Thumbnail
8 months ago
Mahasiswa KKM Laksanakan Kegiatan Bimbingan Belajar (Bimbel)

AHMAD TANIA ROYAN REVALDA

Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan membantu proses belajar anak-anak, siswa KKM VISHVALAYA (kelompok 108) melaksanakan kegiatan Bimbingan Belajar (Bimbel) yang dilakukan setiap hari rabu dan kamis. Bimbel awal dilaksanakan pada hari Selasa, 30 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan, bertempat di Posko Cewek KKM.   Kegiatan bimbingan belajar dilaksanakan dengan suasana yang interaktif dan edukatif. Materi yang disampaikan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dengan sasaran anak-anak tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD), meliputi pengenalan dasar membaca, menulis, berhitung, pendampingan mengerjakan tugas sekolah, serta pembelajaran melalui permainan edukatif. Metode pembelajaran dibuat menarik agar siswa lebih mudah memahami materi dan termotivasi untuk belajar.   Selama pelaksanaan bimbel, siswa berperan aktif sebagai pendamping dan fasilitator belajar. Siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan, ditampilkan dengan keaktifan dalam bertanya dan berdiskusi. Interaksi dua arah antara siswa dan siswa menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran, sehingga suasana belajar terasa lebih menyenangkan. Melalui kegiatan bimbingan belajar ini, diharapkan anak-anak dapat meningkatkan kemampuan dasar akademik serta menumbuhkan semangat belajar sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan serta meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepedulian sosial.   Kegiatan bimbel ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di bidang pendidikan serta komitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung kemajuan masyarakat, khususnya dalam pendampingan belajar anak usia dini hingga sekolah dasar.

Thumbnail
8 months ago
Kegiatan Tiga Hari di MI Al Ishlah Berlangsung Meriah dan Edukatif

NUR JAUZAH KARIMAH

Kami dari kelompok 60 Sagaras bersilaturahi ke MI Al Ishlah yang berada di Dusun Sumber Kombang Desa Kalipare Kecamatan Kalipre dengan mengadakan agenda kegiatan sekolah selama tiga hari berturut-turut dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan bagi para siswa. Pada hari yang  pertama, kegiatan difokuskan pada proses belajar mengajar di kelas seperti biasa. Para siswa mengikuti pelajaran dengan tertib dan penuh semangat,kami menyampaikan materi dengan cara yang menarik agar suasana belajar tetap aktif dan menyenangkan. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali semangat belajar para  siswa siswi serta meningkatkan kedisiplinan siswa dalam mengikuti pembelajaran di sekolah. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi anti bullying yang diikuti oleh seluruh siswa dikumpulkan jadi satu didalam aula sekolah. Dalam kegiatan ini, siswa diberikan pemahaman tentang arti bullying, jenis jenis bullying,contoh-contoh perilaku yang termasuk perundungan, serta dampak buruk yang dapat ditimbulkan baik bagi korban maupun pelaku. Sosialisasi ini disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga siswa diharapkan dapat lebih sadar akan pentingnya saling menghormati, saling menyayangi, dan menjaga sikap di lingkungan sekolah agar tercipta suasana yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying. Pada hari ketiga, suasana sekolah menjadi semakin meriah dengan diadakannya berbagai lomba sekaligus perpisahan  yang diikuti dengan penuh antusias oleh para siswa. Terdapat tiga jenis lomba yang diselenggarakan, yaitu lomba balap karung, lomba estafet kardus, dan lomba estafet sarung. Para siswa mengikuti lomba dengan semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menunjukkan kerja sama tim yang baik. Sorak sorai dari teman-teman dan guru semakin menambah kemeriahan suasana. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terjalin kebersamaan, kekompakan, serta kenangan indah yang mempererat hubungan antar warga sekolah MI Al Ishlah.

