu sampah putihan, warna, besi, serat, dan keras. Sampah putihan dan warna umumnya berasal dari plastik dan kemasan, sampah besi berasal dari logam, sampah serat berasal dari bahan kain atau sejenisnya, sedangkan sampah keras meliputi material yang lebih padat. Pemilahan ini bertujuan agar sampah dapat dikelola dan dimanfaatkan secara lebih optimal. Kegiatan pemilahan sampah tersebut tidak hanya bergantung pada pengelola, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat. Proses pemilahan dilakukan secara rutin setiap 36 hari sekali sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan adanya jadwal yang teratur, masyarakat menjadi lebih terbiasa dan disiplin dalam memilah sampah sesuai dengan jenisnya, sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan. Selain pemilahan sampah, pengelolaan bank sampah menjadi bagian penting dalam sistem pengelolaan sampah di Kampung KRPL. Bank sampah berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah yang telah dipilah untuk kemudian ditimbang dan dikelola lebih lanjut. Melalui bank sampah, sampah tidak lagi dianggap sebagai limbah semata, melainkan sebagai barang yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Hal ini mendorong masyarakat untuk lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 73 “Astra Pradipta” turut berpartisipasi secara aktif. Mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan pemilahan sampah yang dilaksanakan setiap 36 hari sekali, serta membantu proses pengelolaan bank sampah. Melalui kegiatan KKM yang dilaksanakan di Kampung KRPL Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Kegiatan pemilahan sampah dan bank sampah ini diharapkan dapat terus berjalan dan menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang efektif.
AINUN NURUR ROHMATUL MUFLICH
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang merupakan bentuk implementasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja formal, tetapi juga pada proses pembelajaran sosial dan spiritual. Melalui KKM, mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga memperoleh pengalaman nyata dalam memahami dinamika kehidupan sosial. Pengalaman tersebut dirasakan oleh mahasiswa KKM Kelompok 33 selama melaksanakan pengabdian di Dusun Lesti, salah satunya melalui partisipasi dalam kegiatan keagamaan masyarakat berupa tahlilan. Tahlilan merupakan kegiatan doa bersama yang dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi warga yang telah meninggal dunia. Rangkaian kegiatan ini meliputi pembacaan tahlil, shalawat, ayat-ayat Al-Qur’an, serta doa yang dipanjatkan secara berjamaah. Di Dusun Lesti, tahlilan memiliki peran yang lebih luas dari sekadar aktivitas keagamaan, yaitu sebagai sarana mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa kebersamaan antarwarga. Keterlibatan mahasiswa KKM Kelompok 33 dalam kegiatan tahlilan menjadi sarana awal untuk menjalin kedekatan dengan masyarakat setempat. Keikutsertaan dalam doa bersama, duduk berdampingan dengan warga, serta interaksi ringan setelah kegiatan berlangsung menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat. Melalui proses tersebut, mahasiswa memahami bahwa kemampuan berbaur dan membangun hubungan sosial yang baik merupakan faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan KKM. Selain memberikan nilai sosial, kegiatan tahlilan juga memberikan dampak spiritual bagi mahasiswa. Di tengah padatnya agenda program kerja KKM, kegiatan ini menjadi momen refleksi diri mengenai makna kehidupan, pentingnya kepedulian terhadap sesama, serta nilai keikhlasan dalam berbuat. Tahlilan mengajarkan bahwa pengabdian tidak selalu diwujudkan melalui kegiatan yang berskala besar, melainkan juga melalui kehadiran, doa, dan empati kepada masyarakat. Partisipasi mahasiswa KKM Kelompok 33 dalam tradisi tahlilan juga mencerminkan sikap menghargai budaya dan kearifan lokal yang berkembang di Dusun Lesti. Mahasiswa hadir bukan sebagai pihak yang mendominasi, melainkan sebagai bagian dari masyarakat yang belajar dan menyesuaikan diri dengan nilai-nilai yang ada. Sikap ini menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan warga selama masa pengabdian berlangsung. Melalui kegiatan tahlilan, mahasiswa KKM menyadari bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk sederhana namun bermakna. Kebersamaan dalam doa dan kehadiran di tengah masyarakat menjadi media pembelajaran sosial dan spiritual yang memperkaya pengalaman KKM Kelompok 33 di Dusun Lesti. Pada akhirnya, tahlilan tidak hanya berfungsi sebagai sarana mendoakan mereka yang telah berpulang, tetapi juga sebagai media penguatan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Bagi mahasiswa KKM Kelompok 33, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pembentukan sikap empati, kepekaan sosial, dan kesiapan untuk mengabdi di tengah masyarakat.
