Thumbnail
12 months ago
Menjadi Saudara Belajar Santri Kecil, Mahasiswa UIN Malang Dampingi TPQ Kasreman

MUHAMMAD RAUDLATUL HIDAYATULLAH

Kediri, 28 April 2025 -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang ditempatkan di Desa Kasreman, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, turut berkontribusi dalam bidang pendidikan keagamaan melalui program pendampingan di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Kegiatan ini berlangsung kurang lebih satu bulan, dimulai sejak pertengahan Maret dan berlanjut kembali pada akhir April 2025. Program ini dilaksanakan di empat TPQ, yaitu TPQ At-Taufiq (Dusun Pengkol), TPQ Al-Asyraaf (Dusun Kasreman), TPQ Baiturrahman (Dusun Sumber Nglebeng), dan TPQ Al-Hidayah (Dusun Pengkol). Mahasiswa diterjunkan secara bergilir, dua hingga tiga orang di setiap TPQ, menyesuaikan jumlah santri dan kebutuhan masing-masing lembaga. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membantu mengatasi keterbatasan tenaga pengajar baca-tulis Al-Qur'an di desa. Dalam praktiknya, satu ustadz atau ustadzah di TPQ bisa membimbing belasan santri dalam satu waktu, yang tentu berdampak pada efektivitas pembelajaran. Kehadiran mahasiswa menjadi solusi sementara yang memberikan penguatan terhadap pembelajaran Iqro', Al-Qur'an, tajwid, hafalan surat pendek, hingga pembiasaan akhlak mulia. Setiap TPQ memiliki karakteristik yang unik. Di TPQ At-Taufiq, mahasiswa turut membantu santri remaja menyimak bacaan kitab Mabadi' Fiqh. Sementara itu, TPQ Baiturrahman menggunakan metode Tilawati yang menekankan aspek makhraj dan irama bacaan. Di TPQ Al-Hidayah dan Al-Asyraaf, mahasiswa membantu secara aktif menyimak dan membetulkan bacaan anak-anak, serta memfasilitasi kegiatan interaktif seperti kuis hafalan dan sambung ayat. Menariknya, di TPQ Al-Asyraaf, salah satu mahasiswa bahkan mengambil inisiatif untuk berbagi takjil kepada para santri selama bulan Ramadhan. Kegiatan sederhana ini menciptakan suasana hangat dan meningkatkan semangat anak-anak untuk datang lebih awal mengikuti kegiatan mengaji. "Awalnya kami hanya membantu menyimak bacaan dan hafalan anak-anak, tapi semakin hari, hubungan kami dengan mereka semakin dekat. Mereka bukan hanya murid, tapi juga teman belajar kami," ungkap salah satu mahasiswa peserta KKM. Selain mendampingi kegiatan di TPQ, mahasiswa juga ikut aktif dalam kegiatan keagamaan warga seperti diba'an dan pengajian rutin di rumah-rumah penduduk. Interaksi ini memperkuat relasi sosial serta menunjukkan peran mahasiswa sebagai agen pengabdian yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Program pendampingan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur'an di desa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengambil peran sebagai pengajar di lingkungannya. Tantangan kekurangan tenaga pengajar di TPQ masih menjadi persoalan nyata, sehingga kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan lembaga pendidikan sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem belajar Al-Qur'an yang berkelanjutan dan berkualitas.

Thumbnail
12 months ago
Menghadapi Perkembangan Anak di Era Digital: Panduan Parenting Untuk Orang Tua Desa Sukosewu

