SHOFFANY MAFAZA NAJYA
Syihabuddin, 21 Maret 2025- MI Syihabuddin menggelar kegiatan Hari Kartini dengan semarak dan meriah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperingati jasa dan peran penting R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan pendidikan di Indonesia. Rangkaian kegiatan Hari Kartini di MI Syihabuddin dimulai dengan lomba cosplay pahlawan sekaligus fashion show. Siswa-siswa MI Syihabuddin menampilkan kreativitas dan bakat mereka dengan mengenakan kostum pahlawan dan melakukan fashion show di area lapangan. Setelah lomba cosplay dan fashion show, kegiatan dilanjutkan dengan lomba menyanyi antar kelas. Siswa-siswa MI Syihabuddin menunjukkan bakat menyanyi mereka dengan membawakan lagu-lagu nasional. Kegiatan Hari Kartini di MI Syihabuddin diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi siswa terhadap jasa dan peran penting R.A. Kartini dalam sejarah Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga dapat memupuk kreativitas dan bakat siswa dalam berbagai bidang.
NAJWA TSANIA ACHMAD
Mahasiswa KKM UIN Malang berhasil melaksanakan kegiatan sosialisasi stunting di MI Al-Hayatul Islamiyah, Kedungkandang, Kota Malang pada tanggal 18 April 2025. Kegiatan ini bertemakan "Jangan Biarkan Stunting Renggut Senyum Buah Hatimu". Dengan tema tersebut, diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting sejak dini. Sosialisasi ini juga bertujuan untuk mengedukasi pentingnya memberi gizi yang seimbang, perawatan kesehatan yang tepat, serta pola asuh kehamilan yang baik. Sosialisasi ini mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga pertumbuhan anak agar optimal, sehingga senyum ceria mereka tetap terpancar dan masa depan mereka tetap terjaga. Program ini merupakan bentuk usaha nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi yang tepat bagi pertumbuhan anak. Dalam program kerja sosialisasi stunting ini, kelompok KKM "Baromusa" melakukan sosialisasi kepada wali murid kelas 1 dan 2 dari MI Al-Hayatul Islamiyah. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh ketua yayasan Al-Hayatul Islamiyah, kepala sekolah MI Al-Hayatul Islamiyah, dan juga waka kurikulum MI Al-Hayatul Islamiyah. Program kerja sosialisasi stunting diisi materi dari Ibu Septiani, A.Md. Keb. yang merupakan bidan dari puskesmas Kedungkandang. Materi yang disampaikan oleh beliau berisi upaya pencegahan stunting pada anak. Beliau juga menyampaikan bahwa stunting bukan hanya berasal dari anak yang kurang gizi, tetapi bisa jadi berasal dari pola asuh semasa kehamilan yang kurang baik. Kegiatan ini bukan hanya mengedukasi orang tua, tetapi juga mengedukasi calon orang tua. Selama proses pelaksanaan kegiatan sosialisasi stunting berjalan lancar. Kegiatan ini diawali dengan sambutan kemudian diisi materi dan ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Melalui kegiatan ini, diharapkan orang tua memahami bahwa stunting bukan sekedar masalah tinggi badan, tetapi juga menyangkut masa depan anak baik dari aspek kesehatan, kecerdasan, maupun kualitas hidup.
