FITRIYATIL UMAMI
Acara Peluncuran Website SIMANTAP dan Jumeneng Batik yang digagas oleh Kelompok KKM Aruna menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendorong digitalisasi dan pemberdayaan desa. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana KKM Aruna yang menyampaikan latar belakang serta tujuan utama dari peluncuran dua proyek tersebut, yaitu untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Wonorejo yang mengapresiasi inisiatif Kelompok KKM Aruna dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi dan budaya lokal. Dukungan juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta perwakilan LP2M yang menegaskan bahwa program ini sejalan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat dan implementasi ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan. Acara dilanjutkan dengan penampilan seni bela diri silat Pagar Nusa yang dibawakan oleh anak-anak MI setempat. Penampilan ini menjadi pembuka suasana yang penuh semangat sekaligus menunjukkan kekayaan budaya dan potensi generasi muda Desa Wonorejo dalam melestarikan seni tradisional. Anggota KKM Aruna (Pasa dan Fitriyatil) bersama Kepala desa memegang batik Arum Tirto Wojo (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Memasuki sesi inti, pada sesi demo proyek batik, Pasa dan Fitriyatil memperkenalkan karya batik bertajuk Arum Tirto Wojo, sebuah motif yang sarat makna dan filosofi lokal. Nama Arum memiliki arti harum atau indah, yang melambangkan keindahan alam Desa Wonorejo serta citra baik yang terpancar dari budaya dan kehidupan masyarakatnya. Makna ini menjadi representasi harmoni antara manusia dan lingkungan yang masih terjaga hingga kini. Sementara itu, kata Tirto yang berarti air atau sungai menggambarkan peran penting aliran sungai dalam menopang kehidupan dan melancarkan sumber ekonomi masyarakat Wonorejo. Sungai tidak hanya menjadi sumber daya alam, tetapi juga bagian dari denyut kehidupan warga desa. Adapun Wojo merupakan singkatan dari nama desa, yaitu Wono dan rejo, di mana wono berarti alas atau hutan, sedangkan rejo bermakna ramai atau sejahtera. Keseluruhan makna tersebut menyatu dalam motif batik Arum Tirto Wojo sebagai simbol Wonorejo yang indah, hidup, dan penuh harapan akan kesejahteraan. Penjelasan dari anggota KKM Aruna (Iyan dan Maysa) mengenai website SIMANTAP (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Pada sesi berikutnya, Kelompok KKM Aruna mendemonstrasikan website SIMANTAP, sebuah platform digital yang dirancang khusus untuk warga Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Website ini dikembangkan sebagai pusat informasi dan dokumentasi kegiatan desa yang mudah diakses oleh masyarakat. SIMANTAP memiliki berbagai menu utama, di antaranya Beranda sebagai tampilan awal informasi, Acara yang memuat agenda dan kegiatan desa, serta Sejarah yang mengulas perjalanan dan identitas Desa Wonorejo. Selain itu, website SIMANTAP juga menyediakan menu Batik sebagai ruang promosi dan pengenalan Jumeneng Batik, Lowongan Kerja untuk membantu warga memperoleh informasi peluang kerja, serta Galeri Video yang menampilkan dokumentasi visual kegiatan desa. Tidak hanya itu, tersedia pula menu Berita yang menyajikan informasi terkini seputar desa, serta Promosi UMKM dan berbagai kegiatan lainnya sebagai upaya mendukung potensi ekonomi dan kreativitas masyarakat Wonorejo. Melalui fitur-fitur tersebut, website SIMANTAP diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi, informasi, dan promosi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam perkembangan desa berbasis digital. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang melibatkan Ketua Republik Gubuk, Ketua LP2M, serta Sekretaris Desa dan pemantiknya sendiri dari Ketua KKM Aruna. Diskusi ini menjadi ruang dialog untuk memberikan masukan, tanggapan, serta harapan terhadap keberlanjutan website SIMANTAP dan pengembangan Jumeneng Batik ke depannya. Kemudian suasana acara dibuat lebih hangat melalui penampilan nyanyi akustik yang dibawakan oleh dua perwakilan dari Kelompok KKM Belung. Iringan musik akustik yang sederhana namun penuh makna menjadi hiburan penutup yang menyegarkan setelah rangkaian diskusi dan pemaparan program. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi selingan hiburan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kolaborasi antarkelompok KKM dalam mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran Kelompok KKM Belung melalui penampilan musik akustik ini semakin mempererat suasana kekeluargaan sebelum acara resmi ditutup. Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan harapan agar kedua proyek yang telah diluncurkan tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Melalui peluncuran SIMANTAP dan Jumeneng Batik, Kelompok KKM Aruna menunjukkan bahwa dari KKM untuk desa, langkah kecil yang dilakukan dengan kolaborasi dapat membawa dampak yang bermakna.
