Thumbnail
3 months ago
Sosialisasi Pencegahan Stunting Sejak Dini di RA Al Hikmah II Dusun Simpar

DWICHANDRA MUZAFFAR

Desa Simpar Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang - Sabtu 24 Januari 2026, mahasiswa KKM Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 40 melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan di RA Al-Hikmah II dan menyasar anak anak usia 5 tahun beserta para ibu sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan stunting sejak usia dini. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana KKM Kelompok 40 serta Kepala Sekolah RA Al Hikmah II. Sambutan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan dan lembaga pendidikan dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat khususnya terkait pemenuhan gizi dan pola asuh anak. Selanjutnya pemaparan materi yang disampaikan oleh Ibu Galuh Ayu Monika Damayanti dari Puskesmas Kecamatan Poncokusumo. Dalam pemaparannya beliau menjelaskan mengenai pengertian stunting faktor penyebab serta langkah langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini terutama melalui penerapan pola makan bergizi seimbang dan perhatian terhadap tumbuh kembang anak. Untuk meningkatkan pemahaman anak anak kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif berupa menempel gambar komposisi makanan sehat. Metode ini dirancang secara interaktif dan menyenangkan agar anak anak dapat mengenal jenis makanan bergizi dengan cara yang mudah dipahami sekaligus meningkatkan minat belajar mereka mengenai pola makan sehat. Sebagai bentuk apresiasi dan kerja sama kegiatan ini ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri serta sertifikat kerja sama kepada pihak RA Al Hikmah II. Penutup dan doa bersama menjadi akhir dari rangkaian kegiatan sosialisasi yang berlangsung dengan penuh antusiasme dari peserta. Melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting ini diharapkan para ibu dan anak dapat lebih memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini serta mampu menerapkan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari hari. Kegiatan ini menjadi langkah nyata mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mendukung terciptanya generasi yang sehat cerdas dan berkualitas di masa depan.

Thumbnail
3 months ago
Ruang Ekspresi Anak-Anak TPQ Desa Gunungsari dalam Proker Lomba Irsa' Miraj KKM Samudaya 107

ACHMAD MAULANA FAQIH

Peringatan Isra' Mi'raj bukan hanya soal mengenang peristiwa sejarah dalam Islam, tetapi juga momentum edukatif untuk menanamkan nilai keagamaan sejak dini. Berangkat dari gagasan tersebut, KKM Samudaya 107 menyelenggarakan rangkaian kegiatan Isra' Mi'raj yang melibatkan anak-anak TPQ dan masyarakat selama dua hari, tepatnya pada 15--16 Januari 2026. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai ruang belajar dan ekspresi bagi anak-anak TPQ. Pendekatan yang digunakan KKM Samudaya 107 menitikberatkan pada partisipasi aktif anak, sehingga nilai keagamaan tidak hanya disampaikan secara verbal, tetapi juga dialami langsung melalui aktivitas yang menyenangkan dan bermakna. Pada 15 Januari 2026, rangkaian kegiatan dibuka dengan berbagai lomba yang diikuti oleh anak-anak TPQ. Tiga jenis lomba diselenggarakan, yaitu lomba adzan, lomba sambung ayat, dan lomba mewarnai. Ketiga lomba ini dipilih dengan pertimbangan aspek usia, kemampuan, serta nilai edukatif yang ingin ditanamkan. Lomba adzan dan sambung ayat diarahkan untuk melatih keberanian tampil, kefasihan bacaan, serta kepercayaan diri anak-anak dalam praktik ibadah. Sementara itu, lomba mewarnai menjadi ruang ekspresi kreatif yang memberi kesempatan bagi anak-anak TPQ untuk menyalurkan imajinasi mereka dalam suasana kompetitif yang sehat. Sepanjang pelaksanaan lomba, KKM Samudaya 107 berperan sebagai pendamping dan panitia, memastikan kegiatan berjalan tertib dan kondusif. Antusiasme anak-anak terlihat jelas, baik dari jumlah peserta maupun semangat mereka saat mengikuti setiap perlombaan. Suasana kegiatan berlangsung hangat, kompetitif secara positif, dan tetap menjunjung nilai kebersamaan. Memasuki 16 Januari 2026, kegiatan Isra' Mi'raj mencapai puncaknya. Acara diisi dengan majelis sholawat dan pengajian, yang dihadiri oleh masyarakat setempat, anak-anak TPQ, serta para orang tua. Momen ini menjadi ruang refleksi bersama tentang makna Isra' Mi'raj, khususnya dalam konteks pembentukan karakter dan spiritualitas generasi muda. Setelah rangkaian pengajian selesai, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba yang telah dilaksanakan pada hari sebelumnya. Proses ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas usaha dan keberanian anak-anak TPQ, tetapi juga menjadi penguatan bahwa proses belajar patut dihargai. Rangkaian kegiatan Isra' Mi'raj yang diselenggarakan KKM Samudaya 107 berjalan dengan lancar dan tertib. Kolaborasi antara mahasiswa, anak-anak TPQ, dan masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat dikemas secara edukatif, partisipatif, dan relevan dengan kebutuhan anak. Melalui kegiatan ini, KKM Samudaya 107 berharap nilai-nilai Isra' Mi'raj tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses belajar dan pembentukan karakter anak-anak TPQ dalam kehidupan sehari-hari.

