ADIZA HAFSOH RAHMANI
Sidodadi, Lawang -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Artha Mandala UIN Malang telah melaksanakan kegiatan mengajar Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di Dusun Krajan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang selama 4 minggu, dihitung sejak tanggal 5 Januari 2026 hingga 26 Januari 2026. Program ini merupakan bagian dari pengabdian di bidang keagamaan yang berfokus pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur'an santri perempuan di TPQ setempat. Proses pembelajaran sepenuhnya dibimbing oleh para ustadzah, dengan pendampingan aktif dari mahasiswa KKM putri. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM ikut aktif mendampingi proses pembelajaran membaca Al-Qur'an sesuai tingkat kemampuan masing-masing santri. Mahasiswa bertugas menyimak bacaan ngaji santri, membantu memperbaiki makharijul huruf, tajwid, serta melancarkan bacaan agar sesuai dengan kaidah yang benar. Para ustadzah menilai bahwa keterlibatan siswa membantu mempercepat perkembangan membaca sebagian santri, terutama dalam aspek pelafalan dan ketelitian tajwid. Selain kegiatan mengaji, TPQ Krajan juga melaksanakan latihan sholawat yang diikuti oleh seluruh santri. Latihan ini dilaksanakan sebagai persiapan pementasan lomba, dengan pendampingan langsung dari para ustadzah dan mahasiswa KKM. Dalam proses latihan, santri dibina tidak hanya dari segi vokal dan irama, tetapi juga baik dari segi kekompakan, maupun adab dalam melantunkan sholawat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung secara tertib, kondusif, dan terkoordinasi dengan baik. Santri menunjukkan antusiasme yang tinggi selama proses pembelajaran maupun latihan sholawat. Interaksi yang hangat antara pelajar dan santri menciptakan atmosfer belajar yang lebih menyenangkan tanpa mengurangi kedisiplinan. Kehadiran mahasiswa KKM memberikan dukungan tambahan dan memberikan warna baru dalam proses pembelajaran serta membantu persiapan kegiatan TPQ non-akademik. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mahasiswa KKM Artha Mandala Dampingi Pembelajaran Dan Latihan Sholawat Di TPQ Darul Muttaqin Dusun Krajan, Desa Sidodadi", Klik untuk membaca: https://www.kompasiana.com/miftahuljannah0386/6980e771c925c46da672e2e2/mahasiswa-kkm-artha-mandala-dampingi-pembelajaran-dan-latihan-sholawat-di-tpq-darul-muttaqin-dusun-krajan-desa-sidodadi
FILZA SHABINA HASAN
Pemanfaatan lahan pekarangan menjadi salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Berangkat dari hal tersebut, kami, Kelompok 91 KKM Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, melaksanakan kegiatan menanam sayuran di polybag bersama ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini diikuti oleh anggota perempuan KKM yang berkolaborasi langsung dengan ibu-ibu KWT. Adapun jenis sayuran yang ditanam antara lain sawi dan cabai, yang dinilai mudah dirawat dan cocok ditanam menggunakan media polybag. Proses penanaman dimulai dari persiapan media tanam, pengisian tanah ke dalam polybag, hingga penanaman bibit. Ibu-ibu KWT dengan antusias berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka seputar cara menanam dan merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya belajar tentang teknik menanam sayuran, tetapi juga memahami pentingnya peran perempuan dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Penanaman sayuran di polybag menjadi solusi praktis bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan lahan. Kegiatan menanam bersama ini menjadi pengalaman berharga bagi kami sebagai mahasiswa KKM. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, khususnya ibu-ibu KWT yang sangat terbuka dan suportif terhadap kegiatan kami. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, serta mendorong masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif. Bagi kami, pengabdian melalui KKM bukan hanya tentang menjalankan program, tetapi juga tentang belajar dan tumbuh bersama masyarakat.
