AHMAD FAUZAN ADHIMA
Pada tanggal 14 Januari Babakan Literasi secara resmi diresmikan sebagai taman membaca masyarakat dalam sebuah kegiatan yang berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan launching website resmi Babakan Literasi yang dapat diakses melalui babakan-literasi.site. Acara peresmian tersebut menjadi momentum penting dalam upaya penguatan budaya literasi di tingkat masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi antara Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), Karang Taruna Wringinanom, serta komunitas Republik Gubuk sebagai mitra pendukung. Peresmian Babakan Literasi merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam menghadirkan ruang edukatif yang inklusif dan berkelanjutan. Taman membaca ini dirancang sebagai sarana pembelajaran nonformal yang dapat diakses oleh masyarakat secara bebas. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi wadah alternatif bagi anak-anak untuk meningkatkan minat baca, memperluas wawasan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif di luar lingkungan pendidikan formal. Mahasiswa KKM berperan aktif dalam proses perencanaan, pengembangan, hingga pelaksanaan kegiatan peresmian Babakan Literasi. Keterlibatan mahasiswa tidak hanya terbatas pada aspek teknis, tetapi juga pada penguatan konsep literasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya mengimplementasikan peran pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan program yang berdampak langsung dan berkelanjutan. Selain itu, Karang Taruna Wringinanom turut memberikan kontribusi penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan. Sebagai organisasi kepemudaan di tingkat desa, Karang Taruna berperan dalam menggerakkan partisipasi masyarakat serta membangun sinergi antarwarga. Keterlibatan Karang Taruna menunjukkan adanya kepedulian generasi muda terhadap pengembangan sumber daya manusia melalui peningkatan literasi dan pendidikan masyarakat. Komunitas Republik Gubuk juga menjadi salah satu elemen penting dalam terlaksananya kegiatan ini. Dengan pengalaman dan kepeduliannya di bidang sosial dan pendidikan, Republik Gubuk memberikan dukungan dalam bentuk pendampingan kegiatan literasi serta penguatan nilai-nilai kebersamaan dan kreativitas. Kolaborasi lintas organisasi ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi akan lebih efektif apabila dilaksanakan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi, peresmian Babakan Literasi juga dirangkaikan dengan launching website babakan-literasi.site. Website ini berfungsi sebagai media informasi, dokumentasi, serta publikasi berbagai kegiatan literasi yang dilaksanakan. Kehadiran website tersebut diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif antara pengelola Babakan Literasi dengan masyarakat luas, sekaligus memperluas jangkauan gerakan literasi secara digital. Melalui peresmian Babakan Literasi dan peluncuran website resminya, diharapkan tercipta ekosistem literasi yang berkelanjutan dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Babakan Literasi diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat kegiatan edukatif yang mendorong tumbuhnya generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun budaya literasi sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat lokal.
ANANDA LAILATUL MAGHFIROH
Sarasehan Budaya Pemuda dilaksanakan pada hari Jumat, 31 Januari 2026 di Balai Desa Wringinanom dengan tema Nguri-uri Kabudayaan Jawa: Antara Tradisi, Budaya, Identitas, dan Tantangan Zaman. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang dialog edukatif bagi para pemuda yang melibatkan warga setempat dan mahasiswa KKM lintas kelompok, dengan tujuan menumbuhkan kesadaran kolektif dalam melestarikan nilai-nilai budaya Jawa sebagai identitas lokal di tengah dinamika perkembangan zaman. Acara dimulai dengan penyanyian Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh rekan KKM 40 Satyakarsa bersama oleh seluruh peserta. Setelah itu, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Kepala Desa Wringinanom Bapak Ahmad Muslimin yang memberikan apresiasi terhadap inisiatif pemuda dalam melestarikan budaya lokal, perwakilan Gubuk Republik Gus Irul yang menyampaikan pentingnya peran pemuda dalam gerakan budaya, dan perwakilan Karang Taruna Kak Ilham yang mengajak seluruh peserta untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan. Setelah rangkaian sambutan selesai, doa dipanjatkan bersama untuk memulai acara dengan lancar. Memasuki sesi penunjang acara, dilakukan penampilan monolog yang menggugah semangat peserta, dilanjutkan dengan penampilan puisi berantai dari KKM 40 Satyakarsa Wringinanom. Kemudian, acara memasuki inti kegiatan dengan penyajian materi mendalam mengenai nguri-uri kabudayaan Jawa, tradisi, budaya, identitas, dan tantangan-tantangan yang dihadapi dalam pelestarian budaya di tengah perkembangan zaman. Penyajian materi ini dimoderatori oleh Kak Dani Sanaya dan dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang melibatkan partisipasi aktif dari peserta, memberikan kesempatan kepada mereka untuk berbagi pemikiran, pengalaman, dan pandangan mengenai isu-isu budaya yang diangkat. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan berhasil menciptakan kesadaran bersama tentang pentingnya pelestarian budaya Jawa.
