Thumbnail
8 months ago
TRAINING SERTIFIKASI HALAL KKM 184 NUSWARA FASILITASI PENDAMPINGAN UMKM LANDUNGSARI

NADILA APRILIA NING TIAS

Pelatihan Sertifikasi Halal diselenggarakan oleh Kelompok KKM 184 Nuswara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Kamis, 8 Januari 2026 di Masjid Baitul Akbar sebagai upaya pembimbingan usaha mikro kecil dan menengah melalui pendampingan pembimbingan izin halal. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ihwanoratama Bella Indriasandi, M.Hum., serta didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan Prof. Dr. KH. Nasrulloh, Lc., M.Th.I. Seluruh anggota KKM 184 hadir dan aktif sejak pembukaan hingga . Agenda dimulai tepat pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga siang hari Acara dibuka dengan Berbagai Ketua Kelompok KKM 184, Ilman Lismana, yang menyatakan mendesaknya sertifikasi halal dalam mendorong UMKM lokal agar semakin kompetitif. Ia menilai bahwa akses terhadap informasi legalitas produk masih terbatas di kalangan pelaku usaha. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan mampu menjadi pintu awal pengurusan literasi sertifikasi halal bagi warga desa Landungsari. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Buya Nashrulloh selaku DPL, yang turut menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan. Sebagai tindak lanjut, seluruh anggota KKM 184 akan melakukan pendataan UMKM di Desa Landungsari melalui koordinasi dengan RT dan RW setempat. Pegumpulan informasi ini bertujuan agar pelaku UMKM dapat segera didampingi dalam proses verifikasi sertifikasi halal. Harapannya, produk yang mendapat label halal mampu menumbuhkan kepercayaan konsumen dan meningkatkan penjualan. Pelaksanaan pelatihan ini dinilai berhasil memberikan wawasan baru yang relevan, aplikatif, dan berdampak bagi masyarakat sekitar.      

Thumbnail
8 months ago
Hari Ketiga Lomba Isra Mi’raj di TPQ Nashruddin, KKM 13 UIN Malang Tanamkan Nilai Islami Sejak Dini

KHARISMA RAHMATUN NUBUWAH

Peringatan Isra Mi’raj hari ketiga di TPQ Nashruddin berlangsung dengan penuh semangat dan nuansa religius yang kental. Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa KKM Kelompok 13 UIN Malang sebagai bentuk kontribusi dalam pembinaan keagamaan anak-anak. Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu ustadz TPQ setempat. Doa bersama tersebut bertujuan memohon kelancaran dan keberkahan selama rangkaian lomba berlangsung. Seluruh peserta lomba, panitia, serta para pendamping mengikuti doa dengan khidmat. Suasana kebersamaan dan kekhusyukan terasa sejak awal kegiatan dimulai. Setelah doa bersama, ustadz TPQ Nashruddin menyampaikan pengumuman mengenai tempat pelaksanaan lomba serta pembagian kelas untuk setiap cabang perlombaan. Pengumuman tersebut bertujuan agar seluruh santri mengetahui lokasi lomba yang akan diikuti sesuai dengan kategori masing-masing. Setelah pengumuman disampaikan, para santri diarahkan menuju ruangan atau kelas lomba yang telah ditentukan. Setibanya di ruang lomba, juri masing-masing cabang perlombaan membacakan petunjuk teknis secara rinci. Penyampaian juknis dilakukan agar peserta memahami aturan dan ketentuan lomba dengan jelas. Para santri tampak antusias dan siap mengikuti perlombaan sesuai arahan yang diberikan. Cabang lomba pertama yang dilaksanakan adalah lomba adzan yang diikuti oleh santri putra. Lomba ini bertujuan melatih keberanian serta memperbaiki bacaan adzan sejak usia dini. Para peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka dengan suara lantang dan penuh penghayatan. Dewan juri menilai dari segi makhraj, tajwid, serta irama adzan. Kegiatan ini mendapat perhatian khusus dari para pendamping dan orang tua santri. Suasana lomba berlangsung khidmat dan penuh semangat religius. Selain lomba adzan, panitia juga menyelenggarakan lomba hafalan Juz Amma dan lomba sambung ayat Juz 30. Kedua lomba ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan santri terhadap Al-Qur’an. Peserta diuji kemampuan hafalan serta ketepatan dalam melanjutkan ayat yang dibacakan. Anak-anak menunjukkan kemampuan yang membanggakan dengan hafalan yang lancar. Mahasiswa KKM memberikan motivasi kepada peserta agar tetap percaya diri. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran sekaligus evaluasi hafalan santri Lomba praktik sholat juga menjadi salah satu cabang lomba yang dilaksanakan pada hari ketiga ini. Lomba ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman tata cara sholat yang benar sejak dini. Peserta diminta mempraktikkan gerakan dan bacaan sholat sesuai tuntunan. Dewan juri menilai ketepatan gerakan, bacaan, serta kekhusyukan peserta. Anak-anak mengikuti lomba dengan serius dan penuh tanggung jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan sholat yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Selain lomba yang bersifat praktik ibadah, panitia juga mengadakan lomba mewarnai dan lomba hafalan doa harian. Lomba mewarnai bertujuan melatih kreativitas dan motorik halus anak-anak. Sementara itu, lomba hafalan doa harian bertujuan membiasakan santri mengamalkan doa dalam aktivitas sehari-hari. Anak-anak tampak ceria dan antusias mengikuti kedua lomba tersebut. Suasana kegiatan menjadi semakin meriah dengan berbagai ekspresi ceria peserta. Seluruh lomba dirancang agar tetap edukatif dan menyenangkan. Setelah seluruh rangkaian lomba selesai dilaksanakan, acara ditutup dengan doa penutupan bersama. Doa penutupan dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas kelancaran kegiatan hari ketiga lomba Isra Mi’raj. Mahasiswa KKM Kelompok 13 UIN Malang menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara. Para peserta kemudian diarahkan untuk kembali ke rumah masing-masing dengan tertib. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan pengalaman berharga bagi para santri. Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai Islami sejak dini.

