Thumbnail
12 months ago
Puasa Sehat, Tumbuh Kuat: Mencegah Stunting dengan Gizi Seimbang

VIOKI DEVA AHNAF RAHMATULLOH

Puasa Sehat, Tumbuh Kuat: Mencegah Stunting dengan Gizi Seimbang Ramadhan bukan hanya bulan penuh berkah, tetapi juga momen penting untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang. Dalam rangka menyambut bulan suci ini, KKM Andhikari Cendekia UIN Maulana Malik Ibrahim mengadakan sebuah kegiatan sosial bertajuk "Berbuka dengan MARJAN (Mari Sehat Bergizi di Bulan Ramadhan)" diselenggarakan di Panti Asuhan Minhajul Abidin, Jogoroto, Jombang. Kegiatan ini membawa semangat “Puasa Sehat, Tumbuh Kuat” sebagai upaya pencegahan stunting pada anak-anak melalui edukasi gizi yang menyenangkan. Acara dimulai dengan penyampaian materi mengenai stunting sebuah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Materi dikemas dalam bentuk storytelling tentang seorang anak yang mengalami stunting, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak panti. Setelah itu, peserta diajak mengenal makanan bergizi yang baik dikonsumsi selama Ramadhan. Tim fasilitator menjelaskan pentingnya asupan yang seimbang saat sahur dan berbuka puasa, serta bagaimana puasa sebenarnya bisa mendukung kesehatan tubuh jika dijalankan dengan pola makan yang tepat. Tak lupa, peserta juga diberikan wawasan tentang kebiasaan buruk saat berbuka, seperti konsumsi berlebihan makanan manis dan gorengan, yang bisa berdampak negatif pada tubuh. Untuk memperkuat pemahaman, digelar games edukatif bertajuk "Ngabuburit Bareng Yuk", di mana anak-anak diajak menyusun menu sehat untuk berbuka secara interaktif dan menyenangkan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan buka puasa bersama. Menu buka puasa kali ini mencerminkan prinsip gizi seimbang:  1. Nasi 2. Ayam 3. Capcay 4. Pisang, Dan  5. Susu Kedelai. Hidangan tersebut tidak hanya lezat, tapi juga penuh kandungan gizi yang mendukung pertumbuhan optimal anak-anak. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta, terutama anak-anak panti, semakin sadar pentingnya pola makan sehat dan dampaknya bagi pertumbuhan. Semoga semangat Ramadhan kali ini membawa kebaikan, tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam menjaga kesehatan dan mencegah stunting di masa depan.

Thumbnail
12 months ago
Perkuat Peran Ibu dalam Rumah Tangga, Mahasiswa KKN UIN Malang Adakan Seminar Parenting di Blitar

