Thumbnail
8 months ago
Edukasi Bahaya Narkoba: Aksi Nyata KKM 55 Uin Malang di Desa Dalisodo Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Edukasi Bahaya Narkoba: Aksi Nyata KKM 55 Uin Malang di Desa Dalisodo", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm55abhiy

SYIFA KHOIRUNNISA

Dalisodo, Wagir - Penyalahgunaan narkoba hingga saat ini masih menjadi persoalan serius yang mengancam berbagai lapisan masyarakat, tidak hanya di wilayah perkotaan tetapi juga mulai merambah lingkungan pedesaan. Generasi muda menjadi kelompok yang paling rentan karena berada pada fase pencarian jati diri, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta mudah terpengaruh oleh lingkungan pergaulan. Kondisi ini diperparah dengan masih terbatasnya akses informasi, edukasi, dan pengawasan di tingkat desa, sehingga potensi penyalahgunaan narkoba kerap tidak terdeteksi sejak awal.    Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan tidak bisa hanya dilakukan secara represif, tetapi harus dimulai melalui pendekatan edukatif dan preventif yang menyasar masyarakat secara langsung, khususnya remaja dan pemuda desa. Kesadaran akan pentingnya pencegahan sejak dini inilah yang mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang untuk mengambil peran aktif melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya narkoba. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjalankan fungsi pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah dan masyarakat desa dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.    Kegiatan edukasi ini dilaksanakan pada Senin (26/01), bertempat di Dusun Precet, Desa Dalisodo. Dengan menghadirkan pemateri, Bd. Suci Astuti, S.ST., M.Kes, yang memberikan penjelasan secara langsung mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dari perspektif kesehatan dan sosial. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan jenis-jenis narkoba, dampak terhadap kesehatan fisik dan mental, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh individu, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh perangkat desa, pemuda, serta masyarakat setempat yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap rangkaian acara. Hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab, serta ketertarikan mereka untuk memahami lebih jauh mengenai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan desa. Bagi mahasiswa KKM UIN Malang, kegiatan ini menjadi bagian penting dari pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran sosial dan kualitas sumber daya manusia. Kehadiran pemateri memperkuat pesan edukatif yang disampaikan serta memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba.      (Gambar 2. Foto Mahasiswa KKM bersama Pemuda Pemudi Dusun Precet) Dengan terlaksananya kegiatan edukasi bahaya narkoba ini, mahasiswa KKM UIN Malang bersama pemateri dan masyarakat desa telah menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, perangkat desa, serta masyarakat menjadi langkah awal yang penting dalam membangun lingkungan sosial yang lebih peduli terhadap isu-isu kesehatan dan perlindungan remaja. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang penyampaian informasi, tetapi juga sarana membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga dan masyarakat desa. Partisipasi aktif peserta menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masa depan generasi muda dan menyadari pentingnya pengawasan serta pembinaan yang berkelanjutan. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan secara konsisten sebagai bagian dari upaya preventif dan edukatif di tingkat desa. Dengan demikian, kesadaran kolektif mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama yang dijaga dan dilaksanakan secara berkelanjutan oleh seluruh elemen masyarakat.     STOP NARKOBA !!!           Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Edukasi Bahaya Narkoba: Aksi Nyata KKM 55 Uin Malang di Desa Dalisodo", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm55abhiyana3710/69856d9fed641504603033d4/edukasi-bahaya-narkoba-aksi-nyata-kkm-55-uin-malang-di-desa-dalisodo#google_vignette   Kreator: Kkm 55 Abhiyana       Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.   Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Thumbnail
8 months ago
Belajar Penuh Semangat: Rutinitas Santri Madin Al Hikmah Bersama Mahasiswa UIN

