Thumbnail
8 months ago
Tak hanya teori, KKM Sarimi Adhiyaksa bersama Muslimat Belajar Merawat Jenazah

BILKAFFA `AINA TAZKIYA

Kegiatan penyuluhan perawatan jenazah diselenggarakan oleh Kelompok KKM Sarimi Adhiyaksa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama ibu-ibu Muslimat Kelurahan Jodipan pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Roisiyah Kelurahan Jodipan, Kota Malang. Penyuluhan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata cara perawatan jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Materi yang disampaikan meliputi tahapan memandikan, mengkafani, hingga menshalatkan jenazah. Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi dan sesi diskusi. Para peserta tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan terkait praktik perawatan jenazah yang kerap dijumpai di lingkungan sekitar. Antusiasme ibu-ibu Muslimat terlihat dari keaktifan mereka selama kegiatan berlangsung. Melalui penyuluhan ini, mahasiswa KKM Sarimi Adhiyaksa berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat serta menjadi bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam menghadapi peristiwa kematian yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Untuk https://www.kompasiana.com/kkmkosongdua025960/6979648c34777c456e6a1932/tak-hanya-teori-kkm-sarimi-adhiyaksa-bersama-muslimat-belajar-merawat-jenazah

Thumbnail
8 months ago
Kolaborasi Muda untuk Desa: Kreativitas KKM Wening Praja 166 di Tamansari

INTAN AMALIA

Desa Tamansari beberapa minggu terakhir terasa lebih hidup. Anak-anak sekolah lebih ceria, toko kelontong terlihat modern dengan kode QR di meja kasir, dan mushola sore hari dipenuhi suara tadarus santri kecil. Di balik perubahan kecil itu, ada peran mahasiswa KKM Wening Praja 166. Dengan semangat kolaborasi, mahasiswa menghadirkan jalan sehat sebagai media membangun kedekatan dengan siswa. Kegiatan sederhana ini ternyata efektif menumbuhkan kebersamaan.Tak berhenti di sana, mereka juga membawa isu penting: pencegahan bullying dan kenakalan remaja. Lewat cerita, simulasi, dan permainan, siswa belajar arti empati dan persahabatan.Pada sisi ekonomi, mahasiswa membaca kebutuhan zaman. Mereka membantu digitalisasi UMKM melalui QRIS, membuat warung-warung desa selangkah lebih maju.  Sementara di TPQ, mahasiswa bertransformasi menjadi guru. Mengajari huruf hijaiyah, membetulkan tajwid, hingga mendampingi hafalan doa. Interaksi ini ( intan amalia )    

Thumbnail
8 months ago
Bukan mengobati, tapi Mencegah Stunting Sejak Dini

FIKA IZZA EL - RAHMA

Dalam program kerja kali ini, kami bekerja sama dengan Posyandu Talangsuko Turen untuk menangani permasalahan stunting yang masih menjadi isu kesehatan serius di masyarakat. Rabu (14/01/2026) kami menambahkan satu pos khusus stunting di Posyandu sebagai bentuk perhatian dan upaya nyata dalam pencegahan stunting sejak dini.   Melalui pos khusus stunting ini, kami memberikan edukasi kepada para orang tua, khususnya ibu, mengenai ciri-ciri serta gejala awal stunting yang dapat dikenali sejak dini. Fokus utama kegiatan ini adalah pencegahan stunting, mengingat masih tingginya jumlah anak yang teridentifikasi berisiko. Berdasarkan data Posyandu, terdapat 39 anak dengan risiko tinggi stunting dan 2 anak yang telah mengalami stunting, sehingga total terdapat 41 anak yang memerlukan perhatian khusus.   Posyandu sendiri telah memiliki program unggulan dalam penanganan stunting, yaitu program One Day One Egg. Program ini dilaksanakan dengan membagikan tujuh butir telur setiap minggu kepada ibu-ibu yang memiliki anak stunting maupun berisiko tinggi stunting. Telur tersebut dianjurkan untuk dikonsumsi anak sebagai sumber protein hewani guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, kami berperan dalam memberikan edukasi pencegahan stunting dari sisi pola asuh dan pola makan anak. Edukasi yang diberikan meliputi anjuran untuk tidak memberikan camilan menjelang waktu makan utama, menghindari pemberian makanan yang terlalu manis serta makanan instan, dan pentingnya pemberian makanan bergizi seimbang.   Selain itu, kami juga memberikan informasi mengenai jenis-jenis zat gizi yang dibutuhkan anak, manfaat makanan bergizi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, serta rekomendasi menu harian yang bergizi, mudah dibuat, dan tetap ramah di kantong. Diharapkan melalui kegiatan ini, para orang tua dapat lebih memahami pentingnya pencegahan stunting dan mampu menerapkan pola asuh serta pola makan yang lebih sehat bagi anak-anak mereka.  Melalui kolaborasi antara tim pelaksana dan Posyandu, upaya pencegahan stunting ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi kesehatan anak-anak di lingkungan setempat.

