Thumbnail
3 months ago
Selain Bermanfaat untuk Calon Jamaah Haji, KKM Juga Meningkatkan Keterampilan Mahasiswa

M. NURIL AKBAR MAULIDY

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berfokus pada pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji memberikan kesan yang sangat mendalam dan bermakna, karena saya dapat terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan preventif bagi masyarakat. Melalui pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, serta wawancara riwayat penyakit, saya belajar memahami kondisi kesehatan jamaah secara holistik sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi medis yang empatik. Interaksi dengan para calon jamaah haji juga menumbuhkan rasa tanggung jawab profesional, mengingat kesehatan mereka sangat menentukan kelancaran dan keselamatan ibadah di Tanah Suci. Kegiatan ini menyadarkan saya bahwa peran tenaga kesehatan tidak hanya terbatas pada pengobatan, tetapi juga pada edukasi dan deteksi dini faktor risiko penyakit. Secara keseluruhan, KKN ini menjadi pengalaman berharga yang memperkuat nilai pengabdian, kerja tim, dan penerapan ilmu kedokteran secara nyata di tengah masyarakat.

Thumbnail
3 months ago
Kunjungan terakhir

MUKHAMMAD ARSYAD ROMADHON

Di suatu sore, kita kelompok 44 berjumlah 5 orang akan mengunjungi calon jamaah yang amanahkan pada kita untuk memeriksa kesehatan, di sore ini itu sudah menjadi kunjungan terakhir kami, itu menjadi sebuah perpisahan atau kunjungan terakhir bagi kita, karna kita mendapat jatah 5 kali saja, disore itu kita hanya bercengkrama saja dan menikmati sore itu, dan sambil memakan bakso yang diberikan oleh beliau dan kami disuruh menghabiskan semua karena itu sebagai kunjungan terakhir kita, kami memakan dan sambil bersendau gurau sebagai perpisahan, diakhir kita meminta pesan dan kesan selama kita memberi atau memeriksa kesehatan, karna itu jujur pengalaman pertama kita, dan setelah selesai kita perpisahan sambil berpelukan, dan diakhir beliau mengundang kita  untuk datang kembali setelah haji.

Thumbnail
3 months ago
Hati yang Sehat, Masyarakat yang Kuat: Catatan Pengabdian KKM HIPE

CINTA FARRAHDINA ISLAMY

Datang sebagai orang asing, pulang sebagai keluarga. Itulah garis besar yang menggambarkan perjalanan kami selama KKM HIPE bersama dengan calon jamaah haji, ibu Alifiah. Di balik lembaran poster edukasi kesehatan dan rutinitas pengecekan kesehatan setiap minggunya, kami menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga, yaitu senyum tulus dari orang tua yang menyambut kami layaknya cucu sendiri. Pada saat dihari pertama datang, kami tidak membawa apa  pun untuk diberikan kepada beliau kami hanya memperkenalan diri, tetapi pada saat kami pamit pulang ibu Alifiah melarang kami, beliau berkata "Jangan pulang dulu sebelum makan dirumah saya", sejak saat itu, setiap kami berkunjung ke rumah ibu Alifiah selalu keluar dengan perut kenyang dan kami merasakan seperti dirumah nenek. Selain itu, ibu Alifiah sangatlah gemar bercerita, beliau suka menceritakan kesehariannya yang dimulai dari minum air hangat, jalan pagi bersama cucu, hingga pada saat malam beliau suka tidur di ruang tamu. Kami selalu mendengarkan cerita-cerita seru keseharian beliau di setiap minggunya dan dari situ kami sangat merasa senang dikarenakan kedatangan kami terasa sangat di hormati. Ibu Alifiah juga paruh terhadap monitoring yang telah kami persiapkan, beliau sangat antusias dalam mengisi buku monitoring maupun pada saat kami memberikan poster dan booklet. Dipertemuan terakhir, kami membawakan bingkisan sembako kepada ibu Alifiah dan disitu beliau berkata "ngapain repot-repot bawa ini, besok-besok ngga usah bawa loh yaa", disitu kami hanya tersenyum mendengarkannya, seperti cucu dimarahin nenek. Catatan ini bukan sekadar laporan tugas, melainkan kumpulan memori tentang pengabdian yang dimulai dari hati.

