NANDA SANIA AL MUBAROK
Kegiatan pengajaran di SDN 2 Srigading merupakan salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah sekaligus membantu meningkatkan semangat belajar siswa. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan membantu guru dalam proses belajar mengajar serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa. Selama kegiatan berlangsung, tim turut membantu guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas, seperti mendampingi siswa saat mengerjakan tugas, membantu menjelaskan materi yang belum dipahami, serta menjaga suasana belajar agar tetap kondusif. Kehadiran tim diharapkan dapat membantu proses pembelajaran berjalan lebih efektif dan membuat siswa lebih aktif dalam mengikuti kegiatan belajar. Selain membantu pengajaran di kelas, tim juga melakukan pembuatan dan pemasangan poster edukatif di lingkungan sekolah. Terdapat lima poster yang ditempel, yaitu poster 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), Anak Sehat, Cuci Tangan, Anti Bullying, dan Peraturan Sekolah. Poster-poster tersebut dibuat dengan tampilan yang menarik agar mudah dibaca dan dipahami oleh siswa. Pemasangan poster ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan positif kepada siswa sejak dini, seperti menjaga kebersihan, menerapkan perilaku hidup sehat, saling menghargai sesama teman, serta mematuhi peraturan sekolah. Dengan adanya media visual ini, diharapkan pesan-pesan edukatif dapat terus diingat oleh siswa dalam kegiatan sehari-hari di lingkungan sekolah. Kegiatan pengajaran ini mendapatkan respon positif dari pihak sekolah maupun siswa. Siswa terlihat antusias selama proses pembelajaran berlangsung, sementara guru merasa terbantu dengan adanya pendampingan di kelas. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan di SDN 2 Srigading.
CINDY AINURROHMAH
MALANG - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 56 sukses menyelenggarakan rangkaian lomba religi dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 H. Kegiatan yang ditujukan bagi santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) ini dilaksanakan di Dusun Jaten, Desa Jedong, Malang, pada Jumat (16/1). Berpusat di Masjid Rokhmatul Barokah, acara ini mengusung misi untuk menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sejak dini. Sebanyak lebih dari 40 peserta, mulai dari jenjang pra-sekolah hingga SMP, tampak antusias memadati lokasi sejak pagi hari. Ketua KKM 56, Zidan Firdaus Tirta, bersama Ketua Pelaksana, Fachreza Fidzi Kutachi, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, mereka memberikan motivasi kepada para peserta agar tetap semangat dalam belajar agama. Ada tiga kategori lomba yang dipertandingkan, yaitu lomba adzan, hafalan surah pendek, dan mewarnai kaligrafi. Kemeriahan tidak hanya datang dari para peserta, tetapi juga dari para ibu dan wali murid yang hadir memberikan dukungan. Para pengajar TPQ setempat pun turut mendampingi dan memberikan motivasi kepada anak didik mereka. Rangkaian acara diawali dengan lomba adzan dan mewarnai kaligrafi yang berlangsung khidmat namun meriah. Sebagai penutup, lomba hafalan surah pendek menjadi kompetisi terakhir sekaligus menandai berakhirnya perayaan Isra Miraj yang digelar oleh mahasiswa KKM 56 di Desa Jedong tahun ini. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Peringati Isra' Mi'raj, Mahasiswa KKM 56 Desa Jedong Gelar Lomba Religi di Dusun Jaten", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/afiqmuhammad2970/696a340bed64151d3b67a613/peringati-isra-mi-raj-mahasiswa-kkm-56-desa-jedong-gelar-lomba-religi-di-dusun-jaten Kreator: Afiq Muhammad
RIZALDO SEPTA RAHMANDITYA
Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 45 melaksanakan salah satu program kerja keagamaan berupa pembacaan Surat Al-Kahfi setiap hari Jumat. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin di mushola Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, dengan melibatkan mahasiswa KKM serta masyarakat sekitar. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kebiasaan membaca Surat Al-Kahfi secara istiqamah. Sebagaimana diketahui, membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat memiliki banyak keutamaan, di antaranya sebagai cahaya bagi pembacanya dari satu Jumat ke Jumat berikutnya. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan spiritual dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap hari Jumat dengan suasana yang khusyuk dan sederhana. Mahasiswa KKM bersama jamaah mushola membaca Surat Al-Kahfi secara bergantian, disertai dengan penyimakan bacaan agar tetap sesuai dengan kaidah tajwid. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang ibadah bersama, tetapi juga menjadi wadah belajar dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Antusiasme masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, terlihat cukup baik dalam mengikuti kegiatan ini. Kehadiran mahasiswa KKM 45 memberikan motivasi tersendiri bagi masyarakat untuk lebih aktif dalam kegiatan keagamaan di mushola. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga Desa Kemiri, sehingga tercipta suasana kebersamaan dan kekeluargaan. Melalui program kerja pembacaan Surat Al-Kahfi ini, Kelompok KKM 45 berharap dapat memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan, meskipun masa pengabdian di desa bersifat sementara. Harapannya, kegiatan ini dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat setempat sebagai rutinitas ibadah setiap hari Jumat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
