YULIA PUSPITA SARI
Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) bukan hanya tentang pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang belajar yang nyata bagi mahasiswa. Sebagai anggota KKM kelompok 35 Pandareka, kegiatan KKM di Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, menjadi pengalaman yang sangat bermakna bagi saya. Salah satu program kerja yang saya ikuti adalah mengajar di TPQ Baiturrohim 1 yang berfokus pada pendampingan pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak. Melalui kegiatan ini, saya tidak hanya menjalankan kewajiban sebagai mahasiswa KKM, tetapi juga belajar terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat dan proses pendidikan keagamaan di desa. Dalam pelaksanaan pembelajaran, TPQ Baiturrohim 1 menggunakan metode Yanbu’a sebagai pedoman membaca Al-Qur’an. Dalam TPQ ini terdapat beberapa kelas mulai dari pemula, jilid 1, 2, 3, 4, 5, 6 (Ghorib), hingga 7 (Tajwid). Sebagai anggota KKM 35 Pandareka, saya berperan mendampingi adik-adik jilid 2. Saya mendampingi adik-adik saat membaca, membenarkan kesalahan bacaan, menyimak hafalan, serta memberikan contoh pelafalan yang sesuai dengan kaidah tajwid dan makhraj. Metode Yanbu’a membantu santri belajar secara bertahap dan terstruktur, sehingga mereka lebih mudah memahami serta meningkatkan kelancaran bacaan Al-Qur,an. Kegiatan mengajar TPQ jilid 2 ini dimulai dengan shalat ashar yang dilakukan secara berjama’ah oleh santriwan-santriwati dan dilanjutkan dengan do’a bersama. Setelah selesai shalat ashar dan do’a bersama, santri-santri masuk ke kelas masing-masing. Dilanjut dengan membaca do’a sebelum mengaji. Kemudian dilanjut dengan pengajaran pembacaan jilid dengan metode yanbu’a seperti membaca, menulis sambung-putus huruf hijaiyah, sampai dengan hafalan. Setelah itu, ditutup dengan do’a selesai belajar. Program kerja ini dilaksanakan oleh kami selaku mahasiswa KKM 35 Pandareka hari Senin dan Selasa setiap minggunya. Selama mengajar di TPQ, saya menghadapi berbagai tantangan, seperti perbedaan kemampuan membaca antar santri dan menjaga fokus mereka saat kegiatan belajar berlangsung. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi pembelajaran berharga bagi saya sebagai mahasiswa. Saya belajar untuk lebih sabra, komunikatif, dan kreatif dalam menyampaikan materi agar suasana belajar tetap kondusif dan menyenangkan bagi adik-adik santri. Melalui program kerja mengajar TPQ ini, saya menyadari bahwa peran mahasiswa KKM, khususnya KKM 35 Pandareka yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat meskipun melalui langkah-langkah sederhana. Kegiatan ini tidak hanya membantu santri meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membentuk sikap tanggung jawab, kepedulian social, dan nilai keikhlasan dalam diri saya. Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran dan pengabdian saya selama menjalani KKM.
M. SOFI BAGAS
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam rangka membangun kerja sama yang baik dengan lembaga pendidikan di lingkungan desa, Kelompok KKM Dharmabhakti 46 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sowan dan koordinasi ke SD Negeri 1 Kenongo. Kegiatan sowan dan koordinasi ini dilaksanakan pada hari Senin, 05 Januari 2026, bertempat di SD Negeri 1 Kenongo. Kedatangan anggota KKM Dharmabhakti 46 disambut dengan baik oleh Kepala Sekolah SD Negeri 1 Kenongo, Ibu Maulu’ah. Kegiatan berlangsung dalam suasana yang santun, terbuka, dan edukatif, sehingga komunikasi antara mahasiswa dan pihak sekolah dapat terjalin dengan lancar. Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian maksud dan tujuan sowan oleh anggota KKM Dharmabhakti 46. Mahasiswa memperkenalkan diri serta menyampaikan gambaran umum rencana kegiatan KKM yang berkaitan dengan bidang pendidikan. Selanjutnya, dilakukan diskusi dan koordinasi bersama pihak sekolah untuk menyelaraskan program KKM dengan kebutuhan dan kondisi sekolah, sehingga kegiatan yang akan dilaksanakan dapat memberikan manfaat secara optimal. Kegiatan sowan dan koordinasi ini juga merupakan bagian dari arahan dan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM Dharmabhakti 46, Ibu Farid Munfaati, M.Pd., yang menekankan pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama dengan mitra pendidikan sejak awal pelaksanaan KKM. Dengan adanya koordinasi yang baik, mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan program kerja secara terarah dan sesuai dengan tujuan pengabdian. Melalui kegiatan ini, KKM Dharmabhakti 46 bertujuan untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan pihak sekolah serta membangun kolaborasi dalam mendukung kegiatan pendidikan. Koordinasi ini menjadi langkah awal yang penting agar program-program KKM di bidang pendidikan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Bagi mahasiswa, kegiatan sowan dan koordinasi ke SD Negeri 1 Kenongo memberikan pengalaman berharga dalam berkomunikasi dengan tenaga pendidik serta memahami peran sekolah dalam pembentukan karakter peserta didik. Mahasiswa juga belajar mengenai etika, sikap profesional, serta pentingnya kerja sama dalam mendukung dunia pendidikan. Sebagai penutup, kegiatan sowan dan koordinasi ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi terjalinnya kerja sama yang berkelanjutan antara KKM Dharmabhakti 46 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan SD Negeri 1 Kenongo. Dengan adanya sinergi yang terbangun, mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi positif serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
