FADHILAH AYU ROHMATIL FAUZIAH
Kegiatan Posyandu Lansia dan Balita Kembali dilaksanakan di Dusun Blandit Barat, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang pada tanggal 13 Januari 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga dan melindungi kesehatan masyarakat, khususnya kelompok balita dan usia lanjut. Dalam pelaksanaannya, kegiatan posyandu meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemeriksaan tensi darah untuk mengetahui kondisi kesehatan para lansia. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar berkat kerja sama antara kader posyandu, tenaga kesehatan, serta dukungan dari mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 86 "Senandika Desa". Mahasiswa KKM 86 Senandika Desa berperan aktif dalam membantu memutar kegiatan, mulai dari membantu proses pendataan, mengarahkan peserta, hingga mendampingi lansia dan balita saat pemeriksaan. Kehadiran siswa tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga menciptakan suasana yang lebih ramah, aman, dan nyaman bagi peserta posyandu. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan posyandu ini, mahasiswa KKM 86 Senandika Desa tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, namun juga ikut menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya kesehatan sejak usia dini hingga usia lanjut. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Dusun Blandit Barat sekaligus mempererat hubungan antara pelajar, perangkat desa, dan masyarakat. KKM 86 Senandika Desa berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan sosial dan kesehatan demi terwujudnya masyarakat Desa Wonorejo yang lebih sehat dan sejahtera. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mahasiswa KKM 86 Senandika Desa Turut Sukseskan Posyandu Lansia dan Balita di Desa Wonorejo", Klik untuk membaca: https://www.kompasiana.com/qusayali5386/6966eeeded64150a575403a4/mahasiswa-kkm-86-senandika-desa-turut-sukseskan-posyandu-lansia-dan-balita-di-desa-wonorejo
IFFAH ZULIA DEWI
Program KKM Mandiri Integrasi Kelompok 39 di Kecamatan Sisir merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menjalin kerja sama antara mahasiswa dan warga setempat dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli, mandiri, dan berdaya. Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa berusaha memahami kebutuhan masyarakat serta merancang program yang sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah Kecamatan Sisir. Selama pelaksanaan KKM Mandiri Integrasi, Kelompok 39 menjalankan berbagai kegiatan edukatif yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya dalam aspek kesehatan dan pola hidup sehat. Program yang dilaksanakan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga aplikatif, sehingga masyarakat dapat langsung menerapkan pengetahuan yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta kepekaan sosial. Melalui kegiatan KKM Mandiri Integrasi ini, diharapkan terjalin hubungan yang harmonis dan berkelanjutan antara mahasiswa dan masyarakat Kecamatan Sisir. Kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pengalaman berharga dalam membentuk karakter, tanggung jawab sosial, dan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, KKM Mandiri Integrasi Kelompok 39 diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat.
NATASYA SAFIRA RAHMADIANTI
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 50 Astraya melaksanakan program kerja berupa kegiatan sosialisasi tentang bullying serta kebersihan dan kesehatan pada hari Senin dan Selasa. Kegiatan ini dilaksanakan di dua lembaga pendidikan, yakni SDN 01 Sidomulyo pada Senin, 12 Januari 2026, dan MI Al Hidayah Sidomulyo pada Selasa, 13 Januari 2026, dengan melibatkan siswa-siswi serta guru pendamping. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sejak dini mengenai bahaya perilaku bullying serta pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri. Materi yang disampaikan meliputi bahaya konsumsi minuman kemasan, risiko penyakit cacingan, pentingnya mencuci tangan dengan benar, serta pemahaman mengenai bullying dan dampaknya terhadap lingkungan sekolah. Pemateri dalam kegiatan ini berasal dari perwakilan mahasiswa KKM 50 Astraya. Materi mengenai bahaya minuman kemasan disampaikan oleh saudara Rafi, yang menjelaskan dampak negatif konsumsi minuman kemasan secara berlebihan terhadap kesehatan anak. Selanjutnya, materi tentang penyakit cacingan disampaikan oleh saudara Gunawan, yang memaparkan penyebab, dampak, serta cara pencegahan cacingan melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Sementara itu, materi mengenai bullying disampaikan oleh saudara Ibrahim, yang menjelaskan bentuk-bentuk bullying, dampaknya bagi korban, serta pentingnya saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Kegiatan diikuti dengan antusias oleh para siswa. Penyampaian materi dilakukan dengan metode yang interaktif dan mudah dipahami, seperti penjelasan sederhana, tanya jawab, serta praktik langsung cara mencuci tangan yang baik dan benar. Hal ini bertujuan agar siswa dapat memahami dan menerapkan materi yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh ketua kelompok KKM 50 Astraya dan dilanjutkan juga dengan pembukaan dari perwakilan salah satu guru di setiap Lembaga. