Thumbnail
8 months ago
Kelompok 88 KKM UIN Malang Kunjungi Sentra Gula Merah Desa Sukolilo, Pelajari Warisan Budaya Turun-Temurun

ARINI FIRDA ISNAINIYAH

MALANG - Mahasiswa Kelompok 88 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan kunjungan edukatif ke sentra produksi gula merah di Dusun Napel, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat potensi ekonomi lokal yang telah menjadi warisan budaya turun-temurun di desa tersebut.  Kunjungan yang dilaksanakan pada awal Januari 2026 ini disambut hangat oleh para pengusaha gula merah setempat. Para mahasiswa berkesempatan melihat langsung proses produksi gula merah dari hulu hingga hilir, mulai dari penggilingan tebu, pemasakan nira, hingga pengemasan produk akhir. Produksi gula merah di Desa Sukolilo merupakan warisan budaya yang diturunkan secara turun-temurun, menjadikannya lebih dari sekadar mata pencaharian bagi masyarakat setempat. Dusun Napel menjadi pusat produksi gula merah di Desa Sukolilo dengan kurang lebih 20 rumah produksi yang tersebar di seluruh dusun. Pemilik pabrik menjelaskan bahwa proses pembuatan gula merah meliputi beberapa tahap utama: penggilingan tebu untuk mengekstrak nira, penyaringan untuk membersihkan kotoran, pemasakan menggunakan mesin evaporator hingga mengental, pencetakan, dan pengemasan. Yang menarik, pada awal produksi, penggilingan tebu menggunakan alat dari kayu dan tenaga sapi. Sejak tahun 1982, tenaga sapi mulai digantikan oleh mesin diesel berbahan solar yang kemudian berganti dengan listrik. Transformasi teknologi ini menunjukkan adaptasi masyarakat terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan esensi produksi tradisional.  Kapasitas Produksi dan Jangkauan Pasar   Pemilik pabrik menjelaskan bahwa kapasitas produksi dalam satu hari dapat mencapai satu ton, dengan perbandingan 10 Ton tebu menghasilkan satu ton gula merah. Angka ini menunjukkan bahwa produksi gula merah membutuhkan bahan baku yang sangat besar, menjadikan ketersediaan tebu lokal sebagai faktor krusial.

Thumbnail
8 months ago
BELAJAR TANPA BATAS, SANTUN TANPA HENTI: Penutupan kegiatan KKM 45 di SD 1 KEMIRI

NAJMA AZZAHRA ANNISA SURI

Hari Kamis, 26 Januari 2026, menjadi momen penuh makna bagi keluarga besar SD 1 Kemiri dan Kelompok KKM 45. Pada hari penutupan kegiatan, kami berkesempatan memberikan edukasi bertema “Belajar Tanpa Batas, Santun Tanpa Henti”, sebuah pesan sederhana namun sarat nilai untuk membekali generasi muda sejak dini.   Kegiatan ini bertujuan menanamkan semangat kepada para siswa agar tidak pernah berhenti belajar, setinggi apa pun cita-cita yang ingin diraih. Anak-anak diajak memahami bahwa belajar tidak hanya terbatas di ruang kelas, tetapi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja melalui membaca, bertanya, mencoba hal baru, dan berani bermimpi. Pendidikan adalah jembatan masa depan, dan tidak ada alasan untuk menyerah di tengah jalan. Selain semangat belajar, nilai sopan santun juga menjadi fokus utama dalam edukasi ini. Kami mengajak siswa untuk selalu menghormati guru, orang tua, dan sesama teman, serta membiasakan tutur kata dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Santun bukan hanya tentang sikap di sekolah, tetapi juga cerminan karakter mulia yang akan melekat hingga dewasa. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusias. Anak-anak mengikuti sesi edukasi dengan semangat, diselingi tanya jawab dan pesan-pesan motivasi yang membangun. Kebahagiaan dan keceriaan terpancar dari wajah para siswa, menjadi kenangan manis bagi kami di akhir rangkaian pengabdian. Melalui kegiatan ini, Kelompok KKM 45 berharap pesan belajar tanpa batas dan santun tanpa henti dapat terus hidup dan diamalkan oleh seluruh siswa SD 1 Kemiri. Semoga langkah kecil ini mampu memberi dampak besar bagi masa depan mereka, serta menjadi bekal untuk tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing. Terima kasih kepada pihak sekolah, para guru, dan seluruh siswa SD 1 Kemiri atas sambutan hangat dan kebersamaan yang luar biasa. Sampai jumpa di cerita pengabdian berikutnya.

