FATIMAH AZ-ZAHRA
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) sering kali dipahami sebagai aktivitas turun ke masyarakat melalui program-program besar yang bersifat fisik maupun sosial. Namun, di balik itu semua, terdapat peran-peran sederhana yang justru memiliki dampak nyata bagi roda pelayanan publik di tingkat desa. Hal inilah yang dijalani oleh mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 78 ArthaBhumi di Desa Banjarejo,Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Salah satu program kerja yang telah dilaksanakan adalah kegiatan piket di Balai Desa Banjarejo. Program ini menjadi bentuk kontribusi langsung mahasiswa dalam mendukung pelayanan administrasi desa sekaligus sarana pembelajaran praktik tata kelola pemerintahan di tingkat paling dekat dengan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM dibagi jadwal piket harian dengan sistem dua orang setiap hari. Mereka ditempatkan pada bagian administrasi dengan sejumlah tugas, mulai dari menyambut tamu yang datang ke balai desa, membantu proses pemindaian (scan) berkas, hingga mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengarsipan dan administrasi desa. Aktivitas ini menuntut ketelitian, kedisiplinan, serta kemampuan komunikasi yang baik, karena mahasiswa berhadapan langsung dengan perangkat desa maupun masyarakat. Bagi mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 78, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk memahami dinamika birokrasi desa sekaligus menumbuhkan sikap SIINN profesional, peduli, dan siap melayani masyarakat. Harapannya, kontribusi kecil ini dapat membantu kelancaran pelayanan di Desa Banjarejo serta menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam kehidupan akademik maupun sosial di masa mendatang. Tidak hanya itu, Kelompok 78 juga turut berkontribusi dalam pengelolaan website desa. Satu orang mahasiswa secara khusus diminta membantu perangkat desa dalam mengelola dan memperbarui konten website Desa Banjarejo. Peran ini menjadi penting di era digital, di mana transparansi informasi dan akses publik terhadap data desa semakin dibutuhkan. Melalui pendampingan ini, mahasiswa tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga mendorong optimalisasi pemanfaatan media digital desa. Melalui kegiatan piket di balai desa, mahasiswa KKM belajar bahwa pengabdian tidak selalu identik dengan program besar dan seremonial. Justru, keterlibatan dalam aktivitas administratif sehari-hari menjadi ruang pembelajaran nyata tentang pelayanan publik, tanggung jawab, serta pentingnya kerja sama antara mahasiswa dan pemerintah desa.
ILA NUR KAMILA
Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, MI Nurul Huda Pajaran bersama RA Nurul Huda Pajaran, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang mengadakan kegiatan pawai pada tanggal 15 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik dari jenjang RA hingga MI serta guru-guru yang turut ikut serta dalam pawai. Peringatan Isra Mi’raj ini dikemas dalam bentuk kegiatan kebersamaan yang sederhana namun penuh makna, sehingga mampu menghadirkan suasana religius sekaligus menyenangkan bagi seluruh peserta. Pelaksanaan pawai berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah drum band dari anak-anak RA Nurul Huda yang turut memeriahkan jalannya pawai. Dengan iringan musik sederhana dan penuh keceriaan, anak-anak RA tampil percaya diri di barisan depan. Sementara itu, siswa MI dan para guru berjalan bersama mengenakan busana muslim serta membawa atribut bernuansa Islami. Kebersamaan antara siswa, guru, dan anak-anak RA terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Menurut pendapatku saya, keterlibatan anak-anak RA melalui penampilan drum band memberikan warna tersendiri dalam pawai Isra Mi’raj ini. Selain melatih keberanian dan rasa percaya diri sejak usia dini, kegiatan ini juga membuat peringatan Isra Mi’raj terasa lebih hidup dan berkesan. Pawai seperti ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana menanamkan nilai kebersamaan, cinta terhadap agama, dan kebanggaan terhadap madrasah.
