Thumbnail
3 months ago
Launching Website Simantap dan Jumeneng Batik Arum Tirto Wojo oleh KKM 39 ARUNA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo

MUHAMAD AKBAR KHAIRULLOH

Acara Peluncuran Website SIMANTAP dan Jumeneng Batik yang digagas oleh Kelompok KKM Aruna menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendorong digitalisasi dan pemberdayaan desa. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana KKM Aruna yang menyampaikan latar belakang serta tujuan utama dari peluncuran dua proyek tersebut, yaitu untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Wonorejo yang mengapresiasi inisiatif Kelompok KKM Aruna dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi dan budaya lokal. Dukungan juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta perwakilan LP2M yang menegaskan bahwa program ini sejalan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat dan implementasi ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan. Acara dilanjutkan dengan penampilan seni bela diri silat Pagar Nusa yang dibawakan oleh anak-anak MI setempat. Penampilan ini menjadi pembuka suasana yang penuh semangat sekaligus menunjukkan kekayaan budaya dan potensi generasi muda Desa Wonorejo dalam melestarikan seni tradisional.  Anggota KKM Aruna (Pasa dan Fitriyatil) bersama Kepala desa memegang batik Arum Tirto Wojo (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Memasuki sesi inti, pada sesi demo proyek batik, Pasa dan Fitriyatil memperkenalkan karya batik bertajuk Arum Tirto Wojo, sebuah motif yang sarat makna dan filosofi lokal. Nama Arum memiliki arti harum atau indah, yang melambangkan keindahan alam Desa Wonorejo serta citra baik yang terpancar dari budaya dan kehidupan masyarakatnya. Makna ini menjadi representasi harmoni antara manusia dan lingkungan yang masih terjaga hingga kini. Sementara itu, kata Tirto yang berarti air atau sungai menggambarkan peran penting aliran sungai dalam menopang kehidupan dan melancarkan sumber ekonomi masyarakat Wonorejo. Sungai tidak hanya menjadi sumber daya alam, tetapi juga bagian dari denyut kehidupan warga desa. Adapun Wojo merupakan singkatan dari nama desa, yaitu Wono dan rejo, di mana wono berarti alas atau hutan, sedangkan rejo bermakna ramai atau sejahtera. Keseluruhan makna tersebut menyatu dalam motif batik Arum Tirto Wojo sebagai simbol Wonorejo yang indah, hidup, dan penuh harapan akan kesejahteraan. Penjelasan dari anggota KKM Aruna (Iyan dan Maysa) mengenai website SIMANTAP (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Pada sesi berikutnya, Kelompok KKM Aruna mendemonstrasikan website SIMANTAP, sebuah platform digital yang dirancang khusus untuk warga Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Website ini dikembangkan sebagai pusat informasi dan dokumentasi kegiatan desa yang mudah diakses oleh masyarakat. SIMANTAP memiliki berbagai menu utama, di antaranya Beranda sebagai tampilan awal informasi, Acara yang memuat agenda dan kegiatan desa, serta Sejarah yang mengulas perjalanan dan identitas Desa Wonorejo. Selain itu, website SIMANTAP juga menyediakan menu Batik sebagai ruang promosi dan pengenalan Jumeneng Batik, Lowongan Kerja untuk membantu warga memperoleh informasi peluang kerja, serta Galeri Video yang menampilkan dokumentasi visual kegiatan desa. Tidak hanya itu, tersedia pula menu Berita yang menyajikan informasi terkini seputar desa, serta Promosi UMKM dan berbagai kegiatan lainnya sebagai upaya mendukung potensi ekonomi dan kreativitas masyarakat Wonorejo. Melalui fitur-fitur tersebut, website SIMANTAP diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi, informasi, dan promosi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam perkembangan desa berbasis digital. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang melibatkan Ketua Republik Gubuk, Ketua LP2M, serta Sekretaris Desa dan pemantiknya sendiri dari Ketua KKM Aruna. Diskusi ini menjadi ruang dialog untuk memberikan masukan, tanggapan, serta harapan terhadap keberlanjutan website SIMANTAP dan pengembangan Jumeneng Batik ke depannya. Kemudian suasana acara dibuat lebih hangat melalui penampilan nyanyi akustik yang dibawakan oleh dua perwakilan dari Kelompok KKM Belung. Iringan musik akustik yang sederhana namun penuh makna menjadi hiburan penutup yang menyegarkan setelah rangkaian diskusi dan pemaparan program. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi selingan hiburan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kolaborasi antarkelompok KKM dalam mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran Kelompok KKM Belung melalui penampilan musik akustik ini semakin mempererat suasana kekeluargaan sebelum acara resmi ditutup. Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan harapan agar kedua proyek yang telah diluncurkan tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Melalui peluncuran SIMANTAP dan Jumeneng Batik, Kelompok KKM Aruna menunjukkan bahwa dari KKM untuk desa, langkah kecil yang dilakukan dengan kolaborasi dapat membawa dampak yang bermakna.

