SYFA NUR SHOFI FITRI
Lamongan, 9 Mei 2025 – Siapa sangka permainan ular tangga bisa jadi alat edukasi yang menyenangkan sekaligus bermakna? Itulah yang terlihat dalam acara kolaboratif yang digelar oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang bersama TK Dharma Wanita Persatuan di Jl. Ki S. Mangunsarkoro, Lamongan. Acara yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme ini sukses menyatukan dua generasi dalam dua segmen secara paralel: seminar parenting untuk orang tua dan permainan edukatif untuk anak-anak. Tujuan utamanya? Memberikan bekal kepada orang tua dan anak secara seimbang, dengan pendekatan yang disesuaikan usia namun sama-sama edukatif. Segmen 1: Seminar Parenting, Membekali Orang Tua untuk Tumbuh Bersama Anak Di ruang pertemuan yang disulap menjadi ruang edukatif nan nyaman, para orang tua tampak antusias mengikuti seminar parenting yang mengangkat tema “Membentuk Kebiasaan Baik Sejak Dini: Strategi Membangun Rutinitas Positif di Rumah”. Disini mereka mendapatkan bekal penting dari pembicara profesional yang didatangkan dari Puskesmas Lamongan. Kedua pembicara tersebut yaitu Fitria Anggraeni, A. Md. Gz. sebagai ahli gizi dan Khilyatul Jannah, S. Tr. Kes. yang mana seorang terapis gigi dan mulut. Para orang tua mendapatkan pemahaman penting tentang peran orang tua dalam pola asuh positif yang membentuk kebiasaan sehat dan rutinitas harian yang mendukung tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun emosional. Sesi ini juga menyoroti bagaimana pola makan seimbang dan kebersihan mulut bisa menjadi fondasi penting dalam kehidupan sehari-hari anak. Sesi tanya jawab menjadi highlight kegiatan ini, di mana para orang tua berani berbagi pengalaman pribadi seputar pengasuhan. Bukan sekadar teori, para peserta mendapat solusi aplikatif yang kontekstual dari narasumber, menjadikan seminar ini bukan hanya inspiratif tetapi juga solutif. Segmen 2: Serunya Belajar Lewat Permainan Ular Tangga Edukasi Sementara itu, di area halaman sekolah, suara tawa dan semangat anak-anak TK B mengisi udara. Mereka sedang asyik mengikuti permainan ular tangga edukatif yang dirancang oleh Mahasiswa KKM UIN Malang. Bukan ular tangga biasa, permainan ini dirancang dengan muatan nilai-nilai edukatif seperti: penjumlahan, nasionalisme, pengetahuan dasar, dan sebagainya. Setiap langkah yang mereka ambil pada papan ular tangga bukan hanya membawa mereka naik atau turun, tetapi juga memberi tantangan berupa pertanyaan atau tugas sederhana yang menstimulasi logika, kreativitas, dan kerja sama antar teman. Para mahasiswa KKM bertugas sebagai fasilitator yang membimbing jalannya permainan sekaligus memberikan penjelasan sederhana namun bermakna pada setiap tantangan yang dihadapi anak-anak. Dengan cara ini, kegiatan belajar terasa menyenangkan dan tidak membebani.
