Thumbnail
8 months ago
Jam Spiritual Pagi, KKM Dampingi Semangat Mengaji Siswa

MAISYA ANZANI PRATIWI

Di balik aktivitas para santri yang tekun menghafal dan mempelajari Al-Qur’an, Pondok Pesantren Cinta Al-Qur’an menyimpan identitas, program, dan potensi yang terus berkembang. Untuk memperkenalkan hal tersebut secara lebih luas dan terstruktur, disusunlah Profil Pondok Pesantren Cinta Al-Qur’an sebagai media informasi dan publikasi resmi pondok. Penyusunan profil pondok ini dilaksanakan di Perpustakaan Pondok Pesantren Cinta Al-Qur’an. Proses penulisan dilakukan oleh Aprilia Firdani, dengan mengacu pada berbagai artikel dan pemberitaan, serta dilengkapi melalui wawancara langsung dengan Pembina Pondok Pesantren Cinta Al-Qur’an, KH. Deden Jaenal Abidin, S.HI., M.Pd.I. Profil ini ditujukan bagi santri, alumni, wali santri, serta masyarakat umum sebagai pembaca utama. Penyusunan naskah profil pondok berlangsung selama 11–13 Januari 2026, berdasarkan hasil koordinasi dan pengumpulan data yang diperoleh dari pihak pondok. Selanjutnya, hasil profil tersebut dicetak dalam bentuk banner pada tanggal 28 Januari 2026 sebagai media informasi visual yang mudah diakses oleh pengunjung dan warga pondok. Pembuatan profil pondok ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendokumentasian dan penyebarluasan informasi mengenai identitas, kegiatan, serta program Pondok Pesantren Cinta Al-Qur’an. Selain itu, keberadaan media profil dinilai perlu sebagai sarana komunikasi yang efektif bagi wali santri dan masyarakat untuk mengetahui perkembangan pondok secara menyeluruh. Dalam prosesnya, penyusunan profil diawali dengan koordinasi bersama pendiri dan pembina pondok, guna memperoleh izin sekaligus menggali informasi mendalam terkait sejarah, visi, program unggulan, serta potensi pengembangan pondok ke depan. Data yang terkumpul kemudian dirangkai menjadi naskah profil yang informatif, ringkas, dan mudah dipahami. Melalui penyusunan dan publikasi profil pondok ini, diharapkan santri, alumni, wali santri, serta masyarakat umum dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai Pondok Pesantren Cinta Al-Qur’an. Kehadiran media profil juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas komunikasi antara pihak pondok dengan berbagai pihak terkait, sekaligus membangun citra positif pondok sebagai lembaga pendidikan yang terbuka, informatif, dan terus bertumbuh. Ke depan, profil Pondok Pesantren Cinta Al-Qur’an ini tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pendukung promosi, pengenalan lembaga, serta penguatan jejaring kerja sama demi mendukung perkembangan pondok secara berkelanjutan.      

Thumbnail
8 months ago

FIKA ADELIA PUTRI

Thumbnail
8 months ago
Gotong Royong & Kekompakan Warga Bersama Kelompok KKM 73 Astra Pradipta: Membangun Mushola, Menguatkan Ukhuwah, Menjaga Kebersamaan

