Thumbnail
8 months ago
Menanamkan Nilai Karakter Islami Melalui Gema Isra Mi’raj di Masjid Miftahul Jannah dan pembukaan acara Isra Mi'raj

NOUVAL RAYHAN FAHMI ALIMUDIN

Menanamkan Nilai Karakter Islami Melalui Gema Isra Mi’raj di Masjid Miftahul Jannah ​MALANG – Momentum peringatan hari besar Islam seringkali menjadi ruang efektif untuk melakukan edukasi karakter bagi generasi muda. Hal inilah yang tercermin dalam rangkaian acara Tabligh Akbar Isra Mi’raj yang diselenggarakan di Masjid Miftahul Jannah pada Minggu, 14 Januari 2024. Dengan mengusung tema “Meneladani Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW untuk Meningkatkan Iman dan Akhlak Anak serta Masyarakat”, kegiatan ini tidak hanya sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah langkah nyata dalam pembinaan mentalitas religius sejak dini. ​Peresmian yang Simbolis dan Sarat Doa ​Acara dimulai dengan suasana khidmat yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, sesepuh masjid, hingga para mahasiswa KKM Pentaswara. Kehadiran para mahasiswa ini memberikan warna tersendiri dalam pengorganisasian acara yang lebih dinamis namun tetap menjaga marwah kesantunan. ​Puncak dari sesi pembukaan ditandai dengan prosesi pemotongan pita secara simbolis. Dilakukan oleh perwakilan sesepuh masjid bersama koordinator mahasiswa, pemotongan pita tersebut menjadi representasi dari dimulainya perjuangan kecil anak-anak dalam mengasah keberanian mereka melalui perlombaan keagamaan. Prosesi ini ditutup dengan untaian doa bersama, memohon agar kegiatan ini menjadi wasilah (perantara) datangnya keberkahan bagi seluruh warga di lingkungan Masjid Miftahul Jannah. ​Mengasah Keberanian Melalui Adzan dan Tartil ​Memasuki agenda inti di hari pertama, perhatian jamaah tertuju pada panggung utama yang diisi oleh para peserta cilik. Dua cabang lomba yang dipertandingkan adalah Lomba Adzan dan Lomba Tartil Al-Qur’an. Penyelenggara tampaknya ingin menitikberatkan pada aspek dasar ibadah, yakni panggilan shalat dan interaksi dengan kitab suci. ​Satu per satu peserta maju dengan penuh percaya diri. Pada cabang lomba adzan, suara lantang para peserta terdengar merdu memenuhi setiap sudut ruang masjid, merefleksikan kefasihan mereka dalam melantunkan kalimat-kalimat suci. Sementara itu, pada lomba tartil, suasana mendadak hening dan penuh kekhusyukan saat ayat-ayat Al-Qur’an dibacakan dengan teknik tajwid yang terjaga. ​Tim juri yang terdiri dari mahasiswa KKM dan tokoh agama setempat melakukan penilaian secara komprehensif. Indikator penilaian tidak hanya terpaku pada keindahan vokal semata, namun juga mencakup adab saat di panggung, ketepatan makhraj, serta kelancaran bacaan. ​Apresiasi sebagai Motivasi Berkelanjutan ​Salah satu aspek menarik dari kegiatan ini adalah pendekatan panitia dalam memberikan apresiasi. Menjelang penutupan hari pertama, seluruh peserta mendapatkan bingkisan (goodie bag) sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi dan keberanian mereka. Langkah ini diambil untuk menanamkan pemahaman bahwa dalam proses belajar agama, partisipasi dan usaha jauh lebih berharga daripada sekadar predikat juara. ​Senyum puas dan binar bahagia terlihat jelas saat sesi foto bersama antara peserta, panitia, dan dewan juri. Dokumentasi tersebut menjadi penutup yang manis sekaligus pengingat bahwa masjid harus selalu menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak. ​Melalui kegiatan ini, diharapkan ghirah (semangat) keagamaan di lingkungan Masjid Miftahul Jannah terus terjaga. Lebih dari sekadar kompetisi, acara ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi generasi muda untuk lebih mencintai masjid dan menjadikan nilai-nilai yang dibawa oleh Rasulullah dalam peristiwa Isra Mi’raj sebagai pedoman dalam berakhlak di kehidupan sehari-hari.