Thumbnail
3 months ago
Program Bimbingan Belajar untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa SD/MI

ASFIYAK NUR FITRI SOLEH

Bimbingan belajar (kursus gratis) dilaksanakan secara rutin setiap hari dengan waktu yang fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan serta ketersediaan anak-anak. Kegiatan ini umumnya dilaksanakan pada ba’da Maghrib, sekitar pukul 18.00–19.00 WIB, bertempat di posko mahasiswa. Selain itu, bimbingan belajar juga diselenggarakan di posko Rumah Membaca (Babakan Literasi) Dusun Simpar pada hari Senin dan Jumat, yakni pada pukul 13.00–14.30 WIB. Fleksibilitas waktu dan tempat ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak serta memberikan ruangbelajar yang nyaman dan mudah diakses oleh masyarakat. Materi pembelajaran yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman anak-anak, dengan fokus utama pada mata pelajaran Matematika,Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPA dan IPS), Bahasa Inggris, serta Pendidikan Kewarganegaraan. Metode pembelajaran yang diterapkan bersifat non-formal, yaitu belajar sambil bermain, sehingga anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan perasaan senang dan tidak tertekan. Dalam prosesnya, anak-anak dikenalkan pada istilah-istilah penting dalam dunia pendidikan melalui kata kunci sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga materi lebih mudah dipahami, diingat,dan diaplikasikan dalam aktivitas belajar mereka.

Thumbnail
3 months ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Hadirkan Semangat Belajar di TPQ Sunan Muria melalui Kegiatan Calistung

NINIS FITRIANI

Mahasiswa KKM Unggulan HC UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan peran aktifnya dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu bentuk nyata kontribusi tersebut diwujudkan melalui kegiatan mengajar di TPQ Sunan Muria, dengan fokus pada pembelajaran calistung (membaca, menulis, dan berhitung) bagi anak-anak. Kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh antusias dan keceriaan. Anak-anak TPQ Sunan Muria tampak bersemangat mengikuti setiap sesi pembelajaran yang dikemas secara sederhana, santai, namun tetap edukatif. Mahasiswa KKM berusaha menyesuaikan metode pengajaran dengan usia dan kemampuan anak-anak, sehingga proses belajar terasa lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Dalam pembelajaran membaca, anak-anak diajak mengenal huruf dan mengeja kata secara perlahan. Sementara itu, pada sesi menulis, mereka dilatih menuliskan huruf dan angka dengan rapi. Tak kalah menarik, pembelajaran berhitung dilakukan melalui contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak. Kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang di TPQ Sunan Muria tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan dasar calistung, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan minat belajar pada diri anak-anak. Interaksi yang hangat antara mahasiswa dan santri TPQ menciptakan suasana belajar yang akrab dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pendidikan dasar anak-anak. Selain itu, pengalaman mengajar di TPQ Sunan Muria menjadi pembelajaran berharga bagi mahasiswa untuk mengasah kepedulian sosial, kesabaran, serta kemampuan berkomunikasi dengan anak-anak. Kegiatan mengajar calistung di TPQ Sunan Muria ini menjadi salah satu bukti bahwa pengabdian mahasiswa tidak hanya sebatas program formal, tetapi juga tentang berbagi ilmu, waktu, dan perhatian demi masa depan generasi yang lebih baik.  