Thumbnail
8 months ago
The Journey of KKM Wirasenabadra: Menapaki Kaki Langit Desa Taji-Sebuah Perjalanan Profilisasi dan Harapan

SHARIM MARZUKI RADHIT

https://www.kompasiana.com/kkmwirasenabadra3911/69770c94ed64150a9e7c6a45/the-journey-of-kkm-wirasenabadra-menapaki-kaki-langit-desa-taji-sebuah-perjalanan-profilisasi-dan-harapan

Thumbnail
8 months ago
Kajian Ba’da Subuh & Maghrib: “Hidup adalah Perubahan”

AISY AULIA BASMALLAH

(4 Januari 2026 – Masjid Ar-Ridlo Blimbing) Dengan memohon ridha dan pertolongan Allah SWT, kami kembali mengikuti kegiatan kajian ba’da Subuh dan ba’da Maghrib yang disampaikan oleh Ustadz Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.Ag di Masjid Ar-Ridlo, Blimbing, Malang, pada Ahad, 5 Januari 2026. Sebagai bentuk kesungguhan dalam menuntut ilmu dan menjaga kedisiplinan ibadah, kami dari KKM 03 menginap sejak Sabtu malam di ruang sekretariat Masjid Ar-Ridlo, agar dapat mengikuti rangkaian kajian dan sholat berjamaah secara penuh.  Suasana Kajian Ba’da Subuh Kajian pertama dilaksanakan ba’da Sholat Subuh berjamaah. Jamaah hadir sejak dini hari, memenuhi shaf dengan penuh ketenangan. Setelah sholat, Ustadz Kasuwi menyampaikan kajian dengan tema: “Hidup adalah Perubahan” Beliau menekankan bahwa kehidupan manusia tidak pernah statis. Setiap hari adalah proses berubah—baik menuju kebaikan atau sebaliknya—tergantung bagaimana seseorang menyikapi waktu, ujian, dan hidayah dari Allah SWT. Ustadz mengingatkan bahwa Islam hadir sebagai pedoman agar perubahan hidup selalu mengarah kepada ketaatan, bukan sekadar mengikuti arus zaman.  Pesan Utama Kajian: Hidup adalah Proses Berubah Dalam kajiannya, beliau menyampaikan bahwa perubahan adalah sunnatullah. Tidak ada manusia yang tetap, kecuali Allah SWT. Yang menjadi persoalan bukanlah perubahan itu sendiri, melainkan arah perubahan tersebut. Beliau mengaitkan tema ini dengan hadis Rasulullah ﷺ: “Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang celaka.” (HR. Al-Hakim) Hadis ini menjadi pengingat kuat bahwa seorang muslim seharusnya terus memperbaiki diri, baik dalam ibadah, akhlak, maupun kontribusi sosial. Ustadz juga menegaskan bahwa perubahan tidak harus besar, tetapi harus konsisten dan bernilai ketaatan, seperti: Lebih tepat waktu dalam sholat Lebih sering membaca Al-Qur’an Mengurangi maksiat yang tersembunyi Menjaga lisan dan adab dalam pergaulan   Kajian Ba’da Maghrib Kajian kedua dilaksanakan ba’da Sholat Maghrib berjamaah. Pada sesi ini, Ustadz kembali menguatkan pesan bahwa perubahan sejati dimulai dari hati dan niat. Beliau mengingatkan sabda Rasulullah ﷺ: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.” (HR. Muslim)   Perubahan hidup tidak selalu terlihat dari luar, namun Allah menilai dari kesungguhan hati dan amal yang dilakukan.  Sajian Kebersamaan Setelah kajian selesai, pihak masjid menyajikan kacang hijau dan ketan bagi jamaah yang hadir. Sajian sederhana ini menjadi pelengkap kebersamaan, mempererat silaturahmi antara jamaah, takmir, remaja masjid, dan mahasiswa KKM. Kami menikmati hidangan tersebut dengan penuh rasa syukur, sambil berbincang ringan dan memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan Masjid Ar-Ridlo.   https://kkm03arridloblimbing.blogspot.com/2026/01/kajian-bada-subuh-maghrib-hidup-adalah.html?m=1

Thumbnail
8 months ago
Perilisan Aplikasi SIGAP POJOK

MOUDISCHA BIANCHA ARDIVIANTI PALAR

Mahasiswa KKM 85 MITSEVA resmi meluncurkan aplikasi Sigap Pojok pada 3 Februari 2026 bertempat di Gedung Serbaguna Desa Pojok. Peresmian aplikasi tersebut turut dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Kapolsek, Bapak Camat, Ibu PJ Kepala Desa Pojok, serta jajaran petinggi desa lainnya. Sigap Pojok merupakan aplikasi kentongan digital yang dirancang sebagai media keamanan sekaligus kepedulian warga Desa Pojok. Kehadiran aplikasi ini disambut hangat oleh para pemangku kebijakan desa. Dalam kesempatan tersebut, para petinggi desa menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKM, serta menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan aplikasi ke depannya. Suasana peresmian berlangsung hangat dan penuh semangat. Bahkan, di sela pidatonya, Bapak Camat melontarkan celetukan yang mengundang senyum hadirin. “… saya mau menyampaikan ke Bapak Dosen UIN nih, kan anak-anak kayak gini kemampuannya sudah melebihi mahasiswa yang sudah skripsi-an, wong sudah buat aplikasi sedemikian rupa loh. Kalau boleh ndak usah skripsi-an saja, Bapak,” tuturnya. Menanggapi hal tersebut, Bapak Dosen pendamping menyampaikan bahwa aplikasi Sigap Pojok masih memiliki beberapa kekurangan yang perlu disempurnakan. Oleh sebab itu, pengembangan aplikasi ini akan dikonsultasikan lebih lanjut kepada pihak fakultas agar dapat dikaji secara akademik dan teknis. Saat ini, Sigap Pojok masih beroperasi pada sistem Android. Mahasiswa KKM 85 MITSEVA berharap ke depannya pihak desa dapat melanjutkan pengembangan aplikasi tersebut, misalnya dengan mengintegrasikannya ke perangkat pendukung lain seperti sirine atau sistem peringatan desa, sehingga fungsi keamanan dapat berjalan lebih optimal. Peluncuran Sigap Pojok menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui pendekatan teknologi. Melalui aplikasi ini, KKM 85 MITSEVA berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif warga akan pentingnya keamanan lingkungan sekaligus memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun desa yang lebih sigap dan adaptif.