Thumbnail
9 months ago
Kenangan dan Pengabdian: Penutupan KKM 87 Prabaswara bersama Arum Bagti di Pantai Batu Bengkung

IRFIQNA DINANA

Kegiatan penutupan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bersama Arum Bagti yang berlangsung pada tanggal 31 Januari 2026 di Pantai Batu Bengkung, pada akhir masa pengabdian mahasiswa, dengan melibatkan mahasiswa KKM dan Arum Bagti, sebagai bentuk penandaan berakhirnya seluruh rangkaian program KKM yang telah dijalankan, melalui acara seremonial dan kebersamaan. Acara penutupan KKM dilaksanakan dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini menjadi momen refleksi atas berbagai program yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa selama berada di tengah masyarakat, mulai dari kegiatan sosial, edukasi, hingga kepedulian terhadap lingkungan sekitar Pantai Batu Bengkung. Dalam sambutannya, perwakilan mahasiswa KKM menyampaikan ucapan terima kasih kepada Arum Bagti yang telah memberikan dukungan serta kerja sama selama pelaksanaan KKM. Mahasiswa menilai sinergi yang terjalin menjadi faktor penting dalam menyukseskan berbagai kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan potensi wisata dan pelestarian lingkungan pantai. Sementara itu, perwakilan dari Arum Bagti menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM yang telah aktif berpartisipasi dalam kegiatan kepemudaan dan sosial. Kehadiran mahasiswa dinilai mampu memberikan ide-ide baru, semangat kolaborasi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, terhadap pentingnya menjaga dan mengembangkan kawasan Pantai Batu Bengkung. Rangkaian acara penutupan diisi dengan doa bersama, penyampaian kesan dan pesan, serta penyerahan cenderamata sebagai simbol berakhirnya program KKM. Acara berlangsung lancar dengan latar keindahan alam Pantai Batu Bengkung yang menambah kekhidmatan suasana. Melalui kegiatan KKM ini, diharapkan hubungan baik antara mahasiswa dan Arum Bagti, dapat terus terjalin meskipun program telah berakhir. KKM di Pantai Batu Bengkung diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan serta menjadi langkah awal bagi pengembangan potensi lokal di masa mendatang.

Thumbnail
9 months ago
Pembuatan Insinerator sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Desa Kelompok 70 KKM "Nirmalasara"

