M. AKMALUDDIN AZ ZAMRUDI
Seiring dengan perkembangan teknologi digital, pengelolaan keuangan masjid dituntut untuk semakin transparan dan akuntabel. Masjid Jami’ Al-Khoirot yang berlokasi di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, mulai menerapkan sistem digitalisasi keuangan masjid sebagai langkah inovatif dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan. Program digitalisasi keuangan masjid ini dibuat dan diinisiasi oleh mahasiswa KKM Kelompok 16 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dan dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2026 sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sistem keuangan digital ini memanfaatkan platform berbasis online yang memungkinkan pencatatan pemasukan dan pengeluaran masjid dilakukan secara lebih sistematis, efisien, dan mudah diakses. Melalui penerapan sistem ini, informasi keuangan masjid dapat ditampilkan secara terbuka melalui media digital, sehingga jamaah dapat mengetahui kondisi keuangan masjid secara real-time. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, meminimalisir kesalahan pencatatan, serta memperkuat kepercayaan jamaah terhadap pengelolaan dana masjid. Digitalisasi keuangan Masjid Jami’ Al-Khoirot ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKM Kelompok 16 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mendukung pemanfaatan teknologi digital di lingkungan masyarakat. Diharapkan, sistem ini dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh pengurus masjid sebagai sarana pengelolaan keuangan yang lebih modern, tertib, dan amanah.
YURINDHAR SHERLY RESZHA FALLEVI
MALANG - Mahasiswa Kelompok 88 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mendapatkan pengalaman berharga dalam budidaya rumput hias bersama warga Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, pada tanggal 27 dan 28 Desember 2024. Pada hari pertama, Jumat (27/12), siswa diajak langsung terjun ke lapangan untuk melakukan panen rumput bersama warga. Kegiatan yang dilakukan secara gotong royong ini memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa tentang teknik panen rumput yang benar. Para siswa tampak antusias mengikuti arahan dari warga sekitar yang telah berpengalaman dalam budidaya rumput. Kegiatan dilanjutkan keesokan harinya, Sabtu (28/12), dengan penanaman rumput di lahan yang telah disiapkan. Mahasiswa tidak hanya sekedar menanam, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mendalam tentang berbagai jenis rumput dan karakteristiknya dari para petani rumput setempat. Proses penanaman rumput dilakukan secara bergotong royong oleh mahasiswa KKM dan warga Desa Sukolilo, Sabtu (28/12) Proses penanaman rumput dilakukan secara bergotong royong oleh mahasiswa KKM dan warga Desa Sukolilo, Sabtu (28/12) Mengenali Jenis-Jenis Rumput Dalam kesempatan tersebut, warga memberikan edukasi komprehensif kepada mahasiswa tentang berbagai jenis rumput yang dibudidayakan di Desa Sukolilo. Salah satu informasi penting yang dibagikan adalah bahwa benih rumput memiliki karakteristik seperti padi, sehingga dapat diambil dan dikembangkan. Rumput dijual per meter persegi dan memerlukan perawatan khusus, terutama penyiraman rutin setiap hari pada musim kemarau. Rumput Jepang menjadi salah satu jenis yang paling diminati. Jenis rumput ini populer digunakan untuk lapangan sepak bola karena memiliki ketahanan yang tinggi. Keunggulan utama rumput Jepang terletak pada daya tahannya yang tidak mudah layu dan tidak mudah kering, bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem sekalipun. Sementara itu, Rumput Swiss memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Rumput jenis ini lebih cocok diaplikasikan untuk taman-taman karena memiliki tampilan yang lebih segar dan lebih lebat. Namun, rumput Swiss memiliki kelemahan yaitu mudah berbaring dan kering jika sering terinjak, sehingga kurang ideal untuk area dengan aktivitas tinggi seperti lapangan olahraga. Salah satu anggota Kelompok 88 menyampaikan apresiasinya atas kesempatan belajar langsung dari warga. “Ini pengalaman yang sangat berharga. Kami tidak hanya belajar teori di kampus, tapi juga praktik langsung bagaimana warga Desa Sukolilo mengelola usaha budidaya rumput mereka. Kami belajar tentang perbedaan karakteristik rumput Jepang dan Swiss, teknik perawatan, hingga strategi pemasarannya,” ungkapnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Kelompok 88 KKM dalam bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya memberikan kontribusi tenaga, tetapi juga mendapatkan pembelajaran berharga tentang potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan. Warga