Thumbnail
3 months ago
Kegiatan Bersih Masjid Jami' Baiturrohim oleh KKM 34 Pionir UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

ZAHWA NADHIFA BIL`ILMI

Kegiatan membersihkan Masjid Jami' Baiturrohim yang dilaksanakan oleh Anggota KKM 34 Pionir Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang pada tanggal ..... Januari 2026 berlangsung dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan. Bertempat di Masjid Jami' Baiturrohim, Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, kegiatan ini dimulai sejak pagi hari dengan kondisi yang mendukung. Para mahasiswa secara bersama-sama membersihkan area masjid, mulai dari ruang utama salat, serambi, tempat wudu, hingga halaman sekitar masjid. Suasana kegiatan terasa khidmat namun tetap hangat, mencerminkan kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota KKM 34 Pionir dengan dukungan dari pengurus Masjid Jami' Baiturrohim serta masyarakat sekitar. Pengurus masjid memberikan sambutan yang baik, arahan, serta memfasilitasi kebutuhan selama kegiatan berlangsung. Masyarakat sekitar juga menunjukkan dukungan moral dan rasa senang atas kehadiran mahasiswa yang turut peduli terhadap kebersihan masjid. Kolaborasi antara mahasiswa, pengurus masjid, dan warga desa ini mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam menjaga fasilitas ibadah umat. Pelaksanaan kegiatan bersih masjid ini dilandasi oleh nilai-nilai keislaman, salah satunya adalah ajaran bahwa kebersihan merupakan bagian penting dari keimanan, yang sering dikenal dengan ungkapan “النَّظَافَةُ مِنَ الإِيْمَانِ” (Annadhāfatu minal īmān). Secara dalil yang kuat, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 108, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” Ayat ini menegaskan bahwa menjaga kebersihan, termasuk kebersihan masjid, merupakan amalan yang dicintai oleh Allah SWT. Para ulama juga menjelaskan bahwa memelihara kesucian dan kebersihan masjid adalah bagian dari upaya memuliakan tempat ibadah dan mendukung kekhusyukan dalam beribadah. Dari sisi sosial dan keagamaan, kegiatan ini menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial warga. Dengan adanya kegiatan bersih masjid, mahasiswa KKM berupaya menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan masjid adalah tanggung jawab kolektif. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, menciptakan interaksi yang positif serta membangun kepercayaan selama masa pelaksanaan KKM. Alhamdulillah, kegiatan membersihkan Masjid Jami' Baiturrohim berjalan dengan lancar, tertib, dan sesuai dengan rencana. Antusiasme anggota KKM terlihat dari semangat dan kerja sama yang solid dalam menyelesaikan setiap tugas. Sambutan positif juga datang dari pengurus masjid dan masyarakat sekitar yang merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini. Beberapa warga menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terhadap kebersihan masjid yang menjadi pusat aktivitas ibadah masyarakat Desa Pajaran. Melalui kegiatan ini, diharapkan Masjid Jami' Baiturrohim menjadi tempat ibadah yang lebih bersih, nyaman, dan menenangkan sehingga masyarakat dapat beribadah dengan lebih khusyuk. Dengan lingkungan masjid yang terawat, diharapkan pula tumbuh kesadaran masyarakat untuk terus menjaga kebersihan secara berkelanjutan. Bagi mahasiswa KKM 34 Pionir UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kegiatan ini diharapkan menjadi pengalaman berharga dalam menanamkan nilai kepedulian sosial, pengabdian, dan keikhlasan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan baik oleh masyarakat maupun oleh mahasiswa sendiri dalam jangka panjang.

Thumbnail
3 months ago
Mengajar Mengeja Alif Ba Ta, Belajar Mengabdi pada Keikhlasan: Sebuah Memori dari TPQ Ar-Rohman