RARERASIKI SEIHA NAVISA
Desa Bungah, 10 April 2025 --- Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi sehat sebagai upaya pencegahan stunting, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan penyuluhan kesehatan bertema "Stop Stunting, Mulai Gizi Sehat untuk Anak Hebat" di Balai Desa Bungah. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan agenda rutin Posyandu untuk balita dan lansia. Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan pelaksanaan layanan Posyandu. Masyarakat, terutama para ibu dan lansia, tampak antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan, penimbangan balita, serta konsultasi gizi yang disediakan oleh kader Posyandu. Kehadiran para balita dan lansia dalam kegiatan ini menunjukkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga. Setelah seluruh rangkaian Posyandu selesai sekitar pukul 10.00 WIB, acara dilanjutkan dengan sesi penyuluhan yang disampaikan oleh Ibu Nur Afiyah Rohmayati, A.Md.Keb, seorang tenaga kesehatan berpengalaman di bidang kebidanan. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara komprehensif mengenai: Pengertian Stunting: Kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun. Ciri-Ciri Stunting: Di antaranya tinggi badan di bawah standar usia, pertumbuhan fisik melambat, serta gangguan perkembangan kognitif. Pencegahan Stunting: Ditekankan pentingnya asupan gizi yang cukup dan seimbang selama masa kehamilan dan masa pertumbuhan anak, pemberian ASI eksklusif, serta imunisasi rutin. Langkah-Langkah Penanganan: Pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala, pemberian makanan tambahan bergizi, serta edukasi keluarga mengenai pola makan sehat. Penyuluhan ini diikuti dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para ibu rumah tangga menyampaikan berbagai pertanyaan terkait pola makan anak, cara mengatasi anak yang susah makan, hingga tips menjaga gizi keluarga dengan bahan makanan lokal. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari kontribusi mahasiswa KKM UIN Malang dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Harapannya, melalui edukasi yang tepat, masyarakat Desa Bungah dapat lebih peduli terhadap pentingnya gizi sehat sebagai fondasi untuk mencetak generasi yang kuat dan cerdas.
NEYLA SABRINA
Di wilayah Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, terdapat sebuah desa yang aktif membangun kesadaran kesehatan warganya melalui layanan Posyandu. Desa Bungah, dengan komunitas masyarakat yang solid, menunjukkan bahwa pelayanan dasar kesehatan bisa berjalan efektif dan bermanfaat, bahkan dengan sumber daya yang terbatas. Posyandu di Desa Bungah telah menjadi pusat layanan kesehatan yang sangat penting bagi masyarakat. Setiap bulan, puluhan warga mulai dari ibu hamil, balita, hingga para lansia mengunjungi balai desa untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis dan berkala. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 30 balita rutin hadir dalam kegiatan Posyandu, mendapatkan layanan pemantauan tumbuh kembang, imunisasi, dan penyuluhan gizi. Selain itu, belasan lansia juga aktif mengikuti pemeriksaan tekanan darah, konsultasi kesehatan, dan kegiatan senam ringan. Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan medis, tetapi juga ruang edukasi kesehatan masyarakat. Para ibu belajar tentang pola asuh sehat, pentingnya imunisasi lengkap, serta cara menghindari stunting sejak dini. Semua dilakukan dalam suasana yang akrab dan mendidik. Kegiatan Posyandu di Desa Bungah melibatkan kader-kader perempuan desa yang terlatih, berdedikasi tinggi, dan bekerja secara sukarela. Mereka menjadi ujung tombak pelayanan, mulai dari mencatat data, menimbang balita, membagikan vitamin, hingga menyapa warga satu per satu dengan ramah. "Kami ingin semua anak di desa ini tumbuh sehat dan cerdas," ujar Bu Rini, salah satu kader senior yang telah mengabdi lebih dari 2 tahun. Bersama kader lainnya, ia menjadi penggerak utama di balik lancarnya kegiatan Posyandu setiap bulannya. Layanan untuk lansia juga tidak kalah penting. Para orang tua mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, informasi seputar pola makan, hingga penyuluhan tentang penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi. Ini menjadi perhatian khusus agar para lansia tetap sehat dan produktif. Dukungan dari puskesmas setempat menjadikan kegiatan Posyandu semakin berkualitas. Petugas kesehatan secara rutin datang untuk memberikan imunisasi, konsultasi medis, serta pelatihan tambahan bagi kader agar lebih terampil dalam memberikan layanan. Salah satu tantangan utama adalah meningkatkan partisipasi warga yang masih kurang sadar akan pentingnya pelayanan Posyandu. Namun para kader tidak menyerah. Mereka melakukan pendekatan langsung ke rumah-rumah untuk mengajak warga datang dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Selain kegiatan utama, Posyandu juga menjadi tempat penguatan relasi sosial warga. Para ibu bisa saling berbagi pengalaman, berdiskusi tentang pola asuh anak, hingga membahas aktivitas lain seperti kegiatan PKK, arisan, atau pengajian desa. Di wilayah Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, terdapat sebuah desa yang aktif membangun kesadaran kesehatan warganya melalui layanan Posyandu. Desa Bungah, dengan komunitas masyarakat yang solid, menunjukkan bahwa pelayanan dasar kesehatan bisa berjalan efektif dan bermanfaat, bahkan dengan sumber daya yang terbatas. Posyandu di Desa Bungah telah menjadi pusat layanan kesehatan yang sangat penting bagi masyarakat. Setiap bulan, puluhan warga mulai dari ibu hamil, balita, hingga para lansia mengunjungi balai desa untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis dan berkala. