Thumbnail
3 months ago
Penguatan Kesehatan dan Kebersamaan Masyarakat melalui Program Senam Bersama KKM Kelompok 76

MARSHEILA FITHRI AISYAH NURAHMANI

Usaha untuk meningkatkan kesehatan dan kebersamaan masyarakat terus dilaksanakan melalui kegiatan yang bersifat partisipatif serta edukatif. Salah satu bentuknya adalah program kerja Divisi Sosial KKM Kelompok 76 yang melibatkan kegiatan senam bersama warga Desa Bunutwetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong penerapan gaya hidup sehat serta memperkuat hubungan sosial antara mahasiswa KKM dan masyarakat lokal. Senam bersama dilaksanakan dua kali, yaitu pada 11 Januari dan 25 Januari 2026. Acara ini dapat diikuti oleh masyarakat luas dan melibatkan berbagai golongan, dari para ibu, remaja, hingga anak-anak, yang mencerminkan semangat dan keterlibatan aktif dari warga Desa Bunutwetan. Pelaksanaan senam dipimpin secara langsung oleh mahasiswa KKM Kelompok 76 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Gerakan senam yang dipilih memiliki karakteristik ringan, dinamis, dan mudah diikuti oleh semua peserta, sehingga dapat dilaksanakan oleh beragam kelompok usia. Mahasiswa KKM juga memiliki peran dalam mengatur jalannya kegiatan agar terlaksana dengan tertib, aman, dan menyenangkan. Sebagai wujud penghargaan dan usaha untuk mengangkat semangat partisipasi masyarakat, pada pelaksanaan senam yang berlangsung pada 25 Januari 2026, diadakan pembagian doorprize setelah sesi kegiatan selesai. Hadiah undian yang diberikan berupa peralatan rumah tangga, yang disambut antusias oleh peserta senam dan menambah keceriaan suasana kegiatan. Dengan kegiatan senam bersama ini, masyarakat diajak untuk menjaga kebugaran fisik melalui aktivitas jasmani, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan interaksi sosial antara mahasiswa KKM dan komunitas desa. Aktivitas ini juga berfungsi sebagai cara untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya melakukan olahraga secara teratur sebagai bagian dari pola hidup sehat. Seluruh rangkaian aktivitas memperoleh tanggapan yang baik dari masyarakat Desa Bunutwetan. Masyarakat menginginkan agar kegiatan senam bersama dapat terus diadakan secara berkelanjutan karena dianggap memberikan manfaat bagi kesehatan dan sekaligus memperkuat hubungan sosial di lingkungan desa.

