HERLINA KHUDHRIYAH
Menyambut gelaran Piala Bola Voli Paciran 2025 Antar-RW Se-Desa Paciran, mahasiswa KKM yang tengah mengabdi di Dusun Jetak bersama Karang Taruna setempat bergotong royong melakukan pengecatan lapangan bola voli. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 2 Mei 2025 sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mempersiapkan fasilitas turnamen. Lapangan bola voli Dusun Jetak dipilih sebagai lokasi utama pertandingan. Turnamen ini sendiri diselenggarakan berlangsung dari tanggal 15 Mei hingga 19 Juni 2025, dengan sesi technical meeting yang telah digelar pada Minggu, 4 Mei 2025. “Waktu pelaksanaan pengecatan ini sangat pas karena berdekatan dengan pembukaan turnamen. Jadi kami bisa ikut membantu memberikan suasana baru dan semangat baru bagi warga,” ujar salah satu mahasiswa KKM. Pengecatan lapangan menjadi bukti nyata sinergi antara mahasiswa, pemuda Karang Taruna, dan masyarakat dalam memajukan fasilitas publik. Perubahan visual yang signifikan di lapangan menjadikan suasana pertandingan nanti semakin semarak dan meriah. Pada hari pembukaan turnamen, yang akan diawali pukul 19.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, para mahasiswa KKM juga turut diundang ke lapangan sebagai bentuk apresiasi dari panitia dan warga. Acara pembukaan ini dimeriahkan oleh Berbagai Ketua Panitia Turnamen, yang menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi mahasiswa dan pemuda setempat. “Sungguh luar biasa semangat gotong royong dari adik-adik KKM dan Karang Taruna. Lapangan kini tampil lebih layak dan membangkitkan semangat warga untuk bertanding,” ucapnya di sela-sela Beragam. Turut memberikan Berbagai, Kepala Desa Paciran, Bapak Khusnul Khuluq, S.Pd, yang menjabat periode 2022--2028. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antarwarga dan dukungan generasi muda untuk pembangunan desa. “Kegiatan seperti ini patut dijadikan contoh. Gotong royong, semangat kebersamaan, dan dukungan mahasiswa kepada desa sangat kami apresiasi. Semoga turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat persaudaraan antar-RW,” tutur beliau. Turnamen Paciran Volleyball Cup 2025 terbuka untuk peserta yang berdokumen, lahir, atau berdomisili di Paciran, termasuk yang ber-KTP Sumurgayam (Mbohol dan Padeg). Total hadiah yang diperebutkan mencapai 5 juta rupiah dalam bentuk uang tunai dan trofi. Dengan semangat kebersamaan dan fasilitas yang semakin siap, warga Dusun Jetak dan seluruh Desa Paciran kini menantikan mencetak turnamen dengan antusiasme tinggi. Lebih dari sekedar pertandingan, acara ini menjadi simbol persatuan dan semangat olahraga yang hidup di tengah masyarakat.
LALU IMRON ROSYADI
Kediri -- Senin, 5 Mei 2025 menjadi awal yang penuh semangat bagi siswa-siswi kelas VIII MTsN 1 Kota Kediri. Bertempat di aula sekolah, kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (P5RA) resmi dibuka dengan mengusung tema "Bangunlah Jiwa dan Raganya." Selama satu minggu ke depan, para siswa akan mengikuti serangkaian kegiatan yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang dipandu langsung oleh tim fasilitator P5RA. Kepala MTsN 1 Kota Kediri, Bapak H. Marwah, S. Pd., hadir memberikan sambutan dan membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa projek ini bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan wadah untuk menanamkan nilai-nilai karakter dan keterampilan hidup yang sejalan dengan tujuan pendidikan nasional. "Melalui tema Bangunlah Jiwa dan Raganya, kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi," tutur beliau. Setelah sambutan, guru fasilitator memaparkan alur kegiatan selama sepekan, yang terdiri dari berbagai aktivitas menarik dan edukatif seperti: analisis makanan bergizi, observasi lingkungan sekolah dan kantin, membuat kampanye anti-bullying, hingga menonton dan merespon film tentang kesehatan mental. Materi dan kegiatan dikaitkan dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila, seperti berpikir kritis, kreatif, bergotong royong, dan berkebinekaan global. Suasana aula tampak penuh antusiasme. Para siswa aktif merespons pemaparan materi, terlibat dalam sesi tanya jawab, dan menikmati permainan ice breaking yang mencairkan suasana. Beberapa siswa tampak bersemangat membawa perlengkapan mereka dan mempersiapkan kegiatan-kegiatan di hari berikutnya. "Seru banget, soalnya kita belajar sambil praktik. Jadi tahu makanan sehat itu apa aja, dan nanti bisa bikin bekal sendiri," ungkap salah satu siswa kelas VIII. Tidak hanya siswa, guru-guru pendamping juga berperan aktif sebagai fasilitator dan narasumber, sekaligus menciptakan suasana yang mendukung proses belajar berbasis pengalaman nyata. Materi disusun untuk memantik pemikiran kritis dan kepedulian sosial siswa terhadap lingkungan sekitar dan kesehatan diri. Kegiatan P5RA tema Bangunlah Jiwa dan Raganya ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai penting seperti menjaga pola makan sehat, menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan aman, serta membangun kesadaran bersama untuk menghentikan segala bentuk perundungan. Dengan dukungan seluruh warga sekolah dan antusiasme peserta didik, kegiatan ini diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman belajar yang tak terlupakan bagi para siswa. https://www.kompasiana.com/imronrosyadi2128/682f144fc925c430fc1915f2/hari-pertama-kegiatan-p5ra-bangunlah-jiwa-dan-raganya-di-mtsn-1-kota-kediri-semangat-siswa-menggelora?lgn_method=google&google_btn=onetap
