Thumbnail
12 months ago
Kebersamaan Madin Islamiyah dan Mahasiswa UIN Malang dalam Mewujudkan Misi Sosial

AHMAD RAIHAN BAHRUL ILMI

Malang, 28 Januari 2025 --- Aula SMK Islamiyah dipenuhi suasana haru dan kebahagiaan saat kegiatan santunan anak yatim digelar oleh Madin Islamiyah bersama mahasiswa AM dan KKM Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat sekitar, tokoh agama, serta puluhan anak yatim dan piatu. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan sambutan oleh Kepala Desa, Bapak Abul Khoiri, S.Pd.I, serta dua tokoh agama, yaitu Syekh Bakur Abdullah Muhammad Nur Mirdad dan Syekh Fawwaz Ridwan Mahmud Mirdad. Mereka menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi. Dalam sambutannya, Bapak Abul Khoiri menekankan pentingnya kepedulian sosial sebagai pondasi kebersamaan di masyarakat. Ia juga mengapresiasi kontribusi mahasiswa yang ikut aktif dalam acara ini. Menurutnya, santunan ini bukan hanya soal materi, tapi bentuk perhatian dan kasih sayang bagi anak-anak yang membutuhkan. Syekh Bakur Mirdad menyoroti pentingnya keikhlasan dalam membantu sesama, terutama anak yatim, sebagaimana yang diajarkan dalam Islam. Ia menyampaikan bahwa menyayangi anak yatim adalah salah satu jalan untuk mendapatkan keberkahan hidup. Hal senada disampaikan Syekh Fawwaz Mirdad yang menyebut bahwa keberkahan tidak selalu berasal dari harta, tapi juga dari doa-doa tulus anak yatim. Ia juga menekankan bahwa kegiatan seperti ini mempererat tali silaturahmi antarwarga karena melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Kesuksesan acara ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, mahasiswa, hingga para donatur yang bersedia menyisihkan sebagian rezekinya. Mahasiswa KKM yang ikut dalam kegiatan ini mengaku mendapat banyak pelajaran tentang pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama. Mereka berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut dan membawa manfaat lebih luas. Selain pemberian santunan, acara juga diisi dengan hiburan islami, ceramah motivasi, dan doa bersama. Anak-anak yatim yang hadir tampak senang dan antusias menerima bantuan. Diharapkan, semangat berbagi ini bisa terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli terhadap sesama. Pada akhirnya, kepedulian terhadap anak yatim adalah tanggung jawab kita bersama sebagai umat Islam. Semoga acara ini menjadi pengingat bahwa berbagi dalam kebaikan akan mendatangkan keberkahan untuk semua pihak yang terlibat.

Thumbnail
12 months ago
Melestarikan Semangat Islam Melalui Diba'i: Kekuatan Tradisi di Era Digital

ABDUL SYAWAL

Kelompok KKM Karunasankara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti rutinan TPQ Madin Rohmatullah yaitu pembacaan Maulid Diba'i. Tradisi yang Mengakar dan Berarti Tradisi keislaman di Indonesia mengalami proses akulturasi budaya yang panjang dan unik. Salah satu tradisi tersebut ialah pembacaan Diba'i — syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW — yang hingga kini masih dilestarikan oleh berbagai pesantren, TPQ, dan majelis taklim. Di tengah arus modernisasi dan perkembangan zaman, mempertahankan tradisi semacam ini menjadi tantangan tersendiri, namun juga menjadi bukti bahwa nilai-nilai Islam tetap relevan untuk membentuk karakter generasi muda serta masyarakat muslim di Indonesia mampu meneruskan nilai Islam kepada generasi selanjutnya. TPQ Madin Rohmatulloh, yang terletak di Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, menjadi salah satu contoh lembaga pendidikan Al-Qur'an yang tidak hanya mengajarkan bacaan dan hafalan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual dan kebiasaan yang baik melalui kegiatan rutinan Diba'i. Rutinan ini diadakan setiap malam Jumat, selepas sholat Maghrib hingga menjelang Isya, yang ditutup dengan sholat berjamaah. Para santri berkumpul di aula TPQ dengan pakaian muslim terbaik mereka, duduk bersila dalam barisan rapi, melantunkan syair-syair indah dari kitab Diba'i. Kegiatan ini bukan sekedar membaca kitab lama, melainkan sebuah momentum untuk menghidupkan semangat cinta Rasul, memperkuat ukhuwah, dan menginternalisasi akhlak mulia.   Selengkapnya bisa kunjungi link berikut ini : https://medium.com/@assekebanyya22/melestarikan-spirit-islam-melalui-dibai-kekuatan-tradisi-di-era-digital-dd29c9e2411c

