FATHY ADZAN AZHARY
Oleh: Fatih KKM bukan sekadar program akademik. Bagi Wening Praja 166, ia adalah perjalanan menemukan makna pengabdian. Di Tamansari, mahasiswa belajar bahwa kebahagiaan bisa lahir dari hal sederhana—melihat anak-anak tersenyum saat jalan sehat, mendengar tawa saat bermain edukasi anti-bullying, atau menyaksikan pedagang bangga ketika tokonya kini memiliki QRIS. Setiap sore, mereka duduk di lantai TPQ, mengajari huruf demi huruf Al-Qur’an. Kadang lelah, namun hati terasa penuh. Program yang dijalankan mungkin terlihat kecil, tetapi dampaknya terasa nyata: sekolah lebih ramah, UMKM lebih modern, dan santri lebih bersemangat belajar. Di akhir masa pengabdian, satu hal yang disadari mahasiswa: bukan hanya desa yang mendapat manfaat, tetapi mereka sendiri yang paling banyak belajar—tentang empati, tanggung jawab, dan arti hadir bagi sesama. Wening Praja 166 pun pulang dengan kenangan, meninggalkan jejak kecil yang semoga terus tumbuh di Desa Tamansari.
ALI AKBAR SANJANI
Tong Sampah Terpilah Jadi Media Edukasi Lingkungan Mahasiswa KKM UIN Malang di MTs MA Roudlotul Ulum Sumberejo, 24 Januari 2026 - Mahasiswa UIN Malang dalam kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) melaksanakan program kerja pembuatan tong sampah terpilah di MTs MA Roudlotul Ulum, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran warga sekolah akan pentingnya pemilahan sampah sebagai langkah awal menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan pembuatan tong sampah terpilah ini berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 20 hingga 24 Januari 2026. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM memanfaatkan ember bekas cat yang kemudian dibersihkan, dicat ulang, dan dihias agar tampak lebih menarik serta layak digunakan sebagai media edukasi lingkungan di sekolah. Tong sampah yang dibuat terdiri atas tiga jenis pemilahan, yaitu sampah organik, sampah anorganik, serta bahan berbahaya dan beracun (B3). Pemilahan ini diharapkan dapat membantu siswa memahami perbedaan jenis sampah sekaligus membiasakan mereka membuang sampah sesuai kategorinya. Proses pembuatan dilakukan mulai dari pengumpulan ember bekas, pengecatan, penulisan label jenis sampah, hingga penempatan tong sampah di area sekolah. Setelah selesai, tong sampah terpilah tersebut secara simbolis diserahkan kepada pihak sekolah sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKM dalam mendukung budaya peduli lingkungan. "Kami ingin di MTs MA Roudlotul Ulum tidak hanya tersedia tong sampah biasa, tetapi juga tong sampah terpilah agar siswa terbiasa memilah sampah sejak dini dan lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan," ujar Ghozi. Melalui program ini, mahasiswa KKM UIN Malang berharap tong sampah terpilah yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan serta menjadi sarana edukasi lingkungan bagi seluruh warga sekolah. Program ini juga diharapkan mampu mendorong terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan bertanggung jawab terhadap lingkungan di MTs MA Roudlotul Ulum.
HARIS ZAKARIA ISNAENI
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 56 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi memulai program pengabdian masyarakat di Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Pembukaan kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Jedong pada hari Rabu dan menjadi penanda dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa kepada masyarakat desa. Acara pembukaan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan desa dan tokoh masyarakat, di antaranya Kepala Desa Jedong, Kepala Dusun Jaten dan Sawun, serta dosen pembimbing lapangan dari kelompok pengabdian reguler dan unggulan. Kehadiran para pihak tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program pengabdian mahasiswa di Desa Jedong. Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Jedong yang menyampaikan harapan agar keberadaan mahasiswa KKM dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Sambutan juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Hindu sebagai simbol kerukunan dan kebersamaan antarumat beragama yang telah terjalin di Desa Jedong. Selanjutnya, dosen pembimbing lapangan kelompok unggulan serta perwakilan ketua kelompok pengabdian masyarakat turut menyampaikan komitmen dan tujuan pelaksanaan program KKM. Sebagai simbol resmi dimulainya kegiatan pengabdian masyarakat, dilakukan prosesi pemotongan tumpeng oleh Kepala Desa Jedong. Tumpeng tersebut kemudian diserahkan kepada ketua kelompok pengabdian reguler dan unggulan sebagai bentuk kepercayaan dan amanah kepada mahasiswa untuk mengabdi di tengah masyarakat. Acara dilanjutkan dengan pemaparan program kerja dari masing-masing kelompok KKM. Ketua Kelompok Pengabdian Reguler, Zidan Firdaus Tirta, menyampaikan bahwa mahasiswa siap berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di Dusun Jaten. Program pengabdian reguler yang akan dilaksanakan meliputi pendampingan digitalisasi UMKM, kegiatan penyuluhan dan bimbingan belajar bagi anak-anak, serta senam rutin yang disinergikan dengan kegiatan posyandu. Sementara itu, kelompok pengabdian unggulan menitikberatkan program pada penguatan nilai toleransi dan upaya menjaga kerukunan antarumat beragama. Pemilihan Desa Jedong sebagai lokasi pengabdian didasarkan pada potensi desa yang masih dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Kegiatan pembukaan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta diakhiri dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKM, perangkat desa, dan para tamu undangan. Diharapkan, melalui program KKM 56 ini, mahasiswa UIN Malang dapat memberikan kontribusi nyata sekaligus memperoleh pengalaman berharga dalam pengabdian kepada masyarakat.