MOCHAMMAD ADIB AMIRUDDIN
Acara penutupan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 33 yang dilaksanakan di Dusun Lesti berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini menjadi penutup dari seluruh rangkaian program KKM yang telah dijalankan bersama masyarakat setempat. Warga Dusun Lesti, mulai dari anak-anak, ibu-ibu, hingga mahasiswa KKM, hadir dan berkumpul untuk mengikuti acara penutupan dengan suasana yang sederhana namun akrab. Salah satu agenda utama dalam kegiatan penutupan ini adalah pembagian hadiah kepada para pemenang lomba yang sebelumnya telah diselenggarakan. Pemberian hadiah tersebut merupakan bentuk apresiasi atas partisipasi aktif dan antusiasme warga, khususnya anak-anak dan ibu-ibu, yang telah ikut memeriahkan rangkaian lomba selama dua hari. Proses penyerahan hadiah berlangsung dengan penuh keceriaan. Raut wajah bahagia para penerima hadiah menunjukkan rasa senang dan bangga atas keterlibatan mereka dalam kegiatan tersebut. Meski hadiah yang diberikan tidak bersifat mewah, namun memiliki nilai tersendiri sebagai simbol penghargaan dan kenang-kenangan dari mahasiswa KKM Kelompok 33 kepada masyarakat Dusun Lesti. Setelah rangkaian penyerahan hadiah selesai, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Mahasiswa KKM dan warga Dusun Lesti berkumpul untuk mengabadikan momen kebersamaan sebagai penutup seluruh kegiatan KKM yang telah dilaksanakan. Foto bersama ini menjadi simbol eratnya hubungan dan kebersamaan yang terjalin selama program KKM berlangsung. Senyum dan tawa yang terlihat mencerminkan hubungan baik antara mahasiswa dan masyarakat, sekaligus menjadi kenangan berharga menjelang perpisahan. Melalui kegiatan penutupan ini, mahasiswa KKM Kelompok 33 menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Dusun Lesti atas sambutan, dukungan, dan kerja sama yang telah diberikan selama pelaksanaan KKM. Meskipun masa pengabdian telah berakhir, diharapkan silaturahmi yang telah terjalin dapat terus terjaga dan nilai kebersamaan yang tercipta tetap dikenang di masa mendatang.
NUHAIRIL FIRDAUS ZULAL
Foto Dokumentasi Pembukaan KKM Yang Dihadiri Oleh DPL dan Perangkat Desa Sidorejo Pembukaan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang oleh Kelompok 12 Bhavanaloka dilaksanakan pada 23 Desember 2025 di Aula Kantor Balai Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya secara resmi proses pengabdian mahasiswa di tengah kehidupan masyarakat desa. Suasana pembukaan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat kebersamaan serta kesiapan untuk membangun kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam pelaksanaan program KKM. Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Desa Sidorejo beserta seluruh perangkat desa, serta Dosen Pembimbing Lapangan dari Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan sambutan yang baik dan sikap terbuka dari pemerintah desa terhadap pelaksanaan KKM di Desa Sidorejo. Dalam sambutannya, pihak desa menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran mahasiswa, sekaligus menaruh harapan agar selama pelaksanaan KKM terjalin komunikasi yang harmonis serta kemampuan mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat. Foto Dokumentasi Penyerahan Landyard Kepada Koordinator Kelompok KKM Kuliah Kerja Mahasiswa merupakan wujud implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKM, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga belajar memahami realitas sosial secara langsung. Proses ini menjadi ruang pembentukan karakter, agar mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, empati, dan kepekaan terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Aspek pengabdian kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam pelaksanaan KKM Kelompok 12 Bhavanaloka. Pengabdian tersebut diwujudkan melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti pendampingan pendidikan, kegiatan keagamaan, aktivitas sosial kemasyarakatan, serta program pemberdayaan lingkungan di Desa Sidorejo. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu berbagi ilmu dan pengalaman akademik, sekaligus belajar dari kearifan lokal yang telah tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat desa. Melalui pelaksanaan KKM ini, mahasiswa Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Kontribusi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui program kerja yang bersifat fisik, tetapi juga melalui gagasan, sikap, serta kehadiran yang membawa manfaat dan inspirasi bagi masyarakat. Dengan terjalinnya sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga setempat, KKM diharapkan menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi semua pihak.
LAILA NOVI KURNIAWATI
Pada hari sabtu, 31 Januari 2026. Penutupan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang menjadi momen yang penuh kesan bagi seluruh peserta dan warga desa. Tidak sekadar acara seremonial, penutupan ini dirayakan dengan tradisi tumpengan sebagai simbol rasa syukur atas kebersamaan yang telah terjalin selama masa pengabdian. Setelah menghadiri acara HUT SDN Ngadirejo 1, mahasiswa terlihat sibuk di dapur, menyiapkan nasi kuning, lauk-pauk, serta hiasan tumpeng. Saat tumpeng disajikan, suasana berubah menjadi lebih khidmat. Warga, perangkat desa, dan mahasiswa duduk bersama mengelilingi hidangan. Tumpeng yang berdiri di tengah menjadi simbol perjalanan KKM yang penuh warna, dari awal kedatangan hingga hari perpisahan. Ketua kelompok KKM dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga yang telah menerima mahasiswa seperti keluarga sendiri. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama kegiatan terdapat kekurangan. Prosesi pemotongan tumpeng menjadi puncak acara. Potongan pertama diberikan kepada perwakilan perangkat desa sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih atas kerja sama dan dukungan selama kegiatan berlangsung. Bagi kami, momen ini menjadi penutup yang manis sekaligus haru. Banyak kenangan yang tidak akan terlupakan, mulai dari kegiatan bersama warga hingga kebersamaan di posko selama menjalankan program. Penutupan KKM dengan tumpengan ini bukan sekadar akhir kegiatan, tetapi menjadi awal dari kenangan yang akan selalu dibawa pulang. Kebersamaan yang terjalin di desa akan tetap hidup dalam ingatan para mahasiswa UIN Malang.