WILDAN ALFAHMI
https://www.kompasiana.com/hasunaaklilah0045/6811fa84ed6415251722e8c2/membangun-generasi-hebat-seminar-stunting-oleh-kelompok-serenity-di-desa-jambesari
UMROTUN NAJIYAH
Malang --- Dalam rangka pelaksanaan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), para mahasiswa dari RA Muslimat NU 17 Malang memperkenalkan alat permainan edukatif berupa papan angka Arab kepada murid-murid di TPQ Nurul Ulum. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, dari tanggal 14 hingga 17 April 2025. Alat permainan ini dirancang untuk memudahkan anak-anak dalam mengenal dan menghafal angka-angka dalam bahasa Arab melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif. Setiap sesi kegiatan dipenuhi dengan antusiasme tinggi dari para murid yang terlihat aktif mengikuti permainan yang telah disiapkan. "Kami ingin memperkenalkan pembelajaran angka Arab dengan cara yang tidak membosankan. Papan angka ini bisa dimainkan sambil belajar, jadi anak-anak tidak merasa sedang diberi tugas, melainkan bermain sambil menyerap ilmu," ujar salah satu peserta KKM, Eliyah Karimah Billah dari RA Muslimat NU 17 Malang. Para guru dan pengelola TPQ Nurul Ulum menyambut baik kegiatan ini. Mereka berharap inovasi semacam ini dapat terus dikembangkan agar anak-anak semakin tertarik untuk belajar agama, khususnya dalam memahami dasar-dasar bahasa Arab yang penting dalam membaca Al-Qur'an. Selama empat hari pelaksanaan, kegiatan tidak hanya diisi dengan permainan angka Arab, tetapi juga dengan penguatan karakter, hafalan doa-doa pendek, dan kegiatan keagamaan lainnya yang dikemas secara kreatif. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan metode belajar di TPQ dapat semakin variatif dan mendukung tumbuh kembang anak dalam memahami dasar-dasar Islam secara menyenangkan. https://www.kompasiana.com/najiyah19797/6825cae0c925c45514174474/anak-kkm-ra-muslimat-nu-17-malang-kenalkan-papan-angka-arab-ke-murid-tpq-nurul-ulum
SALSABILAH DJAP
Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, RA Al-Jihad menggelar kegiatan Kirab Ramadhan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 26 Februari 2025. Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh semangat di lingkungan sekitar sekolah yang berlokasi di Desa Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kirab Ramadhan ini menjadi momen istimewa yang melibatkan seluruh unsur pendidikan, mulai dari siswa, guru, mahasiswa program Asistensi Mengajar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, hingga para orang tua murid. Kegiatan dimulai pada pagi hari dengan apel bersama yang dipimpin oleh guru-guru RA Al-Jihad beserta Mahasiswa Asistenasi Mengajar. Apel pagi ini menjadi momentum awal untuk memupuk semangat kebersamaan dan mempererat ikatan antara sekolah, peserta didik, mahasiswa, dan keluarga. Anak-anak tampak antusias dan ceria mengikuti rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan dengan matang oleh pihak sekolah dan juga Mahasiswa Asistenasi Mengajar. Setelah apel selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Kirab Ramadhan mengelilingi wilayah sekitar RA Al-Jihad. Anak-anak mengenakan dresscode seragam putih-putih sebagai simbol kesucian dan kesiapan hati menyambut bulan penuh rahmat. Mereka juga membawa papan nama bertema Ramadhan yang dihias secara kreatif sesuai dengan imajinasi dan ide masing-masing. Beberapa papan bertuliskan kata-kata Islami, seperti “Marhaban Ya Ramadhan,” “Puasa Membentuk Karakter,” dan “Ramadhan Bulan Penuh Berkah.” Tak hanya tulisan, hiasan warna-warni, gambar masjid, bulan sabit, hingga bintang mempercantik karya mereka. Kirab berjalan tertib dan penuh semangat, diiringi dengan lantunan shalawat, yel-yel semangat Ramadhan, serta senyum ceria dari anak-anak. Di sepanjang perjalanan, para guru dan mahasiswa turut mendampingi dengan penuh perhatian. Orang tua siswa pun ikut serta, tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga memberikan semangat dan dukungan kepada anak-anak mereka. Kebersamaan