Thumbnail
8 months ago
Canda, Tawa, dan Kehangatan Warga Dusun Lesti dalam Lomba Ibu-Ibu dan Anak-Anak Bersama KKM Kelompok 33 UIN Malang

GENDHIS IRMA DWIANINDYA

Kegiatan perlombaan yang melibatkan ibu-ibu dan anak-anak di Dusun Lesti menjadi salah satu agenda paling semarak selama pelaksanaan KKM Kelompok 33 UIN Malang. Acara ini berlangsung selama dua hari dan berhasil menciptakan suasana penuh keceriaan, antusiasme, serta keakraban antarwarga. Setiap sore, mulai sekitar pukul 15.30 WIB, warga mulai berdatangan dan berkumpul di depan rumah Bu Khoir yang dijadikan sebagai lokasi utama kegiatan. Rangkaian lomba pada hari Jumat difokuskan untuk anak-anak. Beragam permainan sederhana namun menghibur diselenggarakan, seperti lomba pukul air, cukurukuk, dan estafet karet. Anak-anak mengikuti setiap lomba dengan penuh semangat. Gelak tawa, teriakan gembira, serta saling memberi dukungan menjadi pemandangan yang menghiasi jalannya kegiatan. Sorakan dari ibu-ibu yang menyaksikan turut menambah kemeriahan suasana. Walaupun permainan yang dilombakan tergolong sederhana, keceriaan anak-anak terpancar jelas dari raut wajah mereka. Selain sebagai hiburan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai keberanian, sportivitas, serta kebersamaan sejak dini. Mahasiswa KKM Kelompok 33 hadir mendampingi dan mengarahkan jalannya lomba agar tetap aman dan tertib. Keseruan kegiatan berlanjut ke hari Sabtu. Acara diawali dengan lomba makan kerupuk untuk anak-anak yang kembali mengundang tawa warga. Setelah itu, para ibu turut ambil bagian dalam perlombaan seperti lomba sarung balon dan makan kerupuk. Antusiasme ibu-ibu terlihat jelas dari semangat mereka saat berlomba, diselingi canda dan tawa yang mencairkan suasana. Perlombaan ibu-ibu menjadi salah satu momen paling berkesan karena menghadirkan nuansa kekeluargaan yang kuat. Tidak ada persaingan yang berlebihan, melainkan kebersamaan dan kegembiraan yang dirasakan bersama. Anak-anak dan warga sekitar pun ikut menyaksikan serta memberikan dukungan dengan penuh semangat. Melalui kegiatan lomba yang melibatkan ibu-ibu dan anak-anak ini, rasa kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat Dusun Lesti semakin terjalin erat. Kegiatan yang sederhana namun dilakukan bersama-sama ini mampu menghadirkan kebahagiaan sekaligus memperkuat hubungan antara warga dan mahasiswa KKM Kelompok 33 UIN Malang.

Thumbnail
8 months ago
Sosialisasi Program Edukatif, Mahasiswa KKM Kunjungi MI Nurul Huda 1 Kedungkandang

ADYATMA TAAJ UBADAH

Mahasiswa KKM UIN Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi program edukatif di MI Nurul Huda 1 Kedungkandang dengan menyasar siswa kelas 3. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM dibagi menjadi tiga kelompok kecil untuk masuk ke kelas 3B, 3C, dan 3D. Pembagian ini bertujuan agar penyampaian materi dapat berjalan lebih efektif dan interaktif. Setiap kelompok didampingi oleh wali kelas masing-masing selama kegiatan berlangsung. Suasana sekolah terlihat antusias menyambut kedatangan mahasiswa KKM. Kegiatan di masing-masing kelas diawali dengan pembukaan yang sederhana namun penuh keakraban. Mahasiswa KKM memperkenalkan diri serta menyampaikan tujuan kedatangan mereka kepada para siswa. Pembukaan dilakukan dengan bahasa yang ringan agar mudah dipahami oleh anak-anak. Hal ini membuat siswa merasa lebih dekat dan tidak canggung selama kegiatan berlangsung. Interaksi awal ini menjadi langkah penting untuk membangun suasana yang menyenangkan. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai game seru-seruan yang melibatkan seluruh siswa. Permainan tersebut dirancang untuk meningkatkan semangat belajar sekaligus melatih kerja sama dan keberanian siswa. Anak-anak tampak sangat antusias mengikuti setiap permainan yang diberikan. Gelak tawa dan keceriaan memenuhi ruang kelas selama kegiatan berlangsung. Melalui game ini, mahasiswa KKM juga menyisipkan nilai-nilai edukatif secara sederhana. Selanjutnya, mahasiswa KKM menyampaikan sosialisasi terkait kegiatan yang akan dilaksanakan keesokan harinya. Siswa diberi penjelasan mengenai perlengkapan apa saja yang perlu dibawa serta baju apa yang harus dikenakan. Penyampaian dilakukan secara jelas dan berulang agar tidak terjadi kesalahpahaman. Selain itu, mahasiswa KKM juga mengajak siswa untuk membuat konten bersama, seperti foto dan video singkat. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah kedekatan serta mengabadikan momen kebersamaan. Di akhir kegiatan, mahasiswa KKM berpamitan kepada seluruh siswa dan guru di masing-masing kelas. Ucapan terima kasih disampaikan atas sambutan hangat dan kerja sama yang telah diberikan. Para siswa terlihat enggan berpisah dan berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan. Dengan penuh kesan positif, mahasiswa KKM kemudian meninggalkan kelas dan kegiatan sosialisasi pun resmi selesai. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan pengalaman berharga bagi seluruh pihak yang terlibat.

