Thumbnail
12 months ago
Menjadi Saudara Belajar Santri Kecil & Cinta Ibu dan Ayah Jadi Kunci

FENINA FERAMITHA IMRAN

KKM UIN MALANG – DESA KASREMAN •• ═ ◎•❀•◎﷽◎•❀•◎ ═ •• Jejak Pengabdian Mahasiswa UIN Malang di TPQ dan Sosialisasi Warga Desa Kasreman Dari mendampingi santri kecil di TPQ hingga edukasi stunting untuk para orang tua, inilah bagian dari cerita kami selama menjalankan KKM di Desa Kasreman. Baca kisah lengkapnya di: 1. Menjadi Saudara Belajar Santri Kecil [https://www.kompasiana.com/rauhidmuhammad7799/683437ad34777c2d2f66f412/menjadi-saudara-belajar-santri-kecil-mahasiswa-uin-malang-dampingi-tpq-kasreman?utm\_source=Whatsapp\&utm\_medium=Refferal\&utm\_campaign=Sharing\_Mobile](https://www.kompasiana.com/rauhidmuhammad7799/683437ad34777c2d2f66f412/menjadi-saudara-belajar-santri-kecil-mahasiswa-uin-malang-dampingi-tpq-kasreman?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile) 2. Cinta Ibu dan Ayah Jadi Kunci [https://www.kompasiana.com/rauhidmuhammad7799/6832a535c925c4303c26d882/cinta-ibu-dan-ayah-jadi-kunci-mahasiswa-kkm-uin-malang-gelar-sosialisasi-stunting-di-kasreman?utm\_source=Whatsapp\&utm\_medium=Refferal\&utm\_campaign=Sharing\_Mobile](https://www.kompasiana.com/rauhidmuhammad7799/6832a535c925c4303c26d882/cinta-ibu-dan-ayah-jadi-kunci-mahasiswa-kkm-uin-malang-gelar-sosialisasi-stunting-di-kasreman?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile) •• ═══ ◎•❀❀❀•◎ ═══ •• Terima kasih kepada seluruh warga Desa Kasreman, para guru TPQ, dan ibu-ibu PKK atas kehangatan, kerja sama, dan pelajaran kehidupan yang berarti. •• ═══ ◎•❀❀❀•◎ ═══ •• Contact Us: IG: @jejakarunika @fitkuinmlg

Thumbnail
12 months ago
SINERGI PENDIDIKAN MADRASAH DAN RUMAH : MENUMBUHKAN ANAK HEBAT, BERAKHLAQ, DAN BERPRESTASI

ABDUL ROJI

  Pada 2 Mei 2025, MI Almaarif 11 Gunungrejo menjadi tempat berlangsungnya sebuah gerakan kecil namun penuh makna: seminar parenting yang digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata pengabdian masyarakat yang mengedepankan penguatan karakter melalui sinergi antara madrasah dan keluarga. Seminar ini difokuskan kepada wali murid kelas 5 sebagai peserta utama, dengan tujuan utama untuk mengajak mereka merefleksikan kembali peran penting sebagai pendidik utama bagi anak—bukan hanya secara biologis, melainkan juga sebagai figur utama dalam pembentukan karakter di lingkungan rumah. Sejak pagi, aula madrasah dipenuhi para ibu yang hadir dengan semangat dan harapan. Antusiasme mereka begitu terasa, mengingat kegiatan edukatif semacam ini masih jarang diadakan di wilayah Gunungrejo yang relatif terpencil. Terbatasnya akses informasi tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk tetap semangat belajar. Acara diawali dengan sambutan dari pihak madrasah dan tim KKM, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh M. Ibnu Ahmad, S.Pd.I., M.Pd., yang mengangkat tema “Sinergi Pendidikan Madrasah dan Rumah: Menumbuhkan Anak Hebat, Berakhlak, dan Berprestasi.” Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan karakter, karena sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Rumah adalah tempat pendidikan pertama, dan orang tua adalah gurunya. Sesi berlangsung dengan penuh perhatian. Para wali murid tampak aktif mencatat dan mengangguk setuju pada berbagai penjelasan. Salah satu momen paling menyentuh adalah ketika pemateri mengutip Imam Al-Ghazali: “Meninggalkan anak tanpa pendidikan lebih berbahaya daripada meninggalkan mereka dalam keadaan miskin.” Kutipan ini menjadi refleksi mendalam bagi para peserta mengenai pola pengasuhan yang selama ini dijalankan. Sesi tanya jawab menjadi ruang terbuka bagi para orang tua untuk mengungkapkan beragam kekhawatiran—dari kesulitan mengatur anak, tantangan membagi waktu antara pekerjaan rumah dan mendampingi anak, hingga kecemasan terhadap pengaruh gadget dan media sosial. Pemateri merespons semua pertanyaan dengan empati dan solusi yang realistis, tanpa menghakimi. Lebih dari sekadar transfer pengetahuan, seminar ini menjadi medium komunikasi antara guru dan orang tua. Guru-guru menyampaikan bahwa selama ini mereka sering merasa bekerja sendirian dalam mendidik siswa karena komunikasi dengan wali murid masih terbatas. Seminar ini menjadi titik awal tumbuhnya rasa saling pengertian dan kerja sama. Dalam wawancara, Kepala MI Almaarif 11, Ibu Miftahul Jannah, M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa masyarakat Gunungrejo sangat membutuhkan wawasan parenting, dan kegiatan seperti ini menjadi penghubung penting antara sekolah dan keluarga. Yang menarik, acara ini tidak berhenti pada kegiatan satu kali saja. Di akhir sesi, beberapa orang tua bahkan mengusulkan agar seminar semacam ini diadakan secara berkala dengan tema-tema lain yang relevan. Dokumentasi acara merekam berbagai momen istimewa—mulai dari penyerahan sertifikat kepada narasumber, hingga sesi foto bersama peserta dan panitia yang menunjukkan kehangatan dan kepuasan yang terpancar dari senyum mereka. Meski digelar di aula sederhana, semangat dan esensi dari seminar ini jauh melampaui keterbatasan fisik ruangan. Seminar parenting ini menunjukkan bahwa sinergi antara rumah dan madrasah mampu memperkuat pendidikan karakter anak—bahkan dimulai dari desa kecil di kaki Gunungrejo. Secara keseluruhan, seminar ini terbukti efektif dalam membangun kedekatan antara madrasah dan keluarga. Dengan pendekatan observatif dan partisipatif, terlihat bahwa dampaknya tak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menyentuh aspek emosional dan sosial peserta. Hal ini sejalan dengan pemikiran Epstein (2023) serta Grolnick & Slowiaczek (2021), yang menekankan bahwa keterlibatan orang tua melalui pemahaman dan komunikasi yang sehat merupakan kunci keberhasilan pendidikan anak. Oleh karena itu, kegiatan serupa patut dijadikan inspirasi bagi program-program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak langsung.

