Thumbnail
8 months ago
Membangun Kebiasaan Baik KKM Kelompok 33 di Dusun Lesti, Melakukan One day One Juz

MOHAMMAD WILDAN NUR AKBAR

Mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 33 dari UIN Malang, yang bertugas di Dusun Lesti, secara aktif membangun kebiasaan baik melalui program "One Day One Juz" selama masa pengabdian mereka. Program ini bertujuan memperkuat spiritualitas dan menciptakan rutinitas bermakna di tengah masyarakat desa. Kegiatan ini dimulai dengan kesadaran akan pentingnya membaca Al-Qur'an secara rutin, di mana setiap hari satu juz menjadi target utama. Mahasiswa mengintegrasikan aktivitas ini ke dalam jadwal harian, sering kali dilakukan secara berjamaah di masjid atau mushalla setempat, melibatkan warga Dusun Lesti untuk menciptakan semangat kolektif. Kebiasaan "One Day One Juz" yang dibangun selama KKM tidak berhenti setelah masa pengabdian selesai. Mahasiswa UIN Malang melanjutkannya sebagai bagian dari gaya hidup, sementara warga Dusun Lesti mengadopsinya secara mandiri, menciptakan efek riak positif di komunitas. Selama KKM di Dusun Lesti, mahasiswa UIN Malang merasakan transformasi mendalam dari rutinitas "One Day One Juz". Mereka berbagi cerita tentang peningkatan fokus belajar, ketenangan batin, dan rasa syukur yang lebih dalam setelah tadarus harian. Program ini menunjukkan bagaimana kegiatan pengabdian bisa jadi katalisator transformasi diri dan masyarakat, mengajarkan bahwa kebiasaan kecil harian mampu membentuk karakter kuat dan hubungan spiritual yang erat.

Thumbnail
8 months ago
Pererat Silaturahmi, Mahasiswa Ikuti Arisan PKK untuk Bangun Kolaborasi Bersama Ibu-Ibu PKK

ANDINI AULIA PUTRI

Kegiatan arisan PKK yang diikuti oleh mahasiswa ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 3 Januari 2026, bertempat di wilayah RT 02 dan RT 03 RW 02 Kelurahan Kedungkandang. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK sebagai mitra sosial di lingkungan setempat. Kehadiran mahasiswa disambut dengan antusias oleh para ibu PKK yang melihat kegiatan ini sebagai ruang silaturahmi sekaligus diskusi bersama. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban sejak awal acara dimulai. Acara diawali dengan penyampaian program kerja kolaborasi yang dirancang oleh mahasiswa untuk mendukung kegiatan kemasyarakatan di lingkungan RT dan RW. Dalam penyampaian tersebut, mahasiswa menjelaskan beberapa rencana kegiatan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan partisipasi warga, serta penguatan hubungan sosial antarwarga. Penjelasan program kerja disampaikan secara komunikatif agar mudah dipahami oleh seluruh peserta yang hadir. Ibu-ibu PKK pun tampak aktif menyimak dan memberikan respons positif terhadap pemaparan yang disampaikan. Selain memaparkan program kerja, mahasiswa juga membuka ruang diskusi agar ibu-ibu PKK dapat menyampaikan saran dan masukan terkait rencana kolaborasi yang akan dijalankan. Diskusi ini menjadi momen penting untuk menyamakan persepsi antara mahasiswa dan ibu PKK mengenai kebutuhan serta potensi yang ada di lingkungan setempat. Beberapa ibu PKK turut menyampaikan pengalaman dan ide yang dapat dikembangkan bersama dalam kegiatan ke depan. Melalui diskusi tersebut, terbangun komunikasi dua arah yang semakin mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Setelah sesi penyampaian program kerja dan diskusi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan arisan ibu-ibu PKK sebagaimana agenda rutin yang biasa dilaksanakan. Mahasiswa turut mengikuti rangkaian arisan dengan penuh kebersamaan dan rasa kekeluargaan. Kegiatan arisan berlangsung sederhana namun sarat dengan nilai kebersamaan dan kekompakan antaranggota PKK. Momen ini dimanfaatkan mahasiswa untuk lebih mengenal ibu-ibu PKK secara personal dalam suasana yang santai dan akrab. Keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan arisan PKK ini diharapkan dapat memperkuat ikatan emosional antara mahasiswa dan ibu-ibu PKK di lingkungan RT 02 dan RT 03. Interaksi yang terjalin selama kegiatan menunjukkan adanya semangat kebersamaan dan saling mendukung dalam membangun lingkungan yang harmonis. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang aktif berbaur. Hal ini menjadi langkah awal yang baik untuk menjalin kerja sama yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap kolaborasi yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan dukungan penuh dari ibu-ibu PKK. Sinergi antara mahasiswa dan PKK diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Kelurahan Kedungkandang secara keseluruhan. Kegiatan arisan PKK ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan rutin, tetapi juga wadah untuk memperkuat silaturahmi dan kerja sama sosial. Dengan adanya kegiatan seperti ini, hubungan antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan semakin solid dan berkelanjutan.

