Thumbnail
8 months ago
Bersama Wali Murid, KKM 44 "Bhavishya" Wujudkan Generasi Anak Hebat Melalui Sosialisasi Parenting

MUNA MA`RUDATUL ALIYAH

Anak adalah cerminan dari cara mereka dibesarkan. Berangkat dari pemahaman tersebut, KKM 44 Bhavishya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan sosialisasi parenting pada Senin, (12/01/2026) pukul 09.00 WIB di PAUD Tunas Harapan Desa Gunung Jati. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu wali murid PAUD Tunas Harapan serta para guru PAUD. Kehadiran para peserta menunjukkan antusiasme dan kepedulian yang tinggi terhadap pentingnya pola asuh yang tepat bagi tumbuh kembang anak. Sosialisasi ini menjadi ruang edukatif sekaligus ajang silaturahmi antara orang tua, guru, dan mahasiswa KKM dalam membangun sinergi pendidikan anak sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 44 "Bhavishya" memperkenalkan salah satu program kerja mereka di bidang pendidikan keluarga. Sosialisasi parenting ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para orang tua tentang pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam pembentukan karakter, emosi, dan kepribadian anak. Nanik Indahayati, selaku kepala PAUD Tunas Harapan desa Gunung Jati memeberikan sambutan sekaligus menyampaikan terima kasih kepada KKM 44 Bhavishya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang karena telah mengadakan sosialisasi parenting ini. "Terima kasih banyak kepada kakak-kakak KKM sudah mengadakan sosialisasi parenting di PAUD ini, semoga bermanfaat untuk ibu-ibu wali murid dan bisa diterapkan untuk anak-anaknya". Ujarnya. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Ma'rifatul Munjiah, M.HI., M.Pd. sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa mendidik anak bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek emosional, psikologis, dan spiritual. Orang tua diharapkan mampu menjadi pendamping yang sabar, komunikatif, serta memberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. "Kalau mendidik anak itu jangan menggunakan kalimat yang keras, harus dengan ucapan yang lembut. Kalau anak melakukan hal baik dan mencapai keberhasilan, orang tua bisa membrikan reward." Ujarnya. Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi salah satu bagian paling menarik dalam kegiatan ini. Para wali murid secara aktif berbagi pengalaman seputar tantangan dalam mendidik anak, mulai dari mengatasi emosi anak, penggunaan gawai, hingga kesulitan anak dalam bersosialisasi. Para guru PAUD pun turut menyampaikan pandangan mereka terkait pentingnya keselarasan pola asuh di rumah dan di sekolah. Melalui sosialisasi parenting ini, KKM 44 "Bhavishya" berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan mendukung perkembangan anak secara optimal. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak baik.

Thumbnail
8 months ago
KKM Wening Praja 166 Hidupkan Semangat Kebersamaan dan Pendidikan di Desa Tamansari

MUHAMMAD THORIQ AZIZ

Wening Praja– Suara tawa anak-anak memecah pagi di halaman SDN 1 Tamansari. Ratusan siswa berbaris rapi, memegang kupon hadiah, bersiap mengikuti jalan sehat bersama kakak-kakak mahasiswa. Pemandangan hangat itu menjadi pembuka rangkaian pengabdian Kelompok KKM Wening Praja 166 yang selama beberapa pekan terakhir hadir memberi warna baru bagi masyarakat Desa Tamansari. Kehadiran mahasiswa bukan sekadar menjalankan program kerja, melainkan membangun hubungan emosional dengan warga. Setiap kegiatan dirancang dekat dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan karakter, kesehatan, ekonomi digital, hingga pembinaan keagamaan. Jalan sehat menjadi momen paling dinanti siswa. Mereka berjalan mengelilingi desa sambil bernyanyi dan bercanda. Bagi anak-anak, ini bukan hanya olahraga, tetapi pengalaman menyenangkan bersama kakak mahasiswa. Guru-guru menyebut kegiatan ini berhasil meningkatkan semangat kebersamaan sekaligus menanamkan pola hidup sehat. Tak berhenti di sana, mahasiswa juga menghadirkan sosialisasi bullying dan kenakalan remaja. Dengan bahasa sederhana dan permainan interaktif, siswa diajak memahami dampak perundungan. Diskusi berlangsung hangat, bahkan beberapa siswa berani berbagi pengalaman pribadi. Edukasi ini diharapkan menjadi bekal agar lingkungan sekolah lebih aman dan nyaman. Di sisi lain, mahasiswa turut menyentuh sektor ekonomi melalui pendampingan pembuatan QRIS pada toko kelontong. Pedagang yang sebelumnya hanya menerima uang tunai kini dapat melayani pembayaran digital. Langkah kecil ini membuka pintu modernisasi usaha mikro desa. Sore hari, pengabdian berlanjut di TPQ Mansyaul Ulum dan Baital Makmur. Mahasiswa membantu mengajar mengaji, hafalan doa, serta membimbing akhlak santri. Anak-anak terlihat akrab dan senang belajar bersama “kakak KKM”. Ketua kelompok menegaskan bahwa tujuan utama KKM adalah meninggalkan dampak nyata. “Kami ingin kehadiran kami dirasakan manfaatnya, sekecil apa pun itu,” ujarnya. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi mahasiswa dan masyarakat mampu menciptakan perubahan positif. Wening Praja 166 tidak hanya datang sebagai tamu, tetapi sebagai sahabat desa.  

