Thumbnail
4 months ago
Merajut Silaturahmi melalui Kegiatan Fatayat NU di Dusun Bendo

NADISE PUTRI RAINA ANYA ARIELLA NASYWA

Kegiatan Fatayat NU kembali menjadi ruang kebersamaan yang mempererat hubungan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat. Hal ini terlihat dalam kegiatan Fatayat NU yang dilaksanakan di Dusun Bendo, Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung, dan diikuti oleh warga setempat serta mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Kegiatan ini tidak hanya bernilai religius, tetapi juga memperkuat semangat kekeluargaan dan gotong royong antar sesama. Kegiatan Fatayat NU dilaksanakan setelah waktu Dzuhur dan bertempat di mushola Babussalam. Sejak awal, suasana acara berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan. Anggota Fatayat NU warga sekitar, serta mahasiswa KKM hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib. Rangkaian acara diawali dengan tawasul, kemudian dilanjutkan dengan istighosah sebagai bentuk doa bersama dan ikhtiar memohon keberkahan serta keselamatan bagi seluruh warga. Setelah itu, seluruh peserta dengan penuh khidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai wujud cinta tanah air. Suasana semakin semarak ketika dilanjutkan dengan Ya Lal Wathon dan Mars Fatayat, yang dinyanyikan bersama-sama dengan penuh semangat. Mahasiswa KKM turut berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian acara. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut menjaga dan melestarikan nilai-nilai keagamaan serta kebangsaan di lingkungan desa. Selama kegiatan berlangsung, suasana keakraban sangat terasa. Interaksi yang terjalin antara anggota Fatayat, warga, dan mahasiswa KKN/KKM menciptakan nuansa kekeluargaan yang hangat. Kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus ruang berbagi cerita dan pengalaman antar generasi. Sebagai penutup, seluruh peserta mengabadikan momen kebersamaan melalui foto bersama. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama secara sederhana. Momen ini menjadi simbol rasa syukur serta mempererat hubungan emosional antara Fatayat NU warga Dusun Bendo, dan mahasiswa KKM Kegiatan Fatayat NU di Dusun Bendo, Desa Sukolilo, ini mencerminkan sinergi yang baik antara organisasi perempuan, masyarakat desa, dan mahasiswa KKM. Diharapkan kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut sebagai upaya memperkuat nilai keagamaan, kebangsaan, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Thumbnail
4 months ago
Sosialisasi Sertifikasi Halal oleh KKM Halal Center UIN Malang berkolaborasi dengan KKM Reguler 50

