LUTHFIYATUL MUTHMAINNAH
Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) SDN Jodipan dipadukan dengan kegiatan memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan berlangsung meriah pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini digelar di lingkungan SDN Jodipan, Kota Malang, dengan melibatkan siswa, guru, warga sekolah, serta mahasiswa KKM Sarimi Adhiyaksa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara diawali dengan istighosah sebagai bentuk refleksi spiritual dan ungkapan rasa syukur dalam rangka peringatan Isra Mi'raj. Suasana khidmat menyertai doa bersama yang diikuti seluruh peserta sebelum kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian perayaan HUT sekolah. Mahasiswa KKM Sarimi Adhiyaksa turut mendampingi jalannya kegiatan dan membantu pelaksanaan acara. Setelah istighosah, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba yang telah dilaksanakan pada hari-hari sebelumnya. Beragam lomba yang diikuti siswa menjadi bagian dari peringatan HUT SDN Jodipan dan disambut antusias oleh para peserta. Sorak kegembiraan terdengar saat para pemenang diumumkan dan menerima hadiah sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan kreativitas mereka, dengan dukungan mahasiswa KKM Sarimi Adhiyaksa dalam rangkaian teknis kegiatan. Kegiatan berlangsung tertib dan meriah. Melalui perpaduan peringatan HUT sekolah dan Isra Mi'raj ini, pihak sekolah bersama mahasiswa KKM Sarimi Adhiyaksa berharap dapat menanamkan nilai spiritual, kebersamaan, dan sportivitas kepada siswa, serta menjadikan perayaan sekolah sebagai ruang pembelajaran yang bermakna dan berimbang antara prestasi dan pembentukan karakter.
SITI HALIMATUS SA`DIYAH
Suasana Masjid Roisiyah Kelurahan Jodipan, Kota Malang, tampak lebih hidup pada Minggu, 11 Januari 2026. Sejak pagi, ibu-ibu Muslimat mulai berdatangan untuk mengikuti kegiatan penyuluhan perawatan jenazah yang diselenggarakan oleh Kelompok KKM Sarimi Adhiyaksa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pendekatan keagamaan yang aplikatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Penyuluhan ini dihadirkan sebagai respons atas kebutuhan masyarakat akan pemahaman yang benar mengenai tata cara perawatan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam. Dalam kehidupan bermasyarakat, peristiwa kematian merupakan hal yang tidak dapat dihindari dan sering kali menuntut kesiapan lahir dan batin. Namun, tidak semua masyarakat memiliki pengetahuan yang memadai terkait proses perawatan jenazah, sehingga kegiatan ini diharapkan mampu menjadi bekal penting bagi warga, khususnya ibu-ibu Muslimat Kelurahan Jodipan. Selama kegiatan berlangsung, Ustadzah Aniqatul Waridah menyampaikan materi secara bertahap dan mudah dipahami. Materi yang diberikan mencakup proses memandikan jenazah, mengkafani, hingga tata cara menyalatkan jenazah. Penjelasan disampaikan dengan bahasa sederhana dan disertai contoh-contoh yang sering dijumpai di lingkungan sekitar, sehingga peserta dapat lebih mudah membayangkan dan memahami praktik perawatan jenazah yang benar. Tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, kegiatan ini juga dikemas secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Ibu-ibu Muslimat tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari kondisi jenazah tertentu hingga kebiasaan yang berkembang di masyarakat. Diskusi yang terjalin membuat suasana penyuluhan menjadi lebih hidup dan penuh keakraban. Antusiasme peserta terlihat hingga akhir kegiatan. Ibu-ibu Muslimat mengikuti penyuluhan dengan penuh perhatian dan menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap materi yang disampaikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Sarimi Adhiyaksa berharap ilmu yang telah dibagikan tidak hanya berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat serta menjadi pengetahuan yang bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya ketika harus menghadapi peristiwa kematian dengan kesiapan ilmu, mental, dan keimanan.
