ALODIA MAULINA
Program Kuliah Kerja Mahasiswa yang dilaksanakan pada Kamis, 25 Desember 2025 hingga Senin, 26 Januari 2026 ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pencapaian istithaah kesehatan bagi Calon Jemaah Haji. Bertempat di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur, kegiatan ini diinisiasi oleh lima mahasiswa lintas program studi, yaitu Alodia dari Program Studi Pendidikan Dokter angkatan 2023, serta Talita, Salsa, dan Reva dari Program Studi Farmasi angkatan 2023. Program ini dirancang dengan pendekatan promotif dan preventif yang berfokus pada edukasi gizi seimbang serta pengurangan konsumsi rokok sebagai faktor risiko utama penyakit tidak menular yang kerap menjadi kendala dalam pemenuhan syarat istithaah kesehatan. Mengingat ibadah haji merupakan aktivitas fisik yang memerlukan kesiapan kardiovaskular, metabolik, dan ketahanan fisik yang optimal, intervensi berbasis perubahan gaya hidup menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan calon jemaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Rangkaian kegiatan dilakukan secara sistematis dan terstruktur setiap minggu. Program diawali dengan pemeriksaan kesehatan rutin yang meliputi pemantauan tekanan darah, indeks massa tubuh, serta evaluasi keluhan kesehatan peserta. Selain itu, dilakukan pretest dan posttest guna menilai peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan, serta skrining fungsi kognitif menggunakan Mini-Cog test untuk deteksi dini gangguan kognitif pada peserta lanjut usia. Materi edukasi mencakup prinsip gizi seimbang sesuai pedoman nasional, pengaturan asupan kalori dan cairan, pentingnya aktivitas fisik teratur, serta strategi bertahap dalam mengurangi konsumsi rokok. Tim juga memberikan penjelasan mengenai kondisi di Tanah Suci seperti suhu yang tinggi, kepadatan jemaah, serta risiko dehidrasi dan kelelahan, sehingga peserta dapat mempersiapkan diri secara fisik maupun mental. Diskusi dua arah menjadi bagian penting dalam kegiatan ini agar peserta dapat menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan hambatan yang dihadapi dalam menerapkan gaya hidup sehat. Sebagai bentuk implementasi langsung dari edukasi yang diberikan, peserta mengikuti kegiatan olahraga bersama berupa jalan pagi dan senam rutin untuk meningkatkan kebugaran kardiorespirasi. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif lebih efektif dalam mendorong perubahan perilaku dibandingkan penyampaian materi secara satu arah. Di akhir rangkaian KKM, dilaksanakan sesi konsultasi dan refleksi bersama Dosen Pembimbing Lapangan, dr. Yuliona Trika Nur Hasan, Sp. M, untuk mengevaluasi capaian program serta memperoleh arahan profesional terkait keberlanjutan intervensi kesehatan pada calon jemaah haji. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman dan kesadaran kesehatan peserta, tetapi juga membangun komitmen jangka panjang terhadap pola hidup sehat sebagai fondasi utama dalam mencapai istithaah haji yang optimal melalui pendekatan edukatif yang terstruktur dan berkelanjutan.
MIFTAKHUL HIDAYAH
Kegiatan jalan sehat bersama calon jamaah haji (CJH) KKM HIPE dilaksanakan pada pagi hari dengan titik kumpul di rumah salah satu CJH yang berlokasi dekat Alun-Alun Kota Batu. Sebelum memulai kegiatan jalan sehat, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi para CJH sebagai langkah awal untuk memastikan kondisi fisik peserta dalam keadaan baik. Kegiatan jalan sehat dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Rute yang ditempuh dimulai dari rumah CJH dan berakhir di Pasar Induk Kota Batu. Selama perjalanan, peserta berjalan dengan santai sambil berbincang satu sama lain agar suasana tetap menyenangkan dan rasa lelah tidak terlalu terasa. Meskipun jarak tempuh cukup jauh, terutama bagi peserta pemula, kegiatan ini tetap berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Sepanjang perjalanan, peserta dapat menikmati keindahan Kota Batu, mulai dari suasana kota, bangunan di sepanjang jalan, hingga berbagai kuliner yang tersedia. Hal tersebut menambah kenyamanan dan membuat kegiatan jalan sehat terasa lebih menyenangkan. Setibanya di Pasar Induk Kota Batu sekitar pukul 10.00 WIB, peserta mencari makanan untuk sarapan bersama sebagai penutup kegiatan.
RIZQI FADHIL RAMADHAN
Pelaksanaan Program KKM, mulai dari pemeriksaan kesehatan, monitoring pola makan, minum, dan tidur, serta aktivitas fisik ringan guna mempersiapkan calon jamaah haji menuju keberangkatan ke Tanah Suci yang dilaksanakan selama 1 bulan atau 5 kali pertemuan. Pada minggu terakhir, kelompok 35 KKM FKIK UIN malang memberikan cinderamata berupa kaos sebagai kenang-kenangan untuk calon Jamaah haji.