Thumbnail
12 months ago
PENUTUPAN PROGRAM KKM MENGAJAR TPQ DARUL ULUM

IKLILAH NAFISA

Setelah berjalan kurang lebih 3 bulan, program KKM Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi selesai. Program ini dimulai pada tanggal 11 Februari 2025. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam pendidikan agama bagi anak-anak di lingkungan sekitar. Dalam satu bulan terakhir, mahasiswa telah berupaya keras untuk mengajarkan nilai-nilai agama dan keterampilan dasar mengaji dan menghafal Al Qur’an kepada peserta didik. Program mengajar di TPQ Darul Ulum merupakan program KKM mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berlokasi di Desa Sukopuro Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan membaca dan menghafal Al Qur’an terutama bagi siswa yang tinggal di sekitar. TPQ Darul Ulum merupakan lembaga pendidikan non-formal yang fokus pada pengajaran Al-Qur'an dan pendidikan agama Islam. Dengan semakin berkembangnya masyarakat, kebutuhan akan pendidikan yang berkualitas menjadi semakin penting. Program KKM ini diharapkan dapat memberikan solusi atas tantangan pendidikan yang dihadapi oleh anak-anak di wilayah tersebut. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengajar, tetapi juga untuk membangun hubungan yang lebih baik antara mahasiswa dan masyarakat. Program KKM di TPQ Darul Ulum menerapkan metode Ummi, yang membagi siswa ke dalam berbagai jilid dengan kesulitan yang berbeda beda. Metode Ummi mengutamakan pembelajaran yang bertahap, memungkinkan siswa untuk memahami materi secara mendalam sebelum melanjutkan ke tingkat berikutnya. Siswa yang belum memenuhi keterampilan membaca dan hafalan yang ditargetkan pada hari itu tidak bisa lanjut ke tahap selanjutnya. Selama program berlangsung, berbagai kegiatan telah dilaksanakan, di antaranya: 1. Pengajaran Al-Qur'an Mahasiswa ikut berkontribusi daam pengajaran Al-Qur'an setiap hari, di mana anak-anak diajarkan tentang cara membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur'an. Metode yang digunakan adalah metode ummi yang membagi siswa menjadi berbagai tahapan dengan tingkat kesulitan berbeda beda 2. Penyuluhan Nilai-Nilai Agama Selain pengajaran Al-Qur'an, mahasiswa juga memberikan penyuluhan tentang nilai-nilai agama yang penting, seperti toleransi, kejujuran, dan saling menghormati. Dan yang sangat diutamakan adalah akhlak mulia yang harus dimiliki setiap siswa. Contoh kecil nya adalah bagaimana adab siswa ke ustadzah yang mengajar di TPQ tersebut seperti adab yang baik Ketika bersalaman, Ketika lewat di depan ustadzah dan masihbanyak lagi. 3. Keterlibatan Masyarakat Program ini juga melibatkan orang tua peserta didik. Dimana terdapat buku prestasi yang berisi pencapaian atau tahap keterampilan peserta didik. Buku tersebut tidak hanya bisa ditulis oleh ustadzah namun juga oleh orang tua dimana anak anak bisa mengaji dirumah didampingi oleh orang tua dan hasil embelajaran tersebut ditulis di buku prestasi. Peran orang tua sangat penting dalam hal ini.              Acara penutupan dihadiri oleh seluruh Ustadzah, murid serta wali murid TPQ Darul Ulum. Acara tersebut berisi penampilan oleh mahasiswa sambutan dari mahasiswa dan pengasuh TPQ Darul Ulum. Acara ditutup dengan penandatanganan dan penyerhan sertifikat serta kegiatan salam salaman oleh siswa kepada para ustadzah. Dalam sambutannya, perwakilan mahasiswa, Rizal Andreansyah selaku ketua kelompok, mengungkapkan rasa terima kasih kepada TPQ Darul Ulum dan masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh selama program berlangsung. Serta memberi lapangan pembelajaran bagi mahasiswa untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam masyarakat. Penutupan Program KKM TPQ Darul Ulum menandai sebuah langkah penting dalam upaya peningkatan pendidikan agama di lingkungan tersebut. Banyak anak yang menunjukkan kemajuan signifikan, dan beberapa orang tua menyampaikan harapan agar program ini dapat dilanjutkan di masa depan. Diharapkan, program serupa dapat terus dilaksanakan untuk memperkaya pengetahuan agama anak-anak dan meningkatkan kualitas pendidikan di TPQ. Kerjasama antara mahasiswa dan masyarakat adalah kunci keberhasilan program ini, dan semoga hubungan ini dapat terus terjalin.  

