Thumbnail
4 months ago
Ramah Tamah Mahasiswa KKM Bersama Warga: Membangun Kedekatan dan Sinergi Sosial

FARAS HILMI AINIYAH

Desa kemiri Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, 30 Desember 2025 sebanyak 15 mahasiswa melakukan Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program kerja semata, tetapi juga menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk membangun hubungan sosial yang harmonis dengan masyarakat. Salah satu bentuk awal dalam menjalin kedekatan tersebut adalah melalui kegiatan ramah tamah mahasiswa KKM bersama warga sekitar. Ramah tamah ini diselenggarakan sebagai sarana perkenalan antara mahasiswa KKM dengan masyarakat setempat. Melalui interaksi langsung ini, mahasiswa memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan KKM, serta memaparkan gambaran umum program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Selain menjadi ajang perkenalan, kegiatan ramah tamah juga menjadi wadah dialog antara mahasiswa dan warga. Masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan harapan, saran, maupun kondisi sosial yang ada di lingkungan mereka. Hal ini sangat membantu mahasiswa dalam memahami kebutuhan nyata masyarakat sehingga program KKM dapat disesuaikan dan lebih tepat sasaran. Suasana kebersamaan semakin terasa dengan adanya diskusi santai, canda ringan, serta jamuan sederhana yang mencerminkan keramahan warga setempat. Interaksi ini menumbuhkan rasa saling percaya dan memperkuat ikatan emosional antara mahasiswa dan masyarakat. Nilai-nilai gotong royong, kekeluargaan, dan kebersamaan pun menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan kegiatan KKM ke depannya. Melalui kegiatan ramah tamah ini, diharapkan terjalin sinergi yang baik antara mahasiswa KKM dan warga sekitar. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam upaya pemberdayaan dan pembangunan desa. Dengan komunikasi yang terbuka dan hubungan yang harmonis, kegiatan KKM dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi semua pihak.

Thumbnail
4 months ago
jumat bersih KKM 45: Menjaga Kebersihan Mushola dan Masjid Desa Kemiri

ELLEN SALWA BELLA

Jumat Bersih KKM 045: Menjaga Kebersihan Mushola dan Masjid Desa Kemiri Desa Kemiri, Jabung, 11 Januari 2026 Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 045 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Jumat Bersih dengan membersihkan mushola dan masjid di Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, pada setiap hari jumat . Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan tempat ibadah sekaligus penguatan nilai kebersamaan dengan masyarakat. Sejak pagi hari, mahasiswa KKM mulai membersihkan area dalam dan sekitar mushola serta masjid. Kegiatan meliputi menyapu dan mengepel lantai, membersihkan jendela, tempat wudhu, serta merapikan halaman. Seluruh kegiatan dilakukan secara bergotong royong dengan pembagian tugas yang sederhana namun efektif. Warga menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mahasiswa bekerja dalam suasana yang penuh keakraban. Kegiatan Jumat Bersih ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan ibadah yang bersih dan nyaman, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam merawat fasilitas keagamaan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 045 memperoleh pengalaman langsung tentang pentingnya peran sosial mahasiswa di tengah masyarakat. Interaksi selama kegiatan berlangsung menjadi sarana pembelajaran mengenai nilai kepedulian, kerja sama, dan saling menghormati antara mahasiswa dan warga Desa Kemiri. Selain memberikan dampak nyata terhadap kebersihan mushola dan masjid, kegiatan ini juga mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dan masyarakat. Suasana kerja bersama yang sederhana membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dan memperkuat rasa kebersamaan. Mahasiswa KKM 045 berharap kegiatan Jumat Bersih ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud pengabdian mahasiswa yang dilakukan melalui aksi nyata dan penuh ketulusan.

Thumbnail
4 months ago
Partisipasi Mahasiswa KKM dalam Perayaan Malam Tahun Baru Bersama Warga Dusun Bendo

NAYLA ARDIARTA

Jabung, Kabupaten Malang (31 Desember 2025) – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 1 dan 2 turut mengikuti kegiatan perayaan malam tahun baru bersama salah satu penggerak desa dan keluarganya di Dusun Bendo, Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan di kediaman Bapak Inul selaku penggerak desa dengan melibatkan keluarga serta anak-anak di lingkungan sekitar. Acara berlangsung mulai setelah salat Isya hingga pukul 01.00 WIB. Perayaan malam tahun baru tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kebersamaan antara mahasiswa KKM dengan masyarakat desa, sekaligus untuk menciptakan suasana pergantian tahun yang aman, sederhana, dan ramah bagi anak-anak. Rangkaian kegiatan meliputi bakar-bakar makanan sederhana, permainan kartu UNO bersama anak-anak, serta menyalakan petasan kecil. Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan, sementara mahasiswa KKM dan keluarga tuan rumah turut mendampingi serta menjaga jalannya acara agar tetap tertib dan kondusif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Kelompok 1 dan 2 memperoleh pengalaman langsung dalam berinteraksi dengan masyarakat Dusun Bendo serta mempererat hubungan sosial dengan warga setempat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk partisipasi mahasiswa dalam kehidupan sosial masyarakat selama pelaksanaan KKM di Desa Sukolilo.

