NAJLA NURUL AMILIYAH
Kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Desa Gondowangi merupakan salah satu program kesehatan masyarakat yang rutin dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga, khususnya balita dan lansia. Posyandu menjadi wadah pelayanan kesehatan dasar yang sangat penting karena berfungsi sebagai sarana pemantauan tumbuh kembang anak sejak usia dini serta pemantauan kondisi kesehatan warga lanjut usia secara berkala. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Pada bulan Januari, kegiatan Posyandu di Desa Gondowangi dilaksanakan di beberapa titik dusun agar seluruh lapisan masyarakat dapat terlayani dengan baik. Pelaksanaan pertama berlangsung pada tanggal 5 Januari bertempat di Posyandu Dusun Wiloso. Rangkaian kegiatan Posyandu di Dusun Wiloso diawali dengan proses pendaftaran peserta, baik balita maupun lansia. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan kesehatan secara bertahap. Balita mendapatkan pelayanan pengukuran tinggi badan, berat badan, serta lingkar kepala sebagai indikator penting untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Sementara itu, para lansia mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan dasar serta pendataan kondisi kesehatan yang dicatat dalam kertas kesehatan lansia. Seluruh proses pelayanan berjalan dengan lancar berkat kerja sama yang baik antara kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan pihak-pihak yang terlibat. https://www.kompasiana.com/narawastra9791/696b9c3d34777c40b133a922/kontribusi-kkm-narawastra-dalam-mendukung-pelayanan-posyandu-di-desa-gondowangi
MUHAMMAD BAYAZID ALBAR
Pada hari Selasa, 30 Desember 2025, telah dilaksanakan kegiatan rapat Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang bertempat di Balai Desa Gondowangi pada pukul 19.30 WIB. Rapat ini merupakan agenda penting pemerintah desa dalam rangka membahas serta menetapkan perencanaan dan pengelolaan keuangan desa untuk periode yang akan datang. Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta unsur masyarakat lainnya yang memiliki peran dalam proses perencanaan pembangunan desa. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Narawastra turut berpartisipasi aktif untuk membantu kelancaran jalannya rapat. Sejak tahap persiapan, mahasiswa KKM Narawastra berperan dalam membantu penataan tempat, menyiapkan perlengkapan rapat, serta memastikan sarana dan prasarana pendukung kegiatan dapat digunakan dengan baik. Keterlibatan mahasiswa KKM Narawastra menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan pemerintahan desa sekaligus sebagai sarana pembelajaran langsung mengenai proses administrasi dan tata kelola pemerintahan di tingkat desa. Selama rapat berlangsung, mahasiswa KKM Narawastra juga membantu dalam aspek teknis dan administrasi, seperti membantu pendokumentasian kegiatan, mengatur jalannya acara, serta membantu koordinasi antara panitia dan peserta rapat. Dengan adanya bantuan tersebut, rapat APBDes dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan susunan acara yang telah direncanakan. Suasana rapat berlangsung kondusif, di mana setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, saran, serta masukan terkait perencanaan anggaran desa. Rapat APBDes ini membahas berbagai program dan kegiatan desa yang akan dilaksanakan, termasuk rencana pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta pengelolaan dana desa secara transparan dan akuntabel. Partisipasi aktif masyarakat dalam rapat ini menunjukkan adanya keterbukaan dan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan Desa Gondowangi. Mahasiswa KKM Narawastra juga mendapatkan pengalaman berharga dengan menyaksikan secara langsung proses musyawarah dan pengambilan keputusan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan rapat APBDes Desa Gondowangi pada tanggal 30 Desember 2025 dapat terlaksana dengan baik berkat kerja sama yang solid antara pemerintah desa, masyarakat, dan mahasiswa KKM Narawastra. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana perencanaan keuangan desa, tetapi juga memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pihak dalam mewujudkan tata kelola desa yang lebih baik. Melalui keterlibatan mahasiswa KKM Narawastra, diharapkan dapat terjalin hubungan yang harmonis serta memberikan kontribusi positif bagi desa, sekaligus menjadi pengalaman pembelajaran yang bermanfaat bagi mahasiswa dalam memahami dinamika kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan desa.
