JAVIER ISMU ATHAILLAH
Semangat gotong royong kembali hidup dan terasa nyata di Desa Sumberdem, tepatnya di Kampung KRPL. Melalui kegiatan pembangunan mushola yang melibatkan warga setempat bersama mahasiswa kelompok KKM 73 Astra Pradipta, nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat desa kembali ditunjukkan dalam aksi nyata, bukan sekadar wacana. Sejak pagi hari, suasana kebersamaan sudah terlihat di lokasi pembangunan mushola. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari bapak-bapak, pemuda desa, hingga mahasiswa kelompok KKM 73 Astra Pradipta berkumpul dan bekerja bersama tanpa adanya jarak atau sekat. Ada yang bertugas mengangkut material bangunan, mencampur semen, menyusun batu bata, hingga membersihkan area sekitar. Semua berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing dengan satu tujuan yang sama: membangun fasilitas ibadah untuk kepentingan bersama. Yang membuat kegiatan ini terasa istimewa bukan hanya proses pembangunannya, tetapi juga suasana kekeluargaan yang tercipta. Di sela-sela pekerjaan, obrolan santai dan canda ringan mengalir begitu saja. Suasana kerja terasa lebih hangat, ringan, dan penuh semangat. Kehadiran mahasiswa kelompok KKM 73 Astra Pradipta pun disambut dengan antusias oleh warga. Mereka merasa terbantu sekaligus bangga karena generasi muda ikut turun langsung, peduli, dan terlibat aktif dalam pembangunan desa. Pembangunan mushola ini menjadi lebih dari sekadar pembangunan fisik. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah dan memperkuat hubungan sosial antarwarga. Nilai gotong royong benar-benar diwujudkan dalam bentuk kerja sama, saling membantu, dan rasa tanggung jawab bersama. Mushola yang dibangun diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan kebersamaan warga Kampung KRPL ke depannya. Kekompakan warga Desa Sumberdem tidak berhenti sampai di situ. Semangat kebersamaan juga tercermin dalam kegiatan senam bersama PKK yang dilaksanakan setelah rangkaian kegiatan pembangunan mushola. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa warga tidak hanya peduli pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan kesehatan jasmani dan kebugaran bersama. Senam bersama yang diikuti oleh ibu-ibu PKK, mahasiswa kelompok KKM 73 Astra Pradipta, serta beberapa warga lainnya berlangsung dengan penuh semangat. Iringan musik senam yang ceria menciptakan suasana yang hidup dan menyenangkan. Tawa dan senyum terlihat jelas, menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi. Menariknya, kegiatan senam ini diikuti oleh berbagai usia dan latar belakang. Tidak ada batasan siapa yang boleh ikut semuanya bergerak bersama, menikmati kebersamaan yang tercipta. Hal ini menunjukkan bahwa kekompakan warga Desa Sumberdem benar-benar terasa dan sudah menjadi budaya yang mengakar. Sinergi antara pembangunan mushola dan kegiatan senam PKK menjadi gambaran nyata keseimbangan antara pembangunan spiritual, sosial, dan kesehatan masyarakat. Kekompakan yang terbangun melalui dua kegiatan ini menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi Desa Sumberdem dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan yang terus dijaga, desa ini menunjukkan bahwa kemajuan dapat dicapai ketika semua pihak bergerak bersama.
SINDI NURFITRIYA
Kelompok Ranasvara dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) melaksanakan kegiatan silaturahmi ke MI Al Ishlah Desa Sumbersuko. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan awal kelompok dalam menjalin hubungan baik dengan pihak sekolah sekaligus memperkenalkan keberadaan mahasiswa KKM kepada para guru dan siswa. Dalam kunjungan tersebut, kelompok Ranasvara memperkenalkan diri secara langsung kepada para tenaga pendidik serta siswa-siswi MI Al Ishlah. Mahasiswa KKM menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka, yaitu untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta berkontribusi dalam bidang pendidikan di Desa Sumbersuko. Selain menjalin silaturahmi, kegiatan ini juga bertujuan untuk meminta izin serta melakukan koordinasi dan kontrak mengajar dengan pihak sekolah. Hal ini sejalan dengan program kerja kelompok Ranasvara yang tidak hanya berfokus pada kegiatan pembelajaran di TPQ, tetapi juga turut membantu proses belajar mengajar di MI Al Ishlah. Melalui kerja sama ini, diharapkan mahasiswa KKM dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Pihak MI Al Ishlah menyambut kedatangan kelompok Ranasvara dengan baik dan terbuka. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, sehingga menjadi awal yang baik bagi terjalinnya hubungan kerja sama antara mahasiswa KKM dan pihak sekolah. Kegiatan silaturahmi ini menjadi langkah penting bagi kelompok Ranasvara dalam merealisasikan program kerja di bidang pendidikan, sekaligus memperkuat hubungan antara mahasiswa KKM dan lembaga pendidikan di Desa Sumbersuko. Diharapkan, melalui kegiatan mengajar di MI Al Ishlah, mahasiswa KKM dapat membantu meningkatkan semangat belajar siswa serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna.
