Thumbnail
8 months ago
Menanamkan Budaya Anti Perundungan Sejak Dini Melalui Edukasi Stop Bullying oleh KKM UIN Malang di SDN I Wonomulyo

NAJWA NAILAFARH

Isu perundungan (bullying) di lingkungan sekolah dasar merupakan permasalahan serius yang tidak dapat dipandang sebagai persoalan sederhana. Fenomena ini kerap termanifestasi dalam bentuk ejekan verbal, tindakan fisik, pengucilan sosial, maupun candaan yang melampaui batas kewajaran, yang berpotensi menimbulkan dampak psikologis jangka panjang terhadap peserta didik. Dampak tersebut tidak hanya memengaruhi kondisi emosional anak, tetapi juga berimplikasi terhadap perkembangan sosial, akademik, dan pembentukan karakter. Berangkat dari urgensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 38 melaksanakan kegiatan Sosialisasi Stop Bullying di SDN Wonomulyo I pada pukul 08.00–11.00 WIB di ruang kelas 3. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya edukasi preventif yang bertujuan meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai definisi dan bahaya perundungan, klasifikasi bentuk-bentuk bullying yang meliputi verbal, fisik, dan sosial, dampak yang ditimbulkan, serta mekanisme pencegahan dan pelaporan tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Penyampaian materi dilakukan melalui pendekatan komunikatif dan partisipatif yang disesuaikan dengan karakteristik perkembangan kognitif dan sosial peserta didik. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi secara monologis, melainkan juga memfasilitasi diskusi interaktif. Siswa diajak mengidentifikasi contoh perilaku perundungan yang mungkin mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus mendiskusikan alternatif perilaku yang lebih konstruktif dan berorientasi pada nilai empati. Partisipasi aktif siswa terlihat dari kemampuan mereka dalam menyebutkan bentuk-bentuk perundungan, menjelaskan dampaknya, serta mengemukakan harapan terhadap terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai. Sebagai bagian dari strategi edukatif, mahasiswa menghadirkan media pembelajaran kreatif berupa lembar pesan moral yang diwujudkan dalam bentuk “pohon harapan”. Melalui media tersebut, siswa menuliskan komitmen dan aspirasi mereka untuk mewujudkan budaya sekolah yang bebas dari perundungan. Pohon harapan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai simbol visual, tetapi juga sebagai representasi komitmen kolektif dalam membangun budaya saling menghormati dan menghargai perbedaan. Secara pedagogis, kegiatan ini menegaskan pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini. Sekolah dasar merupakan fase fundamental dalam pembentukan nilai empati, toleransi, tanggung jawab sosial, dan kesadaran moral. Pemahaman mengenai konsekuensi tindakan mengejek, mengucilkan, atau menyakiti teman diharapkan dapat mendorong peserta didik untuk menginternalisasi nilai-nilai etis dalam interaksi sosial sehari-hari. Mahasiswa KKM Kelompok 38 juga melakukan koordinasi dengan pihak sekolah guna memastikan keberlanjutan program edukasi anti perundungan. Upaya tersebut mencakup pemantauan perilaku siswa bersama guru kelas, penguatan pesan moral melalui kegiatan lanjutan, serta penyusunan dokumentasi dan laporan kegiatan sebagai bentuk akuntabilitas akademik. Kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa dan pihak sekolah menjadi faktor penting agar sosialisasi tidak berhenti pada tataran seremonial, melainkan berkelanjutan dalam praktik keseharian. Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Kivah Aha Putra, M.Pd.I. Pendampingan akademik tersebut memastikan bahwa program yang dijalankan mahasiswa memiliki relevansi sosial yang kuat, landasan konseptual yang jelas, serta selaras dengan nilai-nilai pendidikan karakter dan moderasi. Dalam perspektif yang lebih luas, kegiatan sosialisasi Stop Bullying ini merefleksikan peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Pengabdian kepada masyarakat tidak terbatas pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup penguatan kesadaran kolektif terhadap isu-isu sosial yang berdampak langsung pada kualitas generasi mendatang. Intervensi edukatif di ruang kelas dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang aman, inklusif, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan, melainkan juga proses pembentukan sikap, nilai, dan karakter. Upaya menanamkan budaya anti perundungan sejak dini menjadi investasi sosial jangka panjang dalam mewujudkan masyarakat yang beradab dan berkeadilan.  

