MUHAMMAD ROMAZ ILMY
Sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak, telah dilaksanakan program kerja sosialisasi bullying kepada anak-anak TPQ Masjid Nurul Jihad. Kegiatan ini menjadi langkah preventif yang penting untuk mengenalkan sejak dini apa itu bullying, dampaknya, serta bagaimana bersikap baik dan saling menghargai sesama teman. Sosialisasi ini dikemas secara sederhana dan ramah anak, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan mudah dan menyenangkan. Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif dan penuh antusiasme. Anak-anak diajak memahami bahwa bullying bukan hanya tentang kekerasan fisik, tetapi juga mencakup ejekan, hinaan, dan sikap meremehkan teman. Melalui contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, anak-anak belajar membedakan perilaku yang baik dan tidak baik, serta diajak untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diselingi dengan diskusi ringan dan tanya jawab. Anak-anak diberi ruang untuk bercerita, menyampaikan pendapat, dan belajar mengungkapkan perasaan mereka dengan cara yang positif. Hal ini bertujuan agar anak-anak tidak hanya memahami konsep anti bullying, tetapi juga berani bersikap dan berkata baik, serta saling menjaga dalam pergaulan sehari-hari di lingkungan TPQ maupun di luar. Melalui sosialisasi bullying ini, diharapkan anak-anak TPQ Masjid Nurul Jihad dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga kuat secara karakter dan kepekaan sosial.
ANNAWFIL JAMILATUL MAGHFIROH
Dalam pelaksanaan KKM, Kelompok Artana ikut berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu Balita dan Lansia yang dilaksanakan di Pendopo Sempol. Kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti oleh para lansia dengan penuh semangat, menciptakan suasana pagi yang hangat dan menyenangkan. Setelah kegiatan senam selesai, acara dilanjutkan dengan penyuluhan gizi yang ditujukan bagi balita dan lansia. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga asupan gizi yang seimbang sesuai dengan kebutuhan usia. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh peserta, baik orang tua balita maupun para lansia. Dalam kegiatan ini, Kelompok Artana bersama ibu-ibu kader posyandu juga membantu mendampingi peserta agar kegiatan berjalan tertib dan lancar. Usai sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pelayanan posyandu seperti biasa, mulai dari penimbangan balita, pencatatan kesehatan, hingga pemeriksaan kesehatan lansia. Anggota Kelompok Artana ikut membantu dalam proses pendataan serta berinteraksi langsung dengan para peserta dan kader posyandu. Suasana kebersamaan dan gotong royong terasa selama kegiatan berlangsung. Melalui rangkaian kegiatan senam, penyuluhan gizi, dan pelayanan posyandu ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan balita dan lansia semakin meningkat. Bagi Kelompok Artana, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata untuk hadir dan memberi manfaat di tengah masyarakat. KKM Artana — Mengabdi dengan kebersamaan, tumbuh bersama masyarakat.
ALVINO PRAMANA PUTRA
Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 74 Sukma Warih Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dilaksanakan di Desa Wonosari, Kabupaten Malang, sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan ini dirancang secara sistematis, dimulai dari tahap persiapan, survei, perencanaan, hingga pelaksanaan dan penutupan program. Seluruh rangkaian kegiatan berfokus pada pengembangan potensi desa, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai pendidikan, sosial, keagamaan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi secara berkelanjutan. Tahap awal kegiatan KKM diawali dengan meet perdana kelompok yang dilaksanakan secara offline pada 5 Desember 2025. Pertemuan ini menjadi momentum awal bagi seluruh anggota untuk membangun komunikasi, kekompakan, serta menyamakan visi dan tujuan KKM. Dalam pertemuan tersebut, kelompok menetapkan struktur kepengurusan, pembagian tugas setiap divisi, serta menyepakati nama kelompok KKM 74 Sukma Warih. Selain itu, dibahas pula rencana kerja awal, persiapan administrasi, pembuatan atribut KKM, serta pembentukan media komunikasi dan media sosial sebagai identitas kelompok. Sebagai tindak lanjut persiapan, kelompok KKM melaksanakan pertemuan dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Romi, pada 9 Desember 2025. Dalam pertemuan tersebut, DPL memberikan arahan penting agar mahasiswa tidak merancang program yang sepenuhnya baru, melainkan mengembangkan potensi desa yang telah ada agar lebih berkelanjutan. Arahan ini menjadi landasan utama dalam penyusunan seluruh program kerja KKM. Mahasiswa juga diarahkan untuk melakukan survei lapangan secara bertahap guna mengenal kondisi desa, tokoh masyarakat, serta potensi yang dapat dikembangkan. Survei pertama dilaksanakan pada 13 Desember 2025 di Kantor Desa Wonosari. Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan koordinasi awal dengan staf desa untuk memperoleh gambaran umum mengenai kondisi desa, jumlah dusun, keberadaan TPQ, potensi pendidikan dan ekonomi, serta riwayat program KKM sebelumnya. Meskipun kepala desa dan kepala dusun berhalangan hadir, koordinasi berjalan dengan baik dan menghasilkan berbagai informasi penting sebagai dasar penyusunan program kerja yang realistis dan sesuai kebutuhan masyarakat. Hasil survei kemudian dibahas dalam rapat koordinasi online pada 14 Desember 2025. Rapat ini membahas penentuan dusun fokus KKM, pemilihan lokasi posko putra dan putri, progres persuratan ke lembaga pendidikan dan masyarakat, serta perumusan gambaran awal program kerja. Dalam rapat ini juga dirancang program-program utama KKM yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, sosial, lingkungan, UMKM, dan digitalisasi desa. Survei kedua dilaksanakan pada 18 Desember 2025 dengan melibatkan Kepala Dusun Wonosari. Dalam pertemuan ini, disepakati bahwa pelaksanaan KKM difokuskan pada satu dusun agar program dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata. Berbagai program kerja diajukan dan disetujui, antara lain pendampingan posyandu dan pencegahan stunting, kegiatan pendidikan di SD dan TPQ, kegiatan keagamaan, pendampingan UMKM dan sertifikasi halal, pengelolaan lingkungan, serta pengaktifan website desa dan pembaruan database. Pada hari yang sama, mahasiswa juga melakukan survei ke SD Islam Kyai Zakariya untuk mengurus perizinan mengajar serta melakukan pencarian posko KKM. Setelah seluruh persiapan matang, mahasiswa KKM 74 mengikuti kegiatan pelepasan KKM Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026 pada 23 Desember 2025 di Kampus UIN Malang. Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Usai pelepasan, mahasiswa langsung berangkat menuju Desa Wonosari untuk memulai seluruh rangkaian kegiatan KKM. Sebagai langkah awal di desa, mahasiswa melaksanakan sowan dan koordinasi dengan Kepala Dusun Wonosari untuk membahas teknis pembukaan KKM serta pemetaan lanjutan program kerja. Hasil koordinasi ini menghasilkan kesepakatan terkait jadwal pembukaan, pihak-pihak yang akan diundang, serta penguatan kerja sama dengan tokoh agama, PKK, TPQ, dan lembaga desa lainnya. Kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan pembukaan KKM secara resmi dilaksanakan pada 29 Desember 2025 di Balai Desa Wonosari. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh perangkat desa, Kepala Dusun, Dosen Pembimbing Lapangan, serta mahasiswa KKM. Dalam sambutannya, pihak desa menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKM, sementara DPL menekankan pentingnya menjaga etika, memahami budaya lokal, serta menyesuaikan program dengan kondisi masyarakat desa. Dalam pelaksanaan program kerja, mahasiswa KKM 74 Sukma Warih aktif di berbagai bidang. Di bidang pendidikan, mahasiswa mengajar di SD Islam Kyai Zakariya dan TPQ Nurul Hidayah. Kegiatan meliputi pendampingan belajar di kelas, bimbingan membaca Al-Qur’an, hafalan surat pendek, pembelajaran tajwid, serta bimbingan belajar tambahan. Selain itu, mahasiswa juga melakukan penataan ulang perpustakaan sekolah agar lebih rapi dan mudah diakses, meluncurkan mading 3D bertema Stop Bullying, serta membantu pembuatan website sekolah dan sistem pendaftaran siswa secara online. Mahasiswa juga melaksanakan kegiatan sosialisasi bullying dan edukasi seksual di SD Islam Kyai Zakariya. Kegiatan ini diawali dengan senam bersama, dilanjutkan dengan edukasi interaktif mengenai bahaya bullying, pentingnya saling menghargai, serta pemahaman batasan tubuh dan pergaulan yang disesuaikan dengan usia siswa. Kegiatan ini mendapat respons positif dari siswa dan guru karena disampaikan dengan metode yang komunikatif dan menyenangkan. Di bidang kesehatan, mahasiswa KKM terlibat aktif dalam berbagai kegiatan posyandu di wilayah Sumbersari, Urek-Urek, dan Depok. Mahasiswa membantu pemeriksaan kesehatan balita, ibu hamil, dan lansia, seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan, tensi darah, dan pemeriksaan gula darah. Selain itu, mahasiswa turut mendukung program pencegahan stunting melalui edukasi gizi dan pemberian makanan tambahan kepada warga. Dalam bidang keagamaan dan sosial budaya, mahasiswa KKM mengikuti kegiatan tahlilan rutin, istighotsah, serta berbagai kegiatan keagamaan masyarakat. Mahasiswa juga menyelenggarakan Semarak Lomba Isra’ Mi’raj di TPQ Nurul Hidayah