Thumbnail
3 months ago
Where stories began

NADYA SALSABILA SETIAWAN

Setiap perjalanan besar selalu memiliki titik mula, dan bagi kami, titik itu bermula di sebuah ruang pertemuan sederhana yang penuh kehangatan. Foto ini bukan sekadar dokumentasi formal pertemuan pertama kami; bagi kami, inilah momen "Where stories began". Di sinilah kami dipertemukan dengan sosok inspiratif, Bapak Husni, seorang calon jamaah haji berusia 63 tahun yang kehadirannya langsung mengubah perspektif kami tentang makna KKM HIPE ini. Awalnya, kami mengira tugas kami di sini hanya untuk memberikan informasi dan edukasi kesehatan bagi para calon jamaah. Namun, pertemuan dengan Pak Husni membuktikan sebaliknya. Beliau seperti "buku kehidupan" yang berjalan. Dengan rendah hati, beliau membagikan kepingan-kepingan masa lalunya yang luar biasa. Dari Perjuangan Menuju Kesuksesan Pak Husni bercerita tentang masa kecilnya yang jauh dari kata mudah. Hidup dalam kekurangan dan sempat dipandang sebelah mata bahkan oleh lingkungan terdekatnya, tidak membuat semangatnya padam. Dengan tekad, beliau berani mengambil keputusan besar: merantau ke luar negeri. Modal yang dibawa pun tidak main-main pengorbanannya, yakni hasil menjual sapi-sapi miliknya. Kerja keras dan ketekunan di negeri orang akhirnya membuahkan hasil manis. Beliau membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan dan kesuksesan, hingga akhirnya beliau berhasil menjadi lulusan Universitas Terbuka dan menjadi sosok yang mapan seperti sekarang. Ilmu di Luar Teori Bangku Kuliah Tak hanya soal motivasi hidup, diskusi kami berkembang jauh hingga ke dunia profesional. Beliau membagikan wawasannya mengenai dunia kerja dan bidang kefarmasian, topik yang sangat relevan bagi kami. Mengingat beliau memiliki pengalaman mengelola rumah sakit. Nasehat-nasehat praktis yang beliau berikan terasa jauh lebih bermakna karena lahir dari pengalaman nyata, bukan sekadar teori di atas kertas. Pertemuan pertama ini menyadarkan kami bahwa KKM HIPE adalah jembatan dua arah. Kami datang untuk mengabdi, namun justru kami yang pulang dengan bekal ilmu yang melimpah. Pengalaman Pak Husni mengajarkan kami bahwa setiap interaksi dengan jamaah adalah peluang untuk belajar tentang ketangguhan, iman, dan kerja keras. Kami sadar, perjalanan ini masih panjang, namun inspirasi dari Pak Husni telah menjadi fondasi yang kuat bagi kami untuk menjalani hari-hari ke depan dengan lebih bersemangat. "The only source of knowledge is experience."  Albert Einstei

Thumbnail
3 months ago
Mahasiswa KKM 22 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Berperan Aktif Menyukseskan Peringatan Isra Mi'raj di Madrasah Diniyah Abul Yatama Masjid Agung Jami' Kota Malang

ARTI MAR`ATUL HAQ

Pagi itu di tengah suasana pengabdian yang penuh makna, Mahasiswa KKM Kelompok 22 melangkah dengan niat tulus menuju Madrasah Diniyah Abul Yatama, sebuah oase kasih sayang yang terletak di bawah naungan Masjid Agung Jami’ Malang. Hari itu bukan sekadar hari kunjungan biasa, melainkan sebuah momen refleksi agung bagi para mahasiswa dan adik-adik yatim untuk bersama-sama memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Peringatan Isra Mi’raj tahun ini terasa begitu menyentuh hati. Jika biasanya acara peringatan dilakukan di gedung-gedung besar, Kelompok 22 memilih untuk merayakannya di tengah keluarga besar Abul Yatama. Acara dibuka dengan sholat sunnah Dhuha, pembacaan Istigosah, dilanjut Maulid Diba', dan membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an oleh mahasiswa KKM Kelompok 22. Suaranya yang jernih dan tulus seolah membawa keteduhan, mengingatkan semua yang hadir pada peristiwa perjalanan malam Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga menembus Sidratul Muntaha. Inti dari peringatan ini adalah penyampaian nilai-nilai Isra Mi’raj yang dikemas secara interaktif oleh mahasiswa Kelompok 22. Tidak hanya sekadar ceramah searah, para mahasiswa mengajak adik-adik Abul Yatama berdialog mengenai hikmah terbesar Isra Mi’raj, yaitu perintah shalat lima waktu. Para mahasiswa menekankan pesan bahwa sebagaimana Rasulullah mendapatkan kekuatan setelah "Tahun Kesedihan" melalui peristiwa Isra Mi'raj, maka shalat dan kesabaran adalah kekuatan utama bagi setiap mukmin. Pesan ini disampaikan untuk memotivasi mereka bahwa meski tumbuh dalam keterbatasan fisik tanpa orang tua yang lengkap, mereka adalah anak-anak istimewa yang selalu berada dalam penjagaan Allah SWT. Setelah sesi materi spiritual, suasana khidmat berubah menjadi hangat dan penuh tawa. Kelompok 22 menyisipkan kegiatan kuis Islami seputar sejarah Nabi dan pemberian apresiasi kecil-kecilan. Senyum merekah di wajah anak-anak Abul Yatama, menghapus sekat antara mahasiswa yang sedang mengabdi dan anak-anak yang sedang mendamba kasih sayang. Bagi Kelompok 22, merayakan Isra Mi’raj di Abul Yatama memberikan pelajaran yang tak akan didapatkan di bangku perkuliahan. Mereka belajar bahwa "naik" menuju derajat yang lebih mulia (Mi'raj) dalam kehidupan sosial hanya bisa dicapai dengan cara memuliakan mereka yang dicintai oleh Rasulullah, yaitu anak-anak yatim. Peringatan ini berakhir dengan memberikan voucher uang, menyisakan kenangan indah di hati setiap orang. Kelompok 22 pulang dengan membawa semangat baru-semangat untuk terus menjaga ibadah shalat dan semangat untuk menyelesaikan sisa masa KKM dengan pengabdian yang lebih tulus. Karena bagi mereka, perjalanan KKM ini adalah "Isra" kecil mereka menuju kebermanfaatan yang nyata.