ini menciptakan suasana hangat yang menggambarkan sinergi positif antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Kegiatan Kirab Ramadhan ini memiliki makna yang sangat penting bagi mahasiswa program Asistensi Mengajar dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan pembelajaran berbasis nilai keagamaan, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan pedagogis dan kreativitas mereka, tetapi juga belajar membangun kedekatan emosional dengan anak-anak. Pengalaman ini memberikan wawasan nyata tentang dunia pendidikan anak usia dini, serta memperkuat karakter mahasiswa sebagai calon pendidik yang peduli, komunikatif, dan adaptif terhadap berbagai situasi di lapangan. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kolaboratif antara mahasiswa, guru, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang hangat, religius, dan penuh makna. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menanamkan nilai-nilai keislaman dan semangat menyambut Ramadhan sejak usia dini. Anak-anak belajar tentang pentingnya menyambut bulan suci dengan sukacita, memperkuat kebersamaan, dan melatih keberanian tampil di ruang publik dengan tetap mengedepankan nilai-nilai religius. Melalui kegiatan ini, anak-anak juga belajar bersosialisasi, menghargai perbedaan, dan mengekspresikan diri melalui karya. Keterlibatan mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam kegiatan ini juga memberikan warna tersendiri. Selain membantu teknis pelaksanaan kegiatan, mereka turut membangun komunikasi positif dengan anak-anak, memberi motivasi, serta menjadi bagian dari pengalaman belajar langsung di lingkungan pendidikan anak usia dini. Pihak sekolah berharap, kegiatan seperti Kirab Ramadhan dapat terus dilakukan setiap tahunnya sebagai bagian dari program pembelajaran kontekstual dan pembentukan karakter Islami. Selain itu, keterlibatan orang tua menjadi bentuk dukungan nyata terhadap proses pendidikan anak secara menyeluruh. Kolaborasi antara guru, mahasiswa, dan orang tua inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan bermakna. Dengan semangat Ramadhan yang mulai tumbuh sejak dini, diharapkan anak-anak RA Al-Jihad akan tumbuh menjadi pribadi yang religius, disiplin, dan penuh empati. Kegiatan sederhana ini menjadi langkah kecil yang berarti dalam membentuk karakter generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kuat secara spiritual dan emosional. Kegiatan ini juga menjadi cerminan bahwa pendidikan karakter dapat ditanamkan melalui pendekatan yang menyenangkan dan partisipatif. Kirab Ramadhan bukan hanya menjadi ajang selebrasi, tetapi juga sarana pembelajaran yang membumi, kontekstual, dan menyentuh aspek emosional anak. Dengan melibatkan berbagai pihak dalam kegiatan ini, RA Al-Jihad telah menunjukkan bahwa pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang mengakar pada nilai, melibatkan komunitas, dan memberikan ruang ekspresi bagi setiap anak untuk tumbuh sesuai potensi dan zamannya. Selain memberikan pengalaman religius yang bermakna, Kirab Ramadhan juga mendorong perkembangan sosial-emosional anak melalui interaksi yang intens dengan teman sebaya, guru, mahasiswa, dan orang tua. Anak-anak belajar bekerja sama, bergiliran, dan menghargai perbedaan pendapat saat menyiapkan atribut kirab dan mengikuti kegiatan bersama. Hal ini sejalan dengan prinsip pendidikan anak usia dini yang menekankan pentingnya bermain sambil belajar dalam lingkungan yang suportif dan inklusif. Untuk kedepannya, RA Al-Jihad berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan-kegiatan tematik seperti ini sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai agama, budaya lokal, serta penguatan karakter ke dalam kegiatan sekolah, anak-anak diharapkan tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang utuh—berakhlak mulia, cerdas, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Jadi, kegiatan Kirab Ramadhan di RA Al-Jihad bukan hanya sekadar serangkaian kegiatan seremonial, tetapi merupakan wujud nyata dari komitmen sekolah dalam membangun fondasi karakter Islami sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai kebersamaan, keceriaan, dan spiritualitas ditanamkan dengan cara yang menyenangkan dan penuh makna. Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya dalam menciptakan inovasi pembelajaran yang menyentuh hati dan membentuk generasi yang berakhlak mulia serta siap menghadapi masa depan dengan nilai-nilai kebaikan. Dengan semangat yang terus terjaga, diharapkan Kirab Ramadhan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi budaya positif yang tumbuh dan mengakar dalam proses pendidikan. Karena dari langkah kecil dan sederhana inilah, karakter dan akhlak anak bangsa mulai terbentuk dengan kuat dan konsisten. Dengan semangat yang terus terjaga, diharapkan Kirab Ramadhan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga berkembang menjadi budaya positif yang mengakar kuat dalam proses pendidikan di RA Al-Jihad. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan nilai dan karakter tidak harus disampaikan melalui ceramah atau instruksi formal semata, melainkan bisa ditanamkan melalui aktivitas kolaboratif yang menyenangkan dan bermakna. Dari langkah kecil dan sederhana seperti kirab ini, tumbuh harapan besar akan lahirnya generasi anak-anak yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang luhur, berakhlak mulia, peduli terhadap sesama, serta memiliki kesadaran spiritual yang kuat. Semoga semangat dan nilai-nilai yang ditanamkan melalui Kirab Ramadhan terus hidup dalam diri anak-anak, dan menjadi fondasi dalam membentuk pribadi yang tangguh, religius, dan siap menghadapi tantangan kehidupan di masa depan dengan hati yang bersih dan penuh cinta. https://www.kompasiana.com/6831473134777c4ac2264265?source_from=notification_activity
ANNISA
Kuala Lumpur – Malaysia, 1 Maret 2025. Mahasiswa KKM Internasional UIN Malang telah menyelenggarakan Seminar Sosialisasi dengan Tema “Anak Hebat: Tangan Bersih, Makan Sehat, Raih Mimpi” yang bertempat di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 Gombak, Lorong Sunggai Mulia 5, Kampung Sungai Mulia, Jalan Gombak, Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan ini diikuti oleh Para Siswa Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 Gombak dan diisi oleh Mahasiswa KKM Internasional UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai Pemateri. Kegiatan ini dimulai pada pukul 10.00 waktu Malaysia dengan penjelasan singkat tentang pentingnya menjaga kebersihan, memperbaiki pola makan agar dapat meraih mimpi bagi anak – anak. Alhamdulillah para siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan sangat antusias dan penuh semangat. Kemudian dilanjutkan dengan materi pertama yaitu membahas tentang pentingnya menjaga kebersihan yaitu salah satunya dengan mencuci tangan dengan bersih dan dengan cara yang benar. Selain itu, ada pula materi kedua yaitu tentang memperbaiki pola makan “Isi Piringku” dan materi terakhir tentang meraih mimpi yang diisi dengan memberikan motivasi mereka untuk pantang semangat dalam meraih cita – cita dengan adanya keterbatasan bersekolah formal dikarenakan terbatasnya dokumentasi untuk dapat menyekolahkan formal seperti anak lain pada umunya. Ucapan salah satu anak “Saya mau jadi dokter dan menaikkan umroh orang tua saya bu!” katanya dengan penuh antusias dan semangat. Inti dari dilaksanakannya Kegiatan Seminar Sosialisasi bagi Siswa sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 Gombak ini adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran pada anak – anak di Lingkungan Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 Gombak mengenai Pentingnya Menjaga Kebersihan Diri dan Pola Makan yang Sehat sebagai Langkah Awal keluar dari permasalahan Kemiskinan Ekstrim. Melalui Seminar ini diharapkan anak – anak dapat memiliki pengetahuan dan kebiasaan hidup bersih dan sehat yang dapat mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memotivasi anak – anak agar berani bermimpi