MUH. RADINAL KARIM
Malang, Rabu 28 Januari 2026 Mahasiswa KKM Kelompok 22 melakukan siaran program "FAMILY CORNER" RADIO MADINAH FM Masjid Agung Jami’ Malang Di tengah gemuruh modernitas Kota Malang, Masjid Agung Jami’ tetap menjadi episentrum keteduhan, tidak hanya melalui menaranya yang menjulang, tetapi juga melalui gelombang udara Radio Madinah FM. Pada kesempatan istimewa kali ini, mahasiswa KKM Kelompok 22 melangkah masuk ke studio penyiaran untuk mengisi ruang dengar masyarakat dalam program unggulan: "Family Corner". "Family Corner" bukan sekadar program bincang-bincang biasa. Ia adalah wadah bagi keluarga-keluarga di Malang Raya untuk membasuh dahaga akan tips pengasuhan, keharmonisan rumah tangga, dan solusi atas problematika dalam keluarga. Bagi mahasiswa Kelompok 22, mengisi program ini adalah sebuah tanggung jawab moral untuk menyelaraskan teori-teori akademik yang mereka pelajari di kampus dengan realita sosial yang dihadapi orang tua di masa kini. Saat lampu "On Air" mulai menyala, suasana studio berubah menjadi ruang tamu yang hangat. Dengan gaya bicara yang santun namun tetap energik, para mahasiswa menyapa para "Sobat Madinah" (sebutan akrab pendengar). Didampingi oleh Pak Arman selaku pemandu siaran Madinah FM mereka membedah tema-tema krusial yang menyentuh relasi tentang orang tua dan anak, serta bagaimana membangun ketahanan keluarga di era digital. Dalam siaran tersebut, mahasiswa Kelompok 22 membawa perspektif yang segar. Mereka memadukan nilai-nilai luhur yang diajarkan di lingkungan Masjid Agung Jami’ dengan pendekatan psikologi keluarga modern. Diskusi mengalir mulai dari pentingnya manajemen emosi dalam rumah tangga, bagaimana membangun keluarga yang sakinah mawadah warahmah, hingga cara-cara kreatif menanamkan pendidikan adab pada anak sejak usia dini. "Keluarga adalah madrasah pertama, dan orang tua adalah gurunya," ucap salah satu perwakilan mahasiswa melalui mikrofon. Pesan ini bergema kuat melalui frekuensi radio, mengingatkan pendengar bahwa keharmonisan keluarga adalah fondasi utama bagi masyarakat yang kuat. Interaksi pun terjalin melalui pesan teks dan telepon, para pendengar memberikan respon positif, merasa terbantu dengan sudut pandang anak muda yang peduli pada isu-isu kekeluargaan. Bagi mahasiswa KKM Kelompok 22, pengalaman di "Family Corner" adalah sebuah proses pendewasaan. Mereka belajar bahwa memberikan nasihat tidak hanya butuh kepintaran dan kecakapan merangkai kata saja, tetapi juga membutuhkan empati dalam penyampaiannya. Dari balik meja operator radio, mereka melihat bagaimana sebuah komunikasi yang baik dapat memberikan ketenangan bagi pendengar yang mungkin sedang menghadapi kejenuhan dalam mengurus rumah tangga. Pihak pengelola Radio Madinah FM mengapresiasi kontribusi mahasiswa ini. Kehadiran Kelompok 22 dianggap memberikan warna baru dan energi positif pada segmen "Family Corner", membawa napas intelektual muda yang selaras dengan nilai-nilai dakwah masjid. Siaran diakhiri dengan sebuah kesimpulan indah: "bahwa setiap rumah tangga memiliki tantangannya masing-masing, namun dengan komunikasi yang terbuka dan landasan iman yang kuat, setiap badai bisa dilewati bersama" Ucap Pak Arman selaku host sesi siaran kali ini. Kelompok 22 meninggalkan studio Radio Madinah FM dengan rasa syukur yang mendalam. Mereka telah membuktikan bahwa pengabdian masyarakat bisa dilakukan melampaui batas fisik desa atau sekolah, ia bisa merambat melalui udara dengan siaran frekuensi, masuk ke rumah-rumah warga, dan duduk manis di sudut-sudut keluarga. Melalui "Family Corner", mahasiswa KKM 22 telah menanamkan pesan bahwa kebahagiaan sejati dimulai dari pintu rumah kita sendiri.