RIMA OKTAFIANA ZALIANTI

Permasalahan pengelolaan sampah masih menjadi isu utama di wilayah pedesaan, khususnya pada desa yang belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan sampah dan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), Kelompok 70 “Nirmalasara” melaksanakan program kerja pembuatan insinerator sebagai salah satu solusi alternatif dalam pengelolaan sampah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa insinerator yang dibangun dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengolahan sampah rumah tangga dan mendapat respons positif dari masyarakat desa. Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang hingga saat ini belum sepenuhnya tertangani, terutama di wilayah pedesaan. Keterbatasan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, seperti tidak tersedianya Tempat Pembuangan Akhir (TPA), menyebabkan masyarakat cenderung membuang sampah secara sembarangan atau melakukan pembakaran terbuka. Praktik tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, serta menurunnya kualitas hidup masyarakat. Guna menghadapi permasalahan di atas, Desa Plandi, tepatnya Dusun Pandan Ploso, merupakan lokasi pelaksanaan KKM Kelompok 70 “Nirmalasara”. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan perangkat desa serta masyarakat setempat, pengelolaan sampah menjadi salah satu permasalahan utama yang membutuhkan penanganan. Oleh karena itu, Kelompok 70 “Nirmalasara” merancang dan melaksanakan program kerja pembuatan insinerator sebagai upaya pengelolaan sampah yang sederhana, efektif, dan sesuai dengan kondisi desa. Kegiatan pembuatan insinerator ini bertujuan untuk: Menyediakan sarana pengelolaan sampah bagi masyarakat desa. Mengurangi volume sampah yang tidak terkelola akibat ketiadaan TPA. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan dan kelestarian lingkungan. Mendukung terciptanya lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan pembuatan insinerator dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut. Observasi dan Identifikasi Masalah Kelompok melakukan observasi langsung terhadap kondisi lingkungan desa serta melakukan wawancara singkat dengan perangkat desa dan masyarakat untuk mengidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan pengelolaan sampah. Perencanaan Program Berdasarkan hasil observasi, kelompok menyusun perencanaan program kerja yang meliputi desain insinerator, pemilihan bahan, serta penentuan lokasi pembangunan dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan kemudahan penggunaan. Pelaksanaan Pembuatan Insinerator Pembuatan insinerator dilaksanakan secara gotong royong oleh anggota Kelompok 70 “Nirmalasara” dengan melibatkan masyarakat setempat. Proses ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap fasilitas yang dibangun. Sosialisasi kepada Masyarakat Setelah insinerator selesai dibuat, dilakukan peresmian sekaligus sosialisasi kepada masyarakat mengenai fungsi, cara penggunaan, serta perawatan insinerator agar dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini adalah terbangunnya satu unit insinerator yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengolahan sampah rumah tangga di desa. Insinerator tersebut mampu mengurangi volume sampah dan membantu mengatasi permasalahan penumpukan sampah yang sebelumnya terjadi akibat ketiadaan TPA. Partisipasi masyarakat dalam proses pembuatan menunjukkan antusiasme dan respons yang positif. Masyarakat mulai memahami pentingnya pengelolaan sampah yang baik serta dampaknya terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. Dengan demikian, program kerja ini tidak hanya menghasilkan sarana fisik, tetapi juga memberikan dampak edukatif bagi masyarakat desa. Program kerja pembuatan insinerator yang dilaksanakan oleh Kelompok 70 KKM “Nirmalasara” merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata. Keberadaan insinerator dapat menjadi solusi alternatif dalam pengelolaan sampah di desa yang belum memiliki TPA. Selain itu, kegiatan ini turut meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Diharapkan pemerintah desa dan masyarakat setempat dapat menjaga, merawat, serta memanfaatkan insinerator yang telah dibangun secara optimal. Selain itu, diperlukan program lanjutan berupa edukasi pemilahan sampah agar pengelolaan sampah di desa dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Thumbnail
9 months ago
Program Mengajar Mahasiswa KKM kelompok 87 prabaswara Dukung Peningkatan Pembelajaran di SD Negeri 02 Sidodadi

SOFI RAMADANI

Sidodadi — Program mengajar yang dilaksanakan oleh siswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mendukung kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 02 Sidodadi. Kegiatan ini berlangsung secara terjadwal sebanyak empat kali dalam sepekan, yakni pada hari Senin hingga Kamis, dan dilaksanakan mulai tanggal 05 Januari sampai dengan 15 Januari 2026. Selama pelaksanaan kegiatan, siswa KKM terlibat langsung dalam proses pembelajaran di kelas. Kehadiran siswa memberikan warna baru dalam kegiatan belajar mengajar, terutama melalui penggunaan metode pembelajaran yang lebih variatif dan komunikatif. Dengan pendekatan tersebut, siswa menjadi lebih aktif dalam mengikuti pelajaran serta lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru. Program pengajaran ini tidak hanya terfokus pada penyampaian materi pelajaran, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa. Mahasiswa KKM turut menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kerja sama, dan keberanian dalam berpendapat. Respons positif datang dari pihak sekolah, baik guru maupun siswa. Guru merasa terbantu dengan adanya pendampingan di kelas, sementara siswa menunjukkan semangat dan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Secara keseluruhan, pelaksanaan program pengajaran ini memberikan manfaat yang nyata bagi sekolah. Selain menambah pengalaman siswa KKM dalam dunia pendidikan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan bagi siswa. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di SD Negeri 02 Sidodadi.  

