Thumbnail
9 months ago
PERESMIAN WEB KEUANGAN MASJID BERBASIS DIGITAL

MUHAMMAD SYAH RIZAL

Pada hari Rabu 28 januari 2026, bertempat di Masjid Miftahul Jannah, telah dilaksanakan kegiatan Peresmian Web Keuangan Masjid berbasis digital dengan nama “Buku Masjid”. Kegiatan peresmian ini merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Pentaswara, yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan tata kelola administrasi dan keuangan masjid agar lebih tertib, transparan, akuntabel, serta mengikuti perkembangan teknologi digital. Web keuangan “Buku Masjid” merupakan sistem berbasis digital yang dikembangkan untuk membantu pengurus Masjid Miftahul Jannah dalam melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran keuangan, pengelolaan kas masjid, serta penyusunan laporan keuangan secara sistematis dan berkelanjutan. Dengan adanya sistem ini, diharapkan proses pencatatan keuangan yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat dialihkan ke sistem digital yang lebih efisien, aman, dan mudah diakses. Peresmian web keuangan masjid ini dilakukan oleh: Mahasiswa KKM 15 pentaswara dengan pengurus masjid miftahul jannah Dengan dilaksanakannya peresmian ini, maka Web Keuangan Masjid “Buku Masjid” dinyatakan resmi digunakan sebagai sarana pengelolaan dan pelaporan keuangan Masjid Miftahul Jannah sejak tanggal peresmian tersebut. Mahasiswa KKM Pentaswara telah melaksanakan proses perancangan, pengembangan, serta pengenalan sistem web keuangan ini kepada pengurus masjid, termasuk penjelasan mengenai fitur-fitur utama dan tata cara penggunaannya. Selain itu, mahasiswa KKM juga memberikan pendampingan awal agar pengurus masjid dapat memahami dan mengoperasikan sistem ini secara mandiri hingga masa KKM berakhir. Diharapkan dengan adanya web keuangan masjid berbasis digital ini, pengelolaan keuangan Masjid Miftahul Jannah dapat berjalan lebih tertib, efisien, transparan, dan profesional, serta mampu meningkatkan kepercayaan jamaah terhadap pengelolaan dana masjid. Web ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai sarana pendukung dalam pengambilan keputusan dan pelaporan keuangan masjid di masa mendatang. Demikian berita acara peresmian ini dibuat dengan sebenar-benarnya sebagai bukti telah dilaksanakannya kegiatan Peresmian Web Keuangan Masjid berbasis digital “Buku Masjid” oleh mahasiswa KKM Pentaswara, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Thumbnail
9 months ago
40 Hari Menabur Arti, Menanam Jejak yang Takkan Mati: KKM 117 Arthaseva Pamit Undur Diri