HALIMATUS KHANIFAH AZAHRO

TPQ Ar-Rohman PANDANWANGI KECAMATAN BLIMBING – Mahasiswa KKM ARUNIKANUSA Kelompok 5 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang turut serta dalam mendukung kegiatan pendidikan keagamaan melalui pendampingan pembelajaran di TPQ Ar-Rohman, Desa Blimbing. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja utama kolaborasi antara mahasiswa KKM dengan pengurus TPQ dalam mendukung proses belajar mengajar serta penguatan literasi Al-Qur’an bagi generasi muda di desa tersebut. Dalam pembelajaran tersebut, mahasiswa KKM ARUNIKANUSA Kelompok 5 menyampaikan materi mulai dari bimbingan bacaan Iqra’ hingga pendampingan hafalan surat-surat pendek (Juz Amma). Materi dikemas secara sederhana, sabar, dan komunikatif agar mudah dipahami oleh para santri, serta dilengkapi dengan pengajaran adab dan akhlakul karimah yang relevan dengan situasi kehidupan sehari-hari. Setelah penyampaian materi secara umum, santri diarahkan untuk melakukan sesi talaqqi atau setoran bacaan secara individu. Mahasiswa KKM mendampingi santri selama proses ini, membantu membetulkan pelafalan makhraj huruf serta memberikan pemahaman dasar mengenai hukum tajwid yang benar. Melalui kegiatan pendampingan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga belajar banyak dari ketulusan dan semangat para santri di TPQ Ar-Rohman. Di balik setiap ejaan Alif, Ba, Ta yang dilantunkan, terdapat pelajaran tentang keikhlasan dalam berbagi ilmu dan ketulusan dalam menjalin ikatan kekeluargaan. Diharapkan melalui kontribusi KKM ARUNIKANUSA Kelompok 5 ini, santri TPQ Ar-Rohman dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an secara keseluruhan serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia. Bagi mahasiswa, setiap momen yang dilalui di TPQ ini menjadi memori berharga tentang pengabdian yang sesungguhnya di tanah Desa Blimbing.

Thumbnail
3 months ago
Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Air Cucian Beras

ROJI RAHMATILLAH

Sebagai bagian dari pelaksanaan program kerja pada bidang lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, Kelompok KKM 58 Ranasvara menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar limbah air cucian beras di Desa Sumbersuko. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga yang selama ini kurang dimanfaatkan, agar dapat diolah menjadi produk yang bernilai guna sekaligus ramah terhadap lingkungan. Sosialisasi dilaksanakan di balai pertemuan desa dengan melibatkan warga setempat, kader masyarakat, serta perangkat desa. Kegiatan berlangsung dalam suasana yang tertib, kondusif, dan penuh antusiasme. Sejak awal acara, masyarakat menunjukkan minat yang tinggi terhadap materi yang disampaikan, terutama karena bahan utama pembuatan POC berasal dari air cucian beras yang mudah diperoleh dan tersedia di hampir setiap rumah tangga. Dalam pemaparan materi, mahasiswa KKM menjelaskan pengertian pupuk organik cair, manfaat penggunaannya bagi pertumbuhan tanaman, serta kandungan nutrisi yang terdapat dalam air cucian beras, seperti karbohidrat, vitamin B, dan mineral yang berperan penting dalam mendukung kesuburan tanaman. Selain itu, disampaikan pula berbagai manfaat penggunaan POC, antara lain meningkatkan kualitas tanah, menunjang pertumbuhan tanaman secara alami, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dalam jangka panjang. Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya berfokus pada penyampaian teori, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung pembuatan pupuk organik cair. Mahasiswa KKM memperagakan langkah-langkah pembuatan POC, mulai dari pengumpulan bahan, proses pencampuran, tahapan fermentasi, hingga teknik penyimpanan yang benar agar kualitas pupuk tetap terjaga. Melalui sesi praktik ini, masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih jelas dan aplikatif sehingga dapat menerapkannya secara mandiri di rumah masing-masing. Selain praktik, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif antara mahasiswa KKM dan peserta sosialisasi. Berbagai pertanyaan diajukan oleh warga, seperti durasi fermentasi, takaran penggunaan pupuk cair pada tanaman, serta jenis tanaman yang sesuai untuk menggunakan POC. Seluruh pertanyaan dijawab secara komunikatif dan rinci oleh mahasiswa KKM, sehingga masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terkait penggunaan pupuk organik cair. Tujuan Kegiatan Adapun tujuan dari kegiatan sosialisasi pembuatan POC ini meliputi: Memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah air cucian beras agar memiliki nilai guna. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan produk yang ramah lingkungan. Mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan pupuk kimia. Mendorong pemanfaatan potensi dan sumber daya lokal untuk mendukung kegiatan pertanian dan tanaman pekarangan. Membekali masyarakat dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sasaran Peserta Sasaran kegiatan sosialisasi ini adalah warga Desa Sumbersuko, khususnya ibu rumah tangga, kelompok tani, kader lingkungan, serta masyarakat yang memiliki tanaman pekarangan. Penentuan sasaran ini bertujuan agar ilmu dan keterampilan yang diberikan dapat langsung diaplikasikan dalam aktivitas rumah tangga maupun pertanian skala kecil di lingkungan desa. Hasil yang Dicapai Melalui pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini, beberapa hasil yang berhasil dicapai antara lain: Meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat serta cara pembuatan pupuk organik cair. Bertambahnya keterampilan warga dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna. Tumbuhnya kesadaran bersama untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Terjalinnya hubungan yang semakin baik antara mahasiswa KKM dan masyarakat Desa Sumbersuko. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan yang berorientasi pada lingkungan dan keberlanjutan. Penutup Melalui kegiatan sosialisasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah air cucian beras ini, Kelompok KKM 58 Ranasvara berharap masyarakat Desa Sumbersuko dapat terus menumbuhkan kebiasaan positif dalam mengelola limbah serta memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat secara praktis, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan. Selain memberikan dampak positif bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa KKM dalam menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung di lapangan. Diharapkan program ini dapat menjadi inspirasi bagi kegiatan serupa di masa mendatang serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan desa yang berwawasan lingkungan.

