Thumbnail
12 months ago
Semarak Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan: Kolaborasi Religius KKM UIN Malang dan Masyarakat

FELAHATUS SHOLIHAH

Momentum bulan Ramadan selalu menjadi saat yang dinanti-nanti umat Islam di seluruh dunia. Selain sebagai bulan penuh ampunan dan keberkahan, Ramadan juga menjadi ruang spiritual untuk memperdalam nilai-nilai keislaman. Salah satu malam istimewa di bulan suci ini adalah peringatan Nuzulul Quran, malam turunnya Al-Qur’an yang menjadi pedoman hidup umat Islam. Di Desa Pakijangan, suasana Ramadan tahun ini terasa berbeda dan lebih semarak. Pada malam 17 Ramadan 1446 H, Masjid Nurul Huda, yang menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat, menjadi saksi kebersamaan antara warga dan para mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam memperingati malam Nuzulul Quran. Kegiatan peringatan Nuzulul Quran ini bukan hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga memperlihatkan kolaborasi apik antara mahasiswa dan masyarakat. Sejak sore hari, para anggota KKM telah membantu menyiapkan tempat, konsumsi, serta memastikan teknis acara berjalan lancar. Semangat gotong royong sangat terasa, memperkuat hubungan antara mahasiswa yang sedang menjalankan pengabdian dengan warga sekitar. Acara dimulai selepas salat Isya dan tarawih berjamaah. Dengan dihadiri oleh tokoh masyarakat, pengurus masjid, ibu-ibu jamaah, serta para pemuda desa, acara ini berlangsung khidmat namun tetap penuh kehangatan. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an mengawali kegiatan, disusul dengan penampilan hadrah dari remaja masjid yang membangkitkan nuansa islami di malam itu. Puncak acara diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh KH. Achmad Afandi, seorang ulama kharismatik yang juga dikenal sebagai sosok inspiratif di kalangan masyarakat. Dalam tausiahnya, beliau menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, bukan hanya dibaca tapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKM dalam acara ini sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Salah satu hikmah dari Nuzulul Quran adalah menghidupkan nilai-nilai Islam di tengah kehidupan bermasyarakat. Keterlibatan adik-adik mahasiswa ini menjadi cerminan bahwa dakwah bisa dilakukan dengan pendekatan kolaboratif dan penuh kasih,ujar KH. Achmad Afandi. Peringatan Nuzulul Quran ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga mendorong lahirnya semangat baru dalam mengamalkan Al-Qur’an. Bagi para mahasiswa KKM, momen ini menjadi pengalaman berharga untuk belajar langsung dari masyarakat dan turut serta dalam membangun kehidupan sosial-religius di desa. “Alhamdulillah, kami merasa sangat diterima di desa ini. Kegiatan seperti ini memberi kami kesempatan untuk belajar sekaligus berbagi,” ungkap salah satu anggota KKM. Sebagai penutup, seluruh peserta acara mulai dari KH. Achmad Afandi, para takmir Masjid Nurul Huda, remaja masjid, hingga mahasiswa KKM UIN Malang berkumpul untuk sesi foto bersama. Momen ini menjadi simbol kebersamaan dan kolaborasi yang terjalin erat antara seluruh elemen masyarakat. Kegiatan foto bersama tersebut bukan sekadar dokumentasi, tetapi menjadi pengingat bahwa kegiatan spiritual seperti Nuzulul Quran bisa menjadi media mempererat tali ukhuwah dan menumbuhkan semangat kolektif dalam membumikan nilai-nilai Al-Quran.

Thumbnail
12 months ago
Mengajar TPQ di Tengah Bulan Suci Ramadhan, Pengalaman Berharga Mahasiswa KKM UIN Malang

LAILI HALIMATUS SAADAH

https://www.kompasiana.com/karisma13654/6804c24934777c7bba787042/mengajar-ngaji-di-tengah-bulan-suci-ramadhan-pengalaman-berharga-mahasiswa-kkm-uin-malang

Thumbnail
12 months ago
Mahasiswa Gelar Edukasi Cegah Stunting di Alun-Alun Wonorejo: Ajak Anak-anak Peduli Gizi Sejak Dini