AULA NISWA MARDHATILAH
MALANGRAYA.CO- Upaya memperkuat ketahanan keluarga terus didorong melalui pengembangan program Family Corner berbasis masjid. Takmir Masjid Al Iksan Gadang, Kota Malang, mengumumkan kegiatan penguatan kapasitas pengelola Family Corner, pada Sabtu (10/1/2026), sebagai langkah penunjukan peran masjid dalam pelayanan sosial dan pembinaan keluarga. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Takmir Masjid Al Iksan, H. Moh. Zaini, yang menegaskan bahwa masjid memiliki potensi strategis sebagai pusat layanan keluarga apabila dikelola secara terencana dan kolaboratif. “Saya mendukung penuh kegiatan ini. Terima kasih kepada narasumber, Dr. Miftah dari Fakultas Syariah, yang akan berbagi wawasan dan informasi baru bagi pengurus Family Corner Masjid Al Iksan,” Didukung. Penguatan kapasitas ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKM Kelompok Pradipaloka 118 UIN Malang dengan pengurus Masjid Al Iksan. Seluruh pengelola Family Corner turut dilibatkan bersama mahasiswa KKM sebagai upaya Menghidupkan kembali peran masjid dalam membangun ketahanan keluarga di tengah masyarakat Ketua Family Corner Masjid Al Iksan, Ustadz Sya'roni, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM yang dinilainya mampu membangkitkan kembali semangat pengurus yang sempat vakum. “Saya berterima kasih kepada mahasiswa KKM UIN Malang yang telah menggagas kegiatan ini. Mudah-mudahan pengurus Family Corner semakin aktif, dan remaja masjid juga kembali giat beraktivitas di masjid,” ungkapnya. Kegiatan bertajuk “Masjid sebagai Model Edukasi Keluarga Berkelanjutan” tersebut menghadirkan Dr. H. Miftahul Huda, dosen Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus fasilitator Bimbingan Perkawinan Kementerian Agama. Dalam pemaparannya, Dr. Miftah menekankan bahwa fungsi masjid tidak sebatas sebagai tempat ibadah ritual, melainkan juga pusat solusi berbagai persoalan sosial, khususnya keluarga. Sumber Artikel berjudul "Masjid Al Iksan Jadi Pusat Edukasi Keluarga Lewat Program Family Corner UIN Malang", selengkapnya dengan link: https://malangraya.pikiran-rakyat.com/kota-malang/pr-3629923920/masjid-al-iksan-jadi-pusat-edukasi-keluarga-lewat-program-family-corner-uin-malang
ALVIN ZAKY AMALY
Mahasiswa KKM Kelompok 30 Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan seminar bertema stunting dan parenting di Balai Desa Karanganyar, Poncokusumo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 6 Januari 2026 yang dihadiri para kader posyandu dari seluruh pos posyandu di wilayah Desa Karanganyar. Mereka menjadi sasaran utama program karena memiliki peran strategis dalam edukasi kesehatan masyarakat. Mahasiswa KKM 30 berharap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman kader tentang pencegahan stunting dan pola asuh yang tepat. Selain itu, seminar ini dirancang untuk mendorong kolaborasi aktif antara akademisi dan masyarakat desa. Materi pertama seminar menghadirkan Ibu Inu Martina S.ST., M.Si, dosen keperawatan dari Universitas Kepanjen sebagai pemateri bidang kesehatan stunting. Beliau menyampaikan pentingnya memperhatikan asupan gizi sejak kehamilan hingga usia lima tahun. Para kader posyandu diajak memahami tanda-tanda risiko stunting agar dapat melakukan deteksi dini. Materi disampaikan secara komunikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta. Kehadiran narasumber ahli ini semakin memperkuat keyakinan kader pada pentingnya penanganan masalah stunting. Dalam pemaparannya, Ibu Inu Martina menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan. Kondisi ini dapat berdampak pada kemampuan belajar anak dan perkembangan kecerdasan di masa depan. Ia menegaskan bahwa pencegahan harus dimulai dari rumah melalui kebiasaan makan yang sehat dan terpantau. Posyandu diharapkan menjadi sarana utama memantau tumbuh kembang balita secara berkala. Penjelasan mendalam ini membuka wawasan baru bagi para kader yang hadir. Narasumber juga menyoroti peran ibu hamil sebagai sasaran penting edukasi posyandu. Menurutnya, status gizi calon ibu sangat menentukan kualitas pertumbuhan janin. Asupan nutrisi yang kurang dapat memicu risiko bayi lahir dengan kondisi rentan stunting. Karena itu, kader diharapkan aktif memberikan penyuluhan pada masyarakat, terutama melalui pemeriksaan rutin. Penguatan peran posyandu menjadi kunci dalam pencegahan dini stunting di desa. Selain materi stunting, seminar menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., CHt, dosen Psikologi UIN Malang sebagai pemateri parenting. Beliau menjelaskan bahwa pola asuh yang tepat sangat berpengaruh pada perkembangan emosi dan mental anak. Parenting tidak hanya terkait kebutuhan fisik, tetapi juga melibatkan perhatian, komunikasi, dan kedekatan emosional. Dr. Rofiqoh memberikan contoh-contoh nyata tantangan pola asuh di lingkungan pedesaan. Materi disampaikan secara inspiratif dan interaktif agar mudah diikuti peserta. Dr. Rofiqoh mengajak kader memahami bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Anak yang mendapatkan pendampingan penuh sejak dini cenderung memiliki daya saing lebih tinggi ketika dewasa. Beliau juga menyoroti pentingnya mengurangi pola asuh keras dan menggantinya dengan pendekatan yang lebih humanis. Parenting yang baik turut mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Peserta terlihat antusias menyimak materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam sesi diskusi, para kader posyandu aktif berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Mereka menanyakan berbagai kondisi berbeda yang kerap terjadi pada balita dan keluarga binaan. Narasumber menjawab setiap pertanyaan dengan rinci dan memberikan panduan yang aplikatif. Suasana seminar menjadi sangat hidup karena interaksi dua arah berlangsung intensif. Mahasiswa KKM 30 turut mendampingi proses diskusi dan mencatat poin penting yang muncul. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari aparat pemerintah desa yang hadir. Kepala desa menyampaikan bahwa edukasi kesehatan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat Karanganyar. Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan serentak oleh semua elemen desa. Kehadiran narasumber profesional dan mahasiswa dianggap mampu memperluas wawasan kader. Pemerintah desa berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa mendatang. Para mahasiswa KKM 30 mengaku bangga bisa berperan langsung dalam pemberdayaan masyarakat. Mereka memandang kegiatan ini sebagai bentuk penerapan ilmu di dunia nyata melalui pengabdian. Mahasiswa berharap kader posyandu dapat menjadi agen perubahan yang aktif di desa. Mereka juga berencana mendampingi kader secara berkelanjutan selama masa pengabdian. Program ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa mendukung perbaikan kualitas hidup masyarakat. Seminar ditutup dengan penyerahan sertifikat dan foto bersama seluruh peserta dan narasumber. Mahasiswa memberikan modul rangkuman materi agar kader dapat mengulangi dan menyebarkan informasi kepada warga. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menciptakan Karanganyar bebas stunting. Sinergi mahasiswa, dosen ahli, kader posyandu, dan pemerintah desa menjadi kekuatan utama dalam perubahan ini. Dengan pengetahuan baru, kader semakin siap menjadi garda terdepan menjaga tumbuh kembang generasi muda desa.
NAJWAH MARSA SALSABILA
Masjid An-Nur BMW terus berperan aktif sebagai ruang pembinaan keislaman, tidak hanya bagi masyarakat sekitar, tetapi juga bagi mahasiswa KKN 09 UIN Malang. Melalui serangkaian kajian keislaman, masjid ini menjadi ruang bagi mahasiswa KKN untuk memperdalam ilmu agama sekaligus memperkuat spiritualitas selama masa pengabdian masyarakat. Salah satu agenda utama yang diikuti mahasiswa adalah Kajian Tauhid bersama Ustadz Samsul Arifin. Dalam dua kali pertemuan, para mahasiswa diajak untuk menguatkan fondasi akidah melalui pemahaman yang ilmiah dan rasional. Materi yang disampaikan fokus pada pengenalan sifat-sifat wajib Allah SWT dengan penjelasan yang ringan dan relevan bagi kehidupan sehari-hari. Dalam kajian tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa Allah SWT tidak sama dengan makhluk, tidak membutuhkan tempat, dan tidak terikat oleh ruang dan waktu. Pemahaman ini menjadi penting bagi mahasiswa agar memiliki akidah yang lurus dan kokoh, terutama di tengah perkembangan zaman dan arus pemikiran yang beragam. Tidak hanya sisi teologis, mahasiswa juga aktif dalam kegiatan Murojaah Subuh yang digelar rutin setiap Rabu pagi. Dibimbing langsung oleh Ustadz Said, kegiatan ini menerapkan Metode UMMI yang dikenal sistematis dan mudah dipahami. Fokus utamanya adalah memastikan setiap bacaan Al-Qur'an mahasiswa sesuai dengan kaidah tajwid yang benar. Lebih dari sekadar memperbaiki bacaan, Metode UMMI juga bertujuan menumbuhkan kedisiplinan serta rasa cinta terhadap Al-Qur'an. Suasana subuh yang tenang menjadi momentum yang tepat bagi mahasiswa untuk bermuhasabah dan mengisi energi spiritual sebelum memulai aktivitas harian. Perpaduan antara penguatan tauhid dan literasi Al-Qur'an ini memberikan pengalaman spiritual yang luar biasa bagi kelompok KKM. Pengetahuan yang didapat di Masjid An-Nur BMW menjadi modal penting dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi positif ini, Masjid An-Nur BMW membuktikan perannya dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan keteguhan iman.