Thumbnail
8 months ago
Mahasiswa KKM Kelompok 54 Laksanakan Penanaman Bibit di Dusun Bendrong

NABILA FARIDA FARAH

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sebagai wujud implementasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa berkesempatan terjun langsung ke tengah masyarakat Desa Argosari Jabung, mengenal permasalahan yang ada, serta berkontribusi melalui berbagai program kerja yang bermanfaat.    Adapun program kerja yang kami jalankan dirancang agar berdampak nyata dan berkelanjutan, yaitu menanam bibit bersama warga sebagai upaya menjaga dan memulihkan lingkungan, membantu proses pemerahan susu untuk mendukung peternak lokal agar produksi lebih efesien dan higienis, menggelar sosialisasi OJK guna meningkatkan literasi keuangan masyarakat untuk memahami kredit danagar bisa mulai menabung, lalu mengajar TPQ untuk mendampingi anak-anak belajar membaca Al-quran dan menumbuhkan sikap disiplin serta kepedulian sosial, mengadakan bimbel untuk anak-anak disekitar agar bisa belajar dengan mudah. semua kegiatan ini kami lakukan sambil terus berkomunikasi dengan warga, menyesuaikan program dengan kebutuhan nyata di lapangan, dan mendokumentasikan setiap proses supaya manfaatnya bisa diteruskan setelah KKM selesai. Baca laporannya atau berita lengkapnya bisa dilihat di sini :   https://www.kompasiana.com/fillahanjany6106

Thumbnail
8 months ago
UIN Malang Berdaya! Kolaborasi Dinas Perikanan dan Karang Taruna Desa Pakis Kembar, KKM UIN Malang Jadikan Sungai Desa Sentra Ekonomi Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "UIN Malang Berdaya! Kolaborasi Dinas Perikanan dan Karang Taru

M.ADITYA DZAKIYYUL FIKRI

https://www.kompasiana.com/hurin31681/6965219b34777c470a369d62/uin-malang-berdaya-kolaborasi-dinas-perikanan-dan-karang-taruna-desa-pakis-kembar-kkm-uin-malang-jadikan-sungai-desa-sentra-ekonomi

Thumbnail
8 months ago
Kegiatan Keagamaan Bersama Masyarakat: Jamaah Maghrib hingga Isya

AISYAH ALYA RAHMA

Sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kelompok Ranasvara turut aktif dalam kegiatan keagamaan bersama warga Desa Sumbersuko. Salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan adalah mengikuti salat Maghrib berjamaah di masjid bersama masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial sekaligus meningkatkan nilai spiritual selama masa pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Setelah melaksanakan salat Maghrib berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur'an bersama. Mahasiswa KKM menerapkan konsep one day one juz, yaitu membaca Al-Qur'an secara bergantian hingga menunggu waktu salat Isya. Kegiatan tadarus ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan, serta menjadi momen yang menenangkan setelah menjalani berbagai aktivitas pengabdian sepanjang hari. Menjelang waktu Isya, mahasiswa KKM bersama masyarakat kembali melaksanakan salat Isya berjamaah. Kebersamaan dalam menjalankan ibadah ini semakin mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dan warga Desa Sumbersuko, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan keagamaan ini, kelompok Ranasvara berharap dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta memberikan contoh positif dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian penting dari upaya mahasiswa KKM dalam berbaur, beradaptasi, dan berkontribusi secara langsung di tengah-tengah masyarakat Desa Sumbersuko.