sebagai upaya menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap nilai-nilai keislaman. Selain itu, mahasiswa terlibat dalam kegiatan budaya di Padepokan Eyang Djoego dan Pesarean Gunung Kawi, termasuk kegiatan Senin Pahing, bincang budaya bersama juru kunci, serta partisipasi dalam perayaan Tahun Baru dan Imlek. Pada bidang lingkungan, mahasiswa melaksanakan program pembuatan dan pembagian tempat sampah organik dan anorganik di SD Islam Kyai Zakariya serta memberikan edukasi pemilahan sampah kepada siswa. Mahasiswa juga berkontribusi dalam kerja bakti lingkungan, pengelolaan sampah, serta pembuatan fasilitas publik berupa plang dan tiang lampu multifungsi sebagai penunjuk arah dan penerangan desa. Dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, mahasiswa KKM menyelenggarakan sosialisasi dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta sertifikasi halal bekerja sama dengan Halal Center UIN Malang. Selain itu, mahasiswa melakukan kunjungan dan pendampingan langsung ke beberapa UMKM, seperti usaha jamu tradisional dan Bolen 88, untuk membantu persiapan sertifikasi halal serta memberikan wawasan terkait pengembangan usaha. Menjelang akhir kegiatan, mahasiswa melaksanakan sowan dan pamitan ke berbagai tokoh masyarakat, lembaga desa, PKK, TPQ, posyandu, dan yayasan sebagai bentuk silaturahmi dan ucapan terima kasih. Mahasiswa juga mengikuti tahlilan dan istighotsah terakhir bersama warga. Seluruh rangkaian KKM kemudian ditutup secara resmi dalam acara penutupan KKM di Balai Desa Wonosari pada 3 Februari 2026, yang dihadiri oleh perangkat desa, DPL, dan masyarakat. Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa KKM 74 Sukma Warih melaksanakan penutupan mandiri berupa kegiatan kebersamaan sebagai refleksi dan penguatan ikatan antaranggota. Seluruh rangkaian kegiatan KKM ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam belajar hidup bermasyarakat, menumbuhkan empati, serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara nyata. Diharapkan seluruh program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Wonosari serta menjadi bekal berharga bagi mahasiswa di masa mendatang.
ZILDA FAKHRIYA PASHA
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang bertugas di SMP Sunan Giri melaksanakan salah satu program kerja bidang lingkungan, yaitu kegiatan penanaman Tanaman Obat Sekolah (TOGA) yang disertai dengan pelabelan nama latin dan manfaat tanaman. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa KKM dalam mendukung penguatan Program Adiwiyata serta pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran. Kegiatan penanaman TOGA dilaksanakan di area lingkungan sekolah yang telah ditentukan dan disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. Berbagai jenis tanaman obat ditanam dalam pot dan lahan terbatas, sehingga mudah dirawat dan dimanfaatkan. Tanaman yang dipilih merupakan tanaman obat yang umum dijumpai dan memiliki manfaat kesehatan, sehingga relevan untuk diketahui oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bagian dari nilai kegiatan edukatif, mahasiswa KKM juga melakukan pelabelan tanaman yang memuat informasi nama lokal, nama latin, serta manfaat tanaman obat. Pelabelan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai jenis tanaman obat dari sisi ilmiah dan fungsional. Dengan adanya label tersebut, area sekolah tanaman obat tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran berbasis literasi lingkungan dan kesehatan. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan kader Adiwiyata SMP Sunan Giri yang berperan aktif dalam proses penanaman dan penataan tanaman. Keterlibatan kader Adiwiyata menjadi bagian dari pembinaan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam merawat tanaman secara berkelanjutan. Kolaborasi antara mahasiswa KKM dan kader Adiwiyata diharapkan dapat memperkuat budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah. Program kerja penanaman TOGA ini sejalan dengan komitmen SMP Sunan Giri sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi, khususnya dalam konservasi dan pemanfaatan lingkungan sekolah secara edukatif dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, siswa KKM turut mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang hijau, sehat, dan informatif, sekaligus memberikan pengalaman belajar langsung bagi siswa. Diharapkan, hasil dari program kerja ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga sekolah. Tanaman obat yang telah ditanam dan diberi label edukatif diharapkan terus dirawat dan dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran lingkungan hidup serta penguatan karakter peduli lingkungan di SMP Sunan Giri.