Thumbnail
3 months ago
Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Air Cucian Beras

DIMAS SULISTYO FARRAS

Oleh: Dimas Sulistyo Farras • 9 February 2026, 16:25 Sebagai bagian dari program kerja di bidang lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, Kelompok KKM 58 Ranasvara melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah air cucian beras di Desa Sumbersuko. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga yang selama ini sering terbuang percuma agar dapat diolah menjadi produk yang bernilai guna serta ramah lingkungan. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di balai pertemuan desa dengan melibatkan warga setempat, kader masyarakat, serta perangkat desa. Suasana kegiatan berlangsung dengan tertib, kondusif, dan penuh antusiasme. Sejak awal kegiatan, masyarakat menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap materi yang disampaikan, terutama karena bahan utama pembuatan POC berasal dari air cucian beras yang mudah diperoleh dan tersedia di hampir setiap rumah tangga. Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKM menjelaskan konsep dasar pupuk organik cair, manfaat penggunaannya bagi tanaman, serta kandungan nutrisi yang terdapat dalam air cucian beras, seperti karbohidrat, vitamin B, serta mineral yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Selain itu, mahasiswa juga memaparkan dampak positif penggunaan POC terhadap kesuburan tanah, peningkatan kualitas tanaman, serta pengurangan penggunaan pupuk kimia yang berpotensi merusak lingkungan dalam jangka panjang. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemaparan teori, tetapi juga dilengkapi dengan sesi praktik pembuatan POC secara langsung. Mahasiswa KKM memperagakan tahapan pembuatan pupuk organik cair, mulai dari pengumpulan bahan, proses pencampuran, teknik fermentasi, hingga cara penyimpanan yang tepat agar kualitas pupuk tetap terjaga. Melalui praktik ini, masyarakat dapat memahami proses pembuatan POC secara lebih jelas dan aplikatif, sehingga dapat langsung diterapkan secara mandiri di rumah masing-masing. Selain sesi praktik, kegiatan sosialisasi juga diisi dengan diskusi interaktif antara mahasiswa KKM dan warga. Berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta, seperti lama waktu fermentasi, dosis penggunaan pupuk cair pada tanaman, serta jenis tanaman yang cocok menggunakan POC. Mahasiswa KKM memberikan penjelasan secara rinci dan komunikatif sehingga masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh terkait pemanfaatan pupuk organik cair. Tujuan Kegiatan Adapun tujuan dari kegiatan sosialisasi pembuatan POC ini antara lain: Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan limbah air cucian beras agar lebih bermanfaat. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan produk ramah lingkungan. Mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia. Mendorong pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung pertanian dan tanaman pekarangan. Membekali masyarakat dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sasaran Peserta Sasaran kegiatan sosialisasi ini meliputi warga Desa Sumbersuko, khususnya ibu rumah tangga, kelompok tani, kader lingkungan, serta masyarakat yang memiliki tanaman pekarangan. Pemilihan sasaran ini bertujuan agar pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dapat langsung diaplikasikan dalam kegiatan rumah tangga maupun pertanian skala kecil di lingkungan desa. Hasil yang Dicapai Melalui pelaksanaan kegiatan ini, beberapa hasil yang berhasil dicapai antara lain: Meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan cara pembuatan pupuk organik cair. Bertambahnya keterampilan warga dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna. Terciptanya kesadaran kolektif untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Terjalinnya hubungan yang semakin erat antara mahasiswa KKM dan masyarakat Desa Sumbersuko. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan berbasis lingkungan dan keberlanjutan. Dokumentasi Kegiatan Sebagai bentuk dokumentasi, kegiatan sosialisasi diabadikan melalui sesi foto bersama antara mahasiswa KKM, perangkat desa, dan warga peserta kegiatan. Dokumentasi ini menjadi bukti nyata terlaksananya program kerja serta menjadi arsip kegiatan yang dapat digunakan sebagai bahan laporan, publikasi desa, maupun dokumentasi kelembagaan. Penutup Melalui kegiatan sosialisasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah air cucian beras ini, Kelompok KKM 58 Ranasvara berharap masyarakat Desa Sumbersuko dapat terus mengembangkan kebiasaan positif dalam pengelolaan limbah dan pemanfaatan sumber daya lokal. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat secara praktis, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan. Selain memberikan dampak positif bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa KKM dalam menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung di lapangan. Diharapkan, program ini dapat menjadi inspirasi bagi kegiatan serupa di masa mendatang dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa yang berwawasan lingkungan.