Thumbnail
8 months ago
UMKM Kerupuk Miler dan Masakan Rumahan Mulai Proses Sertifikasi Halal Bersama KKM Nuswara

IMAM BAEHAQEI

Kelompok KKM 184 Nuswara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan survey rumah produksi Bu Prapti pada Selasa (13/1/2026) sebagai bagian dari proses pengajuan sertifikasi halal. Kegiatan dilakukan untuk memastikan setiap bahan dan produk yang diproses memenuhi standar kelayakan sebelum diajukan ke lembaga verifikasi nasional. Survey lapangan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB di rumah produksi yang sehari-hari memproduksi berbagai olahan pangan siap saji. Seluruh anggota kelompok turut terlibat aktif dalam proses pendataan, didampingi langsung oleh mentor sertifikasi halal, Ustad Ihwanoratama Bella Indriasandi, S.Hum., M.Hum., yang memberikan arahan teknis serta regulasi terkait prosedur sertifikasi. Dalam pelaksanaannya, tim KKM melakukan identifikasi produk secara menyeluruh, mulai dari jajanan ringan hingga masakan harian yang dijual di warung Bu Prapti. Di antara produk yang didata adalah kerupuk miler, keripik singkong, sayur lodeh, sayur pedas, aneka tumis, jamur krispi, ayam krispi, dan kulit krispi, termasuk pengelolaan bahan baku yang digunakan dalam setiap olahan. Pendataan mencakup rincian bahan dapur yang digunakan dalam produksi, seperti Jenis minyak goreng, tepung, penyedap rasa, hingga garam dapur. Mayoritas bahan pokok yang digunakan UMKM ini tercatat 95 persen telah memiliki identitas halal, antara lain minyak Sunco, tepung Segitiga Biru, kaldu sapi Royco, serta garam Kapal. Informasi ini menjadi dasar pemetaan awal sebelum diproses dalam sistem resmi. Setelah pendataan dilakukan, seluruh informasi dimasukkan ke dalam platform perizinan Online Single Submission (OSS) untuk memperoleh Nomor Izin Berusaha (NIB). Proses berlanjut dengan penginputan komponen bahan ke dalam Sihalal, sistem milik Badan Penyelenggara Jaminan Halal (BPJH), sebagai tahap formal pengajuan sertifikasi halal. Hasil verifikasi data akan diproses oleh pusat, dan sertifikasi halal diperkirakan terbit Setelah paling cepat dalam kurun waktu tiga minggu. Melalui pendampingan ini, KKM 184 berharap langkah administrasi yang sedang dilakukan dapat membantu UMKM Bu Prapti meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas kepercayaan konsumen melalui legalitas halal yang terstandar

Thumbnail
8 months ago
Mahasiswa KKM 13 Dharmasena UIN Malang Gelar Inventarisasi Sarana dan Prasarana Masjid

