RISKA FEBRI HERDIYANTI
Pada hari Selasa, 20 Januari 2026, telah dilaksanakan kegiatan parenting yang melibatkan lembaga PAUD KB Bunayya Munayya. Kegiatan ini dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai dan berlangsung dengan penuh antusias. Seluruh mahasiswa/i KKM Mandhaloka turut terlibat secara aktif dalam pelaksanaan acara, sehingga suasana kegiatan terasa meriah, hangat, dan penuh kebersamaan. Acara diawali dengan senam bersama sebagai bentuk pemanasan untuk meningkatkan semangat dan kekompakan para peserta sebelum mengikuti rangkaian lomba. Kegiatan parenting ini diisi dengan berbagai perlombaan berkelompok yang bertujuan mempererat hubungan orang tua dan anak, seperti lomba tutup mata menyuapi roti, lomba gendong, lomba lempar balon air, dan kertas joget. Seluruh perlombaan dilaksanakan dengan sistem gugur, di mana peserta yang mampu bertahan dari awal hingga akhir lomba akan dipilih sebagai pemenang. Para pemenang menunjukkan kerja sama yang baik, semangat sportivitas, serta antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Sebagai penutup, kegiatan parenting ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara peserta, pihak PAUD KB Bunayya Munayya, dan mahasiswa/i KKM Mandhaloka. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara orang tua, anak, dan lembaga pendidikan, sekaligus memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi seluruh pihak yang terlibat. Acara berjalan dengan lancar dan meninggalkan kesan positif bagi peserta maupun penyelenggara.
DERREL BINTANG PRATAMA
Setiap pengabdian memiliki awal, dan setiap awal akan menemukan akhirnya pada ruang yang sama-sama bermakna. Bertempat di Aula Desa Sidorejo, kegiatan penutupan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dilaksanakan sebagai penanda berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Acara ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang refleksi atas proses belajar, berinteraksi, dan mengabdi yang telah dilalui bersama. Suasana aula dipenuhi nuansa khidmat dan keakraban. Mahasiswa, perangkat desa, dosen pembimbing, serta perwakilan masyarakat hadir dengan satu kesadaran yang sama: bahwa pengabdian tidak diukur dari lamanya waktu, tetapi dari makna yang ditinggalkan. Rangkaian Acara yang Sarat Makna Acara penutupan diawali dengan pembukaan oleh MC, yang mengantarkan hadirin memasuki suasana resmi sekaligus hangat. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menghadirkan ketenangan batin dan menjadi pengingat bahwa setiap ikhtiar pengabdian seharusnya berlandaskan nilai-nilai ilahiah. Momentum kemudian berlanjut dengan sambutan Kepala Desa Sidorejo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM serta menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan desa dalam membangun masyarakat yang berdaya. Kehadiran mahasiswa di desa dipandang sebagai mitra, bukan sekadar tamu, yang turut memberi warna dalam dinamika kehidupan masyarakat. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Sambutan ini menjadi ruang refleksi akademik dan moral, menegaskan bahwa KKM bukan hanya tentang melaksanakan program kerja, tetapi juga tentang membentuk karakter mahasiswa agar peka terhadap realitas sosial, mampu bekerja bersama masyarakat, dan belajar dari kearifan lokal. Simbol Penutupan dan Kebersamaan Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng penutupan, sebagai simbol rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan KKM. Tumpeng menjadi representasi harapan agar apa yang telah dilakukan selama masa pengabdian membawa keberkahan, manfaat, dan keberlanjutan bagi Desa Sidorejo. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama, yang menjadi penanda visual dari kebersamaan yang telah terjalin. Foto tersebut tidak sekadar mengabadikan momen, tetapi menyimpan kenangan dan ikatan emosional antara mahasiswa dan masyarakat desa. Akhir yang Menjadi Awal Penutupan KKM di Aula Desa Sidorejo ini menegaskan bahwa meskipun secara administratif kegiatan telah selesai, nilai-nilai pengabdian dan kebersamaan diharapkan tetap hidup. Apa yang ditinggalkan bukan hanya program kerja, tetapi juga hubungan, pengalaman, dan pelajaran tentang arti hidup bersama masyarakat. Dengan doa dan harapan, pengabdian yang telah ditutup secara resmi ini semoga menjadi awal dari kontribusi yang lebih luas di masa depan—baik bagi mahasiswa, maupun bagi Desa Sidorejo yang telah menjadi ruang belajar dan pengabdian bersama. https://www.kompasiana.com/bintangpratama3365/6980bef6c925c46b8f675ae2/menutup-pengabdian-dengan-kebersamaan-penutupan-kkm-di-aula-desa-sidorejo https://drive.google.com/drive/folders/13R4EJQ__GX4yKwn-85FtwiujqN4r9nJC
MUHAMMAD ZAKI MU`IS
Bel kelas boleh usai, tetapi semangat belajar siswa Sekolah Anak Sholeh Full Day belum berhenti. Setiap sore, lingkungan sekolah justru menjadi ruang tumbuh bagi beragam potensi, tempat minat dan bakat siswa diasah dengan pendampingan yang terarah. Program Pengembangan Minat dan Bakat Siswa melalui Pendampingan dan Optimalisasi Potensi dilaksanakan mulai 5 hingga 30 Januari 2026, setiap Senin sampai Jumat pukul 14.00–15.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan Sekolah Anak Sholeh Full Day dan melibatkan seluruh mahasiswa KKM 128 UIN Malang, yang bekerja sama dengan guru pendamping di masing-masing bidang. Program ini dirancang untuk membantu tenaga pendidik dalam membina minat dan bakat siswa, sekaligus meningkatkan kualitas keterampilan sesuai potensi yang dimiliki. Selain penguatan kemampuan teknis, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri serta memotivasi siswa agar lebih berani mengekspresikan kemampuannya. Pendampingan mencakup berbagai bidang, mulai dari hadroh, qori’, adzan, drama, tari, menggambar, hingga pendampingan olimpiade. Tak hanya itu, mahasiswa KKM juga turut membantu persiapan ujian sekolah bagi siswa kelas 6 SD, sehingga pendampingan tidak hanya bersifat pengembangan bakat, tetapi juga mendukung kesiapan akademik.
ACHMAD ROUF ACHSANI
Setelah kurang lebih tiga minggu mengikuti pelatihan mewarnai teknik gradasi, siswa-siswi TK/KB Anak Sholeh Full Day akhirnya mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka melalui Lomba Mewarnai Teknik Gradasi yang digelar pada 29 Januari 2026 pukul 13.00 WIB di lingkungan sekolah TK/KB Anak Sholeh Full Day. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa TK/KB Anak Sholeh Full Day dengan rekan-rekan mahasiswa KKM 128 UIN Malang sebagai penyelenggara lomba. Lomba ini diadakan sebagai bentuk apresiasi sekaligus evaluasi atas hasil pelatihan mewarnai yang telah dilaksanakan sebelumnya, sekaligus memberi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas dan kepercayaan diri mereka. Sejak awal kegiatan, suasana lomba berlangsung meriah. Anak-anak tampak antusias dan bersemangat, sementara pihak guru turut membantu dalam menyiapkan tempat serta mengondisikan siswa agar kegiatan berjalan tertib dan nyaman. Lomba dibuka secara resmi oleh panitia KKM 128, kemudian anak-anak langsung mulai menuangkan kreativitas mereka dengan memadukan warna menggunakan teknik gradasi yang telah dipelajari. Seluruh rangkaian lomba berjalan lancar dan kondusif. Menariknya, hasil lomba langsung diumumkan pada hari yang sama. Berdasarkan penilaian, Juara 1 diraih oleh Ananda Syabil, Juara 2 oleh Ananda Yura, dan Juara 3 oleh Ananda Sasha. Pengumuman pemenang disambut dengan tepuk tangan meriah dari peserta dan guru yang turut bangga atas hasil karya anak-anak.
