SAJJIDA RAHMA RAMADHONA
Ada momen-momen dalam KKM yang kelihatannya sederhana, tapi justru itu yang paling lama tinggal di kepala. Bukan agenda besar, bukan acara seremonial melainkan kebersamaan yang jujur dan hangat. Salah satu momen itu aku alami bersama Calon Jamaah Haji bernama Bapak Muhammad Husni. Hari itu kami memasak salad sehat bersama di rumah beliau. Menariknya, menu ini terinspirasi dari makanan favorit Pak Husni sendiri. Beliau dengan antusias bercerita tentang kebiasaan hidup sehat yang mulai ia jalani, sambil sesekali bercanda ringan yang bikin suasana dapur terasa akrab. Aktivitas memasak yang biasanya terasa biasa saja, berubah jadi ruang belajar tentang kesehatan, tentang kebiasaan baik, dan tentang bagaimana seseorang menjaga tubuhnya dengan penuh kesadaran. Tak berhenti di situ, kebersamaan kami berlanjut dengan jogging keliling kompleks bersama Pak Husni. Awalnya cuaca bersahabat, tapi lama-lama hujan turun tanpa permisi. Alih-alih berhenti, kami justru tertawa dan tetap berlari kecil, membiarkan hujan jadi bagian dari cerita hari itu. Rasanya sederhana, tapi jujur seperti hidup itu sendiri. Setelah jogging, Pak Husni dengan penuh perhatian membelikan kami bakso bakar yang rasanya luar biasa enak, ditambah roti abon yang langsung jadi penutup sempurna hari itu. Makanan sederhana, tapi terasa spesial karena dimakan bersama, setelah lelah, dan dengan perasaan senang. Yang paling berkesan justru datang di momen tenang setelahnya. Kami duduk, mendengarkan cerita-cerita masa lalu Pak Husni tentang perjuangan hidup, pilihan-pilihan sulit, dan pelajaran yang ia petik seiring waktu. Ceritanya tidak menggurui, tapi mengalir apa adanya. Dari sana aku belajar bahwa inspirasi tidak selalu datang dari tokoh besar, tapi sering kali dari orang-orang di sekitar kita yang hidupnya penuh makna. Semua itu dibalut oleh ambience rumah Pak Husni yang terasa begitu nyaman. Rumahnya tidak mewah, tapi hangat. Ada rasa diterima, rasa pulang, dan rasa tenang yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Pengalaman ini mengajarkanku bahwa KKM bukan hanya soal program dan pengabdian, tetapi juga tentang hubungan manusia dengan manusia. Tentang hadir sepenuh hati, berbagi waktu, dan belajar dari cerita hidup orang lain. Dan hari itu, bersama Pak Husni, hujan, salad sehat, dan cerita masa lalu aku membawa pulang lebih dari sekadar kenangan.
ABDUL THORIQ AZZIAT
Desa Gadang, Kec. Sukun, Kab. Malang-- (01/02/26), Masjid Jami' Ali Musthofa menjadi tempat terselenggaranya kegiatan sosialisasi pengurusan jenazah yang diinisiasi oleh mahasiswa KKM Kelompok 113 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini menghadirkan Bapak Solichin sebagai narasumber utama yang memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam terkait tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam. Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKM terhadap pentingnya edukasi keagamaan praktis di tengah masyarakat. Tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan umat, mengingat pengurusan jenazah merupakan kewajiban fardhu kifayah. Kehadiran warga yang cukup antusias menunjukkan bahwa topik ini memang dibutuhkan. Suasana masjid terasa khidmat sejak awal kegiatan hingga akhir acara. Dalam pemaparannya, Bapak Solichin menjelaskan bahwa pengurusan jenazah tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai keikhlasan dan tanggung jawab sosial. Beliau menekankan bahwa setiap muslim seharusnya memiliki pengetahuan dasar mengenai tata cara merawat jenazah. Hal ini penting agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada segelintir orang saja. Selain itu, pemahaman yang benar dapat mencegah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam praktik di lapangan. Penjelasan disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh seluruh lapisan jamaah. Peserta terlihat menyimak dengan penuh perhatian sejak awal sesi. Materi pertama yang disampaikan adalah tata cara memandikan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam. Bapak Solichin menjelaskan secara runtut mulai dari niat, persiapan alat, hingga adab yang harus dijaga selama proses pemandian. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kehormatan jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sesama muslim. Dalam penjelasannya, narasumber mencontohkan langkah-langkah praktis yang sering dilakukan di masyarakat. Beberapa kesalahan umum juga turut dibahas agar tidak terulang kembali. Penyampaian yang sistematis membuat peserta lebih mudah membayangkan praktik sebenarnya. Setelah itu, materi dilanjutkan dengan pembahasan tentang proses mengkafani jenazah. Bapak Solichin menjelaskan jumlah dan jenis kain kafan yang digunakan, baik untuk jenazah laki-laki maupun perempuan. Ia juga menguraikan urutan mengkafani secara benar sesuai sunnah Rasulullah SAW. Penjelasan disertai dengan penekanan pada kesederhanaan dan tidak berlebihan dalam penggunaan kain kafan. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat memahami bahwa esensi mengkafani adalah menutup aurat dan menjaga kehormatan jenazah. Peserta tampak semakin tertarik karena materi ini jarang dipraktikkan secara langsung oleh sebagian besar warga. Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya bersifat satu arah, tetapi juga diselingi dengan sesi tanya jawab. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan terkait kondisi-kondisi khusus yang sering terjadi dalam pengurusan jenazah. Bapak Solichin menjawab setiap pertanyaan dengan sabar dan argumentasi yang jelas berdasarkan dalil serta pengalaman praktik. Interaksi ini menciptakan suasana yang hidup dan dialogis. Mahasiswa KKM Kelompok 113 turut berperan aktif dalam membantu jalannya diskusi. Kehangatan antara narasumber, peserta, dan panitia terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berharap masyarakat memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk menghadapi situasi kedukaan di lingkungan sekitarnya. Sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat fungsi masjid sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan umat. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga ruang belajar keislaman yang aplikatif. Nilai kebersamaan dan kepedulian sosial menjadi pesan penting yang ingin ditanamkan. Kegiatan ini sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dan warga setempat.
MUHAMMAD AZWAR
Tamansari, Licin – Dalam rangka pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, KKM Wening Praja 166 sukses menyelenggarakan berbagai kegiatan strategis di Desa Tamansari. Adapun program yang telah dilaksanakan meliputi: Jalan sehat bersama SDN 1 Tamansari Sosialisasi pencegahan bullying dan kenakalan remaja Pendampingan pembuatan QRIS untuk toko kelontong Pengajaran di TPQ Mansyaul Ulum dan Baital Makmur Seluruh kegiatan bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan, karakter generasi muda, serta pemberdayaan ekonomi digital masyarakat. Ketua kelompok menyatakan bahwa program dirancang berdasarkan kebutuhan riil warga desa. “Kami ingin menghadirkan solusi konkret, tidak hanya kegiatan seremonial,” ungkapnya. Masyarakat dan perangkat desa memberikan respons positif atas kontribusi mahasiswa. Diharapkan sinergi antara perguruan tinggi dan desa dapat terus terjalin dalam upaya pembangunan berkelanjutan.
