VARA FAUZIATUL `AINIYAH
Malang - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan dan pendidikan anak-anak. Pada 16 Maret 2025, mereka mengadakan kegiatan penyuluhan edukasi stunting di Panti Asuhan Mambaul Hikmah, Karang Ploso, Kabupaten Malang. Program ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya pola makan sehat dan kebersihan diri sejak dini guna mencegah stunting dan meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan. Edukasi Stunting: Langkah Awal Membangun Generasi Sehat Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak. Dengan menyadari urgensi permasalahan ini, mahasiswa KKM UIN Malang mengambil inisiatif untuk memberikan penyuluhan tentang pola makan sehat dan kebersihan diri kepada anak-anak di panti asuhan. Penyuluhan ini dikemas dengan cara yang interaktif dan menyenangkan agar anak-anak mudah memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bentuk dukungan dalam edukasi, mahasiswa KKM juga menyediakan poster informatif tentang cara mengatur pola makan yang baik, konsep 4 sehat 5 sempurna, serta cara mencuci tangan yang benar. Poster-poster ini dipasang di berbagai sudut panti asuhan agar dapat menjadi panduan praktis bagi anak-anak dalam menerapkan kebiasaan sehat sehari-hari. Aksi Sosial: Penggalangan Donasi untuk Pendidikan yang Lebih Baik Tak hanya fokus pada edukasi kesehatan, mahasiswa KKM UIN Malang juga mengadakan penggalangan donasi berupa uang sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan pendidikan di Panti Asuhan Mambaul Hikmah. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pendidikan, seperti buku, alat tulis, dan perlengkapan belajar lainnya. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak panti asuhan, tidak hanya dalam hal kesehatan tetapi juga dalam mendukung pendidikan mereka agar memiliki masa depan yang lebih cerah. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, mahasiswa KKM UIN Malang terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini juga diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk turut serta dalam meningkatkan kesejahteraan anak-anak di panti asuhan. Karena sejatinya, membangun generasi sehat dan cerdas adalah tanggung jawab bersama.
SALMA NAILI AZIZAH
Dau, 27 Februari 2025 – MTs Wahid Hasyim 01 Dau menggelar peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW dengan penuh kekhidmatan dan nuansa spiritual. Acara yang berlangsung di aula madrasah ini diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, dan staf madrasah dalam suasana yang tertib dan religius. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Madrasah yang mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan peristiwa Isra’ Mi’raj sebagai momentum memperkuat iman dan meningkatkan keteladanan terhadap akhlak Rasulullah SAW. Suasana semakin semarak dan syahdu saat grup sholawat Riyadul Jannah, yang diundang khusus dari luar madrasah, tampil membawakan berbagai lantunan sholawat. Dengan irama yang merdu dan penuh penghayatan, mereka berhasil membawa para hadirin larut dalam pujian kepada Nabi Muhammad SAW, menciptakan atmosfer keagamaan yang sangat mendalam. Puncak acara diisi dengan tausiyah tentang makna dan hikmah Isra’ Mi’raj, yang menekankan pentingnya menjaga salat lima waktu dan menjadikan Rasulullah sebagai panutan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, MTs Wahid Hasyim 01 Dau berharap bisa menanamkan nilai-nilai keislaman kepada para siswa secara lebih menyentuh dan bermakna. Peringatan Isra’ Mi’raj ini menjadi salah satu momen penting dalam pembinaan karakter religius di lingkungan madrasah.
HARISMA ZIDANATUSSANAYA
https://www.kompasiana.com/harismazida162185/68373cfbc925c41dbc5b0183/siswa-man-2-blitar-menggapai-ridho-illahi-melalui-irc-di-kecamatan-gandusari?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile
HANIFAH NUR HIDAYATI
Sabtu pagi, 3 Mei 2025, Balai Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, dipenuhi oleh ibu-ibu dari berbagai dusun yang antusias mengikuti seminar parenting bertema "Peran Ibu dalam Memberikan Pendidikan Berkualitas dari Rumah." Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang tengah menjalankan pengabdian masyarakat di desa tersebut. Seminar menghadirkan narasumber utama, Ning Indira Zulaikha, S.Psi, seorang pengasuh Asrama Al-kautsar Darul Ulum sekaligus praktisi psikologi keluarga. Dengan pengalaman yang luas, Ning Indira menyampaikan berbagai wawasan penting mengenai peran sentral ibu sebagai pilar utama dalam proses pendidikan anak. Dalam paparan materinya, Ning Indira menegaskan bahwa rumah merupakan sekolah pertama bagi anak-anak. Peran ibu tidak sekadar mengurus rumah tangga secara fisik, melainkan juga mendidik dan menanamkan nilai-nilai kehidupan, membentuk karakter, serta menumbuhkan semangat belajar yang akan menjadi modal utama bagi anak ketika memasuki lingkungan sekolah dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa komunikasi yang sehat dan keteladanan yang konsisten dari ibu sangatlah penting, mengingat anak-anak cenderung meniru perilaku yang mereka amati daripada sekadar menerima arahan verbal. Salah satu pernyataan yang sangat menyentuh dan mendapatkan perhatian dari para peserta adalah bahwa "ibu bukan sekadar ‘ibu rumah tangga’, melainkan pencetak masa depan anak-anaknya." Pernyataan tersebut menjadi bahan renungan mendalam bagi para ibu, mengingat besarnya tanggung jawab yang mereka emban dalam mendidik generasi penerus bangsa. Ketua Pelaksana KKM, Vioki Deva, menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para ibu, mengenai pentingnya pengasuhan yang dimulai dari rumah. Ia menegaskan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya tanggung jawab lembaga formal seperti sekolah, tetapi pondasi utama harus dibangun di lingkungan keluarga. Melalui seminar ini, diharapkan terjadi perubahan positif dalam pola pengasuhan di rumah yang berdampak pada pembentukan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Sebagai moderator dalam seminar tersebut, saya memperoleh pengalaman yang sangat berharga. Kegiatan ini memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya peran ibu sebagai pendidik pertama bagi anak, serta menyadarkan saya akan besarnya pengaruh komunikasi dan keteladanan dalam keluarga. Saya berharap seminar ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan dan mendorong perubahan positif di masyarakat Desa Ngumpul. Dengan terlaksananya seminar ini, diharapkan kesadaran akan peran penting ibu dalam pendidikan anak sejak dini semakin meningkat. Semoga kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan di masa mendatang sebagai wadah untuk saling belajar dan berbagi demi terciptanya generasi yang unggul dan berkarakter.
