DEVINA REVA ANANTA
Selama mengikuti kegiatan HIPE-KKM FKIK UIN Malang di Kota Batu, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga, salah satunya saat melakukan pendampingan pada Calon Jamaah Haji (CJH). Kelompok kami mendampingi dua CJH, dan salah satu di antaranya ternyata merupakan Ketua CJH Mandiri Kota Batu. Hal ini menjadi pengalaman yang tidak terduga sekaligus sangat bermakna bagi kami. Pada kunjungan terakhir, saat kami berpamitan, Ketua CJH Mandiri Kota Batu memberikan kepercayaan besar kepada kelompok kami untuk mengisi kegiatan sosialisasi kesehatan kepada CJH mandiri lainnya. Permintaan ini muncul karena dari CJH mandiri Kota Batu, hanya dua keluarga yang mendapatkan pendampingan langsung dari program HIPE-KKM. Beliau berharap agar teman-teman CJH lainnya juga dapat memperoleh informasi kesehatan yang sama, khususnya terkait persiapan fisik sebelum keberangkatan haji. Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan pada hari Minggu, 1 Februari 2026, bertempat di Masjid Mujahidin, Bumiaji, Kota Batu. Sebelum penyampaian materi, kami terlebih dahulu melakukan pemeriksaan tekanan darah kepada para calon jamaah haji mandiri. Setelah itu, kami menyampaikan edukasi kesehatan yang selama ini kami berikan kepada CJH binaan kami, mulai dari pola makan sehat, pola olahraga yang aman dan teratur, hingga pentingnya monitoring kesehatan secara mandiri. Dalam kegiatan ini, kami menggunakan berbagai media intervensi seperti buku monitoring kesehatan dan materi presentasi (PPT) yang telah kami susun. Buku monitoring kesehatan tersebut kami berikan secara langsung kepada CJH binaan kami sebagai media pemantauan mandiri. Melihat manfaat dari media tersebut, Ketua CJH Mandiri Kota Batu kemudian meminta softfile buku monitoring dan materi sosialisasi agar dapat dicetak kembali secara mandiri dan dibagikan kepada CJH mandiri lainnya, sehingga edukasi kesehatan dapat terus berlanjut meskipun pendampingan HIPE-KKM telah berakhir. Pengalaman ini menjadi momen yang sangat berkesan bagi saya, karena ilmu dan upaya kecil yang kami lakukan selama KKM ternyata mendapatkan kepercayaan dan dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat peran mahasiswa dalam pengabdian masyarakat, tetapi juga mengajarkan kami tentang pentingnya kolaborasi, kepercayaan, dan keberlanjutan edukasi kesehatan bagi calon jamaah haji.
ZEFANYA GHINAA NABILAH
Mendaki bersama CJH Kelompok 21 KKM HIPE UIN Malang dalam rangka kegiatan fisik pertemuan ketiga merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan. Bapak Kartoyo sendiri memang telah lama memiliki hobi mendaki gunung dan sudah banyak gunung yang beliau tempuh, di antaranya Gunung Rinjani, Gunung Lawu, dan gunung-gunung lainnya. Sementara itu, Bu Suyanti serta anggota Kelompok 21, yaitu Zefanya, Thoriq, Kelvi, Lisma, dan Desti, tidak seberpengalaman Pak Kartoyo. Meski demikian, perjalanan ini tetap terasa sangat asyik dan seru karena dilalui dengan perasaan bahagia. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa saya bisa mendaki dan melewati alas-alas liar, mengingat kami tidak melalui rute biasa, melainkan rute “khusus” yang dipilih langsung oleh Pak Kartoyo. Terlebih lagi, kegiatan ini bukan sekadar acara berlibur, melainkan bagian dari agenda KKM, sehingga memberikan pengalaman yang sangat berkesan dan menyenangkan.
KHOIRUNNISA` HANIFAH
Kunjungan minggu kedua menjadi momen berkesan pada pelaksanaan KKM kelompok 48 yang dilaksanakan pada hari Minggu, 11 Januari 2026. Pada kunjungan kedua ini, kami merencanakan aktivitas jalan pagi selama kurang lebih 30 menit di sekitar rumah Calon Jamaah Haji (CJH), yang dipantau menggunakan aplikasi Strava sebagai bentuk pemantauan aktivitas fisik sederhana. Selama perjalanan, CJH mengajak kami berkeliling di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Kami diperkenalkan dengan kondisi wilayah, jenis tanaman-tanaman pada area perkebunan tersebut, serta menceritakan adanya rencana pembangunan kawasan wisata baru di sekitar daerah tersebut. Dari percakapan ringan di sepanjang jalan,kami tidak hanya sekadar melatih fisik CJH melalui aktivitas ringan, tetapi juga menjadi sarana membangun kedekatan, rasa percaya, dan pemahaman terhadap keseharian CJH. Di sela aktivitas, kami juga memberikan edukasi mengenai manfaat jalan kaki sebagai salah satu bentuk latihan fisik yang aman dan efektif untuk meningkatkan kebugaran, khususnya dalam rangka persiapan pelaksanaan ibadah haji. Kami juga menjelaskan bahwa selain aktivitas fisik ringan, kesiapan fisik dapat dinilai melalui tes sederhana seperti Six Minute Walk Test (6MWT), yaitu tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan fungsional seseorang dalam berjalan selama enam menit. Dari penjelasan tersebut, ternyata CJH memiliki ketertarikan dan minat untuk melaksanakan tes 6MWT setelah jalan pagi selesai. Kemudian, setelah kami kembali ke tempat tinggal CJH, kamipun melaksankaan tes 6MWT secara bergantian pada CJH. Hasil tes kemudian kami interpretasikan dan jelaskan secara langsung. Meskipun hasil yang diperoleh masih tergolong dalam kategori rendah, kami menekankan bahwa hal ini tidak menjadi hambatan, melainkan dapat dijadikan sebagai dasar untuk menyusun pola latihan yang sesuai. Kami memberikan edukasi mengenai cara melakukan tes 6MWT secara mandiri serta pentingnya latihan fisik yang teratur dan bertahap sesuai kemampuan. Melalui kegiatan ini, kami berharap CJH dapat meningkatkan kebugaran tubuhnya secara optimal demi kesiapan fisik dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji kedepannya.