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemaparan materi sosialisasi, praktik cuci tangan, serta sesi diskusi bersama siswa. Para guru dan pihak sekolah turut mendampingi jalannya kegiatan dan memberikan dukungan penuh terhadap program yang dilaksanakan. Kegiatan sosialisasi ini berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respon positif dari pihak sekolah. Melalui program kerja ini, diharapkan siswa-siswi SDN 01 Sidomulyo dan MI Al Hidayah Sidomulyo dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menjauhi perilaku bullying dalam lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
THIFAL FAZA DAMAIA
Ibadah haji merupakan rangkaian ibadah yang membutuhkan kondisi fisik dan kesehatan yang prima. Aktivitas seperti berjalan jauh, berdiri lama, serta perubahan cuaca dan pola makan selama di Tanah Suci menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi Calon Jamaah Haji (CJH) yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti hipertensi atau kelebihan berat badan. Oleh karena itu, menjaga pola makan sehat sejak masa persiapan menjadi langkah penting untuk menunjang kelancaran ibadah haji. Mengapa Pola Makan Sehat Penting bagi CJH? Pola makan sehat berperan besar dalam menjaga tekanan darah tetap stabil, mengontrol berat badan, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Asupan makanan yang seimbang membantu tubuh mendapatkan energi yang cukup tanpa memberatkan kerja jantung dan pembuluh darah. Bagi CJH dengan riwayat hipertensi, pola makan yang tepat juga dapat membantu mencegah komplikasi seperti pusing, kelelahan berlebih, atau gangguan kardiovaskular selama beribadah. Prinsip Pola Makan Sehat untuk CJH Pola makan sehat tidak harus rumit atau mahal. Beberapa prinsip sederhana yang dapat diterapkan sehari-hari antara lain: Mengonsumsi makanan beragam dan seimbang, yang terdiri dari karbohidrat, protein, sayur, dan buah. Membatasi konsumsi makanan tinggi garam, lemak, dan gula, seperti gorengan, makanan bersantan, serta makanan olahan. Memperbanyak sayur dan buah sebagai sumber serat, vitamin, dan mineral. Memilih metode pengolahan makanan yang lebih sehat, seperti direbus, dikukus, atau dipanggang. Minum air putih yang cukup setiap hari untuk menjaga hidrasi tubuh. Monitoring Menu Harian Salah satu cara efektif untuk menjaga konsistensi pola makan sehat adalah dengan melakukan monitoring menu harian. CJH dapat mencatat jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari dalam buku catatan atau jurnal sederhana. Dengan monitoring menu, CJH menjadi lebih sadar terhadap kebiasaan makan yang dijalani dan dapat mengevaluasi apakah makanan yang dikonsumsi sudah sesuai dengan anjuran kesehatan. Monitoring menu juga membantu tenaga kesehatan atau pendamping dalam memberikan saran yang lebih tepat dan sesuai dengan kondisi masing-masing CJH. Evaluasi menu yang dilakukan setiap minggu diharapkan dapat mendorong perubahan pola makan secara bertahap dan berkelanjutan. Aktivitas Fisik sebagai Pendukung Pola Makan Sehat Selain pola makan, aktivitas fisik ringan hingga sedang juga berperan penting dalam menjaga kebugaran. Kegiatan sederhana seperti jalan sehat secara rutin dapat membantu mengontrol berat badan, meningkatkan stamina, serta memperbaiki sirkulasi darah. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur akan memberikan manfaat optimal jika diimbangi dengan pola makan sehat. Komitmen untuk Kesehatan, Ikhtiar Menuju Haji yang Mabrur Menjaga pola makan sehat merupakan bagian dari ikhtiar untuk mempersiapkan diri secara optimal sebelum berangkat ke Tanah Suci. Dengan menerapkan pola makan yang tepat, melakukan monitoring menu secara rutin, serta menjaga aktivitas fisik, CJH diharapkan dapat menjalani ibadah haji dengan kondisi tubuh yang lebih sehat, kuat, dan nyaman. Kesehatan adalah amanah yang perlu dijaga. Persiapan yang baik sejak sekarang akan menjadi bekal berharga dalam menjalankan ibadah haji secara khusyuk dan lancar.