Thumbnail
8 months ago
Wujud Kepedulian Sosial, Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 13 Ikuti Tahlilan 7 Hari di RT 2 RW 2 Kedungkandang

KHALA SUTON NISAK

Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 13 mengikuti kegiatan tahlilan tujuh hari yang dilaksanakan di RT 2 RW 2 Kelurahan Kedungkandang. Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi keagamaan masyarakat setempat yang dilakukan untuk mendoakan almarhum. Kehadiran mahasiswa KKM menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus wujud partisipasi aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Mahasiswa hadir dengan penuh rasa hormat dan mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir. Warga menyambut baik keikutsertaan siswa dalam kegiatan tersebut. Suasana tahlilan berlangsung khidmat dan tertib. Kebersamaan antara mahasiswa dan warga terlihat sangat harmonis. Kegiatan tahlilan ini diikuti oleh tokoh masyarakat, ketua RT dan RW, serta warga sekitar. Mahasiswa KKM duduk bersama warga dan mengikuti pembacaan tahlil serta doa bersama. Seluruh rangkaian acara dipimpin oleh tokoh agama setempat. Mahasiswa mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan dan kekhusyukan. Tidak hanya sebagai peserta, siswa juga membantu menyiapkan perlengkapan kegiatan. Hal ini menunjukkan sikap gotong royong yang terus dijaga. Kegiatan berlangsung dengan lancar tanpa kendala berarti. Melalui kegiatan tahlilan ini, mahasiswa KKM belajar langsung tentang nilai-nilai sosial dan keagamaan masyarakat. Tradisi tahlilan menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarwarga. Mahasiswa merasakan kedekatan emosional dengan masyarakat setempat. Kegiatan ini juga merupakan wadah pembelajaran tentang pentingnya empati dan kepedulian. Mahasiswa menyadari bahwa keterlibatan dalam kegiatan warga sangat penting selama menjalani KKM. Nilai kebersamaan terasa kuat selama acara berlangsung. Hal ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Partisipasi mahasiswa dalam tahlilan menunjukkan komitmen KKM untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa nonformal. Selain program kerja utama, mahasiswa juga aktif mengikuti kegiatan sosial dan keagamaan. Hal tersebut bertujuan untuk membangun hubungan yang baik dengan warga. Warga merasa senang atas kehadiran siswa dalam setiap kegiatan. Interaksi yang berlangsung berlangsung secara alami dan hangat. Kehadiran siswa memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 13 berharap kegiatan seperti ini dapat terus terjalin selama masa pengabdian. Tahlilan menjadi momen untuk memperkuat silaturahmi antara mahasiswa dan warga. Mahasiswa juga berharap dapat terus belajar dari kearifan masyarakat lokal. Nilai-nilai religius yang ada menjadi bekal penting bagi siswa. Kegiatan ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial. Mahasiswa semakin memahami peran mereka di tengah masyarakat. Kebersamaan ini diharapkan terus terjaga dengan baik. Dengan mengikuti tahlilan tujuh hari ini, mahasiswa KKM memperoleh pengalaman yang bermakna. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar kampus. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menanamkan kehidupan bermasyarakat. Tradisi yang dijalankan warga memberikan pelajaran tentang solidaritas dan kepedulian. Kehadiran siswa diharapkan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar. Warga dan pelajar saling mendukung satu sama lain. Kegiatan ini menjadi salah satu kenangan berharga selama pelaksanaan KKM.

