SITI FATINAH NAWADIR
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menjadi salah satu pengalaman menarik dan bermakna yang pernah saya lakukan selama masa kuliah. Melalui HIPE-KKM yang diselenggarakan oleh dosen FKIK UIN Malang ini, saya tidak hanya belajar mengabdi kepada masyarakat (khususnya calon jamaah haji - Ibu Mustika), tetapi juga bisa merasakan secara langsung bagaimana ilmu yang didapat di kelas, dapat diterapkan dan memberi manfaat yang nyata kepada orang lain. Hal yang paling saya sukai selama kegiatan ini adalah pada kunjungan minggu ke-2. Yaitu, adanya pemberian edukasi kesehatan secara langsung kepada calon jamaah haji. Seperti pemanfaatan ramuan herbal dan pentingnya penerapan gizi seimbang sebagai salah satu solusi dari masalah kesehatan yang kami pilih untuk disampaikan kepada Ibu Mustika dalam meningkatkan pemahaman dan persiapan kesehatan calon jamaah haji. Agar penyampaian materi lebih mudah dipahami, kami menggunakan media visual poster sehingga pesan yang kami berikan bisa lebih mudah dipahami. Interaksi yang terjadi juga sangat menyenangkan karena adanya komunikasi dua arah untuk berbagi cerita. Melalui KKM ini, saya sadar bahwa peran siswa tidak sebatas belajar untuk diri sendiri, tetapi juga bertanggung jawab untuk membagikan ilmunya kepada banyak orang
FANI RIZKY EFFENDI
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) membawa saya pada pengalaman yang jauh melampaui ekspektasi. Bersama Calon Jamaah Haji (CJH), saya menyadari bahwa kegiatan ini bukan sekadar bentuk pengabdian, melainkan sebuah perjalanan yang benar-benar menyentuh hati. Senyuman hangat bapak dan ibu CJH di setiap pertemuan menjadi motivasi terbesar bagi kami. Mereka menyambut kehadiran mahasiswa bukan sebagai pelaksana tugas semata, tetapi sebagai keluarga yang peduli terhadap kesehatan mereka. Keterbukaan mereka saat berbagi cerita dan harapan untuk menunaikan ibadah haji membuat saya semakin memahami betapa pentingnya peran kecil yang kami jalani. Setiap sesi edukasi kesehatan menjadi ruang berbagi yang bermakna. Kami menyampaikan informasi kesehatan, sementara mereka membagikan pengalaman hidup serta nasihat berharga. Dalam setiap diskusi, terselip kehangatan, tawa, hingga kekhawatiran yang mereka ungkapkan terkait kondisi kesehatan. Momen paling berkesan adalah ketika seorang bapak dan ibu CJH mengucapkan terima kasih dengan tulus setelah kegiatan KKM selesai. Kata-kata sederhana tersebut menyadarkan saya bahwa pengabdian yang dilakukan dengan keikhlasan akan selalu meninggalkan jejak di hati. KKM ini tidak hanya membentuk saya sebagai calon tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai pribadi yang lebih empati dan peduli.