JAVIER ISMU ATHAILLAH

Semangat gotong royong kembali hidup dan terasa nyata di Desa Sumberdem, tepatnya di Kampung KRPL. Melalui kegiatan pembangunan mushola yang melibatkan warga setempat bersama mahasiswa kelompok KKM 73 Astra Pradipta, nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat desa kembali ditunjukkan dalam aksi nyata, bukan sekadar wacana. Sejak pagi hari, suasana kebersamaan sudah terlihat di lokasi pembangunan mushola. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari bapak-bapak, pemuda desa, hingga mahasiswa kelompok KKM 73 Astra Pradipta berkumpul dan bekerja bersama tanpa adanya jarak atau sekat. Ada yang bertugas mengangkut material bangunan, mencampur semen, menyusun batu bata, hingga membersihkan area sekitar. Semua berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing dengan satu tujuan yang sama: membangun fasilitas ibadah untuk kepentingan bersama. Yang membuat kegiatan ini terasa istimewa bukan hanya proses pembangunannya, tetapi juga suasana kekeluargaan yang tercipta. Di sela-sela pekerjaan, obrolan santai dan canda ringan mengalir begitu saja. Suasana kerja terasa lebih hangat, ringan, dan penuh semangat. Kehadiran mahasiswa kelompok KKM 73 Astra Pradipta pun disambut dengan antusias oleh warga. Mereka merasa terbantu sekaligus bangga karena generasi muda ikut turun langsung, peduli, dan terlibat aktif dalam pembangunan desa. Pembangunan mushola ini menjadi lebih dari sekadar pembangunan fisik. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah dan memperkuat hubungan sosial antarwarga. Nilai gotong royong benar-benar diwujudkan dalam bentuk kerja sama, saling membantu, dan rasa tanggung jawab bersama. Mushola yang dibangun diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan kebersamaan warga Kampung KRPL ke depannya. Kekompakan warga Desa Sumberdem tidak berhenti sampai di situ. Semangat kebersamaan juga tercermin dalam kegiatan senam bersama PKK yang dilaksanakan setelah rangkaian kegiatan pembangunan mushola. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa warga tidak hanya peduli pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan kesehatan jasmani dan kebugaran bersama. Senam bersama yang diikuti oleh ibu-ibu PKK, mahasiswa kelompok KKM 73 Astra Pradipta, serta beberapa warga lainnya berlangsung dengan penuh semangat. Iringan musik senam yang ceria menciptakan suasana yang hidup dan menyenangkan. Tawa dan senyum terlihat jelas, menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi. Menariknya, kegiatan senam ini diikuti oleh berbagai usia dan latar belakang. Tidak ada batasan siapa yang boleh ikut semuanya bergerak bersama, menikmati kebersamaan yang tercipta. Hal ini menunjukkan bahwa kekompakan warga Desa Sumberdem benar-benar terasa dan sudah menjadi budaya yang mengakar. Sinergi antara pembangunan mushola dan kegiatan senam PKK menjadi gambaran nyata keseimbangan antara pembangunan spiritual, sosial, dan kesehatan masyarakat. Kekompakan yang terbangun melalui dua kegiatan ini menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi Desa Sumberdem dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan yang terus dijaga, desa ini menunjukkan bahwa kemajuan dapat dicapai ketika semua pihak bergerak bersama.

Thumbnail
8 months ago
Silaturahmi ke MI Al Ishlah Desa Sumbersuko

SINDI NURFITRIYA

Kelompok Ranasvara dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) melaksanakan kegiatan silaturahmi ke MI Al Ishlah Desa Sumbersuko. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan awal kelompok dalam menjalin hubungan baik dengan pihak sekolah sekaligus memperkenalkan keberadaan mahasiswa KKM kepada para guru dan siswa.   Dalam kunjungan tersebut, kelompok Ranasvara memperkenalkan diri secara langsung kepada para tenaga pendidik serta siswa-siswi MI Al Ishlah. Mahasiswa KKM menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka, yaitu untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta berkontribusi dalam bidang pendidikan di Desa Sumbersuko. Selain menjalin silaturahmi, kegiatan ini juga bertujuan untuk meminta izin serta melakukan koordinasi dan kontrak mengajar dengan pihak sekolah. Hal ini sejalan dengan program kerja kelompok Ranasvara yang tidak hanya berfokus pada kegiatan pembelajaran di TPQ, tetapi juga turut membantu proses belajar mengajar di MI Al Ishlah. Melalui kerja sama ini, diharapkan mahasiswa KKM dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.   Pihak MI Al Ishlah menyambut kedatangan kelompok Ranasvara dengan baik dan terbuka. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, sehingga menjadi awal yang baik bagi terjalinnya hubungan kerja sama antara mahasiswa KKM dan pihak sekolah. Kegiatan silaturahmi ini menjadi langkah penting bagi kelompok Ranasvara dalam merealisasikan program kerja di bidang pendidikan, sekaligus memperkuat hubungan antara mahasiswa KKM dan lembaga pendidikan di Desa Sumbersuko. Diharapkan, melalui kegiatan mengajar di MI Al Ishlah, mahasiswa KKM dapat membantu meningkatkan semangat belajar siswa serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna.

