Thumbnail
3 months ago
KKM Unggulan PSGA UIN Malang Gelar Sosialisasi Anti-Bullying, 79 Siswa SMKN 1 Kraksaan Ikrarkan Komitmen

SITI MUNAWAROH YUSMINNU ZAHRAH

Kraksaan, Probolinggo --- Maliki Islamic University - KKM Unggulan PSGA 265 UIN Malang menggelar sosialisasi bertajuk "Kenali, Cegah, Hentikan Bullying - Sekolah Ramah Bebas Bullying" di aula SMKN 1 Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung selama 2,5 jam ini melibatkan 79 siswa kelas X dengan fokus pada pengenalan bullying, regulasi emosi, hingga role play interaktif yang membuat siswa memahami dampak perundungan dan bersama-sama berkomitmen untuk mencegahnya. Pengenalan Bullying dan Dampak Psikologis Ahmad Hafizi, S.Psi. M.Psi, Konselor Puspaga Kabupaten Probolinggo, menjadi pemateri pertama yang menjelaskan mengenai pengertian bullying, jenis-jenisnya (verbal, fisik, sosial, dan cyber), serta dampak serius perundungan terhadap kesehatan mental siswa. Para siswa mendengarkan dengan penuh perhatian dan mencatat poin-poin penting yang disampaikan. "Ejekan kecil ternyata bisa menghancurkan mental seseorang," ungkap salah satu siswa. Games "Jeruk Juruk" Cairkan Suasana! Setelah sesi materi yang serius, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking interaktif. Instruktur memimpin permainan "Jeruk Juruk Salak Selak" di mana siswa harus melompat sesuai instruksi: "Jeruk" lompat ke depan, "Juruk" ke belakang, "Salak" ke kanan, dan "Selak" ke kiri. Suasana aula menjadi penuh tawa dan semangat. Siswa laki-laki dan perempuan kompak mengikuti permainan dengan antusias, menghilangkan rasa canggung di antara mereka. "Paling seru! Capek dikit tidak masalah!" seru salah satu siswa sambil tertawa Abror & Nina: “Masa Depan Cerah Tanpa Bullying” Abror dan Nina, mahasiswa UIN Malang yang tergabung dalam kelompok KKM, membawakan materi kedua mengenai pentingnya menggapai masa depan dan ajakan melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah. Abror menekankan bahwa SMK bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. "Kalian dapat melanjutkan kuliah dan memiliki karir cemerlang. Namun, jika berada dalam lingkungan yang tidak sehat seperti adanya bullying, hal tersebut dapat merusak fokus dan kesehatan mental," jelasnya. Nina menambahkan pentingnya menciptakan lingkungan positif sejak dini untuk menghindari trauma jangka panjang. Para siswa tampak antusias dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar jurusan kuliah serta peluang beasiswa. Eksperimen Kacamata Perspektif: Cerah vs Gelap Ranti Sagita, S.Psi. M.Psi, Konselor Puspaga, memimpin sesi paling unik dalam kegiatan ini, yaitu role play perspektif menggunakan kacamata. Dua siswa ditunjuk untuk memakai kacamata dengan lensa berbeda: satu dengan lensa cerah (terang) dan satu lagi dengan lensa gelap (hitam). Bu Ranti menampilkan skenario bullying di mana seorang teman diejek karena alasan tertentu. Kepada siswa berkacamata cerah, Bu Ranti bertanya, "Apa yang kamu lihat?" Siswa tersebut menjawab, "Saya melihat teman-teman dengan jelas. Semua terlihat terang. Jika ada teman yang diejek, saya akan menghiburnya." Giliran siswa berkacamata gelap, ia menjawab, "Yang saya lihat hanya kegelapan. Tidak terlihat apa-apa. Jadi jika ada teman yang diejek, saya tidak bisa membantu karena takut terjadi sesuatu." Aula menjadi hening. "Ini adalah perbedaan perspektif," tegas Bu Ranti. "Perspektif gelap membuat kita takut dan pasif. Perspektif cerah membuat kita berani dan menjadi bagian dari solusi." Siswa bertepuk tangan dan banyak yang mengangguk paham. Sesi tanya jawab berlanjut dengan partisipasi aktif dari siswa perempuan, sementara siswa laki-laki yang awalnya malu mulai berani berbicara. "Saya ingin menjadi yang berkacamata cerah," ujar salah satu siswa. Komitmen Tertulis di Sticky Notes Anti-Bullying Acara ditutup dengan pembagian sertifikat kepada para pemateri. Yang paling berkesan adalah sesi Papan Sticky Notes Anti-Bullying, di mana seluruh 79 siswa menuliskan janji "Saya berjanji tidak akan melakukan bullying" pada sticky note dan menempelkannya di papan besar. Papan tersebut akan dipajang di sekolah sebagai pengingat harian bagi seluruh siswa. Mengapa Sosialisasi Ini Mendesak? Observasi oleh KKM Unggulan PSGA 265 menemukan kasus bullying antarsiswa yang dipicu oleh faktor sosial-psikologis seperti isolasi sosial, perilaku mencari perhatian (caper), dan rasa tidak percaya diri (insecurity). Data menunjukkan bahwa kasus bullying di Probolinggo cukup tinggi. SMKN 4 Kota Probolinggo pernah mencatat 15 siswa menjadi korban bullying pada tahun 2022. Sekolah Berkomitmen Lanjutan Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Kraksaan menyatakan akan membentuk Klub OSIS Anti-Bullying untuk melakukan monitoring berkelanjutan. Wali Kelas X menambahkan bahwa pendekatan games sangat efektif, terutama untuk siswa laki-laki yang cenderung pemalu. "Saya akan melanjutkan dengan aktivitas kompetitif serupa," ujarnya. Tim KKM menyarankan agar sosialisasi serupa dilakukan secara rutin setiap semester. Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo juga direkomendasikan untuk memperluas program ke SMK lain di wilayah tersebut. "Untuk periode berikutnya, dapat ditambahkan pretest dan posttest agar terdapat data kuantitatif yang lebih terukur," tutup Pak Ahmad. Created by: Muhammad Abror Taqiyyuddin & Rizqi Nurfadilah Khoirina