NAJAM ROMDHANI
Keselamatan pengguna jalan menjadi salah satu isu penting di wilayah pedesaan, terutama pada area dengan kondisi jalan yang menanjak dan memiliki banyak tikungan. Menyadari hal tersebut, KKM Samudaya 107 melaksanakan program pemasangan kaca cembung di Dusun Baran, Desa Gunungsari sebagai upaya meningkatkan visibilitas dan mengurangi risiko kecelakaan. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap. Pada Jumat, 30 Januari 2026, mahasiswa KKM Samudaya 107 memulai proses dengan pemasangan tiang kaca cembung. Tahap ini membutuhkan ketelitian dan waktu yang cukup karena tiang harus ditanam dan diperkuat menggunakan semen. Setelah pemasangan selesai, tiang dibiarkan selama satu hari penuh agar semen dapat mengeras dan menghasilkan konstruksi yang kuat serta aman. Proses menunggu ini menjadi bagian penting dari kegiatan, mengingat kekuatan tiang sangat menentukan efektivitas dan keamanan kaca cembung yang akan dipasang. Selama sehari penuh, mahasiswa memastikan posisi tiang sudah sesuai dengan kebutuhan pandangan di area tikungan. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Program Peningkatan Keselamatan Lalu lintas melalui Pemasangan Kaca Cembung di Dusun Baran, Desa Gunungsari, Kec. Tajinan. Kab. Malang", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkmsamudaya107/698040c134777c044e184ba2/program-peningkatan-keselamatan-lalu-lintas-melalui-pemasangan-kaca-cembung-di-dusun-baran-desa-gunungsari-kec-tajinan-kab-malang
MUHAMMAD LUQMANUL HAKIM
MALANG – Inovasi layanan sosial terus digulirkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 18 "ARKADIAKARSA" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Guna memaksimalkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus beramal, mahasiswa menerapkan sistem "jemput bola" untuk program unggulan mereka, Sedekah Limbah. Tanpa menunggu warga datang menyetor, para mahasiswa berinisiatif mendatangi langsung rumah-rumah warga di Perumahan Dirgantara Permai untuk mengambil donasi barang bekas. Langkah proaktif ini dilakukan untuk memudahkan warga yang ingin bersedekah namun terkendala waktu atau sarana pengangkutan. Sasar Berbagai Jenis Limbah Bernilai Dalam program ini, jenis limbah yang dikumpulkan difokuskan pada barang-barang anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis. Warga dapat menyedekahkan minyak jelantah, perangkat elektronik rusak (e-waste), botol plastik bekas, hingga kardus-kardus yang menumpuk di gudang. Antusiasme warga terlihat cukup tinggi. Di salah satu sudut perumahan, tampak seorang ibu rumah tangga menyambut hangat kedatangan tim KKM di teras rumahnya. Beliau menyerahkan kantong berisi barang bekas kepada mahasiswa untuk dikelola, mengubah tumpukan sampah rumah tangga menjadi ladang pahala. Totalitas Meski Cuaca Tak Menentu Semangat pengabdian mahasiswa tidak surut meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang tidak menentu. Menggunakan armada kendaraan bak terbuka roda tiga (motor tosa/viar), tim KKM menyusuri lorong-lorong jalan perumahan yang basah sisa diguyur hujan. Kendaraan operasional tersebut tampak memuat tumpukan kardus dan karung hasil pengumpulan dari warga. "Kami ingin memastikan program ini berjalan efektif. Dengan kami yang berkeliling, warga merasa terbantu karena rumahnya jadi bersih, dan barangnya pun jadi manfaat untuk kas masjid," ujar salah satu anggota tim logistik KKM yang bertugas di atas bak kendaraan. Seluruh hasil penjualan dari "Sedekah Limbah" ini nantinya akan diserahkan sepenuhnya untuk mendukung operasional dan kemakmuran Masjid Al Muhajirin Dirgantara. Program ini diharapkan dapat membangun budaya baru di masyarakat Dirgantara: bahwa sampah bukan lagi masalah, melainkan sumber berkah.