NAZWA RAMAYASUM
Mahasiswa AM dan KKM dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Pendidikan Agama Islam (PAI) mengikuti acara Haflah TPQ Darul Ulum di Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Haflah TPQ Darul Ulum ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 22 Februari 2025, mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB, bertempat di lingkungan TPQ setempat. Acara ini digagas sebagai bentuk syiar Islam sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Pimpinan TPQ Darul Ulum yaitu Ustadzah Nanik Hanifah, yang menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang menggugah semangat religius ini. Selanjutnya, para santri TPQ mempersembahkan berbagai penampilan religius dan edukatif, Berikut rincian penampilan anak-anak TPQ : Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an Dibawakan oleh santri putri, penampilan ini bertujuan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini serta menumbuhkan rasa cinta terhadap kitab suci. Bacaan disampaikan dengan tartil dan penuh khidmat, sebagai pembuka acara yang penuh keberkahan. Pidato Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab Pidato Bahasa Indonesia dibawakan oleh santri putra. Pidato Bahasa Arab dibawakan oleh santri putri, sebagai bentuk penguatan keterampilan bahasa Arab sejak dini yang juga merupakan bahasa Al-Qur’an. Seni Al-Banjari Penampilan ini dilakukan oleh santri-santri putra, membawakan sholawat dengan iringan rebana. Al-Banjari menjadi media menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus melatih kekompakan, keberanian tampil, dan semangat berkreasi secara Islami. Hafalan Per Jilid (Doa-doa Harian) Santri menampilkan hafalan doa-doa harian sebagai hasil dari proses belajar selama program TPQ berlangsung. Doa-doa yang dihafalkan antara lain: Doa masuk dan keluar kamar mandi Doa berpakaian Doa bercermin Doa sebelum dan sesudah makan Doa-doa niat Sholat Fardhu, serta bacaan yang ada didalam sholat Penampilan ini bertujuan memperkenalkan pentingnya adab dan dzikir dalam kehidupan sehari-hari sesuai tuntunan Islam. Tari Islami Ditampilkan oleh santri-santri putri, Anak-anak menampilkan tarian dengan kostum syar’i, membuktikan bahwa ekspresi seni dapat sejalan dengan nilai-nilai keislaman. Tari Islami diiringi dengan lagu “Kun Anta” Sebagai penutup kegiatan, para santri melakukan musafahah (salam-salaman) dengan para ustadzah, mahasiswa KKN, sebagai simbol permohonan maaf dan menyambut bulan Ramadhan dengan hati yang bersih. Setelah itu, panitia membagikan konsumsi kepada seluruh anak-anak TPQ. Adapun para guru TPQ dan mahasiswa KKN melanjutkan acara dengan makan bersama dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Haflah ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam memajukan pendidikan agama dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman
NAILA RAHMATIKA
Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang damai dan toleran. Pada tanggal 28 April 2025 kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Seminar Moderasi Beragama bersama Jama’ah Tahlil Putri Khoirunnisa’ di Desa Gondanglegi Kulon, Kabupaten Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dirancang untuk memperkuat literasi keagamaan perempuan melalui pendekatan yang sederhana, komunikatif, dan berbasis kearifan lokal. Bertempat di rumah salah satu pengurus jama’ah, seminar diikuti puluhan ibu-ibu jama’ah dengan antusiasme yang tinggi. Dengan mengusung tema “Islam Rahmatan Lil ‘Alamin: Spirit Moderasi Beragama”, seminar ini membahas prinsip-prinsip moderasi beragama seperti sikap adil, toleransi, dan menjauhi sikap ekstrem serta fanatisme dalam beragama. Materi disampaikan secara ringan dan komunikatif, diselingi tanya jawab seputar tantangan beragama di era digital serta bagaimana menjaga harmoni antarumat dan sesama warga. Untuk memperkuat pesan yang disampaikan, para jama’ah juga menerima leaflet edukatif berisi ringkasan materi moderasi beragama, yang diharapkan bisa dibaca ulang dan dijadikan bahan untuk menyampaikan kepada anggota keluarganya maupun ke orang lain.