WAHYUNI KURNIA SARI

KKM Unggulan Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan KKM Reguler 50 dalam menggelar kegiatan sosialisasi sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) serta mahasiswa sebagai pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya sertifikasi halal, mekanisme pengajuan, serta regulasi yang mengaturnya. Sosialisasi ini menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas dan daya saing produk UMK di masyarakat. Materi pertama disampaikan oleh A. Ghanaim Fasya, M.Si dengan topik Urgensi dan Regulasi Sertifikasi Halal UMK. Beliau menekankan bahwa dalam Islam, makanan dan minuman harus bersifat halal dan thayyib, sebagaimana perintah Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 168. Pemerintah Indonesia pun telah menetapkan regulasi yang mewajibkan seluruh produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan untuk bersertifikat halal sebagai bentuk jaminan kehalalan produk. Dijelaskan pula bahwa produk yang dapat diajukan melalui jalur self declare mengacu pada Keputusan Kepala BPJPH Nomor 22 Tahun 2023, dengan kriteria tertentu seperti produk tidak berisiko, proses produksi sederhana, memiliki NIB, izin usaha, omzet maksimal Rp15 miliar per tahun, serta tidak memiliki cabang usaha. Umumnya, jalur ini diperuntukkan bagi produk makanan dan minuman yang tidak menggunakan nama maupun bentuk yang bertentangan dengan ketentuan halal. BPJPH sebagai lembaga resmi menetapkan label halal, dan pelaku usaha wajib mencantumkannya pada kemasan produk yang telah tersertifikasi. Materi selanjutnya disampaikan oleh Evi Nurus Suroiyah, S.S., M.Pd dengan topik Pengajuan Sertifikasi Halal UMK. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa sertifikat halal memiliki manfaat besar bagi pelaku UMK, di antaranya meningkatkan kepercayaan konsumen, memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, serta membuka peluang akses pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Lebih lanjut dijelaskan bahwa pengajuan sertifikasi halal dapat dilakukan melalui dua jalur, yaitu jalur reguler dan jalur self declare. Pada jalur self declare, pelaku usaha memulai proses dengan membuat akun pengajuan sertifikasi halal, kemudian mendapatkan pendampingan dari Pendamping Proses Produk Halal (P3H). Setelah proses pendampingan selesai, berkas pengajuan akan diproses oleh BPJPH dan Komite Fatwa hingga sertifikat halal diterbitkan. Dalam aspek persyaratan, kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) menjadi dokumen utama yang wajib dimiliki pelaku usaha. Setelah NIB terbit, pengajuan sertifikasi halal dapat dilakukan melalui laman ptsp.halal.go.id. Selain itu, bahan yang digunakan dalam proses produksi harus diutamakan berasal dari bahan yang telah bersertifikat halal, baik bahan utama, maupun bahan tambahan, seperti cleaning agent. Pemateri juga menyoroti berbagai kesalahan yang sering terjadi dalam pengajuan sertifikasi halal, seperti tidak adanya daftar bahan halal, penggunaan bahan daging tanpa sertifikat halal, penamaan produk yang tidak pantas, hingga bentuk produk yang menyerupai hewan yang diharamkan. Kesalahan lain yang kerap ditemui adalah ketidaksesuaian antara nama produk yang didaftarkan dengan yang tercantum pada kemasan, serta kemasan yang belum dilengkapi identitas atau kode produk. Selain itu, potensi kontaminasi najis dari fasilitas produksi dan kurangnya higienitas juga menjadi perhatian penting. Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi diskusi dan tanya jawab. Diskusi berlangsung interaktif dan menunjukkan tingginya minat pelaku usaha dalam meningkatkan legalitas serta kehalalan produk yang mereka miliki. ​​​ Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara pemateri, mahasiswa KKM, dan para pelaku UMK sebagai bentuk dokumentasi serta simbol kolaborasi dalam mendukung penguatan UMK halal di masyarakat.  Kegiatan sosialisasi ini berada di bawah naungan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) UIN Malang serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Malang. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa sebagai pendamping dan pelaku UMK memperoleh pemahaman menyeluruh terkait kebijakan, mekanisme, serta peluang fasilitasi sertifikasi halal, khususnya bagi usaha berskala mikro dan kecil, sehingga mampu mendorong terciptanya produk UMK yang halal, berkualitas, dan berdaya saing.  

Thumbnail
4 months ago
Implementasi Pengabdian Mahasiswa KKM Unggulan Halal UIN Malang Melalui Kegiatan Posyandu di Desa Bendo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang

ATTA CINDY INTAN NUR`AINI

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Halal Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dilaksanakan di Desa Bendo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Program ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kesehatan di desa. Salah satu bentuk kegiatan tersebut adalah Posyandu, program rutin yang sudah dikenal masyarakat setempat. Kegiatan Posyandu berlangsung pada Kamis, 8 Januari 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Mahasiswa KKM turut hadir bersama kader Posyandu serta bidan desa untuk membantu pelaksanaan kegiatan. Peran mahasiswa bersifat teknis dan administratif agar seluruh proses pelayanan Posyandu berjalan tertib serta efisien. Posyandu Desa Bendo menjadi agenda bulanan yang selalu dinanti masyarakat. Antusiasme warga terlihat tinggi, terutama dari para ibu yang membawa balita, juga lansia dan ibu hamil yang datang memeriksakan kesehatan. Berbagai layanan diberikan selama kegiatan, mencakup penimbangan berat badan balita, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, serta lingkar lengan. Pencatatan perkembangan anak dilakukan di buku pink (buku KIA) sebagai acuan bagi pemantauan tumbuh kembang. Layanan imunisasi diberikan bagi balita yang memasuki jadwal vaksinasi. Lansia dan ibu hamil memperoleh pemeriksaan tekanan darah, vitamin, serta kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan bidan. Mahasiswa KKM berperan aktif pada setiap tahap kegiatan. Persiapan tempat dilakukan dengan menata kursi dan meja, memastikan perlengkapan siap digunakan, serta membantu proses registrasi peserta. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa turut mencatat data anak, menimbang, dan mengukur sesuai prosedur. Kehadiran mahasiswa membantu mempercepat pelayanan sekaligus meringankan tugas kader. Beberapa kendala kecil muncul selama kegiatan. Beberapa balita tampak rewel ketika ditimbang atau diukur, bahkan ada yang menangis hingga menghindar. Mahasiswa dan kader Posyandu berusaha menenangkan anak-anak dengan pendekatan lembut, seperti mengajak berbicara atau bermain sebentar hingga mereka merasa nyaman. Kendala administratif juga sempat terjadi ketika data registrasi tahun sebelumnya belum lengkap, sehingga mahasiswa membantu mencatat ulang informasi berdasarkan keterangan dari para ibu agar data tetap tersusun dengan baik. Suasana kegiatan terasa hangat dan akrab. Kader Posyandu menunjukkan rasa senang karena terbantu oleh kehadiran mahasiswa, terutama pada bagian pencatatan dan pendataan. Warga pun menyambut dengan ramah, merasa senang karena pelayanan berlangsung lebih cepat dan tertib. Pengalaman mengikuti kegiatan Posyandu memberikan kesan mendalam bagi mahasiswa KKM Unggulan Halal. Interaksi langsung dengan balita yang lucu sekaligus aktif menjadi pengalaman menyenangkan. Proses kegiatan juga memperkaya wawasan mengenai tumbuh kembang anak, kesehatan ibu hamil, dan pentingnya pemantauan kesehatan lansia. Kesadaran baru muncul bahwa kontribusi sederhana seperti membantu administrasi atau menenangkan anak dapat memberi dampak besar bagi kelancaran pelayanan masyarakat. Keterlibatan mahasiswa dalam satu kali kegiatan selama masa KKM menghadirkan pembelajaran berharga tentang kerja sama, tanggung jawab sosial, serta arti kepedulian terhadap kesehatan lingkungan. Semoga kegiatan Posyandu terus menjadi wadah pembelajaran bagi generasi berikutnya dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Desa Bendo.