MUHAMMAD SALMAN ALFARISY SHALAHUDDIN
Peringatan Isra' Mi'raj bukan hanya soal mengenang peristiwa sejarah dalam Islam, tetapi juga momentum edukatif untuk menanamkan nilai keagamaan sejak dini. Berangkat dari gagasan tersebut, KKM Samudaya 107 menyelenggarakan rangkaian kegiatan Isra' Mi'raj yang melibatkan anak-anak TPQ dan masyarakat selama dua hari, tepatnya pada 15--16 Januari 2026. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai ruang belajar dan ekspresi bagi anak-anak TPQ. Pendekatan yang digunakan KKM Samudaya 107 menitikberatkan pada partisipasi aktif anak, sehingga nilai keagamaan tidak hanya disampaikan secara verbal, tetapi juga dialami langsung melalui aktivitas yang menyenangkan dan bermakna. Pada 15 Januari 2026, rangkaian kegiatan dibuka dengan berbagai lomba yang diikuti oleh anak-anak TPQ. Tiga jenis lomba diselenggarakan, yaitu lomba adzan, lomba sambung ayat, dan lomba mewarnai. Ketiga lomba ini dipilih dengan pertimbangan aspek usia, kemampuan, serta nilai edukatif yang ingin ditanamkan. Lomba adzan dan sambung ayat diarahkan untuk melatih keberanian tampil, kefasihan bacaan, serta kepercayaan diri anak-anak dalam praktik ibadah. Sementara itu, lomba mewarnai menjadi ruang ekspresi kreatif yang memberi kesempatan bagi anak-anak TPQ untuk menyalurkan imajinasi mereka dalam suasana kompetitif yang sehat. Sepanjang pelaksanaan lomba, KKM Samudaya 107 berperan sebagai pendamping dan panitia, memastikan kegiatan berjalan tertib dan kondusif. Antusiasme anak-anak terlihat jelas, baik dari jumlah peserta maupun semangat mereka saat mengikuti setiap perlombaan. Suasana kegiatan berlangsung hangat, kompetitif secara positif, dan tetap menjunjung nilai kebersamaan. Memasuki 16 Januari 2026, kegiatan Isra' Mi'raj mencapai puncaknya. Acara diisi dengan majelis sholawat dan pengajian, yang dihadiri oleh masyarakat setempat, anak-anak TPQ, serta para orang tua. Momen ini menjadi ruang refleksi bersama tentang makna Isra' Mi'raj, khususnya dalam konteks pembentukan karakter dan spiritualitas generasi muda. Setelah rangkaian pengajian selesai, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba yang telah dilaksanakan pada hari sebelumnya. Proses ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas usaha dan keberanian anak-anak TPQ, tetapi juga menjadi penguatan bahwa proses belajar patut dihargai. Rangkaian kegiatan Isra' Mi'raj yang diselenggarakan KKM Samudaya 107 berjalan dengan lancar dan tertib. Kolaborasi antara mahasiswa, anak-anak TPQ, dan masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat dikemas secara edukatif, partisipatif, dan relevan dengan kebutuhan anak. Melalui kegiatan ini, KKM Samudaya 107 berharap nilai-nilai Isra' Mi'raj tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses belajar dan pembentukan karakter anak-anak TPQ dalam kehidupan sehari-hari.