Thumbnail
8 months ago
Ruang Diskusi Pemuda dan Mahasiswa, KKM UIN Malang Bersama ARGAM Gelar FGD MBG

ZAHRA DINAH SOFYANI

  Januari 24, 2026 Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 13 Dharmasena melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema MBG di Kedungkandang. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu rumah anggota ARGAM atau Anak Gang Masjid. Peserta FGD terdiri dari mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 13 dan pemuda ARGAM. Kegiatan ini bertujuan menjadi wadah diskusi dan pertukaran gagasan bersama. Suasana kegiatan berlangsung santai namun tetap fokus dan terarah. Peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dari awal hingga akhir. FGD ini menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKM di bidang sosial kemasyarakatan. FGD bertema MBG ini bertujuan untuk membuka ruang dialog antara mahasiswa dan pemuda setempat. Mahasiswa KKM menyampaikan gambaran umum terkait tema MBG sebagai pengantar diskusi. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan pandangan masing-masing. Diskusi berlangsung secara terbuka dan saling menghargai. ARGAM turut aktif menyampaikan pandangan berdasarkan kondisi lingkungan sekitar. Hal ini membuat diskusi menjadi lebih dinamis dan beragam. Tema MBG dibahas dengan menyesuaikan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKM berperan sebagai fasilitator diskusi. Mereka mengarahkan jalannya FGD agar tetap sesuai dengan tema yang dibahas. Beberapa gagasan dan pemikiran strategis muncul dari hasil diskusi bersama. Peserta saling bertukar pengalaman dan ide secara konstruktif. Suasana kekeluargaan sangat terasa selama kegiatan berlangsung. Diskusi juga diselingi dengan obrolan ringan agar peserta tetap nyaman. Hal ini membuat kegiatan berjalan lancar dan partisipatif. ARGAM atau Anak Gang Masjid memberikan kontribusi aktif dalam kegiatan FGD ini. Mereka menyampaikan pandangan terkait peran pemuda dalam mendukung tema MBG. Masukan yang diberikan mencerminkan kondisi sosial di lingkungan Kedungkandang. Mahasiswa KKM menyambut baik setiap pendapat yang disampaikan oleh ARGAM. Diskusi ini menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa dan pemuda setempat. Kolaborasi yang terjalin diharapkan dapat berlanjut pada kegiatan positif lainnya. Kegiatan ini juga menunjukkan peran pemuda dalam pembangunan sosial. Kegiatan FGD ini mendapatkan respon positif dari seluruh peserta yang hadir. Peserta merasa kegiatan ini bermanfaat dan menambah wawasan. Mahasiswa KKM memperoleh pengalaman langsung dalam memfasilitasi diskusi kelompok. ARGAM merasa dilibatkan secara aktif dalam kegiatan yang bersifat edukatif. Kerja sama antara mahasiswa dan pemuda berjalan dengan baik. Kegiatan berlangsung tertib tanpa kendala berarti. Seluruh rangkaian acara berjalan sesuai dengan rencana. Melalui kegiatan FGD bertema MBG ini, mahasiswa KKM UIN Malang berharap terbangun pemahaman bersama. Diskusi ini diharapkan mampu menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan di lingkungan sekitar. Mahasiswa KKM juga berharap hubungan baik dengan ARGAM terus terjaga. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi berkelanjutan. Selain itu, FGD ini menjadi sarana pembelajaran sosial bagi mahasiswa KKM. Nilai kebersamaan dan kepedulian sosial menjadi poin utama kegiatan. Kegiatan ditutup dengan komitmen untuk terus menjalin komunikasi ke depannya.

Thumbnail
8 months ago
DPL Mengikuti Pelatihan Braille di TPQ Nashruddin Kedungkandang untuk Mendukung Pembelajaran Ramah Disabilitas