Thumbnail
3 months ago
Menjaga Masa Depan Generasi Pandansari: Seminar Pernikahan Dini dan Stunting oleh KKM 35

SYAHRUL MUBAROK PRADANA SASONGKO

Kami, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 35 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, melaksanakan salah satu program kerja di bidang edukasi dengan mengadakan seminar bertema pernikahan dini dan stunting di MA Al Hidayah, Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo. Kegiatan ini kami rancang berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi bersama masyarakat, di mana angka pernikahan dini di Desa Pandansari masih tergolong tinggi dan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya stunting.   Seminar ini kami laksanakan di lingkungan sekolah MA Al Hidayah dengan peserta yang terdiri dari siswa-siswi serta dewan guru. Sejak awal kegiatan, kami merasakan antusiasme yang besar dari para peserta. Hal ini menunjukkan bahwa isu pernikahan dini dan stunting merupakan topik yang dekat dengan realitas kehidupan mereka dan perlu terus dibahas secara terbuka dan edukatif.   Dalam pelaksanaan seminar, kami menghadirkan salah satu anggota Koppatara sebagai pemateri. Materi disampaikan secara komunikatif dan mudah dipahami, membahas dampak pernikahan dini dari berbagai aspek, mulai dari kesiapan mental dan psikologis, kesehatan reproduksi, hingga risiko yang dapat muncul terhadap ibu dan anak. Pemateri juga menjelaskan keterkaitan antara pernikahan dini dengan stunting, terutama akibat kurangnya kesiapan fisik dan pengetahuan gizi pada usia remaja.   Selama kegiatan berlangsung, suasana seminar terasa hidup. Banyak siswa yang aktif bertanya dan menyampaikan pandangan mereka terkait tekanan sosial, pernikahan di usia muda, serta harapan mereka terhadap masa depan. Bagi kami, momen ini menjadi pengalaman berharga karena dapat berdialog langsung dengan generasi muda dan mendengar perspektif mereka secara jujur.   Melalui seminar ini, kami berharap siswa-siswi MA Al Hidayah dapat memahami pentingnya menyiapkan masa depan secara matang, baik dari segi pendidikan, kesehatan, maupun mental, sebelum mengambil keputusan besar seperti pernikahan. Kami juga berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam upaya pencegahan stunting serta membangun kesadaran kolektif akan pentingnya generasi yang sehat dan berkualitas.   Sebagai mahasiswa KKM 35, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat Desa Pandansari. Kami percaya bahwa perubahan dapat dimulai dari edukasi sederhana yang tepat sasaran, dan semoga apa yang kami lakukan dapat memberikan dampak positif, baik bagi sekolah maupun masyarakat sekitar.

Thumbnail
3 months ago

ILHAM WAHYU ARDIAWAN

Thumbnail
3 months ago
KKM Multivida Hikmara UIN Malang Dorong Pendampingan Anak Usia Dini lewat Seminar Parenting

ARISTYA LUNA RAHMATUL ULA

Kota Malang — Kelompok 22 KKM Multivida Hikmara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan KB–TK Masjid Agung Jami’ Kota Malang dalam menyelenggarakan Seminar Parenting di aula sekolah, Sabtu (31/1). Kegiatan Seminar parenting yang mengangkat tema “Tumbuh Bersama dalam Keberagaman: Strategi Pendampingan Anak Berkebutuhan Spesial Usia Dini” di hadiri oleh para wali murid serta pedidik KB–TK Masjid Agung Jami’ Kota Malang. Ketua Pelaksana Seminar Parenting, Happy Marsha Audina, menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua dan guru dalam mendampingi tumbuh kembang anak usia dini, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.. Pemateri seminar, Dr. Hj. Rofiqah, M.Pd., C.Ht., dosen Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menyampaikan, “Pada dasarnya setiap anak terlahir dalam kondisi yang sama dan suci, sebagaimana hadis kullu maulūdin yūladu ‘alal fiṭrah.” Menurutnya, perbedaan pada setiap anak bukan terletak pada nilai kemanusiaannya, melainkan pada kemampuan akal dan daya tangkap yang dimiliki masing-masing anak. Oleh karena itu, orang tua dan pendidik perlu menyesuaikan pola pendampingan dengan kemampuan anak, dilakukan secara bertahap, perlahan, dan berkelanjutan sesuai dengan kapasitas daya tangkap anak. Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata oleh Kepala KB–TK Masjid Agung Jami’ Kota Malang, Ikhwan Kurniawan, M.Pd., kepada pemateri, dilanjutkan sesi foto bersama. Melalui seminar ini, diharapkan terjalin sinergi berkelanjutan antara sekolah dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini secara optimal.