Thumbnail
8 months ago
UIN Malang Berdaya! Kolaborasi Dinas Perikanan dan Karang Taruna Desa Pakis Kembar, KKM UIN Malang Jadikan Sungai Desa Sentra Ekonomi

EARLY NAJWAH MUROJ

https://www.kompasiana.com/hurin31681/6965219b34777c470a369d62/uin-malang-berdaya-kolaborasi-dinas-perikanan-dan-karang-taruna-desa-pakis-kembar-kkm-uin-malang-jadikan-sungai-desa-sentra-ekonomi

Thumbnail
8 months ago
SUARA PERLINDUNGAN DARI MAHASISWA: MAHASISWA KKM KELOMPOK 22 MENGUPAS BAHAYA CHILD GROOMING DI RADIO MADINAH FM

HAPPY MARSHA AUDINA

Di tengah deru frekuensi dakwah Radio Madinah FM yang memancar dari kompleks Masjid Agung Jami’ Malang, mahasiswa KKM Kelompok 22 mengambil peran yang sangat vital. Pada sesi siaran kali ini, mereka tidak hanya menyapa pendengar dengan kabar pengabdian, melainkan membawa sebuah isu krusial yang menjadi ancaman nyata bagi masa depan generasi muda: "Child Grooming". Duduk di depan mikrofon studio, para mahasiswa Kelompok 22 menyadari bahwa child grooming adalah topik yang sensitif namun mendesak untuk dibicarakan. Di bawah lampu merah tanda "On Air", mereka mulai mengupas tuntas fenomena ini. Child grooming sebuah upaya manipulatif yang dilakukan orang dewasa untuk membangun hubungan emosional dengan anak-anak demi tujuan eksploitasi-dipaparkan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat luas, terutama para orang tua yang menjadi pendengar setia Madinah FM.   "Kita harus waspada jika ada orang dewasa yang mencoba membangun rahasia khusus dengan anak kita," tegas salah satu perwakilan mahasiswa melalui pengeras suara. Edukasi ini menjadi sangat kuat karena dilakukan di Radio Madinah FM, di mana nilai-nilai keluarga dan agama sangat dijunjung tinggi. Para mahasiswa menekankan bahwa menjaga anak bukan hanya tugas fisik, tetapi juga menjaga ruang digital mereka dengan kasih sayang dan keterbukaan. Siaran ini menjadi bukti nyata bahwa KKM Kelompok 22 mampu membawa misi akademis ke dalam ruang publik yang luas. Pengelola Radio Madinah FM memberikan apresiasi tinggi terhadap pemilihan topik ini. Bagi mereka, dakwah tidak hanya soal ibadah mahdah, tetapi juga tentang hifzhun nafs (menjaga jiwa) dan hifzhun nasl (menjaga keturunan), yang salah satunya dilakukan dengan mengedukasi masyarakat tentang bahaya predator anak. Respon dari pendengar pun terasa hangat. Melalui saluran interaktif, beberapa orang tua menyampaikan rasa terima kasihnya karena menjadi lebih paham mengenai batasan-batasan interaksi sosial anak yang sehat. Mahasiswa Kelompok 22 berhasil menciptakan ruang diskusi yang aman, di mana rasa khawatir diubah menjadi kewaspadaan yang cerdas. Sesi siaran ditutup dengan pesan yang mendalam: bahwa setiap anak berhak tumbuh di lingkungan yang aman dan penuh kejujuran. Mahasiswa Kelompok 22 mengajak seluruh masyarakat Malang Raya untuk tidak abai dan terus memperkuat komunikasi dalam keluarga. Pengalaman bersiaran di Radio Madinah FM tentang child grooming ini memberikan kebanggaan tersendiri bagi Kelompok 22. Mereka pulang dari studio dengan harapan bahwa suara yang mereka pancarkan hari itu bisa menjadi benteng bagi satu, dua, atau bahkan ratusan anak di luar sana. Dari balik mikrofon di jantung Kota Malang, mereka telah menyuarakan bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa ditunda.