Thumbnail
9 months ago
SHALAWATAN: KKM 87 PRABASWARA dalam Mengikuti Tradisi Shalawatan Rutin Setiap Senin Malam

AZIZAH NUZULAN SAHUURA

Bagi umat Islam, shalawat bukan sekadar rangkaian kalimat pujian. Lebih dari itu, shalawat adalah ungkapan cinta mendalam kepada Nabi Muhammad SAW sebuah cara untuk mendekatkan diri pada sosok yang menjadi teladan hidup. Setiap kali melantunkan shalawat, ada harapan untuk mendapat syafaat beliau kelak di hari pembalasan. Yang menarik, tradisi shalawatan ini juga punya peran sosial yang kuat: mempererat tali silaturahmi antarwarga dan menciptakan atmosfer religius yang hangat di tengah kehidupan bermasyarakat. Melihat pentingnya tradisi ini, mahasiswa KKM 87 Prabaswara tidak mau ketinggalan untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan shalawatan rutin yang sudah berlangsung lama di Desa Sidodadi. Shalawatan di desa ini bukan kegiatan sesekali. Ini sudah jadi rutinitas yang ditunggu-tunggu setiap Senin malam, bahkan sudah mengakar sebagai bagian dari identitas keagamaan masyarakat setempat. Mahasiswa KKM 87 Prabaswara mulai ikut meramaikan kegiatan ini sejak 29 Desember 2025 hingga 26 Januari 2026, berkumpul di rumah Abah Izar selaku tokoh masyarakat. Satu hal yang bikin kegiatan ini spesial adalah kehadirannya yang lintas generasi dari anak-anak kecil yang masih belajar membaca shalawat, remaja yang penuh semangat, sampai para orang tua yang sudah hafal di luar kepala. Semua berkumpul jadi satu, bukti nyata kalau semangat kebersamaan dan gotong royong masih hidup dalam menjalankan aktivitas keagamaan. Suasana di setiap Senin malam itu selalu terasa istimewa. Pelaksanaan shalawatan berlangsung dengan penuh khidmat dan kekhusyukan. Ketika lantunan shalawat dibaca bersama-sama, ada ketenangan yang menyusup ke dalam hati, memberikan kedamaian tersendiri bagi setiap jamaah yang hadir. Bukan cuma baca shalawat doang, kegiatan ini sering diselingi dengan doa bersama dan tausiyah singkat yang isinya tentang pesan-pesan keislaman. Jadi, selain menenangkan jiwa, kegiatan ini juga menambah wawasan dan memperkaya pemahaman keagamaan para jamaah. Keterlibatan mahasiswa KKM 87 Prabaswara dalam shalawatan rutin ini ternyata disambut dengan antusias oleh masyarakat. Bukan cuma duduk manis dan ikut melantunkan shalawat, anak-anak muda ini juga turun tangan membantu berbagai persiapan mulai dari menata tempat duduk, membantu mengatur jamaah yang berdatangan, sampai menjalin komunikasi dengan tokoh agama dan warga sekitar. Partisipasi aktif seperti ini jadi bukti konkret bahwa mahasiswa benar-benar ingin terlibat langsung dalam menghidupkan kembali atau lebih tepatnya, menjaga agar tetap hidup kegiatan keagamaan yang sudah lama berjalan di desa. Lewat kegiatan shalawatan rutin setiap Senin malam ini, ada harapan besar bahwa masyarakat akan terus menjaga dan merawat tradisi keagamaan yang sudah turun-temurun. Shalawatan bukan hanya soal ibadah semata, tapi juga jadi wadah untuk memperkuat ukhuwah islamiyah, menumbuhkan rasa kebersamaan yang tulus, sekaligus mengingatkan semua orang akan pentingnya menempatkan nilai-nilai spiritual dalam keseharian yang kadang serba sibuk dan materialistis. Buat mahasiswa KKM 87 Prabaswara sendiri, terlibat dalam kegiatan shalawatan rutin ini memberikan pengalaman yang sangat berarti dan sulit dilupakan. Selain nambah wawasan tentang bagaimana kehidupan keagamaan di masyarakat desa berjalan, mereka juga belajar menghargai dan turut menjaga tradisi religius yang sudah mengakar begitu dalam. Harapannya sederhana tapi penuh makna: semoga kegiatan shalawatan rutin setiap Senin malam ini bisa terus bergulir tanpa henti dan semakin membawa manfaat bagi masyarakat Desa Sidodadi, bahkan setelah masa pengabdian mahasiswa KKM berakhir dan mereka harus kembali ke kampus masing-masing.