Thumbnail
3 months ago
Perkuat Sinergi Program, KKM Arunika Karsa 110 UIN Malang Temui Takmir dan TPQ Masjid Muthohharun

ZIDNI ILMAN NAFIA

Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Arunika Karsa 110 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan agenda pertemuan koordinasi bersama pihak Takmir Masjid dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Masjid Muthohharun, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat sinergi program pengabdian kepada masyarakat yang akan dijalankan selama masa pelaksanaan KKM. Pertemuan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari kegiatan survei lokasi yang telah dilakukan sebelumnya. Melalui forum ini, mahasiswa KKM berkesempatan memaparkan hasil temuan lapangan sekaligus mendiskusikan rencana program kerja yang akan dilaksanakan bersama mitra masjid. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan gagasan mahasiswa dengan kebutuhan serta harapan pihak takmir dan pengelola TPQ agar program yang dirancang dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata. Dalam suasana yang dialogis dan penuh keterbukaan, perwakilan Takmir Masjid Muthohharun menyampaikan gambaran umum mengenai peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Masjid Muthohharun selama ini aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan, mulai dari ibadah rutin, kajian, hingga pendidikan Al-Qur’an melalui TPQ yang menjadi wadah pembinaan generasi muda. Keberadaan TPQ dinilai memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini. Pihak TPQ Masjid Muthohharun turut menyampaikan kondisi pembelajaran yang berjalan, termasuk jumlah murid, metode pengajaran, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan. Beberapa tantangan yang disampaikan antara lain keterbatasan sumber daya pengajar, kebutuhan inovasi metode pembelajaran, serta perlunya pendampingan dalam kegiatan edukatif yang bersifat kreatif dan menyenangkan bagi murid. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa KKM Arunika Karsa 110 menyampaikan komitmennya untuk berperan aktif dalam mendukung kegiatan masjid dan TPQ. Berbagai gagasan program kerja disampaikan, seperti pendampingan belajar murid TPQ, penguatan literasi Al-Qur’an, kegiatan edukasi berbasis nilai-nilai keislaman, serta program sosial yang melibatkan remaja masjid dan masyarakat sekitar. Program-program tersebut dirancang dengan pendekatan partisipatif agar dapat diterima dan dijalankan secara bersama-sama. Ketua Kelompok KKM Arunika Karsa 110 menyampaikan bahwa sinergi dengan takmir dan TPQ merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan KKM. Menurutnya, mahasiswa hadir bukan hanya sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai mitra yang siap belajar dan berkontribusi sesuai kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi sejak awal menjadi langkah strategis dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan. Pertemuan ini juga menjadi forum untuk membahas teknis pelaksanaan program, termasuk penjadwalan kegiatan, pembagian peran, serta bentuk dukungan yang dibutuhkan dari masingmasing pihak. Mahasiswa KKM dan pihak masjid sepakat untuk menjaga komunikasi yang intensif agar setiap program dapat berjalan secara terarah dan terkoordinasi dengan baik. Selain membahas program pendidikan dan keagamaan, pertemuan ini turut menyinggung potensi pengembangan kegiatan sosial kemasyarakatan berbasis masjid. Masjid Muthohharun diharapkan dapat terus berperan sebagai pusat pemberdayaan umat, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam penguatan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Kehadiran mahasiswa KKM diharapkan dapat memberikan warna baru dan inovasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Kegiatan pertemuan ditutup dengan kesepakatan bersama untuk mendukung pelaksanaan program KKM Arunika Karsa 110 UIN Malang selama masa pengabdian. Pihak takmir dan TPQ menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam membangun komunikasi dan kerja sama yang konstruktif. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan kegiatan masjid dan TPQ. Melalui pertemuan ini, KKM Arunika Karsa 110 UIN Malang menegaskan komitmennya untuk menjalankan pengabdian masyarakat yang berbasis kolaborasi, kebutuhan nyata, dan nilai-nilai keislaman. Dengan dukungan dari takmir dan TPQ Masjid Muthohharun, program KKM diharapkan dapat berjalan secara optimal serta memberikan kontribusi nyata bagi Masyarakat jama’ah masjid.