Thumbnail
3 months ago
Menyambung Sanad Kebersamaan: Aksantara Berpartisipasi dalam Tradisi Khotmil Quran Warga

MUHAMMAD FAJRUL FUAD

Di tengah kentalnya nuansa religius di lingkungan sekitar Masjid Nuurul Jadiid, terdapat sebuah tradisi mulia yang telah lama dijalankan oleh warga setempat, yaitu kegiatan Khotmil Quran. Sebagai pendatang yang sedang menjalankan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), kami merasa sangat beruntung mendapatkan kesempatan untuk dilibatkan dalam agenda rutin ini. Keikutsertaan kami bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan upaya untuk meleburkan diri dengan kearifan lokal yang telah terjaga secara turun-temurun. Kegiatan ini secara konsisten dilaksanakan oleh warga setiap dua minggu sekali. Kedisplinan warga dalam menjaga rutinitas ini menjadi teladan berharga bagi kami para mahasiswa mengenai konsistensi dalam beribadah di tengah kesibukan sehari-hari. Dengan bergabung dalam jadwal yang sudah mapan ini, kami dapat melihat secara langsung bagaimana nilai-nilai religiusitas menjadi pengikat sosial yang sangat kuat di antara masyarakat desa. Masjid Nuurul Jadiid tetap menjadi pusat utama pelaksanaan Khotmil Quran ini. Di bawah naungan atap masjid yang sejuk, suara lantunan ayat suci dari warga dan mahasiswa bersahut-sahutan menciptakan suasana yang sangat damai. Dalam momen ini, sekat antara pendatang dan penduduk asli seolah hilang, digantikan oleh identitas yang sama sebagai sesama pencinta Al-Quran yang sedang berupaya menggapai keberkahan untuk lingkungan mereka.  Selain di masjid, tradisi warga ini juga memiliki sisi kehangatan yang unik melalui pelaksanaannya di rumah-rumah warga. Secara bergilir, warga yang memiliki kesediaan dan kemampuan seringkali menawarkan rumah mereka sebagai tempat pertemuan. Bagi kami, momen berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya memberikan pengalaman sosiokultural yang mendalam, di mana kami dapat berinteraksi lebih dekat dengan keluarga-keluarga di desa dalam suasana yang sangat kekeluargaan. Keterlibatan kelompok KKM dalam Khotmil Quran ini juga menjadi sarana belajar yang luar biasa mengenai etika bertamu dan bermasyarakat. Warga dengan penuh keterbukaan menerima kehadiran kami, bahkan tak jarang terjadi diskusi ringan setelah kegiatan khataman selesai. Interaksi yang terjadi di ruang tamu rumah warga atau di teras masjid setelah mengaji menjadi jembatan yang efektif bagi kami untuk lebih memahami aspirasi dan karakteristik masyarakat yang kami layani selama masa KKM. partisipasi dalam kegiatan Khotmil Quran ini memberikan warna tersendiri bagi perjalanan KKM kami. Kami belajar bahwa pengabdian yang paling bermakna adalah ketika kami mampu menghargai dan mengikuti ritme kehidupan masyarakat setempat. Semoga tradisi Khotmil Quran yang digerakkan oleh warga ini tetap lestari, dan kehadiran kami di Masjid Nuurul Jadiid serta rumah-rumah warga dapat meninggalkan kesan positif sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat desa.