AULIA RACHMAN AINUN NABILA

Blitar, 7 Mei 2025 -- Rumah tangga adalah sekolah pertama bagi setiap anak, dan seorang ibu adalah gurunya. Ia mendidik dengan hati, membimbing dengan teladan, dan menguatkan dengan cinta. Berangkat dari kesadaran akan pentingnya peran ibu dalam membentuk karakter keluarga, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan seminar parenting di Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Seminar yang digelar pada Rabu, 7 Mei 2025 ini mengusung tema "Perempuan Hebat: Kunci Mental Tangguh dalam Berumah Tangga". Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan mahasiswa KKN dalam bidang pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam aspek ketahanan keluarga dan kesehatan mental ibu rumah tangga. Dalam suasana balai desa yang sederhana namun hangat, puluhan ibu dari berbagai dusun berkumpul untuk mengikuti seminar. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya peran perempuan sebagai pusat emosional dalam rumah tangga, pengelola krisis dalam keluarga, serta pendidik utama bagi anak-anak. Tidak hanya teori, seminar ini juga menyajikan praktik sederhana seperti latihan relaksasi, pengelolaan stres, dan tips membangun komunikasi yang sehat dengan pasangan serta anak-anak. Peserta tampak antusias, tidak hanya mencatat, tetapi juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman secara spontan. Dengan pendekatan yang ramah dan bahasa yang mudah dipahami, materi parenting terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta. Tak ada istilah-istilah rumit, semuanya dibawakan dengan contoh nyata dan gaya penyampaian yang bersahabat. Salah satu fokus utama dari seminar ini adalah bagaimana perempuan dapat membangun mental tangguh dalam menghadapi tantangan rumah tangga. Ketangguhan yang dimaksud bukan berarti tidak pernah lelah atau sedih, melainkan kemampuan untuk bangkit, tetap waras, dan tetap bahagia meski hidup tidak selalu sempurna. Sebagai ibu, perempuan sering kali menyimpan beban yang tidak terlihat. Dalam seminar ini, para peserta diajak untuk menyadari pentingnya merawat diri, mengelola emosi, dan tidak ragu meminta dukungan saat dibutuhkan. Karena ibu yang sehat secara mental akan jauh lebih kuat dalam membimbing keluarganya. Seminar ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tapi juga menjadi ruang pertemuan sosial yang mempererat ikatan antar warga. Bagi mahasiswa KKN, ini juga menjadi momen belajar langsung dari masyarakat, mengasah empati, dan menguji kemampuan mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan nyata.    Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga maupun perangkat desa. Mereka berharap program-program edukatif seperti ini bisa terus dilakukan di masa mendatang, karena manfaatnya sangat terasa, terutama dalam meningkatkan kesadaran dan kepercayaan diri para ibu. Lewat seminar ini, mahasiswa KKN UIN Malang ingin menyampaikan pesan bahwa menjadi perempuan hebat tidak harus sempurna dalam segalanya. Cukup menjadi ibu yang mau belajar, terus tumbuh, dan tetap tersenyum meski hidup kadang tidak mudah. Dengan semangat kecil dari desa, para mahasiswa berharap bisa menyalakan api semangat dalam hati para ibu. Sebab ketika seorang ibu kuat, maka satu keluarga ikut kuat. Dan jika banyak keluarga kuat, maka masyarakat pun akan menjadi lebih tangguh. Seminar parenting ini hanyalah satu langkah kecil. Namun dari langkah kecil inilah, perubahan besar bisa dimulai.  

Thumbnail
12 months ago
Peran Mahasiswa KKM Karsa Adhigana UIN Malang dalam Mendukung Literasi Al-Qur'an di TPQ Baiturrahman

AMEYLIA MAULIDA

Malang, Upaya peningkatan literasi Al-Qur’an terus dilakukan ileh berbagai elemen Masyarakat, termasuk juga dari kalangan mahasiswa. Salah satu wujud kontribusi nyata datang dari mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Karsa Adhigana UIN Malang, yang menjalankan program kegiatan pengabdian di wilayah Jetis, Mulyoagung, Dau dengan fokus kegiatan edukatif berbasis keislaman. Salah satu fokus pelaksanaan kegiatan pengabdian mereka bertempat di TPQ Baiturrahman, sebuah Lembaga Pendidikan Al-Qur’an yang membina anak anak usia dini hingga remaja. Dalam rangka mendukung proses pembelajaran, mahasiswa KKM terlibat aktif dalam kegiatan mengajar, seperti membantu santri memahami dasar dasar membaca Al-Qur’an, memperbaiki bacaan, dan menanamkan semangat belajar agama sejak dini.   Kegiatan ini berlangsung secara terstruktur dan berkelanjutan selama bulan Ramadan. Para mahasiswa juga Menyusun kurikulum sederhana yang disesuaikan dengan Tingkat kemampuan santri, serta menggunakan beberapa metode pembelajaran kimunikatif dan interaktif. Pendekatan ini dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan membangun kedekatan emosional antara pengajar dan dan santri. Peran mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari misi KKM sebagai media pengabdian kepada Masyarakat. Melalui keterlibatan langsung di TPQ, mahasiswa tidak hanya menyampaikan ilmu, melainkan juga belajar memahami dinamika dan kebutuhan yang ada dalam Masyarakat, khususnya dalam bidang Pendidikan agama islam. Kehadiran mahasiswa KKM di TPQ Baiturrahman memperkuat sinergi antara Lembaga Pendidikan tinggi dengan Lembaga keagamaan Masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas Pendidikan nonformal, memperluas akses literasi Al-Qur’an dan menjadi contoh nyata bahwa dunia akademik dapat berkontribusi secara aktif dalam mencitpakan generasi muda yang Qur’ani dan berakhlak mulia. Dengan semangat kolaborasi dan kebermanfaatan, mahasiswa KKM Karsa Adhigana UIN Malang membuktikan bahwa pengabdian bukan hanya tentang hadir di Tengah Masyarakat, melainkan juga tentang memberi dampak positif yang berkelanjutan, khususnya dalam pembinaan keislaman anak anak bangsa.