Thumbnail
12 months ago
KKM UIN MALANG, Mengabdi lewat Mengajar Les dan Mengaji di Desa Ngasin

SIDQI ALI

Sebagai  bentuk pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang tengah menjalani program Asistensi Mengajar di MTsN Gresik turut berperan aktif dalam kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di masyarakat. Salah satu wujud nyata pengabdian tersebut adalah dengan mengajar les dan mengaji anak-anak di Desa Ngasin, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kegiatan ini dilakukan setiap hari senin, rabu, dan jumat, dimulai setelah sholat maghrib hingga selesai sholat isya'. Pesertanya adalah anak-anak sekitar lingkungan desa, sebanyak kurang lebih 15 orang, yang antusias mengikuti kegiatan bermanfaat ini di sela-sela kesibukan sekolah mereka. Menariknya, program ini merupakan hasil kerja sama langsung dengan KH, Ahmad Hishol Muttaqin, S.Ag. M.A, selaku pengasuh Madrasah Diniyah (Madin) dan TPQ di desa tersebut. Beliau turut mendukung dan memfasilitasi kegiatan ini, mulai dari tempat belajar hingga pendampingan moral dan keagamaan.   Kami sembilan orang mahasiswa UIN Malang tidak hanya mengajar di sekolah formal, tetapi juga hadir untuk mendampingi anak-anak desa dalam kegiatan pendidikan non formal. Biasanya mereka datang membawa pekerjaan rumah (PR), dan kami membantu menjelaskan materi pelajaran serta membimbing mereka memahami tugas-tugasnya. Namun bila tidak ada PR kegiatan dialihkan untuk mengaji, seperti membaca Iqra' dan Al-Qur'an, dan menghafal surat pendek. Respon masyarakat sangat positif. Orang tua merasa terbantu karena anak-anak mereka medapatkan bimbingan tambahan yang berkualitas dalam suasana yang hangat dan kekeluargaan. Sementara bagi kami, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk belajar langsung dari masyarakat dan memahami kebutuhan pendidikan. Dengan kegiatan ini, kami berharap dapat menanamkan semangat belajar dan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda. Kami juga belajar bahwa pengabdian tidak harus besar tetapi cukup dengan hadir, peduli, dan berbagi ilmu, kita sudah bisa memberikan perubahan yang bermakna. Semoga kolaborasi sederhana ini menjadi langkah awal bagi hadirnya lebih banyak kegiatan positif antara kampus dan masyarakat. Karena sejatinya, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dibagikan.

Thumbnail
12 months ago
Menjadi Saudara Belajar Santri Kecil & Cinta Ibu dan Ayah Jadi Kunci