Thumbnail
9 months ago
Langkah Nyata KKM Prabaswara 87 dan Pemuda Arum Bagti Mewujudkan Lingkungan Asri melalui Penanaman Bunga Andong dan Puring di RT 13 Dusun Umbulrejo

ALWAN

Dusun Umbulrejo terus menunjukkan komitmennya dalam menata lingkungan yang bersih, asri, dan memiliki nilai estetika. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman bunga andong dan puring yang dilaksanakan di sepanjang jalan RT 13 Dusun Umbulrejo pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata masyarakat dalam memperindah wajah dusun, sekaligus menciptakan lingkungan yang nyaman dan tertata sebagai bagian dari proses menuju pengembangan dusun wisata berbasis lingkungan. Pelaksanaan kegiatan penanaman ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari warga sekitar hingga pemuda setempat yang turut berpartisipasi secara aktif. Keterlibatan pemuda menjadi elemen penting dalam kegiatan ini, karena menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dusun tempat mereka tumbuh dan tinggal. Bersama-sama, mereka melakukan penanaman secara berderet di sisi jalan RT 13, sehingga kawasan tersebut tampak lebih rapi, hijau, dan sedap dipandang oleh siapa pun yang melintas. Pemilihan lokasi penanaman di sepanjang jalan RT 13 bukan tanpa pertimbangan. Jalan ini merupakan salah satu akses yang cukup sering dilalui oleh warga maupun pendatang, sehingga memiliki peran strategis sebagai wajah awal Dusun Umbulrejo. Dengan adanya penataan tanaman hias di sepanjang jalur tersebut, diharapkan dapat menciptakan kesan pertama yang positif, menghadirkan suasana yang lebih sejuk, serta mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap penataan ruang publik secara berkelanjutan. Adapun jenis tanaman yang dipilih, yaitu andong dan puring, memiliki nilai fungsional dan estetika yang tinggi. Andong dikenal sebagai tanaman yang mudah tumbuh, memiliki daya tahan yang baik, serta bentuk daun yang tegas sehingga cocok dijadikan elemen penghias dan pembatas jalan. Sementara itu, puring memiliki keunikan pada warna dan corak daunnya yang beragam, sehingga mampu memberikan sentuhan visual yang hidup dan menarik. Perpaduan kedua tanaman ini diharapkan mampu memperkuat karakter lanskap jalan sekaligus menambah keindahan lingkungan sekitar. Selain berfungsi sebagai penghias, penanaman bunga andong dan puring juga memberikan manfaat ekologis bagi lingkungan. Tanaman ini membantu mengurangi debu di sepanjang jalan, menjaga kelembapan tanah, serta berperan sebagai pembatas alami antara jalan dan area sekitarnya. Dengan lingkungan yang lebih hijau dan tertata, masyarakat diharapkan semakin terdorong untuk menjaga kebersihan, merawat tanaman yang telah ditanam, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap ruang bersama di dusun mereka. Lebih dari itu, kegiatan penanaman ini memiliki tujuan jangka panjang sebagai penanda identitas Dusun Umbulrejo. Penataan jalan dengan tanaman hias diharapkan menjadi simbol bahwa dusun ini tengah berbenah dan siap berkembang sebagai dusun wisata. Kehadiran bunga andong dan puring di sepanjang jalan menjadi penanda visual yang mudah dikenali, sekaligus pesan bahwa Dusun Umbulrejo adalah dusun yang peduli terhadap keindahan, kenyamanan, dan kelestarian lingkungannya. Melalui kegiatan penanaman bunga ini, masyarakat dan pemuda Dusun Umbulrejo tidak hanya menanam tanaman, tetapi juga menanam harapan. Harapan akan lingkungan yang lebih indah, suasana dusun yang lebih nyaman, serta masa depan Umbulrejo sebagai dusun wisata yang memiliki karakter kuat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Thumbnail
9 months ago
Merajut Kebersamaan Lewat Gotong Royong: KKM Prabaswara 87 Bangun Pos Kamling

