HILMA ALIFAH BASKORO
Kami melakukan KKM HIPE kepada sepasang suami istri yang meskipun memiliki kesibukan yang cukup padat, tetap menunjukkan sikap kooperatif. Karena keterbatasan waktu calon jamaah haji, edukasi kesehatan dilaksanakan secara daring, namun hal tersebut tidak mengurangi esensi dari pelaksanaan KKM HIPE. Interaksi yang terjalin terasa menyenangkan dan akrab melalui diskusi bersama Ibu Sri dan Bapak Eko, mulai dari cerita kesibukan, anak-anak, hingga keseharian mereka. Antusiasme yang ditunjukkan dengan keaktifan bertanya dan berbagi pengalaman membuat penyampaian materi edukasi berjalan dengan baik, sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam membangun komunikasi yang efektif dengan calon jamaah haji.
LISA QOMARIYAH
waktu itu pagi pagi olahraga jalan bareng calon jamaah haji buat kegiatan KKM, lewat kebun-kebun yang hijau dan seger banget sambil ngobrol santai sama ibu bapaknya. Terus sama ibunya tbtb dikasih seledri minta ke orang yg ada di kebun, terus langsung ngasih ke aku banyak banget sampe segenggam ? lucu banget
HOSNAWIYAH SEPTIANINGSIH
Kunjungan ke-3 KKM menjadi salah satu momen yang paling berkesan saat kami melaksanakan kegiatan jalan sehat di Panorama Batu. Udara yang sejuk, pemandangan alam yang menenangkan, serta suasana kebersamaan membuat langkah demi langkah terasa ringan dan menyenangkan. Kegiatan jalan sehat ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kebugaran fisik, tetapi juga menjadi sarana edukasi penting bagi calon jamaah haji tentang manfaat aktivitas fisik ringan sebelum keberangkatan. Dengan rute yang santai dan tempo yang menyesuaikan kemampuan peserta, kegiatan ini dapat diikuti dengan nyaman oleh semua kalangan. Di sela kegiatan, tawa, obrolan ringan, dan semangat kebersamaan terasa begitu hangat. Momen sederhana ini mengajarkan bahwa menjaga kesehatan tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang berat, tetapi bisa dimulai dari hal kecil seperti berjalan bersama di alam terbuka. Melalui kunjungan ketiga ini, kami tidak hanya mengajak Calon Jamaah Haji untuk bergerak lebih aktif, tetapi juga menciptakan kenangan berharga yang akan selalu kami ingat sebagai bagian dari perjalanan KKM.
REZA RISMA SAPUTRI
Selama pelaksanaan kegiatan KKM, salah satu hal yang paling menarik dan memberikan kesan positif bagi kami adalah antusiasme Calon Jemaah Haji (CJH) dalam menerapkan pola hidup sehat, khususnya melalui kegiatan olahraga rutin seperti Gym, jalan kaki,dan lain sebaginya. CJH secara konsisten meluangkan waktu untuk berolahraga sebagai upaya menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan daya tahan fisik, yang sangat penting dalam persiapan pelaksanaan ibadah haji. Antusiasme tersebut terlihat dari kedisiplinan CJH dalam mengikuti kegiatan olahraga, sikap aktif, serta kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Pola hidup sehat yang diterapkan, seperti menjaga aktivitas fisik secara teratur dan memperhatikan kondisi tubuh, menjadi contoh yang baik dan inspiratif bagi kami selama menjalankan KKM. Selain olahraga rutin, CJH juga menunjukkan kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya pola makan sehat. Pola konsumsi makanan yang diterapkan tergolong seimbang, dengan mengutamakan asupan bergizi seperti telur rebus sebagai sumber protein, serta konsumsi buah-buahan dan sayuran dalam jumlah yang cukup. Kebiasaan ini membantu menjaga stamina, menunjang kesehatan tubuh, dan mencegah berbagai gangguan kesehatan. Penerapan pola hidup sehat yang menyeluruh, baik melalui aktivitas fisik maupun pengaturan asupan gizi, menjadi contoh yang baik dan inspiratif bagi kami selama kegiatan KKM. Dari pengalaman ini, kami belajar bahwa konsistensi dalam menjaga pola hidup sehat memiliki peran penting dalam menunjang kesiapan fisik dan mental, khususnya bagi CJH dalam menjalani rangkaian ibadah yang membutuhkan kondisi tubuh yang prima dan kegiatan ini menjadi salah satu pengalaman berharga selama KKM karena memberikan gambaran nyata tentang pentingnya menjaga kesehatan secara berkelanjutan.