Thumbnail
8 months ago
Penguatan Silaturahmi melalui Kegiatan Tahlil dan Peguyuban Bersama Warga

AGGRIS SETIAWAN RAHMATULLAH

Pemerintah Desa Ngebruk bersama masyarakat serta mahasiswa kuliah kerja mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 108 melaksanakan kegiatan tahlil paguyuban yang dilaksanakan setiap minggu malam. Kegiatan ini dimulai pada Minggu, 28 Desember 2025. Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk menjalin silaturrahmi sekaligus musyawarah terkait Perkembangan Desa Ngebruk Kecamatan Poncokusumo, Malang. Kegiatan Tahlil paguyuban dilaksanakan secara bersama-sama oleh perangkat desa, meliputi kepala desa ketua RW, ketua RT, Masyarakat Desa Ngebruk, serta Mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 108. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tertib pada saat pembacaan tahlil dan musyawarah warga. Melalui kegiatan Tahlil paguyuban, diharapkan tercipta ruang interaksi yang berkelanjutan antaranggota masyarakat Desa Ngebruk dalam rangka memperkuat koordinasi, komunikasi, dan partisipasi sosial. Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk saling bertukar informasi, mempererat hubungan kekeluargaan, serta membangun kebersamaan antara warga, pemerintah desa, dan mahasiswa. Selain itu, rutinitas paguyuban berperan dalam menumbuhkan rasa memiliki, tanggung jawab bersama, dan kepedulian sosial yang mendukung keberlangsungan kehidupan bermasyarakat di desa.  

Thumbnail
8 months ago
Langkah Kecil, Dampak Besar: Pemilahan Sampah dan Bank Sampah di Kampung KRPL

NEFA FEBRIANTI

Permasalahan sampah masih menjadi tantangan lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius, khususnya di tingkat desa. Peningkatan aktivitas rumah tangga menyebabkan volume sampah terus bertambah dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Kondisi tersebut juga dirasakan oleh masyarakat Kampung KRPL Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari. Oleh karena itu, pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi salah satu solusi penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Salah satu upaya utama dalam pengelolaan sampah adalah pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Di Kampung KRPL Desa Sumberdem, pemilahan sampah dilakukan berdasarkan beberapa jenis, yaitu sampah putihan, warna, besi, serat, dan keras. Sampah putihan dan warna umumnya berasal dari plastik dan kemasan, sampah besi berasal dari logam, sampah serat berasal dari bahan kain atau sejenisnya, sedangkan sampah keras meliputi material yang lebih padat. Pemilahan ini bertujuan agar sampah dapat dikelola dan dimanfaatkan secara lebih optimal. Kegiatan pemilahan sampah tersebut tidak hanya bergantung pada pengelola, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat. Proses pemilahan dilakukan secara rutin setiap 36 hari sekali sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan adanya jadwal yang teratur, masyarakat menjadi lebih terbiasa dan disiplin dalam memilah sampah sesuai dengan jenisnya, sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan. Selain pemilahan sampah, pengelolaan bank sampah menjadi bagian penting dalam sistem pengelolaan sampah di Kampung KRPL. Bank sampah berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah yang telah dipilah untuk kemudian ditimbang dan dikelola lebih lanjut. Melalui bank sampah, sampah tidak lagi dianggap sebagai limbah semata, melainkan sebagai barang yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Hal ini mendorong masyarakat untuk lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 73 “Astra Pradipta” turut berpartisipasi secara aktif. Mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan pemilahan sampah yang dilaksanakan setiap 36 hari sekali, serta membantu proses pengelolaan bank sampah.  Melalui kegiatan KKM yang dilaksanakan di Kampung KRPL Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Kegiatan pemilahan sampah dan bank sampah ini diharapkan dapat terus berjalan dan menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang efektif.

Thumbnail
8 months ago
Dalilul Khoirot sebagai Media Penguatan Nilai Sosial dalam Pelaksanaan KKM Kelompok 33 di Dusun Lesti