MAULANA ABDUL HAMID MUHAMAD
Hikmah Isra Mi’raj sebagai Penguat Iman Umat Islam (Refleksi dari Tabligh Akbar bersama Dr. H. M. Nadhif Anwar, Lc., M.Pd) Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) tidak hanya menjadi ruang pengabdian sosial bagi mahasiswa, tetapi juga wadah aktualisasi peran intelektual dan spiritual di tengah masyarakat. Salah satu bentuk nyata kontribusi tersebut diwujudkan melalui keterlibatan mahasiswa KKM dalam kegiatan keagamaan, khususnya peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Dalam rangka memperingati peristiwa agung tersebut, mahasiswa KKM klompok 15 turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Tabligh Akbar Isra Mi’raj yang dilaksanakan di Masjid Miftahul Jannah pada Minggu, 18 Januari 2026. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat sekitar dan menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, kebersamaan, serta kesadaran spiritual umat Islam. Peringatan Isra Mi’raj ini menghadirkan Dr. H. M. Nadhif Anwar, Lc., M.Pd. sebagai penceramah utama. Melalui tausiyah yang disampaikan dengan bahasa yang ringan, reflektif, dan mudah dipahami, jamaah diajak untuk tidak hanya mengenang peristiwa Isra Mi’raj sebagai sejarah, tetapi juga mengambil hikmah dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran mahasiswa KKM dalam kegiatan ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara dunia akademik dan masyarakat, khususnya dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya shalat, keimanan, dan akhlak mulia sebagai fondasi kehidupan. Peristiwa Isra Mi’raj merupakan salah satu momentum paling agung dalam sejarah Islam. Ia bukan sekadar kisah perjalanan luar biasa Rasulullah SAW, melainkan juga sumber pelajaran mendalam tentang keimanan, ketaatan, dan hubungan hamba dengan Allah SWT. Dalam ceramahnya, Dr. Nadhif Anwar menjelaskan bahwa Isra Mi’raj terjadi pada masa yang sangat berat dalam kehidupan Rasulullah SAW, yang dikenal sebagai ‘Amul Huzn atau tahun kesedihan. Pada masa itu, Rasulullah kehilangan dua sosok pendukung utama dakwahnya, yaitu Khadijah r.a. dan Abu Thalib. Di tengah tekanan, penolakan, dan luka batin yang mendalam, Allah SWT justru menghadiahkan perjalanan istimewa sebagai bentuk penguatan dan penghiburan bagi Rasul-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa pertolongan Allah selalu datang pada waktu yang paling tepat. Isra Mi’raj terdiri dari dua peristiwa besar, yaitu Isra (perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha) dan Mi’raj (kenaikan Rasulullah SAW ke Sidratul Muntaha). Menurut pemaparan Dr. Nadhif, perjalanan ini bukan hanya mukjizat secara fisik, tetapi juga perjalanan ruhani yang sarat makna. Rasulullah SAW diperlihatkan tanda-tanda kebesaran Allah, kondisi umat terdahulu, serta balasan bagi manusia sesuai amal perbuatannya. Semua itu menjadi peringatan sekaligus pelajaran bagi umat Islam hingga akhir zaman. Salah satu hikmah terbesar dari peristiwa Isra Mi’raj adalah diwajibkannya shalat lima waktu. Dalam ceramahnya, Dr. Nadhif Anwar menekankan bahwa shalat adalah “oleh-oleh” paling berharga dari perjalanan Rasulullah SAW. Shalat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi merupakan sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Allah SWT. Jika Isra Mi’raj adalah perjalanan Rasulullah SAW menghadap Allah, maka shalat adalah mi’rajnya orang-orang beriman setiap hari. Oleh karena itu, kualitas shalat mencerminkan kualitas iman seseorang. Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa sering kali umat Islam meremehkan shalat, baik dengan menunda waktu, melalaikan kekhusyukan, maupun meninggalkannya sama sekali. Padahal, shalat adalah tiang agama dan amal pertama yang akan dihisab di akhirat. Saat pesan ini disampaikan, suasana masjid terasa semakin hening, seolah setiap jamaah sedang menimbang kembali kualitas shalatnya masing-masing. Pesan ini disampaikan dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh, membuat jamaah merenung dan mengevaluasi kembali hubungan pribadi mereka dengan Allah SWT. Selain shalat, Isra Mi’raj juga mengajarkan tentang pentingnya keimanan kepada perkara ghaib. Tidak semua hal dapat dijelaskan dengan logika manusia. Ketika Rasulullah SAW menceritakan peristiwa Isra Mi’raj, sebagian orang meragukannya, namun orang-orang beriman menerimanya dengan penuh keyakinan. Dr. Nadhif mencontohkan sikap Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. yang langsung membenarkan Rasulullah SAW tanpa keraguan sedikit pun. Inilah teladan iman sejati, yaitu percaya sepenuhnya kepada kebenaran wahyu Allah dan Rasul-Nya. Ceramah tersebut juga menekankan relevansi Isra Mi’raj dalam kehidupan modern. Di tengah kesibukan dunia, tekanan ekonomi, dan tantangan moral, umat Islam sering kali merasa lelah secara spiritual. Isra Mi’raj mengajarkan bahwa mendekat kepada Allah adalah sumber kekuatan sejati. Dengan menjaga shalat, memperbaiki akhlak, dan memperkuat keimanan, seorang Muslim akan mampu menghadapi berbagai ujian hidup dengan lebih tenang dan optimis. Acara peringatan Isra Mi’raj di Masjid Miftahul Jannah ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga sarana muhasabah diri. Jamaah diajak untuk tidak sekadar mengingat peristiwanya, tetapi mengambil hikmah dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semangat untuk memperbaiki shalat, memperkuat iman, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW menjadi pesan utama yang dibawa pulang oleh para hadirin. Sebagai penutup, Dr. H. M. Nadhif Anwar mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Isra Mi’raj sebagai momentum perubahan diri. Bukan hanya perubahan sesaat, tetapi perubahan berkelanjutan menuju pribadi yang lebih dekat dengan Allah SWT. Semoga melalui pemahaman yang benar terhadap peristiwa Isra Mi’raj, umat Islam mampu memperkokoh iman dan menjadikan shalat sebagai cahaya dalam setiap langkah kehidupan.
ALISHA ROHADATUL AISY AMROZI
Acara Peluncuran Website SIMANTAP dan Jumeneng Batik yang digagas oleh Kelompok KKM Aruna menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendorong digitalisasi dan pemberdayaan desa. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana KKM Aruna yang menyampaikan latar belakang serta tujuan utama dari peluncuran dua proyek tersebut, yaitu untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Wonorejo yang mengapresiasi inisiatif Kelompok KKM Aruna dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi dan budaya lokal. Dukungan juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta perwakilan LP2M yang menegaskan bahwa program ini sejalan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat dan implementasi ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan. Acara dilanjutkan dengan penampilan seni bela diri silat Pagar Nusa yang dibawakan oleh anak-anak MI setempat. Penampilan ini menjadi pembuka suasana yang penuh semangat sekaligus menunjukkan kekayaan budaya dan potensi generasi muda Desa Wonorejo dalam melestarikan seni tradisional. Anggota KKM Aruna (Pasa dan Fitriyatil) bersama Kepala desa memegang batik Arum Tirto Wojo (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Memasuki sesi inti, pada sesi demo proyek batik, Pasa