Thumbnail
8 months ago
Kolaborasi Muda untuk Desa: Kreativitas KKM Wening Praja 166 di Tamansari

INTAN AMALIA

Desa Tamansari beberapa minggu terakhir terasa lebih hidup. Anak-anak sekolah lebih ceria, toko kelontong terlihat modern dengan kode QR di meja kasir, dan mushola sore hari dipenuhi suara tadarus santri kecil. Di balik perubahan kecil itu, ada peran mahasiswa KKM Wening Praja 166. Dengan semangat kolaborasi, mahasiswa menghadirkan jalan sehat sebagai media membangun kedekatan dengan siswa. Kegiatan sederhana ini ternyata efektif menumbuhkan kebersamaan.  Tak berhenti di sana, mereka juga membawa isu penting: pencegahan bullying dan kenakalan remaja. Lewat cerita, simulasi, dan permainan, siswa belajar arti empati dan persahabatan.  Pada sisi ekonomi, mahasiswa membaca kebutuhan zaman. Mereka membantu digitalisasi UMKM melalui QRIS, membuat warung-warung desa selangkah lebih maju.  Sementara di TPQ, mahasiswa bertransformasi menjadi guru. Mengajari huruf hijaiyah, membetulkan tajwid, hingga mendampingi hafalan doa. Interaksi ini ( intan amalia )  

Thumbnail
8 months ago
Mahasiswa KKM Mandhaloka 71 Aktif Ikuti Kegiatan Rutinan Warga Selama 40 Hari

ZAHROTUL MAKIYYAH

Kegiatan rutinan warga yang melibatkan masyarakat sekitar dan dilaksanakan  setiap hari Kamis, Sabtu, Minggu, dan Senin. Kegiatan ini berlangsung setelah salat Magrib dan diikuti oleh warga dengan penuh antusias. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandhaloka 71 turut berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan rutinan tersebut selama 40 hari, terhitung sejak Desember 2025 hingga Januari 2026. Kehadiran mahasiswa/i KKM Mandhaloka 71 disambut baik oleh warga dan ikut menambah semarak suasana kegiatan. Seluruh mahasiswa/i KKM Mandhaloka 71 terlibat langsung dalam setiap rangkaian acara yang diselenggarakan. Kegiatan rutinan ini mencakup berbagai bentuk kegiatan keagamaan, seperti tahlilan bagi kaum laki-laki yang dilaksanakan setiap hari Kamis, Maulid Diba’i bagi kaum perempuan pada hari Sabtu, tahlilan bersama pada hari Minggu, serta istigosah yang dilaksanakan setiap hari Senin. Ragam kegiatan tersebut menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarwarga dan mahasiswa. Dengan adanya keterlibatan aktif mahasiswa/i KKM Mandhaloka 71, kegiatan rutinan warga berlangsung dengan meriah dan penuh kebersamaan. Kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat sekitar menciptakan suasana yang harmonis serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dan sosial di lingkungan tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.

Thumbnail
8 months ago
Langkah Kecil Kami untuk Calon Jamaah Haji melalui HIPE

MUHAMMAD RAIHAN FADILAH

Program Hajj Interprofessional Education (HIPE) UIN Malang menjadi pengalaman berharga yang berbeda dari kegiatan lapangan pada umumnya. Melalui HIPE, kami tidak hanya belajar di kelas, tetapi terjun langsung melakukan pendampingan kepada calon jamaah haji melalui kunjungan rutin setiap minggu. Kegiatan ini melatih kami untuk memahami kebutuhan jamaah secara nyata, baik dari aspek kesehatan, kesiapan fisik, maupun mental.   Setiap kunjungan memberikan pembelajaran baru. Kami berinteraksi langsung dengan calon jamaah haji, melakukan edukasi kesehatan, pengecekan sederhana, serta diskusi mengenai persiapan ibadah haji. Tidak hanya memberikan informasi, kami juga mendengarkan keluhan dan cerita para jamaah. Dari situ, kami belajar bahwa pendampingan bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi membangun kepercayaan dan empati.   Yang membuat HIPE semakin bermakna adalah konsep interprofesional. Mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan saling berkolaborasi, berbagi peran, dan melengkapi satu sama lain dalam mendampingi jamaah. Kerja sama ini melatih kami berkomunikasi secara profesional serta memahami bahwa pelayanan yang baik lahir dari kolaborasi, bukan berjalan sendiri.   Bagi saya, HIPE bukan hanya tugas akademik, tetapi proses pembentukan karakter. Saya belajar menjadi lebih peka, sabar, dan bertanggung jawab terhadap masyarakat, khususnya calon jamaah haji. Melalui HIPE UIN Malang, saya mendapatkan pengalaman nyata tentang bagaimana ilmu yang dipelajari di kampus dapat langsung memberi manfaat bagi orang lain. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi saya untuk dunia profesional ke depan.