MUHAMMAD ILHAM MAULIDA AZIZI

[Tanjungrejo, Malang], Tepat pada tanggal 31 Januari 2026, sebuah perjalanan pengabdian yang penuh makna mencapai puncaknya. Kelompok mahasiswa KKM 117 "Arthaseva" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menutup masa bakti mereka yang telah berlangsung selama 40 hari. Dengan Masjid Darussalam sebagai pusat seluruh kegiatan, acara penutupan ini menjadi momen perpisahan yang khidmat sekaligus ungkapan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh keluarga besar masjid. Acara yang berlangsung di serambi masjid ini dihadiri oleh jajaran tokoh yang telah menjadi pendamping dan pengayom mahasiswa selama pengabdian. Hadir di antaranya Ketua Takmir Masjid Darussalam, Ustadz Fathullah; Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Mubasyiroh, S.S., M.Pd.I; jajaran Ketua RW 07 dan RW 08 beserta pengurusnya; jajaran pengajar TPQ Darussalam; serta rekan-rekan dari pengurus Remaja Masjid Darussalam. Jejak Pengabdian di Jantung Masjid Darussalam Selama 40 hari terakhir, Masjid Darussalam telah menjadi rumah kedua bagi mahasiswa Arthaseva. Fokus pengabdian ini memang diarahkan pada pengembangan potensi dan pemberdayaan kegiatan yang berpusat di lingkungan masjid. Mulai dari pendampingan belajar di TPQ, digitalisasi dakwah bersama Remaja Masjid, hingga kolaborasi sosial dalam kegiatan Family Corner. Dalam sambutannya, Ustadz Fathullah menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa yang telah membaur dengan baik. Keberadaan mahasiswa tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga menghidupkan suasana religius di lingkungan RW 07 dan RW 08 melalui kedekatan emosional yang terjalin dengan para jamaah dan pengurus masjid. Laporan Pertanggungjawaban dan Penyerahan Vandel Sebagai bentuk amanah akademik, mahasiswa memaparkan rangkuman hasil program kerja yang telah dilaksanakan. Paparan ini menjadi cermin dedikasi mahasiswa dalam berupaya memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Masjid Darussalam. Program-program yang dijalankan diharapkan dapat terus berlanjut dan dikembangkan oleh para pengurus masjid maupun remaja masjid setempat. Suasana haru mulai menyelimuti saat memasuki prosesi penyerahan vandel sebagai simbol kenang-kenangan. Vandel tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KKM 117 kepada pihak Takmir Masjid Darussalam. Namun, kejutan datang dari pihak masjid; secara tak terduga, Takmir Masjid Darussalam juga menyerahkan vandel balasan kepada kelompok KKM 117 Arthaseva. Penyerahan timbal balik ini menjadi simbol kuat bahwa hubungan yang terjalin bukan sekadar tugas kampus, melainkan ikatan kekeluargaan yang saling menghargai. Vandel tersebut menjadi bukti nyata bahwa kehadiran mahasiswa telah diterima dengan tangan terbuka, dan sebaliknya, mahasiswa merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari keluarga besar Darussalam. Belum Usai: Menanti Puncak Haflah dan Aftermovie Meski secara formal masa pengabdian 40 hari telah ditutup, ikatan mahasiswa dengan Masjid Darussalam ternyata belum benar-benar berakhir. Mahasiswa KKM 117 dijadwalkan akan kembali hadir pada 7 Februari mendatang untuk menghadiri sekaligus berpartisipasi dalam acara Puncak Haflah Imtihan. Salah satu agenda yang paling dinanti dalam puncak acara tersebut adalah penayangan video aftermovie. Video ini merupakan rangkuman perjalanan mahasiswa selama 40 hari mengabdi, yang akan memutar kembali memori indah, tawa, dan perjuangan bersama jamaah serta santri. Penayangan ini diharapkan menjadi kado perpisahan visual yang manis bagi seluruh warga. Doa Penutup dan Harapan Masa Depan Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Kristiawan. Dalam suasana yang hening dan penuh kekhusyukan, doa dipanjatkan sebagai rasa syukur atas kelancaran seluruh kegiatan serta permohonan agar segala ikhtiar yang telah dilakukan menjadi amal jariyah bagi mahasiswa dan membawa keberkahan bagi kemajuan Masjid Darussalam. Acara diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama jajaran takmir, RW, pengajar TPQ, dan remaja masjid. Meski secara fisik mahasiswa KKM 117 harus kembali ke kampus, namun memori tentang kehangatan masyarakat dan syiar di Masjid Darussalam akan selalu tersimpan rapat dalam ingatan mereka. Selamat jalan, Arthaseva 117. Terima kasih, Masjid Darussalam.

Thumbnail
9 months ago
Menciptakan Jejak Kebaikan di Dusun Paras

NISA`UL KHARIMAH

Sore itu, tepat pada tanggal 29 Januari 2026, suasana di Dusun Paras, Kecamatan Poncokusumo, Malang, terasa sedikit berbeda. Di tengah udara sejuk khas lereng gunung, riuh suara anak-anak terdengar lebih bersemangat dari biasanya. Hari itu, kami dari Kelompok 129 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) berkesempatan untuk menyapa dan belajar bersama adik-adik di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) setempat. Dalam balutan rompi cokelat kebanggaan, kami tidak hanya datang sebagai pengajar, tetapi juga sebagai kakak, teman, dan pendengar bagi mereka. Foto ini menangkap sebuah momen sederhana namun penuh makna: sebuah ruangan yang dipenuhi senyum tulus dan energi positif yang menular. Kegiatan ini bukan sekadar tentang mengeja huruf hijaiyah atau menghafal doa, melainkan sebuah ruang untuk menyelipkan nilai-nilai karakter dan motivasi dalam setiap interaksi yang penuh keceriaan. Di atas karpet sederhana dan di hadapan papan tulis yang mulai memudar, kehangatan terpancar jelas dari semangat adik-adik Dusun Paras yang menjadi api penyemangat bagi kami untuk terus mengabdi. Inilah wujud nyata sinergi dan kebersamaan tim Kelompok 129, di mana bekal ilmu dari bangku kuliah melebur menjadi satu dengan ketulusan pengabdian langsung di lapangan. Melihat binar mata mereka saat berpose bersama, kami sadar bahwa KKM bukan hanya soal menyelesaikan program kerja, melainkan tentang membangun kedekatan emosional dan meninggalkan jejak inspirasi bagi generasi penerus di Poncokusumo. "Mengajar bukan hanya tentang mengisi wadah yang kosong, tapi tentang menyalakan api rasa ingin tahu dan kasih sayang di hati mereka." Semoga foto ini menjadi pengingat abadi bahwa di Dusun Paras, Kelompok 129 pernah berbagi tawa dan doa.