dan Fitriyatil memperkenalkan karya batik bertajuk Arum Tirto Wojo, sebuah motif yang sarat makna dan filosofi lokal. Nama Arum memiliki arti harum atau indah, yang melambangkan keindahan alam Desa Wonorejo serta citra baik yang terpancar dari budaya dan kehidupan masyarakatnya. Makna ini menjadi representasi harmoni antara manusia dan lingkungan yang masih terjaga hingga kini. Sementara itu, kata Tirto yang berarti air atau sungai menggambarkan peran penting aliran sungai dalam menopang kehidupan dan melancarkan sumber ekonomi masyarakat Wonorejo. Sungai tidak hanya menjadi sumber daya alam, tetapi juga bagian dari denyut kehidupan warga desa. Adapun Wojo merupakan singkatan dari nama desa, yaitu Wono dan rejo, di mana wono berarti alas atau hutan, sedangkan rejo bermakna ramai atau sejahtera. Keseluruhan makna tersebut menyatu dalam motif batik Arum Tirto Wojo sebagai simbol Wonorejo yang indah, hidup, dan penuh harapan akan kesejahteraan. Penjelasan dari anggota KKM Aruna (Iyan dan Maysa) mengenai website SIMANTAP (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Pada sesi berikutnya, Kelompok KKM Aruna mendemonstrasikan website SIMANTAP, sebuah platform digital yang dirancang khusus untuk warga Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Website ini dikembangkan sebagai pusat informasi dan dokumentasi kegiatan desa yang mudah diakses oleh masyarakat. SIMANTAP memiliki berbagai menu utama, di antaranya Beranda sebagai tampilan awal informasi, Acara yang memuat agenda dan kegiatan desa, serta Sejarah yang mengulas perjalanan dan identitas Desa Wonorejo. Selain itu, website SIMANTAP juga menyediakan menu Batik sebagai ruang promosi dan pengenalan Jumeneng Batik, Lowongan Kerja untuk membantu warga memperoleh informasi peluang kerja, serta Galeri Video yang menampilkan dokumentasi visual kegiatan desa. Tidak hanya itu, tersedia pula menu Berita yang menyajikan informasi terkini seputar desa, serta Promosi UMKM dan berbagai kegiatan lainnya sebagai upaya mendukung potensi ekonomi dan kreativitas masyarakat Wonorejo. Melalui fitur-fitur tersebut, website SIMANTAP diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi, informasi, dan promosi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam perkembangan desa berbasis digital. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang melibatkan Ketua Republik Gubuk, Ketua LP2M, serta Sekretaris Desa dan pemantiknya sendiri dari Ketua KKM Aruna. Diskusi ini menjadi ruang dialog untuk memberikan masukan, tanggapan, serta harapan terhadap keberlanjutan website SIMANTAP dan pengembangan Jumeneng Batik ke depannya. Kemudian suasana acara dibuat lebih hangat melalui penampilan nyanyi akustik yang dibawakan oleh dua perwakilan dari Kelompok KKM Belung. Iringan musik akustik yang sederhana namun penuh makna menjadi hiburan penutup yang menyegarkan setelah rangkaian diskusi dan pemaparan program. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi selingan hiburan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kolaborasi antarkelompok KKM dalam mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran Kelompok KKM Belung melalui penampilan musik akustik ini semakin mempererat suasana kekeluargaan sebelum acara resmi ditutup. Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan harapan agar kedua proyek yang telah diluncurkan tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Melalui peluncuran SIMANTAP dan Jumeneng Batik, Kelompok KKM Aruna menunjukkan bahwa dari KKM untuk desa, langkah kecil yang dilakukan dengan kolaborasi dapat membawa dampak yang bermakna.