DANIA FRIDA AMAZONE
Hari ini adalah kunjungan terakhir kami kepada Pak Husni, dan sejak pagi udara sudah terasa berbeda—seperti halaman terakhir pada sebuah buku yang enggan ditutup. Rumah kosnya yang begitu besar, apik, dan juga rapi menyambut kami dengan aroma kayu tua dan suasana yang nyaman dan hangat seperti pemiliknya. Pak Husni bukan sekadar lelaki berambut memutih yang senang bercerita; ia adalah perpustakaan berjalan. Di setiap kalimatnya tersimpan perjalanan panjang: tentang masa muda yang keras, tentang kegagalan yang membuatnya tegak, juga tentang harapan yang tak pernah ia biarkan layu. Kami duduk melingkar, mendengarkan ia bertutur seperti anak-anak yang menemukan kembali dongeng yang hilang. Siang merambat pelan, dan kami mengajak beliau memasak salad. Dapur kecil itu berubah menjadi ruang penuh keceriaan: suara pisau memotong sayur, aroma segar buah, dan celoteh kami yang saling bersahutan. Pak Husni dengan sabar menunggu dan melihat kami mencampur bumbu, sambil menonton beliau juga menyelipkan nasihat ringan tentang hidup—bahwa segala hal, seperti salad, akan terasa nikmat jika diramu dengan hati yang lapang. Kami tertawa, saling mengejek hasil potongan yang tak rapi, dan untuk sesaat lupa bahwa ini adalah pertemuan terakhir. Menjelang sore kami berjalan keluar, berniat menikmati langkah santai bersama beliau. Langit yang tadinya cerah berubah seperti hati yang mendadak melankolis. Hujan turun tanpa permisi, membuat kami berlarian kecil di jalan kampung. Beberapa dari kami sedikit basah, kerudung menetes, sepatu penuh percikan, namun tak seorang pun mengeluh. Pak Husni justru tertawa paling keras, mengatakan bahwa hujan adalah tepuk tangan dari langit untuk orang-orang yang berani berbahagia. Sore itu, di bawah cuaca yang sendu, kami merasa menjadi bagian dari salah satu cerita yang kelak akan ia kisahkan kepada tamu berikutnya. Aku menyadari, yang membuat Pak Husni hebat bukan hanya pengalamannya yang panjang, tetapi caranya memandang hidup dengan mata yang selalu ingin bersyukur. Ketika kami berpamitan, ada sesuatu yang menggenang di dada—campuran haru dan terima kasih. Kunjungan memang berakhir, tetapi cerita tentang beliau akan terus berjalan dalam ingatan kami, seperti hujan yang diam-diam menumbuhkan kehidupan.
RENATA DWI YASARAH
Masjid Ainul Yaqin Sawojajar, Kota Malang, kini memperluas perannya tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang penguatan keluarga melalui peluncuran layanan konsultasi keluarga bertajuk Family Corner. Peresmian layanan ini merupakan hasil kolaborasi antara LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, mahasiswa KKM 19 Sattvaghana, serta takmir Masjid Ainul Yaqin, yang dilaksanakan pada Selasa (27/1). Seluruh rangkaian kegiatan dirancang secara terpadu, mulai dari pelantikan pengurus hingga seminar parenting lintas generasi sebagai satu kesatuan program kerja yang berorientasi pada keberlanjutan dan kemanfaatan sosial. Acara diawali dengan prosesi pelantikan pengurus Family Corner Masjid Ainul Yaqin sebagai langkah strategis untuk menjamin keberlangsungan layanan konsultasi keluarga yang dikelola secara profesional dan terstruktur. Mahasiswa KKM 19 UIN Malang berperan aktif dalam mengawal pembentukan struktur kepengurusan ini, sehingga masyarakat memiliki wadah resmi untuk mengadukan serta mencari solusi atas berbagai persoalan rumah tangga dengan pendekatan yang sistematis dan bernilai keislaman. Agenda selanjutnya adalah peresmian Family Corner oleh Prof. Dr. Hj. Mufidah Cholil, M.Ag., selaku Inisiator Family Corner UIN Malang, yang sekaligus menyampaikan sosialisasi mendalam mengenai konsep dan tujuan pendirian layanan tersebut. Dalam pemaparannya, Prof. Mufidah menegaskan bahwa Family Corner dirancang sebagai ruang aman dan inklusif yang mendekatkan layanan penguatan keluarga ke basis masyarakat terkecil, dengan berlandaskan nilai-nilai religi yang kokoh dan relevan dengan dinamika sosial. Untuk memperkuat aspek edukatif, kegiatan ini dilanjutkan dengan Seminar Parenting yang menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh Rosidi, M.Pd., C.HT., dosen Psikologi UIN Malang, sebagai narasumber dengan tema “Peran Keluarga dalam Menghadapi Perubahan Zaman: Anak, Orang Tua, dan Kakek-Nenek”. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya keselarasan komunikasi antar tiga generasi agar tidak terjadi benturan pola asuh, khususnya di tengah tantangan era digital yang kian kompleks. Antusiasme peserta yang didominasi oleh warga sekitar dan penggiat keluarga menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap ruang edukasi dan pendampingan keluarga yang mudah diakses dan memiliki legitimasi sosial. Kolaborasi antara LP2M UIN Malang, KKM 19 Sattvaghana, takmir Masjid Ainul Yaqin, serta kepengurusan Family Corner diharapkan mampu menjadi pilar penguatan keluarga yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan zaman, sehingga kehadiran Family Corner Masjid Ainul Yaqin dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi kemaslahatan umat.