INAYA RUKMANA PUTRI

Keamanan dan kenyamanan lingkungan merupakan kebutuhan dasar dalam kehidupan bermasyarakat. Lingkungan yang aman akan menciptakan rasa tenteram, memperkuat hubungan sosial, serta mendukung aktivitas warga sehari-hari. Berangkat dari kesadaran tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Prabaswara 87 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan kerja bakti pembangunan pos kamling bersama masyarakat Desa Sidodadi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Tidak hanya sekadar menjalankan program kerja, pembangunan pos kamling ini juga bertujuan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai gotong royong yang telah lama menjadi ciri khas kehidupan desa. Awal Kegiatan: Dari Niat Baik hingga Aksi Nyata Pembangunan pos kamling diawali dengan koordinasi antara mahasiswa KKM Prabaswara 87, perangkat desa, dan tokoh masyarakat setempat. Melalui musyawarah bersama, disepakati bahwa pos kamling perlu dibangun sebagai sarana pendukung keamanan lingkungan dan pusat kegiatan ronda malam warga. Pada hari pelaksanaan, mahasiswa dan warga mulai berkumpul sejak pagi. Dengan peralatan sederhana dan semangat kebersamaan, kegiatan kerja bakti dimulai dari membersihkan area sekitar, menyiapkan material bangunan, hingga proses pembangunan pos kamling secara bertahap. Gotong Royong Tanpa Sekat Suasana kerja bakti berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Mahasiswa dan warga bekerja tanpa sekat, saling membantu sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang mengangkat bahan bangunan, mencampur adukan, hingga merapikan area sekitar. Di sela-sela kegiatan, canda dan obrolan ringan turut mengiringi, menciptakan suasana akrab dan menyenangkan. Kegiatan ini menjadi momen berharga bagi mahasiswa KKM Prabaswara 87 untuk lebih dekat dengan masyarakat. Melalui interaksi langsung, mahasiswa tidak hanya belajar tentang kehidupan sosial desa, tetapi juga memahami arti kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Pos Kamling: Lebih dari Sekadar Bangunan Pos kamling yang dibangun bukan hanya sebuah bangunan fisik, tetapi juga simbol kepedulian dan tanggung jawab bersama. Keberadaan pos kamling diharapkan dapat menjadi pusat koordinasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan, khususnya melalui kegiatan ronda malam. Selain itu, pos kamling juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul warga untuk berdiskusi, bertukar informasi, dan mempererat silaturahmi. Dengan demikian, pos kamling memiliki peran strategis dalam membangun rasa aman sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga. Antusiasme dan Dukungan Masyarakat Antusiasme masyarakat Desa Sidodadi terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Dukungan dan partisipasi aktif warga menjadi bukti bahwa program kerja yang dijalankan oleh KKM Prabaswara 87 mendapat respon positif. Kerja sama yang terjalin menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat mampu menghasilkan manfaat nyata bagi lingkungan desa. Kegiatan kerja bakti ini juga menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong masih hidup dan relevan, terutama ketika dilakukan dengan niat baik dan tujuan bersama. Jejak Pengabdian KKM Prabaswara 87 Melalui pembangunan pos kamling ini, mahasiswa KKM Prabaswara 87 berharap dapat meninggalkan jejak pengabdian yang bermanfaat dan berkelanjutan. Pos kamling yang dibangun diharapkan dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal oleh warga sebagai sarana pendukung keamanan lingkungan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu, nilai sosial, dan kepedulian terhadap masyarakat. KKM Prabaswara 87 berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang membawa dampak positif, demi terciptanya Desa Sidodadi yang aman, nyaman, dan harmonis.