Thumbnail
9 months ago
Mengukir Identitas, Menjaga Alam: Aksi Kreatif Instalasi Ecobrick di Dusun Paras

NUR AFIFAH

Malang, 1 Februari 2026 — Di tengah udara sejuk Kecamatan Poncokusumo, semangat kolaborasi Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 129 terpancar jelas dari wajah-wajah mahasiswa yang sedang menjalankan pengabdian masyarakat. Tepat pada awal Februari ini, sebuah instalasi unik resmi berdiri di Dusun Paras, Desa Poncokusumo, bukan sekadar sebagai penanda wilayah, melainkan sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan. Instalasi bertuliskan "PARAS" yang terpampang gagah di pinggir jalan ini bukan dibuat dari material biasa. Huruf demi huruf disusun dengan teliti menggunakan ecobrick—botol plastik bekas yang diisi padat dengan sampah plastik non-biodegradabel. Warna oranye yang mencolok dari botol-botol tersebut memberikan kontras yang indah dengan hijaunya pepohonan di latar belakang, menciptakan sebuah landmark baru yang ramah lingkungan dan edukatif bagi warga sekitar maupun wisatawan yang melintas. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 1 Februari 2026 ini melampaui sekadar teknis pemasangan, melainkan menjadi ruang kolaborasi penuh makna di bawah langit Poncokusumo. Di balik kokohnya rangka bambu dan susunan ecobrick tersebut, terselip semangat edukasi untuk mengajak warga melihat "hidup kedua" dari sampah plastik, yang diwujudkan melalui proses gotong royong penuh diskusi dan kebersamaan tim yang solid. Dengan memanfaatkan material lokal yang selaras dengan alam, inovasi berkelanjutan ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas mahasiswa mampu menghadirkan solusi lingkungan yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat desa. Dengan berdirinya tulisan "PARAS" ini, diharapkan masyarakat tidak hanya melihatnya sebagai hiasan, tetapi juga sebagai pengingat harian akan pentingnya mengurangi dan mengolah limbah plastik. Kegiatan ini menjadi salah satu catatan berharga dalam perjalanan pengabdian kampus tahun ini, meninggalkan jejak fisik yang bermakna di bumi Malang.

Thumbnail
9 months ago
Kelompok KKM 129 Dusun Paras UIN Malang Dampingi MI Al-Ittihad Raih Juara 2 Lomba Cerdas Cermat Kecamatan Poncokusumo

MUHAMMAD ABAN SULAIMAN

Saya bersama teman-teman Kelompok KKM 129 Dusun Paras Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang merasa bangga dapat terlibat langsung dalam kegiatan pendampingan pendidikan di MI Al-Ittihad. Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi kami adalah membimbing dan mendampingi anak-anak MI Al-Ittihad dalam persiapan mengikuti lomba cerdas cermat tingkat Kecamatan Poncokusumo yang dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2026.   Selama proses persiapan, kami secara rutin mendampingi anak-anak dengan memberikan latihan soal, simulasi lomba, serta pembahasan materi yang sering muncul dalam lomba cerdas cermat. Kami berusaha menciptakan suasana belajar yang santai namun tetap serius agar anak-anak tidak merasa tertekan dan dapat mengikuti bimbingan dengan penuh semangat. Antusiasme dan kemauan belajar anak-anak menjadi motivasi tersendiri bagi kami selama proses pendampingan berlangsung.   Selain penguatan materi, kami juga memberikan motivasi dan dukungan mental kepada para peserta lomba. Anak-anak kami dorong untuk berani menjawab pertanyaan, saling bekerja sama dalam tim, serta menjaga kepercayaan diri saat berada di arena perlombaan. Proses ini tidak hanya melatih kemampuan akademik, tetapi juga membentuk sikap disiplin, kerja sama, dan sportivitas.   Alhamdulillah, kerja keras dan kebersamaan tersebut membuahkan hasil yang membanggakan. Tim MI Al-Ittihad berhasil meraih Juara 2 dalam lomba cerdas cermat tingkat Kecamatan Poncokusumo. Prestasi ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami sebagai mahasiswa KKM 129 Dusun Paras, sekaligus menjadi bukti bahwa pendampingan yang konsisten dapat memberikan dampak positif. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pendidikan serta menumbuhkan semangat belajar dan berprestasi bagi anak-anak di Dusun Paras dan sekitarnya.

