DHAMIRAH NURUL AFIQAH
Gajahrejo, Gedangan, Malang - 28 Desember 2025 - Pantai Batu Bengkung, salah satu permata wisata Malang Selatan yang terletak di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, kembali memancarkan pesonanya setelah aksi bersih-bersih yang digelar pada Minggu kemarin. Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi nyata antara mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 87 dengan nama kelompok Prabaswara dan Pemuda Arum Bagti dari Desa Sidodadi. Pantai Batu Bengkung memang bukan pantai biasa. Terletak di sebelah barat Pulau Sempu yang kini menjadi cagar alam dilindungi, pantai ini menyimpan keunikan yang sulit ditemukan di tempat lain: kolam alami di bibir pantai yang terbentuk dari deburan ombak yang terjebak dalam cekungan barikade karang. Kolam ajaib ini hanya muncul saat air laut pasang, menjadi tempat favorit pengunjung untuk mandi dan berenang dengan aman. Nama "Batu Bengkung" sendiri diambil dari keberadaan batu melengkung di bibir pantai yang menjadi ciri khas lokasi ini. Dari atas bukit dekat pantai, pemandangan yang tersaji begitu memukau: hamparan pasir putih kecoklatan berpadu dengan bukit karang dan bebatuan, dipeluk oleh ombak besar yang bergulung-gulung terlalu kuat untuk berenang, namun sempurna untuk dinikmati keindahannya. Siang itu, Sebelum Aksi bersih-bersih di mulai Para Relawan dari KKM UIN malang dan Para pemuda Desa Memulai dengan kegiatan yang tak kalah berkesan yaitu memasak bersama di pantai. Dengan membawa bahan-bahan makanan yang sudah disiapkan sebelum berangkat, mereka mendirikan dapur sederhana di area yang teduh dekat pantai. Suasana penuh kehangatan tercipta saat mahasiswa KKM dan pemuda lokal bekerja sama menyiapkan masakan. Ada yang menyalakan kompor, memotong Makanan, meracik bumbu, dan memasak dengan latar pemandangan laut yang memukau. Aroma masakan berpadu dengan semilir angin laut menciptakan suasana yang istimewa. Dengan semangat yang sudah terbangun dari kegiatan memasak bersama, Para Relawan dari KKM UIN malang dan Para pemuda Desa kini siap beraksi untuk kegiatan bersih-bersih pantai. Berbagai jenis sampah berhasil di kumpulkan ada sampah botol plastik, Kresek, styrofoam, puntung rokok, dan lain sebagainya. Setelah beberapa jam bekerja keras membersihkan pantai, tiba saatnya menikmati hasil masakan yang telah disiapkan. Para relawan berkumpul kembali di area yang teduh, membentangkan tikar di bawah pohon dengan latar pemandangan Pantai Batu Bengkung yang kini sudah bersih dan berkilau. Momen makan bersama ini menjadi quality time yang sangat berkesan. Rasa lelah setelah membersihkan pantai terbayar lunas dengan kelezatan masakan dan kehangatan kebersamaan. Sambil menyantap makanan hasil masak bersama di pagi hari, terdengar gelak tawa, cerita-cerita seru tentang pengalaman saat membersihkan pantai, sampah unik yang ditemukan, dan rasa syukur atas keberhasilan aksi hari ini. Sinergi antara mahasiswa KKM UIN Malang dan pemuda lokal terbukti menjadi formula sempurna. Mahasiswa membawa ide-ide segar dan semangat akademis, sementara Pemuda Arum Bagti dengan pengetahuan mendalam tentang kondisi lokal menjadi panduan yang berharga.