AGATHA FAVIAN CRYSTALIANTO
Halo semuanya! Saya Agatha Favian, dan kali ini saya ingin berbagi cerita seru sekaligus mengharukan selama menjalani Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari FKIK UIN Malang. Bukan sekadar KKN biasa, program kami kali ini bertajuk KKM HIPE (Hajj Interprofessional Education). Misi kami? Sederhana namun sangat krusial: Memastikan para pahlawan spiritual kita, yaitu Calon Jamaah Haji (CJH), memiliki kesiapan fisik yang prima sebelum berangkat ke Tanah Suci Banyak orang mengira ibadah haji hanya soal kesiapan mental dan finansial. Padahal, rangkaian ibadah seperti Thawaf, Sa’i, hingga Wukuf menuntut stamina yang luar biasa. Fakta di lapangan menunjukkan banyak jamaah kita yang berisiko tinggi karena penyakit degeneratif, terutama hipertensi. Inilah yang membawa Kelompok 17 kami ke Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Di Desa Gunungsari, kami bertemu dengan sosok luar biasa, Pak Eko Purwanto. Beliau adalah calon jamaah haji yang penuh semangat, namun memiliki tantangan kesehatan berupa hipertensi dan kondisi overweight. Selama satu bulan (Desember 2025 - Januari 2026), kami rutin melakukan "Sambang Haji" ke kediaman beliau. Data awal menunjukkan tekanan darah beliau mencapai 153/95 mmHg dengan indeks massa tubuh (BMI) yang masuk kategori obesitas. Tantangannya? Pak Eko memiliki aktivitas pekerjaan yang berat sebagai pengawas hotel (naik turun 5 lantai!) dan masih memiliki kebiasaan merokok. Agar edukasi tidak membosankan, kami merancang beberapa program unggulan: Alarm Haji: Pengingat minum obat rutin berbasis WhatsApp agar Pak Eko tidak lupa jadwal terapinya. Video Edukasi & Flash Card: Kami membuat materi visual yang menarik tentang gaya hidup sehat dan manajemen hipertensi yang mudah diingat. Kartu Siap Haji: Media pengingat visual harian untuk menjaga pola makan rendah garam. Medical Check berkala: Memantau tekanan darah, gula darah, hingga kolesterol secara rutin. Perjalanan ini tidak selalu mulus. Ada kalanya tekanan darah Pak Eko turun secara signifikan, namun di kunjungan berikutnya bisa naik kembali karena faktor kelelahan atau pola makan. Kami belajar bahwa mengubah gaya hidup seseorang—apalagi yang sudah senior—membutuhkan kesabaran ekstra dan pendekatan hati ke hati. Namun, melihat skor pengetahuan Pak Eko yang mencapai 100/100 pada sesi post-test memberikan kebahagiaan tersendiri bagi kami. Beliau kini jauh lebih paham bagaimana menjaga diri agar tetap bugar demi panggilan Ilahi. KKM HIPE ini menyadarkan kami bahwa menjadi calon dokter atau tenaga kesehatan bukan hanya soal mengobati, tapi soal mendampingi. Kesehatan adalah pondasi dari kemabruran haji. Jika fisiknya kuat, ibadah pun bisa dilakukan dengan lebih khusyuk. Terima kasih untuk Pak Eko, dr. Lina Fitria Astari selaku DPL kami, dan seluruh anggota Kelompok 17 (Tsani, Fanie, Haidar, dan saya sendiri) atas kerja kerasnya. Semoga langkah kecil kami di Bumiaji menjadi berkah bagi perjalanan haji para jamaah nantinya. Sampai jumpa di cerita pengabdian berikutnya!
SITI ARIFAH KHISYAHUNA
Malang - KKM Kelompok 7 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang secara aktif melaksanakan program keagamaan rutin sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat di lingkungan RW 3. Salah satu kegiatan utama yang dijalankan adalah program khataman Al-Qur’an One Day One Juz, yang dilakukan secara konsisten sebagai upaya membangun budaya literasi Al-Qur’an, kedisiplinan ibadah, serta penguatan spiritualitas mahasiswa. Program ini menjadi ruang pembinaan religius yang tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga membentuk kesadaran kolektif akan pentingnya kedekatan dengan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Selain program internal tersebut, mahasiswa KKM juga secara aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan rutin keagamaan warga, seperti tahlil, istighosah, pembacaan Maulid Diba’, sholawat Burdah, serta kegiatan keagamaan lainnya yang telah menjadi tradisi masyarakat setempat. Keterlibatan ini tidak hanya menunjukkan bentuk adaptasi sosial mahasiswa, tetapi juga menjadi strategi integratif dalam membangun relasi yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat melalui ruang-ruang spiritual yang telah mengakar secara kultural. Keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan tersebut berfungsi sebagai media pembelajaran sosial dan keagamaan yang bersifat timbal balik. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai pembelajar dalam memahami nilai-nilai lokal, tradisi keagamaan, serta pola interaksi sosial masyarakat. Proses ini membentuk sikap empati, penghormatan terhadap kearifan lokal, serta kesadaran akan pentingnya keberagaman ekspresi keislaman dalam kehidupan bermasyarakat Melalui rangkaian kegiatan keagamaan rutin ini, KKM Kelompok 7 berharap dapat memperkuat ikatan spiritual dan sosial dengan masyarakat RW 3, sekaligus berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan tradisi keagamaan yang telah hidup di tengah masyarakat. Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat aspek religiusitas individu, tetapi juga membangun solidaritas sosial, kebersamaan, dan harmoni antara mahasiswa dan masyarakat sebagai fondasi pengabdian yang berkelanjutan.