Thumbnail
12 months ago
Penguatan Pendidikan Islam Melalui Kegiatan KKM: Seminggu Bersama TPQ Ta'aroful Muslimin

GITA KARTIKA SEPTIANA

Malang – Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diwujudkan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melalui kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Salah satu bentuk nyata dari pengabdian tersebut tampak dalam kegiatan penguatan pendidikan Islam di TPQ Ta’aroful Muslimin, yang berlokasi di kawasan permukiman padat penduduk di Kota Malang. Selama satu pekan, mahasiswa KKM dari berbagai jurusan bersinergi dalam program mengajar mengaji yang difokuskan pada peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an serta pembinaan akhlak bagi santri usia dini hingga remaja. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah sekaligus menumbuhkan kepekaan sosial dan semangat dakwah Islam yang humanis. TPQ Ta’aroful Muslimin merupakan lembaga pendidikan nonformal yang berperan aktif dalam membentuk generasi Qur’ani di tingkat lingkungan. Namun, dalam pelaksanaannya, TPQ ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan tenaga pengajar hingga kurangnya variasi metode pembelajaran. Melihat kondisi tersebut, tim KKM UIN Maliki Malang hadir membawa misi penguatan program pendidikan Islam berbasis pendekatan partisipatif. Mahasiswa tidak hanya mengajar, tetapi juga melakukan observasi, dialog dengan pengurus TPQ, serta merancang metode pembelajaran yang lebih menarik bagi anak-anak. Rangkaian Kegiatan dan Metode Program dilaksanakan selama tujuh hari berturut-turut, dengan pembagian waktu belajar antara sore dan malam hari. Materi yang diajarkan mencakup: Tajwid dasar dan praktik tilawah Doa-doa harian dan hafalan surat pendek Kisah-kisah Nabi dan nilai-nilai akhlak Islami Permainan edukatif bernuansa Islami Metode yang digunakan bervariasi, mulai dari pendekatan visual, audio, hingga simulasi interaktif. Mahasiswa juga menyisipkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, dan sopan santun dalam setiap sesi pembelajaran. Respon positif datang dari para santri dan wali murid. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan, bahkan ada yang datang lebih awal dari waktu belajar. Pengurus TPQ juga menyampaikan rasa syukur atas keterlibatan mahasiswa KKM yang membawa angin segar dalam pola pembelajaran di TPQ. Menurut Ustadzah Nurul, salah satu pengajar tetap di TPQ Ta’aroful Muslimin, “Kegiatan dari adik-adik mahasiswa sangat membantu kami. Anak-anak jadi lebih semangat belajar. Harapannya kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan.” Bagi para mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana mengasah empati, komunikasi, serta kemampuan manajerial. Mereka belajar bahwa pendidikan Islam tidak hanya soal mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk hubungan yang hangat dan menyenangkan antara guru dan murid. “Bertemu anak-anak TPQ membuat kami sadar bahwa pendidikan Islam harus dimulai dari hal-hal kecil, dari lingkungan terdekat. Di sinilah pengabdian itu terasa nyata,” ungkap salah satu anggota tim KKM. Kegiatan KKM di TPQ Ta’aroful Muslimin ini menjadi contoh nyata bahwa mahasiswa bukan hanya agen perubahan di kampus, tetapi juga pelayan umat yang siap hadir di tengah masyarakat. Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari upaya besar dalam membumikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin melalui pendidikan yang menyentuh hati dan membentuk akhlak mulia.  