ANDARA FADILLAH PUTRI
Waworada, 30 Desember 2025 - Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang di Desa Waworada, Kabupaten Bima, meluncurkan program kerja unggulan dan kondisional dalam acara pembukaan KKM yang diadakan di Balai Desa Waworada, Selasa (30/12/2025) pukul 09.30 WIB. Acara yang dihadiri oleh Kepala Desa Waworada beserta jajarannya, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, tokoh agama, Babinsa, dan Babinkamtimnas ini diawali dengan pembukaan oleh MC, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Ketua kelompok KKM Kalambo Ade, mahasiswa UIN Malang, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan masyarakat Desa Waworada. Selanjutnya, presentator memaparkan tiga program kerja unggulan, yaitu edukasi pendidikan dan pola asuh, penanaman bibit pohon, dan pelepasan bibit ikan. Program kerja unggulan ini didasarkan pada potensi dan kebutuhan desa, seperti penanaman pohon yang bernilai jual tinggi dan pemanfaatan bendungan yang belum optimal. Selain itu, KKM Kalambo Ade juga memaparkan program kerja kondisional, seperti membantu mengajar BTQ, pengajian islami, kompetensi mengaji, dan pembuatan website resmi desa. Tokoh pendidikan di desa tersebut menyadari pentingnya pola asuh di Desa Waworada dan sangat bersyukur jika edukasi pola asuh dilakukan dengan maksimal pada masyarakat desa dan bahkan guru di sekolah. "Edukasi pola asuh sangat penting untuk meningkatkan kualitas generasi muda Desa Waworada," ujarnya. Program yang diluncurkan ini mendapatkan sambutan hangat dan dukungan dari masyarakat. Kepala Desa Waworada dan jajarannya memberikan saran dan masukan, antara lain menyesuaikan program kerja dengan budaya desa, penataan desa Jumat pagi, dan koordinasi terkait penanaman pohon. Babinsa juga memberikan saran agar program penanaman pohon dilakukan dengan koordinasi yang baik. Salah satu aparatur desa mengusulkan untuk membangun gapura pintu masuk desa dengan berkolaborasi dengan desa. "Kami sangat mendukung program ini dan siap berkolaborasi untuk membangun gapura pintu masuk desa yang indah dan representatif," ujarnya. "Program yang dibawa oleh KKM UIN Malang ini sangat bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat Desa Waworada. Kami sangat mendukung dan berharap program ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat," ujar Kepala Desa Waworada. Acara ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik bagi KKM Kalambo Ade untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Waworada. https://kkmkalemboade.blogspot.com/2025/12/kuliah-kerja-mahasiswa-kkm-191-kalembo.html?m=1
HIDZRYAN AHMAD HABIBI
Kegiatan sholat berjemaah dan One Day One Juz menjadi salah satu program keagamaan yang dilaksanakan oleh KKM Kelompok 78 ArthaBhumi UIN Malang sebagai bentuk penguatan nilai keagamaan dan meningkatkan kebiasaan beribadah yang konsisten. Program ini dilaksanakan secara rutin di posko dan Musholla Desa Banjarejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang secara bergantian. Melalui pelaksanaan sholat berjemaah, mahasiswa KKM membangun serta mempererat ukhuwah Islamiyah. Sementara itu, kegiatan One Day One Juz mendorong untuk membiasakan diri membaca Al-Qur'an setiap hari yang dirancang sebagai langkah sederhana namun bermakna dalam menanamkan semangat istiqamah serta meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari sekadar kegiatan ritual, sholat berjemaah dan One Day One Juz juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial yang positif. Diskusi ringan selepas sholat, saling mengingatkan waktu ibadah, hingga kebersamaan dalam membaca Al-Qur'an memperkuat ikatan emosional antaranggota KKM. Nilai kebersamaan inilah yang kemudian menjadi modal sosial penting dalam menjalankan program-program pengabdian lainnya di tengah masyarakat. Melalui program keagamaan ini, mahasiswa KKM Kelompok 78 ArthaBhumi berkomitmen untuk bergerak bersama dalam menumbuhkan nilai keistiqamahan dan kebersamaan dalam beribadah. Harapannya, kebiasaan baik yang dibangun selama KKM tidak berhenti ketika masa pengabdian berakhir, tetapi terus hidup dan berkembang dalam perjalanan akademik maupun kehidupan pribadi masing-masing mahasiswa. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "KKM Tak Sekedar Mengabdi: KKM 78 ArthaBhumi Menjaga Istiqamah Lewat Sholat Berjamaah dan One Day One Juz", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm78arthabhumi/69592f38ed641548bb770ba2/kkm-tak-sekedar-mengabdi-kkm-78-arthabhumi-menjaga-istiqamah-lewat-sholat-berjamaah-dan-one-day-one-juz Kreator: KKM 78ARTHABHUMI Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