IMAM SAFI I

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 13 Dharmasena Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan inventarisasi sarana dan prasarana masjid. Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2025 dan berlokasi di Masjid Nashruddin, Kecamatan Kedungkandang. Inventarisasi dilakukan sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang fokus pada penguatan tata kelola masjid. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya membantu pengurus masjid dalam menata dan mendokumentasikan aset yang dimiliki. Pelaksanaan inventarisasi diawali dengan koordinasi antara mahasiswa KKM dan pengurus Masjid Nashruddin. Koordinasi tersebut bertujuan untuk menyamakan pemahaman terkait ruang lingkup dan mekanisme pendataan. Mahasiswa kemudian melakukan pendataan secara langsung terhadap berbagai fasilitas yang ada di lingkungan masjid. Proses ini dilakukan secara sistematis agar data yang diperoleh akurat dan mudah digunakan. Sarana dan prasarana yang didata meliputi perlengkapan ibadah, peralatan kebersihan, serta fasilitas pendukung kegiatan keagamaan dan sosial. Setiap barang dicatat berdasarkan jenis, jumlah, dan kondisi fisiknya. Pendataan ini diharapkan dapat memudahkan pengurus masjid dalam melakukan perawatan dan pengawasan aset. Selain itu, data inventaris juga dapat digunakan sebagai arsip resmi masjid. Kegiatan inventarisasi ini mendapat sambutan positif dari pengurus Masjid Nashruddin. Pengurus masjid menilai bahwa pendataan aset sangat penting untuk menunjang pengelolaan masjid yang tertib dan transparan. Kehadiran mahasiswa KKM 13 Dharmasena dinilai memberikan kontribusi nyata bagi penegakan administrasi masjid. Kerja sama yang terjalin mencerminkan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 13 Dharmasena berharap dapat meningkatkan kualitas manajemen sarana dan prasarana masjid. Inventarisasi yang dilakukan diharapkan menjadi dasar perencanaan program masjid di masa mendatang. Selain memberikan manfaat bagi masjid, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi pelajar. Dengan demikian, pengabdian yang dilakukan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Kedungkandang.

Thumbnail
8 months ago
Pelatihan Tashih Al-Fatihah Oleh KKM 184 UIN Malang Tingkatkan Bacaan Sesuai Standarisasi Imam

MOCH ROPIK AL JAMAL

Pelatihan tashih Al-Fatihah dengan Nagham Kurdi digelar di Masjid Baitul Akbar pada Selasa--Rabu, 27--28 Januari 2026, selepas salat Isya, yang diikuti oleh anggota KKM 184 Nuswara UIN Malang bersama remaja masjid setempat. Kegiatan ini bertujuan memperbaiki bacaan Al-Fatihah sebagai rukun utama salat sekaligus membekali peserta dengan lagu bacaan Kurdi yang sesuai standar imam salat berjamaah. Pelatihan berlangsung selama dua malam dengan suasana khidmat dan interaktif. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Buya Nashrulloh. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya bacaan Al-Fatihah yang fasih sebagai dasar sahnya ibadah salat. Ia juga mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM yang menghadirkan program pembinaan keagamaan bagi remaja masjid. Materi pelatihan disampaikan oleh Moch. Ropik Al Jamal, salah satu anggota KKM Nuswara yang memiliki kompetensi dalam bidang tahsin dan nagham Al-Qur'an. Sekitar 15 peserta mengikuti kegiatan ini secara aktif dari awal hingga akhir. Ustadz Ropik menjelaskan setiap ayat Al-Fatihah secara rinci, mulai dari makhraj huruf hingga panjang pendek bacaan. Selain teori, peserta juga diajak mempraktikkan langsung bacaan secara bergiliran. Dalam setiap sesi, pemateri menyimak bacaan peserta satu per satu untuk memberikan koreksi langsung. Metode ini membuat peserta lebih mudah memahami kesalahan dan segera memperbaikinya. Antusiasme terlihat dari kesungguhan peserta dalam mengulang bacaan hingga sesuai standar. Diskusi ringan juga berlangsung untuk memperdalam pemahaman tajwid dan irama bacaan Kurdi. Hingga malam kedua pelatihan, sekitar 70%  persen peserta menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan sebelum mengikuti kegiatan. Bacaan Al-Fatihah peserta menjadi lebih fasih, tertib, dan sesuai kaidah tajwid. Program ini diharapkan menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan mampu melahirkan calon imam salat yang kompeten di lingkungan masjid. Melalui pelatihan tashih Al-Fatihah Nagham Kurdi ini, KKM 184 Nuswara UIN Malang berupaya memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan keagamaan masyarakat, khususnya remaja masjid. Kegiatan ini tidak hanya memperbaiki bacaan salat, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar Al-Qur'an secara berkelanjutan di Masjid Baitul Akbar.