INTAN NADIA PARAMITHA
Kegiatan belajar tidak selalu harus dilakukan di dalam ruang kelas. MTs Plus Madinatul Mubtadi-ien kembali menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda melalui kegiatan rihlah tahunan ke Yogyakarta yang dilaksanakan pada 27–29 Januari 2026. Rihlah ini merupakan agenda rutin madrasah yang dilaksanakan dua tahun sekali, sebagai sarana pembelajaran di luar kelas sekaligus penyegaran bagi para siswa setelah menjalani kegiatan belajar di madrasah. Rihlah tahun ini diikuti oleh para siswa kelas VII dan VIII dengan penuh antusiasme. Sejak keberangkatan, semangat dan keceriaan sudah terlihat dari para siswa yang siap mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh rasa ingin tahu. Sementara itu, siswa kelas IX tidak turut serta karena telah mengikuti kegiatan rihlah pada tahun sebelumnya. Pelaksanaan rihlah kali ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Beberapa guru KKM turut serta mendampingi perjalanan, sehingga kegiatan ini tidak hanya melibatkan siswa dan guru madrasah, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan antara peserta didik dan pendamping KKM. Kehadiran para guru KKM menambah suasana keakraban serta mempererat hubungan selama perjalanan berlangsung. Dalam kegiatan rihlah ini, para siswa diajak mengunjungi berbagai destinasi yang memiliki nilai religius, edukatif, dan rekreatif. Tujuan pertama yang dikunjungi adalah Masjid Sheikh Zayed Solo, yang menjadi sarana pembelajaran spiritual sekaligus pengenalan arsitektur masjid modern dengan nuansa Islami yang kuat. Kunjungan ini mengajak siswa untuk menumbuhkan rasa kagum sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan. Perjalanan dilanjutkan ke Candi Prambanan, salah satu situs bersejarah yang kaya akan nilai budaya dan toleransi. Melalui kunjungan ini, siswa memperoleh pembelajaran langsung mengenai sejarah dan peninggalan peradaban Nusantara. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi yang menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman nyata di lapangan. Selain itu, para siswa juga mengunjungi Pusat Oleh-oleh Khas Yogyakarta Bakpia 25. Di tempat ini, siswa tidak hanya berbelanja oleh-oleh, tetapi juga dikenalkan dengan produk lokal khas daerah sebagai bentuk pembelajaran sederhana mengenai potensi ekonomi kreatif. Kegiatan rihlah semakin seru dengan adanya Off Road Jeep Merapi, yang memberikan pengalaman menantang sekaligus wawasan mengenai kondisi geografis dan sejarah Gunung Merapi. Menariknya, rihlah tahun ini juga menjadi pengalaman bermakna bagi para guru KKM yang turut mendampingi. Melalui interaksi langsung selama perjalanan, guru KKM dapat lebih mengenal karakter, kebiasaan, serta dinamika siswa di luar lingkungan kelas. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga melalui komunikasi ringan, pendampingan emosional, serta penanaman nilai disiplin dan kebersamaan. Hal ini menjadikan kegiatan rihlah sebagai bagian dari proses pengabdian KKM di bidang pendidikan. Salah satu guru MTs Plus Madinatul Mubtadi-ien, Misbahul Munir Setiawan, S.Mat., menyampaikan bahwa rihlah tahun ini terasa lebih seru dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Variasi destinasi yang dikunjungi serta kekompakan seluruh peserta membuat kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan kesan mendalam bagi para siswa. Melalui kegiatan rihlah tahunan ini, MTs Plus Madinatul Mubtadi-ien berharap siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, memperluas wawasan, serta mempererat kebersamaan antarwarga madrasah. Rihlah tidak hanya menjadi kegiatan wisata, tetapi juga bagian dari proses pendidikan yang menyeimbangkan aspek akademik, karakter, dan kebersamaan.