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 30 balita rutin hadir dalam kegiatan Posyandu, mendapatkan layanan pemantauan tumbuh kembang, imunisasi, dan penyuluhan gizi. Selain itu, belasan lansia juga aktif mengikuti pemeriksaan tekanan darah, konsultasi kesehatan, dan kegiatan senam ringan. Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan medis, tetapi juga ruang edukasi kesehatan masyarakat. Para ibu belajar tentang pola asuh sehat, pentingnya imunisasi lengkap, serta cara menghindari stunting sejak dini. Semua dilakukan dalam suasana yang akrab dan mendidik. Kegiatan Posyandu di Desa Bungah melibatkan kader-kader perempuan desa yang terlatih, berdedikasi tinggi, dan bekerja secara sukarela. Mereka menjadi ujung tombak pelayanan, mulai dari mencatat data, menimbang balita, membagikan vitamin, hingga menyapa warga satu per satu dengan ramah. "Kami ingin semua anak di desa ini tumbuh sehat dan cerdas," ujar Bu Rini, salah satu kader senior yang telah mengabdi lebih dari 2 tahun. Bersama kader lainnya, ia menjadi penggerak utama di balik lancarnya kegiatan Posyandu setiap bulannya. Layanan untuk lansia juga tidak kalah penting. Para orang tua mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, informasi seputar pola makan, hingga penyuluhan tentang penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi. Ini menjadi perhatian khusus agar para lansia tetap sehat dan produktif. Dukungan dari puskesmas setempat menjadikan kegiatan Posyandu semakin berkualitas. Petugas kesehatan secara rutin datang untuk memberikan imunisasi, konsultasi medis, serta pelatihan tambahan bagi kader agar lebih terampil dalam memberikan layanan. Salah satu tantangan utama adalah meningkatkan partisipasi warga yang masih kurang sadar akan pentingnya pelayanan Posyandu. Namun para kader tidak menyerah. Mereka melakukan pendekatan langsung ke rumah-rumah untuk mengajak warga datang dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Selain kegiatan utama, Posyandu juga menjadi tempat penguatan relasi sosial warga. Para ibu bisa saling berbagi pengalaman, berdiskusi tentang pola asuh anak, hingga membahas aktivitas lain seperti kegiatan PKK, arisan, atau pengajian desa. Bagi anak-anak, kehadiran di Posyandu memberi pengalaman awal yang positif tentang kesehatan. Mereka belajar bahwa datang ke tempat pemeriksaan bukanlah sesuatu yang menakutkan, melainkan menyenangkan dan penuh hadiah seperti makanan tambahan dan vitamin.Peran Posyandu dalam mencegah stunting sangat signifikan. Dengan pendampingan rutin, pengukuran tinggi dan berat badan, serta edukasi gizi seimbang, kasus stunting di Desa Bungah berhasil ditekan dan terus dipantau dengan serius oleh para kader. Pemerintah desa juga memberikan perhatian khusus terhadap penguatan Posyandu. Anggaran rutin dialokasikan untuk pembelian alat timbangan, perlengkapan administrasi, hingga bantuan logistik seperti makanan tambahan dan alat peraga edukatif. Tak hanya sebagai tempat layanan kesehatan, Posyandu di Desa Bungah juga mulai mengembangkan pencatatan berbasis digital sederhana. Hal ini membantu kader menyimpan dan memantau data pertumbuhan balita serta kondisi kesehatan lansia secara lebih rapi dan berkelanjutan. Kader-kader Posyandu juga terus berinovasi. Mereka mengadakan lomba balita sehat, kelas ibu hamil, hingga kegiatan edukatif lainnya untuk meningkatkan semangat warga dalam menjaga kesehatan keluarga. Kolaborasi antara Posyandu, puskesmas, dan pemerintah desa menciptakan sistem pelayanan yang sinergis dan saling mendukung. Hal ini membuktikan bahwa dengan niat baik dan kerja sama, masyarakat desa bisa membangun sistem kesehatan dasar yang kuat dan berdaya. Kehadiran Posyandu juga menjadi simbol bahwa pembangunan tidak selalu harus besar dan mahal. Dari tempat sederhana, banyak manfaat besar yang telah dirasakan oleh warga terutama untuk ibu, anak, dan lansia yang sering terabaikan. Kini, masyarakat Desa Bungah menyadari pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Posyandu telah menjadi bagian dari kehidupan sosial yang tidak bisa dipisahkan dari upaya menciptakan generasi sehat dan berkualitas dari desa.Harapan ke depan, Posyandu Desa Bungah terus tumbuh, berkembang, dan semakin kuat menjadi pilar utama dalam membangun masyarakat yang sehat, mandiri, dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan keluarga. Dari desa untuk bangsa, dari Posyandu untuk masa depan inilah garda terdepan dalam menjaga generasi sehat Indonesia, dimulai dari Desa Bungah.
