MUHAMMAD AZWAR
Tamansari, Licin – Dalam rangka pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, KKM Wening Praja 166 sukses menyelenggarakan berbagai kegiatan strategis di Desa Tamansari. Adapun program yang telah dilaksanakan meliputi: Jalan sehat bersama SDN 1 Tamansari Sosialisasi pencegahan bullying dan kenakalan remaja Pendampingan pembuatan QRIS untuk toko kelontong Pengajaran di TPQ Mansyaul Ulum dan Baital Makmur Seluruh kegiatan bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan, karakter generasi muda, serta pemberdayaan ekonomi digital masyarakat. Ketua kelompok menyatakan bahwa program dirancang berdasarkan kebutuhan riil warga desa. “Kami ingin menghadirkan solusi konkret, tidak hanya kegiatan seremonial,” ungkapnya. Masyarakat dan perangkat desa memberikan respons positif atas kontribusi mahasiswa. Diharapkan sinergi antara perguruan tinggi dan desa dapat terus terjalin dalam upaya pembangunan berkelanjutan.
KHEANNAN AL RAFAEL CANIAGO
Oleh : Kheannan Al Rafael Caniago Wening Praja – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Wening Praja 166 melaksanakan serangkaian program pengabdian masyarakat di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, dengan fokus pada bidang pendidikan, kesehatan, pelatihan karakter anak, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui digitalisasi. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Selama masa pengabdiannya, mahasiswa KKM Wening Praja 166 berupaya menghadirkan program yang aplikatif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Beberapa kegiatan unggulan yang telah dilaksanakan antara lain jalan sehat di SD Negeri 1 Tamansari, sosialisasi bullying dan kenakalan remaja di tingkat sekolah dasar, pembuatan QRIS di toko-toko kelontong, serta kegiatan mengajar di TPQ Mansyaul Ulum dan TPQ Baital Makmur. Jalan Sehat SD Negeri 1 Tamansari, Wujud Kepedulian terhadap Kesehatan Anak Salah satu acara pembuka yang menjadi perhatian adalah jalan sehat bersama siswa SD Negeri 1 Tamansari. Kegiatan ini diikuti oleh siswa, guru, serta siswa KKM dengan penuh antusias. Jalan sehat tidak hanya menjadi ajang olahraga ringan, tetapi juga sarana mempersatukan kebersamaan dan semangat hidup sehat sejak dini. Ketua KKM Wening Praja 166 menyampaikan bahwa kegiatan jalan sehat dipilih karena sederhana, mudah diikuti, dan memiliki dampak positif bagi kesehatan fisik maupun mental anak-anak. “Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan bisa dimulai dari aktivitas ringan dan menyenangkan,” ujarnya. Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan berharap kerja sama antara siswa dan sekolah dapat terus berlanjut. Guru SD Negeri 1 Tamansari menilai bahwa kehadiran siswa KKM memberikan suasana baru yang menyenangkan dan memotivasi siswa untuk lebih aktif serta berani berinteraksi. Sosialisasi Bullying dan Kenakalan Remaja Sejak Dini Selain kegiatan fisik, KKM Wening Praja 166 juga menaruh perhatian pada pembinaan karakter dan perilaku anak, khususnya terkait isu bullying dan kenakalan remaja. Sosialisasi ini dilaksanakan di lingkungan SD dengan metode yang disesuaikan dengan usia siswa, seperti pemaparan ringan, diskusi interaktif, serta contoh-contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak. Mahasiswa menjelaskan pengertian bullying, jenis-jenisnya, dampak negatif yang ditimbulkan, serta cara bersikap apabila menjadi korban atau saksi. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami, tanpa menimbulkan rasa takut pada siswa. Menurut salah satu mahasiswa KKM, sosialisasi ini penting dilakukan sejak dini agar anak-anak memiliki kesadaran untuk saling menghormati dan berani berkata tidak terhadap perilaku kekerasan. “Kami berharap siswa tidak hanya memahami apa itu bullying, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” jelasnya. Kegiatan ini mendapat respons positif dari guru dan pihak sekolah karena dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini. Edukasi dini diharapkan mampu mencegah terjadinya kasus bullying dan kenakalan remaja di kemudian hari. Dorong Digitalisasi UMKM Melalui Pembuatan QRIS Tidak hanya berfokus pada pendidikan, KKM Wening Praja 166 juga menjalankan program pembuatan QRIS di beberapa toko kelontong di Desa Tamansari. Program ini bertujuan membantu pelaku usaha kecil agar mampu mengikuti perkembangan sistem pembayaran digital yang semakin luas digunakan masyarakat. Mahasiswa mendampingi pemilik toko mulai dari proses pendaftaran, pembuatan akun, hingga cara penggunaan QRIS dalam transaksi sehari-hari. Selain itu, mahasiswa juga memberikan pemahaman tentang manfaat pembayaran non-tunai, seperti kemudahan transaksi, keamanan, serta pencatatan keuangan yang lebih rapi. Salah satu pemilik toko kelontong mengaku terbantu dengan adanya program ini. Ia menyampaikan bahwa sebelumnya belum memahami cara membuat dan menggunakan QRIS. Dengan pendampingan dari mahasiswa, kini tokonya sudah dapat melayani pembayaran digital. Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM desa serta mendorong masyarakat untuk lebih melek teknologi, sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan. Mengajar dan Membina Santri TPQ Mansyaul Ulum dan Baital Makmur Sebagai bentuk pengabdian di bidang keagamaan, mahasiswa KKM Wening Praja 166 turut aktif mengajar di TPQ Mansyaul Ulum dan TPQ Baital Makmur. Kegiatan ini meliputi pembelajaran membaca Al-Qur'an, hafalan surat-surat pendek, doa sehari-hari, serta penanaman akhlak dan nilai-nilai keislaman. Siswa berperan sebagai pendamping ustaz dan ustazah, membantu proses belajar mengajar agar lebih variatif dan menyenangkan. Metode yang digunakan disesuaikan dengan kemampuan santri, mulai dari anak yang masih belajar iqra' hingga yang sudah lancar membaca Al-Qur'an. Pengurus TPQ menyampaikan penghargaan atas kontribusi mahasiswa KKM. Kehadiran siswa dinilai mampu menambah semangat belajar santri serta memberikan warna baru dalam kegiatan TPQ. Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat Seluruh rangkaian kegiatan KKM Wening Praja 166 tidak lepas dari dukungan pemerintah desa, pihak sekolah, tokoh agama, serta masyarakat Desa Tamansari. Kolaborasi yang terjalin menjadi kunci keberhasilan program-program yang dilaksanakan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar langsung dari masyarakat tentang nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial. Sementara itu, masyarakat memperoleh manfaat nyata dari program yang dilaksanakan. KKM Wening Praja 166 berharap kegiatan yang telah dilakukan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi Desa Tamansari. Program-program sederhana namun tepat sasaran ini diharapkan menjadi langkah kecil menuju masyarakat yang lebih sehat, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Komitmen Pengabdian Berkelanjutan Seluruh rangkaian kegiatan KKM Wening Praja 166 menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa dapat berperan aktif sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Melalui pendekatan edukatif, sosial, ekonomi, dan keagamaan, program-program yang dilaksanakan diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi Desa Tamansari. Mahasiswa berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut meski masa KKM telah usai. “Kami belajar banyak dari masyarakat, dan semoga kehadiran kami juga membawa manfaat. KKM bukan hanya pengabdian, tetapi juga proses belajar bersama,” tutup ketua kelompok. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, KKM Wening Praja 166 meninggalkan jejak positif sebagai generasi muda yang peduli, kreatif, dan solutif bagi kemajuan desa.