Desa Sukolilo menyambut baik keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan budidaya rumput. "Kami senang bisa berbagi ilmu dengan mahasiswa. Semoga pengetahuan tentang budidaya rumput ini bisa bermanfaat bagi mereka dan mungkin bisa dikembangkan di tempat lain," ujar salah satu petani rumput setempat. Program KKM Kelompok 88 di Desa Sukolilo akan berlangsung hingga 4 Februari 2025, dengan berbagai program kerja lainnya yang dirancang untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Dari Panen hingga Tanam: Mahasiswa KKM Kelompok 88 Praktik Langsung Budidaya Rumput di Desa Sukolilo", Klik untuk membaca: Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
VISCA AZIZA
Sabtu, 3 Januari 2026, mahasiswa KKM Kelompok 54 bersama Kepala Dusun Bendrong, Pak Dhori, melaksanakan kegiatan penanaman bibit di beberapa titik sekitar hutan Dusun Bendrong, Desa Argosari, Kecamatan Jabung. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKM sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang mulai mengalami penurunan. Sejak pagi, mahasiswa KKM bersama Pak Dhori dan Pak Nanang bergotong royong menanam berbagai jenis bibit. Kegiatan berlangsung sederhana tanpa seremonial berlebihan, namun tetap penuh makna. Penanaman ini didampingi langsung oleh Kepala Dusun Bendrong, Pak Dhori, yang sejak awal memberikan dukungan penuh. Pak Dhori menjelaskan bahwa kegiatan menanam bibit perlu terus dilakukan, sebagai upaya menjaga lingkungan maupun sebagai pembelajaran bagi mahasiswa KKM. Menurut beliau, kondisi alam Dusun Bendrong saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan masa lalu, di mana sumber air masih melimpah dan ekosistem sungai terjaga dengan baik. "Sekarang sumber air sudah mulai berkurang, apalagi saat musim kemarau. Dulu pohon masih banyak, airnya besar," ungkap Pak Dhori. Penanaman bibit dinilai sebagai langkah awal untuk memperbaiki kondisi tersebut. Selain menjaga ketersediaan air, tanaman juga berperan dalam mencegah longsor dan membantu penyerapan air hujan. Meski hasilnya belum bisa dirasakan dalam waktu dekat, upaya ini terus dilakukan secara bertahap. Kegiatan penanaman bibit ini juga disampaikan oleh Pak Nanang, tokoh masyarakat Dusun Bendrong yang tergabung dalam komunitas Jogo Wono, sebuah gerakan yang berfokus pada pelestarian hutan. Beliau menyebutkan bahwa penanaman bibit biasanya dilakukan hingga empat sampai lima kali dalam setahun, terutama saat ada mahasiswa KKM. Menurut Pak Nanang, menjaga hutan berarti menjaga kehidupan masyarakat. Selain menjaga ketersediaan air, pohon juga berperan penting sebagai penghasil oksigen bagi seluruh makhluk hidup. Menanam pohon pun dianggap sebagai bentuk sedekah yang ikhlas karena manfaatnya dapat dirasakan oleh siapa saja, termasuk generasi mendatang. Melalui kegiatan penanaman bibit ini, KKM Kelompok 54 bersama Pak Dhori dan Pak Nanang menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Dengan menanam dan merawat tanaman, diharapkan lingkungan tetap terjaga dan memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat di masa depan.
RISKA FEBRI HERDIYANTI
Pada hari Selasa, 20 Januari 2026, telah dilaksanakan kegiatan parenting yang melibatkan lembaga PAUD KB Bunayya Munayya. Kegiatan ini dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai dan berlangsung dengan penuh antusias. Seluruh mahasiswa/i KKM Mandhaloka turut terlibat secara aktif dalam pelaksanaan acara, sehingga suasana kegiatan terasa meriah, hangat, dan penuh kebersamaan. Acara diawali dengan senam bersama sebagai bentuk pemanasan untuk meningkatkan semangat dan kekompakan para peserta sebelum mengikuti rangkaian lomba. Kegiatan parenting ini diisi dengan berbagai perlombaan berkelompok yang bertujuan mempererat hubungan orang tua dan anak, seperti lomba tutup mata menyuapi roti, lomba gendong, lomba lempar balon air, dan kertas joget. Seluruh perlombaan dilaksanakan dengan sistem gugur, di mana peserta yang mampu bertahan dari awal hingga akhir lomba akan dipilih sebagai pemenang. Para pemenang menunjukkan kerja sama yang baik, semangat sportivitas, serta antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Sebagai penutup, kegiatan parenting ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara peserta, pihak PAUD KB Bunayya Munayya, dan mahasiswa/i KKM Mandhaloka. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara orang tua, anak, dan lembaga pendidikan, sekaligus memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi seluruh pihak yang terlibat. Acara berjalan dengan lancar dan meninggalkan kesan positif bagi peserta maupun penyelenggara.