YOERISTA DANIA MAHARANI
Gresik, 13 Maret 2025 --- Dalam rangka menyemarakkan kegiatan Pondok Ramadhan, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang mengadakan sosialisasi bertema Moderasi Beragama di MTsN Gresik pada Kamis, 13 Maret 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari ke-6 Pondok Ramadhan dan diikuti oleh seluruh siswa madrasah. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM UIN Malang bertindak sebagai narasumber yang menyampaikan materi penting mengenai moderasi beragama. Tujuannya adalah membentuk pemahaman yang utuh di kalangan pelajar tentang pentingnya bersikap moderat dalam beragama di tengah masyarakat yang majemuk. Adapun materi yang disampaikan meliputi: Pengertian moderasi beragama, sebagai sikap tengah dalam menjalankan agama tanpa ekstrimisme atau liberalisme; Pentingnya bersikap moderat dalam beragama, untuk menciptakan keharmonisan antarumat beragama; Bentuk-bentuk moderasi dalam kehidupan sehari-hari, seperti sikap toleransi, adil, dan terbuka; Cara menerapkan moderasi beragama, mulai dari lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat; Dampak positif dari penerapan moderasi beragama, seperti terciptanya kedamaian, saling menghargai, dan kerukunan sosial. "Sikap moderat adalah jalan tengah yang diajarkan dalam Islam. Bukan hanya relevan, tetapi juga sangat dibutuhkan dalam kehidupan sosial kita saat ini," ujar salah satu mahasiswa KKM saat memberikan materi. Kegiatan berlangsung dengan interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif bertanya dan berdiskusi, menunjukkan minat mereka terhadap isu keberagamaan yang aktual ini. MTsN Gresik sendiri memberikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang yang turut berperan dalam memberikan edukasi nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan yang harmonis. "Kami berharap kegiatan ini bisa memberi pemahaman mendalam bagi siswa kami bahwa beragama secara moderat bukan hanya penting, tapi juga menjadi bagian dari akhlak mulia," ujar salah satu guru pembina Pondok Ramadhan MTsN Gresik. Kegiatan berlangsung dengan interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif bertanya dan berdiskusi, menunjukkan minat mereka terhadap isu keberagamaan yang aktual ini. MTsN Gresik sendiri memberikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang yang turut berperan dalam memberikan edukasi nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan yang harmonis. "Kami berharap kegiatan ini bisa memberi pemahaman mendalam bagi siswa kami bahwa beragama secara moderat bukan hanya penting, tapi juga menjadi bagian dari akhlak mulia," ujar salah satu guru pembina Pondok Ramadhan MTsN Gresik. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi dokumentasi sebagai simbol kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan madrasah dalam membangun generasi muda yang religius, inklusif, dan toleran.