Thumbnail
12 months ago
Tingkatkan Pola Asuh Anak Berkebutuhan Khusus, Mahasiswa UIN Malang Adakan Seminar Parenting Emosional

KHAIRUNNISA NABIIL AFIYAH

HUMAS UIN MALANG — Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, mengadakan kegiatan edukatif berupa seminar parenting bertajuk "Strategi Parenting Emosional untuk Membangun Mental Anak." Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, (7/4), di Lembaga Pendidikan Mambaul Ulum, yang menaungi anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah tersebut. Seminar bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada orang tua dan pendidik mengenai pentingnya pengelolaan emosi dalam pola asuh anak, serta strategi efektif dalam membangun ketahanan mental anak-anak, khususnya bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari perwakilan Lembaga Mambaul Ulum, yang mengapresiasi inisiatif mahasiswa UIN Malang dalam mendukung pengembangan pendidikan anak-anak di desa tersebut. Seminar kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh mahasiswa KKM yang telah mendapatkan pembekalan akademik dari kampus. Dalam penyampaian materi, peserta diajak untuk memahami konsep dasar kebutuhan emosional anak, peran orang tua dalam pembentukan karakter, serta tantangan yang kerap dihadapi dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Selain itu, diperkenalkan pula berbagai teknik sederhana yang dapat diterapkan di rumah, seperti teknik validasi emosi, pembangunan rutinitas positif, dan komunikasi empatik. Antusiasme peserta terlihat tinggi, dengan banyaknya pertanyaan dan berbagi pengalaman pribadi yang muncul sepanjang sesi seminar. Tak sedikit peserta yang menyampaikan rasa terima kasih atas materi yang dinilai sangat membantu, serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang. Koordinator KKM Desa Sukodadi dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa UIN Malang kepada masyarakat. "Kami berharap, melalui seminar ini, para orang tua dapat lebih percaya diri dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak mereka, memahami pentingnya membangun ketahanan mental sejak dini, serta memperkuat hubungan emosional dalam keluarga," ujar salah satu mahasiswa. Ustadz Suri, perwakilan dari Lembaga Mambaul Ulum, juga menambahkan: "Penting bagi kita memahami pola asuh berdasarkan kecerdasan emosional menurut ajaran Islam. Pola asuh yang baik tidak hanya membentuk karakter anak, tetapi juga dapat berperan dalam mencegah stunting." Selain sesi seminar, kegiatan juga dilengkapi dengan diskusi kelompok, simulasi praktik komunikasi efektif antara orang tua dan anak, serta pembagian booklet sederhana berisi panduan parenting emosional yang dapat digunakan sebagai referensi lanjutan di rumah. Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari pihak Lembaga Mambaul Ulum dan masyarakat Desa Sukodadi. Seminar "Strategi Parenting Emosional untuk Membangun Mental Anak" menjadi bukti sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam upaya membangun generasi muda yang kuat, tangguh, dan berkarakter. https://uin-malang.ac.id/blog/post/read/25040101667866660