Thumbnail
8 months ago
Mengembalikan Nyawa Perpustakaan Desa: Pembersihan dan Penyortiran Buku oleh KKM 106 Dharmayatra

MUTIARA AZHAR WAFIRA

Dibuat oleh KKM 106 Dharmayatra Srigading, Lawang – Perpustakaan Desa Srigading kini tampil dengan wajah yang benar-benar baru. Setelah melalui tahap pembersihan dan penyortiran buku, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 106 Dharmayatra dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melanjutkan program revitalisasi dengan tahap transformasi fisik yang lebih menyeluruh. Kegiatan ini dilakukan sepenuhnya oleh anggota kelompok dengan pendampingan dan bimbingan langsung dari Bapak Kaes, selaku perangkat desa yang bertanggung jawab, dan berhasil mengubah ruangan yang suram menjadi ruang baca yang terang, cerah, dan mengundang. Langkah pertama dalam transformasi ini adalah pengecatan ulang. Dinding yang sebelumnya kusam dan bernoda kini disapu dengan cat berwarna cerah. Pemilihan warna tidak dilakukan sembarangan. Dengan pertimbangan Bapak Kades, dipilih warna-warna terang yang dapat memantulkan cahaya dengan baik, membuat ruangan terasa lebih luas dan bersemangat. Anggota kelompok bergotong royong membagi tugas, ada yang memoles dinding, ada yang mengecat rak-rak buku yang sudah usang, dan ada yang memperbaiki aksesoris ruangan. Proses pengecatan ini bukan hanya memperindah, tetapi juga memberi kesan kebersihan dan kehangatan yang penting untuk kenyamanan membaca. Selain pengecatan, sebuah banner box besar dengan tulisan “PERPUSTAKAAN DESA SRIGADING” berhasil dipasang dengan kokoh di bagian depan ruangan. Banner ini tidak sekadar hiasan, melainkan penanda identitas dan semangat baru. Desainnya yang colorful dan informatif sengaja dibuat untuk menarik perhatian warga yang lewat, terutama anak-anak. Pemasangan banner ini melambangkan komitmen bersama untuk menjaga dan memakmurkan kembali ruang literasi ini. “Banner ini ibaratnya spanduk kebanggaan kami. Sekarang siapa pun yang lewat langsung tahu, ini perpustakaan yang aktif dan siap dikunjungi,” jelas salah satu anggota KKM 106. Yang membanggakan, seluruh rangkaian kegiatan fisik ini dilaksanakan sepenuhnya oleh anggota KKM 106 Dharmayatra, mulai dari perencanaan, penyortiran buku, pengecatan, hingga pemasangan bener. Bapak Kades hadir bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra yang memberikan masukan teknis sekaligus menyediakan dukungan logistik dari pihak desa. Sinergi ini menghasilkan kerja yang efektif dan menunjukkan komitmen nyata mahasiswa untuk berkontribusi tanpa setengah hati. Kini, Perpustakaan Desa Srigading sudah tidak bisa dikenali lagi. Dinding yang cerah, rak-rak buku yang rapi dan berwarna, lantai bersih, dan banner yang menyala menyambut setiap pengunjung. Buku-buku yang sudah disortir tertata dengan rapi berdasarkan kategori, siap untuk dipinjam. Ruang baca yang sebelumnya kosong sekarang dilengkapi dengan karpet dan bantal sederhana untuk kenyamanan. Beberapa anak yang penasaran langsung mampir setelah melihat perubahan dari luar. Raut penasaran mereka berubah menjadi senyum senang ketika melihat buku-buku cerita bergambar tertata rapi di rak khusus anak. Revitalisasi fisik ini adalah katalisator. Tujuannya adalah menumbuhkan minat dan membangun kebiasaan literasi yang baik. Dengan ruangan yang sekarang menarik dan nyaman, diharapkan kunjungan warga akan meningkat secara alami. Program ini akan dilanjutkan dengan pelatihan pengelolaan perpustakaan sederhana untuk karang taruna dan kegiatan membaca bersama agar api literasi ini tetap menyala. KKM 106 Dharmayatra telah menyelesaikan tugas fisiknya. Kini, tongkat estafet ada di tangan warga Srigading untuk menjadikan perpustakaan ini benar-benar hidup dan bermanfaat. Salam Literasi, KKM 106 Dharmayatra UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Mewarnai Ilmu, Menyulut Masa Depan