ACHMAD HANAFI
Program One Day One Juz menjadi salah satu kegiatan rutin yang dijalankan oleh KKM Samudaya 107 UIN Malang sejak awal pelaksanaan KKN. Program ini dirancang sebagai upaya menjaga konsistensi tilawah Al-Qur'an di tengah padatnya aktivitas mahasiswa selama menjalani pengabdian di masyarakat. Sejak hari-hari awal KKN, setiap anggota KKM Samudaya 107 UIN Malang berkomitmen untuk membaca Al-Qur'an secara istiqamah dengan target satu juz per hari. Meski dilaksanakan secara sederhana dan mandiri, program ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kedekatan spiritual di sela-sela kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Sebagai bentuk penutup dari rangkaian program tersebut, KKM Samudaya 107 UIN Malang menyelenggarakan khataman Al-Qur'an pada 25 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi bersama atas proses yang telah dijalani selama KKN, sekaligus wujud rasa syukur karena program One Day One Juz dapat terlaksana secara konsisten hingga akhir. Khataman Al-Qur'an dilaksanakan dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Seluruh anggota KKM Samudaya 107 UIN Malang mengikuti kegiatan ini sebagai penanda selesainya tilawah Al-Qur'an yang telah dijalankan sejak awal KKN. Momen ini tidak hanya bermakna secara spiritual, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan antaranggota kelompok. Sebagai penutup kegiatan, acara dilanjutkan dengan tumpengan sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan. Tumpengan dipilih sebagai bentuk sederhana namun bermakna, yang mencerminkan nilai gotong royong serta kebersamaan yang terbangun selama pelaksanaan KKN. Makan bersama menjadi ruang refleksi santai atas pengalaman, tantangan, dan pembelajaran yang diperoleh selama menjalani pengabdian di desa. Kegiatan khataman Al-Qur'an dan tumpengan penutup berjalan dengan lancar. Bagi KKM Samudaya 107 UIN Malang, program One Day One Juz tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga sarana membangun kedisiplinan, kebersamaan, dan keseimbangan antara aktivitas sosial dan spiritual selama KKN berlangsung.
NAHDA RAHMA SALVIA
Salah satu kegiatan yang saya lakukan saat KKM adalah pelaksanaan edukasi kesehatan yang ditujukan khusus kepada calon jamaah haji yang bernama ibu Sripatun. Kegiatan ini bertujuan pada peningkatan pemahaman mengenai hipertensi dan obesitas sebagai faktor risiko utama gangguan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji. Edukasi dilakukan secara langsung dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran, meliputi poster kesehatan, buku saku, jurnal monitoring (tekanan darah pola makan, BB), serta video edukasi. Poster digunakan untuk menjelaskan pengertian hipertensi dan obesitas, faktor risiko, serta dampaknya terhadap kebugaran fisik saat menjalankan rangkaian ibadah haji yang menuntut aktivitas fisik intens. Buku saku dan jurnal monitoring berfungsi sebagai sarana pemantauan mandiri tekanan darah, berat badan, dan pola makan, sehingga calon jamaah dapat lebih sadar terhadap kondisi kesehatannya sebelum keberangkatan. Video edukasi digunakan untuk memperkuat pemahaman melalui visualisasi yang sederhana dan mudah dipahami. Melalui pendekatan edukatif ini, calon jamaah haji diharapkan mampu mengenali pentingnya pengendalian tekanan darah, menjaga berat badan ideal, serta menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari persiapan fisik dan mental sebelum menunaikan ibadah haji. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga karena tidak hanya meningkatkan keterampilan komunikasi kesehatan, tetapi juga menegaskan peran promotif dan preventif tenaga kesehatan dalam mendukung kesiapan jamaah haji agar dapat beribadah secara aman, nyaman, dan optimal.