FAWWAZ FUDHAIL MUCHAMMAD
*Kategori:* Pendidikan/Kabar Daerah/Kemahasiswaan/Pengabdian Masyarakat *Judul:* Pembukaan KKM UIN Malang Kelompok 25 Sevanagara Resmi Digelar di Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang pada 23 Desember 2025 *Isi:* *Malang, 23 Desember 2025* — Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 25 Sevanagara resmi dibuka melalui acara pembukaan yang diselenggarakan pada Selasa sore (23/12/2025) di Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Lokasi pusat kegiatan KKM berada di Masjid Baitul Makmur, yang termasuk wilayah RW 08. Acara pembukaan dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya *Kepala Kelurahan Kauman, Bapak Agus Suntoro, S.E.,* *Ketua RW 08, Bapak Gunawan,* serta para Ketua RT 1 hingga RT 6 yang berada di lingkungan RW 08. Hadir pula perwakilan *ta’mir Masjid Baitul Makmur, Mas Surya Affan,* dan *Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM Kelompok 25 Sevanagara, Ibu Dr. Usfiyatur Rusuly, M.Pd.I.* Rangkaian acara berlangsung tertib dan lancar. Meskipun pada pertengahan kegiatan cuaca sempat berubah menjadi , hal tersebut tidak menghambat jalannya acara hingga selesai. Pembukaan acara dipandu oleh MC yang dibawakan oleh Nur Sofia. Setelah itu, seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh dirigen Alycia Afina Andiani. Sesi sambutan menjadi bagian inti dalam rangkaian pembukaan. Sambutan diawali oleh *Ketua KKM Kelompok 25 Sevanagara, Fawwaz Fudhail Muchammad,* yang menyampaikan pengantar kegiatan serta harapan selama pelaksanaan program di Kelurahan Kauman. Berikutnya, *Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Usfiyatur Rusuly, M.Pd.I.* memberikan arahan sekaligus dukungan kepada mahasiswa dan warga. Sambutan juga disampaikan oleh *Ketua RW 08, Bapak Gunawan,* serta *Kepala Kelurahan Kauman, Bapak Agus Suntoro, S.E.* yang menyambut baik kehadiran peserta KKM. Sesi sambutan ditutup oleh *perwakilan ta’mir Masjid Baitul Makmur, Mas Surya Affan,* sebagai bentuk dukungan dari pihak masjid terhadap kegiatan yang akan berpusat di Masjid Baitul Makmur. Sebagai penanda peresmian kegiatan KKM di lokasi tersebut, dilakukan *prosesi pemotongan pita.* Pemotongan pita dilakukan oleh *Bapak Agus Suntoro, S.E.* selaku Kepala Kelurahan Kauman, didampingi oleh perwakilan ta’mir masjid, Ketua Kelompok KKM, dan DPL. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan *pembacaan doa* yang dipimpin oleh *M. Rizal Madany.* Setelah seluruh agenda selesai, kegiatan dilanjutkan dengan *sesi dokumentasi serta ramah tamah* bersama seluruh pihak yang hadir. *Teaser:* KKM UIN Malang Kelompok 25 Sevanagara resmi dibuka pada 23 Desember 2025 di Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Acara berlangsung lancar dan ditandai dengan prosesi pemotongan pita sebagai simbol peresmian kegiatan di Masjid Baitul Makmur. Tag: * KKM UIN Malang * KKM 2025 * KKM 25 Sevanagara * Masjid Baitul Makmur * Kelurahan Kauman * Kecamatan Klojen * Kota Malang
INTAN RAMADHANI FAHRUDIN
Srigading, Lawang – Dinding sekolah yang selama ini polos dan hening, kini telah berubah menjadi galeri penuh warna yang menyuarakan pesan-pesan penting. Melalui program kerja “Poster Edukatif Sekolah”, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 106 Dharmayatra dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah mentransformasi koridor dan ruang belajar di SDN 1, 2, dan 3 Srigading menjadi lingkungan visual yang inspiratif. Kegiatan yang dilaksanakan pada 18-20 Januari 2026 ini bertujuan menanamkan nilai-nilai positif melalui media yang dekat dengan keseharian siswa. Poster yang dibuat oleh Kelompok 106 Dharmayatra mencakup berbagai tema penting yang relevan dengan kehidiupan siswa sekolah dasar, diantaranya: Edukasi Anti Bullying, menjadi tema utama mengingat pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua siswa. Poster ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak negatif bullying dan mendorong budaya saling menghargai di kalangan siswa. Larangan Merokok, dipilih sebagai upaya pencegahan dini terhadap kebiasaan buruk. Meskipun ditujukan untuk anak-anak usia sekolah dasar, edukasi sejak dini tentang bahaya merokok sangat penting untuk membangun benteng pertahanan di masa depan. Poster Motivasi, hadir untuk memberikan semangat dan inspirasi kepada siswa dalam menjalani