SALSABILATUL JANNAH
MALANG, 04 JANUARI 2026 - Rapat sering dianggap sebagai kegiatan formal yang membosankan dan melelahkan. Padahal, dalam kegiatan pengabdian masyarakat seperti KKM, rapat justru menjadi langkah awal yang penting. Dari rapat inilah mahasiswa bisa memahami kebutuhan masjid, menyamakan rencana, dan membangun kerja sama dengan pengurus. Hal tersebut terasa dalam koordinasi antara KKM 15 dan pengurus Masjid Miftahul Jannah yang menjadi awal pelaksanaan berbagai program selama masa KKM. Koordinasi ini dilakukan untuk membicarakan arah kegiatan yang akan dijalankan bersama, mulai dari peringatan Isra' Mi'raj, penguatan administrasi masjid, hingga pelaksanaan Family Corner. Diskusi berlangsung dalam suasana terbuka, di mana pengurus masjid dan mahasiswa KKM saling bertukar pandangan mengenai peran masjid di tengah masyarakat. Salah satu pembahasan utama dalam rapat tersebut adalah rencana peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini tidak dimaknai sekadar sebagai acara seremonial tahunan, melainkan sebagai momentum untuk menghadirkan pengajian yang tertib, tepat waktu, dan nyaman diikuti jamaah. Mahasiswa KKM diberi kepercayaan untuk mengelola teknis kegiatan, sementara pengurus masjid menekankan pentingnya koordinasi yang baik agar acara berjalan sesuai rencana. Kegiatan ini juga direncanakan melibatkan anak-anak TPQ melalui lomba-lomba keagamaan, sebagai upaya menumbuhkan kecintaan mereka terhadap masjid sejak dini. Rapat koordinasi tersebut juga menyinggung peran TPQ Masjid Miftahul Jannah sebagai bagian penting dari kehidupan masjid. Anak-anak TPQ diposisikan bukan hanya sebagai peserta kegiatan, tetapi sebagai generasi penerus yang perlu diberi ruang untuk tumbuh dan belajar. Oleh karena itu, seluruh kegiatan dirancang agar tetap selaras dengan jadwal belajar TPQ dan tidak mengganggu aktivitas rutin yang telah berjalan. Selain kegiatan keagamaan, koordinasi juga membahas penguatan administrasi dan manajemen masjid. Di tengah perkembangan zaman dan tuntutan keterbukaan, pengelolaan masjid memerlukan sistem administrasi yang tertib dan mudah dipahami. Melalui program KKM, mahasiswa berupaya mendampingi pengurus masjid dalam pengenalan sistem pelaporan sederhana yang dapat membantu pengelolaan keuangan dan inventaris. Pendampingan ini dimaksudkan sebagai upaya saling belajar, bukan untuk menggantikan peran pengurus yang telah ada. Pembahasan berikutnya yang tak kalah penting adalah rencana pelaksanaan Family Corner. Program ini lahir dari kesadaran bahwa masjid memiliki peran strategis dalam penguatan keluarga jamaah. Banyak persoalan keluarga yang membutuhkan ruang dialog dan edukasi, khususnya bagi para ibu. Melalui Family Corner, masjid diharapkan mampu menjadi ruang aman untuk berbagi pengalaman, belajar bersama, dan saling menguatkan. Kegiatan ini dirancang bekerja sama dengan organisasi ibu-ibu jamaah serta melibatkan narasumber yang kompeten di bidang keluarga dan kesehatan mental. Koordinasi KKM 15 dengan pengurus Masjid Miftahul Jannah juga menjadi sarana pembelajaran bersama. Bagi mahasiswa, rapat ini memberikan pengalaman berharga tentang dinamika bermasyarakat, komunikasi lintas generasi, dan pentingnya kerja kolektif. Sementara bagi pengurus masjid, kehadiran mahasiswa membawa semangat baru dalam menghidupkan program-program kemasjidan yang lebih kontekstual. Pada akhirnya, rapat ini menegaskan bahwa pengabdian tidak selalu dimulai dari kegiatan besar, melainkan dari proses mendengarkan dan berdiskusi bersama. Dari ruang koordinasi inilah kemudian lahir berbagai program yangj diharapkan mampu memperkuat peran Masjid Miftahul Jannah sebagai pusat ibadah sekaligus pusat kehidupan sosial masyarakat. Karena masjid sejatinya bukan hanya tentang bangunan, tetapi tentang manusia, relasi, dan nilai yang tumbuh di dalamnya.
RA MEIDI CHUSNUL CHOTIMAH
Bullying merupakan salah satu permasalahan serius yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah, khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Perilaku bullying tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis korban, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan karakter, rasa percaya diri, dan prestasi belajar siswa. Menyadari pentingnya upaya pencegahan sejak dini, kelompok 70 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan sosialisasi yang bertema Stop Bullying. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di SDN 1 Plandi yang terletak di Dusun Pandan Ploso, Desa Plandi, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang pada Sabtu (10/01/26). Sekolah ini dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki peran penting dalam pembentukan karakter siswa di lingkungan pedesaan. Sosialisasi diikuti oleh seluruh siswa yang terdiri dari 44 orang. Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh mahasiswa KKM. Sosialisasi dimulai dengan pemaparan materi yang mencakup pengertian bullying, jenis-jenis bullying, dan dampak negatif bullying bagi korban maupun pelaku, serta pentingnya membangun sikap saling menghormati dan menghargai sesama teman. Pemaparan materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa Sekolah Dasar, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Dalam sesi pemaparan materi, mahasiswa KKM juga memberikan contoh-contoh bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, seperti mengejek teman, memanggil dengan sebutan yang tidak baik, mengucilkan teman, hingga tindakan fisik seperti mendorong atau memukul. Para siswa diajak untuk mengenali bahwa tindakan-tindakan tersebut termasuk dalam perilaku bullying yang tidak boleh dilakukan. Selain itu, siswa juga diberi pemahaman bahwa bullying bukanlah hal yang sepele dan dapat menimbulkan luka batin yang mendalam bagi korban. Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video bertema Stop Bullying. Video tersebut menampilkan ilustrasi sederhana mengenai dampak bullying serta pesan moral tentang pentingnya empati dan kepedulian terhadap sesama. Melalui media audiovisual, siswa terlihat lebih fokus dan tertarik mengikuti kegiatan. Pemutaran video ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman siswa mengenai materi yang telah disampaikan sebelumnya serta menanamkan nilai-nilai positif secara lebih mendalam. Respon siswa selama kegiatan berlangsung sangat positif. Banyak siswa yang mulai berani mengungkapkan pendapat dan pengalaman mereka terkait perilaku bullying yang pernah mereka lihat atau alami di lingkungan sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan mampu membuka ruang diskusi dan meningkatkan kesadaran siswa mengenai isu bullying. Sebelum kegiatan berakhir, mahasiswa KKM mengajak para siswa untuk menuliskan pengalaman pribadi yang pernah mereka rasakan, baik sebagai korban maupun pelaku bullying. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kejujuran, refleksi diri, serta menumbuhkan empati pada diri siswa. Dengan menuliskan pengalaman tersebut, siswa diharapkan dapat memahami perasaan orang lain dan menyadari pentingnya bersikap baik kepada sesama teman. Kegiatan sosialisasi Stop Bullying ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan SDN 1 Plandi. Melalui pemahaman yang diberikan, siswa diharapkan mampu menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghargai. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mendukung pendidikan karakter dan pencegahan perilaku negatif di lingkungan sekolah. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa Kelompok 70 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan para siswa SDN 1 Plandi. Sesi foto bersama ini menjadi simbol kebersamaan serta kenang-kenangan. Dengan adanya kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat terus mengingat pesan-pesan Stop Bullying dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
APRILIA NANDA INDRI ROSITA
SIDODADI, GEDANGAN – Dalam rangka memperingati peristiwa besar Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, kelompok KKM 87 (Prabaswara) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Lomba Isra Mi’raj yang dipusatkan di Masjid Miftahul Huda pada Minggu, 25 Januari 2026. Kegiatan keagamaan ini dimulai pukul 12.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh santri-santri dari 4 TPQ di Dusun Umbulrejo. Lomba ini diselenggarakan sebagai upaya menanamkan nilai-nilai keislaman serta meningkatkan kecintaan anak-anak terhadap ibadah dan Al-Qur’an sejak usia dini. Peringatan Isra Mi’raj kali ini dikemas dalam bentuk perlombaan edukatif yang melibatkan anak-anak sebagai peserta utama. Panitia menyelenggarakan tiga cabang lomba, yaitu lomba adzan, lomba tartil Al-Qur’an Juz Amma, serta lomba bacaan salat. Ketiga lomba tersebut dipilih karena berkaitan langsung dengan praktik ibadah sehari-hari yang menjadi dasar pembentukan karakter religius anak. Setiap TPQ di Dusun Umbulrejo diminta untuk mengirimkan tiga orang perwakilan, dengan ketentuan masing-masing satu anak untuk setiap cabang lomba. Untuk menjaga keadilan dan menyesuaikan kemampuan peserta, panitia juga menetapkan batasan kelas pada setiap lomba. Lomba adzan dan lomba tartil Al-Qur’an Juz Amma diikuti oleh peserta dari kelas 1 hingga 6 Sekolah Dasar, sedangkan lomba bacaan salat dikhususkan bagi anak-anak kelas 1 hingga 4 Sekolah Dasar. Selama pelaksanaan lomba, suasana Masjid Miftahul Huda dipenuhi antusiasme peserta dan dukungan para ustadz, ustadzah, orang tua, serta anggota KKM 87 (Prabaswara) yang bertugas sebagai panitia. Anak-anak tampak percaya diri saat melantunkan adzan, membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan tartil, hingga mempraktikkan bacaan dan gerakan salat secara tertib dan khusyuk. Melalui kegiatan ini, panitia berharap anak-anak tidak hanya terpacu untuk meraih prestasi, tetapi juga termotivasi untuk terus memperbaiki kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, lomba ini menjadi sarana pembinaan mental, keberanian tampil di depan umum, serta penguatan pendidikan agama Islam di lingkungan keluarga dan masyarakat.
SALVADILA RAHMALIA PUTRI
KKM Dhahawicaksana Selenggarakan Seminar Anti Bullying di SDN Selopanggung 1 Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Dhahawicaksana melaksanakan kegiatan seminar anti bullying sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental dan pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Kegiatan ini diselenggarakan di SDN Selopanggung 1 pada Rabu, 21 Januari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Peserta kegiatan merupakan siswa kelas 5 dan 6 yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh perhatian dan antusias. Seminar anti bullying ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai apa itu bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan bagi korban maupun pelaku. Melalui kegiatan ini, KKM Dhahawicaksana berharap siswa dapat lebih peka terhadap perasaan teman, saling menghargai, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman bagi semua. Rangkaian acara diawali dengan penyampaian materi mengenai bullying. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan usia siswa kelas 5 dan 6. Mahasiswa KKM menjelaskan pengertian bullying, contoh perilaku yang termasuk bullying, serta cara mencegah dan menyikapi tindakan bullying di sekolah. Siswa terlihat aktif menyimak dan beberapa di antaranya merespons dengan pertanyaan maupun pendapat. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi renungan yang berlangsung dengan suasana khidmat. Pada sesi ini, siswa diajak untuk merenungkan kembali sikap dan perilaku mereka terhadap teman-temannya, serta memahami dampak emosional yang dapat ditimbulkan oleh tindakan bullying. Suasana tenang dan penuh makna terasa selama sesi renungan berlangsung. Usai sesi renungan, kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas membuat ungkapan perasaan. Siswa diajak menuliskan dan mengungkapkan bagaimana perasaan mereka apabila menjadi korban bullying. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih empati serta membantu siswa memahami bahwa setiap perilaku negatif dapat meninggalkan luka bagi orang lain. Selanjutnya, siswa diarahkan untuk menulis surat rahasia yang berisi cerita pengalaman pribadi apabila pernah mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Surat tersebut bersifat tertutup dan tidak dibacakan di depan umum, sehingga siswa dapat mengekspresikan perasaannya dengan jujur dan aman. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi siswa untuk menyadari pentingnya saling menghormati di lingkungan sekolah. Pihak sekolah menyambut baik terselenggaranya seminar anti bullying ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan. Melalui seminar ini, KKM Dhahawicaksana berharap siswa kelas 5 dan 6 SDN Selopanggung 1 dapat lebih memahami pentingnya sikap saling menghargai. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa yang selaras dengan semangat bergerak dan berdampak dalam membentuk generasi yang berkarakter dan peduli terhadap sesama.
TALITHA NABILA AULIA RIZKY
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Dhahawicaksana menyelenggarakan kegiatan psikoedukasi dengan tema Peran Orang Tua terhadap Perkembangan Anak yang dilaksanakan di SDN Selopanggung 1. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 14 Januari 2026, pukul 09.00 WIB, dan diikuti oleh wali murid kelas 1 dan 2. Jumlah peserta yang hadir mencapai kurang lebih 50 orang, termasuk para ibu dan bapak wali murid yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan tersebut. Psikoedukasi ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian KKM Dhahawicaksana terhadap pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah dasar. Lingkungan keluarga dinilai memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan emosional, sosial, dan akademik anak. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan wawasan baru kepada orang tua dalam mendampingi anak di masa pertumbuhan. Dalam kegiatan ini, KKM Dhahawicaksana menghadirkan pemateri ahli di bidang psikologi, yaitu Ibu Hermin Nurbaity Asri, S. Psi., M. Psi., Psikolog, seorang psikolog yang berpengalaman dalam pendampingan perkembangan anak. Materi yang disampaikan meliputi peran orang tua dalam membangun komunikasi yang positif, memberikan pola asuh yang tepat, serta menciptakan lingkungan rumah yang aman dan mendukung proses belajar anak. Pemateri juga menekankan pentingnya keterlibatan kedua orang tua, baik ibu maupun bapak, dalam proses pengasuhan. Selama penyampaian materi, suasana kegiatan berlangsung kondusif dan interaktif. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kediri serta Dinas Pendidikan Kediri, yang menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap upaya peningkatan peran orang tua dalam mendukung perkembangan anak usia sekolah dasar. Para wali murid tampak aktif menyimak penjelasan dan beberapa di antaranya mengajukan pertanyaan seputar permasalahan yang dihadapi dalam mendampingi anak sehari-hari. Kehadiran bapak-bapak wali murid turut menjadi perhatian tersendiri, karena menunjukkan kesadaran bersama bahwa peran ayah juga sangat penting dalam perkembangan anak. Pihak sekolah menyambut baik terselenggaranya kegiatan psikoedukasi ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang. Menurut pihak sekolah, kolaborasi antara mahasiswa KKM, sekolah, dan orang tua menjadi langkah positif dalam mendukung kualitas pendidikan dan kesejahteraan peserta didik. Melalui kegiatan psikoedukasi ini, KKM Dhahawicaksana berharap para orang tua dapat lebih memahami perannya dalam mendampingi perkembangan anak secara optimal. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat di bidang pendidikan dan psikologi, dengan tujuan menciptakan generasi yang sehat secara emosional, cerdas, dan berkarakter.