KHALVIONA WULAN PRASTIKA
Perjalanan kegiatan KKM 158 Girinadiwana di Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan menjadi pengalaman pengabdian yang dijalankan secara bertahap dan menyatu dengan kehidupan masyarakat. Selama berada di desa, tim mahasiswa tidak hanya menjalankan satu jenis program, tetapi bergerak di berbagai bidang seperti pendidikan, kegiatan sosial, keagamaan, serta pendampingan ekonomi melalui program UMKM dan pemanfaatan teknologi digital. Sejak awal, program ini dirancang agar benar-benar terasa manfaatnya dan sekaligus membangun kedekatan dengan perangkat desa maupun warga. Kedatangan tim diawali dengan orientasi wilayah dan kunjungan silaturahmi kepada Kepala Desa serta para Ketua RT. Dari pertemuan itu, siswa mulai menyusun langkah kerja dan menyesuaikan program dengan kebutuhan lapangan. Pembukaan KKM kemudian dilaksanakan secara resmi di balai desa sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan. Pada masa awal pelaksanaan, tim juga ikut terjun dalam kerja bakti membantu warga menangani dampak longsor di wilayah perbatasan RT. Keterlibatan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya membangun kebersamaan sejak hari pertama. Dalam bidang pendidikan keagamaan, siswa rutin mendampingi kegiatan belajar di TPQ. Proses pembelajaran dilakukan secara pelan-pelan dan disesuaikan dengan kemampuan santri, mulai dari membaca, perbaikan tajwid, hingga latihan praktik. Suasana belajar dibuat santai dan interaktif agar anak-anak merasa nyaman. Selain di TPQ, mahasiswa juga membantu kegiatan belajar di MI setempat, termasuk pendampingan materi, kegiatan kepramukaan, serta edukasi tentang pentingnya sikap saling menghormati di lingkungan sekolah. Di sisi lain, program penguatan UMKM juga menjadi perhatian utama. Tim melakukan pendataan dan kunjungan langsung ke pelaku usaha rumahan seperti produsen roti, tahu, tempe, dan pemilik toko. Dari kegiatan itu, mahasiswa membantu pemetaan lokasi usaha dan fasilitas umum melalui Google Maps agar lebih mudah ditemukan. Warga juga memperkenalkan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS, lengkap dengan cara pendampingan dalam penggunaannya. Pendekatan dilakukan secara langsung dan bersahabat agar pelaku usaha lebih terbuka menerima hal baru. Mahasiswa ikut ambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan desa. Mereka membantu persiapan dan pelaksanaan peringatan Isra' Mi'raj di MI dengan berbagai lomba dan kegiatan bernuansa keagamaan. Kegiatan berlangsung meriah dengan kebersamaan warga dan siswa. Selain itu, diadakan juga pelatihan keterampilan digital untuk ibu-ibu PKK sebagai tambahan wawasan ekonomi kreatif. Tim keterlibatan juga terlihat pada kegiatan Posyandu dan pendampingan belajar masyarakat. Kontribusi lainnya diwujudkan melalui kerja bakti di masjid, penyerahan tempat sampah untuk mendukung kebersihan lingkungan, serta pemasangan papan informasi desa sebagai sarana edukasi. Seluruh program yang diusahakan bersifat praktis dan bisa terus dimanfaatkan setelah masa KKM selesai. Menjelang akhir kegiatan, pengajaran di TPQ ditutup dengan doa bersama dan menyampaikan kenang-kenangan sebagai tanda terima kasih. Rangkaian KKM kemudian diakhiri melalui acara penutupan di balai desa yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Berakhirnya program ini menjadi penutup masa pengabdian siswa sekaligus meninggalkan harapan agar manfaat kegiatannya tetap dirasakan oleh Desa Masyarakat Plumpung di depannya.