BIMA LABIBUL AQIL
Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sebagai wujud implementasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa berkesempatan terjun langsung ke tengah masyarakat Desa Argosari Jabung, mengenal permasalahan yang ada, serta berkontribusi melalui berbagai program kerja yang bermanfaat. Adapun program kerja yang kami jalankan dirancang agar berdampak nyata dan berkelanjutan, yaitu menanam bibit bersama warga sebagai upaya menjaga dan memulihkan lingkungan, membantu proses pemerahan susu untuk mendukung peternak lokal agar produksi lebih efesien dan higienis, menggelar sosialisasi OJK guna meningkatkan literasi keuangan masyarakat untuk memahami kredit danagar bisa mulai menabung, lalu mengajar TPQ untuk mendampingi anak-anak belajar membaca Al-quran dan menumbuhkan sikap disiplin serta kepedulian sosial, mengadakan bimbel untuk anak-anak disekitar agar bisa belajar dengan mudah. semua kegiatan ini kami lakukan sambil terus berkomunikasi dengan warga, menyesuaikan program dengan kebutuhan nyata di lapangan, dan mendokumentasikan setiap proses supaya manfaatnya bisa diteruskan setelah KKM selesai. Baca laporannya atau berita lengkapnya bisa dilihat di sini : https://www.kompasiana.com/fillahanjany6106
BENING MULYOWATI
Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 74 Sukma Warih Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dilaksanakan di Desa Wonosari, Kabupaten Malang, sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan ini dirancang secara sistematis, dimulai dari tahap persiapan, survei, perencanaan, hingga pelaksanaan dan penutupan program. Seluruh rangkaian kegiatan berfokus pada pengembangan potensi desa, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai pendidikan, sosial, keagamaan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi secara berkelanjutan. Tahap awal kegiatan KKM diawali dengan meet perdana kelompok yang dilaksanakan secara offline pada 5 Desember 2025. Pertemuan ini menjadi momentum awal bagi seluruh anggota untuk membangun komunikasi, kekompakan, serta menyamakan visi dan tujuan KKM. Dalam pertemuan tersebut, kelompok menetapkan struktur kepengurusan, pembagian tugas setiap divisi, serta menyepakati nama kelompok KKM 74 Sukma Warih. Selain itu, dibahas pula rencana kerja awal, persiapan administrasi, pembuatan atribut KKM, serta pembentukan media komunikasi dan media sosial sebagai identitas kelompok. Sebagai tindak lanjut persiapan, kelompok KKM melaksanakan pertemuan dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Romi, pada 9 Desember 2025. Dalam pertemuan tersebut, DPL memberikan arahan penting agar mahasiswa tidak merancang program yang sepenuhnya baru, melainkan mengembangkan potensi desa yang telah ada agar lebih berkelanjutan. Arahan ini menjadi landasan utama dalam penyusunan seluruh program kerja KKM. Mahasiswa juga diarahkan untuk melakukan survei lapangan secara bertahap guna mengenal kondisi desa, tokoh masyarakat, serta potensi yang dapat dikembangkan. Survei pertama dilaksanakan pada 13 Desember 2025 di Kantor Desa Wonosari. Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan koordinasi awal dengan staf desa untuk memperoleh gambaran umum mengenai kondisi desa, jumlah dusun, keberadaan TPQ, potensi pendidikan dan ekonomi, serta riwayat program KKM sebelumnya. Meskipun kepala desa dan kepala dusun berhalangan hadir, koordinasi berjalan dengan baik dan menghasilkan berbagai informasi penting sebagai dasar penyusunan program kerja yang realistis dan sesuai kebutuhan masyarakat. Hasil survei kemudian dibahas dalam rapat koordinasi online pada 14 Desember 2025. Rapat ini membahas penentuan dusun fokus KKM, pemilihan lokasi posko putra dan putri, progres persuratan ke lembaga pendidikan dan masyarakat, serta perumusan gambaran awal program kerja. Dalam rapat ini juga dirancang program-program utama KKM yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, sosial, lingkungan, UMKM, dan digitalisasi desa. Survei kedua dilaksanakan pada 18 Desember 2025 dengan melibatkan Kepala Dusun Wonosari. Dalam pertemuan ini, disepakati bahwa pelaksanaan KKM difokuskan pada satu dusun agar program dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata. Berbagai program kerja diajukan dan disetujui, antara lain pendampingan posyandu dan pencegahan stunting, kegiatan pendidikan di SD dan TPQ, kegiatan keagamaan, pendampingan UMKM dan sertifikasi halal, pengelolaan lingkungan, serta pengaktifan website desa dan pembaruan database. Pada hari yang sama, mahasiswa juga melakukan survei ke SD Islam Kyai Zakariya untuk mengurus perizinan mengajar serta melakukan pencarian posko KKM. Setelah seluruh persiapan matang, mahasiswa KKM 74 mengikuti kegiatan pelepasan KKM Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026 pada 23 Desember 2025 di Kampus UIN Malang. Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Usai pelepasan, mahasiswa langsung berangkat menuju Desa Wonosari untuk memulai seluruh rangkaian kegiatan KKM. Sebagai langkah awal di desa, mahasiswa melaksanakan sowan dan koordinasi dengan Kepala Dusun Wonosari untuk membahas teknis pembukaan KKM serta pemetaan lanjutan program kerja. Hasil koordinasi ini menghasilkan kesepakatan terkait jadwal pembukaan, pihak-pihak yang akan diundang, serta penguatan kerja sama dengan tokoh agama, PKK, TPQ, dan lembaga desa lainnya. Kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan pembukaan KKM secara resmi dilaksanakan pada 29 Desember 2025 di Balai Desa Wonosari. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh perangkat desa, Kepala Dusun, Dosen Pembimbing Lapangan, serta mahasiswa KKM. Dalam sambutannya, pihak desa menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKM, sementara DPL menekankan pentingnya menjaga etika, memahami budaya lokal, serta menyesuaikan program dengan kondisi masyarakat desa. Dalam pelaksanaan program kerja, mahasiswa KKM 74 Sukma Warih aktif di berbagai bidang. Di bidang pendidikan, mahasiswa mengajar di SD Islam Kyai Zakariya dan TPQ Nurul Hidayah. Kegiatan meliputi pendampingan belajar di kelas, bimbingan membaca Al-Qur’an, hafalan surat pendek, pembelajaran tajwid, serta bimbingan belajar tambahan. Selain itu, mahasiswa juga melakukan penataan ulang perpustakaan sekolah agar lebih rapi dan mudah diakses, meluncurkan mading 3D bertema Stop Bullying, serta membantu pembuatan website sekolah dan sistem pendaftaran siswa secara online. Mahasiswa juga melaksanakan kegiatan sosialisasi bullying dan edukasi seksual di SD Islam Kyai Zakariya. Kegiatan ini diawali dengan senam bersama, dilanjutkan dengan edukasi interaktif mengenai bahaya bullying, pentingnya saling menghargai, serta pemahaman batasan tubuh dan pergaulan yang disesuaikan dengan usia siswa. Kegiatan ini mendapat respons positif dari siswa dan guru karena disampaikan dengan metode yang komunikatif dan menyenangkan. Di bidang kesehatan, mahasiswa KKM terlibat aktif dalam berbagai kegiatan posyandu di wilayah Sumbersari, Urek-Urek, dan Depok. Mahasiswa membantu pemeriksaan kesehatan balita, ibu hamil, dan lansia, seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan, tensi darah, dan pemeriksaan gula darah. Selain itu, mahasiswa turut mendukung program pencegahan stunting melalui edukasi gizi dan pemberian makanan tambahan kepada warga. Dalam bidang keagamaan dan sosial budaya, mahasiswa KKM mengikuti kegiatan tahlilan rutin, istighotsah, serta berbagai kegiatan keagamaan masyarakat. Mahasiswa juga menyelenggarakan Semarak Lomba Isra’ Mi’raj di TPQ Nurul Hidayah sebagai upaya menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap nilai-nilai keislaman. Selain itu, mahasiswa terlibat dalam kegiatan budaya di Padepokan Eyang Djoego dan Pesarean Gunung Kawi, termasuk kegiatan Senin Pahing, bincang budaya bersama juru kunci, serta partisipasi dalam