FIIKA ASSYANI CAHYANING ANDRIAN PRAYOGO
Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 74 Sukma Warih Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dilaksanakan di Desa Wonosari, Kabupaten Malang, sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan ini dirancang secara sistematis, dimulai dari tahap persiapan, survei, perencanaan, hingga pelaksanaan dan penutupan program. Seluruh rangkaian kegiatan berfokus pada pengembangan potensi desa, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai pendidikan, sosial, keagamaan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi secara berkelanjutan. Tahap awal kegiatan KKM diawali dengan meet perdana kelompok yang dilaksanakan secara offline pada 5 Desember 2025. Pertemuan ini menjadi momentum awal bagi seluruh anggota untuk membangun komunikasi, kekompakan, serta menyamakan visi dan tujuan KKM. Dalam pertemuan tersebut, kelompok menetapkan struktur kepengurusan, pembagian tugas setiap divisi, serta menyepakati nama kelompok KKM 74 Sukma Warih. Selain itu, dibahas pula rencana kerja awal, persiapan administrasi, pembuatan atribut KKM, serta pembentukan media komunikasi dan media sosial sebagai identitas kelompok. Sebagai tindak lanjut persiapan, kelompok KKM melaksanakan pertemuan dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Romi, pada 9 Desember 2025. Dalam pertemuan tersebut, DPL memberikan arahan penting agar mahasiswa tidak merancang program yang sepenuhnya baru, melainkan mengembangkan potensi desa yang telah ada agar lebih berkelanjutan. Arahan ini menjadi landasan utama dalam penyusunan seluruh program kerja KKM. Mahasiswa juga diarahkan untuk melakukan survei lapangan secara bertahap guna mengenal kondisi desa, tokoh masyarakat, serta potensi yang dapat dikembangkan. Survei pertama dilaksanakan pada 13 Desember 2025 di Kantor Desa Wonosari. Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan koordinasi awal dengan staf desa untuk memperoleh gambaran umum mengenai kondisi desa, jumlah dusun, keberadaan TPQ, potensi pendidikan dan ekonomi, serta riwayat program KKM sebelumnya. Meskipun kepala desa dan kepala dusun berhalangan hadir, koordinasi berjalan dengan baik dan menghasilkan berbagai informasi penting sebagai dasar penyusunan program kerja yang realistis dan sesuai kebutuhan masyarakat. Hasil survei kemudian dibahas dalam rapat koordinasi online pada 14 Desember 2025. Rapat ini membahas penentuan dusun fokus KKM, pemilihan lokasi posko putra dan putri, progres persuratan ke lembaga pendidikan dan masyarakat, serta perumusan gambaran awal program kerja. Dalam rapat ini juga dirancang program-program utama KKM yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, sosial, lingkungan, UMKM, dan digitalisasi desa. Survei kedua dilaksanakan pada 18 Desember 2025 dengan melibatkan Kepala Dusun Wonosari. Dalam pertemuan ini, disepakati bahwa pelaksanaan KKM difokuskan pada satu dusun agar program dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata. Berbagai program kerja diajukan dan disetujui, antara lain pendampingan posyandu dan pencegahan stunting, kegiatan pendidikan di SD dan TPQ, kegiatan keagamaan, pendampingan UMKM dan sertifikasi halal, pengelolaan lingkungan, serta pengaktifan website desa dan pembaruan database. Pada hari yang sama, mahasiswa juga melakukan survei ke SD Islam Kyai Zakariya untuk mengurus perizinan mengajar serta melakukan pencarian posko KKM. Setelah seluruh persiapan matang, mahasiswa KKM 74 mengikuti kegiatan pelepasan KKM Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026 pada 23 Desember 2025 di Kampus UIN Malang. Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Usai pelepasan, mahasiswa langsung berangkat menuju Desa Wonosari untuk memulai seluruh rangkaian kegiatan KKM. Sebagai langkah awal di desa, mahasiswa melaksanakan sowan dan koordinasi dengan Kepala Dusun Wonosari untuk membahas teknis pembukaan KKM serta pemetaan lanjutan program kerja. Hasil koordinasi ini menghasilkan kesepakatan terkait jadwal pembukaan, pihak-pihak yang akan diundang, serta penguatan kerja sama dengan tokoh agama, PKK, TPQ, dan lembaga desa lainnya. Kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan pembukaan KKM secara resmi dilaksanakan pada 29 Desember 2025 di Balai Desa Wonosari. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh perangkat desa, Kepala Dusun, Dosen Pembimbing Lapangan, serta mahasiswa KKM. Dalam sambutannya, pihak desa menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKM, sementara DPL menekankan pentingnya menjaga etika, memahami budaya lokal, serta menyesuaikan program dengan kondisi masyarakat desa. Dalam pelaksanaan program kerja, mahasiswa KKM 74 Sukma Warih aktif di berbagai bidang. Di bidang pendidikan, mahasiswa mengajar di SD Islam Kyai Zakariya dan TPQ Nurul Hidayah. Kegiatan meliputi pendampingan belajar di kelas, bimbingan membaca Al-Qur’an, hafalan surat pendek, pembelajaran tajwid, serta bimbingan belajar tambahan. Selain itu, mahasiswa juga melakukan penataan ulang perpustakaan sekolah agar lebih rapi dan mudah diakses, meluncurkan mading 3D bertema Stop Bullying, serta membantu pembuatan website sekolah dan sistem pendaftaran siswa secara online. Mahasiswa juga melaksanakan kegiatan sosialisasi bullying dan edukasi seksual di SD Islam Kyai Zakariya. Kegiatan ini diawali dengan senam bersama, dilanjutkan dengan edukasi interaktif mengenai bahaya bullying, pentingnya saling menghargai, serta pemahaman batasan tubuh dan pergaulan yang disesuaikan dengan usia siswa. Kegiatan ini mendapat respons positif dari siswa dan guru karena disampaikan dengan metode yang komunikatif dan menyenangkan. Di bidang kesehatan, mahasiswa KKM terlibat aktif dalam berbagai kegiatan posyandu di wilayah Sumbersari, Urek-Urek, dan Depok. Mahasiswa membantu pemeriksaan kesehatan balita, ibu hamil, dan lansia, seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan, tensi darah, dan pemeriksaan gula darah. Selain itu, mahasiswa turut mendukung program pencegahan stunting melalui edukasi gizi dan pemberian makanan tambahan kepada warga. Dalam bidang keagamaan dan sosial budaya, mahasiswa KKM mengikuti kegiatan tahlilan rutin, istighotsah, serta berbagai kegiatan keagamaan masyarakat. Mahasiswa juga menyelenggarakan Semarak Lomba Isra’ Mi’raj di TPQ Nurul Hidayah sebagai upaya menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap nilai-nilai keislaman. Selain itu, mahasiswa terlibat dalam kegiatan budaya di Padepokan Eyang Djoego dan Pesarean Gunung Kawi, termasuk kegiatan Senin Pahing, bincang budaya bersama juru kunci, serta partisipasi dalam perayaan Tahun Baru dan Imlek. Pada bidang lingkungan, mahasiswa melaksanakan program pembuatan dan pembagian tempat sampah organik dan anorganik di SD Islam Kyai Zakariya serta memberikan edukasi pemilahan sampah kepada siswa. Mahasiswa juga berkontribusi dalam kerja bakti lingkungan, pengelolaan sampah, serta pembuatan fasilitas publik berupa plang dan tiang lampu multifungsi sebagai penunjuk arah dan penerangan desa. Dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, mahasiswa KKM menyelenggarakan sosialisasi dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta sertifikasi halal bekerja sama dengan Halal Center UIN Malang. Selain itu, mahasiswa melakukan kunjungan dan pendampingan langsung ke beberapa UMKM, seperti usaha jamu tradisional dan Bolen 88, untuk membantu persiapan sertifikasi halal serta memberikan wawasan terkait pengembangan usaha. Menjelang akhir kegiatan, mahasiswa melaksanakan sowan dan pamitan ke berbagai tokoh masyarakat, lembaga desa, PKK, TPQ, posyandu, dan yayasan sebagai bentuk silaturahmi dan ucapan terima kasih. Mahasiswa juga mengikuti tahlilan dan istighotsah terakhir bersama warga. Seluruh rangkaian KKM kemudian ditutup secara resmi dalam acara penutupan KKM di Balai Desa Wonosari pada 3 Februari 2026, yang dihadiri oleh perangkat desa, DPL, dan masyarakat. Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa KKM 74 Sukma Warih melaksanakan penutupan mandiri berupa kegiatan kebersamaan sebagai refleksi dan penguatan ikatan antaranggota. Seluruh rangkaian kegiatan KKM ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam belajar hidup bermasyarakat, menumbuhkan empati, serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara nyata. Diharapkan seluruh program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Wonosari serta menjadi bekal berharga bagi mahasiswa di masa mendatang.