URWAH AL WUTSQO
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Dharmadikari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar parenting bertema "Mendidik Karakter Anak Sejak Dini" pada Ahad malam, 9 Maret 2025 di Masjid Baitussalam, Dusun Kepuh Utara, Desa Kepuharjo, Karangploso, Malang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan karakter anak sejak dini. Narasumber Faira Aisyah Kusmawardi, SH., MH., C.Med. menekankan bahwa rumah adalah tempat utama pembentukan akhlak anak, dan orang tua harus menjadi teladan dalam sikap serta perilaku. Acara yang dihadiri puluhan orang tua ini berlangsung interaktif, dengan sesi diskusi yang membahas tantangan pengasuhan modern seperti kecanduan gawai dan kedisiplinan anak. Beberapa peserta juga berbagi praktik mendidik anak secara islami, seperti tadarus bersama dan pembatasan gadget. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat dan ditutup bersamaan dengan penutupan Pondok Ramadhan, di mana para santri menerima sertifikat sebagai bentuk apresiasi. Diharapkan kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin dalam membina generasi muda berakhlak mulia. https://www.kompasiana.com/ammankotabatu20258439/68282d56c925c4068143a4f2/warga-kepuh-utara-antusias-hadiri-seminar-parenting-membangun-karakter-anak-sejak-dini
MUHAMMAD WAHYUDI HANGGARA
Kami adalah mahasiswa semester enam dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang tengah menjalankan program Asistensi Mengajar di MAN Kota Batu sekaligus Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Dusun Kepuh Utara, Desa Kepuharjo, Karangploso. Kami bersepuluh berasal dari berbagai program studi dan bahu membahu menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam bulan penuh berkah, kelompok KKM kami menyelenggarakan *Pondok Ramadhan* yang berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 8–9 Maret 2025, bertempat di *Masjid Baitussalam, Dusun Kepuh Utara*. Kegiatan ini dirancang untuk membina karakter santri usia SD/MI hingga SMP/MTs melalui pendekatan religius, edukatif, dan menyenangkan. Mulai dari tadarus Al-Qur’an, shalat berjamaah, hingga pemahaman dasar-dasar fiqih dan aqidah, semua dikemas secara ringan namun bermakna. Tidak hanya itu, ada juga *permainan edukatif*, cerdas cermat Islami, dan pelatihan membaca tulisan Pegon, warisan khas tradisi Islam Nusantara. Para peserta yang ikut berasal dari lingkungan sekitar dan tidak dipungut biaya apapun. Mereka bahkan mendapatkan layanan buka puasa dan sahur, serta dibimbing oleh panitia secara intensif selama dua hari satu malam. Malam pertama, kegiatan diawali dengan tadarus bersama, buka puasa, dan shalat tarawih. Dilanjutkan dengan penyampaian materi fiqih yang dibuat interaktif agar mudah diserap oleh peserta. Kegiatan kemudian berlanjut hingga dini hari dengan *Qiyamul Lail*, sahur bersama, dan shalat subuh berjamaah. Keesokan harinya, suasana masjid kembali semarak dengan kegiatan sambung ayat, pelatihan aqidah dasar, dan fun games Islami. Para orang tua yang hadir pun menyampaikan apresiasi positif karena anak-anak mereka terlihat lebih semangat belajar agama, sekaligus belajar hidup tertib dan saling menghormati. “Biasanya anak saya hanya bermain saat Ramadhan. Sekarang dia pulang dengan hafalan baru dan cerita seru,” tutur salah satu wali santri. Kami berharap, kegiatan sederhana ini mampu menjadi batu bata kecil dalam membangun generasi Qurani yang kuat iman dan akhlaknya. Semoga pengalaman ini tidak hanya menjadi kenangan bagi para santri, tetapi juga bekal kami sebagai calon pendidik dan pelayan masyarakat. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan memberi manfaat lebih luas. https://www.kompasiana.com/ammankotabatu20258439/6827f858c925c443403e67b2/membangun-generasi-qurani-semarak-pondok-ramadhan-di-dusun-kepuh-utara-karangploso
IRFANA RAHMANIYAH