perayaan Tahun Baru dan Imlek. Pada bidang lingkungan, mahasiswa melaksanakan program pembuatan dan pembagian tempat sampah organik dan anorganik di SD Islam Kyai Zakariya serta memberikan edukasi pemilahan sampah kepada siswa. Mahasiswa juga berkontribusi dalam kerja bakti lingkungan, pengelolaan sampah, serta pembuatan fasilitas publik berupa plang dan tiang lampu multifungsi sebagai penunjuk arah dan penerangan desa. Dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, mahasiswa KKM menyelenggarakan sosialisasi dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta sertifikasi halal bekerja sama dengan Halal Center UIN Malang. Selain itu, mahasiswa melakukan kunjungan dan pendampingan langsung ke beberapa UMKM, seperti usaha jamu tradisional dan Bolen 88, untuk membantu persiapan sertifikasi halal serta memberikan wawasan terkait pengembangan usaha. Menjelang akhir kegiatan, mahasiswa melaksanakan sowan dan pamitan ke berbagai tokoh masyarakat, lembaga desa, PKK, TPQ, posyandu, dan yayasan sebagai bentuk silaturahmi dan ucapan terima kasih. Mahasiswa juga mengikuti tahlilan dan istighotsah terakhir bersama warga. Seluruh rangkaian KKM kemudian ditutup secara resmi dalam acara penutupan KKM di Balai Desa Wonosari pada 3 Februari 2026, yang dihadiri oleh perangkat desa, DPL, dan masyarakat. Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa KKM 74 Sukma Warih melaksanakan penutupan mandiri berupa kegiatan kebersamaan sebagai refleksi dan penguatan ikatan antaranggota. Seluruh rangkaian kegiatan KKM ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam belajar hidup bermasyarakat, menumbuhkan empati, serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara nyata. Diharapkan seluruh program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Wonosari serta menjadi bekal berharga bagi mahasiswa di masa mendatang.
NABILLA ZAHRA RAMADHANI
Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 74 Sukma Warih Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dilaksanakan di Desa Wonosari, Kabupaten Malang, sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan ini dirancang secara sistematis, dimulai dari tahap persiapan, survei, perencanaan, hingga pelaksanaan dan penutupan program. Seluruh rangkaian kegiatan berfokus pada pengembangan potensi desa, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai pendidikan, sosial, keagamaan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi secara berkelanjutan. Tahap awal kegiatan KKM diawali dengan meet perdana kelompok yang dilaksanakan secara offline pada 5 Desember 2025. Pertemuan ini menjadi momentum awal bagi seluruh anggota untuk membangun komunikasi, kekompakan, serta menyamakan visi dan tujuan KKM. Dalam pertemuan tersebut, kelompok menetapkan struktur kepengurusan, pembagian tugas setiap divisi, serta menyepakati nama kelompok KKM 74 Sukma Warih. Selain itu, dibahas pula rencana kerja awal, persiapan administrasi, pembuatan atribut KKM, serta pembentukan media komunikasi dan media sosial sebagai identitas kelompok. Sebagai tindak lanjut persiapan, kelompok KKM melaksanakan pertemuan dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Romi, pada 9 Desember 2025. Dalam pertemuan tersebut, DPL memberikan arahan penting agar mahasiswa tidak merancang program yang sepenuhnya baru, melainkan mengembangkan potensi desa yang telah ada agar lebih berkelanjutan. Arahan ini menjadi landasan utama dalam penyusunan seluruh program kerja KKM. Mahasiswa juga diarahkan untuk melakukan survei lapangan secara bertahap guna mengenal kondisi desa, tokoh masyarakat, serta potensi yang dapat dikembangkan. Survei pertama dilaksanakan pada 13 Desember 2025 di Kantor Desa Wonosari. Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan koordinasi awal dengan staf desa untuk memperoleh gambaran umum mengenai kondisi desa, jumlah dusun, keberadaan TPQ, potensi pendidikan dan ekonomi, serta riwayat program KKM sebelumnya. Meskipun kepala desa dan kepala dusun berhalangan hadir, koordinasi berjalan dengan baik dan menghasilkan berbagai informasi penting sebagai dasar penyusunan program kerja yang realistis dan sesuai kebutuhan masyarakat. Hasil survei kemudian dibahas dalam rapat koordinasi online pada 14 Desember 2025. Rapat ini membahas penentuan dusun fokus KKM, pemilihan lokasi posko putra dan putri, progres persuratan ke lembaga pendidikan dan masyarakat, serta perumusan gambaran awal program kerja. Dalam rapat ini juga dirancang program-program utama KKM yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, sosial, lingkungan, UMKM, dan digitalisasi desa. Survei kedua dilaksanakan pada 18 Desember 2025 dengan melibatkan Kepala Dusun Wonosari. Dalam pertemuan ini, disepakati bahwa pelaksanaan KKM difokuskan pada satu dusun agar program dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata. Berbagai program kerja diajukan dan disetujui, antara lain pendampingan posyandu dan pencegahan stunting, kegiatan pendidikan di SD dan TPQ, kegiatan keagamaan, pendampingan UMKM dan sertifikasi halal, pengelolaan lingkungan, serta pengaktifan website desa dan pembaruan database. Pada hari yang sama, mahasiswa juga melakukan survei ke SD Islam Kyai Zakariya untuk mengurus perizinan mengajar serta melakukan pencarian posko KKM. Setelah seluruh persiapan matang, mahasiswa KKM 74 mengikuti kegiatan pelepasan KKM Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026 pada 23 Desember 2025 di Kampus UIN Malang. Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Usai pelepasan, mahasiswa langsung berangkat menuju Desa Wonosari untuk memulai seluruh rangkaian kegiatan KKM. Sebagai langkah awal di desa, mahasiswa melaksanakan sowan dan koordinasi dengan Kepala Dusun Wonosari untuk membahas teknis pembukaan KKM serta pemetaan lanjutan program kerja. Hasil koordinasi ini menghasilkan kesepakatan terkait jadwal pembukaan, pihak-pihak yang akan diundang, serta penguatan kerja sama dengan tokoh agama, PKK, TPQ, dan lembaga desa lainnya. Kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan pembukaan KKM secara resmi dilaksanakan pada 29 Desember 2025 di Balai Desa Wonosari. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh perangkat desa, Kepala Dusun, Dosen Pembimbing Lapangan, serta mahasiswa KKM. Dalam sambutannya, pihak desa menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKM, sementara DPL menekankan pentingnya menjaga etika, memahami budaya lokal, serta menyesuaikan program dengan kondisi masyarakat desa. Dalam pelaksanaan program kerja, mahasiswa KKM 74 Sukma Warih aktif di berbagai bidang. Di bidang pendidikan, mahasiswa mengajar di SD Islam Kyai Zakariya dan TPQ Nurul Hidayah. Kegiatan meliputi pendampingan belajar di kelas, bimbingan membaca Al-Qur’an, hafalan surat pendek, pembelajaran tajwid, serta bimbingan belajar tambahan. Selain itu, mahasiswa juga melakukan penataan ulang perpustakaan sekolah agar lebih rapi dan mudah diakses, meluncurkan mading 3D bertema Stop Bullying, serta membantu pembuatan website sekolah dan sistem pendaftaran siswa secara online. Mahasiswa juga melaksanakan kegiatan sosialisasi bullying dan edukasi seksual di SD Islam Kyai Zakariya. Kegiatan ini diawali dengan senam bersama, dilanjutkan dengan edukasi interaktif mengenai bahaya bullying, pentingnya saling menghargai, serta pemahaman batasan tubuh dan pergaulan yang disesuaikan dengan usia siswa. Kegiatan ini mendapat respons positif dari siswa dan guru karena disampaikan dengan metode yang komunikatif dan menyenangkan. Di bidang kesehatan, mahasiswa KKM terlibat aktif dalam berbagai kegiatan posyandu di wilayah Sumbersari, Urek-Urek, dan Depok. Mahasiswa membantu pemeriksaan kesehatan balita, ibu hamil, dan lansia, seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan, tensi darah, dan pemeriksaan gula darah. Selain itu, mahasiswa turut mendukung program