Thumbnail
3 months ago
Menyertai Langkah Menuju Baitullah: Pengalaman Pendampingan Calon Jamaah Haji dalam Kegiatan KKM

DIVA CAHYA ANGGITA

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menjadi wadah pembelajaran sekaligus pengabdian bagi kami, Kelompok 15 yang terdiri dari Diva, Abu, Dina, Sasa, Rara, dan Dinda. Dalam kegiatan ini, kami melakukan pendampingan kepada Calon Jamaah Haji (CJH) sebagai upaya membantu mereka mempersiapkan diri, baik secara fisik, mental, maupun spiritual, agar mampu menjalankan ibadah haji dengan optimal dan meraih predikat haji yang mabrur. Salah satu kegiatan pendampingan yang paling berkesan adalah saat kami mengunjungi kediaman Ibu Uum dan Ibu Mukti. Melalui kunjungan ini, kami tidak hanya melakukan edukasi dan pendampingan, tetapi juga membangun komunikasi yang hangat dan penuh empati. Kami mendampingi CJH dengan pendekatan yang persuasif, mendengarkan keluhan, berbagi informasi terkait kesehatan dan kesiapan ibadah, serta memberikan dukungan moral agar mereka merasa lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi rangkaian ibadah haji. Pendampingan yang dilakukan tidak semata-mata berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada proses kebersamaan. Interaksi yang terjalin membuat kami memahami bahwa kesiapan menjadi jamaah haji tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik, tetapi juga ketenangan hati, pemahaman ibadah, dan dukungan dari lingkungan sekitar. Melalui pengalaman KKM ini, kami belajar bahwa peran mahasiswa di tengah masyarakat adalah sebagai pendamping dan mitra, bukan sekadar pelaksana program. Kegiatan pendampingan Calon Jamaah Haji ini menjadi ikhtiar kecil kami untuk berkontribusi dalam membantu Ibu Uum dan Ibu Mukti agar dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar, khusyuk, dan memperoleh haji yang mabrur.

Thumbnail
3 months ago
Berbagi Ilmu dan Inspirasi: Program Mengajar KKM 103 Sevadharma di SDN 5 Turirejo Lawang