DERREL BINTANG PRATAMA
Setiap pengabdian memiliki awal, dan setiap awal akan menemukan akhirnya pada ruang yang sama-sama bermakna. Bertempat di Aula Desa Sidorejo, kegiatan penutupan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dilaksanakan sebagai penanda berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Acara ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang refleksi atas proses belajar, berinteraksi, dan mengabdi yang telah dilalui bersama. Suasana aula dipenuhi nuansa khidmat dan keakraban. Mahasiswa, perangkat desa, dosen pembimbing, serta perwakilan masyarakat hadir dengan satu kesadaran yang sama: bahwa pengabdian tidak diukur dari lamanya waktu, tetapi dari makna yang ditinggalkan. Rangkaian Acara yang Sarat Makna Acara penutupan diawali dengan pembukaan oleh MC, yang mengantarkan hadirin memasuki suasana resmi sekaligus hangat. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menghadirkan ketenangan batin dan menjadi pengingat bahwa setiap ikhtiar pengabdian seharusnya berlandaskan nilai-nilai ilahiah. Momentum kemudian berlanjut dengan sambutan Kepala Desa Sidorejo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM serta menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan desa dalam membangun masyarakat yang berdaya. Kehadiran mahasiswa di desa dipandang sebagai mitra, bukan sekadar tamu, yang turut memberi warna dalam dinamika kehidupan masyarakat. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Sambutan ini menjadi ruang refleksi akademik dan moral, menegaskan bahwa KKM bukan hanya tentang melaksanakan program kerja, tetapi juga tentang membentuk karakter mahasiswa agar peka terhadap realitas sosial, mampu bekerja bersama masyarakat, dan belajar dari kearifan lokal. Simbol Penutupan dan Kebersamaan Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng penutupan, sebagai simbol rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan KKM. Tumpeng menjadi representasi harapan agar apa yang telah dilakukan selama masa pengabdian membawa keberkahan, manfaat, dan keberlanjutan bagi Desa Sidorejo. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama, yang menjadi penanda visual dari kebersamaan yang telah terjalin. Foto tersebut tidak sekadar mengabadikan momen, tetapi menyimpan kenangan dan ikatan emosional antara mahasiswa dan masyarakat desa. Akhir yang Menjadi Awal Penutupan KKM di Aula Desa Sidorejo ini menegaskan bahwa meskipun secara administratif kegiatan telah selesai, nilai-nilai pengabdian dan kebersamaan diharapkan tetap hidup. Apa yang ditinggalkan bukan hanya program kerja, tetapi juga hubungan, pengalaman, dan pelajaran tentang arti hidup bersama masyarakat. Dengan doa dan harapan, pengabdian yang telah ditutup secara resmi ini semoga menjadi awal dari kontribusi yang lebih luas di masa depan—baik bagi mahasiswa, maupun bagi Desa Sidorejo yang telah menjadi ruang belajar dan pengabdian bersama. https://www.kompasiana.com/bintangpratama3365/6980bef6c925c46b8f675ae2/menutup-pengabdian-dengan-kebersamaan-penutupan-kkm-di-aula-desa-sidorejo https://drive.google.com/drive/folders/13R4EJQ__GX4yKwn-85FtwiujqN4r9nJC
MUHAMMAD ZAKI MU`IS
Bel kelas boleh usai, tetapi semangat belajar siswa Sekolah Anak Sholeh Full Day belum berhenti. Setiap sore, lingkungan sekolah justru menjadi ruang tumbuh bagi beragam potensi, tempat minat dan bakat siswa diasah dengan pendampingan yang terarah. Program Pengembangan Minat dan Bakat Siswa melalui Pendampingan dan Optimalisasi Potensi dilaksanakan mulai 5 hingga 30 Januari 2026, setiap Senin sampai Jumat pukul 14.00–15.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan Sekolah Anak Sholeh Full Day dan melibatkan seluruh mahasiswa KKM 128 UIN Malang, yang bekerja sama dengan guru pendamping di masing-masing bidang. Program ini dirancang untuk membantu tenaga pendidik dalam membina minat dan bakat siswa, sekaligus meningkatkan kualitas keterampilan sesuai potensi yang dimiliki. Selain penguatan kemampuan teknis, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri serta memotivasi siswa agar lebih berani mengekspresikan kemampuannya. Pendampingan mencakup berbagai bidang, mulai dari hadroh, qori’, adzan, drama, tari, menggambar, hingga pendampingan olimpiade. Tak hanya itu, mahasiswa KKM juga turut membantu persiapan ujian sekolah bagi siswa kelas 6 SD, sehingga pendampingan tidak hanya bersifat pengembangan bakat, tetapi juga mendukung kesiapan akademik.