MUHAMMAD PATAHILLAH

 Era digital telah mengubah cara anak-anak belajar, bermain, dan berinteraksi dengan dunia sekitar. Sebagai orang tua, memahami bagaimana mendampingi perkembangan anak di tengah kemajuan teknologi menjadi tantangan tersendiri. Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, MIN 10 Blitar mengadakan seminar parenting yang membahas topik krusial ini. SEMINAR PARENTING DI DESA SUKOSEWU: RESPON POSITIF DARI PARA ORANG TUA  Seminar yang berlangsung di MIN 10 Blitar, Sukosewu, Gandusari, Blitar, pada pukul 07.30 hingga 10.30 WIB ini mendapat sambutan yang luar biasa dari para peserta. Antusiasme orang tua terlihat jelas dari keaktifan mereka dalam mengikuti setiap sesi pembahasan. Acara ini menghadirkan dua narasumber kompeten yang memberikan perspektif holistik tentang perkembangan anak Dr. Esa Nur Wahyuni, M.Pd - Pakar parenting yang membahas strategi menghadapi tantangan perkembangan anak di era digital. Eko Muji Nur Utami, A.Md - Ahli gizi yang mengulas pentingnya nutrisi untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak TANTANGAN PARENTING DI DUNIA DIGITAL Dr. Esa Nur Wahyuni menekankan bahwa anak-anak usia sekolah dasar sangat rentan terhadap ketergantungan gadget. Otak mereka yang masih dalam tahap perkembangan mudah terpengaruh oleh stimulus digital yang intens. Orang tua perlu memahami tanda-tanda ketergantungan dan cara mengatasinya dengan pendekatan yang tepat.  Interaksi sosial anak di dunia nyata seringkali terganggu oleh kehadiran teknologi. Anak-anak cenderung lebih nyaman berkomunikasi melalui perangkat digital dibandingkan bertatap muka langsung. Hal ini dapat menghambat perkembangan keterampilan sosial yang penting untuk masa depan mereka Paparan konten digital yang tidak sesuai usia dapat mempengaruhi pembentukan karakter anak. Orang tua perlu aktif melakukan kurasi konten dan memberikan alternatif hiburan yang edukatif dan sesuai dengan nilai-nilai keluarga. STRATEGI PARENTING EFEKTIF DI ERA DIGITAL  Penetapan aturan digital yang jelas dengan membuat kesepakatan keluarga tentang penggunaan teknologi menjadi langkah fundamental. Aturan ini harus mencakup waktu penggunaan, jenis konten yang boleh diakses, dan konsekuensi jika aturan dilanggar. Konsistensi dalam menerapkan aturan akan membantu anak memahami batasan yang sehat. Menjadi role model digital yang baik bagi anak, karena anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat. Orang tua perlu mencontohkan penggunaan teknologi yang bijak dan seimbang. Ketika orang tua dapat menunjukkan bahwa mereka juga memiliki kontrol diri dalam menggunakan gadget, anak akan lebih mudah mengikuti pola yang sama   Menciptakan waktu berkualitas tanpa teknologi membangun momen-momen khusus tanpa gangguan teknologi sangat penting untuk memperkuat ikatan keluarga. Aktivitas seperti makan bersama, bermain permainan tradisional, atau bercerita sebelum tidur dapat menciptakan koneksi emosional yang mendalam antara orang tua dan anak. PENTINGNYA GIZI UNTUK TUMBUH KEMBANG OPTIMAL  Eko Muji Nur Utami menegaskan bahwa di tengah tantangan era digital, aspek nutrisi tidak boleh diabaikan. Perkembangan otak anak yang optimal membutuhkan asupan gizi yang seimbang dan berkualitas. Omega-3, protein, vitamin B kompleks, dan zat besi merupakan nutrisi penting untuk mendukung fungsi kognitif anak. Makanan seperti ikan, telur, kacang-kacangan, dan sayuran hijau harus menjadi bagian rutin dalam menu harian anak. Seringkali anak-anak makan sambil menonton atau bermain gadget, yang dapat mengganggu proses pencernaan dan kesadaran akan rasa kenyang. Orang tua perlu menciptakan lingkungan makan yang kondusif tanpa distraksi digital.  anak terpapar iklan makanan tidak sehat. Orang tua perlu kreatif dalam menyediakan alternatif camilan sehat yang menarik dan mudah dijangkau anak. Di era informasi yang berlebihan, anak-anak seringkali merasa tidak didengar. Orang tua perlu meluangkan waktu khusus untuk benar-benar mendengarkan cerita, keluhan, atau kegembiraan anak tanpa tergesa-gesa memberikan solusi atau nasihat. Daripada melarang total, orang tua dapat mengajak anak berdiskusi tentang konten yang mereka konsumsi. Tanyakan pendapat mereka, jelaskan nilai-nilai positif dan negatif, serta ajak mereka berpikir kritis tentang informasi yang mereka terima. Transisi dari dunia analog ke digital dapat menimbulkan berbagai emosi pada anak. Orang tua perlu memvalidasi perasaan anak dan membantu mereka mengelola emosi dengan cara yang sehat MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR YANG SEIMBANG DENGAN MENGINTEGRASIKAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN  Teknologi bukan musuh dalam pendidikan, tetapi alat yang perlu digunakan dengan bijak. Orang tua dapat membantu anak memanfaatkan teknologi untuk tujuan edukatif seperti aplikasi pembelajaran interaktif, e-book, atau platform belajar online yang berkualitas. teknologi menawarkan berbagai kemudahan, anak-anak tetap membutuhkan aktivitas fisik di luar ruangan. Olahraga, bermain di taman, atau sekadar berjalan-jalan dapat membantu perkembangan motorik dan kesehatan mental anak. Mendorong anak untuk terlibat dalam aktivitas kreatif seperti menggambar, bermain musik, atau kerajinan tangan dapat mengembangkan aspek kognitif yang berbeda dari yang distimulasi oleh teknologi digital. MEMBANGUN KESADARAN ANAK AKAN DIGITAL SEJAK DINI Mengajarkan anak tentang keamanan internet, privasi online, dan cara membedakan informasi yang kredibel dari hoaks menjadi keterampilan penting di era ini. Pendidikan literasi digital harus dimulai sejak anak mulai menggunakan perangkat digital. Anak perlu memahami bahwa ada manusia di balik setiap interaksi digital. Mengajarkan empati dan etika dalam berinteraksi online sama pentingnya dengan mengajarkan sopan santun dalam kehidupan nyata.  Meskipun anak sekolah dasar belum aktif di media sosial, mereka perlu memahami konsep jejak digital dan bagaimana tindakan online dapat memiliki konsekuensi jangka panjang. Seminar parenting di MIN 10 Blitar memberikan pencerahan penting bagi orang tua dalam menghadapi tantangan membesarkan anak di era digital. Kombinasi antara strategi parenting yang adaptif dan perhatian terhadap aspek gizi tumbuh kembang menciptakan fondasi yang kuat untuk perkembangan optimal anak. Kunci sukses parenting di era digital terletak pada keseimbangan antara memanfaatkan teknologi untuk kebaikan anak sambil tetap mempertahankan nilai-nilai fundamental dalam pengasuhan. Komunikasi terbuka, konsistensi dalam penerapan aturan, dan teladan yang baik dari orang tua menjadi pilar utama dalam membentuk generasi yang cerdas teknologi namun tetap berkarakter. Respon positif dari para peserta seminar menunjukkan bahwa orang tua sangat membutuhkan panduan praktis dalam menghadapi tantangan ini. Dengan bekal pengetahuan yang tepat dan dukungan komunitas yang solid, orang tua dapat berperan optimal dalam mendampingi anak-anak mereka tumbuh menjadi individu yang sehat, cerdas, dan berkarakter di era digital ini.