Thumbnail
3 months ago
Bukan Sekadar Lomba, KKM 09 UIN Malang Ajak Anak TPQ An-Nur Teladani Kisah Perjalanan Rasulullah SAW

MAHARDHIKA WAHYU RAMADHAN

MALANG – Suasana sore di Masjid An-Nur BMW pada Jumat (23/01) terasa begitu istimewa. Sesuai dengan jadwal rutin mengaji, ratusan santri TPQ An-Nur berkumpul bukan hanya untuk menimba ilmu, melainkan untuk berkompetisi dalam "Semarak Lomba Isra Mi’raj" yang diinisiasi oleh mahasiswa KKM 09-Karsanawasena UIN Malang. Kemeriahan acara ini semakin terasa dengan kehadiran seluruh jajaran pengajar TPQ An-Nur yang turut mendampingi para santri. Para ustadz dan ustadzah tampak sigap membantu mengatur barisan dan memberikan semangat kepada anak-anak, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental. Meski agenda utama sore itu adalah perlombaan, esensi belajar mengaji tidak ditinggalkan. Acara dibuka dengan khidmat melalui pembacaan doa pembuka rutin TPQ dan lantunan surah-surah pendek oleh seluruh santri. Hal ini dilakukan agar keberkahan tetap menyertai kegiatan dan nilai ibadah tetap menjadi prioritas. Ibu Ida Kartini, selaku Ketua TPQ An-Nur menekankan pentingnya memulai segala sesuatu dengan Al-Qur'an. Beliau merupakan sosok di balik layar yang memberikan dukungan luar biasa, bahkan turun tangan langsung mencarikan donatur demi menyukseskan acara ini. “Sejak awal adik-adik mahasiswa memaparkan konsep lomba ini, saya langsung merasa ini adalah tawaran yang sangat menarik dan segar. Saya sangat support karena ini adalah kegiatan positif bagi anak-anak," ujar Bu Ida  Setelah sesi doa bersama, suasana masjid yang tenang seketika berubah menjadi penuh energi. Anak-anak tampak sangat antusias mengikuti lomba kuis video interaktif. Sorak-sorai "Saya, Kak!" bersahutan setiap kali soal muncul di layar. Di sisi lain, para peserta lomba mewarnai nampak tekun menggoreskan krayon mereka, fokus menciptakan karya terbaik di bawah pengawasan para pengajar. Lomba  ini dibagi menjadi dua kategori besar untuk menyesuaikan jenjang usia para santri. Lomba mewarnai diikuti dengan penuh ceria oleh santri kategori TK hingga kelas 3 SD. Mereka tampak fokus menggoreskan krayon, mengubah kertas putih menjadi karya visual bertema islami yang indah. Lomba kuis video interaktif menjadi ajang adu kecerdasan bagi santri kelas 4 SD hingga jenjang SMP. Suasana kompetisi di kategori ini sa.ngat dinamis, terutama saat babak rebutan yang menguji kecepatan dan ketepatan wawasan mereka seputar peristiwa Isra Mi'raj. Puncak keseruan terjadi saat penghujung acara, yaitu sesi pengumuman juara. Suasana masjid yang tadinya riuh berubah menjadi penuh rasa penasaran. Para santri tampak sangat penasaran dan antusias, mereka saling berbisik dan menebak-nebak siapa yang akan membawa pulang  hadiah. Ketegangan berubah menjadi sorak sorai bahagia saat satu per satu nama pemenang dipanggil ke depan. Tidak hanya yang menang, seluruh santri tetap memberikan tepuk tangan meriah bagi teman-temannya yang berhasil meraih juara. Kolaborasi antara mahasiswa KKM 09 Karsanawasena dan para pengajar TPQ An-Nur ini membuktikan bahwa sinergi yang baik dapat menghidupkan syiar agama yang kreatif tanpa menghilangkan jati diri sebagai tempat belajar Al-Qur'an.