aktivitas belajar mereka sehari-hari. Kata-kata positif dan gambar yang menarik dapat menjadi pengingat bahwa mereka memiliki potensi besar untuk meraih cita-cita. Poster Pendidikan, dirancang untuk mendukung proses pembelajaran dengan menyajikan informasi edukatif yang dikemas secara visual dan mudah dipahami. Program ini dirancang dengan melibatkan pihak sekolah sejak awal. Tim KKM 106 terlebih dahulu berkoordinasi dengan kepala sekolah dan guru untuk menyesuaikan tema, pesan, dan titik penempatan yang strategis. Setelah itu, mereka mendesain poster dengan pendekatan visual yang cerah, ilustratif, dan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami siswa dari berbagai tingkatan kelas. Pemasangan dilakukan di lokasi-lokasi strategis: di sepanjang koridor utama, dekat kantin, di perpustakaan, dan di papan mading sekolah. Pemilihan titik ini bertujuan memastikan pesan dapat dilihat oleh siswa di berbagai momen aktifitas sekolah. Interaksi Langsung: Menghidupkan Pesan dari Poster Saat pemasangan, anggota KKM tidak hanya bekerja, tetapi juga membuka dialog dengan siswa yang penasaran. Mereka menjelaskan makna di balik setiap poster dengan bahasa yang akrab. “Nah, poster ‘Stop Bullying’ ini artinya kita harus melindungi teman, bukan mengejeknya. Kalau kalian lihat ada yang di-bully, harus lapor ke guru, ya,” kata salah satu anggota KKM, kepada sekumpulan siswa kelas 4. Program ini bukan sekadar kegiatan dekorasi. Keberadaan poster-poster edukatif ini diharapkan dapat berfungsi sebagai alat bantu pendidikan karakter yang berkelanjutan. Guru dapat merujuk visual tersebut dalam mengajar, dan siswa memiliki pengingat konstan tentang nilai-nilai baik di sekeliling mereka. Dalam jangka panjang, hal ini berkontribusi pada pembentukan iklim sekolah (school climate) yang lebih positif, aman, dan kondusif untuk tumbuh kembang anak. Sebuah Jejak yang Diharapkan Berlanjut KKM 106 Dharmayatra telah memberikan stimulan awal dengan menyediakan media pembelajaran visual yang menarik. Keberlanjutan sekarang berada di tangan pihak sekolah untuk mengintegrasikan pesan-pesan tersebut dalam aktivitas akademik dan budaya sekolah, misalnya dengan menjadikannya tema pada morning talk atau membuat lomba membuat poster serupa. Dengan satu langkah kreatif ini, dinding sekolah tidak lagi bisu. Mereka kini aktif berbicara, mengajak, dan mengingatkan setiap siswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, sehat, dan berkarakter mulia. Salam Pendidikan, KKM 106 Dharmayatra UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Mewarnai Dunia, Mencerdaskan Generasi.
SHEVILLA AIKA ZAHRA
Dalam rangka menjalin kebersamaan sekaligus meningkatkan kesadaran hidup sehat di masyarakat, mahasiswa KKM Kelompok 10 Aksantara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan senam bersama warga RW 06 Balearjosari. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 4 Januari 2026, bertempat di Lapangan RW 6 Griya Damai Sejahtera, Kelurahan Balearjosari, dan dimulai pada pukul 08.00 WIB. Kegiatan senam bersama ini diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat RW 06, mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, hingga anak-anak. Sejak pagi hari, warga tampak antusias memadati lapangan untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh mahasiswa KKM. Suasana kebersamaan dan keakraban sangat terasa selama kegiatan berlangsung. Senam dipilih sebagai kegiatan utama karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan fisik serta mudah diikuti oleh semua kalangan usia. Dengan iringan musik yang energik, peserta mengikuti gerakan senam dengan penuh semangat dan keceriaan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga menjadi hiburan serta wadah interaksi sosial antarwarga dan mahasiswa KKM. Setelah sesi senam selesai, acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize kepada para peserta. Pembagian hadiah ini disambut dengan antusias dan menambah semarak suasana kegiatan. Doorprize yang dibagikan menjadi bentuk apresiasi bagi warga yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Kegiatan senam bersama ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berfokus pada pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, bahkan setelah masa KKM berakhir, demi terciptanya masyarakat yang sehat, aktif, dan harmonis.