Thumbnail
12 months ago
Demi Masa Depan Anak Bangsa, MAN 2 Malang Soroti Stunting Lewat Seminar Peduli Gizi

SALSABILA RAUDHATUZ ZAHRO

Dalam rangka meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya gizi dan pencegahan stunting, MAN 2 Malang mengadakan seminar bertema "Bangsa Hebat Dimulai dari Remaja Sehat" pada hari Rabu, 7 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Laboratorium Agama MAN 2 Malang dengan dihadiri oleh siswa kelas X serta pihak SSK (Sekolah Siaga Kependudukan) MAN 2 Malang. Seminar ini menghadirkan pemateri inspiratif, Muhammad Rizqy Akbar, mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang juga merupakan Duta Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan berbasis data, Akbar mengupas tuntas seputar bahaya stunting, penyebabnya, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan sejak usia remaja. "Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tapi menyangkut masa depan anak-anak kita. Gizi buruk sejak dini dapat berdampak pada kecerdasan, produktivitas, bahkan daya saing bangsa." Ujar Akbar dalam paparannya. Dalam sesi tanya jawab, para siswa tampak antusias menggali informasi lebih lanjut mengenai pola makan sehat, pentingnya asupan gizi seimbang, serta peran keluarga dan lingkungan dalam pencegahan stunting. Selain paparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan bermain game interaktif dengan menggunakan platform quiziz. Para siswa diajak untuk mereview kembali materi yang sudah dipaparkan dengan menggunakan game quiziz tersebut. Kepala MAN 2 Malang, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini dan berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan dalam lingkungan sekitarnya. "Melalui seminar ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa menjaga gizi bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi juga generasi muda. Mereka yang sehat hari ini, adalah pemimpin hebat di masa depan." Tegas beliau. Seminar ini menjadi bagian dari komitmen MAN 2 Malang dalam mengintegrasikan pendidikan kesehatan dalam proses pembelajaran, sejalan dengan program nasional percepatan penurunan stunting di Indonesia. Dengan semangat kolaborasi antara dunia pendidikan dan perguruan tinggi, seminar ini diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi gizi di kalangan pelajar, tetapi juga membentuk kesadaran kolektif untuk turut serta dalam upaya menekan angka stunting nasional. MAN 2 Malang menegaskan komitmennya untuk terus mengadakan kegiatan serupa yang relevan dengan isu kesehatan dan pembangunan generasi muda.    

Thumbnail
12 months ago
POSYANDU ILP SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DAN PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA SUMBER, KECAMATAN SANANKULON, KABUPATEN BLITAR