Thumbnail
3 months ago
Pendampingan Calon Jamaah Haji dan Aktivitas Fisik Ringan melalui Kegiatan Jalan Pagi

DEVY ROSYANA

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menjadi sarana pembelajaran sekaligus pengabdian bagi kami, Kelompok 9 yang terdiri dari Devy, Danial, Doni, Tiara, dan Syitah. Melalui kegiatan ini, kami melaksanakan pendampingan kepada Calon Jamaah Haji (CJH) sebagai bentuk ikhtiar membantu mereka mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan spiritual agar mampu melaksanakan ibadah haji dengan baik serta meraih predikat haji yang mabrur. Salah satu kegiatan pendampingan yang paling berkesan adalah kunjungan ke kediaman Bapak Al-Musta'in. Dalam kunjungan tersebut, kami tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membangun komunikasi yang hangat dan penuh empati. Pendampingan ini tidak semata-mata berfokus pada penyampaian materi, melainkan juga pada proses kebersamaan. Melalui interaksi yang terjalin, kami menyadari bahwa kesiapan menjadi jamaah haji tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik, tetapi juga oleh ketenangan batin, pemahaman terhadap ibadah, serta dukungan dari lingkungan sekitar. Selain kegiatan pendampingan, pengalaman lain yang tak kalah berkesan selama KKM adalah kegiatan jogging atau jalan pagi bersama teman-teman KKM dan Bapak Al Mustain. Kegiatan ini bukan hanya tentang berolahraga, tetapi juga menjadi sarana menikmati keindahan alam dan suasana Kota Batu, khususnya di wilayah Sisir. Selama jogging, kami melewati jalan-jalan dengan pemandangan yang indah, udara yang sejuk, serta suasana yang tenang. Meski terasa melelahkan, rasa capek tersebut terbayar dengan panorama alam yang jarang kami jumpai dalam keseharian. Kegiatan ini juga menambah wawasan kami mengenai lingkungan sekitar, terutama terkait tanaman dan kebun milik warga. Kami melihat berbagai jenis tanaman seperti bunga mawar, seledri, kubis, daun bawang, jagung, dan brokoli. Pengalaman sederhana ini justru memberikan pengetahuan baru dan kesan tersendiri. Tidak hanya itu, kami juga diperkenalkan dengan beberapa tempat menarik di sekitar lokasi, termasuk kafe dan vila milik anak dari Bapak Al Mustain, yang semakin memperkaya pengalaman kami selama berada di lokasi KKM. Melalui rangkaian kegiatan KKM ini, kami belajar bahwa peran mahasiswa di tengah masyarakat adalah sebagai pendamping dan mitra, bukan sekadar pelaksana program. Pendampingan kepada Calon Jamaah Haji menjadi wujud kontribusi kecil kami dalam membantu Bapak Al-Musta'in agar dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar, khusyuk, dan memperoleh haji yang mabrur.