ADELIA NUR CALYSTA AMROZI
Malang, 2025 --- Dalam rangka menjalankan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang telah melaksanakan salah satu program kerja unggulan berupa kegiatan mengajar mengaji di TPQ Ta'aroful Muslimin. Kegiatan ini berlangsung selama satu minggu, dan menjadi salah satu wujud kontribusi nyata mahasiswa dalam membantu peningkatan literasi keagamaan masyarakat, khususnya anak-anak usia dini. Kegiatan yang berlangsung selama 7 hari berturut-turut ini diisi dengan aktivitas pembelajaran mengaji, hafalan surat pendek, serta pengenalan dasar-dasar Islam seperti adab berwudhu, tata cara sholat, dan nilai-nilai akhlak mulia. Sebagai penutup, mahasiswa KKM juga menggelar acara penutupan yang meriah dengan berbagai games islami dan kegiatan menyenangkan lainnya, yang berhasil menciptakan momen penuh kehangatan dan keceriaan bersama para santri kecil. Awal Mula Kegiatan: Menyatu dengan Masyarakat, Menjadi Bagian dari TPQ TPQ Ta'aroful Muslimin merupakan salah satu tempat belajar agama yang aktif di lingkungan masyarakat tempat mahasiswa KKM bertugas. Ketika pertama kali melakukan observasi dan pendekatan, para mahasiswa disambut dengan tangan terbuka oleh para pengurus TPQ dan warga sekitar. Melihat semangat belajar anak-anak yang tinggi dan peran TPQ yang begitu penting dalam pembinaan akhlak generasi muda, mahasiswa KKM pun menetapkan kegiatan mengajar mengaji sebagai salah satu program utama mereka. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, para mahasiswa menyusun jadwal kegiatan, materi pembelajaran, dan metode pendekatan yang tepat agar kegiatan ini bisa berjalan optimal dan menyenangkan. Rangkaian Kegiatan: Dari Huruf Hijaiyah hingga Hafalan Surat Pendek Setiap sore hari, TPQ Ta'aroful Muslimin menjadi pusat aktivitas anak-anak yang datang dengan semangat belajar. Mahasiswa KKM membagi peserta menjadi beberapa kelompok belajar berdasarkan tingkat kemampuan mereka. Ada yang masih belajar mengenal huruf hijaiyah, ada yang sudah mulai membaca Iqra', dan ada pula yang sudah lancar membaca Al-Qur'an. Kegiatan pembelajaran dirancang interaktif dan variatif. Selain membaca, mahasiswa juga mengajarkan: Tajwid dasar, agar bacaan anak-anak lebih sesuai kaidah, Hafalan surat-surat pendek, seperti Al-Fatihah, An-Nas, Al-Falaq, dan Al-Ikhlas, Adab berwudhu dan sholat, melalui praktek langsung, Cerita kisah nabi dan sahabat, untuk menanamkan nilai-nilai teladan dalam Islam. Setiap kegiatan diawali dengan doa bersama dan ditutup dengan murojaah hafalan, agar pembelajaran lebih terarah dan membekas di hati para santri. Penutupan Kegiatan: Tawa, Ceria, dan Kesan Mendalam Setelah satu minggu penuh kegiatan mengajar mengaji, mahasiswa KKM mengadakan acara penutupan kegiatan sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan bagi anak-anak TPQ. Kegiatan penutupan ini diisi dengan berbagai games edukatif bertema islami, lomba-lomba ringan, serta kuis seputar materi yang telah dipelajari selama seminggu. Beberapa games yang diadakan antara lain: Estafet Hafalan Surat Pendek, di mana anak-anak berlomba menyambung ayat dari surat yang dibacakan, Tebak Gerakan Sholat, permainan menyenangkan sekaligus evaluasi praktek ibadah, Lomba Menjawab Cepat Huruf Hijaiyah dan Tajwid, untuk anak-anak yang sudah lebih mahir. Selain itu, suasana makin seru dengan hadirnya pembagian hadiah sederhana dan bingkisan snack yang membuat wajah anak-anak penuh senyum dan kebahagiaan. Mahasiswa KKM juga menyisipkan pesan-pesan motivasi dan nasihat ringan agar anak-anak terus semangat belajar agama. "Seru banget main bareng kakak-kakak! Aku jadi lebih semangat ngaji," ujar salah satu santri TPQ dengan antusias. Kesan, Pesan, dan Harapan: Buah Manis dari Sebuah Pengabdian Kegiatan ini tidak hanya meninggalkan kesan mendalam bagi para santri TPQ, tetapi juga bagi mahasiswa KKM itu sendiri. Banyak dari mereka yang mengaku mendapatkan pengalaman baru yang tidak ternilai harganya. "Kami merasa justru kami yang banyak belajar dari anak-anak di sini. Keceriaan mereka, semangat belajar mereka, dan keikhlasan para ustadz-ustadzah TPQ menjadi pelajaran hidup buat kami," tutur salah satu anggota KKM. Pihak pengurus TPQ pun memberikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah menyumbangkan waktu, tenaga, dan ilmunya. "Kami sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Semoga sinergi antara mahasiswa dan masyarakat seperti ini bisa terus berlanjut," ujar pengurus TPQ Ta'aroful Muslimin. Penutup: Langkah Kecil yang Bermakna Besar Melalui kegiatan mengajar mengaji ini, mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak harus besar, tapi harus tulus. Dengan niat baik, kerja sama, dan semangat berbagi ilmu, mereka berhasil memberikan manfaat nyata yang insya Allah akan terus berbuah dalam kebaikan. Program ini menjadi salah satu contoh bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan bisa menjadi pelita kecil yang menerangi sekitar, walau hanya sebentar, tetapi bisa meninggalkan jejak yang membekas selamanya.