TAHAJUDI AQMA

ABSTRAK Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Blitar. Upaya pencegahan stunting membutuhkan pendekatan terintegrasi melalui layanan kesehatan dasar yang mudah diakses oleh masyarakat. Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) menjadi salah satu strategi efektif yang menggabungkan berbagai layanan kesehatan dalam satu kegiatan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan Posyandu ILP dalam rangka pencegahan stunting dan promosi kesehatan masyarakat melalui partisipasi aktif mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Kegiatan dilakukan pada tanggal 12 Maret dan 5 Mei 2025 melalui metode observasi partisipatif, dokumentasi, dan wawancara informal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Posyandu ILP di desa tersebut telah mampu mengintegrasikan layanan balita, ibu hamil, dewasa, dan lansia secara efektif. Keterlibatan mahasiswa membantu memperlancar pelaksanaan kegiatan serta meningkatkan semangat kader dan warga. Hasil ini diperkuat oleh literatur yang menyatakan bahwa keberhasilan posyandu bergantung pada keterlibatan masyarakat dan kualitas kader. Pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan layanan kesehatan dan menurunkan angka stunting secara berkelanjutan. Kata Kunci: Posyandu ILP, Stunting, Pengabdian Masyarakat ABSTRACT Stunting remains a significant public health concern in Indonesia, including in Blitar Regency. Preventing stunting requires an integrated approach through accessible primary healthcare services. The Integrated Primary Services Post (Posyandu ILP) offers an effective strategy by combining various health services in one setting. This community service project aimed to support the implementation of Posyandu ILP in stunting prevention and health promotion through the active involvement of university students participating in the Community Service Program (KKM) in Sumber Village, Sanankulon District, Blitar Regency. The activities were conducted on March 12 and May 5, 2025, using participatory observation, documentation, and informal interviews. The results showed that the Posyandu ILP in the village effectively integrated services for toddlers, pregnant women, adults, and the elderly. Student involvement helped streamline the activities and boosted the enthusiasm of both cadres and residents. These findings are supported by literature stating that community involvement and the competence of health cadres are crucial to the success of Posyandu programs. This service initiative is expected to serve as a model for community empowerment aimed at improving healthcare services and reducing stunting rates in a sustainable manner. Keywords: : Integrated Health Post, Stunting, Healthcare Services PENDAHULUAN Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, dengan prevalensi yang masih tinggi dan menunjukkan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Menurut data, prevalensi stunting nasional pada anak di bawah lima tahun mencapai 21,6% pada tahun 2022, menurun dari 24,4% di tahun 2021, tetapi masih jauh dari target penurunan yang diharapkan (Oktafiani & Witanti, 2024). Khusus di Kabupaten Blitar, angka stunting juga menjadi perhatian utama, dengan laporan menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan intervensi harus ditingkatkan untuk mencapai perbaikan yang nyata dalam kondisi gizi anak (Pebrianty dkk., 2023). Pengalaman dan riset di daerah ini lebih lanjut menegaskan kebutuhan mendesak untuk mengatasi faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan, serta penerapan praktik gizi yang baik sejak konsepsi hingga usia anak balita sebagai intervensi penting (Waafiroh dkk., 2023). Dalam mengatasi masalah stunting, konsep Integrasi Layanan Primer (ILP) menjadi sangat penting. ILP bertujuan untuk mengoptimalkan layanan kesehatan primer, termasuk dalam pencegahan stunting melalui pendekatan berbasis komunitas yang melibatkan berbagai sektor, baik kesehatan, pendidikan, maupun sosial (Saputri & Tumangger, 2019). ILP menyediakan kerangka kerja yang komprehensif