MOCH.DZAKY SUNNII KAUTSAR
Tanggal: 11 Januari 2026 Lokasi: Masjid Miftahul Jannah Kategori: Teknologi & Pengabdian Masyarakat Malang – Salah satu pilar penting dalam kemakmuran masjid adalah transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. Menyadari hal tersebut, tim mahasiswa KKM UIN Malang Pentaswara mengadakan agenda penting bertajuk "Sosialisasi dan Demonstrasi Sistem Informasi Keuangan Masjid" pada hari Minggu, 11 Januari 2026 lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan aplikasi berbasis web yang telah kami rancang khusus untuk mempermudah pencatatan kas, donatur, dan pelaporan keuangan di Masjid Miftahul Jannah. Diskusi Terbatas yang Produktif Undangan telah disebar kepada seluruh jajaran bendahara dan pengurus terkait. Meskipun berhalangan hadir secara lengkap karena berbagai kesibukan, agenda tetap berjalan khidmat dan produktif dengan dihadiri oleh 4 orang perwakilan kunci, termasuk Bendahara Utama dan perwakilan Remaja Masjid (Remas). Kehadiran perwakilan Remas ini menjadi poin strategis, mengingat beliau memiliki pemahaman yang baik di bidang IT. Hal ini sangat membantu dalam menjembatani bahasa teknis pemrograman dengan bahasa operasional sehari-hari yang digunakan oleh para pengurus sepuh. Suasana yang "sedikit" namun intim ini justru membuat diskusi menjadi lebih terarah selayaknya sebuah Focus Group Discussion (FGD). Demonstrasi Fitur dan Uji Coba Dalam sesi ini, kami mendemokan alur kerja sistem, mulai dari: Login Admin: Keamanan akses untuk pengurus. Input Transaksi: Cara memasukkan pemasukan (infak/sedekah) dan pengeluaran operasional. Manajemen Bukti: Cara mengunggah foto nota/kuitansi agar data valid. Cetak Laporan: Fitur otomatisasi rekapitulasi keuangan mingguan dan bulanan. Para pengurus terlihat antusias melihat bagaimana pencatatan yang biasanya dilakukan manual di buku tulis, kini bisa terekam rapi secara digital dan bisa diakses kapan saja. Masukan Berharga untuk Penyempurnaan Sesi paling menarik terjadi saat tanya jawab. Para bendahara tidak hanya mendengarkan, tetapi langsung memberikan feedback (umpan balik) kritis mengenai penggunaan alat ini di lapangan. Beberapa usulan perbaikan fitur yang muncul antara lain: Penyesuaian kategori transaksi agar lebih familiar dengan istilah yang biasa dipakai di masjid. Penyederhanaan tampilan agar lebih ramah bagi pengurus yang kurang familiar dengan teknologi. Mekanisme backup data untuk keamanan jangka panjang. Masukan-masukan ini sangat berharga bagi kami selaku pengembang. Kritik dan saran dari pengguna asli (end-user) inilah yang menjadi landasan kami untuk melakukan revisi dan penyempurnaan sistem (fase refining) sebelum aplikasi ini diserahterimakan sepenuhnya. Harapan ke Depan Dengan terlaksananya sosialisasi ini, besar harapan kami Sistem Informasi Keuangan Masjid Miftahul Jannah dapat segera diterapkan sepenuhnya. Digitalisasi bukan hanya soal gaya, tetapi soal menjaga amanah umat dengan cara yang lebih transparan, akuntabel, dan modern. Tim Pengembang Sistem - KKM 15 PENTASWARA
NUR AHADA
Babadan, Ngajum — Pada Rabu, 14 Januari 2026 Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang mengisi kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris di kelas VII MTsS Nurul Huda dengan konsep "Fun English". Kegiatan ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami oleh siswa dan siswi. Materi yang disampaikan berfokus pada "Greeting" atau sapaan dalam Bahasa Inggris. Para siswa/i diajarkan berbagai bentuk sapaan yang digunakan sesuai waktu, seperti sapaan dan perkenalan singkat. Selain itu, siswa/i juga diajarkan cara untuk menanyakan kabar, asal, alamat rumah, umur, hobi, hingga bagaimana kata yang tepat untuk mengakhiri percakapan. Agar pembelajaran lebih menarik, mahasiswa KKM menyampaikan materi melalui permainan edukatif