RIFDAH FARHANAH HASAN
Malang, 2025 --- Dalam rangka menjalankan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang telah melaksanakan salah satu program kerja unggulan berupa kegiatan mengajar mengaji di TPQ Ta'aroful Muslimin. Kegiatan ini berlangsung selama satu minggu, dan menjadi salah satu wujud kontribusi nyata mahasiswa dalam membantu peningkatan literasi keagamaan masyarakat, khususnya anak-anak usia dini. Kegiatan yang berlangsung selama 7 hari berturut-turut ini diisi dengan aktivitas pembelajaran mengaji, hafalan surat pendek, serta pengenalan dasar-dasar Islam seperti adab berwudhu, tata cara sholat, dan nilai-nilai akhlak mulia. Sebagai penutup, mahasiswa KKM juga menggelar acara penutupan yang meriah dengan berbagai games islami dan kegiatan menyenangkan lainnya, yang berhasil menciptakan momen penuh kehangatan dan keceriaan bersama para santri kecil. Awal Mula Kegiatan: Menyatu dengan Masyarakat, Menjadi Bagian dari TPQ TPQ Ta'aroful Muslimin merupakan salah satu tempat belajar agama yang aktif di lingkungan masyarakat tempat mahasiswa KKM bertugas. Ketika pertama kali melakukan observasi dan pendekatan, para mahasiswa disambut dengan tangan terbuka oleh para pengurus TPQ dan warga sekitar. Melihat semangat belajar anak-anak yang tinggi dan peran TPQ yang begitu penting dalam pembinaan akhlak generasi muda, mahasiswa KKM pun menetapkan kegiatan mengajar mengaji sebagai salah satu program utama mereka. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, para mahasiswa menyusun jadwal kegiatan, materi pembelajaran, dan metode pendekatan yang tepat agar kegiatan ini bisa berjalan optimal dan menyenangkan. Rangkaian Kegiatan: Dari Huruf Hijaiyah hingga Hafalan Surat Pendek Setiap sore hari, TPQ Ta'aroful Muslimin menjadi pusat aktivitas anak-anak yang datang dengan semangat belajar. Mahasiswa KKM membagi peserta menjadi beberapa kelompok belajar berdasarkan tingkat kemampuan mereka. Ada yang masih belajar mengenal huruf hijaiyah, ada yang sudah mulai membaca Iqra', dan ada pula yang sudah lancar membaca Al-Qur'an. TPQ Ta'aroful Muslimin merupakan salah satu tempat belajar agama yang aktif di lingkungan masyarakat tempat mahasiswa KKM bertugas. Ketika pertama kali melakukan observasi dan pendekatan, para mahasiswa disambut dengan tangan terbuka oleh para pengurus TPQ dan warga sekitar. Melihat semangat belajar anak-anak yang tinggi dan peran TPQ yang begitu penting dalam pembinaan akhlak generasi muda, mahasiswa KKM pun menetapkan kegiatan mengajar mengaji sebagai salah satu program utama mereka. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, para mahasiswa menyusun jadwal kegiatan, materi pembelajaran, dan metode pendekatan yang tepat agar kegiatan ini bisa berjalan optimal dan menyenangkan. Rangkaian Kegiatan: Dari Huruf Hijaiyah hingga Hafalan Surat Pendek Setiap sore hari, TPQ Ta'aroful Muslimin menjadi pusat aktivitas anak-anak yang datang dengan semangat belajar. Mahasiswa KKM membagi peserta menjadi beberapa kelompok belajar berdasarkan tingkat kemampuan mereka. Ada yang masih belajar mengenal huruf hijaiyah, ada yang sudah mulai membaca Iqra', dan ada pula yang sudah