Thumbnail
12 months ago
Peran Orangtua Dalam Literasi Digital: Kelompok Asistensi Mengajar MIN 2 Kota Malang Gelar Seminar Edukatif

LAILATUL FITRIA

Malang – 17 April 2025. Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat tidak hanya menuntut anak untuk adaptif, tetapi juga orang tua agar lebih bijak dalam mendampingi anak di era gadget. Menyadari pentingnya peran keluarga dalam membentuk kebiasaan digital anak, kelompok Asistensi Mengajar dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar bertema "Cerdas Digital Sejak Dini: Peran Orang Tua dalam Literasi Gadget Anak".Seminar ini diselenggarakan di Masjid An Nahdloh, MIN 2 Kota Malang, dengan sasaran utama para wali murid kelas 3. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Asistensi Mengajar mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang tidak hanya fokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga pada pendekatan sosial-edukatif kepada komunitas sekolah.Dalam seminar tersebut, hadir sebagai pemateri utama Dr. Fita Mustafida, M.Pd., seorang akademisi sekaligus Wakil Dekan II Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA). Beliau menyampaikan pentingnya kesadaran digital dalam keluarga, dan peran aktif orang tua dalam mengarahkan anak dalam menggunakan teknologi secara sehat. “Gadget itu ibarat pisau bermata dua. Bisa jadi media belajar, tapi juga bisa berbahaya kalau tanpa pendampingan,” ungkap Dr. Fita Mustafida di hadapan para wali murid. Acara berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para orang tua. Dalam sesi penyampaian materi, beliau menekankan bahwa literasi digital bukan hanya soal bisa menggunakan teknologi, tetapi juga soal kebijaksanaan dalam memilah informasi, mengelola waktu layar (screen time), serta membimbing anak agar tidak terjerumus dalam konten negatif. Para wali murid juga diajak berdiskusi tentang pengalaman mereka dalam mendampingi anak menggunakan gawai, termasuk tantangan seperti kecanduan YouTube, ketergantungan pada game, hingga kebingungan memilih aplikasi yang edukatif. Kepala MIN 2 Kota Malang, Bapak Nanang Sukmawan, S.Pd., M.Pd.I., mengapresiasi kegiatan ini dan berharap seminar semacam ini bisa rutin dilaksanakan. “Kami senang karena wali murid jadi lebih sadar akan pentingnya literasi digital. Anak-anak butuh pendampingan, bukan larangan semata,” ujarnya. Seminar ini menjadi pengingat bahwa literasi digital adalah tanggung jawab bersama baik sekolah, orang tua, dan lingkungan. Dengan kolaborasi yang kuat, generasi muda bisa tumbuh menjadi pengguna teknologi yang cerdas, bukan hanya sekadar pengguna gawai.