ALYA ZAHROTUL MUFIDA
Pojok Buku : sebagai Upaya Meningkatkan Literasi, Adab dan Akhlak Anak anak TPQ Miftahul Jannah Program Pojok Buku merupakan salah satu agenda kerja mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang bertujuan untuk menumbuhkan minat baca, adab dan akhlak serta meningkatkan budaya literasi di kalangan anak-anak TPQ Miftahul Jannah. Program ini diwujudkan melalui pemberian dan penyediaan buku bacaan dan bergambar supaya lebih menarik untuk anak anak dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran tambahan di luar kegiatan mengaji. Buku-buku yang disalurkan dalam kegiatan Pojok Buku terdiri atas berbagai jenis bacaan edukatif yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak-anak TPQ, seperti buku cerita anak, pengetahuan dasar, serta tentang bagaimana adab adab sehari hari. Kehadiran Pojok Buku diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih variatif dan menyenangkan, sehingga anak-anak tidak hanya terbiasa membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki ketertarikan terhadap aktivitas membaca secara umum. Pelaksanaan program ini dilakukan melalui kerja sama antara mahasiswa KKM 15 UIN Malang dan pengelola TPQ Miftahul Jannah sebagai upaya memastikan bahwa Pojok Buku dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Selain sebagai fasilitas membaca, Pojok Buku juga diharapkan menjadi ruang edukatif yang mendukung pembentukan karakter, kreativitas, serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak usia dini. Melalui program Pojok Buku ini, mahasiswa KKM berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung penguatan literasi anak-anak TPQ Miftahul Jannah sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
MAYSA FARRAS ADILA
Acara Peluncuran Website SIMANTAP dan Jumeneng Batik yang digagas oleh Kelompok KKM Aruna menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendorong digitalisasi dan pemberdayaan desa. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana KKM Aruna yang menyampaikan latar belakang serta tujuan utama dari peluncuran dua proyek tersebut, yaitu untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Wonorejo yang mengapresiasi inisiatif Kelompok KKM Aruna dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi dan budaya lokal. Dukungan juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta perwakilan LP2M yang menegaskan bahwa program ini sejalan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat dan implementasi ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan. Acara dilanjutkan dengan penampilan seni bela diri silat Pagar Nusa yang dibawakan oleh anak-anak MI setempat. Penampilan ini menjadi pembuka suasana yang penuh semangat sekaligus menunjukkan kekayaan budaya dan potensi generasi muda Desa Wonorejo dalam melestarikan seni tradisional. Anggota KKM Aruna (Pasa dan Fitriyatil) bersama Kepala desa memegang batik Arum Tirto Wojo (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Memasuki sesi inti, pada sesi demo proyek batik, Pasa dan Fitriyatil memperkenalkan karya batik bertajuk Arum Tirto Wojo, sebuah motif yang sarat makna dan filosofi lokal. Nama Arum memiliki arti harum atau indah, yang melambangkan keindahan alam Desa Wonorejo serta citra baik yang terpancar dari budaya dan kehidupan masyarakatnya. Makna ini menjadi representasi harmoni antara manusia dan lingkungan yang masih terjaga hingga kini. Sementara itu, kata Tirto yang berarti air atau sungai menggambarkan peran penting aliran sungai dalam menopang kehidupan dan melancarkan sumber ekonomi masyarakat Wonorejo. Sungai tidak hanya menjadi sumber daya alam, tetapi juga bagian dari denyut kehidupan warga desa. Adapun Wojo merupakan singkatan dari nama desa, yaitu Wono dan rejo, di mana wono berarti alas atau hutan, sedangkan rejo bermakna ramai atau sejahtera. Keseluruhan makna tersebut menyatu dalam motif batik Arum Tirto Wojo sebagai simbol Wonorejo yang indah, hidup, dan penuh harapan akan kesejahteraan. Penjelasan dari anggota KKM Aruna (Iyan dan Maysa) mengenai website SIMANTAP (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Pada sesi berikutnya, Kelompok KKM Aruna mendemonstrasikan website SIMANTAP, sebuah platform digital yang dirancang khusus untuk warga Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Website ini dikembangkan sebagai pusat informasi dan dokumentasi kegiatan desa yang mudah diakses oleh masyarakat. SIMANTAP memiliki berbagai menu utama, di antaranya Beranda sebagai tampilan awal informasi, Acara yang memuat agenda dan kegiatan desa, serta Sejarah yang mengulas perjalanan dan identitas Desa Wonorejo. Selain itu, website SIMANTAP juga menyediakan menu Batik sebagai ruang promosi dan pengenalan Jumeneng Batik, Lowongan Kerja untuk membantu warga memperoleh informasi peluang kerja, serta Galeri Video yang menampilkan dokumentasi visual kegiatan desa. Tidak hanya itu, tersedia pula menu Berita yang menyajikan informasi terkini seputar desa, serta Promosi UMKM dan berbagai kegiatan lainnya sebagai upaya mendukung potensi ekonomi dan kreativitas masyarakat Wonorejo. Melalui fitur-fitur tersebut, website SIMANTAP diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi, informasi, dan promosi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam perkembangan desa berbasis digital. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang melibatkan Ketua Republik Gubuk, Ketua LP2M, serta Sekretaris Desa dan pemantiknya sendiri dari Ketua KKM Aruna. Diskusi ini menjadi ruang dialog untuk memberikan masukan, tanggapan, serta harapan terhadap keberlanjutan website SIMANTAP dan pengembangan Jumeneng Batik ke depannya. Kemudian suasana acara dibuat lebih hangat melalui penampilan nyanyi akustik yang dibawakan oleh dua perwakilan dari Kelompok KKM Belung. Iringan musik akustik yang sederhana namun penuh makna menjadi hiburan penutup yang menyegarkan setelah rangkaian diskusi dan pemaparan program. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi selingan hiburan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kolaborasi antarkelompok KKM dalam mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran Kelompok KKM Belung melalui penampilan musik akustik ini semakin mempererat suasana kekeluargaan sebelum acara resmi ditutup. Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan harapan agar kedua proyek yang telah diluncurkan tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Melalui peluncuran SIMANTAP dan Jumeneng Batik, Kelompok KKM Aruna menunjukkan bahwa dari KKM untuk desa, langkah kecil yang dilakukan dengan kolaborasi dapat membawa dampak yang bermakna.
SALMA HANIFAH MAEMUNA
SIDODADI, GEDANGAN – Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW bukan sekadar agenda rutin keagamaan. Di Desa Sidodadi, momentum sakral ini menjadi ruang kebersamaan dan kolaborasi lintas elemen masyarakat. Melalui kerja sama antara mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, pemuda Arum Baghti, dan masyarakat setempat, peringatan Isra Mi'raj tahun ini berlangsung khidmat sekaligus penuh makna. Kegiatan yang digelar di Desa Sidodadi ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama, perangkat desa, pemuda, hingga anak-anak. Antusiasme warga terlihat sejak persiapan hingga pelaksanaan acara. Semangat gotong royong menjadi fondasi utama terselenggaranya kegiatan ini, mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan yang masih terjaga di tengah masyarakat desa. Mahasiswa UIN Malang yang terlibat aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan acara, mulai dari penyusunan konsep kegiatan, acara teknis, hingga pendampingan selama berlangsungnya peringatan Isra Mi'raj. Kehadiran pelajar tidak hanya sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai mitra belajar bagi masyarakat, khususnya generasi muda desa. Sementara itu, pemuda Arum Baghti menjadi motor penggerak dalam mengoordinasikan pemuda dan masyarakat. Peran mereka sangat penting dalam menjembatani komunikasi antara pelajar dan warga, memastikan sekaligus kegiatan berjalan sesuai dengan nilai-nilai lokal yang dijunjung masyarakat Sidodadi. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pemuda desa memiliki potensi besar sebagai agen perubahan sosial dan keagamaan. Rangkaian acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sholawat, tausiyah Isra Mi'raj, serta doa bersama. Dalam tausiyah yang disampaikan, nilai-nilai Isra Mi'raj ditekankan sebagai pengingat akan pentingnya keimanan, kedisiplinan dalam beribadah, serta akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Pesan-pesan tersebut tidak hanya relevan secara spiritual, tetapi juga sosial, terutama dalam membangun masyarakat yang rukun dan saling menghargai. Peringatan Isra Mi'raj di Desa Sidodadi menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial. Sinergi antara pelajar, pemuda, dan masyarakat menghadirkan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Lebih dari sekedar seremonial, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bersama tentang arti kolaborasi, pengabdian, dan kebersamaan. Harapannya, kerja sama seperti ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Persekutuan, kolaborasi antara mahasiswa UIN Malang, pemuda Arum Baghti, dan masyarakat Desa Sidodadi dapat terus berlanjut dalam berbagai kegiatan positif lainnya. Dengan demikian, nilai-nilai Isra Mi'raj tidak hanya diperingati, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan berkelanjutan. Penulis: Tim Media KKN 87 Prabaswara Lokasi: Dusun Umbulrejo, Desa Sidodadi, Kec. Gedangan.