lancar membaca Al-Qur'an. Kegiatan pembelajaran dirancang interaktif dan variatif. Selain membaca, mahasiswa juga mengajarkan: Tajwid dasar, agar bacaan anak-anak lebih sesuai kaidah, Hafalan surat-surat pendek, seperti Al-Fatihah, An-Nas, Al-Falaq, dan Al-Ikhlas, Adab berwudhu dan sholat, melalui praktek langsung, Cerita kisah nabi dan sahabat, untuk menanamkan nilai-nilai teladan dalam Islam. Setiap kegiatan diawali dengan doa bersama dan ditutup dengan murojaah hafalan, agar pembelajaran lebih terarah dan membekas di hati para santri. "Kami ingin anak-anak merasa bahwa belajar agama itu menyenangkan, bukan sesuatu yang membosankan. Maka kami hadir sebagai kakak sekaligus sahabat mereka," ujar salah satu mahasiswa KKM. Penutupan Kegiatan: Tawa, Ceria, dan Kesan Mendalam Setelah satu minggu penuh kegiatan mengajar mengaji, mahasiswa KKM mengadakan acara penutupan kegiatan sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan bagi anak-anak TPQ. Kegiatan penutupan ini diisi dengan berbagai games edukatif bertema islami, lomba-lomba ringan, serta kuis seputar materi yang telah dipelajari selama seminggu. Beberapa games yang diadakan antara lain: Estafet Hafalan Surat Pendek, di mana anak-anak berlomba menyambung ayat dari surat yang dibacakan, Tebak Gerakan Sholat, permainan menyenangkan sekaligus evaluasi praktek ibadah, Lomba Menjawab Cepat Huruf Hijaiyah dan Tajwid, untuk anak-anak yang sudah lebih mahir. Selain itu, suasana makin seru dengan hadirnya pembagian hadiah sederhana dan bingkisan snack yang membuat wajah anak-anak penuh senyum dan kebahagiaan. Mahasiswa KKM juga menyisipkan pesan-pesan motivasi dan nasihat ringan agar anak-anak terus semangat belajar agama. "Seru banget main bareng kakak-kakak! Aku jadi lebih semangat ngaji," ujar salah satu santri TPQ dengan antusias. Kesan, Pesan, dan Harapan: Buah Manis dari Sebuah Pengabdian Kegiatan ini tidak hanya meninggalkan kesan mendalam bagi para santri TPQ, tetapi juga bagi mahasiswa KKM itu sendiri. Banyak dari mereka yang mengaku mendapatkan pengalaman baru yang tidak ternilai harganya. "Kami merasa justru kami yang banyak belajar dari anak-anak di sini. Keceriaan mereka, semangat belajar mereka, dan keikhlasan para ustadz-ustadzah TPQ menjadi pelajaran hidup buat kami," tutur salah satu anggota KKM. Pihak pengurus TPQ pun memberikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah menyumbangkan waktu, tenaga, dan ilmunya. "Kami sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Semoga sinergi antara mahasiswa dan masyarakat seperti ini bisa terus berlanjut," ujar pengurus TPQ Ta'aroful Muslimin. Penutup: Langkah Kecil yang Bermakna Besar Melalui kegiatan mengajar mengaji ini, mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak harus besar, tapi harus tulus. Dengan niat baik, kerja sama, dan semangat berbagi ilmu, mereka berhasil memberikan manfaat nyata yang insya Allah akan terus berbuah dalam kebaikan. Program ini menjadi salah satu contoh bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan bisa menjadi pelita kecil yang menerangi sekitar, walau hanya sebentar, tetapi bisa meninggalkan jejak yang membekas selamanya.