KHEANNAN AL RAFAEL CANIAGO
Oleh : Kheannan Al Rafael Caniago Wening Praja – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Wening Praja 166 melaksanakan serangkaian program pengabdian masyarakat di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, dengan fokus pada bidang pendidikan, kesehatan, pelatihan karakter anak, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui digitalisasi. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Selama masa pengabdiannya, mahasiswa KKM Wening Praja 166 berupaya menghadirkan program yang aplikatif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Beberapa kegiatan unggulan yang telah dilaksanakan antara lain jalan sehat di SD Negeri 1 Tamansari, sosialisasi bullying dan kenakalan remaja di tingkat sekolah dasar, pembuatan QRIS di toko-toko kelontong, serta kegiatan mengajar di TPQ Mansyaul Ulum dan TPQ Baital Makmur. Jalan Sehat SD Negeri 1 Tamansari, Wujud Kepedulian terhadap Kesehatan Anak Salah satu acara pembuka yang menjadi perhatian adalah jalan sehat bersama siswa SD Negeri 1 Tamansari. Kegiatan ini diikuti oleh siswa, guru, serta siswa KKM dengan penuh antusias. Jalan sehat tidak hanya menjadi ajang olahraga ringan, tetapi juga sarana mempersatukan kebersamaan dan semangat hidup sehat sejak dini. Ketua KKM Wening Praja 166 menyampaikan bahwa kegiatan jalan sehat dipilih karena sederhana, mudah diikuti, dan memiliki dampak positif bagi kesehatan fisik maupun mental anak-anak. “Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan bisa dimulai dari aktivitas ringan dan menyenangkan,” ujarnya. Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan berharap kerja sama antara siswa dan sekolah dapat terus berlanjut. Guru SD Negeri 1 Tamansari menilai bahwa kehadiran siswa KKM memberikan suasana baru yang menyenangkan dan memotivasi siswa untuk lebih aktif serta berani berinteraksi. Sosialisasi Bullying dan Kenakalan Remaja Sejak Dini Selain kegiatan fisik, KKM Wening Praja 166 juga menaruh perhatian pada pembinaan karakter dan perilaku anak, khususnya terkait isu bullying dan kenakalan remaja. Sosialisasi ini dilaksanakan di lingkungan SD dengan metode yang disesuaikan dengan usia siswa, seperti pemaparan ringan, diskusi interaktif, serta contoh-contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak. Mahasiswa menjelaskan pengertian bullying, jenis-jenisnya, dampak negatif yang ditimbulkan, serta cara bersikap apabila menjadi korban atau saksi. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami, tanpa menimbulkan rasa takut pada siswa. Menurut salah satu mahasiswa KKM, sosialisasi ini penting dilakukan sejak dini agar anak-anak memiliki kesadaran untuk saling menghormati dan berani berkata tidak terhadap perilaku kekerasan. “Kami berharap siswa tidak hanya memahami apa itu bullying, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” jelasnya. Kegiatan ini mendapat respons positif dari guru dan pihak sekolah karena dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini. Edukasi dini diharapkan mampu mencegah terjadinya kasus bullying dan kenakalan remaja di kemudian hari. Dorong Digitalisasi UMKM Melalui Pembuatan QRIS Tidak hanya berfokus pada pendidikan, KKM Wening Praja 166 juga menjalankan program pembuatan QRIS di beberapa toko kelontong di Desa Tamansari. Program ini bertujuan membantu pelaku usaha kecil agar mampu mengikuti perkembangan sistem pembayaran digital yang semakin luas digunakan masyarakat. Mahasiswa mendampingi pemilik toko mulai dari proses pendaftaran, pembuatan akun, hingga cara penggunaan QRIS dalam transaksi sehari-hari. Selain itu, mahasiswa juga memberikan pemahaman tentang manfaat pembayaran non-tunai, seperti kemudahan transaksi, keamanan, serta pencatatan keuangan yang lebih rapi. Salah satu pemilik toko kelontong mengaku terbantu dengan adanya program ini. Ia menyampaikan bahwa sebelumnya belum memahami cara membuat dan menggunakan QRIS. Dengan pendampingan dari mahasiswa, kini tokonya sudah dapat melayani pembayaran digital. Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM desa serta mendorong masyarakat untuk lebih melek teknologi, sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan. Mengajar dan Membina Santri TPQ Mansyaul Ulum dan Baital Makmur Sebagai bentuk pengabdian di bidang keagamaan, mahasiswa KKM Wening Praja 166 turut aktif mengajar di TPQ Mansyaul Ulum dan TPQ Baital Makmur. Kegiatan ini meliputi pembelajaran membaca Al-Qur'an, hafalan surat-surat pendek, doa sehari-hari, serta penanaman akhlak dan nilai-nilai keislaman. Siswa berperan sebagai pendamping ustaz dan ustazah, membantu proses belajar mengajar agar lebih variatif dan menyenangkan. Metode yang digunakan disesuaikan dengan kemampuan santri, mulai dari anak yang masih belajar iqra' hingga yang sudah lancar membaca Al-Qur'an. Pengurus TPQ menyampaikan penghargaan atas kontribusi mahasiswa KKM. Kehadiran siswa dinilai mampu menambah semangat belajar santri serta memberikan warna baru dalam kegiatan TPQ. Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat Seluruh rangkaian kegiatan KKM Wening Praja 166 tidak lepas dari dukungan pemerintah desa, pihak sekolah, tokoh agama, serta masyarakat Desa Tamansari. Kolaborasi yang terjalin menjadi kunci keberhasilan program-program yang dilaksanakan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar langsung dari masyarakat tentang nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial. Sementara itu, masyarakat memperoleh manfaat nyata dari program yang dilaksanakan. KKM Wening Praja 166 berharap kegiatan yang telah dilakukan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi Desa Tamansari. Program-program sederhana namun tepat sasaran ini diharapkan menjadi langkah kecil menuju masyarakat yang lebih sehat, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Komitmen Pengabdian Berkelanjutan Seluruh rangkaian kegiatan KKM Wening Praja 166 menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa dapat berperan aktif sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Melalui pendekatan edukatif, sosial, ekonomi, dan keagamaan, program-program yang dilaksanakan diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi Desa Tamansari. Mahasiswa berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut meski masa KKM telah usai. “Kami belajar banyak dari masyarakat, dan semoga kehadiran kami juga membawa manfaat. KKM bukan hanya pengabdian, tetapi juga proses belajar bersama,” tutup ketua kelompok. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, KKM Wening Praja 166 meninggalkan jejak positif sebagai generasi muda yang peduli, kreatif, dan solutif bagi kemajuan desa.
FATIMAH AZ ZAHRA
Kunjungan terakhir KKM HIPE Kelompok 11 - FKIK UIN Malang ini menjadi penutup yang penuh makna. Selama masa pengabdian, kami tidak hanya berfokus pada kegiatan utama berupa tes kesehatan calon jamaah haji, tetapi juga ikut larut dalam kebersamaan dengan masyarakat. Mulai dari senam bersama yang penuh tawa, hingga jalan-jalan sederhana yang justru mempererat kedekatan. Foto ini merekam momen kebersamaan kami—bukan hanya sebagai mahasiswa yang menjalankan program kerja, tetapi sebagai bagian dari lingkungan yang saling belajar dan berbagi. KKM HIPE mengajarkan bahwa pengabdian tidak selalu soal agenda formal, melainkan tentang kehadiran, kebersamaan, dan kenangan yang akan selalu kami bawa pulang.
WAHID BAGUS SANJAYA
Kegiatan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW telah dilaksanakan pada hari Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Masjid Darussalam, Dusun Ngrejo, Desa Kluwut, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Takmir Masjid Darussalam yang bekerja sama dengan mahasiswa/i KKM Mandhaloka. Acara dimulai pada pukul 19.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh jamaah masjid serta Dusun Ngrejo dengan penuh antusiasme. Peringatan Isra' Mi'raj ini menghadirkan penceramah Kyai Gus Ato'ul Mursyid dari Pondok Pesantren Al-Karomah yang menyampaikan tausiyah mengenai makna dan hikmah peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, khususnya dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam. Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah Al-Qur'an oleh Abd. Rohman, menyambut panitia, menyampaikan tausiyah, dan ditutup dengan doa penutup. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan khidmat dan tertib. Dalam pelaksanaannya, seluruh mahasiswa/i KKM Mandhaloka terlibat aktif sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Wahid Bagus Sanjaya bertindak sebagai ketua pelaksana yang mengoordinasikan jalannya kegiatan. Zahrotul Makiyyah dan Zaenal Abidin bertugas sebagai pembawa acara (MC). Akhmad Munir dan Ana Nur Indah bertanggung jawab dalam pembuatan desain banner kegiatan, sedangkan mahasiswa KKM lainnya membantu pada bagian konsumsi serta kebutuhan teknis acara. Kerja sama yang baik antara mahasiswa KKM dan Takmir Masjid Darussalam menjadikan kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan meriah. Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara panitia, penceramah, tokoh masyarakat, serta jamaah yang hadir sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan dapat mempererat hubungan silaturahmi antara mahasiswa KKM Mandhaloka dengan masyarakat Dusun Ngrejo serta memberikan manfaat spiritual bagi seluruh peserta yang mengikuti kegiatan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW.