RANIA INSYIRA KHANSA
Jalan pagi bersama teman menjadi salah satu cara sederhana namun efektif untuk mempersiapkan kebugaran fisik menjelang pelaksanaan ibadah haji. Aktivitas ini dilakukan secara rutin di pagi hari ketika udara masih segar dan suasana lingkungan terasa lebih tenang. Dengan berjalan kaki secara teratur, tubuh dilatih agar terbiasa bergerak dalam durasi yang cukup lama. Kehadiran teman membuat kegiatan ini terasa lebih ringan dan menyenangkan. Semangat kebersamaan juga membantu menjaga konsistensi agar tetap rutin berolahraga. Selain bermanfaat bagi kesehatan fisik, jalan pagi bersama teman juga memberikan dampak positif bagi kesehatan mental. Percakapan ringan selama berjalan mampu mengurangi stres dan menumbuhkan rasa bahagia. Kebiasaan ini melatih kesabaran serta ketahanan diri yang sangat dibutuhkan saat menjalani rangkaian ibadah haji. Kebersamaan yang terjalin juga menumbuhkan sikap saling peduli dan mendukung satu sama lain. Dengan mental yang lebih tenang, persiapan ibadah dapat dijalani dengan lebih optimis. Persiapan fisik dan mental yang baik akan sangat berpengaruh terhadap kelancaran ibadah haji. Rangkaian ibadah seperti thawaf, sa’i, dan wukuf membutuhkan stamina yang cukup serta kondisi tubuh yang prima. Melalui jalan pagi yang dilakukan secara konsisten, kebugaran tubuh dapat terjaga dengan baik. Hal ini menjadi bentuk ikhtiar agar setiap ibadah dapat dilaksanakan dengan maksimal. Dengan tubuh yang sehat dan hati yang siap, ibadah haji diharapkan berjalan lancar dan penuh kekhusyukan.
FRISTYA PRIMANTIWI
ahasiswa KKM Kelompok 13 UIN Malang mengadakan kegiatan bimbingan belajar atau bimbel edukatif di posko KKM. Kegiatan ini ditujukan untuk siswa dan siswi tingkat SD dan MI yang berada di sekitar posko. Bimbel ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan anak-anak di desa setempat. Posko KKM dimanfaatkan sebagai tempat belajar yang nyaman dan mudah dijangkau oleh siswa. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan belajar bersama mahasiswa. Suasana belajar dibuat santai agar siswa merasa nyaman dan tidak tertekan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM membagi siswa ke dalam beberapa kelompok belajar kecil. Pembagian kelompok ini bertujuan agar pendampingan belajar bisa lebih fokus dan efektif. Setiap kelompok didampingi oleh mahasiswa yang siap membantu kesulitan belajar siswa. Mahasiswa berusaha menciptakan suasana belajar yang ramah dan menyenangkan. Anak-anak diberikan kesempatan untuk bertanya dengan bebas selama kegiatan berlangsung. Dengan cara ini, siswa menjadi lebih berani dan percaya diri dalam belajar. Mata pelajaran yang dibimbing dalam kegiatan bimbel ini bersifat fleksibel dan menyesuaikan kebutuhan masing-masing siswa. Siswa diperbolehkan membawa tugas sekolah atau materi pelajaran yang belum mereka pahami. Mahasiswa KKM membantu menjelaskan materi sesuai tingkat kelas dan kemampuan siswa. Pelajaran yang sering dibahas antara lain matematika, bahasa Indonesia, dan pelajaran agama. Pendekatan yang digunakan dibuat sederhana agar mudah dipahami anak-anak. Hal ini membantu siswa lebih cepat mengerti materi yang dipelajari. Selain membantu mengerjakan tugas, mahasiswa juga memberikan motivasi agar siswa semangat dalam belajar. Mahasiswa sering menyelipkan permainan ringan agar suasana tidak membosankan. Anak-anak tampak senang karena belajar tidak hanya duduk dan mendengarkan penjelasan. Interaksi antara mahasiswa dan siswa terjalin dengan baik selama kegiatan berlangsung. Orang tua siswa pun memberikan respon positif terhadap adanya bimbel di posko KKM. Mereka merasa terbantu dengan adanya pendampingan belajar ini. Kegiatan bimbel edukatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan belajar siswa SD dan MI di desa setempat. Mahasiswa KKM Kelompok 13 UIN Malang berkomitmen untuk terus mendampingi anak-anak selama masa pengabdian. Melalui kegiatan ini, mahasiswa ingin menanamkan semangat belajar sejak dini. Posko KKM tidak hanya menjadi tempat tinggal mahasiswa, tetapi juga menjadi pusat kegiatan edukatif. Anak-anak mendapatkan tambahan ilmu dan pengalaman belajar yang menyenangkan. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa KKM kepada masyarakat desa.