FATIMAH AZ ZAHRA
Kunjungan terakhir KKM HIPE Kelompok 11 - FKIK UIN Malang ini menjadi penutup yang penuh makna. Selama masa pengabdian, kami tidak hanya berfokus pada kegiatan utama berupa tes kesehatan calon jamaah haji, tetapi juga ikut larut dalam kebersamaan dengan masyarakat. Mulai dari senam bersama yang penuh tawa, hingga jalan-jalan sederhana yang justru mempererat kedekatan. Foto ini merekam momen kebersamaan kami—bukan hanya sebagai mahasiswa yang menjalankan program kerja, tetapi sebagai bagian dari lingkungan yang saling belajar dan berbagi. KKM HIPE mengajarkan bahwa pengabdian tidak selalu soal agenda formal, melainkan tentang kehadiran, kebersamaan, dan kenangan yang akan selalu kami bawa pulang.
WAHID BAGUS SANJAYA
Kegiatan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW telah dilaksanakan pada hari Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Masjid Darussalam, Dusun Ngrejo, Desa Kluwut, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Takmir Masjid Darussalam yang bekerja sama dengan mahasiswa/i KKM Mandhaloka. Acara dimulai pada pukul 19.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh jamaah masjid serta Dusun Ngrejo dengan penuh antusiasme. Peringatan Isra' Mi'raj ini menghadirkan penceramah Kyai Gus Ato'ul Mursyid dari Pondok Pesantren Al-Karomah yang menyampaikan tausiyah mengenai makna dan hikmah peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, khususnya dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam. Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah Al-Qur'an oleh Abd. Rohman, menyambut panitia, menyampaikan tausiyah, dan ditutup dengan doa penutup. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan khidmat dan tertib. Dalam pelaksanaannya, seluruh mahasiswa/i KKM Mandhaloka terlibat aktif sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Wahid Bagus Sanjaya bertindak sebagai ketua pelaksana yang mengoordinasikan jalannya kegiatan. Zahrotul Makiyyah dan Zaenal Abidin bertugas sebagai pembawa acara (MC). Akhmad Munir dan Ana Nur Indah bertanggung jawab dalam pembuatan desain banner kegiatan, sedangkan mahasiswa KKM lainnya membantu pada bagian konsumsi serta kebutuhan teknis acara. Kerja sama yang baik antara mahasiswa KKM dan Takmir Masjid Darussalam menjadikan kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan meriah. Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara panitia, penceramah, tokoh masyarakat, serta jamaah yang hadir sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan dapat mempererat hubungan silaturahmi antara mahasiswa KKM Mandhaloka dengan masyarakat Dusun Ngrejo serta memberikan manfaat spiritual bagi seluruh peserta yang mengikuti kegiatan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW.
MUNA MA`RUDATUL ALIYAH
Anak adalah cerminan dari cara mereka dibesarkan. Berangkat dari pemahaman tersebut, KKM 44 Bhavishya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan sosialisasi parenting pada Senin, (12/01/2026) pukul 09.00 WIB di PAUD Tunas Harapan Desa Gunung Jati. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu wali murid PAUD Tunas Harapan serta para guru PAUD. Kehadiran para peserta menunjukkan antusiasme dan kepedulian yang tinggi terhadap pentingnya pola asuh yang tepat bagi tumbuh kembang anak. Sosialisasi ini menjadi ruang edukatif sekaligus ajang silaturahmi antara orang tua, guru, dan mahasiswa KKM dalam membangun sinergi pendidikan anak sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 44 "Bhavishya" memperkenalkan salah satu program kerja mereka di bidang pendidikan keluarga. Sosialisasi parenting ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para orang tua tentang pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam pembentukan karakter, emosi, dan kepribadian anak. Nanik Indahayati, selaku kepala PAUD Tunas Harapan desa Gunung Jati memeberikan sambutan sekaligus menyampaikan terima kasih kepada KKM 44 Bhavishya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang karena telah mengadakan sosialisasi parenting ini. "Terima kasih banyak kepada kakak-kakak KKM sudah mengadakan sosialisasi parenting di PAUD ini, semoga bermanfaat untuk ibu-ibu wali murid dan bisa diterapkan untuk anak-anaknya". Ujarnya. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Ma'rifatul Munjiah, M.HI., M.Pd. sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa mendidik anak bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek emosional, psikologis, dan spiritual. Orang tua diharapkan mampu menjadi pendamping yang sabar, komunikatif, serta memberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. "Kalau mendidik anak itu jangan menggunakan kalimat yang keras, harus dengan ucapan yang lembut. Kalau anak melakukan hal baik dan mencapai keberhasilan, orang tua bisa membrikan reward." Ujarnya. Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi salah satu bagian paling menarik dalam kegiatan ini. Para wali murid secara aktif berbagi pengalaman seputar tantangan dalam mendidik anak, mulai dari mengatasi emosi anak, penggunaan gawai, hingga kesulitan anak dalam bersosialisasi. Para guru PAUD pun turut menyampaikan pandangan mereka terkait pentingnya keselarasan pola asuh di rumah dan di sekolah. Melalui sosialisasi parenting ini, KKM 44 "Bhavishya" berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan mendukung perkembangan anak secara optimal. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak baik.
MUHAMMAD THORIQ AZIZ
Wening Praja– Suara tawa anak-anak memecah pagi di halaman SDN 1 Tamansari. Ratusan siswa berbaris rapi, memegang kupon hadiah, bersiap mengikuti jalan sehat bersama kakak-kakak mahasiswa. Pemandangan hangat itu menjadi pembuka rangkaian pengabdian Kelompok KKM Wening Praja 166 yang selama beberapa pekan terakhir hadir memberi warna baru bagi masyarakat Desa Tamansari. Kehadiran mahasiswa bukan sekadar menjalankan program kerja, melainkan membangun hubungan emosional dengan warga. Setiap kegiatan dirancang dekat dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan karakter, kesehatan, ekonomi digital, hingga pembinaan keagamaan. Jalan sehat menjadi momen paling dinanti siswa. Mereka berjalan mengelilingi desa sambil bernyanyi dan bercanda. Bagi anak-anak, ini bukan hanya olahraga, tetapi pengalaman menyenangkan bersama kakak mahasiswa. Guru-guru menyebut kegiatan ini berhasil meningkatkan semangat kebersamaan sekaligus menanamkan pola hidup sehat. Tak berhenti di sana, mahasiswa juga menghadirkan sosialisasi bullying dan kenakalan remaja. Dengan bahasa sederhana dan permainan interaktif, siswa diajak memahami dampak perundungan. Diskusi berlangsung hangat, bahkan beberapa siswa berani berbagi pengalaman pribadi. Edukasi ini diharapkan menjadi bekal agar lingkungan sekolah lebih aman dan nyaman. Di sisi lain, mahasiswa turut menyentuh sektor ekonomi melalui pendampingan pembuatan QRIS pada toko kelontong. Pedagang yang sebelumnya hanya menerima uang tunai kini dapat melayani pembayaran digital. Langkah kecil ini membuka pintu modernisasi usaha mikro desa. Sore hari, pengabdian berlanjut di TPQ Mansyaul Ulum dan Baital Makmur. Mahasiswa membantu mengajar mengaji, hafalan doa, serta membimbing akhlak santri. Anak-anak terlihat akrab dan senang belajar bersama “kakak KKM”. Ketua kelompok menegaskan bahwa tujuan utama KKM adalah meninggalkan dampak nyata. “Kami ingin kehadiran kami dirasakan manfaatnya, sekecil apa pun itu,” ujarnya. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi mahasiswa dan masyarakat mampu menciptakan perubahan positif. Wening Praja 166 tidak hanya datang sebagai tamu, tetapi sebagai sahabat desa.