FADHILATUR RAHMA RAMADHANI

Kegiatan belajar mengajar KKM Kelompok 111 di Madin Al Hikmah, Dusun Ringin Anom, Desa Kromengan, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, berlangsung penuh semangat setiap Senin hingga Jumat pukul 15.30-16.30 WIB. Mahasiswa UIN Malang yang tergabung dalam kelompok ini secara rutin hadir untuk membimbing santri dalam mempelajari Al-Quran, hafalan surah pendek, dan dasar-dasar keagamaan Islam lainnya. Suasana kelas yang telah direvitalisasi dengan pengecatan dinding hijau cerah menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan, sebagaimana terlihat pada foto kegiatan yang menunjukkan santri duduk rapi di meja kayu sederhana sambil mengikuti arahan pengajar. Program ini merupakan bagian dari upaya Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) untuk mendukung pendidikan nonformal di madrasah diniyah setempat. Selain mengajar, kelompok 111 juga melakukan perbaikan fasilitas seperti penataan ruang kelas dan penambahan sarana belajar, yang meningkatkan minat santri terhadap kegiatan keagamaan, seperti ekstrakulikuler yang terdiri dari Tari, Pidacil, dan Kaligrafi. Lokasi Madin Al-Hikmah ini terletak strategis bagi anak-anak, sehingga pembelajaran dapat berjalan konsisten tanpa hambatan yang signifikan. Dampak dari kegiatan ini terasa nyata, di mana santri menunjukkan peningkatan hafalan dan pemahaman materi secara bertahap. Pengajar menggunakan metode interaktif, seperti kelompok diskusi dan permainan edukatif, untuk menjaga fokus anak-anak usia dini. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat memperkuat landasan pendidikan agama di tingkat desa, sekaligus menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan masyarakat.  

Thumbnail
8 months ago
Kebersamaan dalam Khotmil Qur’an Kamis Kliwon: KKM 45 Bersama Warga Desa Kemiri

ACHMAD WISAM SYUHADAK

DESA KEMIRI, KECAMATAN JABUNG, KABUPATEN MALANG — Kamis Kliwon, 8 Januari 2026. Suasana khidmat menyelimuti kegiatan Khotmil Qur’an yang dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan rutin desa dan diikuti oleh mahasiswa KKM Kelompok 45 bersama masyarakat Desa Kemiri. Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan spiritual sekaligus sarana mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan warga. Khotmil Qur’an berlangsung sejak pagi hari hingga siang sekitar pukul 14.00 WIB dan bertempat di musholla yang berada di sebelah Posko KKM 45. Kegiatan diawali dengan pembukaan Khotmil Qur’an pada pagi hari dengan satu orang membaca ayat suci Al-Qur’an melalui pengeras suara secara bergantian, sementara peserta lainnya membaca bagian juz masing-masing secara serentak. Suasana khusyuk terasa sepanjang kegiatan dan mencerminkan kebersamaan dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Pembacaan Khotmil Qur’an selesai pada siang hari dan dilanjutkan dengan kegiatan ramah tamah serta makan bersama warga. Dalam suasana santai dan penuh keakraban, mahasiswa dan masyarakat saling bercengkerama dan berbagi cerita, sehingga kedekatan yang terjalin selama pelaksanaan KKM semakin terasa. Kebersamaan tersebut berlangsung hingga menjelang waktu Ashar. Kegiatan Khotmil Qur’an yang bertepatan dengan Kamis Kliwon ini tidak hanya menjadi sarana ibadah dan doa bersama, tetapi juga menunjukkan keterlibatan mahasiswa KKM 45 dalam mengikuti serta menghormati tradisi keagamaan masyarakat Desa Kemiri.