Bicara tentang masa depan anak Indonesia, kita tidak hanya berbicara soal pendidikan, tetapi juga soal gizi dan kesehatan. Sayangnya, masih banyak orang tua yang belum memahami bahwa kurangnya asupan gizi bisa berdampak permanen pada tumbuh kembang anak. Inilah yang disebut dengan stunting. Saat melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Kelurahan Kedungkandang, Kota Malang, saya dan rekan-rekan dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang merasakan langsung bahwa kesadaran masyarakat tentang stunting masih perlu ditingkatkan. Karena itu, kami pun mengadakan sebuah program pengabdian masyarakat bertema "Sosialisasi Pencegahan Stunting" yang ditujukan kepada para wali murid MI Al Hayatul Islamiyah, salah satu madrasah yang menjadi mitra pengabdian kami. Stunting bukan sekadar tubuh anak yang lebih pendek dari rata-rata. Ini adalah masalah pertumbuhan yang mengancam perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas anak di masa depan. Dan yang paling menyedihkan, banyak orang tua tidak menyadarinya sampai semuanya terlambat. Kami mengadakan acara dengan mengundang bidan dari puskesmas kedungkandang untuk menyampaikan materisosialisasi berdasarkan data dan referensi valid dari Kementerian Kesehatan. Penyampaian dilakukan dengan bahasa yang sederhana, tidak menggurui, dan dilengkapi dengan visual menarik agar mudah dipahami. Tujuan kami hanya satu: membangkitkan kesadaran orang tua agar lebih peduli terhadap pola makan, gizi seimbang, dan tumbuh kembang anak sejak dini. Kegiatan ini disambut antusias. Para wali murid yang hadir tidak hanya mendengarkan, tapi juga aktif bertanya. Banyak dari mereka baru mengetahui bahwa faktor gizi dan lingkungan dalam 1.000 hari pertama kehidupan (dari masa kehamilan hingga usia 2 tahun) sangat krusial. Beberapa ibu bahkan langsung menceritakan kondisi anak-anak mereka dengan nada cemas namun juga penuh harapan. Kami senang karena kehadiran kami tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga ruang aman untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama. Di akhir acara, kami membagikan brosur edukatif dan mengajak peserta membuat komitmen sederhana: memperbaiki pola makan keluarga, sesederhana apapun itu. Program ini bukan proyek instan. Kami menyadari bahwa edukasi kesehatan seperti ini harus dilakukan secara berkelanjutan. Tapi sebagai mahasiswa, kami ingin meninggalkan jejak kecil yang berarti. Kami percaya, dari satu keluarga yang sadar gizi, akan lahir anak-anak sehat yang mampu mengubah masa depan bangsa. Sebagaimana pesan yang kami bawa: "Gizi cukup, anak tumbuh hebat." Kami berharap, senyum anak-anak di Kedungkandang tetap cerah, langkah mereka ringan, dan masa depan mereka bebas dari jerat stunting. Karena sejatinya, mencegah stunting bukan hanya tugas tenaga medis, tapi tanggung jawab sosial kita semua.
DINA RAHMATUN NAJMA JAMIL
Malang, 21 Maret 2025 --- Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Ta'aroful Muslimin pada tanggal 13 hingga 21 Maret 2025. Kegiatan ini berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1446 H, memberikan nuansa religius dan semangat pengabdian yang lebih mendalam.Sebanyak 11 mahasiswa dari berbagai jurusan terlibat aktif dalam program KKM ini. Mahasiswa UIN Malang melaksanakan KKM di TPQ Ta'aroful Muslimin dengan fokus utama pada pendampingan pembelajaran Al-Qur'an, peningkatan keterampilan santri, dan penyelenggaraan kegiatan keagamaan khas Ramadan. Koordinator kegiatan, Iga Wulanda Sukma, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. "Kami tidak hanya mengajar, tetapi juga belajar dari lingkungan TPQ. Ramadan menjadi momen yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, sosial, dan kepedulian," ujarnya. Sementara itu, Kepala TPQ Ta'aroful Muslimin, menyambut baik kehadiran para mahasiswa. Ia menilai program ini sangat membantu dalam memperkuat proses pendidikan Islam di TPQ. "Kehadiran adik-adik mahasiswa membawa semangat baru bagi santri dan para pengajar di sini," tuturnya. Selama sembilan hari pelaksanaan KKM, mahasiswa juga mengadakan pelatihan kreativitas untuk santri, dan lomba islami seperti cerdas cermat seputar ilmu keagamaan. Kegiatan ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan simbolis dari mahasiswa kepada pihak TPQ. Melalui program ini, mahasiswa UIN Malang tidak hanya menunaikan kewajiban akademik, tetapi juga mengasah kepedulian sosial dan spiritual mereka dalam bingkai pengabdian masyarakat. https://www.kompasiana.com/dinarahmatunnajmajamil8697/6835b3f7ed641558e7744302/mahasiswa-uin-malang-laksanakan-kkm-di-tpq-ta-aroful-muslimin