Thumbnail
12 months ago
SCREEN TIME GUIDELINES FOR PARENTS

LANA AWFA DIKRINA LUTFIYAH MUDAIM

SCREEN TIME GUIDELINES FOR PARENTS -KKM UNINERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG   Di era digital saat ini, layar menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti untuk hiburan, pembelajaran, ataupun komunikasi. Bahkan sejak usia balita, anak telah terpapar layar melalui televisi, handphone, dan tablet. Meskipun teknologi membawa banyak manfaat, akan tetapi terlalu lama di depan layar atau screen time bisa berdampak negatif pada tumbuh kembang anak. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini yang di dampingi oleh dosen pembimbing lapangan Ibu Imroatul hayyu Erfantinni, M.Pd, telah menggelar seminar parenting dengan tema “ Screen Time Guidelines For Parents “ . Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua agar memberi batasan waktu anak ketika berada di depan layar.   Seminar ini menghadirkan pemateri Bapak Akhmad Mukhlis, S.Psi, M.A , selaku KAPRODI Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Dalam pemaparannya beliau menjelaskan durasi  anak berada di depan layar sesuai dengan usianya, apa saja akibat anak terlalu lama berada di depan layar, dan peran orang tua untuk anak agar tidak terlalu lama berada di depan layar.   Kegiatan ini berlangsung pada hari Jum’at 09 Mei 2025, di Masjid Al Ikhlas, Jl. Raya Langsep, Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Seminar dimulai pukul 07.30 WIB, dan berjalan dengan lancar hingga selesai kegiatan. suasana yang tercipta terasa akrab dan penuh antusias dari orang tua murid. jumlah peserta yang hadir juga diluar ekspetasi para panitia yang tidak berekspetasi jumlah perserta akan sebanyak itu. Para peserta juga tampak sangat bersemangat dalam mengikuti seminar ini. para perserta mendengarkan dengan serius, dan sesekali menunjukkan ketertarikannya pada materi yang disampaikan dengan menyimak juga sesekali mencatat materi yang disampaikan. para peserta juga merasakan bahwa tema yang dibawakan merupakan hal yang memang urgent untuk dibahas di era sekarang. Apalagi, pemateri menyajikan teori-teori full daging sekali, yang dibungkus menyesuaikan bahasa para orang tua saat ini. pemateri juga menyajikan banyak data serta diagram pembahasan yang membuat materi mudah difahami. Salah satu materi yang sangat dibutuhkan oleh para orang tua jaman sekaran yaitu screen time anak. Yang mana, anak di setiap umur memiliki batasan waktu tertentu untuk diberikan tontonan layar hp. dan ada juga tontonan yang harus dihindari dan di awasi oleh orang tua.             Menariknya lagi para peserta seminar sangat berantusias untuk bertanya mengenai pengalaman peserta, baik itu tentang porsi lihat layar untuk anak, dan bagaimana cara memberikan aturan untuk anak, dan sebeberapa kasus mengenai anak-anak dengan screen timenya. berhubung waktu yang tidak memadai, akhirnya moderator hanya membuka 2 sesi pertanyaan. bapak mukhlis pun menjawab semuanya pertanyaan yang dibuat oleh para peserta terpilih dengan sangat lugas dan mudah dipahami oleh para penanya dan peserta lainnya. Sesi ini menjadi sesi yang paling hidup karna adanya interaksi aktif dari peserta dan pemateri.             Alhamdulillah, seminar dengan tema pola asuh orang tua terhadap tontonan anak di rumah, ini sangat memberikan kepuasan tersendiri bagi orang tua yang merasa kebingungan dalam memberikan pola asuh yang baik di era serba digital ini. Panitia seminar yang merupakan Mahasiswa asistensi juga mersa sangat senang sudah bisa berkontribusi nyata terhadap masyarakat. dan dengan harap, semoga bisa diterapkan sehingga bisa membantu kebingungan orang tua dalam memberikan pola asuh yang baik pada anak.

Thumbnail
12 months ago
Membangun Kesadaran Emosi Sejak Dini : Seminar Parenting "Mindfulness Satu Tarikan Nafas" di PAUD Unggulan KB-TK Al-Izzah