Thumbnail
8 months ago
KKM NAVASHILA DORONG KADER POSYANDU KARANGANYAR MENJADI GARDA TERDEPAN MENCEGAH STUNTING DAN MEMPERBAIKI PARENTING

TIRTA AHMAD ZAMHARIR

Mahasiswa KKM Kelompok 30 Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan seminar bertema stunting dan parenting di Balai Desa Karanganyar, Poncokusumo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 6 Januari 2026 yang dihadiri para kader posyandu dari seluruh pos posyandu di wilayah Desa Karanganyar. Mereka menjadi sasaran program utama karena memiliki peran strategis dalam edukasi kesehatan masyarakat. Mahasiswa KKM 30 berharap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman kader tentang pencegahan stunting dan pola asuh yang tepat. Selain itu, seminar ini dirancang untuk mendorong kolaborasi aktif antara akademisi dan masyarakat desa. Materi pertama seminar menghadirkan Ibu Inu Martina S.ST., M.Si, dosen kedokteran Universitas Kepanjen sebagai pemateri bidang kesehatan stunting. Beliau menekankan pentingnya memperhatikan asupan gizi sejak kehamilan hingga usia lima tahun. Para kader posyandu diajak memahami tanda-tanda risiko stunting agar dapat melakukan deteksi dini. Materi disampaikan secara komunikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta. Kehadiran narasumber ahli ini semakin memperkuat keyakinan kader pada pentingnya penanganan masalah stunting. Dalam pemaparannya, Ibu Inu Martina menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan. Kondisi ini dapat berdampak pada kemampuan belajar anak dan perkembangan kecerdasan di masa depan. Ia menegaskan bahwa pencegahan harus dimulai dari rumah melalui kebiasaan makan yang sehat dan terpantau. Posyandu diharapkan menjadi sarana utama yang menyatukan tumbuh kembang balita secara berkala. Penjelasan mendalam ini membuka wawasan baru bagi para kader yang hadir. Narasumber juga menyoroti peran ibu hamil sebagai sasaran penting edukasi posyandu. Menurutnya, status gizi calon ibu sangat menentukan kualitas pertumbuhan janin. Asupan nutrisi yang kurang dapat memicu risiko bayi lahir dengan kondisi rentan stunting. Oleh karena itu, kader diharapkan aktif memberikan penyuluhan kepada masyarakat, terutama melalui pemeriksaan rutin. Penguatan peran posyandu menjadi kunci dalam pencegahan dini stunting di desa. Selain materi stunting, seminar menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., CHt, dosen Psikologi UIN Malang sebagai pemateri parenting. Beliau menjelaskan bahwa pola pengasuhan yang tepat sangat berpengaruh terhadap perkembangan emosi dan mental anak. Pola asuh tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan fisik, tetapi juga melibatkan perhatian, komunikasi, dan kedekatan emosional. Dr. Rofiqoh memberikan contoh-contoh nyata tantangan pola asuh di lingkungan pedesaan. Materi disampaikan secara inspiratif dan interaktif agar mudah diikuti peserta. Dr. Rofiqoh mengajak kader memahami bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Anak yang mendapatkan pendampingan penuh sejak dini cenderung memiliki daya saing lebih tinggi ketika dewasa. Beliau juga menyoroti pentingnya mengurangi pola asuh keras dan menggantinya dengan pendekatan yang lebih humanis. Pola asuh yang baik juga mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Peserta terlihat antusias menyimak materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam sesi diskusi, para kader posyandu aktif berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Mereka menanyakan berbagai kondisi berbeda yang sering terjadi pada balita dan keluarga binaan. Narasumber menjawab setiap pertanyaan dengan rinci dan memberikan panduan yang aplikatif. Suasana seminar menjadi sangat hidup karena interaksi dua arah berlangsung intensif. Mahasiswa KKM 30 juga mendampingi proses diskusi dan mencatat poin-poin penting yang muncul. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari aparat pemerintah desa yang hadir. Kepala desa menyampaikan bahwa edukasi kesehatan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat Karanganyar. Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan secara serentak oleh semua elemen desa. Kehadiran narasumber profesional dan mahasiswa dianggap mampu memperluas wawasan kader. Pemerintah desa berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa mendatang. Para mahasiswa KKM 30 mengaku bangga bisa berpartisipasi langsung dalam pemberdayaan masyarakat. Mereka memandang kegiatan ini sebagai bentuk penerapan ilmu di dunia nyata melalui pengabdian. Mahasiswa berharap kader posyandu dapat menjadi agen perubahan yang aktif di desa. Mereka juga berencana mendampingi kader secara berkelanjutan selama pengabdian masa depan. Program ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa mendukung perbaikan kualitas hidup masyarakat. Seminar ditutup dengan penyerahan sertifikat dan foto bersama seluruh peserta dan narasumber. Mahasiswa memberikan modul rangkuman materi agar kader dapat kembali dan menyebarkan informasi kepada warga. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal mewujudkan Karanganyar bebas stunting. Sinergi mahasiswa, dosen ahli, kader posyandu, dan pemerintah desa menjadi kekuatan utama dalam perubahan ini. Dengan pengetahuan baru, kader semakin siap menjadi garda terdepan menjaga tumbuh kembang generasi muda desa.