KAMELIA FIRDHAUSI
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak hanya menjadi sarana pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata tentang nilai-nilai sosial, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Salah satu pengalaman berharga yang kami dapatkan selama pelaksanaan KKN adalah kesempatan untuk menjadi petugas upacara bendera di MI Nurul Huda Pajaran, Kecamatan Poncokusumo. Upacara bendera yang dilaksanakan pada pagi hari tersebut berlangsung dengan khidmat di halaman sekolah. Mahasiswa KKN dipercaya untuk mengisi beberapa peran penting dalam upacara, mulai dari pembawa acara, pemimpin upacara, pembaca teks Pancasila, pembaca UUD 1945, hingga pengibar bendera Merah Putih. Kepercayaan ini menjadi bentuk sambutan hangat dari pihak sekolah serta wujud kerja sama yang baik antara mahasiswa KKN dan warga sekolah. Bagi para siswa MI Nurul Huda, kehadiran mahasiswa KKN sebagai petugas upacara memberikan suasana yang berbeda dan menambah semangat mereka dalam mengikuti upacara. Anak-anak tampak antusias, tertib, dan penuh perhatian selama upacara berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa keteladanan yang ditampilkan oleh mahasiswa dapat memberikan dampak positif dalam menanamkan nilai kedisiplinan dan rasa cinta tanah air sejak usia dini. Selain menjadi bentuk partisipasi aktif dalam kegiatan sekolah, pengalaman ini juga memberikan pembelajaran bermakna bagi mahasiswa KKN. Kami belajar untuk lebih bertanggung jawab, bekerja sama dalam tim, serta memahami pentingnya persiapan dan koordinasi agar kegiatan berjalan dengan lancar. Upacara bendera bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana pembentukan karakter, baik bagi siswa maupun bagi kami sebagai mahasiswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara mahasiswa KKN dan pihak sekolah, serta tercipta pengalaman yang berkesan dan bermanfaat bagi semua pihak. Menjadi petugas upacara di MI Nurul Huda Pajaran bukan hanya tentang menjalankan peran formal, tetapi juga tentang belajar memberi contoh, mengabdi, dan tumbuh bersama masyarakat.
AZILA AULIA ZAHRA
Program Kerja Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dilaksanakan di Desa Pajaran dan bertempat di rumah Kepala Desa pada tanggal 29 Januari 2026 hingga 2 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga yang sehat dan berkelanjutan. Melalui program ini, mahasiswa bersama masyarakat bekerja sama menciptakan lingkungan yang produktif sekaligus memperkuat semangat gotong royong di desa. Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai konsep KRPL serta manfaat menanam tanaman pangan, sayuran, dan tanaman obat keluarga di sekitar rumah. Warga terlihat antusias mengikuti setiap penjelasan dan aktif berdiskusi tentang cara menanam yang mudah dan sesuai dengan kondisi lingkungan mereka. Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung seperti menyiapkan media tanam, menanam bibit sayuran, serta mengatur tata letak tanaman agar lebih rapi dan mudah dirawat. Selama pelaksanaan program, peserta juga diberikan edukasi tentang perawatan tanaman, pemanfaatan pupuk alami, serta cara mengolah limbah rumah tangga menjadi kompos. Kegiatan berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan karena melibatkan berbagai kalangan masyarakat. Partisipasi aktif warga menunjukkan bahwa program ini tidak hanya memberikan ilmu baru, tetapi juga memotivasi mereka untuk mulai memanfaatkan pekarangan rumah secara produktif. Menurut saya, program kerja KRPL ini merupakan pengalaman yang sangat berharga karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menambah wawasan saya tentang pentingnya ketahanan pangan keluarga. Saya merasa senang dapat berinteraksi langsung dengan warga dan melihat semangat mereka dalam belajar hal baru. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan saya tentang kerja sama tim, komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta pentingnya kegiatan sederhana yang dapat membawa dampak besar bagi kehidupan sehari-hari. Program ini menjadi salah satu momen berkesan yang memberikan pelajaran sekaligus pengalaman bermakna selama pelaksanaan kegiatan di Desa Pajaran.