Thumbnail
9 months ago
Upaya Mahasiswa KKM 29 Dampingi Orang Tua Hadapi Transisi Pendidikan Anak: Catatan Program KOMPAS, KKM Kelompok 29 UIN Malang 2026

MAULANA NUR ROKHIM

15 Januari, SDN 2 Jambesari - Kesiapan anak dalam menghadapi jenjang pendidikan baru kerap kali hanya diukur dari kemampuan akademik seperti membaca, menulis, dan berhitung. Padahal, aspek mental dan emosional memegang peranan yang tidak kalah penting dalam menunjang keberhasilan anak beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru. Tanpa kesiapan mental yang matang, anak berisiko mengalami kecemasan, penurunan motivasi belajar, hingga kesulitan bersosialisasi. Menanggapi fenomena tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 29 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan seminar parenting bertajuk "KOMPAS" (Komunikasi Orang Tua Membentuk Anak Berkelas) pada Kamis (15/1/2026) di SD Negeri 2 Jambesari. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKM dalam menghadirkan ruang edukasi bagi orang tua agar lebih siap mendampingi anak menghadapi fase transisi pendidikan. Seminar parenting ini diikuti oleh para orang tua dan wali murid kelas 6 SDN 2 Jambesari sebagai sasaran utama kegiatan. Mengusung tema "Membangun Kesiapan Akademik dan Mental Anak Menuju Jenjang Selanjutnya", kegiatan ini bertujuan membekali orang tua dengan pemahaman serta strategi praktis dalam mendukung tumbuh kembang anak secara holistik, tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik semata. Ketua Penanggung Jawab Bidang Parenting, Tazkiyah Amaliah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa masa transisi dari sekolah dasar ke jenjang pendidikan selanjutnya sering kali menjadi fase krusial dalam perkembangan anak. "Melalui KOMPAS, kami ingin menciptakan ruang refleksi bagi orang tua agar mampu menjadi penunjuk arah yang tepat bagi anaknya, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang berbakti bagi nusa, bangsa, dan agama," ujarnya. Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.45 WIB ini menghadirkan narasumber inspiratif, Ibu Diah Mayasari, S.Psi., M.Psi., C.Tr., seorang praktisi psikologi yang memiliki pengalaman luas dalam pendampingan anak dan keluarga. Dalam pemaparannya, Ibu Diah menekankan pentingnya komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak sebagai fondasi utama dalam membangun kesiapan mental. Ia juga mengajak peserta untuk lebih peka terhadap kondisi emosional anak, terutama menjelang masa peralihan jenjang pendidikan. Sesi seminar berlangsung secara edukatif dan interaktif. Para peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi yang membahas berbagai tantangan nyata, seperti kecemasan anak menghadapi lingkungan baru, tekanan akademik, hingga peran orang tua dalam membangun kepercayaan diri anak.  Selain sebagai sarana edukasi parenting, kegiatan ini juga merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Pihak sekolah, yang diwakili oleh Ibu Sri Lestari, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Sekolah SDN 2 Jambesari, menyambut baik terselenggaranya seminar ini. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam memperkuat sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan wali murid dalam mendukung proses pendidikan anak. Rangkaian acara ditutup dengan sesi doa bersama, penyerahan cinderamata kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi, serta foto bersama yang menjadi simbol terjalinnya kolaborasi dan kebersamaan. Melalui kegiatan seminar parenting KOMPAS ini, diharapkan para orang tua tidak lagi hanya berfokus pada capaian akademik dan angka di rapor, tetapi juga semakin memperhatikan kesehatan mental dan emosional anak sebagai bekal penting dalam meraih keberhasilan belajar di masa depan.