WULAN NUR HARDIANA

Mojokerto, 25 April 2025 – Suasana hangat, akrab, dan penuh semangat menyelimuti halaman dan aula PAUD Unggulan KB-TK Al Izzah pada pagi yang cerah itu. Puluhan orang tua siswa tampak antusias mengikuti Seminar Parenting bertema “Strategi dan Teknik Mindfulness: Satu Tarikan Nafas untuk Menguasai Diri” yang diselenggarakan pada Jumat, 25 April 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama antara lembaga pendidikan, mahasiswa asistensi dari UIN Malang, dan para orang tua dalam membentuk lingkungan pengasuhan yang lebih sadar, peduli, dan berbasis ilmu pengetahuan.   Acara dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan pembukaan yang mengajak seluruh peserta untuk hadir secara utuh dalam momen tersebut. Para peserta diajak untuk menenangkan diri melalui latihan pernapasan sederhana dan refleksi singkat, sebagai bentuk awal penerapan mindfulness. Suasana menjadi lebih khidmat ketika niat belajar bersama dihadirkan dengan tulus, demi mendukung perkembangan anak-anak yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.   Dalam sambutannya, ketua Asistensi Mengajar dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyampaikan pentingnya sinergi antara guru dan orang tua sebagai tim pengasuhan yang utuh. Beliau menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya soal angka dan huruf, tetapi lebih dalam dari itu—mengenai pembentukan karakter, nilai, serta kemampuan mengelola diri sejak dini. Kolaborasi erat antara sekolah dan rumah menjadi kunci dalam mewujudkan hal tersebut.       Acara semakin bermakna dengan kehadiran pemateri yang merupakan praktisi sekaligus akademisi di bidang mindfulness dan parenting. Dengan penuh penghayatan, beliau membawakan materi yang menyentuh aspek teori sekaligus praktik, menyederhanakan konsep mindfulness menjadi sesuatu yang mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Satu tarikan nafas bisa menjadi titik balik dalam pengasuhan,” ungkapnya, sembari mengajak peserta mencoba teknik pernapasan sadar untuk mengelola emosi dalam situasi menantang bersama anak.   Sesi tanya jawab (QnA) berlangsung interaktif dan menyentuh berbagai topik pengasuhan nyata yang dihadapi orang tua. Mulai dari cara menghadapi tantrum pada anak, mengelola amarah saat anak tidak patuh, hingga bagaimana mengatasi rasa lelah dalam pengasuhan sehari-hari. Para peserta tampak terbuka, jujur, dan saling menguatkan. Jawaban dari pemateri disampaikan dengan pendekatan empatik, dibarengi dengan penjelasan yang ilmiah dan membumi, sehingga mudah diterima oleh para orang tua dari berbagai latar belakang.     Sebagai bentuk penghargaan, panitia menyerahkan cenderamata kepada pemateri, sebagai simbol terima kasih atas ilmu dan waktu yang telah dibagikan. Acara kemudian ditutup dengan ungkapan rasa syukur dan doa bersama agar seluruh peserta mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan nyata bersama anak-anak mereka.     Momen berharga ini diabadikan dalam foto bersama, penuh senyum dan semangat baru. Lebih dari sekadar seminar, kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama yang memperkuat ikatan antara rumah dan sekolah dalam mendukung pertumbuhan anak secara holistik.   Dengan semangat satu tarikan nafas, mari terus membangun pengasuhan yang sadar, sabar, dan penuh cinta.   Acara semakin bermakna dengan kehadiran pemateri yang merupakan praktisi sekaligus akademisi di bidang mindfulness dan parenting. Dengan penuh penghayatan, beliau membawakan materi yang menyentuh aspek teori sekaligus praktik, menyederhanakan konsep mindfulness menjadi sesuatu yang mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Satu tarikan nafas bisa menjadi titik balik dalam pengasuhan,” ungkapnya, sembari mengajak peserta mencoba teknik pernapasan sadar untuk mengelola emosi dalam situasi menantang bersama anak.   Sesi tanya jawab (QnA) berlangsung interaktif dan menyentuh berbagai topik pengasuhan nyata yang dihadapi orang tua. Mulai dari cara menghadapi tantrum pada anak, mengelola amarah saat anak tidak patuh, hingga bagaimana mengatasi rasa lelah dalam pengasuhan sehari-hari. Para peserta tampak terbuka, jujur, dan saling menguatkan. Jawaban dari pemateri disampaikan dengan pendekatan empatik, dibarengi dengan penjelasan yang ilmiah dan membumi, sehingga mudah diterima oleh para orang tua dari berbagai latar belakang.       Sebagai bentuk penghargaan, panitia menyerahkan cenderamata kepada pemateri, sebagai simbol terima kasih atas ilmu dan waktu yang telah dibagikan. Acara kemudian ditutup dengan ungkapan rasa syukur dan doa bersama agar seluruh peserta mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan nyata bersama anak-anak mereka.       Momen berharga ini diabadikan dalam foto bersama, penuh senyum dan semangat baru. Lebih dari sekadar seminar, kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama yang memperkuat ikatan antara rumah dan sekolah dalam mendukung pertumbuhan anak secara holistik.   Dengan semangat satu tarikan nafas, mari terus membangun pengasuhan yang sadar, sabar, dan penuh cinta.