Thumbnail
3 months ago
UMKM Kyrara dan Inovasi Olahan Telur Asin di Desa Pajaran

TUHFAH MAULANA SHOLEH

Produk olahan telur khas Desa Pajaran diproduksi oleh brand Kyrara, yang di Google Maps dikenal dengan nama “Telur Asin & Asap Kyrara”. Usaha ini berlokasi di RT.11/RW.03, Dusun Tonboasri, Pajaran, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65157. Kyrara memanfaatkan telur bebek segar dari peternak lokal dan mengolahnya secara tradisional untuk menjaga kualitas serta cita rasa khas desa. Proses utama pembuatan telur asin di Kyrara membutuhkan waktu sekitar 7 hari atau satu minggu. Telur bebek dibersihkan, kemudian diasinkan menggunakan campuran garam dan bahan alami, lalu diperam hingga rasa asin meresap sempurna. Setelah melalui proses tersebut, sebagian telur asin dipanaskan atau diasapkan menggunakan api, sehingga menghasilkan telur asap dengan aroma khas dan rasa yang lebih gurih. Selain telur asin dan telur asap, Kyrara juga mengembangkan produk kerupuk telur asin sebagai bentuk inovasi olahan pangan lokal. Kerupuk ini dibuat dari campuran telur asin ke dalam adonan kerupuk, kemudian dikeringkan dan digoreng hingga renyah. Keberagaman produk Kyrara menunjukkan upaya masyarakat Desa Pajaran dalam meningkatkan nilai tambah telur bebek sekaligus memperkuat potensi UMKM berbasis kearifan lokal.

Thumbnail
3 months ago
Kegiatan Mengajar di MI NURUL HUDA Pajaran, Poncokusumo

MOCH. FAIQ FATHUDHIYA` MUWAFFAQ

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang, salah satunya di bidang pendidikan. Dalam pelaksanaan KKN ini, mahasiswa berkesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan belajar mengajar di MI Nurul Huda yang terletak di Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo. Kegiatan mengajar ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk membantu proses pembelajaran sekaligus menambah pengalaman dalam dunia pendidikan, khususnya di lingkungan sekolah dasar berbasis madrasah. MI Nurul Huda merupakan salah satu lembaga pendidikan dasar yang berada di Desa Pajaran, Poncokusumo. Sekolah ini berperan penting dalam memberikan pendidikan formal dan pendidikan karakter kepada siswa-siswinya. Dengan suasana belajar yang sederhana namun penuh semangat, MI Nurul Huda menjadi tempat yang nyaman bagi siswa untuk menimba ilmu. Kegiatan mengajar dilaksanakan selama masa KKN dengan jadwal yang disesuaikan dengan kegiatan sekolah. Mahasiswa KKN berperan sebagai pendamping guru dalam proses pembelajaran di kelas, membantu menjelaskan materi, membimbing siswa dalam mengerjakan tugas, serta menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Metode pembelajaran yang digunakan antara lain: Pendampingan belajar secara langsung Diskusi dan tanya jawab Pembelajaran interaktif melalui permainan edukatif Membantu siswa membaca, menulis, dan berhitung Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi. Mereka aktif bertanya, berani menjawab pertanyaan, dan menunjukkan semangat belajar yang luar biasa selama kegiatan berlangsung. Kegiatan mengajar ini memberikan manfaat bagi berbagai pihak, antara lain: Bagi siswa: Mendapatkan pendampingan belajar tambahan Meningkatkan motivasi dan semangat belajar Suasana belajar menjadi lebih variatif dan menyenangkan Bagi mahasiswa KKN: pengalaman mengajar secara langsung Melatih kemampuan komunikasi dan kesabaran Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian sosial Kegiatan mengajar di MI Nurul Huda Pajaran, Poncokusumo merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa KKN. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berkontribusi dalam bidang pendidikan, tetapi juga belajar memahami kondisi dan karakter siswa secara langsung. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi siswa serta menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berperan aktif dalam dunia pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Thumbnail
3 months ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 34 Sukseskan Acara Tempo Doelo Bersama Warga Desa Ngadireso

MUHAMMAD SYAUQIY RIDLO SYAMKHOBARUKHIN

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 34 turut berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan Tempo Doelo yang diselenggarakan bersama warga lokal Desa Ngadireso pada Rabu, 15 Januari 2025.   Kegiatan Tempo Doelo ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal serta mempererat hubungan sosial antara masyarakat dan mahasiswa KKM. Acara tersebut diikuti oleh warga setempat, pemuda desa, serta mahasiswa KKM Kelompok 34 yang terlibat langsung dalam berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara.   Syauqiy, salah satu anggota KKM Kelompok 34, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam berinteraksi langsung dengan masyarakat. “Melalui kegiatan Tempo Doelo ini, kami belajar banyak tentang pentingnya menjaga nilai kebersamaan dan melestarikan budaya lokal. Kami merasa bangga bisa terlibat langsung bersama warga dalam menciptakan suasana yang penuh kekeluargaan,” ujarnya.   Mahasiswa KKM Kelompok 34 turut membantu dalam penataan lokasi, pendampingan peserta, serta dokumentasi kegiatan. Selain itu, mahasiswa juga berpartisipasi aktif dalam memeriahkan acara dengan mengenakan busana bernuansa tradisional sebagai bentuk apresiasi terhadap kearifan lokal.   Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan rasa kebersamaan, menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian budaya, serta memperkuat sinergi antara mahasiswa dan masyarakat Desa Ngadireso.   Partisipasi mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 34 dalam kegiatan Tempo Doelo menjadi salah satu wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, sekaligus sarana pembelajaran sosial dan budaya bagi mahasiswa selama menjalani program KKM.