Thumbnail
4 months ago
Sederhana namun Bermakna: Perayaan Malam Tahun Baru KKM 045 di Desa Kemiri

JIHAN ALIYAH

Desa Kemiri, Jabung, 11 Januari 2026 — Malam pergantian tahun di Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 045 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang merayakan malam tahun baru dengan mengadakan kegiatan bakar-bakar dan makan bersama warga desa pada malam Kamis (31/12/2025). Perayaan malam tahun baru ini dilaksanakan secara sederhana tanpa kemeriahan berlebihan, namun banyak akan makna kebersamaan. Setelah shalat Isya, mahasiswa KKM dan warga mulai berkumpul dan mempersiapkan kegiatan bersama. Mulai dari menata tempat hingga menyiapkan bahan makanan, seluruh proses dilakukan secara bersama, menciptakan suasana akrab dan kekeluargaan. Antusiasme warga terlihat dari partisipasi  mereka dalam kegiatan ini. Mahasiswa dan warga saling berbaur saat membakar makanan, berbagi tugas, serta mengobrol santai. Menu sederhana seperti ayam bakar dan aneka Frozen food menjadi hidangan utama yang dinikmati bersama, menggambarkan kesederhanaan namun penuh kehangatan. Kebersamaan semakin terasa saat teman-teman dan warga duduk bersama untuk memakan hidangan yang telah disiapkan. Obrolan ringan mengenai kehidupan desa, pengalaman yang di jalani sebagai seorang mahasiswa/i, hingga harapan di tahun yang baru mengalir dengan hangat. Anak-anak, hingga orang tua turut hadir, menjadikan momen ini sebagai ruang obrolan antar generasi yang mempererat hubungan sosial. Kegiatan malam tahun baru ini juga menjadi sarana refleksi bagi mahasiswa KKM 045 dalam menjalankan pengabdian di Desa Kemiri. Kebersamaan yang terbangun melalui obrolan sederhana memberikan pemahaman bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan program kerja, tetapi juga membangun hubungan sosial yang harmonis dan saling menghargai. Selain itu, kegiatan bakar-bakar bersama ini mampu menciptakan ruang komunikasi yang lebih terbuka antara mahasiswa dan warga. Dalam suasana santai, berbagai masukan, cerita, dan pengalaman warga dibagikan secara langsung. Hal tersebut menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk lebih memahami karakter, kebutuhan, serta potensi masyarakat Desa Kemiri selama pelaksanaan KKM. Melalui perayaan yang sederhana namun penuh makna ini, mahasiswa KKM 045 berharap nilai kebersamaan dan gotong royong yang telah terjalin dapat terus terjaga. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan keikhlasan, serta menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang berkelanjutan antara mahasiswa dan warga Desa Kemiri.

Thumbnail
4 months ago
Dari Bambu Menjadi Rupiah : Kegiatan Ekonomi Kreatif Industri tusuk Sate di Desa Pakis Kembar

MUHAMMAD KHAIRIL

Desa Pakiskembar, yang terletak di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, mungkin tampak seperti pedesaan pada umumnya di Jawa Timur. Namun dibalik desa yang asri tersebut terdapat industri kecil (home industry) di dusun Jambon desa pakiskembar yaitu pembuatan tusuk sate, yang telah memasok kebutuhan lokal hingga merambah ke luar kota. Industri ini bukan sekedar usaha sampingan, melainkan urat nadi ekonomi yang menghidupkan ratusan kepala keluarga di sana. Pak Yeto pengusaha tusuk sate di Pakiskembar yang memulai usahanya sejak tujuh  tahun lalu. Awalnya, pembuatan tusuk sate dilakukan secara manual dengan alat seadanya, namun seiring berjalannya waktu pak Yeto mulai beralih ke mekanisasi dan mengimpor alat dari Thailand sehingga dapat  membantu mempermudah pekerja dalam bekerja. Dengan banyaknya permintaan pasar terutama dari pedagang sate ayam, sate kambing, hingga jajanan kekinian seperti froozen food dan cilok. Pak Yeto berinisiatif untuk membuat mesin sendiri dengan mempertimbangkan pengeluaran anggaran dalam pembelian mesin poles impor dengan membuat mesin poles sendiri. Keberhasilan tusuk sate pak yeto terletak pada keuletannya dalam mempromosikan tusuk sate miliknya dan tidak luput dengan pemilihan bahan baku serta ketelitian prosesnya. Industri tusuk sate ini menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusf. Tidak hanya pemilik usaha yang diuntungkan, tetapi juga warga sekitar melalui sistem padat karya. Banyak ibu rumah tangga di dusun jambon yang mengisi waktu luan mereka dengan membantu proses penyortiran dan pengemasan. Pekerjaan ini memungkinkan mreka tetap berada di rumah sambil mendapatkan penghasila tambahan untuk membantu biaya sekolah anak atau kebutuhan dapur. Industri ini adalah bukti nyata bagaimana sebuah desa mampu mandirisecara ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya alam dan kreativitas. Meskipun terlihat sederhana, tusuk sate adalah komponen penting dalam kuliner Indonesia yang tak lekang oleh waktu. (Redaksi Sadyacara kel.80 KKM UIN Malang)  

Thumbnail
4 months ago

AISYA FATIMATUZ ZAHRA