ALVIN NURAFRIZAL
Lomba Peringatan Isra' Mi'raj di Masjid Baitus Sholihin Dawuhan, Diikuti 70 Peserta Dalam rangka memperingati peristiwa agung Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, Masjid Baitus Sholihin Dawuhan menyelenggarakan kegiatan lomba edukatif yang diikuti oleh 70 peserta dari kalangan anak-anak dan remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai keislaman sekaligus mengembangkan kreativitas dan pemahaman Al-Qur'an sejak usia dini. Adapun dua cabang lomba yang dilaksanakan, yaitu lomba mewarnai dan lomba sambung ayat. Sarana mewarnai Lomba menjadi bagi peserta untuk menyalurkan kreativitas melalui karya visual yang sarat dengan pesan religius, sementara lomba sambung ayat dirancang untuk melatih daya ingat, ketelitian, serta pemahaman peserta terhadap ayat-ayat suci Al-Qur'an. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat di lingkungan masjid. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, didampingi oleh orang tua serta panitia yang memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan kondusif. Suasana kebersamaan dan semangat belajar tampak mewarnai setiap sesi lomba. Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperingati peringatan Isra' Mi'raj, tetapi juga sebagai upaya membangun karakter keagamaan, menanamkan nilai kesabaran, sportivitas, serta mempererat ukhuwah di tengah masyarakat Desa Dawuhan. Rangkaian acara ditutup dengan pengumuman pemenang dan pemberian penghargaan kepada para peserta sebagai bentuk penghargaan atas usaha dan partisipasi mereka. Diharapkan melalui kegiatan ini, semangat mencintai Al-Qur'an dan nilai-nilai keislaman terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda.
RAISAH DWI CAHYANI
Dalisodo, Wagir - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk KOHE (Kotoran hewan) dan POC (Pupuk Organik Cair) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung pertanian ramah lingkungan pada Minggu (18/01). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk yang bernilai guna serta dapat digunakan secara mandiri untuk kebutuhan pertanian. Pelatihan diikuti oleh warga dan kelompok tani yang menunjukkan antusiasme tinggi sejak awal kegiatan. Kehadiran program ini menjadi solusi atas meningkatnya biaya pupuk kimia yang selama ini menjadi beban bagi petani. Melalui pemanfaatan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, masyarakat diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk pabrikan sekaligus menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan. Kegiatan menghadirkan pemateri yakni Husaeri S.Si yang memberikan penjelasan secara menyeluruh mengenai manfaat pupuk organik, baik KOHE maupun POC, bagi pertumbuhan tanaman dan kualitas tanah. Pemateri menekankan bahwa penggunaan pupuk organik dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan unsur hara alami, serta mendukung sistem pertanian yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Selain itu, dijelaskan pula potensi pupuk organik sebagai peluang usaha masyarakat apabila dikelola secara konsisten dan terorganisir. Tidak hanya penyampaian materi, peserta juga diajak untuk mengikuti praktik langsung pembuatan pupuk. Tahapan yang diperagakan meliputi pengolahan kotoran hewan sebagai bahan utama pupuk KOHE, pencampuran bahan tambahan, proses fermentasi, hingga cara penyimpanan yang tepat. Pada sesi pembuatan POC, pemateri menjelaskan teknik pengolahan bahan organik cair, waktu fermentasi, serta cara penggunaan pada tanaman agar hasilnya optimal. Metode praktik ini membantu peserta memahami proses secara nyata sehingga dapat diterapkan kembali di rumah maupun di lahan pertanian masing-masing. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi antara pemateri, mahasiswa KKM, dan warga. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait dosis penggunaan pupuk, waktu aplikasi yang tepat, hingga kemungkinan pengembangan pupuk organik sebagai produk unggulan desa. Diskusi tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam mengembangkan pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKM 55 UIN Malang berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat. Pemanfaatan pupuk KOHE dan POC diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, menekan biaya produksi, serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemateri, dan masyarakat, diharapkan praktik pembuatan pupuk organik dapat terus dilanjutkan dan berkembang sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di tingkat desa.