Thumbnail
8 months ago
Sosialisasi Cybercrime Pada Dunia Anak, Upaya KKM UIN Malang Membangun Kesadaran Digital Sejak Dini

RAHMAD HIDAYAT AL FAHRIZZI

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan baru, khususnya bagi anak-anak. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 78 melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema Cybercrime pada Dunia Anak di MI Al-Fatah, Desa Banjarejo, pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar kepada siswa mengenai bahaya kejahatan siber yang kerap mengintai anak-anak dalam aktivitas digital sehari-hari. Di era di mana gawai dan internet sudah menjadi bagian dari kehidupan anak, edukasi mengenai penggunaan teknologi secara aman menjadi hal yang sangat penting. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKM menjelaskan pengertian cybercrime atau kejahatan siber dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan berbagai jenis kejahatan siber yang sering terjadi pada dunia anak, seperti cyberbullying, paparan konten tidak pantas, penipuan dalam game online, serta penyalahgunaan akun media sosial dan game. Para siswa MI Al-Fatah terlihat sangat antusias dan bersemangat mengikuti jalannya kegiatan. Mereka aktif menyimak penjelasan, menjawab pertanyaan, serta berbagi pengalaman yang pernah mereka alami saat menggunakan gawai atau bermain game online. Antusiasme ini menunjukkan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Agar suasana tetap menyenangkan dan tidak membosankan, penyampaian materi diselingi dengan berbagai ice breaking yang seru dan interaktif. Kegiatan ini berhasil mencairkan suasana dan membuat para siswa semakin bersemangat mengikuti sosialisasi hingga akhir. Selain itu, mahasiswa KKM juga mengadakan kuis ringan seputar materi yang telah disampaikan. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 78 berharap dapat menanamkan kesadaran digital sejak dini kepada anak-anak, agar mereka lebih bijak, aman, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Edukasi semacam ini menjadi langkah awal yang penting dalam melindungi anak-anak dari dampak negatif dunia digital, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman dan sehat di era digital. Kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa KKM dalam berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui edukasi yang kontekstual dan bermanfaat. Dengan adanya kolaborasi antara sekolah dan mahasiswa, diharapkan upaya pencegahan kejahatan siber pada anak dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Thumbnail
8 months ago
Ngaji Budaya Peringatan Isra Mi'raj: Kolaborasi KKM UIN Malang dan IPNU-IPPNU Desa Banjarejo Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Ngaji Budaya Peringatan Isra Mi'raj: Kolaborasi KKM UIN Malang dan IPNU-IPPNU Desa Banjarejo", Kli

SAINAWI

Dalam rangka memperingati peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, mahasiswa KKM 78 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan organisasi kepemudaan IPNU–IPPNU Desa Banjarejo menyelenggarakan sebuah kegiatan bertajuk Ngaji Budaya. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Banjarejo dan menjadi ruang refleksi spiritual yang dikemas dengan pendekatan budaya. Ngaji Budaya mengusung tema “Menggali Perjalanan Spiritual Nabi dengan Pandangan Budaya”. Tema ini dipilih sebagai upaya untuk memahami makna Isra Mi’raj tidak hanya sebagai peristiwa historis dan teologis, tetapi juga sebagai sumber nilai spiritual yang dapat diinternalisasi dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Acara diawali dengan opening ceremony berupa penampilan pentas seni pencak silat Kera Sakti dari Desa Banjarejo. Penampilan ini menjadi simbol harmonisasi antara budaya lokal dan nilai-nilai keislaman yang menjadi ruh dari peringatan Isra Mi’raj. Suasana balai desa pun terasa hidup, meriah, dan penuh antusiasme dari para hadirin. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi yang dipandu oleh dua orang Master of Ceremony, masing-masing merupakan delegasi dari IPNU–IPPNU Desa Banjarejo dan KKM 78 UIN Malang ArthaBhumi. Setelah itu, pembacaan ayat suci AlQur’an dilantunkan dengan khidmat oleh A. Muzakky Abdur Rahman, menambah kekhusyukan suasana peringatan Isra Mi’raj. Acara berlanjut dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Bapak Suko Mulyono selaku Kepala Desa Banjarejo yang mengapresiasi sinergi mahasiswa dan pemuda desa dalam menghadirkan kegiatan keagamaan yang bernilai edukatif dan kultural. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ustadz Darmansyah selaku Ketua Tanfidziyah, serta sambutan Ketua Pelaksana kegiatan, Prada Ayu Sahara, yang menyampaikan harapan agar kegiatan Ngaji Budaya dapat menjadi agenda positif yang berkelanjutan. Memasuki inti acara, pemaparan materi pertama disampaikan oleh Nur Latifatul Qolbi. Dalam penyampaiannya, ia mengajak peserta untuk merefleksikan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj melalui perspektif budaya, serta bagaimana nilai-nilai keteladanan Nabi dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Sebelum beralih ke pemateri kedua, acara diselingi dengan penampilan musik religi yang dibawakan oleh grup musik Arema Al-Qulub dari Desa Banjarejo. Lantunan musik religi tersebut menghadirkan suasana yang hangat dan reflektif, sekaligus memperkuat nuansa spiritual dalam peringatan Isra Mi’raj. Materi kedua kemudian disampaikan oleh Gus Syifaul Anam dan dimoderatori oleh Ahmad Dahri. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan pembahasan yang mendalam mengenai makna Isra Mi’raj, spiritualitas, serta relevansinya dengan budaya dan kehidupan masyarakat masa kini. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan selama sesi diskusi. Acara ditutup dengan doa penutup yang disampaikan oleh Ustadz Dani, kemudian secara resmi ditutup oleh MC. Setelah rangkaian acara utama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama, makan bersama, serta pembagian buku kepada peserta yang aktif bertanya terkait materi yang disampaikan oleh para pemateri. Melalui kegiatan Ngaji Budaya dalam rangka memperingati Isra Mi’raj ini, KKM 78 UIN Malang bersama IPNU–IPPNU Desa Banjarejo berharap dapat menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan nilai keislaman, spiritualitas, dan budaya lokal. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa peringatan hari besar Islam dapat dikemas secara kreatif, edukatif, dan tetap membumi di tengah masyarakat.