Thumbnail
3 months ago
Gotong Royong Mahasiswa KKM UIN: Menumbuhkan Kepedulian dan Kebersamaan Setiap Hari Minggu

ALI MOHAMED YOUSIF OSMAN

Kegiatan gotong royong merupakan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus sarana mempererat kebersamaan. Semangat ini terus dijaga oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN melalui kegiatan gotong royong rutin yang dilaksanakan setiap hari Minggu. Program ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. Setiap Minggu pagi, mahasiswa KKM berkumpul untuk membersihkan area sekitar pemukiman. Dengan peralatan sederhana seperti sapu dan tempat sampah, mereka membagi tugas secara sukarela. Ada yang menyapu halaman, mengumpulkan daun kering, hingga merapikan lingkungan sekitar. Kerja sama yang baik membuat kegiatan berjalan lancar dan efisien. Suasana gotong royong berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Para mahasiswa saling membantu dan berinteraksi dengan warga sekitar. Kehadiran mereka menjadi contoh bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Selain menghasilkan lingkungan yang lebih rapi, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup bersih. Bagi mahasiswa, gotong royong menjadi media pembelajaran karakter. Mereka belajar tentang disiplin, kerja sama tim, serta tanggung jawab sosial. Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa kontribusi kecil yang dilakukan bersama dapat membawa perubahan positif. Melalui kegiatan rutin ini, mahasiswa KKM UIN menunjukkan komitmen untuk terus berperan aktif di tengah masyarakat. Gotong royong tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan. Diharapkan semangat ini dapat terus tumbuh dan menginspirasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan keharmonisan lingkungan.

Thumbnail
3 months ago
Penguatan Kesehatan dan Kebersamaan Masyarakat melalui Program Senam Bersama KKM Kelompok 76

MARSHEILA FITHRI AISYAH NURAHMANI

Usaha untuk meningkatkan kesehatan dan kebersamaan masyarakat terus dilaksanakan melalui kegiatan yang bersifat partisipatif serta edukatif. Salah satu bentuknya adalah program kerja Divisi Sosial KKM Kelompok 76 yang melibatkan kegiatan senam bersama warga Desa Bunutwetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong penerapan gaya hidup sehat serta memperkuat hubungan sosial antara mahasiswa KKM dan masyarakat lokal. Senam bersama dilaksanakan dua kali, yaitu pada 11 Januari dan 25 Januari 2026. Acara ini dapat diikuti oleh masyarakat luas dan melibatkan berbagai golongan, dari para ibu, remaja, hingga anak-anak, yang mencerminkan semangat dan keterlibatan aktif dari warga Desa Bunutwetan. Pelaksanaan senam dipimpin secara langsung oleh mahasiswa KKM Kelompok 76 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Gerakan senam yang dipilih memiliki karakteristik ringan, dinamis, dan mudah diikuti oleh semua peserta, sehingga dapat dilaksanakan oleh beragam kelompok usia. Mahasiswa KKM juga memiliki peran dalam mengatur jalannya kegiatan agar terlaksana dengan tertib, aman, dan menyenangkan. Sebagai wujud penghargaan dan usaha untuk mengangkat semangat partisipasi masyarakat, pada pelaksanaan senam yang berlangsung pada 25 Januari 2026, diadakan pembagian doorprize setelah sesi kegiatan selesai. Hadiah undian yang diberikan berupa peralatan rumah tangga, yang disambut antusias oleh peserta senam dan menambah keceriaan suasana kegiatan. Dengan kegiatan senam bersama ini, masyarakat diajak untuk menjaga kebugaran fisik melalui aktivitas jasmani, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan interaksi sosial antara mahasiswa KKM dan komunitas desa. Aktivitas ini juga berfungsi sebagai cara untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya melakukan olahraga secara teratur sebagai bagian dari pola hidup sehat. Seluruh rangkaian aktivitas memperoleh tanggapan yang baik dari masyarakat Desa Bunutwetan. Masyarakat menginginkan agar kegiatan senam bersama dapat terus diadakan secara berkelanjutan karena dianggap memberikan manfaat bagi kesehatan dan sekaligus memperkuat hubungan sosial di lingkungan desa.