AINUN NURUR ROHMATUL MUFLICH

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang merupakan bentuk implementasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja formal, tetapi juga pada proses pembelajaran sosial dan spiritual. Melalui KKM, mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga memperoleh pengalaman nyata dalam memahami dinamika kehidupan sosial. Pengalaman tersebut dirasakan oleh mahasiswa KKM Kelompok 33 selama melaksanakan pengabdian di Dusun Lesti, salah satunya melalui partisipasi dalam kegiatan keagamaan masyarakat berupa tahlilan. Tahlilan merupakan kegiatan doa bersama yang dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi warga yang telah meninggal dunia. Rangkaian kegiatan ini meliputi pembacaan tahlil, shalawat, ayat-ayat Al-Qur’an, serta doa yang dipanjatkan secara berjamaah. Di Dusun Lesti, tahlilan memiliki peran yang lebih luas dari sekadar aktivitas keagamaan, yaitu sebagai sarana mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa kebersamaan antarwarga. Keterlibatan mahasiswa KKM Kelompok 33 dalam kegiatan tahlilan menjadi sarana awal untuk menjalin kedekatan dengan masyarakat setempat. Keikutsertaan dalam doa bersama, duduk berdampingan dengan warga, serta interaksi ringan setelah kegiatan berlangsung menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat. Melalui proses tersebut, mahasiswa memahami bahwa kemampuan berbaur dan membangun hubungan sosial yang baik merupakan faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan KKM. Selain memberikan nilai sosial, kegiatan tahlilan juga memberikan dampak spiritual bagi mahasiswa. Di tengah padatnya agenda program kerja KKM, kegiatan ini menjadi momen refleksi diri mengenai makna kehidupan, pentingnya kepedulian terhadap sesama, serta nilai keikhlasan dalam berbuat. Tahlilan mengajarkan bahwa pengabdian tidak selalu diwujudkan melalui kegiatan yang berskala besar, melainkan juga melalui kehadiran, doa, dan empati kepada masyarakat. Partisipasi mahasiswa KKM Kelompok 33 dalam tradisi tahlilan juga mencerminkan sikap menghargai budaya dan kearifan lokal yang berkembang di Dusun Lesti. Mahasiswa hadir bukan sebagai pihak yang mendominasi, melainkan sebagai bagian dari masyarakat yang belajar dan menyesuaikan diri dengan nilai-nilai yang ada. Sikap ini menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan warga selama masa pengabdian berlangsung. Melalui kegiatan tahlilan, mahasiswa KKM menyadari bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk sederhana namun bermakna. Kebersamaan dalam doa dan kehadiran di tengah masyarakat menjadi media pembelajaran sosial dan spiritual yang memperkaya pengalaman KKM Kelompok 33 di Dusun Lesti. Pada akhirnya, tahlilan tidak hanya berfungsi sebagai sarana mendoakan mereka yang telah berpulang, tetapi juga sebagai media penguatan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Bagi mahasiswa KKM Kelompok 33, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pembentukan sikap empati, kepekaan sosial, dan kesiapan untuk mengabdi di tengah masyarakat.

Thumbnail
8 months ago
Penutupan KKM Kelompok 33 bersama Warga Dusun Lesti

MOCHAMMAD ADIB AMIRUDDIN

Acara penutupan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 33 yang dilaksanakan di Dusun Lesti berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini menjadi penutup dari seluruh rangkaian program KKM yang telah dijalankan bersama masyarakat setempat. Warga Dusun Lesti, mulai dari anak-anak, ibu-ibu, hingga mahasiswa KKM, hadir dan berkumpul untuk mengikuti acara penutupan dengan suasana yang sederhana namun akrab. Salah satu agenda utama dalam kegiatan penutupan ini adalah pembagian hadiah kepada para pemenang lomba yang sebelumnya telah diselenggarakan. Pemberian hadiah tersebut merupakan bentuk apresiasi atas partisipasi aktif dan antusiasme warga, khususnya anak-anak dan ibu-ibu, yang telah ikut memeriahkan rangkaian lomba selama dua hari. Proses penyerahan hadiah berlangsung dengan penuh keceriaan. Raut wajah bahagia para penerima hadiah menunjukkan rasa senang dan bangga atas keterlibatan mereka dalam kegiatan tersebut. Meski hadiah yang diberikan tidak bersifat mewah, namun memiliki nilai tersendiri sebagai simbol penghargaan dan kenang-kenangan dari mahasiswa KKM Kelompok 33 kepada masyarakat Dusun Lesti. Setelah rangkaian penyerahan hadiah selesai, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Mahasiswa KKM dan warga Dusun Lesti berkumpul untuk mengabadikan momen kebersamaan sebagai penutup seluruh kegiatan KKM yang telah dilaksanakan. Foto bersama ini menjadi simbol eratnya hubungan dan kebersamaan yang terjalin selama program KKM berlangsung. Senyum dan tawa yang terlihat mencerminkan hubungan baik antara mahasiswa dan masyarakat, sekaligus menjadi kenangan berharga menjelang perpisahan. Melalui kegiatan penutupan ini, mahasiswa KKM Kelompok 33 menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Dusun Lesti atas sambutan, dukungan, dan kerja sama yang telah diberikan selama pelaksanaan KKM. Meskipun masa pengabdian telah berakhir, diharapkan silaturahmi yang telah terjalin dapat terus terjaga dan nilai kebersamaan yang tercipta tetap dikenang di masa mendatang.