untuk menyediakan pendidikan gizi, akses ke layanan kesehatan, serta membangun kesadaran di masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi yang tepat selama periode kritis tumbuh kembang anak (Suhandiah dkk., 2022). Dengan memanfaatkan kerjasama lintas sektor, ILP juga diharapkan mampu memberikan dukungan yang lebih baik bagi keluarga di daerah dengan angka stunting tinggi, seperti Kabupaten Blitar. Keterlibatan mahasiswa dalam program pengabdian masyarakat, seperti dalam penguatan layanan Posyandu, sangat penting untuk menciptakan komunitas yang lebih sehat dan lebih sadar akan isu stunting. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memberikan edukasi dan pelatihan yang sesuai, serta mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan gizi seimbang (Harlia Putri dkk., 2023). Mahasiswa, sebagai agen perubahan, memiliki potensi untuk mempengaruhi dan menggerakkan masyarakat dalam pencegahan stunting melalui berbagai program edukasi yang kreatif dan inklusif (Waslia, 2022). Dengan memperkuat kapasitas kader Posyandu, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orangtua dan masyarakat tentang pentingnya nutrisi yang cukup dan pola asuh yang baik untuk anak- anak mereka. Tujuan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) adalah untuk mendukung upaya pencegahan stunting dan promosi kesehatan secara lebih luas di Kabupaten Blitar. Dengan memfokuskan kegiatan pada pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan pelatihan, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak yang optimal (Risnanto, 2023). Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader Posyandu tentang intervensi gizi yang tepat, sehingga mereka dapat lebih efektif dalam memberikan layanan dan informasi kepada masyarakat (Pebrianty dkk., 2023). Melalui inisiatif ini, diharapkan angka stunting di Kabupaten Blitar dapat menurun secara signifikan, sejalan dengan upaya nasional dalam mencapai kesehatan yang lebih baik untuk anak-anak di Indonesia. METODE PENGABDIAN Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) yang berlangsung di Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak dua kali, yaitu pada tanggal 12 Maret 2025 dan 5 Mei 2025, bertepatan dengan jadwal rutin Posyandu setempat. Metode pengabdian yang digunakan adalah observasi partisipatif, di mana mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan pelayanan Posyandu, mulai dari membantu proses pendataan,pemantauan tumbuh kembang balita, serta pelayanan kesehatan bagi dewasa dan lansia. Prosedur pelaksanaan dimulai dengan koordinasi bersama kader Posyandu dan petugas Puskesmas Sanankulon untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai alur pelayanan ILP yang diterapkan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa turut mendampingi kegiatan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan balita, pengecekan tekanan darah pada lansia dan dewasa, serta melakukan pencatatan data hasil pemeriksaan. Selain itu, dilakukan pula wawancara informal dengan kader dan beberapa warga untuk mengetahui persepsi dan tingkat pemahaman masyarakat terhadap layanan Posyandu ILP dan upaya pencegahan stunting. Alat dan media yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi format pencatatan manual posyandu, alat ukur antropometri (timbangan digital, pengukur tinggi badan), serta tensimeter untuk pemeriksaan kesehatan umum. Dokumentasi kegiatan dilakukan dalam bentuk catatan lapangan dan dokumentasi foto. Melalui metode ini, pengabdian diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas layanan Posyandu ILP sekaligus memperkuat keterlibatan mahasiswa dalam mendukung program pemerintah dalam pencegahan stunting secara terpadu. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat melalui partisipasi dalam Posyandu ILP di Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar memberikan gambaran nyata tentang implementasi layanan kesehatan terpadu di tingkat desa. Posyandu ini tidak hanya berfokus pada pelayanan bagi balita sebagai upaya pencegahan stunting, tetapi juga mengintegrasikan berbagai layanan lain seperti pemantauan kesehatan ibu hamil, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah bagi warga dewasa, serta skrining kesehatan lansia. Kegiatan ini mencerminkan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP) yang mendorong pelayanan kesehatan secara menyeluruh di satu tempat dan waktu, sehingga memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan. Gambar 1. Pengecekan Pertumbuhan Balita Pada pelaksanaan Posyandu tanggal 12 Maret dan 5 Mei 2025, mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai rangkaian kegiatan, seperti penimbangan dan pengukuran tinggi badan balita, pencatatan status gizi, pengecekan tekanan darah untuk lansia dan dewasa, serta pendampingan ibu hamil saat konsultasi dengan tenaga kesehatan. Integrasi layanan terlihat jelas melalui kolaborasi antara kader posyandu, petugas Puskesmas, serta dukungan dari mahasiswa KKM. Kehadiran semua kelompok sasaran (balita, ibu hamil, dewasa, dan lansia) dalam satu kegiatan menandakan efektivitas pendekatan ILP dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat desa. Gambar 2. Pengecekan Kesehatan Lansia Temuan lapangan menunjukkan antusiasme warga yang cukup tinggi dalam mengikuti kegiatan Posyandu. Hal ini tampak dari tingginya partisipasi balita dan lansia yang datang secara sukarela untuk mendapatkan layanan kesehatan. Kader posyandu memainkan peran kunci dalam mengoordinasikan jalannya kegiatan dan menjaga keteraturan proses pelayanan. Meskipun demikian, beberapa kendala juga teridentifikasi, seperti keterbatasan alat ukur antropometri yang menyebabkan antrean panjang, serta kekurangan tenaga pendukung sehingga kader harus merangkap banyak tugas. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini sangat membantu kader dalam mengelola waktu dan tenaga, serta memberikan kontribusi dalam edukasi singkat mengenai gizi dan pola hidup sehat. Secara awal, kegiatan mahasiswa berdampak positif terhadap semangat kader dan warga. Mahasiswa dianggap sebagai mitra yang dapat memperkuat pelaksanaan kegiatan serta membawa semangat baru dalam pengelolaan posyandu. Selain itu, dokumentasi kegiatan oleh mahasiswa juga menjadi bahan evaluasi dan laporan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak desa atau puskesmas. Berbagai literatur menegaskan bahwa Posyandu ILP memainkan peran penting dalam meningkatkan akses layanan kesehatan dasar sekaligus menurunkan angka stunting, terutama pada balita. Partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan posyandu terbukti berhubungan dengan peningkatan status kesehatan dan gizi anak (Hartati & Sumanti, 2023). Selain menyediakan layanan kesehatan langsung, Posyandu ILP juga memperkuat jaringan sosial melalui kader kesehatan yang terlatih. Kinerja kader yang baik berkontribusi secara signifikan terhadap kepuasan layanan posyandu , serta membangun interaksi sosial yang meningkatkan kualitas pelayanan (Indrayani dkk., 2022). Lebih lanjut, peningkatan kunjungan ke posyandu terbukti berkorelasi dengan perbaikan status gizi balita secara signifikan, sementara edukasi yang diberikan kepada ibu tentang pola asuh dan gizi seimbang turut memperkuat upaya pencegahan stunting (Nuraisana dkk., 2024). Namun, tantangan seperti kurangnya pengetahuan kader dan minimnya dukungan keluarga masih menjadi hambatan dalam optimalisasi posyandu (Putri Pratiwi, 2023). Oleh karena itu, keberhasilan Posyandu ILP sangat bergantung pada pemberdayaan kader dan keterlibatan masyarakat secara aktif sebagai mitra dalam penguatan layanan kesehatan di tingkat desa. SIMPULAN DAN REKOMENDASI Kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk partisipasi aktif mahasiswa pada Posyandu ILP di Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar telah memberikan kontribusi positif terhadap upaya pencegahan stunting dan penguatan layanan kesehatan dasar di tingkat desa. Posyandu ILP terbukti mampu mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan, mulai dari pemantauan gizi balita, pemeriksaan ibu hamil, hingga skrining kesehatan dewasa dan lansia, dalam satu sistem pelayanan yang komprehensif. Temuan menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa tidak hanya membantu memperlancar jalannya kegiatan, tetapi juga meningkatkan antusiasme masyarakat serta mendukung edukasi kesehatan yang lebih efektif. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan kegiatan KKM untuk mendukung pencegahan stunting dan promosi kesehatan telah tercapai secara optimal. Berdasarkan hasil kegiatan dan dukungan literatur, direkomendasikan agar Posyandu ILP terus diperkuat melalui pelatihan kader secara berkala, peningkatan ketersediaan alat ukur yang memadai, serta pelibatan aktif pemuda dan mahasiswa dalam mendampingi kegiatan kesehatan masyarakat. Pemerintah desa dan puskesmas juga disarankan untuk meningkatkan kolaborasi lintas sektor guna menjamin kesinambungan layanan serta efektivitas program ILP dalam jangka panjang. Diharapkan, dengan dukungan berkelanjutan dan pendekatan yang partisipatif, angka stunting di Kabupaten Blitar dapat terus menurun dan kualitas hidup masyarakat meningkat secara menyeluruh. DAFTAR PUSTAKA Harlia Putri, T., Rahmawati, N., Neri, E. L., Fahdi, F. K., Arvandy, F., Pramana, Y., Ligita, T., Herman, & Sukarni. (2023). PENINGKATAN PENGETAHUAN STUNTING MELALUI PELATIHAN KADER POSYANDU. Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti, 4(1), 42–50. https://doi.org/10.38048/jailcb.v4i1.1 473 Hartati, S., & Sumanti, N. T. (2023). Hubungan Peran, Interaksi Sosial dan Budaya Kader terhadap Pelayanan Posyandu sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan untuk Ibu dan Anak. Indonesia Journal of Midwifery Sciences, 2(4), 313–320. https://doi.org/10.53801/ijms.v2i4.12 4 Indrayani, I., Sholeha, N. A., Oktavia, B., & Amalia, I. S. (2022). HUBUNGAN ANTARA KINERJA KADER DENGAN TINGKAT KEPUASAN PELAYANAN POSYANDU DI DESA SUSUKAN KECAMATAN CIPICUNG KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2022. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 13(02), 220–229. https://doi.org/10.34305/jikbh.v13i0 2.592 Nuraisana, N., Halawa, S. W., & Harun, M. (2024). Implementasi Algoritma C4.5 Dalam Mengklasifikasi Status Gizi Balita Pada Posyandu Desa Sekip Lubuk Pakam. Jurnal SAINTIKOM (Jurnal Sains Manajemen Informatika dan Komputer), 23(1), 130. https://doi.org/10.53513/jis.v23i1.95 96 Oktafiani, R., & Witanti, A. (2024). SISTEM PAKAR DETEKSI AWAL STUNTING PADA BALITA MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR. Technologia : Jurnal Ilmiah, 15(1), 130. https://doi.org/10.31602/tji.v15i1.13 675 Pebrianty, P., Lalli, L., & Embong, M. (2023). Percepatan Pencegahan Stunting pada Anak Usia Dini dengan Pendekatan Analisis Spasial. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 259–271. https://doi.org/10.37985/murhum.v4i 2.315 Putri Pratiwi, K. (2023). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kunjungan Posyandu Balita Di Desa Sukamanis Wilayah Kerja Puskesmas Kadudampit Kabupaten Sukabumi. Jurnal Health Society, 12(2). https://doi.org/10.62094/jhs.v12i2.10 8 Risnanto, R. (2023). STUDI DESKTIPTIF KEJADIAN STUNTING PADA BALITA. Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal), 14(1), 35–40. https://doi.org/10.36308/jik.v14i1.48 3 Saputri, R. A., & Tumangger, J. (2019). Hulu-Hilir Penanggulangan Stunting Di Indonesia. Journal of Political Issues, 1(1), 1–9. https://doi.org/10.33019/jpi.v1i1.2 Suhandiah, S., Martiningtyas, N., & Ayuningtyas, A. (2022). Implementasi Analisis Diskriminan dalam Pengelompokan Kinerja Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan), 6(1), 84–93. https://doi.org/10.33006/ji- kes.v6i1.378 Waafiroh, B., Iriyani, E., & Sejati, A. (2023). PENGARUH BERAT DAN PANJANG BADAN LAHIR RENDAH TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 1- 5 TAHUN. Jurnal Ilmu Kebidanan, 10(1), 7–13  https://doi.org/10.48092/jik.v10i1.21 6 Waslia, D. (2022). The Relationship between Health Services and Stunting Incidence in Toddlers at POSYANDU Padasuka Bandung Regency. Jurnal Kesehatan Kartika, 17(3), 1. https://doi.org/10.26874/jkkes.v17i3. 249