Thumbnail
8 months ago
Kegiatan Edukatif dan Kreatif Mahasiswa KKM Warnai Proses Belajar di MI Nurul Huda 1 Kedungkandang

RACHMAT NUR HIDAYAT

Kegiatan edukatif dan kreatif yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKM di MI Nurul Huda 1 Kedungkandang diawali dengan senam pagi bersama. Senam pagi ini diikuti oleh seluruh siswa dengan penuh semangat sejak pagi hari. Mahasiswa KKM memandu gerakan senam agar siswa dapat mengikuti dengan tertib dan menyenangkan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kebugaran jasmani serta meningkatkan semangat belajar siswa. Suasana ceria dan kebersamaan tampak jelas selama senam pagi berlangsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berharap siswa lebih siap mengikuti rangkaian kegiatan selanjutnya. Setelah senam pagi selesai, siswa diberikan waktu istirahat bersama. Waktu istirahat dimanfaatkan siswa untuk makan bekal dari rumah dan berinteraksi dengan teman-teman. Mahasiswa KKM turut mendampingi siswa selama waktu istirahat berlangsung. Pendampingan ini dilakukan untuk menjaga ketertiban serta keamanan lingkungan sekolah. Selain itu, mahasiswa KKM juga membangun kedekatan dengan siswa melalui interaksi ringan. Suasana istirahat berjalan dengan tertib dan penuh keakraban. Usai waktu istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan masuk ke dalam kelas untuk melaksanakan pembelajaran kreatif. Mahasiswa KKM mengajak siswa membuat kolase pada gambar yang telah disiapkan sebelumnya. Bahan utama kolase berasal dari sampah plastik bekas snack yang telah dikumpulkan dan dikeringkan. Sampah plastik tersebut dipilih agar aman digunakan dan mudah dibentuk. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus melatih motorik halus siswa. Selain itu, siswa juga dikenalkan pada pemanfaatan limbah plastik menjadi karya yang bernilai. Dalam proses pembuatan kolase, siswa terlihat sangat antusias dan aktif mengikuti arahan mahasiswa KKM. Setiap siswa bebas menuangkan ide dan kreativitasnya dengan menyusun potongan plastik berwarna. Mahasiswa KKM memberikan pendampingan agar siswa dapat menempelkan bahan dengan rapi. Kegiatan ini juga melatih kesabaran, ketelitian, dan kerapian siswa. Interaksi positif antara mahasiswa KKM dan siswa terjalin dengan baik selama kegiatan berlangsung. Hasil kolase yang dibuat siswa tampak beragam dan menarik. Melalui kegiatan edukatif dan kreatif ini, mahasiswa KKM berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa. Pemanfaatan sampah plastik bekas snack menjadi kolase juga menjadi sarana edukasi tentang kepedulian terhadap lingkungan. Siswa diajak memahami pentingnya mengurangi dan mengelola sampah plastik sejak dini. Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan ini juga menanamkan nilai tanggung jawab dan kesadaran lingkungan. Pihak sekolah menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKM tersebut. Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi siswa MI Nurul Huda 1 Kedungkandang.