Thumbnail
8 months ago
Bersama KKM Mandiri Kelompok 190 Darmabaksya Menanam Literasi Sejak Dini melalui Edukasi Digital di SDN 1 Nglebeng

SYAHRANI ALYA PUTRI

Literasi dasar sering kali dipahami sebatas kemampuan membaca dan menulis, padahal di era digital saat ini, maknanya berkembang jauh lebih luas. Anak-anak tidak hanya dituntut mampu memahami teks, tetapi juga perlu dibekali kecakapan berpikir kritis dalam menyikapi arus informasi yang semakin deras. Realitas ini menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah dasar di wilayah pedesaan, termasuk SDN 1 Nglebeng, yang tengah beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menjawab tantangan tersebut, Kelompok KKM 190 Darmabaksya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hadir melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada penguatan literasi dasar dan pemanfaatan digital secara bijak bagi siswa. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud nyata peran mahasiswa dalam mendampingi dunia pendidikan dasar, khususnya dalam menyiapkan generasi yang tidak gagap teknologi namun tetap berpijak pada nilai-nilai pembelajaran yang sehat. Mahasiswa KKM 190 Darmabaksya memandang bahwa pengenalan teknologi sejak dini harus disertai dengan pemahaman yang tepat agar tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan sarana belajar yang bermakna. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan tidak bersifat menggurui, melainkan edukatif dan kontekstual sesuai dengan usia peserta didik. Sasaran utama kegiatan ini adalah siswa kelas 5 dan 6 SDN 1 Nglebeng, yang berada pada fase transisi penting dalam perkembangan kognitif dan karakter. Pada usia ini, rasa ingin tahu anak mulai meningkat dan ketertarikan terhadap gawai semakin kuat. Melalui program literasi dasar, siswa diajak untuk membaca, memahami, dan menceritakan kembali informasi dengan bahasa mereka sendiri. Aktivitas ini bertujuan melatih kemampuan berpikir, meningkatkan pemahaman bacaan, serta menumbuhkan keberanian dalam mengemukakan pendapat. Pada sesi pemanfaatan digital, mahasiswa KKM memperkenalkan teknologi sebagai alat bantu belajar, bukan sebagai sumber kebenaran mutlak. Siswa dikenalkan dengan konsep kecerdasan buatan secara sederhana, seperti penggunaan GPT untuk membantu memahami materi pelajaran. Penekanan utama diberikan pada sikap kritis, bahwa teknologi dapat membantu menjelaskan, tetapi manusia tetap harus berpikir dan memverifikasi informasi. Anak-anak juga dibekali aturan dasar dalam menggunakan teknologi, seperti tidak menyalin jawaban secara mentah, membandingkan dengan buku, serta menggunakan gawai dengan pendampingan guru atau orang tua. Pendekatan interaktif menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Mahasiswa KKM 190 Darmabaksya mengemas materi dalam bentuk diskusi ringan, tanya jawab, dan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Hal ini membuat anak-anak lebih mudah memahami bahwa literasi dan teknologi bukan hal yang menakutkan, melainkan dapat menjadi sahabat belajar jika digunakan dengan bijak. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya dan menyampaikan pendapat selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan pengabdian ini, KKM 190 Darmabaksya berharap dapat menanamkan fondasi awal bagi tumbuhnya generasi yang cerdas literasi dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi. Penguatan literasi dasar yang dibarengi dengan edukasi digital menjadi langkah strategis untuk membentuk siswa yang tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kritis dan mandiri. Upaya kecil yang dilakukan di SDN 1 Nglebeng ini diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun pendidikan yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Thumbnail
8 months ago
Dari Sekolah ke Sekolah, KKM UIN Malang Kelompok 78 ArthaBhumi Siapkan Edukasi Cybercrime

I`AMA FIATMILA

Sebagai langkah awal, pada hari Selasa, 6 Januari 2026, mahasiswa KKM Kelompok 78 ArthaBhumi melaksanakan kegiatan survei ke sejumlah sekolah yang berada di wilayah Desa Banjarejo dan sekitarnya, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin komunikasi awal sekaligus memetakan kesiapan sekolah dalam menerima program sosialisasi yang akan dilaksanakan. Total terdapat tiga sekolah yang dikunjungi dalam kegiatan survei tersebut, yaitu SD Negeri 01 Banjarejo, Madrasah Ibtidaiyah Al-Fatah, dan SMP Negeri 02 Pakis. Dalam kunjungan ini, mahasiswa KKM menyampaikan gambaran umum program sosialisasi cybercrime yang dirancang secara edukatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing sekolah. Respon dari pihak sekolah terbilang sangat positif. Kepala sekolah maupun guru-guru menyambut baik rencana program kerja tersebut dan mengapresiasi kepedulian mahasiswa KKM terhadap isu keamanan digital yang semakin relevan di era sekarang. Sikap terbuka dan dukungan dari pihak sekolah menjadi modal penting bagi keberhasilan pelaksanaan program ke depan. Meski demikian, pelaksanaan sosialisasi belum dilakukan dalam kunjungan ini. Mahasiswa KKM bersama pihak sekolah sepakat untuk melakukan koordinasi lebih lanjut terkait waktu, teknis pelaksanaan, serta penyesuaian materi agar selaras dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik di masing-masing sekolah. Melalui kegiatan survei ini, mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 78 ArthaBhumi berharap program sosialisasi cybercrime dapat menjadi langkah preventif dalam membekali siswa dengan pemahaman dasar mengenai etika dan keamanan bermedia digital. Upaya kecil ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sejak dini agar generasi muda lebih bijak, aman, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Thumbnail
8 months ago
Jemput Bola Demi Lingkungan: Aksi Nyata KKM Arkadiakarsa