Thumbnail
4 months ago
Implementasi Pengabdian Mahasiswa KKM Unggulan Halal UIN Malang Melalui Kegiatan Posyandu di Desa Bendo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang

ATTA CINDY INTAN NUR`AINI

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Halal Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dilaksanakan di Desa Bendo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Program ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kesehatan di desa. Salah satu bentuk kegiatan tersebut adalah Posyandu, program rutin yang sudah dikenal masyarakat setempat. Kegiatan Posyandu berlangsung pada Kamis, 8 Januari 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Mahasiswa KKM turut hadir bersama kader Posyandu serta bidan desa untuk membantu pelaksanaan kegiatan. Peran mahasiswa bersifat teknis dan administratif agar seluruh proses pelayanan Posyandu berjalan tertib serta efisien. Posyandu Desa Bendo menjadi agenda bulanan yang selalu dinanti masyarakat. Antusiasme warga terlihat tinggi, terutama dari para ibu yang membawa balita, juga lansia dan ibu hamil yang datang memeriksakan kesehatan. Berbagai layanan diberikan selama kegiatan, mencakup penimbangan berat badan balita, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, serta lingkar lengan. Pencatatan perkembangan anak dilakukan di buku pink (buku KIA) sebagai acuan bagi pemantauan tumbuh kembang. Layanan imunisasi diberikan bagi balita yang memasuki jadwal vaksinasi. Lansia dan ibu hamil memperoleh pemeriksaan tekanan darah, vitamin, serta kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan bidan. Mahasiswa KKM berperan aktif pada setiap tahap kegiatan. Persiapan tempat dilakukan dengan menata kursi dan meja, memastikan perlengkapan siap digunakan, serta membantu proses registrasi peserta. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa turut mencatat data anak, menimbang, dan mengukur sesuai prosedur. Kehadiran mahasiswa membantu mempercepat pelayanan sekaligus meringankan tugas kader. Beberapa kendala kecil muncul selama kegiatan. Beberapa balita tampak rewel ketika ditimbang atau diukur, bahkan ada yang menangis hingga menghindar. Mahasiswa dan kader Posyandu berusaha menenangkan anak-anak dengan pendekatan lembut, seperti mengajak berbicara atau bermain sebentar hingga mereka merasa nyaman. Kendala administratif juga sempat terjadi ketika data registrasi tahun sebelumnya belum lengkap, sehingga mahasiswa membantu mencatat ulang informasi berdasarkan keterangan dari para ibu agar data tetap tersusun dengan baik. Suasana kegiatan terasa hangat dan akrab. Kader Posyandu menunjukkan rasa senang karena terbantu oleh kehadiran mahasiswa, terutama pada bagian pencatatan dan pendataan. Warga pun menyambut dengan ramah, merasa senang karena pelayanan berlangsung lebih cepat dan tertib. Pengalaman mengikuti kegiatan Posyandu memberikan kesan mendalam bagi mahasiswa KKM Unggulan Halal. Interaksi langsung dengan balita yang lucu sekaligus aktif menjadi pengalaman menyenangkan. Proses kegiatan juga memperkaya wawasan mengenai tumbuh kembang anak, kesehatan ibu hamil, dan pentingnya pemantauan kesehatan lansia. Kesadaran baru muncul bahwa kontribusi sederhana seperti membantu administrasi atau menenangkan anak dapat memberi dampak besar bagi kelancaran pelayanan masyarakat. Keterlibatan mahasiswa dalam satu kali kegiatan selama masa KKM menghadirkan pembelajaran berharga tentang kerja sama, tanggung jawab sosial, serta arti kepedulian terhadap kesehatan lingkungan. Semoga kegiatan Posyandu terus menjadi wadah pembelajaran bagi generasi berikutnya dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Desa Bendo.  