Thumbnail
3 months ago
Agrotani dan KWT sebagai Pilar Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Desa Sumberdem

JIHAN AULIA PUTRI

  Agrotani dan KWT sebagai Pilar Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Desa Sumberdem Dusun Ngemplak, Desa Sumberdem — Ketahanan pangan saat ini menjadi topik yang semakin sering dibicarakan, terutama di wilayah pedesaan. Bukan hanya soal ada atau tidaknya bahan makanan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, keberadaan Agrotani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) memiliki peran yang cukup penting sebagai wadah pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian sederhana, salah satunya yang terlihat di Desa Sumberdem sebagai Kampung KRPL  Agrotani dan KWT pada dasarnya bukan hanya kelompok yang berfokus pada kegiatan menanam, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama bagi warga desa. Melalui kegiatan seperti penanaman sayuran, pengelolaan tanaman obat keluarga, hingga pengolahan hasil panen, masyarakat mendapatkan pengalaman langsung yang bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari. Di Desa Sumberdem sendiri, konsep Kampung KRPL mendorong warga untuk lebih aktif memanfaatkan lahan di sekitar rumah sehingga kegiatan bertani menjadi lebih terarah dan berkelanjutan. Salah satu bentuk nyata dari kegiatan Agrotani dan KWT adalah pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan produktif. Banyak pekarangan yang sebelumnya kosong atau hanya ditanami tanaman hias, kemudian mulai dimanfaatkan untuk menanam cabai, tomat, bayam, kangkung, dan berbagai jenis sayuran lainnya. Hasilnya memang tidak selalu besar, tetapi cukup membantu kebutuhan dapur harian. Dari sini, masyarakat mulai merasakan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari skala kecil, yaitu keluarga. Konsep KRPL di Desa Sumberdem menjadi contoh bahwa pekarangan rumah memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik. Selain berdampak pada kebutuhan pangan, kegiatan ini juga memberikan pengaruh terhadap kondisi ekonomi warga. Beberapa anggota KWT mulai mencoba menjual hasil panen atau produk olahan sederhana seperti keripik sayur, sambal, hingga bibit tanaman. Walaupun skalanya masih kecil, hal ini menunjukkan adanya potensi ekonomi yang bisa dikembangkan lebih lanjut. Setidaknya, kegiatan ini membuka peluang tambahan pemasukan dan mengurangi pengeluaran rumah tangga, khususnya bagi ibu-ibu yang tergabung dalam KWT Desa Sumberdem. Dari sisi sosial, keberadaan Agrotani dan KWT juga mempererat hubungan antarwarga. Kegiatan menanam bersama, berbagi bibit, hingga diskusi perawatan tanaman menciptakan interaksi yang lebih aktif di lingkungan desa. Perempuan yang tergabung dalam KWT pun memiliki ruang untuk berkontribusi lebih luas, tidak hanya dalam lingkup rumah tangga tetapi juga dalam kegiatan produktif masyarakat. Secara tidak langsung, hal ini menumbuhkan rasa percaya diri, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar Kampung KRPL. Menariknya lagi, kegiatan pertanian sederhana ini juga bisa menjadi media edukasi bagi anak-anak. Mereka dapat melihat langsung proses menanam, merawat, hingga memanen tanaman. Dari situ, muncul pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan dan menghargai proses mendapatkan makanan. Nilai-nilai seperti tanggung jawab dan kerja sama juga ikut terbentuk secara alami melalui aktivitas sehari-hari di pekarangan rumah. Secara keseluruhan, Agrotani dan KWT dapat dikatakan sebagai salah satu pilar penting dalam upaya memperkuat ekonomi sekaligus ketahanan pangan desa, khususnya di Desa Sumberdem sebagai Kampung KRPL. Perubahan yang dihasilkan memang tidak instan dan tidak selalu besar, tetapi bersifat nyata dan berkelanjutan. Dari pekarangan rumah yang sederhana, masyarakat belajar untuk lebih mandiri, produktif, dan peduli terhadap lingkungan. Hal kecil seperti menanam sayur ternyata bisa menjadi langkah awal menuju desa yang lebih berdaya dan tahan pangan.