Thumbnail
12 months ago
Menjadi pemimpin masa depan: memahami toleransi dan moderasi beragama

SITI NUR ATIQOTUSSOFIYAH

Pada Jumat, 25 April 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang sukses menggelar seminar berjudul "Menjadi Pemimpin Masa Depan: Memahami Toleransi dan Moderasi Beragama". Kegiatan ini dilaksanakan di aula MINU Tratee Putera Gresik dan diikuti oleh kelas 5. Kegiatan ini bertujuan menanamkan pentingnya moderasi beragama, membangun toleransi, dan mengembangkan kemampuan berinteraksi lintas budaya. Nuhbatul Millah, pemateri asal Gresik, membawakan materi dengan gaya ringan dan inspiratif. Acara berlangsung meriah, penuh diskusi aktif, dan tanya jawab berhadiah. Seminar ini diharapkan melahirkan generasi pemimpin masa depan yang bijak, adil, dan mampu merangkul keberagaman bangsa.

Thumbnail
12 months ago
Sinergi KKM Tirta Nawasena dan MAN 3 Jombang Warnai HUT ke-56 dengan Aksi Bakti Sosial

MUHAMMAD FERDIAN SYAH

HUMAS UIN MALANG, (27/2) — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56, MAN 3 Jombang menyelenggarakan kegiatan bakti sosial (baksos) sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Mengusung tema “Madrasah Kaya Juara”, kegiatan ini menegaskan bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif dalam aksi sosial yang membangun nilai kemanusiaan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa empati di kalangan siswa serta mempererat hubungan antara madrasah dan lingkungan sekitar. Melalui aksi berbagi ini, siswa diajak untuk memahami secara langsung kondisi masyarakat yang membutuhkan dan belajar menjadi pribadi yang peduli. Fathul, salah satu guru, menyampaikan bahwa kegiatan baksos merupakan agenda tahunan yang rutin digelar dalam rangka milad MAN 3 Jombang. Acara diawali dengan pembukaan resmi di halaman madrasah. Kepala MAN 3 Jombang dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan nilai kepedulian sosial sebagai bagian dari karakter sehari-hari. Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama serta sesi foto sebagai dokumentasi kebersamaan dan semangat gotong royong. Setelah itu, peserta dibagi ke dalam dua kelompok besar yang bergerak ke arah timur dan barat madrasah. Setiap kelompok terdiri dari dua guru pendamping dan perwakilan siswa dari tiap kelas. Mereka menyalurkan bantuan kepada dua sasaran utama, yaitu keluarga fakir miskin dan anak yatim piatu. Sebanyak 28 keluarga kurang mampu menerima paket sembako berisi beras, gula, minyak goreng, dan mi instan, sementara 10 anak yatim piatu mendapatkan bantuan berupa tas sekolah dan perlengkapan belajar seperti buku dan alat tulis. Kegiatan ini menjadi lebih bermakna dengan kehadiran mahasiswa dari Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tirta Nawasena yang tengah melakukan program pengabdian di wilayah sekitar madrasah. Para mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga terlibat langsung dalam distribusi bantuan, mengatur jalannya kegiatan, dan menjalin komunikasi dengan masyarakat. Kehadiran mereka memberi energi baru dan semangat kebersamaan yang kuat. “Kami merasa bangga bisa ikut serta dalam kegiatan ini. Ini menjadi pengalaman berharga yang sejalan dengan misi kami untuk mengabdi kepada masyarakat,” ujar Ferdi, salah satu anggota KKM Tirta Nawasena. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, peringatan HUT ke-56 MAN 3 Jombang menjelma menjadi lebih dari sekadar perayaan. Ini adalah momentum untuk menginspirasi, berbagi, dan mendidik siswa agar tumbuh menjadi insan yang cerdas sekaligus peduli terhadap sesama. https://uin-malang.ac.id/blog/post/read/25050102357006684

Thumbnail
12 months ago
AM Mandutama Gelar Pelatihan Meronce untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

BELA TISNA

https://www.kompasiana.com/bela56058/6822e205c925c4070f6c4ea3/am-mandutama-gelar-pelatihan-meronce-untuk-meningkatkan-ekonomi-masyarakat