Thumbnail
4 months ago
Ngaji Magrib ,Menghidupkan Tradisi Keislaman di Desa Kemiri, Lemahbang

NAFIS FADHAIL RAMDHANI

Kegiatan Ngaji Magrib menjadi salah satu tradisi keagamaan yang terus dilestarikan oleh warga Desa Kemiri, Kecamatan Lemahbang, khususnya yang dilaksanakan di Mushalla RT 2. Kegiatan ini berperan penting dalam membina akhlak dan keimanan anak-anak serta mempererat kebersamaan antarwarga. Menanamkan Nilai Keislaman Sejak Dini,Ngaji Magrib di Mushalla RT 2 tidak hanya bertujuan mengajarkan anak-anak membaca Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islam sejak usia dini. Melalui kegiatan rutin ini, anak-anak dibiasakan untuk mencintai Al-Qur’an, menghormati guru, serta memiliki akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan Kegiatan Ngaji Magrib,Kegiatan Ngaji Magrib dilaksanakan setiap hari setelah salat Magrib di Mushalla RT 2. Anak-anak dari lingkungan sekitar berkumpul untuk mengikuti pembelajaran yang meliputi: Belajar membaca dan memperbaiki tajwid Al-Qur’an Menghafal surat-surat pendek Mempelajari doa-doa harian Pembinaan akhlak dan adab Islami Dukungan Warga RT 2,Keberlangsungan Ngaji Magrib di Mushalla RT 2 tidak lepas dari peran aktif warga. Orang tua dengan penuh kesadaran mengarahkan anak-anak mereka untuk rutin mengikuti ngaji, sementara warga sekitar turut menjaga suasana mushalla agar tetap nyaman dan kondusif untuk belajar.Kebersamaan dan kepedulian inilah yang menjadikan Mushalla RT 2 sebagai pusat kegiatan keagamaan yang hidup dan bermanfaat. Harapan dan Doa,Melalui kegiatan Ngaji Magrib ini, diharapkan akan lahir generasi Desa Kemiri yang beriman, berakhlak mulia, dan berpegang teguh pada ajaran Islam. Semoga Mushalla RT 2 terus menjadi tempat yang penuh keberkahan dan cahaya ilmu.

Thumbnail
4 months ago
Kepedulian KKM 45 terhadap Pendidikan: Program Les Belajar di Dusun Lemahbang dan Krajan

ARDARIA ANTARIKSA

Kemiri, Jabung 5 Januari 2026 Sebagai kepedulian terhadap lingkungan pendidikan yang berada di desa Kemiri, Kami Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 45 melaksanakan kegiatan pembelajaran "les" yang dimulai pertama kali pada tanggal 05 Januari 2026 di dua titik tempat, yaitu Dusun Lemahbang dan Dusun Krajan. Kegiatan ini merupakan salah satu dari program kerja bidang pendidikan yang tujuannya untuk membantu siswa/siswi dalam memahami pembelajaran yang telah dilaksanakan di sekolah sebelumnya selain itu kami berharap dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan minat dan semangat belajar para siswa/siswi di desa Kemiri Dusun Lemahbang dan Dusun Krajan. Kegiatan les ini dilaksanakan secara rutin, tiga kali dalam seminggu yaitu pada hari senin, selasa, dan kamis. Materi yang diberikan meliputi pembelajaran dasar seperti, membaca, menulis, dan berhitung. Metode pembelajaran kami laksanakan secara interaktif dan menyenangkan agar para siswa/siswi tidak merea bosan dan lebih mudah dalam memahami materi pelajaran. Kami mahasiswa KKM 45 sebagai pendamping yang bukan hanya memberikan materi dasar tetapi juga membimbing serta membantu para siswa/siswi dalam mengerjakan tugas sekolah. Dalam pelaksanaan kegiatan   les ini kami KKM 45 berusaha menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, asik, ramah serta komunikatif. Kegiatan ini juga didukung oleh warga setempat karna menimbulkan dampak positif, karena les ini dinilai dapat membantu anak-anak dalam mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat. Melalui kegiatan les belajar ini, mahasiswa KKM 45 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Desa Kemiri. Dengan adanya program ini semoga dapat memberikan manfaat jangka panjang serta menjadi motivasi bagi siswa/siswi untuk terus belajar dan meraih prestasi yang lebih baik.