Thumbnail
8 months ago
Pagi Religius di Mts Plus Madinatul Mubtadi-ien

RIA MAULIDATUR ROHMA

Pembiasaan Sholat Dhuha dan Amalan Harian Warnai Kegiatan Pagi Siswa MTs Plus Madinatul Mubtadi-ien. MTs Plus Madinatul Mubtadi-ien memiliki kebiasaan positif yang rutin dilaksanakan oleh seluruh peserta didik sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Setiap pagi, seluruh siswa mengikuti pembiasaan sholat dhuha secara berjamaah sebagai bagian dari penanaman nilai religius dan pembentukan karakter sejak dini. Kegiatan sholat dhuha dan amalan harian ini dilaksanakan setiap hari Senin hingga Sabtu pada pukul 07.45 WIB dan diikuti oleh seluruh siswa MTs Plus Madinatul Mubtadi-ien. Setelah melaksanakan sholat dhuha, para siswa melanjutkan kegiatan dengan membaca Majmu’ah serta doa-doa harian yang telah dibiasakan. Buku Majmu’ah yang digunakan dalam kegiatan tersebut merupakan buku amalan yang dibukukan oleh Kepala Sekolah MTs Plus Madinatul Mubtadi-ien, Ahmad Nur Shofi, S.Pd.I. Amalan-amalan yang terdapat dalam buku tersebut berasal dari amalan yang beliau peroleh dan istiqamah diamalkan sejak menimba ilmu di pondok pesantren. Dalam keterangannya, Ahmad Nur Shofi, S.Pd.I menjelaskan bahwa proses pembukuan amalan tersebut dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan adab. “Sebelum dibukukan, saya terlebih dahulu meminta izin langsung kepada keluarga Lamongan untuk mendapatkan ijazah amalan tersebut. Alhamdulillah diizinkan, karena saya juga merupakan alumni serta masih memiliki hubungan keluarga,” ujarnya. Menurut beliau, pembiasaan sholat dhuha dan membaca amalan harian ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang disiplin, berakhlak mulia, serta memiliki kedekatan spiritual dengan Allah SWT. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih tenang, tertib, dan kondusif sebelum memasuki kegiatan pembelajaran di kelas. Melalui pembiasaan tersebut, MTs Plus Madinatul Mubtadi-ien menegaskan komitmennya dalam menyeimbangkan antara pendidikan akademik dan pembinaan spiritual. Sekolah tidak hanya berfokus pada pencapaian prestasi belajar, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keagamaan sebagai bekal penting bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Thumbnail
8 months ago
Edukasi Bullying dan Membangun Karakter Akhlak Mulia di SD Negeri 4 Dawuhan.

MUHAMMAD AULIA ZAMZAMI BAIHAQI

Kegiatan sosialisasi peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan edukasi pencegahan bullying dilaksanakan di SD Negeri 4 Dawuhan dengan suasana yang tertib dan penuh semangat. Para siswa mengikuti kegiatan ini dengan antusias, didampingi oleh para guru. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan bantuan media visual, sehingga siswa lebih mudah memahami pesan yang disampaikan dan terlibat aktif selama kegiatan berlangsung. Peringatan Isra Mi’raj menjadi momen penting untuk menanamkan nilai-nilai spiritual dan moral kepada siswa sejak dini. Melalui kisah perjalanan agung Nabi Muhammad SAW, siswa diajak untuk memahami pentingnya ketaatan kepada Allah SWT, menjaga ibadah, serta menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam sikap saling menghormati, peduli terhadap sesama, dan bertanggung jawab dalam setiap perilaku, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Selaras dengan nilai-nilai keagamaan tersebut, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi tentang bullying sebagai langkah preventif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa, meliputi pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, serta dampak negatif yang dapat dirasakan oleh korban maupun pelaku. Siswa diajak untuk memahami bahwa tindakan mengejek, mengucilkan, atau menyakiti teman, baik secara fisik maupun verbal, merupakan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai kemanusiaan dan ajaran agama. Melalui kegiatan ini, siswa didorong untuk menumbuhkan sikap empati, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama. Penekanan juga diberikan pada pentingnya saling menghargai perbedaan, berkomunikasi dengan santun, serta berani melaporkan kepada guru apabila menemukan atau mengalami tindakan bullying di lingkungan sekolah. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepribadian siswa. Secara keseluruhan, sosialisasi Isra Mi’raj dan anti-bullying ini menjadi bentuk nyata sinergi antara pendidikan keagamaan dan pendidikan karakter. Melalui kegiatan ini, SD Negeri 4 Dawuhan menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang religius, inklusif, dan bebas dari perundungan. Diharapkan nilai-nilai yang disampaikan dapat terus tertanam dan diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta budaya sekolah yang harmonis, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.