RIA MAULIDATUR ROHMA
Pembiasaan Sholat Dhuha dan Amalan Harian Warnai Kegiatan Pagi Siswa MTs Plus Madinatul Mubtadi-ien. MTs Plus Madinatul Mubtadi-ien memiliki kebiasaan positif yang rutin dilaksanakan oleh seluruh peserta didik sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Setiap pagi, seluruh siswa mengikuti pembiasaan sholat dhuha secara berjamaah sebagai bagian dari penanaman nilai religius dan pembentukan karakter sejak dini. Kegiatan sholat dhuha dan amalan harian ini dilaksanakan setiap hari Senin hingga Sabtu pada pukul 07.45 WIB dan diikuti oleh seluruh siswa MTs Plus Madinatul Mubtadi-ien. Setelah melaksanakan sholat dhuha, para siswa melanjutkan kegiatan dengan membaca Majmu’ah serta doa-doa harian yang telah dibiasakan. Buku Majmu’ah yang digunakan dalam kegiatan tersebut merupakan buku amalan yang dibukukan oleh Kepala Sekolah MTs Plus Madinatul Mubtadi-ien, Ahmad Nur Shofi, S.Pd.I. Amalan-amalan yang terdapat dalam buku tersebut berasal dari amalan yang beliau peroleh dan istiqamah diamalkan sejak menimba ilmu di pondok pesantren. Dalam keterangannya, Ahmad Nur Shofi, S.Pd.I menjelaskan bahwa proses pembukuan amalan tersebut dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan adab. “Sebelum dibukukan, saya terlebih dahulu meminta izin langsung kepada keluarga Lamongan untuk mendapatkan ijazah amalan tersebut. Alhamdulillah diizinkan, karena saya juga merupakan alumni serta masih memiliki hubungan keluarga,” ujarnya. Menurut beliau, pembiasaan sholat dhuha dan membaca amalan harian ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang disiplin, berakhlak mulia, serta memiliki kedekatan spiritual dengan Allah SWT. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih tenang, tertib, dan kondusif sebelum memasuki kegiatan pembelajaran di kelas. Melalui pembiasaan tersebut, MTs Plus Madinatul Mubtadi-ien menegaskan komitmennya dalam menyeimbangkan antara pendidikan akademik dan pembinaan spiritual. Sekolah tidak hanya berfokus pada pencapaian prestasi belajar, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keagamaan sebagai bekal penting bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.
MUHAMMAD AULIA ZAMZAMI BAIHAQI
Kegiatan sosialisasi peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan edukasi pencegahan bullying dilaksanakan di SD Negeri 4 Dawuhan dengan suasana yang tertib dan penuh semangat. Para siswa mengikuti kegiatan ini dengan antusias, didampingi oleh para guru. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan bantuan media visual, sehingga siswa lebih mudah memahami pesan yang disampaikan dan terlibat aktif selama kegiatan berlangsung. Peringatan Isra Mi’raj menjadi momen penting untuk menanamkan nilai-nilai spiritual dan moral kepada siswa sejak dini. Melalui kisah perjalanan agung Nabi Muhammad SAW, siswa diajak untuk memahami pentingnya ketaatan kepada Allah SWT, menjaga ibadah, serta menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam sikap saling menghormati, peduli terhadap sesama, dan bertanggung jawab dalam setiap perilaku, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Selaras dengan nilai-nilai keagamaan tersebut, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi tentang bullying sebagai langkah preventif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa, meliputi pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, serta dampak negatif yang dapat dirasakan oleh korban maupun pelaku. Siswa diajak untuk memahami bahwa tindakan mengejek, mengucilkan, atau menyakiti teman, baik secara fisik maupun verbal, merupakan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai kemanusiaan dan ajaran agama. Melalui kegiatan ini, siswa didorong untuk menumbuhkan sikap empati, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama. Penekanan juga diberikan pada pentingnya saling menghargai perbedaan, berkomunikasi dengan santun, serta berani melaporkan kepada guru apabila menemukan atau mengalami tindakan bullying di lingkungan sekolah. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepribadian siswa. Secara keseluruhan, sosialisasi Isra Mi’raj dan anti-bullying ini menjadi bentuk nyata sinergi antara pendidikan keagamaan dan pendidikan karakter. Melalui kegiatan ini, SD Negeri 4 Dawuhan menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang religius, inklusif, dan bebas dari perundungan. Diharapkan nilai-nilai yang disampaikan dapat terus tertanam dan diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta budaya sekolah yang harmonis, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
M. AKMALUDDIN AZ ZAMRUDI
Seiring dengan perkembangan teknologi digital, pengelolaan keuangan masjid dituntut untuk semakin transparan dan akuntabel. Masjid Jami’ Al-Khoirot yang berlokasi di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, mulai menerapkan sistem digitalisasi keuangan masjid sebagai langkah inovatif dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan. Program digitalisasi keuangan masjid ini dibuat dan diinisiasi oleh mahasiswa KKM Kelompok 16 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dan dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2026 sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sistem keuangan digital ini memanfaatkan platform berbasis online yang memungkinkan pencatatan pemasukan dan pengeluaran masjid dilakukan secara lebih sistematis, efisien, dan mudah diakses. Melalui penerapan sistem ini, informasi keuangan masjid dapat ditampilkan secara terbuka melalui media digital, sehingga jamaah dapat mengetahui kondisi keuangan masjid secara real-time. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, meminimalisir kesalahan pencatatan, serta memperkuat kepercayaan jamaah terhadap pengelolaan dana masjid. Digitalisasi keuangan Masjid Jami’ Al-Khoirot ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKM Kelompok 16 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mendukung pemanfaatan teknologi digital di lingkungan masyarakat. Diharapkan, sistem ini dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh pengurus masjid sebagai sarana pengelolaan keuangan yang lebih modern, tertib, dan amanah.