CYNDI AULIA PRAMESTI
Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 86 Senandika Desa Wonorejo melaksanakan kegiatan penanaman bibit buah yang bertempat di Bukit Dusun Pusung, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2026 dan menjadi salah satu program kerja unggulan kelompok dalam mendukung pelestarian lingkungan desa. Kegiatan penanaman dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa KKM dengan melibatkan masyarakat setempat. Lokasi perbukitan dipilih sebagai upaya penghijauan lahan serta pencegahan kerusakan lingkungan. Berbagai jenis bibit buah ditanam dalam kegiatan ini, diantaranya bibit mangga, sirsak, kopi, palem, serta beberapa jenis tanaman lain yang dinilai sesuai dengan kondisi tanah dan iklim wilayah tersebut. Selain bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa. Tanaman buah yang ditanam berpotensi menjadi sumber pangan, memperbaiki kualitas lingkungan perbukitan, serta membuka peluang ekonomi di masa depan jika dikelola secara berkelanjutan. Perwakilan KKM Kelompok 86 Senandika Desa Wonorejo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa. Penanaman bibit buah ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai upaya menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan aktif dalam proses penanaman dan dukungan terhadap penghentian program ini. Melalui kegiatan penanaman bibit buah di Bukit Dusun Pusung, mahasiswa KKM berharap dapat meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan serta menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan desa yang hijau, lestari, dan bermanfaat bagi generasi mendatang.
MUHAMMAD HAFIDH SHULHAN
Sebagai upaya untuk meningkatkan kreativitas siswa sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, tim KKN kami menyelenggarakan pelatihan pembuatan kerajinan tangan dengan teknik Ecoprint di MI Nurul Huda, Desa Pajaran. Program ini dirancang sebagai sarana edukasi yang menggabungkan seni dan alam, di mana siswa diajak untuk memanfaatkan kekayaan flora yang ada di sekitar lingkungan sekolah dan tempat tinggal mereka. Pemilihan Ecoprint sebagai materi pelatihan didasari oleh kemudahan prosesnya serta nilai edukasinya yang tinggi dalam mengenalkan berbagai jenis tanaman dan pigmen warna alami kepada anak-anak. Dalam pelaksanaannya, teknik yang diperkenalkan kepada para siswa adalah teknik pounding atau teknik pukul, yang dinilai paling aman dan mudah diterapkan untuk tingkat sekolah dasar. Para siswa diinstruksikan untuk membawa berbagai jenis daun dan bunga dengan bentuk serta tekstur yang unik dari lingkungan sekitar. Proses kreatif dimulai dengan menata daun-daun tersebut di atas media kain—seperti tote bag atau kain putih polos—sesuai dengan imajinasi masing-masing siswa. Selanjutnya, daun yang telah tertata ditutup dengan plastik pelindung, lalu dipukul-pukul secara perlahan menggunakan palu kayu hingga pigmen warna alami daun keluar dan tercetak sempurna membentuk motif pada kain. Antusiasme siswa MI Nurul Huda terlihat sangat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Suasana kelas menjadi riuh dan penuh semangat saat mereka mulai memukul-mukul daun untuk mentransfer warna ke kain. Melalui metode praktik langsung ini, siswa belajar bahwa keindahan seni tidak harus selalu berasal dari pewarna sintetis atau bahan kimia, melainkan bisa diciptakan dari bahan-bahan sederhana yang tersedia di alam. Selain melatih motorik halus, kegiatan ini juga mengajarkan kesabaran dan ketelitian, karena setiap jenis daun memerlukan kekuatan pukulan yang berbeda agar serat dan warnanya dapat terekam dengan utuh tanpa merusak kain. Rangkaian kegiatan pelatihan ini diakhiri dengan sesi foto bersama di halaman sekolah sebagai bentuk dokumentasi dan apresiasi. Seluruh siswa dan tim mahasiswa KKN berkumpul dengan wajah ceria sembari memegang dan memamerkan hasil karya Ecoprint mereka masing-masing. Momen kebersamaan dalam bingkai foto ini menjadi penutup yang manis, merekam kebanggaan siswa atas usaha kreatif yang telah mereka tuntaskan. Harapan kami, pengalaman ini tidak hanya menjadi kenangan visual semata, tetapi juga memantik semangat siswa MI Nurul Huda untuk terus bereksplorasi dengan alam dan mengembangkan jiwa seni mereka di masa depan.