IFFA AULIA MAFAZA
Saya tidak menyangka bahwa momen paling membekas selama KKM justru datang bukan dari acara besar, melainkan dari percakapan sederhana, tawa kecil, dan kalimat tulus dari calon jamaah haji yang berkata, “Kenapa kegiatannya tidak lebih lama?” Selama pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), saya awalnya merasa kegiatan berjalan cukup sederhana dan cenderung datar. Namun, di balik rutinitas pemeriksaan dan edukasi kesehatan, ada interaksi-interaksi kecil yang perlahan terasa hangat dan berkesan. Salah satu momen yang paling saya ingat terjadi saat penutupan kegiatan, ketika salah satu calon jamaah haji (CJH) menyampaikan kesan mereka. Dengan nada hangat, beliau mengatakan bahwa program ini terasa terlalu singkat dan berharap bisa berlangsung lebih lama. Ia memuji cara tim kami dalam melakukan pemeriksaan kesehatan, mulai dari pengukuran tekanan darah, berat dan tinggi badan, saturasi oksigen, hingga pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat menggunakan alat GCU. Mendengar bahwa cara kami dianggap luwes, rapi, dan profesional menjadi momen yang sangat mengharukan, sekaligus membuat saya merasa bahwa peran mahasiswa kesehatan benar-benar bisa memberi dampak nyata. Momen lain yang tak kalah berkesan terjadi saat saya mendampingi CJH dalam pengisian kuesioner Mini-Cog. Beliau bercerita bahwa sudah sangat lama tidak mengikuti tes yang berkaitan dengan daya ingat dan fungsi kognitif, sehingga pengalaman tersebut terasa unik dan sedikit nostalgia bagi beliau. Proses ini bukan hanya menjadi skrining kognitif, tetapi juga membuka ruang cerita, tawa kecil, dan percakapan yang hangat. Dari situ, saya menyadari bahwa Mini-Cog bukan sekadar alat skrining, tetapi juga bisa menjadi jembatan untuk memahami seseorang secara lebih personal. Ada pula satu pengalaman yang saya rasa ini akan selalu menjadi memori indah di sepanjang studi S1 Farmasi saya, yakni ketika skrining kesehatan, saya menanyakan apakah ada riwayat alergi makanan atau obat. Salah satu CJH kemudian menceritakan bahwa ia pernah mengalami reaksi alergi terhadap natrium diklofenak. Percakapan ini menjadi kesempatan bagi saya untuk menjelaskan tentang indikasi, bagaimana reaksi hipersensitivitas obat terjadi, potensi efek samping, hingga kontraindikasi serta pentingnya menghindari obat tertentu atau makanan tertentu yang dapat meningkatkan reaksi tersebut dan berpesan untuk selalu menyampaikan riwayat alergi kepada tenaga kesehatan saat berobat. Di momen itu, saya benar-benar merasakan bagaimana ilmu farmasi bisa langsung berdampak pada pemahaman CJH. Secara keseluruhan, KKM ini mungkin tidak dipenuhi dengan peristiwa besar, tetapi justru kaya akan pelajaran kecil yang bermakna. Saya belajar bahwa menjadi tenaga kesehatan bukan hanya tentang angka hasil pemeriksaan dan keterampilan teknis, melainkan juga tentang empati, komunikasi, dan kepekaan terhadap cerita setiap individu. Dari CJH, saya belajar bahwa perhatian kecil dan ketulusan sering kali meninggalkan kesan yang jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.
HILMAN MAULANA AKBAR
Dalam rangka mendukung penyebaran informasi yang lebih efektif dan menarik bagi jamaah, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 16 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program kerja pembuatan mading masjid di Masjid Al-Khoirot, Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang. Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan media informasi yang mudah diakses oleh seluruh jamaah masjid. Selama ini, informasi mengenai kegiatan masjid, jadwal kajian, laporan keuangan, maupun pengumuman penting lainnya masih tersebar secara terbatas. Oleh karena itu, mading masjid diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif antara pengurus masjid dan jamaah. Proses pembuatan mading dilakukan secara gotong royong oleh seluruh anggota KKM 16. Kegiatan diawali dengan perencanaan konsep desain mading, pemilihan tema, hingga pengumpulan materi yang akan ditampilkan. Mading dirancang dengan tampilan yang menarik, informatif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Beberapa informasi yang ditampilkan dalam mading antara lain jadwal shalat, agenda kegiatan masjid, artikel keislaman, laporan singkat keuangan masjid, serta dokumentasi kegiatan KKM. Selain itu, tersedia juga kolom khusus untuk kreativitas remaja masjid, seperti puisi islami, kaligrafi, dan informasi edukatif lainnya. Pembuatan mading ini tidak hanya bertujuan sebagai media informasi, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan keterlibatan jamaah dalam setiap kegiatan masjid. Dengan adanya mading, diharapkan jamaah dapat lebih mudah memperoleh informasi terbaru dan termotivasi untuk ikut serta dalam berbagai program yang diselenggarakan. Kegiatan ini mendapat respons positif dari pengurus masjid dan jamaah. Mereka merasa terbantu dengan adanya papan informasi yang lebih tertata dan menarik. Pengurus masjid juga berharap agar mading ini dapat terus diperbarui secara berkala sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Melalui program sederhana ini, KKM 16 berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi Masjid Al-Khoirot serta meningkatkan semangat literasi dan keterbukaan informasi di lingkungan masjid. Semoga mading masjid ini dapat menjadi langkah awal menuju pengelolaan informasi masjid yang lebih baik dan modern.