NASYWA ZAHRA PUTRI KANAYA
Kegiatan pemeriksaan kesehatan pada calon jamaah haji (CJH) kali ini jadi pengalaman yang seru dan berkesan buat saya. Pemeriksaan dilakukan langsung di rumah pasien, jadi suasananya terasa lebih santai dan kekeluargaan dibandingkan di klinik atau puskesmas. Kami melakukan cek GCU (Glucose, Cholesterol, Uric acid), jadi bukan cuma gula darah saja, tapi juga kolesterol dan asam urat untuk memastikan kondisi kesehatan CJH benar-benar siap sebelum berangkat haji. Saat proses pemeriksaan, pasien terlihat cukup santai dan kooperatif, bahkan sambil mengobrol ringan dan bercanda, sehingga suasana jadi tidak tegang. Rasanya seperti berkunjung ke rumah keluarga sendiri, bukan sedang melakukan tindakan medis. Dari kegiatan ini, saya jadi belajar banyak hal, mulai dari menyiapkan alat, melakukan pengambilan darah kapiler dengan teknik yang benar, sampai menjelaskan hasil pemeriksaan dengan bahasa yang mudah dipahami pasien. Yang paling berkesan adalah interaksi hangat dengan pasien dan keluarganya, karena kami tidak hanya memeriksa kesehatan, tetapi juga memberi edukasi tentang pola makan, istirahat, dan pentingnya menjaga kondisi tubuh menjelang ibadah haji. Menurut saya, pemeriksaan model home visit seperti ini unik dan menyenangkan, karena terasa lebih personal, dekat, dan membuat pelayanan kesehatan jadi lebih humanis. Pengalaman sederhana ini ternyata memberi banyak pelajaran dan kenangan yang tidak terlupakan.
RAHMAT ENOMOTO
Minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah rumah tangga ternyata dapat diolah menjadi produk bernilai guna. Hal tersebut ditunjukkan melalui kegiatan pelatihan pembuatan lilin aroma terapi berbahan minyak jelantah yang digelar di Balai RW 11, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (10/1/2025). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 19 UIN Malang sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Pelatihan yang berlangsung sejak pukul 09.20 hingga 10.20 WIB ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang merupakan ibu-ibu RW 11. Menurut Renata Dwi Yasarah (Mahasiswa pelaksana KKM) Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias, mulai dari pemaparan materi hingga praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi. Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pengetahuan mengenai dampak pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan serta teknik pengolahannya menjadi produk ramah lingkungan. Sebelum proses pemanasan, minyak jelantah terlebih dahulu dijernihkan melalui proses perendaman menggunakan arang aktif selama 24 jam. Tahapan ini bertujuan untuk mengurangi bau serta kotoran yang terkandung di dalam minyak. Setelah melalui tahap penjernihan, minyak jelantah kemudian dipanaskan dan dicampur dengan palm wax menggunakan perbandingan tertentu. Selanjutnya, ditambahkan pewarna dan essential oil secukupnya, lalu adonan diaduk hingga merata sebelum dituangkan ke dalam cetakan gelas yang telah diberi sumbu. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mereka selama proses praktik berlangsung. Sejumlah peserta tampak mencoba setiap tahapan pembuatan lilin serta mengajukan pertanyaan terkait teknik pembuatan dan aspek keamanan bahan yang digunakan. Melalui kegiatan itu, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli terhadap pengelolaan limbah rumah tangga serta mampu memanfaatkan minyak jelantah menjadi produk bernilai guna yang ramah lingkungan dan berpotensi memiliki nilai ekonomi.
CHOIRUL ANAM MAULA
Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan membantu proses belajar anak-anak, siswa KKM VISHVALAYA (kelompok 108) melaksanakan kegiatan Bimbingan Belajar (Bimbel) yang dilakukan setiap hari rabu dan kamis. Bimbel awal dilaksanakan pada hari Selasa, 30 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan, bertempat di Posko Cewek KKM. Kegiatan bimbingan belajar dilaksanakan dengan suasana yang interaktif dan edukatif. Materi yang disampaikan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dengan sasaran anak-anak tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD), meliputi pengenalan dasar membaca, menulis, berhitung, pendampingan mengerjakan tugas sekolah, serta pembelajaran melalui permainan edukatif. Metode pembelajaran dibuat menarik agar siswa lebih mudah memahami materi dan termotivasi untuk belajar. Selama pelaksanaan bimbel, siswa berperan aktif sebagai pendamping dan fasilitator belajar. Siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan, ditampilkan dengan keaktifan dalam bertanya dan berdiskusi. Interaksi dua arah antara siswa dan siswa menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran, sehingga suasana belajar terasa lebih menyenangkan. Melalui kegiatan bimbingan belajar ini, diharapkan anak-anak dapat meningkatkan kemampuan dasar akademik serta menumbuhkan semangat belajar sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan serta meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepedulian sosial. Kegiatan bimbel ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di bidang pendidikan serta komitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung kemajuan masyarakat, khususnya dalam pendampingan belajar anak usia dini hingga sekolah dasar.