FARIZA BRILLIANT ADILLA

Masalah stunting masih menjadi salah satu tantangan besar dalam kesehatan anak di Indonesia. Stunting, yang sering kali diidentikkan dengan rendahnya tinggi badan, sebenarnya lebih dari itu. Kondisi ini berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, dan kesehatan jangka panjang anak. Stunting disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang optimal dalam 1.000 hari pertama kehidupan (dari kehamilan hingga usia dua tahun). Oleh karena itu, pencegahan stunting menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan generasi mendatang tumbuh sehat dan dapat berkembang dengan baik.   Untuk mendukung upaya ini, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang melaksanakan kegiatan edukasi tentang pencegahan stunting di Alun-Alun Wonorejo, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa, 30 April 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai apa itu stunting, bagaimana cara mencegahnya, dan mengapa pola makan yang sehat sangat penting untuk tumbuh kembang mereka.    Kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKM UIN Malang ini menyasar anak-anak yang sering bermain,dan mengunjungi alun-alun setelah mengikuti Madrasah Diniyah. Pada momen sore hari yang santai tersebut, para mahasiswa menggunakan pendekatan yang ringan dan menyenangkan agar anak-anak dapat memahami materi dengan baik. Melalui poster bergambar dan diskusi interaktif, mahasiswa menjelaskan bahwa stunting dapat dicegah dengan konsumsi makanan bergizi seperti sayur, buah, ikan, dan susu, serta pola hidup sehat lainnya.    Antusiasme anak-anak sangat terlihat dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif berdialog dan bertanya. Dalam kesempatan ini, para mahasiswa juga menekankan kebiasaan baik seperti mencuci tangan sebelum makan, sarapan bergizi, serta menghindari jajanan yang tidak sehat. Pendekatan ini membantu anak-anak memahami betapa pentingnya menjaga pola makan yang sehat untuk mendukung pertumbuhan mereka.    Sebagai bentuk apresiasi, anak-anak yang mengikuti kegiatan diberikan susu, yang merupakan simbol pentingnya konsumsi gizi yang baik. Susu kaya akan protein dan kalsium yang sangat penting bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Melalui pemberian susu ini, mahasiswa KKM UIN Malang ingin menekankan bahwa makanan bergizi, terutama susu, harus menjadi bagian dari pola makan sehari-hari anak-anak.    Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran anak-anak dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak usia dini. Dengan memahami betul konsep stunting dan cara mencegahnya, diharapkan generasi mendatang dapat tumbuh lebih sehat dan cerdas. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya yang bermanfaat dalam menciptakan kesadaran kolektif di masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan konsumsi gizi yang seimbang. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan peran aktif mahasiswa KKM UIN Malang dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui edukasi yang berbasis pada nilai-nilai sosial dan agama yang mereka anut.

Thumbnail
12 months ago
Upaya Mahasiswa KKM UIN Malanag mendorong Kemandirian Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Masyarakat Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Upaya Mahasiswa KKM UIN Malanag mendorong Kemandirian Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Masya

FATHAN RIZKI ANWARI

https://www.kompasiana.com/rizkifr76/6835819ac925c47d9d2b1403/upaya-mahasiswa-kkm-uin-malanag-mendorong-kemandirian-pengelolaan-sampah-organik-berbasis-masyarakat?page=2&page_images=1

Thumbnail
12 months ago
Menggapai Berkah Nisfu Sya'ban Dengan Meningkatkan Nilai-Nilai Keimanan Bersama Masyarakat Sukoreno Sukosewu

IQLIMA NIA AYU PAWESTRI

Pada hari Kamis, 13 Februari 2025, Mahasiswa KKM dari UIN Malang menyelenggarakan kegiatan peringatan Nisfu Sya’ban yang melibatakna partisipasi aktif dari masyarakat Dusun Sukoreno, Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari Blitar. Acara ini merupakan wujud dari tradisi keagamaan yang terus dijaga, serta menjadi momen penting untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan dimulai pada malam hari dengan pembacaan Surah Yasin secara berjamaah sebanyak tiga kali. Setiap pembacaan disertai dengan niat khusus yang dipanjatkan secara khusyuk oleh seluruh hadirin. Bacaan pertama diniatkan untuk memohon panjang umur dalam ketaatan kepada Allah SWT. Bacaan kedua bertujuan untuk memohon perlindungan dari segala bentuk bencana dan musibah. Sementara bacaan ketiga dimaksudkan sebagai doa untuk kelapangan rezeki serta akhir kehidupan yang husnul khatimah, yakni wafat dalam keadaan yang baik. Setelah pembacaan Surah Yasin, acara dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan oleh ketua mushola. Dalam ceramah tersebut dijelaskan makna mendalam dari malam Nisfu Sya’ban, yang dikenal sebagai malam penuh ampunan dan kesempatan untuk memperbarui diri dalam keimanan dan ketakwaan. Jamaah diajak untuk menjadikan momen ini sebagai intropeksi diri dan  meningkatkan keimanan dan ketakwaan menjelang bulan Ramadhan. Puncak acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan dengan harapan agar seluruh masyarakat memperoleh keberkahan hidup, dijauhkan dari segala marabahaya, serta diberi keselamatan dan selalu dalan lindungan Allah SWT. Kemudian dilanjutkan dengan tradisi yang telah turun-temurun, yaitu makan bersama. Warga membawa berbagai jenis makanan dari rumah masing-masing untuk dikumpulkan dan dinikmati bersama. Tradisi ini bukan sekadar berbagi makanan, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga, memperkuat rasa persaudaraan, serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, peringatan Nisfu Sya’ban tidak hanya menjadi sebuah kegiatan keagamaan saja  tetapi juga menjadi sarana meningkatkan keimanan dan sosial yang memperkuat hubungan antarwarga. Dengan semangat kebersamaan dan kekhusyukan dalam beribadah, masyarakat Sukoreno Sukosewu berharap dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan penuh keberkahan.  

Thumbnail
12 months ago
Mengajar TPQ di Tengah Bulan Suci Ramadhan, Pengalaman Berharga Mahasiswa KKM UIN Malang

KARISMA YOGI NOVIANA

https://www.kompasiana.com/karisma13654/6804c24934777c7bba787042/mengajar-ngaji-di-tengah-bulan-suci-ramadhan-pengalaman-berharga-mahasiswa-kkm-uin-malang