Thumbnail
3 months ago
BIMBINGAN BELAJAR MENGAJI (TPQ)

FINDIAH FARAH SYAFIRA MADJID

Kegiatan bimbingan belajar mengaji dilaksanakan di beberapa Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang ada di Desa Wringinanom. TPQ tersebut tersebar di tiga lokasi, yaitu TPQ Sabilul Mustaqin yang berada di Dusun Kunci, TPQ Roudhotul Muhlisin di Dusun Simpar, serta TPQ Baiturrahim yang juga berlokasi di Dusun Simpar. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dua kali dalam satu minggu, yakni setiap hari Selasa dan Kamis. Dalam pelaksanaannya, bimbingan belajar mengaji dibagi ke dalam kelompok-kelompok tetap. Setiap TPQ didampingi oleh empat mahasiswa yang bertugas membantu proses pembelajaran serta mendampingi para santri selama kegiatan berlangsung. Metode pembelajaran yang digunakan menyesuaikan dengan kebiasaan dan ketentuan di masing-masing TPQ. TPQ Sabilul Muttaqin menggunakan metode Yanbu’a, TPQ Roudhotul Muhlisin menerapkan metode An-Nashr, sedangkan TPQ Baiturrahim menggunakan metode Qiro’ati. Kegiatan mengaji pada umumnya berlangsung selama kurang lebih 90 menit, dimulai pada pukul 15.30 hingga 17.00 WIB. Namun, terdapat perbedaan waktu pelaksanaan di TPQ Baiturrahman yang menyelenggarakan kegiatan mengaji pada pagi hari, yaitu pukul 08.00 hingga 09.30 WIB. Melalui kegiatan bimbingan belajar mengaji ini, diharapkan anak-anak dapat lebih lancar membaca Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap kegiatan keagamaan sejak usia dini.  

Thumbnail
3 months ago
Tadarus Pagi Kelompok KKM 40 Satyakarsa di Masjid Sabilal Mustaqin

NANDA AULIA

Tadarus pagi menjadi salah satu rutinitas spiritual yang dijalankan oleh Kelompok KKM 40 Satyakarsa selama pengabdian di Desa Wringinanom. Kegiatan ini dilaksanakan setiap pagi setelah sholat Subuh di Masjid Sabilal Mustaqin, Dusun Kunci, sebagai bentuk pembiasaan ibadah dan refleksi diri sebelum memulai aktivitas harian. Kegiatan tadarus diikuti secara khusus oleh seluruh anggota Kelompok KKM 40. Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan membaca Al-Qur'an secara bergiliran sesuai dengan pembagian bacaan yang telah ditentukan. Suasana kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh ketenangan, mencerminkan komitmen mahasiswa dalam menjaga konsistensi ibadah selama menjalani program KKM. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperkuat hubungan spiritual dengan Al-Qur'an, tetapi juga membangun waktu kedisiplinan serta kebersamaan antaranggota kelompok. Tadarus pagi menjadi ruang sederhana namun bermakna untuk menanamkan nilai keistiqamahan dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ditutup dengan doa penutup sebagai harapan agar seluruh rangkaian pengabdian KKM 40 Satyakarsa dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat sekitar.

Thumbnail
3 months ago
40 Hari Menabur Arti, Menanam Jejak yang Takkan Mati: KKM 117 Arthaseva Pamit Undur Diri