FARANTIA LADY CASNARA
Perjalanan kegiatan KKM 158 Girinadiwana di Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan menjadi pengalaman pengabdian yang dijalankan secara bertahap dan menyatu dengan kehidupan masyarakat. Selama berada di desa, tim mahasiswa tidak hanya menjalankan satu jenis program, tetapi bergerak di berbagai bidang seperti pendidikan, kegiatan sosial, keagamaan, serta pendampingan ekonomi melalui program UMKM dan pemanfaatan teknologi digital. Sejak awal, kegiatan dirancang supaya benar-benar terasa manfaatnya dan sekaligus membangun kedekatan dengan perangkat desa maupun warga. Kedatangan tim diawali dengan orientasi wilayah dan kunjungan silaturahmi kepada Kepala Desa serta para Ketua RT. Dari pertemuan itu, mahasiswa mulai menyusun langkah kerja dan menyesuaikan program dengan kebutuhan lapangan. Pembukaan KKM kemudian dilaksanakan secara resmi di balai desa sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan. Di masa awal pelaksanaan, tim juga ikut terjun dalam kerja bakti membantu warga menangani dampak longsor di wilayah perbatasan RT. Keterlibatan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya membangun kebersamaan sejak hari pertama. Dalam bidang pendidikan keagamaan, mahasiswa rutin mendampingi kegiatan belajar di TPQ. Proses pembelajaran dilakukan pelan-pelan dan disesuaikan dengan kemampuan santri, mulai dari membaca, perbaikan tajwid, hingga latihan praktik. Suasana belajar dibuat santai dan interaktif agar anak-anak merasa nyaman. Selain di TPQ, mahasiswa juga membantu kegiatan belajar di MI setempat, termasuk pendampingan materi, kegiatan kepramukaan, serta penyampaian edukasi tentang pentingnya sikap saling menghormati di lingkungan sekolah. Di sisi lain, program penguatan UMKM juga menjadi perhatian utama. Tim melakukan pendataan dan kunjungan langsung ke pelaku usaha rumahan seperti produsen roti, tahu, tempe, dan pemilik toko. Dari kegiatan itu, mahasiswa membantu pemetaan lokasi usaha dan fasilitas umum melalui Google Maps agar lebih mudah ditemukan. Warga juga diperkenalkan dengan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS, lengkap dengan pendampingan cara penggunaannya. Pendekatan dilakukan secara langsung dan bersahabat supaya pelaku usaha lebih terbuka menerima hal baru. Mahasiswa turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan desa. Mereka membantu persiapan dan pelaksanaan peringatan Isra’ Mi’raj di MI dengan berbagai lomba dan kegiatan bernuansa keagamaan. Kegiatan berlangsung meriah dengan kebersamaan warga dan siswa. Selain itu, diadakan juga pelatihan keterampilan digital untuk ibu-ibu PKK sebagai tambahan wawasan ekonomi kreatif. Keterlibatan tim juga terlihat pada kegiatan Posyandu dan pendampingan belajar masyarakat. Kontribusi lainnya diwujudkan melalui kerja bakti di masjid, penyerahan tempat sampah untuk mendukung kebersihan lingkungan, serta pemasangan papan informasi desa sebagai sarana edukasi. Seluruh program diupayakan bersifat praktis dan bisa terus dimanfaatkan setelah masa KKM selesai. Menjelang akhir kegiatan, pengajaran di TPQ ditutup dengan doa bersama dan penyerahan kenang-kenangan sebagai tanda terima kasih. Rangkaian KKM kemudian diakhiri melalui acara penutupan di balai desa yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Berakhirnya program ini menjadi penutup masa pengabdian mahasiswa sekaligus meninggalkan harapan agar manfaat kegiatannya tetap dirasakan oleh masyarakat Desa Plumpung ke depannya.