SAFIRA RIZA UMAMI

Kegiatan pelatihan baca-tulis Braille dilaksanakan di TPQ Nashruddin Kedungkandang dengan suasana yang penuh semangat dan antusiasme. Pelatihan ini digagas oleh mahasiswa KKM Kelompok 13 Dharmasena UIN Malang sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan ramah disabilitas. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) turut hadir dan mengikuti kegiatan secara langsung bersama para peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan sistem baca-tulis Braille kepada peserta secara praktis. Pelatihan dilaksanakan secara sederhana namun tetap terarah dan edukatif. Sejak awal kegiatan, peserta menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap materi yang disampaikan. Pelatihan langsung dimulai dengan pembelajaran tanpa diawali sambutan resmi. Pemateri memperkenalkan dasar-dasar abjad huruf Braille kepada seluruh peserta. Peserta dijelaskan mengenai pola titik-titik Braille yang mewakili setiap huruf. Mahasiswa KKM belajar dan juga mendampingi peserta selama proses pengenalan huruf Braille berlangsung. DPL juga turut menyimak dan mempelajari materi yang disampaikan oleh pemateri. Suasana pembelajaran berjalan aktif dan interaktif antara pemateri dan peserta. Setelah mengenal abjad Braille, peserta melanjutkan ke sesi belajar membaca. Pemateri memberikan soal-soal sederhana dalam bentuk huruf Braille untuk dibaca oleh peserta. Peserta mencoba membaca dengan meraba titik-titik Braille secara perlahan dan teliti. Mahasiswa KKM membantu peserta yang mengalami kesulitan dalam membaca. DPL turut mencoba membaca soal Braille sebagai bentuk dukungan dan keterlibatan. Kegiatan ini melatih ketelitian serta kesabaran peserta dalam memahami sistem Braille. Pada sesi berikutnya, peserta diajak untuk menyusun huruf Braille menjadi beberapa kalimat sederhana. Pemateri memberikan arahan mengenai cara menyusun huruf agar membentuk kata dan kalimat yang benar. Peserta bekerja dengan penuh konsentrasi dalam menyusun huruf-huruf Braille. Mahasiswa KKM aktif mendampingi dan membimbing selama proses penyusunan berlangsung. DPL memberikan apresiasi atas semangat peserta dalam mengikuti pelatihan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap penggunaan Braille secara utuh. Pelatihan baca-tulis Braille ini memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi seluruh peserta. Mahasiswa KKM Kelompok 13 Dharmasena UIN Malang berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal pengenalan pendidikan inklusif. DPL menilai pelatihan ini sangat bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran ramah disabilitas. Peserta merasa mendapatkan ilmu baru yang aplikatif dan bermakna. Kegiatan ini juga menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial terhadap penyandang disabilitas netra. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan TPQ Nashruddin Kedungkandang semakin siap mendukung pembelajaran yang inklusif dan berkeadilan  

Thumbnail
8 months ago
Bimbel Edukatif di Posko KKM, Mahasiswa Kelompok 13 UIN Malang Dampingi Belajar Siswa SD–MI

UMI NURUL AZIZAH

Mahasiswa KKM Kelompok 13 UIN Malang mengadakan kegiatan bimbingan belajar atau bimbel edukatif di posko KKM. Kegiatan ini ditujukan untuk siswa dan siswi tingkat SD dan MI yang berada di sekitar posko. Bimbel ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan anak-anak di desa setempat. Posko KKM dimanfaatkan sebagai tempat belajar yang nyaman dan mudah dijangkau oleh siswa. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan belajar bersama mahasiswa. Suasana belajar dibuat santai agar siswa merasa nyaman dan tidak tertekan.   Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM membagi siswa ke dalam beberapa kelompok belajar kecil. Pembagian kelompok ini bertujuan agar pendampingan belajar bisa lebih fokus dan efektif. Setiap kelompok didampingi oleh mahasiswa yang siap membantu kesulitan belajar siswa. Mahasiswa berusaha menciptakan suasana belajar yang ramah dan menyenangkan. Anak-anak diberikan kesempatan untuk bertanya dengan bebas selama kegiatan berlangsung. Dengan cara ini, siswa menjadi lebih berani dan percaya diri dalam belajar.   Mata pelajaran yang dibimbing dalam kegiatan bimbel ini bersifat fleksibel dan menyesuaikan kebutuhan masing-masing siswa. Siswa diperbolehkan membawa tugas sekolah atau materi pelajaran yang belum mereka pahami. Mahasiswa KKM membantu menjelaskan materi sesuai tingkat kelas dan kemampuan siswa. Pelajaran yang sering dibahas antara lain matematika, bahasa Indonesia, dan pelajaran agama. Pendekatan yang digunakan dibuat sederhana agar mudah dipahami anak-anak. Hal ini membantu siswa lebih cepat mengerti materi yang dipelajari.   Selain membantu mengerjakan tugas, mahasiswa juga memberikan motivasi agar siswa semangat dalam belajar. Mahasiswa sering menyelipkan permainan ringan agar suasana tidak membosankan. Anak-anak tampak senang karena belajar tidak hanya duduk dan mendengarkan penjelasan. Interaksi antara mahasiswa dan siswa terjalin dengan baik selama kegiatan berlangsung. Orang tua siswa pun memberikan respon positif terhadap adanya bimbel di posko KKM. Mereka merasa terbantu dengan adanya pendampingan belajar ini.   Kegiatan bimbel edukatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan belajar siswa SD dan MI di desa setempat. Mahasiswa KKM Kelompok 13 UIN Malang berkomitmen untuk terus mendampingi anak-anak selama masa pengabdian. Melalui kegiatan ini, mahasiswa ingin menanamkan semangat belajar sejak dini. Posko KKM tidak hanya menjadi tempat tinggal mahasiswa, tetapi juga menjadi pusat kegiatan edukatif. Anak-anak mendapatkan tambahan ilmu dan pengalaman belajar yang menyenangkan. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa KKM kepada masyarakat desa.