MOCHAMAD AKBAR FAUZAN ALI
Dalam rangka memberi kemudahan akases layanan konsultasi keluarga bagi masyarakat. Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 18 Sattvaghana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) meresmikan Family Corner dan juga menggelar acara Seminar Parenting. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Ainul Yaqin Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada Selasa (27/1/2026). Langkah Strategis Menjamin Keberlanjutan Layanan Konsultasi Keluarga Dalam laporannya, Renata Dwi Yasarah menjelaskan rangkaian acara diawali dengan prosesi pelantikan pengurus Family Corner Masjid Ainul Yaqin. “Pelantikan ini merupakan langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan layanan konsultasi keluarga di lingkungan masyarakat,” ujar Renata. Kelompok KKM 19 UIN Malang berperan penting dalam mengawal pembentukan struktur. Sehingga ke depannya warga memiliki wadah resmi yang dikelola secara profesional untuk mengadukan serta mencari solusi atas permasalahan rumah tangga. Family Corner sebagai Ruang Aman bagi Masyarakat Pada kegiatan utama yang dilaksanakan KKM Kelompok 19 UIN Malang. Inisiator Family Corner UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Mufidah Cholil, M.Ag secara resmi meresmikan fasilitas tersebut sekaligus memberikan sosialisasi mendalam terkait konsep Family Corner. “Kehadiran lembaga ini bertujuan untuk mendekatkan layanan penguatan keluarga ke basis masyarakat terkecil,” jelas Prof. Mufidah. Dalam sosialisasinya, ia menekankan bahwa Family Corner dirancang sebagai ruang aman bagi masyarakat untuk mendapatkan edukasi. Selain itu juga sebagai solusi atas berbagai problematika rumah tangga dengan landasan nilai-nilai religi yang kokoh. Gandeng Dosen Psikologi UIN Malang dalam Acara Seminar Parenting Melengkapi aspek sosialisasi kelembagaan, acara dilanjutkan dengan Seminar Parenting yang menghadirkan narasumber dari dosen Psikologi UIN Malang, Dr. Hj. Rofiqoh Rosidi, M.Pd, C.HT. Melalui materi bertema Peran Keluarga dalam Menghadapi Perubahan Zaman: Anak, Orang Tua, dan Kakek-Nenek. Ia memberikan pandangan dan strategi praktis pengasuhan yang menitikberatkan pada pentingnya keselarasan komunikasi antara tiga generasi agar tidak terjadi benturan pola asuh di era digital yang penuh tantangan. Antusiasme peserta yang didominasi oleh warga lokal dan penggiat keluarga, menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang edukasi seperti sangatlah tinggi. Kolaborasi antara LP2M UIN Malang, KKM 19, dan takmir Masjid Ainul Yaqin serta kepengurusan Family Corner. Kolaborasi ini diharapkan menjadi pilar utama dalam mencetak keluarga yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan zaman. Melalui peresmian dan pembekalan materi ini, Family Corner Masjid Ainul Yaqin siap beroperasi secara optimal untuk memberikan manfaat luas bagi kemaslahatan umat.