Thumbnail
3 months ago
Ruang Ekspresi Anak-Anak TPQ Desa Gunungsari dalam Proker Lomba Irsa' Miraj KKM Samudaya 107

ANNISA AULIA RAHMA

Peringatan Isra' Mi'raj bukan hanya soal mengenang peristiwa sejarah dalam Islam, tetapi juga momentum edukatif untuk menanamkan nilai keagamaan sejak dini. Berangkat dari gagasan tersebut, KKM Samudaya 107 menyelenggarakan rangkaian kegiatan Isra' Mi'raj yang melibatkan anak-anak TPQ dan masyarakat selama dua hari, tepatnya pada 15--16 Januari 2026. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai ruang belajar dan ekspresi bagi anak-anak TPQ. Pendekatan yang digunakan KKM Samudaya 107 menitikberatkan pada partisipasi aktif anak, sehingga nilai keagamaan tidak hanya disampaikan secara verbal, tetapi juga dialami langsung melalui aktivitas yang menyenangkan dan bermakna. Pada 15 Januari 2026, rangkaian kegiatan dibuka dengan berbagai lomba yang diikuti oleh anak-anak TPQ. Tiga jenis lomba diselenggarakan, yaitu lomba adzan, lomba sambung ayat, dan lomba mewarnai. Ketiga lomba ini dipilih dengan pertimbangan aspek usia, kemampuan, serta nilai edukatif yang ingin ditanamkan. Lomba adzan dan sambung ayat diarahkan untuk melatih keberanian tampil, kefasihan bacaan, serta kepercayaan diri anak-anak dalam praktik ibadah. Sementara itu, lomba mewarnai menjadi ruang ekspresi kreatif yang memberi kesempatan bagi anak-anak TPQ untuk menyalurkan imajinasi mereka dalam suasana kompetitif yang sehat. Sepanjang pelaksanaan lomba, KKM Samudaya 107 berperan sebagai pendamping dan panitia, memastikan kegiatan berjalan tertib dan kondusif. Antusiasme anak-anak terlihat jelas, baik dari jumlah peserta maupun semangat mereka saat mengikuti setiap perlombaan. Suasana kegiatan berlangsung hangat, kompetitif secara positif, dan tetap menjunjung nilai kebersamaan. Memasuki 16 Januari 2026, kegiatan Isra' Mi'raj mencapai puncaknya. Acara diisi dengan majelis sholawat dan pengajian, yang dihadiri oleh masyarakat setempat, anak-anak TPQ, serta para orang tua. Momen ini menjadi ruang refleksi bersama tentang makna Isra' Mi'raj, khususnya dalam konteks pembentukan karakter dan spiritualitas generasi muda. Setelah rangkaian pengajian selesai, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba yang telah dilaksanakan pada hari sebelumnya. Proses ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas usaha dan keberanian anak-anak TPQ, tetapi juga menjadi penguatan bahwa proses belajar patut dihargai. Rangkaian kegiatan Isra' Mi'raj yang diselenggarakan KKM Samudaya 107 berjalan dengan lancar dan tertib. Kolaborasi antara mahasiswa, anak-anak TPQ, dan masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat dikemas secara edukatif, partisipatif, dan relevan dengan kebutuhan anak. Melalui kegiatan ini, KKM Samudaya 107 berharap nilai-nilai Isra' Mi'raj tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses belajar dan pembentukan karakter anak-anak TPQ dalam kehidupan sehari-hari.