HAFIZHAH WARDAH WAFIROH ZAHRON
Blitar, 12 Maret 2025 — Dalam rangka mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan yang bermakna dan edukatif, MAN 1 Blitar menyelenggarakan kegiatan bertajuk P5RA (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil ‘Alamin) yang berlangsung meriah di Auditorium MAN 1 Blitar. Kegiatan ini terbagi dalam dua sesi dan melibatkan seluruh siswa kelas 10 dan 11 serta para guru. P5RA tahun ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas dan nilai-nilai karakter melalui proyek yang menarik dan inspiratif. Sesi pertama diikuti oleh siswa kelas 10 dengan tema “Kebudayaan dan Kepahlawanan”, yang ditampilkan melalui fashion show bertema budaya daerah serta drama kepahlawanan yang mengangkat nilai sejarah dan nasionalisme. Pelaksanaan P5RA oleh kelas 10 Sesi kedua diisi oleh siswa kelas 11 dengan tema “Teknologi dan Inovasi”, di mana para peserta menampilkan hasil proyek berbasis teknologi yang menunjukkan semangat berpikir kritis, kolaboratif, dan solutif dalam menghadapi tantangan zaman. salah satu karya P5RA kelas 11 Presentasi karya P5RA kelas XI Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter pelajar Pancasila serta menumbuhkan semangat berkarya di tengah suasana Ramadan. Selain sebagai ajang pengembangan potensi, P5RA juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antar siswa dan guru dalam suasana yang penuh kekeluargaan. Secara umum, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam mendorong partisipasi aktif siswa, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperkuat integrasi antara pembelajaran akademik dan karakter. Antusiasme peserta dan apresiasi dari guru-guru menjadi bukti keberhasilan P5RA sebagai salah satu program unggulan sekolah. Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama, sebagai penutup yang khidmat di tengah nuansa Ramadan yang penuh berkah.
QODRUN NADA
Isra Mi'raj merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam yang memperingati perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra), kemudian naik ke langit (Mi'raj) untuk bertemu dengan Allah SWT. Peristiwa ini mengandung banyak hikmah dan pelajaran yang sangat berharga, terutama dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam. Dalam rangka memperingati Isra Mi'raj, RA. Al Jihad mengundang salah satu anggota Polres di Belimbing kota malang untuk menggelar acara yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan diadakannya kegiatan untuk memperingati Isra Mi'raj di RA. Al Jihad yang disampaikan langsung oleh Bapak dipimpin Iptu Toto Hariyanto, SH, MH bersama bawahannya. Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta menekankan pentingnya mengambil pelajaran dari perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW untuk meningkatkan iman dan kinerja anggota Polri. Ia juga mengajak seluruh anggota untuk mencerminkan sikap sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan memegang teguh nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, kegiatan peringatan Isra Mi'raj di RA. Al Jihad biasanya juga diisi dengan tausiyah yang menyampaikan hikmah dan makna dari peristiwa tersebut. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa peristiwa Isra Mi'raj bukan hanya sejarah, tetapi juga menjadi pengingat agar setiap Islam menjadikan orang tua sebagai orang pertama yang kita sayangi di dunia ini dan jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini sejalan dengan tema peringatan Isra Mi'raj yang mengajak seluruh warga RA Al Jihad untuk lebih menyangi dan menjaga kedua orang tua kita serta menanamkan karakter baik dalam kehidupan sehari-hari. Selain tausiyah, kegiatan di RA Al Jihad juga menulis dengan pembacaan sholawat, dan doa bersama yang diikuti antusias oleh seluruh peserta. Acara ini tidak hanya mempererat ukhuwah antar siswa dan guru, tetapi juga menambah wawasan keagamaan yang bermanfaat bagi pembentukan karakter generasi muda. Melalui dukungan dari Polresta Kota Malang, khususnya Bapak IPTU Toto sebagai komandan, kegiatan Isra Mi'raj di RA Al Jihad berjalan lancar dan penuh hikmah. Semoga peringatan ini membawa keberkahan dan semakin menumbuhkan semangat beribadah serta kecintaan kepada Rasulullah SAW di kalangan anak-anak didikan RA Al Jihad. https://www.kompasiana.com/qodrunnada5116/6832ad4334777c7da5533483/memaknai-israk-mi-raj-bersama-kapolresta-belimbing-kota-malang-melalui-inspirasi-untuk-pelayanan-dan-keimanan
ADINIA JAUHARATUL CAMELIA
Blitar, 17 April 2025- Di tengah meningkatnya tantangan pengasuhan anak, terutama di era modern yang penuh tekanan, Posyandu Desa Jeblog bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang menggelar seminar parenting bertajuk "Sentuhan Hati, Kunci Mendidik Tanpa Emosi". Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 17 April 2025 dan mendapat antusiasme tinggi dari para orang tua dan tokoh masyarakat setempat. Seminar ini menghadirkan Syifia Irsa Hamida, S.Psi, mahasiswi alumni Program Studi Psikologi UIN Malang, sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Syifia menekankan pentingnya pengasuhan yang mengedepankan pendekatan emosional yang hangat, bukan kemarahan atau kekerasan verbal. "Mendidik anak bukan soal marah atau keras, tapi soal sentuhan hati. Anak-anak justru akan lebih patuh dan berkembang jika mereka merasa dicintai dan didengar," ujar Syifia. Lebih lanjut, Syifia juga menjelaskan tahap-tahap pertumbuhan dan perkembngan anak dari sisi emosional, agar para orang tua bisa menyesuaikan pendekatan mereka di setiap fase usia. Beberapa poin penting yang disampaikannya antara lain: Usia 0–2 tahun: anak membutuhkan rasa aman dan kasih sayang dari figur pengasuh utama. Di masa ini, kelekatan emosional terbentuk. Usia 3–5 tahun: anak mulai mengeksplorasi dunia luar, tetapi masih membutuhkan pengakuan dan validasi dari orang tuanya. Usia 6–12 tahun: anak mulai belajar mengelola emosi, mengenali perasaan, serta mulai peka terhadap perasaan orang lain. Usia 3–5 tahun: anak mulai mengeksplorasi dunia luar, tetapi masih membutuhkan pengakuan dan validasi dari orang tuanya. Usia 6–12 tahun: anak mulai belajar mengelola emosi, mengenali perasaan, serta mulai peka terhadap perasaan orang lain. Usia remaja: anak mulai mencari jati diri dan sering mengalami gejolak emosi, sehingga orang tua perlu menjadi pendengar yang suportif, bukan sekadar pengontrol. Acara ini juga turut dihadiri oleh Kepala Desa Jeblog beserta jajarannya, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar edukatif ini. Dukungan dari tokoh masyarakat menjadi bukti bahwa isu pengasuhan anak memang menjadi perhatian bersama. Peserta seminar, yang didominasi oleh para ibu muda, tampak aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mereka. Banyak yang mengaku merasa tercerahkan setelah mengikuti seminar ini. "Saya baru sadar bahwa anak itu punya tahapan emosi yang berbeda-beda, dan kita sebagai orang tua harus bisa menyesuaikan," ungkap salah satu peserta. Seminar ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan juga sesi dokumentasi. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut agar pemahaman masyarakat tentang parenting semakin luas dan berdampak positif bagi generasi masa depan.
LEGA LAILATUL FITRIANA
Malang, 22 Februari 2025 — Dalam rangka mendukung peran orang tua dalam mendampingi anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi, SDI Surya Buana Kota Malang bekerja sama dengan tim Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menggelar seminar parenting berjudul "Parenting Asyik: Strategi Parenting di Era Digital untuk Menghadapi Tantangan Zaman." Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 22 Februari 2025, dan menghadirkan narasumber ahli, Ibu Fuji Astutik, M.Psi, seorang psikolog yang telah berpengalaman dalam bidang parenting dan perkembangan anak dan juga seorang dosen psikologi di UIN Malang. Seminar ini dihadiri oleh para wali murid SDI Surya Buana serta para guru yang antusias untuk memperoleh wawasan baru mengenai pola pengasuhan anak yang adaptif terhadap perubahan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks. Dalam pemaparannya, Ibu Fuji Astutik menekankan pentingnya peran orang tua sebagai "teman digital" anak. Beliau mengajak peserta untuk tidak hanya membatasi akses anak terhadap teknologi, tetapi juga untuk terlibat aktif dalam aktivitas digital mereka. Beberapa strategi yang disampaikan antara lain: Menjalin komunikasi terbuka antara orang tua dan anak terkait penggunaan media sosial dan internet. Membangun kebiasaan digital yang sehat, seperti pengaturan waktu layar (screen time) yang proporsional. Memberikan contoh yang baik dalam penggunaan gawai dan media digital di rumah. Mengarahkan anak pada konten-konten edukatif yang membangun kreativitas dan karakter. Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para orang tua dapat langsung berkonsultasi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam mendampingi anak-anak mereka di rumah. Seminar ini mendapatkan respon yang sangat positif dari para peserta. Banyak di antara mereka merasa tercerahkan dan terdorong untuk menerapkan strategi-strategi baru dalam pola asuh di lingkungan keluarga. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKM yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan penguatan peran keluarga. Melalui kegiatan ini, diharapkan para orang tua semakin siap dalam menghadapi tantangan zaman dan mampu menjadi pendamping yang bijak bagi anak-anak mereka di era digital.