EKA ZHAREZHA LUSITA DEWI
Hari-hari awal pelaksanaan KKM menjadi langkah pertama dalam perjalanan yang penuh rasa penasaran dan penyesuaian. Wajah-wajah yang semula terasa asing perlahan berubah menjadi akrab, sapaan sederhana pun berkembang menjadi canda dan tawa. Melalui persiapan kegiatan serta diskusi singkat di sela waktu, kami belajar menyatukan langkah dan tujuan untuk mengabdi dengan sepenuh hati kepada masyarakat. Seiring berjalannya waktu, kebersamaan kami semakin terjalin kuat. Kami bekerja sama dalam menyusun rencana, menjalankan program, serta menghadapi berbagai tantangan yang datang tanpa diduga. ari proses tersebut, kami memahami bahwa melayani bukan hanya tentang menyelesaikan tanggung jawab, tetapi juga menghadirkan ketulusan dalam setiap tindakan. Dalam kunjungan tersebut, kami melaksanakan program Amanah dan Kawan CJH melalui pemeriksaan kesehatan sederhana, seperti tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol yang dapat membantu calon jamaah haji mengetahui kondisi kesehatannya. Kami juga berbincang santai bersama Bapak Ismadi dan Ibu Sri Rahayu yang berbagi kisah hidup penuh makna. Makan bersama, berbagi cerita, dan tertawa dalam kesederhanaan menjadi kenangan yang tak tergantikan. Kunjungan kepada calon jamaah haji bukan hanya menjadi bagian dari program KKM, tetapi juga menjadi perjalanan hati yang mengajarkan arti keluarga, kepedulian, dan makna pengabdian yang sesungguhnya.
AURALIA ZAHRIZKY
Momen kunjungan silaturahim pertama ke kediaman calon jemaah haji kami adalah saat yang sangat dinantikan. Dengan hati yang tulus dan penuh harap, kami disambut dengan sangat hangat oleh Bapak/Ibu calon jemaah haji, Bapak Ismadi dan Ibu Sri Rahayu, di rumah mereka. Merasakan kebahagiaan dan kesyukuran atas kesempatan untuk berbagi doa dan dukungan. Kami berharap program edukasi yang kami laksanakan dapat membantu dan menambah wawasan beliau dalam menjalani ibadah haji yang istitaah dan mabrur. Semoga perjalanan ibadah haji Bapak Ismadi dan Ibu Sri Rahayu berjalan lancar, penuh keberkahan, dan menjadi awal lembaran baru untuk membuka pintu kebaikan dan juga rezeki dari Allah SWT. Aamiin.
DWIYANTI MELIANI
Jalan Jalan Sehat Sambil Melihat Kebun Bersama Bapak Ahmad dan kak ihza merupakan salah satu dari intervensi program kami, dimanan dari program ini calon jemaah haji bisa terbiasa untuk jalan pagi untuk mempersiapkan diri ketika ibadah di tanah suci nanti dimana akan berjalan berkilo-kilo jauhnya. Jalan sehat dilakukan di pagi hari sekitar jam setengah 7 di sekitar rumah bapak ahmad khoifin, dimana udara masih terasa dingin dan juga sejuk. Tidak hanya itu kami juga belajar mengenai tanaman tanaman apa saja yang sering kali di tanam oleh masyarakat di desa bumiaji, kerap kali melihat orang orang yang bersiap untuk berangkat ke kebun, ada juga yang sudah memulai aktivitasnya di kebun, ada juga warga yang senam bersama memmngingat kami kkunjungan pada hari minggu. Bapak ahmad menjelaskan kami beberapa jenis tanaman yang sering ditanam oleh warga, ada wortel, sawi hijau atau pakcoy, bunga kol dan beberapa kebun ditanami oleh pohon apel, strawberry, alpukat dan jeruk. Jarak 100 meter dari rumah bapak ahmad juga ada pembangunan taman bermain yang mungkin 5 bulan lagi akan beroperasi.