FADIL FERDIKA FABILLAH
Di Desa Persiapan Batu Asak, beberapa Posyandu berada di lokasi yang cukup tersembunyi di dalam gang-gang kecil, sehingga menyulitkan masyarakat maupun pihak luar dalam menemukan keberadaannya. Kondisi ini menunjukkan pentingnya informasi dan penanda yang jelas guna mendukung akses terhadap layanan kesehatan masyarakat. Sebagai bagian dari program kerja, Kelompok 176 berinisiatif untuk melakukan pembuatan plang nama Posyandu. Plang tersebut berfungsi sebagai penanda lokasi sekaligus sarana identifikasi bagi masyarakat, kader kesehatan, serta pihak lain yang ingin berkontribusi dalam kegiatan Posyandu. Melalui program ini, diharapkan akses menuju Posyandu menjadi lebih mudah dan keberadaan layanan kesehatan desa dapat semakin dikenal. Selain itu, pembuatan plang ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di Desa Persiapan Batu Asak.
RAJA ALDIANSYAH FAJRUL FALAH
Kegiatan mengajar di TPQ Alaamiin yang dilaksanakan oleh mahasiswa/i Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandhaloka di Desa Kluwut dilaksanakan pada hari Senin, 5 Januari 2026 sampai dengan hari Senin, 2 Februari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan setiap hari pada pukul 16.00 WIB hingga selesai sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung proses pembelajaran keagamaan di lingkungan TPQ Alaamiin. Seluruh mahasiswa/i KKM Mandhaloka berpartisipasi secara aktif dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Materi pembelajaran yang diberikan difokuskan pada penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid melalui metode pembelajaran yang terstruktur dan mudah dipahami. Selain itu, setiap hari Jumat juga dilaksanakan kegiatan pembelajaran praktik sholat serta pembiasaan doa-doa sehari-hari guna meningkatkan pemahaman dan pengamalan ibadah para santri. Pelaksanaan kegiatan mengajar diawali dengan doa bersama sebelum kegiatan pembelajaran dimulai dan diakhiri dengan penutupan serta evaluasi singkat. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran keagamaan di TPQ Alaamiin Desa Kluwut, sekaligus menjadi sarana penguatan pengalaman pengabdian bagi mahasiswa/i KKM Mandhaloka.
PASHA BERLIANA ASHAR
Kontribusi Mahasiswa KKM Kelompok 80 dalam Kegiatan Munajat Jalanan di Pondok Pesantren Al-Ghozali Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 80 yang melaksanakan pengabdian di Desa Pakis Kembar, Kabupaten Malang, turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat. Salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah keterlibatan mahasiswa KKM dalam kegiatan Munajat Jalan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Al-Ghozali. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu malam Minggu, 27 Desember 2025. Kegiatan Munajat Jalan merupakan peringatan haul para kiai dan tokoh terdahulu Pondok Pesantren Al-Ghozali yang dikemas secara inklusif. Penamaan Munajat Jalan dipilih sebagai simbol upaya pondok pesantren dalam merangkul masyarakat luas, khususnya anak-anak jalanan dan komunitas Vespa, agar dapat ikut serta dalam kegiatan keagamaan tanpa adanya sekat sosial. Berbeda dengan kegiatan haul pada umumnya, Munajat Jalan tidak hanya diisi dengan pembacaan sholawat, pengajian, dan doa bersama, tetapi juga menampilkan pertunjukan dari anak-anak jalanan, seperti bernyanyi dan seni musik. Hal ini menjadi wujud dakwah yang humanis serta bentuk kepedulian terhadap anak-anak jalanan agar mereka merasa dihargai dan diterima di tengah masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini tidak hanya untuk mendoakan para kiai dan tokoh yang telah wafat, tetapi juga sebagai bentuk munajat dan doa bagi anak-anak jalanan agar senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, dan harapan kehidupan yang lebih baik. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM Kelompok 80 berperan sebagai panitia dengan membantu persiapan dan kelancaran acara. Keterlibatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menumbuhkan rasa kepedulian sosial, kerja sama, serta penguatan peran mahasiswa sebagai agen pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan Munajat Jalan, diharapkan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan kemanusiaan dapat terus terjaga serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
FIRDANIA ZAHROTUL AMALIA
Jalan pagi hari ini spesial banget! Bukan cuma cari keringat, tapi juga cari berkah. Kami berkesempatan mendampingi kegiatan jalan santai calon jamaah haji di Batu Panorama. Sepanjang jalan isinya bukan cuma obrolan santai, tapi juga untaian doa dan nasihat buat kami yang masih muda ini. Melalui kegiatan KKM ini, kami belajar bahwa ibadah bukan hanya soal dahi yang bersujud, tapi juga tentang kaki yang melangkah untuk mempersiapkan diri memenuhi panggilan-Nya. Melihat semangat mereka di usia senja, rasa lelah kami seketika luruh. Semoga langkah-langkah kecil ini menjadi saksi ketulusan niat menuju Baitullah.