NUR AZIZAH
Pada minggu ketiga pelaksanaan KKM, kelompok HIPE 16 melaksanakan kegiatan jalan sehat bersama Calon Jemaah Haji, yaitu Pak Sunardi dan Bu Sri. Kegiatan ini diikuti oleh 5 anggota kelompok. Jalan sehat ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran fisik sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan CJH. Kegiatan dimulai dari rumah Pak Sunardi dan Bu Sri menuju Pasar Among Tani, Kota Batu, dengan berjalan kaki bersama-sama. Selama perjalanan, suasana terasa menyenangkan karena kami saling berbincang dan bercanda ringan. Hal tersebut membuat kegiatan jalan sehat terasa lebih santai dan tidak membosankan. Setibanya di pasar, kami menyadari bahwa dompet Pak Sunardi tertinggal di rumah. Beliau kemudian kembali ke rumah dengan ditemani salah satu dari anggota KKM untuk mengambil dompet tersebut. Sementara itu, kami menunggu di area pasar bersama Bu Sri. Setelah mengambil dompet, Pak Sunardi kembali ke pasar menggunakan sepeda motor, sehingga kami harus menunggu beberapa saat hingga semua anggota kembali berkumpul. Selama menunggu, Bu Sri bertemu dengan teman dan tetangganya. Mereka saling menyapa dan berbincang dengan akrab. Ketika ditanya datang ke pasar bersama siapa, Bu Sri menjawab bahwa beliau datang bersama cucunya. Mendengar hal tersebut, kami merasa senang dan terharu karena dianggap sebagai bagian dari keluarga oleh beliau. Setelah Pak Sunardi kembali, kami melanjutkan kegiatan dengan menuju lantai tiga Pasar Among Tani yang merupakan area makanan. Di sana, Pak Sunardi dan Bu Sri dengan baik hati mentraktir kami makan bersama. Kami sepakat memesan gado-gado, dan kedua CJH juga ikut memesan menu yang sama. Momen makan bersama ini terasa sangat menyenangkan dan penuh kebersamaan. Dalam suasana santai tersebut, salah satu anggota sempat menyebutkan bahwa kue lumpur di salah satu toko di pasar among tani terkenal enak. Bu Sri kemudian berinisiatif untuk membelikan kami kue tersebut. Namun, karena tokonya sudah tutup, rencana tersebut tidak jadi terlaksana. Meskipun demikian, perhatian beliau membuat kami merasa sangat dihargai, bahkan jika sampai dibelikan pun rasanya pasti akan sangat sungkan. Setelah selesai beraktivitas di pasar, kami kembali ke rumah dengan berjalan kaki, sedangkan Pak Sunardi menggunakan sepeda motor. Sesampainya di rumah, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian edukasi kesehatan melalui poster tentang kolesterol kepada kedua CJH. Edukasi ini bertujuan untuk menambah pengetahuan mereka mengenai pentingnya menjaga pola makan dan gaya hidup sehat. Melalui kegiatan jalan sehat dan pendampingan pada minggu ketiga ini, kami tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan CJH. Kebersamaan, komunikasi yang baik, serta suasana kekeluargaan menjadi pengalaman berharga selama pelaksanaan KKM. Kegiatan ini memberikan pembelajaran bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, namun penuh makna.
AISYAH SHAFA MALINA PUTRI
Pada kunjungan terakhir, kelompok kami berkesempatan berkunjung bersama DPL (Dosen Pembimbing Lapangan), yaitu Bapak apt. Achmad Syahrir, M.Farm. Saat kunjungan terakhir, kami lebih banyak mendengarkan cerita serta berbagi pengetahuan mengenai kesehatan dan keadaan di tanah suci. Selain itu, CJH kelompok 26, yaitu Bapak Ismadi dan Ibu Sri Rahayu juga berbagi kesan dan pesan selama kelompok kami melakukan intervensi. Bapak Ismadi dan Ibu Sri Rahayu juga memberikan harapan mengenai adanya kegiatan KKM-HIPE 2026 ini.
A`ISY SALMA AL MAHMUDAH
Kegiatan HIPE-KKM tidak hanya menjadi sarana pembelajaran di luar kelas, tetapi juga wujud nyata peran mahasiswa dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan adalah pendampingan kesehatan secara langsung melalui pemeriksaan sederhana dan pemantauan kondisi kesehatan calon jama'ah haji (CJH). Pada kegiatan ini, mahasiswa melakukan pemeriksaan kesehatan dasar seperti pengukuran tekanan darah dan pemantauan kondisi umum. Pendekatan dilakukan secara personal dan komunikatif agar calon jama'ah haji (CJH) merasa nyaman serta dapat memahami kondisi kesehatannya dengan lebih baik. Pendampingan semacam ini penting untuk meningkatkan kesadaran calon jama'ah haji (CJH) terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko penyakit kronis. Selain pemeriksaan, mahasiswa juga memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, seperti pengaturan pola makan, aktivitas fisik ringan, dan kepatuhan terhadap pengobatan yang dianjurkan tenaga kesehatan. Edukasi diberikan secara sederhana dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan individu, sehingga mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan pendampingan ini, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu yang telah diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga mengembangkan empati, kemampuan komunikasi, serta pemahaman terhadap kondisi sosial dan kesehatan masyarakat. Diharapkan, kegiatan HIPE-KKM dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menjalankan peran sebagai agen perubahan di bidang kesehatan.