Thumbnail
8 months ago
Bersih Masjid dan Jumat Berkah Warnai Pengabdian KKM 184 Nuswara di Dusun Klandungan

NAAILAH FATKHIYAH

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 184 Nuswara UIN Malang bersama masyarakat Dusun Klandungan melaksanakan kegiatan rutin bersih-bersih Masjid Baitul Akbar yang dirangkaikan dengan persiapan program Jumat Berkah pada Jumat, 2 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam rangka mendukung kenyamanan ibadah serta penguatan nilai kepedulian sosial di lingkungan masjid. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh anggota KKM serta partisipasi aktif masyarakat Dusun Klandungan RT 1 dan RT 2 RW 03. Sejak pagi hari, para peserta secara gotong royong melaksanakan kerja bakti membersihkan berbagai fasilitas Masjid Baitul Akbar sebagai pusat kegiatan ibadah dan sosial masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan bersih-bersih masjid dimulai pada pukul 05.30 WIB dan berlangsung hingga 07.00 WIB. Aktivitas yang dilakukanan anggota putra mencakup pembersihan karpet masjid, sanitasi area toilet, penyapuan dan pengepelan lantai, serta penataan kembali perlengkapan dan properti masjid. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menciptakan lingkungan ibadah yang bersih, tertata, dan kondusif, khususnya menjelang pelaksanaan salat Jumat. Usai kegiatan kebersihan, agenda dilanjutkan dengan persiapan program Jumat Berkah yang dimulai pada pukul 07.00 WIB oleh anggota putri. Program ini difokuskan pada penyediaan konsumsi yang akan dibagikan kepada jamaah salat Jumat sebagai bentuk pendistribusian amal warga serta penguatan nilai kepedulian sosial di lingkungan masjid. Menu yang disiapkan pada kegiatan Jumat Berkah kali ini berupa nasi sop dengan minuman pendamping berupa es jeruk peras. Dalam proses persiapan, mahasiswi KKM berperan aktif dalam membantu pengolahan dan penataan konsumsi, menyiapkan peralatan makan, serta memastikan seluruh kebutuhan teknis kegiatan terpenuhi secara tertib dan higienis. Seluruh rangkaian persiapan selesai sekitar pukul 11.00 WIB, bertepatan dengan mulai berdatangannya jamaah salat Jumat ke Masjid Baitul Akbar. Makanan yang telah disiapkan kemudian dibagikan kepada jamaah setelah pelaksanaan salat Jumat sebagai bagian dari implementasi program Jumat Berkah yang berorientasi pada aspek sosial dan kemaslahatan umat. Kegiatan Jumat Berkah berakhir sekitar pukul 13.00 WIB dan ditutup dengan pembersihan area masjid, pencucian peralatan masak, serta penataan kembali tempat yang digunakan selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berupaya menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya kebersihan masjid serta penguatan nilai solidaritas sosial melalui budaya berbagi di lingkungan masyarakat Dusun Klandungan, Landungsari.