MUHAMMAD HABIB MAULANA
Inovasi layanan sosial terus diperkenalkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 18 "ARKADIAKARSA" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sambil beramal, mahasiswa menerapkan metode "jemput bola" sebagai program utama mereka, Sedekah Limbah. Alih-alih menunggu warga datang untuk menyerahkan barang, mahasiswa secara aktif mengunjungi rumah-rumah warga di Perumahan Dirgantara Permai untuk mengumpulkan donasi barang bekas. Pendekatan proaktif ini diambil untuk memudahkan warga yang ingin bersedekah tetapi terhambat oleh waktu atau sarana transportasi. Mengumpulkan Berbagai Jenis Limbah Bernilai Dalam program ini, fokus pengumpulan limbah diarahkan pada barang-barang anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi. Warga dapat menyumbangkan minyak jelantah, perangkat elektronik yang rusak (e-waste), botol plastik bekas, hingga kardus-kardus yang menumpuk di gudang. Antusiasme warga terlihat cukup tinggi. Di salah satu sudut perumahan, seorang ibu rumah tangga tampak menyambut dengan ramah kedatangan tim KKM di teras rumahnya. Beliau memberikan kantong yang berisi barang-barang bekas kepada mahasiswa agar dikelola, sehingga tumpukan sampah rumah tangga bisa diubah menjadi kesempatan untuk mendapatkan pahala. Semangat pengabdian para mahasiswa tetap tak surut meski cuaca terus berubah-ubah. Tim KKM menggunakan kendaraan bak terbuka roda tiga seperti motor tosa atau viar untuk bergerak melalui lorong-lorong jalan perumahan yang masih basah karena hujan tadi. Kendaraan itu tampak mengangkut banyak kardus dan karung yang dikumpulkan oleh warga. "Kami ingin memastikan program ini berjalan dengan baik." "Dengan bantuan kami yang berkeliling, warga merasa terbantu karena rumah mereka jadi lebih bersih, dan barang-barangnya juga bisa digunakan untuk keperluan masjid," kata salah satu anggota tim logistik KKM yang sedang bertugas di atas bak kendaraan. Semua keuntungan dari penjualan "Sedekah Limbah" akan digunakan sepenuhnya untuk membantu mengelola dan memperbaiki Masjid Al Muhajirin Dirgantara. Program ini diharapkan mampu menciptakan kebiasaan baru di tengah masyarakat Dirgantara, yaitu sampah tidak lagi dianggap sebagai masalah, tetapi menjadi berkah. https://arkadiakarsa.blogspot.com/2026/01/aksi-jemput-bola-kkm-arkadiakarsa.html?m=1
SRI NURIL HARDIYANTIKA
*Mencegah Perundungan Pada Anak dan Meningkatkan Kesadaran Anak Dalam Menjaga Kesehatan Melalui Sosialisasi Bullying dan Kebersihan di SDN 01 Sidomulyo dan MI Al Hidayah Sidomulyo* Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 50 Astraya melaksanakan program kerja berupa kegiatan sosialisasi tentang bullying serta kebersihan dan kesehatan pada hari Senin dan Selasa. Kegiatan ini dilaksanakan di dua lembaga pendidikan, yakni SDN 01 Sidomulyo pada Senin, 12 Januari 2026, dan MI Al Hidayah Sidomulyo pada Selasa, 13 Januari 2026, dengan melibatkan siswa-siswi serta guru pendamping. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sejak dini mengenai bahaya perilaku bullying serta pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri. Materi yang disampaikan meliputi bahaya konsumsi minuman kemasan, risiko penyakit cacingan, pentingnya mencuci tangan dengan benar, serta pemahaman mengenai bullying dan dampaknya terhadap lingkungan sekolah. Pemateri dalam kegiatan ini berasal dari perwakilan mahasiswa KKM 50 Astraya. Materi mengenai bahaya minuman kemasan disampaikan oleh saudara Rafi, yang menjelaskan dampak negatif konsumsi minuman kemasan secara berlebihan terhadap kesehatan anak. Selanjutnya, materi tentang penyakit cacingan disampaikan oleh saudara Gunawan, yang memaparkan penyebab, dampak, serta cara pencegahan cacingan melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Sementara itu, materi mengenai bullying disampaikan oleh saudara Ibrahim, yang menjelaskan bentuk-bentuk bullying, dampaknya bagi korban, serta pentingnya saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Kegiatan diikuti dengan antusias oleh para siswa. Penyampaian materi dilakukan dengan metode yang interaktif dan mudah dipahami, seperti penjelasan sederhana, tanya jawab, serta praktik langsung cara mencuci tangan yang baik dan benar. Hal ini bertujuan agar siswa dapat memahami dan menerapkan materi yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh ketua kelompok KKM 50 Astraya dan dilanjutkan juga dengan pembukaan dari perwakilan salah satu guru di setiap Lembaga. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemaparan materi sosialisasi, praktik cuci tangan, serta sesi diskusi bersama siswa. Para guru dan pihak sekolah turut mendampingi jalannya kegiatan dan memberikan dukungan penuh terhadap program yang dilaksanakan. Kegiatan sosialisasi ini berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respon positif dari pihak sekolah. Melalui program kerja ini, diharapkan siswa-siswi SDN 01 Sidomulyo dan MI Al Hidayah Sidomulyo dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menjauhi perilaku bullying dalam lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.