MARSYA ADELINE DESWINTARANI

  MALANG – Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 18 ARKADIAKARSA Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menghadirkan inovasi sosial melalui program unggulan Sedekah Limbah. Pada Kamis, 22 Januari 2026, mahasiswa menerapkan sistem Jemput Bola dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga di Perumahan Dirgantara Permai untuk mengumpulkan donasi. Program ini dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam bersedekah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Tanpa harus datang ke lokasi, warga cukup menyiapkan barang bekas di rumah masing-masing, kemudian mahasiswa KKM akan menjemputnya secara langsung. Pendekatan ini terbukti efektif meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu dan sarana angkut. Jenis limbah yang dikumpulkan difokuskan pada sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis, seperti minyak jelantah, perangkat elektronik rusak (e-waste), botol plastik, serta kardus dan kertas bekas. Limbah-limbah tersebut selanjutnya dikelola dan dijual melalui mitra pengelolaan sampah untuk menghasilkan dana sosial. Antusiasme warga terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Sejumlah warga dengan senang hati menyerahkan barang bekas yang selama ini menumpuk di rumah. Bagi mereka, program Sedekah Limbah tidak hanya membantu membersihkan rumah, tetapi juga menjadi sarana amal yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Meski cuaca sempat tidak menentu, semangat mahasiswa tidak surut. Menggunakan kendaraan roda tiga (motor tosa/viar), tim KKM menyusuri lorong-lorong perumahan untuk memastikan seluruh donasi dapat terangkut dengan baik. Seluruh hasil pengelolaan Sedekah Limbah ini nantinya akan disalurkan untuk mendukung operasional dan kemakmuran Masjid Al Muhajirin Dirgantara. Melalui program ini, KKM Arkadiakarsa berharap dapat menumbuhkan budaya baru di masyarakat: bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber keberkahan dan kepedulian sosial.

Thumbnail
8 months ago
Sulap Limbah Jadi Berkah, KKM ARKADIAKARSA Gandeng PKK Dirgantara Luncurkan 'Sedekah Sampah'

ROIS FATHONI AL HASAN

MALANG – Pertemuan rutin Ibu-Ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Perumahan Dirgantara Permai, Kamis (08/01/2026), terasa istimewa. Selain agenda biasa, forum itu digunakan untuk meluncurkan sosialisasi program inovatif "Sedekah Sampah" yang diinisiasi Mahasiswa KKM Kelompok 18 "ARKADIAKARSA" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bertempat di Balai Warga, puluhan anggota PKK hadir seragam batik hijau tosca. Acara dibuka oleh pengurus inti PKK yang memandu jalannya pertemuan dengan teratur. Inovasi lingkungan berbasis kemasjidan jadi fokus utama. Perwakilan mahasiswa KKM ARKADIAKARSA membawakan presentasi berjudul "Optimalisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah Rumah Tangga Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat", menjelaskan konsep pengelolaan limbah domestik yang sekaligus bernilai sosial. Program "Sedekah Sampah" menawarkan pendekatan berbeda dari bank sampah konvensional. Sampah anorganik bernilai ekonomis—seperti botol plastik, kardus, dan besi—yang dikumpulkan warga akan didonasikan, dan hasil pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada manajemen Masjid Al Muhajirin Dirgantara untuk kepentingan umat. Respon warga sangat positif. Saat mahasiswa memaparkan teknis pemilahan lewat proyektor, ibu-ibu PKK menyimak serius; beberapa mencatat poin penting sosialisasi. "Program ini menarik karena menggabungkan kebersihan lingkungan dengan nilai ibadah. Jadi ibu-ibu tidak hanya membuang sampah, tapi juga bersedekah untuk masjid," kata salah satu mahasiswa KKM saat mempresentasikan. Dengan kolaborasi PKK, Mahasiswa KKM, dan Takmir Masjid, diharapkan tercipta ekosistem pengolahan limbah yang mandiri di Perumahan Dirgantara sekaligus memperkuat kas masjid secara kreatif dan ramah lingkungan.