SAMDYA HEDNA FATIHUL RAZZAN

Selama mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 103 Sevadharma di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Saya memperoleh banyak pengalaman berharga, salah satunya melalui program kerja mengajar di SDN 5 Turirejo. Kegiatan ini menjadi momen yang sangat berarti karena Kami dapat terlibat langsung dalam dunia pendidikan dasar serta berinteraksi dengan para siswa yang memiliki semangat belajar yang tinggi. Program mengajar ini bertujuan untuk mendukung proses pembelajaran di Sekolah, sekaligus memberikan pengalaman baru bagi Siswa melalui metode pembelajaran yang lebih bervariasi dan menyenangkan. Kehadiran Mahasiswa KKM di tengah kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan bagi Siswa untuk lebih giat dalam menuntut ilmu. Kegiatan mengajar dilaksanakan di lingkungan SDN 5 Turirejo Lawang dengan suasana kelas yang aktif dan hangat. Saat memasuki kelas, Kami disambut dengan antusias oleh para Siswa yang tampak bersemangat mengikuti pembelajaran. Kami juga membantu Guru dalam menyampaikan materi serta mendampingi Siswa dalam memahami pelajaran yang diberikan. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Kami tidak hanya menitikberatkan pada penyampaian materi akademik, tetapi juga berupaya untuk membangun kedekatan dengan Siswa melalui pendekatan yang interaktif. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan mencakup sesi tanya jawab, diskusi ringan, serta pembelajaran yang diselingi dengan permainan edukatif agar Siswa tidak cepat merasa bosan. Di samping itu, kami juga memberikan perhatian kepada Siswa terkait kedisiplinan, kerja sama, serta pentingnya sikap saling menghargai di lingkungan sekolah. Dengan suasana belajar yang lebih santai namun tetap terarah, Siswa dapat mengikuti kegiatan dengan lebih nyaman dan percaya diri. Program mengajar ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi kami sebagai Mahasiswa, karena Kami dapat menyaksikan secara langsung semangat anak-anak dalam belajar meskipun dengan fasilitas yang sederhana. Kami juga menyadari bahwa peran pendidikan dasar sangat krusial dalam membentuk karakter serta masa depan generasi muda. Melalui kegiatan ini, Kami belajar bahwa pengabdian kepada Masyarakat tidak selalu harus dilakukan dalam skala besar, tetapi dapat dimulai dari langkah kecil seperti berbagi ilmu dan mendampingi Siswa dalam proses belajar. Program mengajar di SDN 5 Turirejo Lawang ini tidak hanya memberikan manfaat bagi Siswa, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi Kami tentang arti kepedulian, tanggung jawab, dan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bahwa kolaborasi antara Mahasiswa dan Sekolah mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna serta memperkuat semangat pendidikan di Masyarakat.

Thumbnail
3 months ago
Jalan Pagi bersama Bu Yani dan Pak Eddy

ZAFIRA AZALIA FALAHI

Agenda ikut jalan pagi Bu Yani dan Pak Eddy ini sebenarnya dadakan, baru direncanakan H-1. Buru-buru sie humas kelompok kami menghubungi Bu Yani, apakah beliau berkenan apabila kami ikut bergabung olahraga bersama mereka. Syukurnya, Bu Yani dan Pak Eddy mengiyakan. Bu Yani bilang, mereka berangkat olahraga jam setengah 6 pagi. Alhasil, besoknya, kami berangkat dari titik kumpul kami jam 5 pagi. Perjalanan kami menuju Batu juga sangat menantang karena kondisi angin sedang kencang sekali. Kami sampai di rumah Bu Yani pukul setengah 6 pagi tepat dan kami langsung berangkat menuju perumahan tempat Bu Yani dan Pak Eddy olahraga. Disana kami jalan bersama mengekor Bu Yani dan Pak Eddy. Ternyata track nya tidak semudah itu dan butuh effort buat kami melakukannya. Tapi kami berhasil selesai walau tidak sempurna. Sekitar jam 7, kami mengakhiri olahraga dan geser mencari bubur. Sembari menunggu bubur siap, kami melakukan tes POCT kepada Bu Yani dan Pak Eddy. Alhamduillah, hasil POCT mereka baik. Setelah itu, kami lanjut untuk makan sembari berbincang. Setelah makan selesai, kami lanjut kembali ke rumah Bu Yani dan Pak Eddy untuk memeriksa tekanan darah dan menjelaskan tentang poster yang kami buat untuk mereka. Pemeriksaan selesai dan poster sudah dijelaskan. Kami berpamitan pada pukul 8 karena Bu Yani dan Pak Eddy harus bersiap untuk manasik haji. Menurut saya, kegiatan pada pekan ini sangat menyenangkan karena disini kami semakin bonding kepada Bu Yani dan Pak Eddy.