RATNA WATI

KKM UIN MALANG – DESA KASREMAN •• ═ ◎•❀•◎﷽◎•❀•◎ ═ •• Jejak Pengabdian Mahasiswa UIN Malang di TPQ dan Sosialisasi Warga Desa Kasreman Dari mendampingi santri kecil di TPQ hingga edukasi stunting untuk para orang tua, inilah bagian dari cerita kami selama menjalankan KKM di Desa Kasreman. Baca kisah lengkapnya di: 1. Menjadi Saudara Belajar Santri Kecil [https://www.kompasiana.com/rauhidmuhammad7799/683437ad34777c2d2f66f412/menjadi-saudara-belajar-santri-kecil-mahasiswa-uin-malang-dampingi-tpq-kasreman?utm\_source=Whatsapp\&utm\_medium=Refferal\&utm\_campaign=Sharing\_Mobile](https://www.kompasiana.com/rauhidmuhammad7799/683437ad34777c2d2f66f412/menjadi-saudara-belajar-santri-kecil-mahasiswa-uin-malang-dampingi-tpq-kasreman?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile) 2. Cinta Ibu dan Ayah Jadi Kunci [https://www.kompasiana.com/rauhidmuhammad7799/6832a535c925c4303c26d882/cinta-ibu-dan-ayah-jadi-kunci-mahasiswa-kkm-uin-malang-gelar-sosialisasi-stunting-di-kasreman?utm\_source=Whatsapp\&utm\_medium=Refferal\&utm\_campaign=Sharing\_Mobile](https://www.kompasiana.com/rauhidmuhammad7799/6832a535c925c4303c26d882/cinta-ibu-dan-ayah-jadi-kunci-mahasiswa-kkm-uin-malang-gelar-sosialisasi-stunting-di-kasreman?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile) •• ═══ ◎•❀❀❀•◎ ═══ •• Terima kasih kepada seluruh warga Desa Kasreman, para guru TPQ, dan ibu-ibu PKK atas kehangatan, kerja sama, dan pelajaran kehidupan yang berarti. •• ═══ ◎•❀❀❀•◎ ═══ •• Contact Us: IG: @jejakarunika @fitkuinmlg

Thumbnail
12 months ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Berkontribusi Aktif Mengajar di TPQ Remaja Masjid Jami' Gresik Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mahasiswa KKM UIN Malang Berkontribusi Aktif Mengajar di TPQ Remaja Masjid Jami' Gresik", Klik untuk ba

MUCHAMMAD ZAINUL MURTADHO

Gresik, 2025 - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat dengan turut serta dalam kegiatan pembelajaran di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Remaja Masjid Jami' Gresik. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program kerja KKM dalam bidang keagamaan dan literasi Qur'ani di tengah masyarakat.   TPQ Remaja Masjid Jami' Gresik yang terletak di Jl. KH. Wahid Hasyim, menjadi tempat yang strategis dan aktif dalam mendidik generasi muda agar mampu membaca, menulis, serta memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an. Kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang disambut hangat oleh pengurus TPQ dan masyrakat sekitar.   Para mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator kegiatan-kegiatan edukatif yang menyenangkan. Mereka membantu anak-anak dalam memperbaiki bacaan Al-Qur'an, hafalan surat-surat pendek, serta menanamkan adab dan akhlak Islami dalam kehidupan sehari-hari.   "Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian, tapi juga pembelajaran langsung bagi kami sebagai calon pendidik dan dai. Kami belajar banyak dari semangat anak-anak serta dedikasi para ustadz dan ustadzah TPQ," ujar salah satu mahasiswa KKM.       Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mahasiswa KKM UIN Malang Berkontribusi Aktif Mengajar di TPQ Remaja Masjid Jami' Gresik", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/annisaraa1812/6823fc81ed64152f2372f695/mahasiswa-kkm-uin-malang-berkontribusi-aktif-mengajar-di-tpq-remaja-masjid-jami-gresik   Kreator: Annisa Wahyu       Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.   Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Thumbnail
12 months ago
Melangkah Bersama Melawan Stuntig :Aksi Nyata Mahasiswa KKM Atherea Di Posyandu Anggrek IV Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Melangkah Bersama Melawan Stuntig :Aksi Nyata Mahasiswa KKM Atherea Di Posyandu Anggrek IV", Klik untuk b

ILHAM ARIFIN HRP

Dalam rangka menjalankan program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN), kelompok mahasiswa KKN Etherea dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosial yang berfokus pada isu kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan stunting, di Posyandu Anggrek IV Tamanharjo Singosari. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap masalah gizi dan tumbuh kembang anak di lingkungan masyarakat.   Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kolaboratif. Diawali dengan sambutan dari perwakilan kelompok KKN Etherea dan pihak kelurahan setempat, acara kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai stunting yang disampaikan oleh mahasiswa dengan latar belakang keilmuan di bidang kesehatan dan gizi. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu-ibu balita mengenai pentingnya asupan gizi, pola makan seimbang, serta perawatan kesehatan anak secara menyeluruh.   Suasana semakin interaktif saat sesi tanya jawab dibuka. Para ibu dengan antusias menyampaikan berbagai pertanyaan seputar tumbuh kembang anak dan penanganan dini jika ditemukan gejala stunting. Mahasiswa KKN Etherea memberikan jawaban yang mudah dipahami dan disertai dengan contoh konkret yang relevan dengan kondisi masyarakat setempat.       Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Melangkah Bersama Melawan Stuntig :Aksi Nyata Mahasiswa KKM Atherea Di Posyandu Anggrek IV", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/rifa61799/6836904a34777c2d536cb342/melangkah-bersama-melawan-stuntig-aksi-nyata-mahasiswa-kkm-atherea-di-posyandu-anggrek-iv   Kreator: RIFA FARAHATUZ ZAKIA       Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.   Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com