NURUL ALIEFIATUL HUSNA
Bunutwetan, Pakis — Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 127 Navantara menyelenggarakan kegiatan Talk Show Literasi di Aula MTs NU Pakis pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Literasi Itu Keren: Ketika Satu Kata Menemukan Ceritanya” sebagai wujud kontribusi mahasiswa dalam mendukung penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah, khususnya bagi siswa-siswi MTs NU Pakis. Talk Show literasi tersebut diikuti oleh para siswa dengan penuh antusias. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami bahwa literasi tidak hanya terbatas pada aktivitas membaca buku, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta mengekspresikan ide dan gagasan melalui kata-kata. “Literasi adalah kemampuan memahami apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, dan apa yang kita ucapkan, kemudian mengolahnya menjadi pengetahuan baru,” ujar Nurul Aliefiatul Husna selaku pemateri talk show. Tema ketika satu kata menemukan ceritanya menjadi pengantar bagi siswa untuk menyadari bahwa dari satu kata sederhana dapat lahir cerita, pemikiran, dan kreativitas yang bermakna. Dalam penyampaian materi, pemateri juga mengajak siswa untuk lebih bijak dalam menyaring informasi, terutama di era digital, serta menumbuhkan kebiasaan membaca dan menulis dalam kehidupan sehari-hari. Suasana talk show berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab, yang mendorong siswa untuk berani menyampaikan pendapat serta gagasan mereka. Melalui kegiatan Talk S how Literasi ini, KKM 127 Navantara berharap dapat menumbuhkan kesadaran siswa MTs NU Pakis bahwa literasi merupakan bagian yang dekat dengan kehidupan mereka dan menjadi bekal penting untuk masa depan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi yang positif dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
ILMAN LISMANA
Kelompok 184 Nuswara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan ziarah ke makam Ki Ageng Ndokowono yang berlokasi di Dusun Klandungan, Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pada Jumat (27/12/2025). Kegiatan ini dilakukan melalui pembacaan tahlil dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum sekaligus upaya mengenal dan melestarikan tradisi keagamaan serta budaya lokal. Ki Ageng Ndokowono, yang dalam tradisi lisan masyarakat setempat juga dikenal dengan sebutan Mbah Gedhe Ndokowono, merupakan tokoh pejuang pada masa Mataram Kuno yang memiliki peran penting dalam sejarah awal wilayah Landungsari. Ia diceritakan sebagai salah satu prajurit yang hidup pada masa pergolakan besar, ketika letusan Gunung Merapi serta tekanan politik dan militer dari Sriwijaya pada sekitar tahun 924–925 M memaksa pusat pemerintahan Mataram Kuno dipindahkan ke Jawa Timur di bawah kepemimpinan Mpu Sindok. Dalam situasi tersebut, Ki Ageng Ndokowono bersama sejumlah pengikutnya memilih berpencar untuk mencari wilayah baru yang aman sebagai tempat perlindungan. Perjalanan itu membawanya ke kawasan di sisi timur Gunung Kawi, yang kemudian dibuka dengan cara babat alas dan diberi nama Landungsari, yang bermakna panjang atau luas. Dari wilayah inilah kehidupan baru dibangun melalui aktivitas bercocok tanam dan menetap sebagai kaum tani. Setelah berhasil membuka lahan dan memperoleh hasil panen pertama, Ki Ageng Ndokowono melaksanakan ritual syukur sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keselamatan dan rezeki yang diperoleh. Tradisi inilah yang kemudian menjadi cikal bakal Upacara Adat Opak’an, sebuah tradisi budaya yang hingga kini masih dilestarikan oleh masyarakat Dusun Klandungan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus wujud rasa syukur atas hasil bumi. Upacara Adat Opak’an secara historis mulai diselenggarakan pada masa pemerintahan Sri Denan sebagai Kepala Dusun Klandungan sekitar