ADISYA GITA FIRDA MASAYU

[Tanjungrejo, Malang], Tepat pada tanggal 31 Januari 2026, sebuah perjalanan pengabdian yang penuh makna mencapai puncaknya. Kelompok mahasiswa KKM 117 "Arthaseva" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menutup masa bakti mereka yang telah berlangsung selama 40 hari. Dengan Masjid Darussalam sebagai pusat seluruh kegiatan, acara penutupan ini menjadi momen perpisahan yang khidmat sekaligus ungkapan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh keluarga besar masjid. Acara yang berlangsung di serambi masjid ini dihadiri oleh jajaran tokoh yang telah menjadi pendamping dan pengayom mahasiswa selama pengabdian. Hadir di antaranya Ketua Takmir Masjid Darussalam, Ustadz Fathullah; Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Mubasyiroh, S.S., M.Pd.I; jajaran Ketua RW 07 dan RW 08 beserta pengurusnya; jajaran pengajar TPQ Darussalam; serta rekan-rekan dari pengurus Remaja Masjid Darussalam. Jejak Pengabdian di Jantung Masjid Darussalam Selama 40 hari terakhir, Masjid Darussalam telah menjadi rumah kedua bagi mahasiswa Arthaseva. Fokus pengabdian ini memang diarahkan pada pengembangan potensi dan pemberdayaan kegiatan yang berpusat di lingkungan masjid. Mulai dari pendampingan belajar di TPQ, digitalisasi dakwah bersama Remaja Masjid, hingga kolaborasi sosial dalam kegiatan Family Corner. Dalam sambutannya, Ustadz Fathullah menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa yang telah membaur dengan baik. Keberadaan mahasiswa tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga menghidupkan suasana religius di lingkungan RW 07 dan RW 08 melalui kedekatan emosional yang terjalin dengan para jamaah dan pengurus masjid. Laporan Pertanggungjawaban dan Penyerahan Vandel Sebagai bentuk amanah akademik, mahasiswa memaparkan rangkuman hasil program kerja yang telah dilaksanakan. Paparan ini menjadi cermin dedikasi mahasiswa dalam berupaya memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Masjid Darussalam. Program-program yang dijalankan diharapkan dapat terus berlanjut dan dikembangkan oleh para pengurus masjid maupun remaja masjid setempat. Suasana haru mulai menyelimuti saat memasuki prosesi penyerahan vandel sebagai simbol kenang-kenangan. Vandel tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KKM 117 kepada pihak Takmir Masjid Darussalam. Namun, kejutan datang dari pihak masjid; secara tak terduga, Takmir Masjid Darussalam juga menyerahkan vandel balasan kepada kelompok KKM 117 Arthaseva. Penyerahan timbal balik ini menjadi simbol kuat bahwa hubungan yang terjalin bukan sekadar tugas kampus, melainkan ikatan kekeluargaan yang saling menghargai. Vandel tersebut menjadi bukti nyata bahwa kehadiran mahasiswa telah diterima dengan tangan terbuka, dan sebaliknya, mahasiswa merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari keluarga besar Darussalam. Belum Usai: Menanti Puncak Haflah dan Aftermovie Meski secara formal masa pengabdian 40 hari telah ditutup, ikatan mahasiswa dengan Masjid Darussalam ternyata belum benar-benar berakhir. Mahasiswa KKM 117 dijadwalkan akan kembali hadir pada 7 Februari mendatang untuk menghadiri sekaligus berpartisipasi dalam acara Puncak Haflah Imtihan. Salah satu agenda yang paling dinanti dalam puncak acara tersebut adalah penayangan video aftermovie. Video ini merupakan rangkuman perjalanan mahasiswa selama 40 hari mengabdi, yang akan memutar kembali memori indah, tawa, dan perjuangan bersama jamaah serta santri. Penayangan ini diharapkan menjadi kado perpisahan visual yang manis bagi seluruh warga. Doa Penutup dan Harapan Masa Depan Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Kristiawan. Dalam suasana yang hening dan penuh kekhusyukan, doa dipanjatkan sebagai rasa syukur atas kelancaran seluruh kegiatan serta permohonan agar segala ikhtiar yang telah dilakukan menjadi amal jariyah bagi mahasiswa dan membawa keberkahan bagi kemajuan Masjid Darussalam. Acara diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama jajaran takmir, RW, pengajar TPQ, dan remaja masjid. Meski secara fisik mahasiswa KKM 117 harus kembali ke kampus, namun memori tentang kehangatan masyarakat dan syiar di Masjid Darussalam akan selalu tersimpan rapat dalam ingatan mereka. Selamat jalan, Arthaseva 117. Terima kasih, Masjid Darussalam.