yang melibatkan seluruh siswa. Metode ini membuat siswa lebih aktif, antusias, dan berani mencoba menggunakan Bahasa Inggris secara langsung. Para siswa juga dilatih cara pengucapan (pronunciation) yang benar dengan menirukan apa yang diucapkan. Sebagian siswa/i sudah mengetahui percakapan dan memahami cara penggunaannya. Para siswa dan siswi kelas VII juga diminta untuk mempraktikkan cara membaca dan mengucapkan kalimat sapaan dengan benar. Pada sesi akhir, siswa/i secra berpasangan dipersilakan maju ke depan kelas untuk melakukan percakapan singkat menggunakan materi yang telah dipelajari. Melalui kegiatan Fun English ini, diharapkan siswa kelas VII semakin semangat dan percaya diri dalam belajar atau menggunakan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari hari serta memiliki minat belajar yang lebih tinggi terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris.
MUHAMMAD RIZA ALFAIZI
Bunutwetan, Pakis – Senin, 2 Februari 2026, mahasiswa KKM melaksanakan kegiatan upacara bersama sekaligus pamitan dengan keluarga besar MTs NU Pakis sebagai penanda berakhirnya masa pengabdian. Kegiatan ini menjadi momen terakhir mahasiswa KKM membersamai siswa dan guru dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Upacara dilaksanakan di halaman MTs NU Pakis dan diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, serta mahasiswa KKM. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa KKM menyampaikan pamitan serta ucapan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin selama pelaksanaan program KKM. Ketua Kelompok KKM 127, M. Riza Alfaizi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penerimaan serta dukungan dari seluruh warga madrasah. “Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar MTs NU Pakis yang telah menerima dan membersamai kami selama pelaksanaan KKM. Semoga program yang telah kami laksanakan dapat memberikan manfaat dan menjadi langkah kecil menuju lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan,” tuturnya. Setelah upacara pamitan, kegiatan dilanjutkan dengan peresmian alat pembakaran sampah minim asap berbasis metode rocket stove. Peresmian ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKM pada bidang kepedulian lingkungan, khususnya dalam upaya pengelolaan sampah dan penerapan teknologi tepat guna di lingkungan sekolah. Alat pembakaran sampah minim asap dengan metode rocket stove dirancang untuk membantu proses pembakaran sampah secara lebih efisien dengan menghasilkan asap yang lebih sedikit dibandingkan pembakaran konvensional. Metode ini memanfaatkan sistem aliran udara yang terkontrol sehingga pembakaran berlangsung lebih sempurna dan ramah lingkungan. Dalam kegiatan peresmian, mahasiswa KKM memberikan penjelasan singkat mengenai fungsi, prinsip kerja, serta manfaat penggunaan alat tersebut. Siswa-siswi MTs NU Pakis tampak antusias menyimak penjelasan yang disampaikan serta menyaksikan secara langsung peresmian alat pembakaran sampah minim asap tersebut. Kepala Madrasah MTs NU Pakis, Ibu Dr. Najmah, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mahasiswa KKM selama melaksanakan pengabdian di madrasah. Beliau berharap program yang telah dilaksanakan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh warga sekolah. Beliau juga menekankan pentingnya edukasi lingkungan sejak dini agar siswa memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan sekitar. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib. Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan baik antara mahasiswa KKM dan pihak MTs NU Pakis tetap terjaga, serta program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan sekolah. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan dokumentasi sebagai kenang-kenangan atas kebersamaan yang telah terjalin selama masa pengabdian mahasiswa KKM.