dan memiliki harapan yang lebih baik untuk masa depan, meskipun berada dalam keterbatasan. Pendidikan ini juga diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai kemandirian dan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sebagi bekal meraih cita – cita. Dengan adanya seminar ini, diharapkan dapat mempengaruhi dan bermanfaat bagi anak – anak agar dapat menjaga kebersihan dan memperbaiki pola makan mereka sehingga mereka bisa terus termotivasi untuk belajar dengan giat sehingga mereka tidak perlu ragu untuk bermimpi dan semakin yakin dalam mencapai cita – cita mereka tanpa terbebani dengan keterbatasan mereka untuk bisa bersekolah formal di Malaysia. Pewarta : Annisa Mahasiswi KKM Internasional UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
SALSABILA AULIA RAHMA KAMAL
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Program ini dilaksanakan di Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, yang dipilih sebagai lokasi karena masih tingginya prevalensi stunting serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang, khususnya pada ibu hamil dan balita. Dalam rangka turut serta menanggulangi permasalahan tersebut, mahasiswa KKM menyelenggarakan seminar edukatif bertajuk “Generasi Hebat Berawal dari Gizi yang Tepat”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang stunting, penyebabnya, dampak jangka panjang yang ditimbulkannya, serta upaya preventif yang bisa dilakukan di tingkat rumah tangga. Seminar dilaksanakan pada tanggal 23 April 2025 bertempat di Balai Desa Karangsono, dan dihadiri oleh 35 peserta, yang sebagian besar adalah ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Acara dibuka oleh perwakilan pemerintah desa dan diikuti oleh berbagai macam mahasiswa. Materi inti disampaikan oleh narasumber ahli gizi dari Puskesmas Kanigoro, yang menjelaskan secara komprehensif mengenai konsep gizi seimbang, bahaya stunting, dan pentingnya memberikan nutrisi selama masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya gizi, serta munculnya kesadaran kolektif untuk lebih aktif dalam kegiatan posyandu. Beberapa peserta bahkan menyampaikan harapan agar kegiatan semacam ini dapat dilanjutkan dengan pelatihan keterampilan memasak makanan bergizi dan pembentukan kelompok kader gizi desa. Meskipun demikian, kegiatan ini juga menemukan sejumlah tantangan di lapangan, seperti rendahnya partisipasi masyarakat akibat kurangnya sosialisasi, serta terbatasnya fasilitas kesehatan desa yang membuat deteksi dini stunting menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, mahasiswa merekomendasikan adanya tindak lanjut berupa pelatihan kader gizi, pengadaan alat ukur tinggi badan, dan pembentukan forum ibu balita sebagai langkah konkret yang dapat diambil oleh desa. Kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi nyata antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam membangun kesadaran akan isu kesehatan yang sangat penting dan mendesak. Pendekatan partisipatif yang digunakan berhasil menciptakan ruang dialog yang produktif dan membangun rasa memiliki terhadap permasalahan bersama. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan bisa menjadi model intervensi berbasis pendidikan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan tantangan serupa.
DIAH AYU ROCHMAWATI
Pondok Ramadan yang digelar oleh KKM Sena Cendekia UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil menarik perhatian puluhan peserta di Desa Dawuhan Kidul. Selama dua hari, kegiatan ini tidak hanya fokus pada peningkatan ibadah, tetapi juga penguatan karakter dan nilai sosial keagamaan. Dengan kolaborasi bersama IPNU dan IPPNU, acara ini bertujuan membentuk generasi muda yang religius dan aktif. Temukan momen penuh keakraban, pengetahuan, dan aksi sosial yang menginspirasi di dalam artikel lengkapnya! https://www.kompasiana.com/iktaindana6808/68319854ed641556f046b9e2/pondok-ramadan-kkm-sena-cendekia-uin-malang-perkuat-moderasi-beragama-dan-nilai-keislaman-di-desa-dawuhan-kidul-kediri