FITRIANA FATURIA
Masjid Jami Al-Khoirot yang berlokasi di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, telah ditunjuk sebagai salah satu titik rest area bagi para pemudik Natal dan Tahun Baru. Penunjukan ini menjadi bukti peran masjid sebagai pusat pelayanan umat dan ruang sosial yang terbuka bagi masyarakat luas. Bersama KKM 16 Masjid Jami Al-Khoirot UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, pihak masjid memfasilitasi kebutuhan para pemudik dengan menyediakan tempat peristirahatan yang nyaman serta konsumsi bagi para pelintas yang sedang menempuh perjalanan jauh. Fasilitas ini dihadirkan untuk membantu pemudik memulihkan stamina sebelum melanjutkan perjalanan dengan aman. Inisiatif pendirian rest area ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus pengamalan nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran Islam yang menekankan kepedulian, pelestarian, dan tolong-menolong. Masjid Jami Al-Khoirot hadir tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan sosial yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan universal. Kegiatan ini juga sarana untuk memperkuat toleransi antarumat beragama, di mana masjid membuka diri untuk melayani para pemudik tanpa membedakan latar belakang keyakinan. Melalui istirahat dan konsumsi ini, Masjid Jami Al-Khoirot dan KKM 16 UIN Malang ingin pelayanan menegaskan bahwa kebersamaan dan saling menghormati merupakan fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Diperkirakan, keberadaan rest area ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para pemudik menjadi sekaligus contoh praktik toleransi dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
KARTIKA UTAMI LUBIS
Upaya menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan oleh anggota KKM Nawasena 97 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Dusun Sumbersari. Salah satu program yang dilaksanakan adalah pembangunan insinerator atau tungku pembakaran sampah serta pembuatan plang edukasi sampah. Pembangunan insinerator dilakukan secara gotong royong bersama pemuda Dusun Sumbersari. Prosesnya dimulai dari pengadukan bahan bangunan hingga penyusunan bata, yang dikerjakan bersama sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Insinerator ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana dalam pengelolaan sampah yang sulit terurai. Selain pembangunan insinerator, anggota KKM Nawasena 97 juga membuat plang edukasi sampah. Plang ini berisi informasi tentang jenis sampah dan waktu penguraiannya di alam. Proses pembuatan plang dilakukan bersama, mulai dari pemotongan bahan, pengecatan, hingga pemasangan di lokasi yang mudah dilihat oleh warga. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Dusun Sumbersari semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Gotong royong antara mahasiswa dan pemuda desa menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Pembangunan Insinerator dan Plang Edukasi Sampah: Inisiatif KKM Nawasena 97 UIN Malang untuk Lingkungan Dusun Sumbersari", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkmnawasena/698aab2d34777c1f894f4102/pembangunan-insinerator-dan-plang-edukasi-sampah-inisiatif-kkm-nawasena-97-uin-malang-untuk-lingkungan-dusun-sumbersari Kreator: Jurnalis KKM Nawasena Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
TITANIA PUTRI ARINI
Pemanfaatan lahan pekarangan menjadi salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Berangkat dari hal tersebut, kami, Kelompok 91 KKM Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, melaksanakan kegiatan menanam sayuran di polybag bersama ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini diikuti oleh anggota perempuan KKM yang berkolaborasi langsung dengan ibu-ibu KWT. Adapun jenis sayuran yang ditanam antara lain sawi dan cabai, yang dinilai mudah dirawat dan cocok ditanam menggunakan media polybag. Proses penanaman dimulai dari persiapan media tanam, pengisian tanah ke dalam polybag, hingga penanaman bibit. Ibu-ibu KWT dengan antusias berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka seputar cara menanam dan merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya belajar tentang teknik menanam sayuran, tetapi juga memahami pentingnya peran perempuan dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Penanaman sayuran di polybag menjadi solusi praktis bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan lahan. Kegiatan menanam bersama ini menjadi pengalaman berharga bagi kami sebagai mahasiswa KKM. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, khususnya ibu-ibu KWT yang sangat terbuka dan suportif terhadap kegiatan kami. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, serta mendorong masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif. Bagi kami, pengabdian melalui KKM bukan hanya tentang menjalankan program, tetapi juga tentang belajar dan tumbuh bersama masyarakat.