SILVI NURIYAH FANANI
Pagi Minggu yang cerah menjadi momen penuh kehangatan bagi mahasiswa KKM bersama ibu-ibu lansia Desa Poncokusumo. Bertempat di Balai Desa, kegiatan senam lansia rutin kembali dilaksanakan dengan diikuti oleh puluhan peserta yang tampak antusias sejak pagi hari. Mahasiswa KKM turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pola hidup sehat masyarakat, khususnya bagi para lansia. Senam dimulai sekitar pukul 05.00 WIB dan dipandu oleh instruktur senam desa dengan gerakan ringan yang disesuaikan dengan kondisi peserta. Meski sederhana, suasana terlihat sangat hidup dan penuh semangat. Selain berolahraga, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan interaksi sosial. Canda dan tawa kerap terdengar di sela-sela senam, menciptakan suasana yang akrab antara mahasiswa KKM dan ibu-ibu lansia. Beberapa mahasiswa juga membantu mendampingi peserta, memastikan gerakan dilakukan dengan aman dan nyaman. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berharap dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat desa. Senam lansia tidak hanya memberikan manfaat kebugaran fisik, tetapi juga kebahagiaan dan semangat kebersamaan. Kegiatan ditutup dengan pendinginan ringan dan ramah tamah singkat. Ibu-ibu lansia menyampaikan rasa senang atas kehadiran mahasiswa KKN dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut. Bagi mahasiswa KKN, pengalaman ini menjadi bagian berharga dari proses belajar langsung di tengah masyarakat.
SRI YULIATI
Kegiatan Pelepasan KKM Kelompok 60 Desa Kalipare UIN Maulana Malik Ibrahim Malang serta Demonstrasi Produk UMKM dilaksanakan pada sore hari, tepatnya pukul 16.00 WIB hingga 17.00 WIB. Acara ini menjadi momentum penutup masa pengabdian KKM Kelompok 60 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun 2025/2026. Rangkaian acara dimulai tepat pada pukul 16.00 WIB. Acara dipandu oleh dua Master of Ceremony (MC), yakni Saudari Nabila Aprilia dan Sri Yuliati. Pembukaan diawali dengan salam pembuka, puji syukur, serta sapaan hangat kepada para tamu undangan, antara lain Bapak Yusron selaku perwakilan Kepala Desa Kalipare, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Agus Maulana Firdaus S.S, M.Pd I, tokoh masyarakat, serta seluruh rekan-rekan mahasiswa KKM 60 Desa Kalipare. Suasana pembukaan terasa hangat dengan pembacaan Basmalah bersama-sama untuk kelancaran acara. Setelah pembukaan,kegiatan dilanjutkan dengan sesi sambutan-sambutan yang dimulai sekitar pukul 16.10 WIB. Sambutan pertama disampaikan oleh Saudara Abed Alrazzak selaku Ketua KKM 60 Desa Kalipare, mewakili rekan-rekannya. Selanjutnya, sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Agus Maulana Firdaus S.S, M.Pd I selaku Dosen Pembimbing Lapangan, yang menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak desa atas bimbingannya kepada para mahasiswa. Sesi sambutan ditutup dengan arahan dari Bapak Yusron, yang memberikan pesan-pesan moral sekaligus apresiasi atas dedikasi mahasiswa selama berada di desa. Agenda berlanjut ke sesi yang paling dinantikan, yakni Presentasi Kegiatan dan Demonstrasi Produk UMKM. Dalam sesi ini, Ketua KKM 60, Saudara Abed Alrazzak, memaparkan laporan kinerja selama kurang lebih 40 hari masa pengabdian. Presentasi ini tidak hanya berisi laporan kegiatan sosial, tetapi juga menonjolkan hasil inovasi mahasiswa dalam mengembangkan dan mendemonstrasikan produk unggulan UMKM Desa Kalipare sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap ekonomi lokal. Menjelang akhir acara, suasana menjadi hening dan khusyuk saat sesi doa bersama digelar. Doa dipimpin oleh Saudara Muhammad Harish, memohon keberkahan atas ilmu yang didapat dan kebaikan bagi Desa Kalipare. Tepat pukul 17.00 WIB, acara resmi ditutup. Nabila Aprilia dan Sri Yuliati selaku pembawa acara menyampaikan permohonan maaf mewakili seluruh mahasiswa KKM apabila terdapat tutur kata maupun perilaku yang kurang berkenan selama 40 hari berbaur dengan masyarakat. Ucapan terima kasih yang mendalam juga disampaikan atas penerimaan warga Desa Kalipare yang luar biasa. Kegiatan diakhiri dengan salam penutup, menandai selesainya seluruh rangkaian pengabdian KKM Kelompok 60.