pencegahan stunting melalui edukasi gizi dan pemberian makanan tambahan kepada warga. Dalam bidang keagamaan dan sosial budaya, mahasiswa KKM mengikuti kegiatan tahlilan rutin, istighotsah, serta berbagai kegiatan keagamaan masyarakat. Mahasiswa juga menyelenggarakan Semarak Lomba Isra’ Mi’raj di TPQ Nurul Hidayah sebagai upaya menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap nilai-nilai keislaman. Selain itu, mahasiswa terlibat dalam kegiatan budaya di Padepokan Eyang Djoego dan Pesarean Gunung Kawi, termasuk kegiatan Senin Pahing, bincang budaya bersama juru kunci, serta partisipasi dalam perayaan Tahun Baru dan Imlek. Pada bidang lingkungan, mahasiswa melaksanakan program pembuatan dan pembagian tempat sampah organik dan anorganik di SD Islam Kyai Zakariya serta memberikan edukasi pemilahan sampah kepada siswa. Mahasiswa juga berkontribusi dalam kerja bakti lingkungan, pengelolaan sampah, serta pembuatan fasilitas publik berupa plang dan tiang lampu multifungsi sebagai penunjuk arah dan penerangan desa. Dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, mahasiswa KKM menyelenggarakan sosialisasi dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta sertifikasi halal bekerja sama dengan Halal Center UIN Malang. Selain itu, mahasiswa melakukan kunjungan dan pendampingan langsung ke beberapa UMKM, seperti usaha jamu tradisional dan Bolen 88, untuk membantu persiapan sertifikasi halal serta memberikan wawasan terkait pengembangan usaha. Menjelang akhir kegiatan, mahasiswa melaksanakan sowan dan pamitan ke berbagai tokoh masyarakat, lembaga desa, PKK, TPQ, posyandu, dan yayasan sebagai bentuk silaturahmi dan ucapan terima kasih. Mahasiswa juga mengikuti tahlilan dan istighotsah terakhir bersama warga. Seluruh rangkaian KKM kemudian ditutup secara resmi dalam acara penutupan KKM di Balai Desa Wonosari pada 3 Februari 2026, yang dihadiri oleh perangkat desa, DPL, dan masyarakat. Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa KKM 74 Sukma Warih melaksanakan penutupan mandiri berupa kegiatan kebersamaan sebagai refleksi dan penguatan ikatan antaranggota. Seluruh rangkaian kegiatan KKM ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam belajar hidup bermasyarakat, menumbuhkan empati, serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara nyata. Diharapkan seluruh program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Wonosari serta menjadi bekal berharga bagi mahasiswa di masa mendatang.
FACHREZA FIDZI FUTACHI
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 56 sukses menyelenggarakan rangkaian lomba religi dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 H. Kegiatan yang ditujukan bagi santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) ini dilaksanakan di Dusun Jaten, Desa Jedong, Malang, pada Jumat (16/1). Berpusat di Masjid Rokhmatul Barokah, acara ini mengusung misi untuk menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sejak dini. Sebanyak lebih dari 40 peserta, mulai dari jenjang pra-sekolah hingga SMP, tampak antusias memadati lokasi sejak pagi hari. Ketua KKM 56, Zidan Firdaus Tirta, bersama Ketua Pelaksana, Fachreza Fidzi futachi, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, mereka memberikan motivasi kepada para peserta agar tetap semangat dalam belajar agama. Ada tiga kategori lomba yang dipertandingkan, yaitu lomba adzan, hafalan surah pendek, dan mewarnai kaligrafi. Kemeriahan tidak hanya datang dari para peserta, tetapi juga dari para ibu dan wali murid yang hadir memberikan dukungan. Para pengajar TPQ setempat pun turut mendampingi dan memberikan motivasi kepada anak didik mereka. Rangkaian acara diawali dengan lomba adzan dan mewarnai kaligrafi yang berlangsung khidmat namun meriah. Sebagai penutup, lomba hafalan surah pendek menjadi kompetisi terakhir sekaligus menandai berakhirnya perayaan Isra Miraj yang digelar oleh mahasiswa KKM 56 di Desa Jedong tahun ini.