Thumbnail
3 months ago
Lokal Rasa Digital: Cerita UMKM Desa Pajaran Beradaptasi di Era Cashless

SINTA NUR HIDAYAH

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam pengelolaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, digitalisasi UMKM mulai diterapkan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan, memperluas jangkauan pemasaran, serta mendorong kemandirian ekonomi warga desa. Transformasi ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam memanfaatkan media online yang mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan pelaku usaha lokal. Desa Pajaran memiliki beragam UMKM yang tumbuh dari potensi lokal, terutama di bidang pertanian dan usaha rumahan. Produk-produk seperti makanan ringan, olahan hasil pertanian, minuman tradisional, serta jasa usaha kecil menjadi sumber penghasilan penting bagi warga. Namun, keterbatasan dalam sistem pembayaran dan promosi membuat sebagian UMKM belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi berbasis teknologi digital agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan. Penerapan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai menjadi salah satu langkah nyata dalam proses digitalisasi UMKM Desa Pajaran. Dengan QRIS, transaksi jual beli menjadi lebih praktis, cepat, dan aman tanpa harus menggunakan uang tunai. Hal ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi pembeli, tetapi juga membantu pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha secara lebih tertib dan profesional. Penggunaan QRIS juga mencerminkan kesiapan UMKM Desa Pajaran dalam mengikuti perkembangan sistem pembayaran digital yang semakin umum digunakan oleh masyarakat luas. Selain sistem pembayaran digital, pemanfaatan Google Maps turut berperan penting dalam mendukung promosi dan visibilitas UMKM Desa Pajaran. Dengan mendaftarkan lokasi usaha pada Google Maps, pelaku UMKM dapat memperkenalkan usahanya kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk pengunjung dari luar desa. Informasi mengenai lokasi, jam operasional, foto produk, dan ulasan pelanggan membantu meningkatkan kepercayaan konsumen serta memudahkan calon pembeli dalam menemukan tempat usaha. Proses digitalisasi UMKM ini melibatkan kolaborasi antara warga desa, perangkat desa, dan generasi muda yang memiliki pemahaman lebih baik tentang teknologi digital. Melalui pendampingan dan sosialisasi sederhana, pelaku UMKM didorong untuk lebih percaya diri dalam menggunakan QRIS dan Google Maps sebagai sarana pengembangan usaha. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan transformasi digital ini, karena perubahan tidak hanya datang dari teknologi, tetapi juga dari kesiapan sumber daya manusianya. Dampak dari penerapan digitalisasi UMKM mulai dirasakan oleh warga Desa Pajaran. Usaha-usaha lokal menjadi lebih dikenal, transaksi semakin efisien, dan citra UMKM meningkat menjadi lebih modern dan profesional. Digitalisasi ini juga membuka peluang baru bagi peningkatan pendapatan dan penguatan ekonomi desa secara keseluruhan. Melalui pemanfaatan QRIS dan Google Maps, Desa Pajaran menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan UMKM di era digital. Inisiatif ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi desa lain dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat dan peningkatan kesejahteraan warga desa.

Thumbnail
3 months ago
KKM UIN Malang Kelompok 34 Turut Berpartisipasi dalam Istighosah dan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

M. RIZKY GUNAWAN

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 34 turut berpartisipasi dalam kegiatan Istighosah dan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2026 M yang diselenggarakan di Mushola Miftakhul Khoir RW 05 Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo, pada Rabu malam, 14 Januari 2026 (Rajab 1447 H). Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat setempat, tokoh agama, pengurus mushola, serta mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 34. Acara diawali dengan pembacaan istighosah dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh KH. Fadil Khozin dari Malang. Mahasiswa KKM Kelompok 34 turut membantu dalam kelancaran kegiatan, mulai dari persiapan tempat, pengaturan jamaah, hingga pendampingan selama acara berlangsung. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat mempererat hubungan silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kegiatan keagamaan. Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta meneladani perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, khususnya dalam menegakkan ibadah shalat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 34 berharap dapat terus berkontribusi aktif dalam kegiatan sosial-keagamaan di Desa Pajaran serta memperkuat nilai-nilai religius di tengah masyarakat.

Thumbnail
3 months ago
Inspirasi Transformasi Pendidikan di Sela Kegiatan KKM

HARITS YUDHO WAHYUJAYANTO

Momen paling berkesan dalam kegiatan KKM ini yaitu saat pelaksanaan pemeriksaan kesehatan (medical check-up) bagi pasangan suami istri Calon Jemaah Haji (CJH). Ibu Sri Winarni, sosok yang berperan besar dalam sejarah SDN Sumbergondo 02, bercerita tentang pengalamannya sewaktu mengajar, beliaru bercerita mengenai transformasi sekolah yang dikepalai beliau dari citra sekolah yang semula dipandang sebelah mata menjadi institusi percontohan tingkat internasional. Prinsip kepemimpinan beliau sangat tegas: reformasi harus dimulai dari pendidiknya terlebih dahulu melalui keteladanan dan profesionalisme, yang kemudian akan berimbas pada kualitas siswa. Hal ini menyiratkan bahwa "Fix the roots to save the fruit" untuk menyelesaikan sebuah masalah yang telah menyebabkan dampak yang luas terkadang kita perlu untuk mengatasi akar penyebab masalah untuk mengatasi masalah yang rumit