YURINDHAR SHERLY RESZHA FALLEVI
MALANG - Mahasiswa Kelompok 88 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mendapatkan pengalaman berharga dalam budidaya rumput hias bersama warga Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, pada tanggal 27 dan 28 Desember 2024. Pada hari pertama, Jumat (27/12), siswa diajak langsung terjun ke lapangan untuk melakukan panen rumput bersama warga. Kegiatan yang dilakukan secara gotong royong ini memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa tentang teknik panen rumput yang benar. Para siswa tampak antusias mengikuti arahan dari warga sekitar yang telah berpengalaman dalam budidaya rumput. Kegiatan dilanjutkan keesokan harinya, Sabtu (28/12), dengan penanaman rumput di lahan yang telah disiapkan. Mahasiswa tidak hanya sekedar menanam, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mendalam tentang berbagai jenis rumput dan karakteristiknya dari para petani rumput setempat. Proses penanaman rumput dilakukan secara bergotong royong oleh mahasiswa KKM dan warga Desa Sukolilo, Sabtu (28/12) Proses penanaman rumput dilakukan secara bergotong royong oleh mahasiswa KKM dan warga Desa Sukolilo, Sabtu (28/12) Mengenali Jenis-Jenis Rumput Dalam kesempatan tersebut, warga memberikan edukasi komprehensif kepada mahasiswa tentang berbagai jenis rumput yang dibudidayakan di Desa Sukolilo. Salah satu informasi penting yang dibagikan adalah bahwa benih rumput memiliki karakteristik seperti padi, sehingga dapat diambil dan dikembangkan. Rumput dijual per meter persegi dan memerlukan perawatan khusus, terutama penyiraman rutin setiap hari pada musim kemarau. Rumput Jepang menjadi salah satu jenis yang paling diminati. Jenis rumput ini populer digunakan untuk lapangan sepak bola karena memiliki ketahanan yang tinggi. Keunggulan utama rumput Jepang terletak pada daya tahannya yang tidak mudah layu dan tidak mudah kering, bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem sekalipun. Sementara itu, Rumput Swiss memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Rumput jenis ini lebih cocok diaplikasikan untuk taman-taman karena memiliki tampilan yang lebih segar dan lebih lebat. Namun, rumput Swiss memiliki kelemahan yaitu mudah berbaring dan kering jika sering terinjak, sehingga kurang ideal untuk area dengan aktivitas tinggi seperti lapangan olahraga. Salah satu anggota Kelompok 88 menyampaikan apresiasinya atas kesempatan belajar langsung dari warga. “Ini pengalaman yang sangat berharga. Kami tidak hanya belajar teori di kampus, tapi juga praktik langsung bagaimana warga Desa Sukolilo mengelola usaha budidaya rumput mereka. Kami belajar tentang perbedaan karakteristik rumput Jepang dan Swiss, teknik perawatan, hingga strategi pemasarannya,” ungkapnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Kelompok 88 KKM dalam bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya memberikan kontribusi tenaga, tetapi juga mendapatkan pembelajaran berharga tentang potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan. Warga Desa Sukolilo menyambut baik keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan budidaya rumput. "Kami senang bisa berbagi ilmu dengan mahasiswa. Semoga pengetahuan tentang budidaya rumput ini bisa bermanfaat bagi mereka dan mungkin bisa dikembangkan di tempat lain," ujar salah satu petani rumput setempat. Program KKM Kelompok 88 di Desa Sukolilo akan berlangsung hingga 4 Februari 2025, dengan berbagai program kerja lainnya yang dirancang untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Dari Panen hingga Tanam: Mahasiswa KKM Kelompok 88 Praktik Langsung Budidaya Rumput di Desa Sukolilo", Klik untuk membaca: Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.