Thumbnail
8 months ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 181 Candranawasena Turut Sukseskan Tabligh Akbar Peringatan Isra’ Mi’raj di Masjid Baitur Rohim Jambangan

DEWI EFRIZA

Dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 181Candranawasena turut berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan Tabligh Akbar yang diselenggarakan pada Sabtu, 17 Januari 2026 bertempat di Masjid Baitur Rohim, Dusun Jambangan. Acara Tabligh Akbar ini mengusung tema “Membangun Generasi Muda Islami berdasarkan Keteladanan Akhlak Nabi Muhammad SAW”, yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah serta meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi generasi muda. Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 181 Candranawasena berkontribusi secara langsung sebagai panitia pelaksana, mulai dari persiapan acara, pengondisian jamaah, hingga membantu kelancaran rangkaian kegiatan pada hari pelaksanaan. Keterlibatan ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat serta implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan Tabligh Akbar ini menghadirkan Ki Radityo Caritosebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan keislaman yang inspiratif dan relevan dengan kehidupan generasi masa kini, khususnya mengenai pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam membangun karakter generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab. Selain itu, acara ini juga menjadi bentuk sinergi antarorganisasi kemasyarakatan di Dusun Jambangan. Tabligh Akbar tersebut berkolaborasi dengan berbagai organisasi, antara lain Pemuda Ansor dan Rijalul Ansor, serta didukung oleh organisasi pencak silat seperti Pagar Nusa, IKSPI, PSHT, dan PSHW. Kolaborasi ini mencerminkan semangat kebersamaan dan persatuan dalam menyukseskan kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat. Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat semakin tertanam dalam diri masyarakat, khususnya generasi muda. Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 181 Candranawasena berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi pengalaman berharga dalam memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.

Thumbnail
8 months ago
Langkah Akhir Kelompok KKM 104 UIN Malang: Jalan Sehat, Kebudayaan, serta Kebersamaan Warga Dusun Ampelgading

RIFANI VYSTI NURAWALIA

Suasana pagi di Dusun Ampelgading terasa rame dan penuh semangat. Warga sudah kumpul di lapangan sejak pagi buat ikut Jalan Sehat Ampelgading 2026, yang sekaligus jadi acara penutupan KKM. Kegiatan ini jadi momen seru buat mahasiswa dan warga setelah bareng-bareng menjalani program pengabdian. Acara dimulai dengan senam pagi bareng. Gerakannya simpel tapi bikin suasana makin hidup dan semangat. Setelah itu, peserta lanjut jalan sehat dengan rute yang sudah disiapkan. Semua jalan santai sambil ngobrol dan ketawa bareng. Sampai finish, warga disuguhi pertunjukan bantengan/mberot yang selalu ditunggu-tunggu. Atraksi dan musik tradisionalnya bikin acara makin meriah dan bangga sama budaya lokal. Kemeriahan makin lengkap dengan pembagian doorprize yang disambut sorak gembira peserta. Acara ditutup dengan sambutan dari panitia dan tokoh masyarakat. Mereka ngucapin terima kasih buat mahasiswa KKM dan seluruh warga. Suasana haru pun terasa saat mahasiswa pamit, menandai berakhirnya KKM dengan kenangan manis.