Thumbnail
3 months ago
mapping desa nongkosewu oleh kkm 31 UIN malang

NURUL AMALIA

mapping desa nongkosewu oleh kkm 31 uin malang salah satu kegiatan yang dilakukan oleh kkm 31 uin maulana malik ibrahim malang adalah mapping desa di desa nongkosewu, kecamatan poncokusumo, kabupaten malang. kegiatan ini bertujuan untuk mengenal kondisi desa secara langsung dan mengumpulkan data dasar tentang wilayah desa. dalam kegiatan ini, mahasiswa kkm melakukan observasi lapangan dengan menyusuri wilayah desa, melihat kondisi lingkungan, pemukiman warga, lahan pertanian, serta fasilitas umum yang ada. selain itu, mahasiswa juga berdiskusi dengan perangkat desa dan warga untuk mendapatkan informasi tambahan. hasil dari mapping desa ini berupa gambaran umum tentang kondisi dan potensi desa nongkosewu. data yang dikumpulkan diharapkan bisa membantu desa dalam perencanaan dan pengembangan ke depannya. melalui kegiatan mapping desa ini, mahasiswa kkm 31 uin malang tidak hanya belajar langsung dari masyarakat, tetapi juga berusaha memberikan kontribusi nyata bagi desa nongkosewu.

Thumbnail
3 months ago
Sosialisasi Family Corner di Masjid Muthohharun: Kolaborasi KKM Arunika Karsa 110 UIN Malang bersama Dr. H. Anas Fauzie, S.Ag., M.Pd.

NABILA `ULYA

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Arunika Karsa 110 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Family Corner di Masjid Muthohharun. Kegiatan ini diikuti oleh takmir Masjid Muthohharun serta tokoh masyarakat setempat sebagai upaya memperkuat peran masjid dalam pembinaan dan ketahanan keluarga.    Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Kelompok KKM Arunika Karsa 110, dilanjutkan sambutan dari Ketua Takmir Masjid Muthohharun yang menegaskan pentingnya inovasi program masjid agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga menjadi ruang aman dan solutif bagi jamaah. Dalam sambutannya, pihak takmir menyampaikan bahwa masjid memiliki potensi besar sebagai pusat pelayanan sosial dan keluarga jika dikelola secara terstruktur dan kolaboratif.   Materi inti disampaikan oleh Dr. H. Anas Fauzie, S.Ag., M.Pd. dari KUA kec. Sukun. Ia menjelaskan bahwa Family Corner merupakan konsep masjid ramah keluarga yang menekankan pendekatan preventif dan edukatif dalam menangani persoalan keluarga. Melalui Family Corner, masjid diharapkan mampu menjadi pusat edukasi, konsultasi, serta rujukan layanan keluarga yang berbasis nilai-nilai Islam dan kearifan lokal.    Dr. Anas Fauzie memaparkan empat fungsi utama Family Corner, yaitu fungsi edukatif, konsultasi, sosial, dan rujukan. Fungsi edukatif diwujudkan melalui edukasi parenting serta bimbingan pra dan pasca nikah. Fungsi konsultasi berfokus pada pendampingan masalah rumah tangga, sementara fungsi sosial menjadi ruang diskusi dan mediasi konflik keluarga. Adapun fungsi rujukan menghubungkan jamaah dengan lembaga terkait seperti KUA, tenaga kesehatan keluarga, hingga ahli hukum dan psikolog.   Selain itu, dijelaskan pula manfaat Family Corner bagi masjid dan masyarakat. Bagi masjid, keberadaan Family Corner menjadikan masjid lebih hidup, fungsional, serta meningkatkan partisipasi jamaah lintas usia. Sementara bagi masyarakat, program ini diharapkan mampu menekan angka konflik keluarga dan perceraian, meningkatkan keharmonisan rumah tangga, serta membangun lingkungan sosial yang religius dan sehat.   Dalam sesi pembahasan teknis, disampaikan rencana pembentukan struktur pengurus Family Corner yang melibatkan unsur takmir, remaja masjid, serta pendamping dari mahasiswa KKM. Pengelolaan administrasi dilakukan melalui sistem registrasi, peninjauan masalah, pendampingan, dan fasilitasi solusi. Sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan peran Masjid Muthohharun sebagai pusat pelayanan keluarga yang inklusif dan berkelanjutan.

Thumbnail
3 months ago
Program Kerja Pembuatan Mapping Desa

RAJJAZ NABIGH RAKHI SYUJA SANSAN VIVI

Program kerja ini disusun karena kami melihat bahwa desa tersebut belum memiliki denah peta desa secara menyeluruh. Oleh karena itu, kami berinisiatif bersama tiga kelompok KKN di Desa Karangnongko untuk membuat denah peta desa sebagai bentuk kenang-kenangan sekaligus peninggalan yang bermanfaat dan berkesan, baik bagi desa maupun masyarakat setempat.