tahun 1890–1900. Tradisi ini dilaksanakan setiap bulan Selo dalam kalender Jawa, atau satu bulan sebelum bulan Suro, dengan menghadirkan opak lanang dan opak wedok yang terbuat dari hasil pertanian dan perikanan masyarakat setempat. Keberadaan makam Ki Ageng Ndokowono hingga kini tidak hanya menjadi situs ziarah, tetapi juga berfungsi sebagai ruang budaya yang merekatkan nilai sejarah, spiritualitas, dan kearifan lokal. Melalui tradisi Opak’an, masyarakat Landungsari terus menjaga warisan nilai perjuangan, kesederhanaan, serta hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan. Kegiatan ziarah makam Ki Ageng Ndokowono yang dilaksanakan KKM 184 Nuswara UIN Malang menjadi bagian dari upaya penguatan nilai religius dan pemahaman sejarah lokal di tengah masyarakat. Selain pembacaan tahlil dan doa bersama, kegiatan ini dimanfaatkan untuk mengenalkan peran tokoh lokal serta tradisi budaya yang masih lestari. Ziarah tersebut juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa dalam memahami keterkaitan antara agama, sejarah, dan kehidupan sosial. Melalui kegiatan ini, KKM 184 Nuswara menegaskan komitmennya menghadirkan pengabdian masyarakat yang edukatif dan berorientasi pada pelestarian nilai lokal.
MUHAMMAD MAS`UD
Penguatan program Family Corner kembali digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat peran masjid dalam membangun ketahanan keluarga. Kegiatan Sosialisasi Psikologi Keluarga yang diselenggarakan oleh Kelompok KKM 112 UIN MALANG dengan tema “Ketahanan Keluarga Dimulai dari Cara Bicara” ini dilaksanakan pada 16 Januari 2026 dan diikuti oleh Jamaah Aisyiyah Ranting Gadang dan juga pengurus Family Corner Masjid Al-Falah Gadang. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi dan dialog keluarga, khususnya dalam membangun komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak sebagai fondasi ketahanan keluarga. Pemateri dalam kegiatan ini, Risma Nur Arifah, menekankan pentingnya komunikasi dalam kehidupan rumah tangga. Menurutnya, persoalan keluarga kerap berawal dari hal-hal kecil yang tidak tersampaikan dengan baik. “Komunikasi itu sangat penting. Hal-hal yang menurut kita kecil saja sebenarnya harus tetap dikomunikasikan,” ujarnya dalam pemaparan. Lebih lanjut, Risma menyoroti pentingnya melibatkan anak dalam proses pengambilan keputusan di dalam keluarga. Ia menilai dominasi orang tua tanpa ruang dialog justru dapat melemahkan ikatan emosional dalam keluarga. “Kita harus melibatkan pendapat anak dalam pengambilan keputusan atau diskusi di rumah. Hal sekecil apa pun sebisa mungkin melibatkan mereka agar anak merasa dihargai dan tidak merasa pendapatnya tidak berpengaruh karena peran orang tua yang terlalu dominan. Maka dari itu, anak harus dilibatkan,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, Risma juga menjelaskan bahwa keberadaan Family Corner menjadi alternatif baru bagi masyarakat Muslim Indonesia, khususnya di Kota Malang, dalam menyelesaikan persoalan keluarga secara damai. “Family Corner adalah salah satu alternatif baru untuk masyarakat Muslim Indonesia, terutama Kota Malang, karena proses mediasi bisa dilakukan di masjid atau Family Corner tanpa harus langsung ke meja hijau,” tegasnya. Menurutnya, kehadiran Family Corner di lingkungan masjid diharapkan mampu menurunkan angka perceraian di Kota Malang serta menjadikan masjid sebagai pusat penyelesaian berbagai persoalan umat. “Masjid harus berperan dalam segala hal. Harapannya, setiap orang yang memiliki masalah, ketika masuk masjid, maka masalahnya bisa selesai,” tambahnya. Melalui kegiatan sosialisasi ini, Family Corner diharapkan semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang konsultasi, mediasi, dan pendampingan keluarga, sekaligus menguatkan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan sosial dan ketahanan keluarga.