KURROTUL AINI
Kelompok 68 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan workshop pembuatan anyaman dan besek bambu sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Bangelan. Workshop ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya alam berupa bambu yang melimpah di Desa Bangelan, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya mendorong warga untuk mengolah bambu menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis yang dapat menunjang peningkatan pendapatan keluarga. Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari para ibu anggota PKK Desa Bangelan. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan hingga akhir acara. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan, terutama saat sesi praktik pembuatan anyaman dan besek bambu. Workshop ini menghadirkan narasumber utama, Joko Susanto, seorang pengrajin bambu yang telah lama menekuni bidang kerajinan anyaman dan memiliki usaha yang telah berkembang. Dalam penyampaian materinya, Joko Susanto membagikan pengetahuan mengenai teknik dasar pengolahan bambu, proses pembuatan anyaman, hingga tips pengembangan usaha kerajinan bambu agar memiliki nilai jual yang tinggi. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kelompok 68 KKM, Kepala Desa Bangelan, serta Ketua PKK Desa Bangelan. Setelah itu, kegiatan inti berupa sesi praktik pembuatan anyaman dan besek bambu dipandu oleh tiga orang pemateri. Sesi praktik berlangsung selama kurang lebih tiga jam, di mana peserta dibimbing secara langsung mulai dari tahap persiapan bahan hingga proses penganyaman. Kegiatan workshop ditutup dengan sesi foto bersama serta bernyanyi bersama sebagai bentuk kebersamaan dan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak yang terlibat. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi peluang usaha rumahan yang berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Bange lan.
RAHMA ELIZATUL HABIB
Kelompok 68 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakankegiatan workshop pembuatan anyaman dan besek bambu sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Bangelan. Workshop ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya alam berupa bambu yang melimpah di Desa Bangelan, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya mendorong warga untuk mengolah bambu menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis yang dapat menunjang peningkatan pendapatan keluarga. Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari para ibu anggota PKK Desa Bangelan. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan hingga akhir acara. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan, terutama saat sesi praktik pembuatan anyaman dan besek bambu. Workshop ini menghadirkan narasumber utama, Joko Susanto, seorang pengrajin bambu yang telah lama menekuni bidang kerajinan anyaman dan memiliki usaha yang telah berkembang. Dalam penyampaian materinya, Joko Susanto membagikan pengetahuan mengenai teknik dasar pengolahan bambu, proses pembuatan anyaman, hingga tips pengembangan usaha kerajinan bambu agar memiliki nilai jual yang tinggi. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kelompok 68 KKM, Kepala Desa Bangelan, serta Ketua PKK Desa Bangelan. Setelah itu, kegiatan inti berupa sesi praktik pembuatan anyaman dan besek bambu dipandu oleh tiga orang pemateri. Sesi praktik berlangsung selama kurang lebih tiga jam, di mana peserta dibimbing secara langsung mulai dari tahap persiapan bahan hingga proses penganyaman. Kegiatan workshop ditutup dengan sesi foto bersama serta bernyanyi bersama sebagai bentuk kebersamaan dan apresiasiatas partisipasi seluruh pihak yang terlibat. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi peluang usaha rumahan yang berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Bangelan.