NADIYA NUR SABILLA
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Salah satu bentuk pengabdian tersebut diwujudkan oleh mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 78 melalui keikutsertaan dalam kegiatan senam bersama ibu-ibu lansia dan para kader di Desa Banjarejo pada Kamis, 8 Januari 2026. Kegiatan senam ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap hari Kamis sebagai upaya menjaga kesehatan dan kebugaran para lansia di desa tersebut. Kehadiran mahasiswa KKM dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bentuk dukungan dan partisipasi aktif dalam memeriahkan kegiatan yang telah berjalan secara berkelanjutan di masyarakat. Sekitar 30 orang ibu-ibu lansia mengikuti senam bersama dengan penuh antusiasme. Meski usianya tidak lagi muda, semangat mereka tampak jelas sejak awal hingga akhir kegiatan. Dengan dipandu oleh satu orang instruktur yang berada di depan panggung, seluruh peserta mengikuti gerakan senam secara kompak dan teratur. Suasana kegiatan terasa hangat, ceria, dan penuh kebersamaan. Mahasiswa KKM Kelompok 78 ikut berbaur bersama para lansia, mengikuti setiap gerakan senam dengan penuh semangat. Interaksi yang terjalin selama kegiatan ini menciptakan suasana akrab antara pelajar, kader, dan para peserta senam. Hal ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk lebih dekat dengan masyarakat serta memahami pentingnya peran aktif dalam kegiatan sosial dan kesehatan di lingkungan desa. Kegiatan senam bersama ini memiliki manfaat yang sangat penting, khususnya bagi para lansia. Senam secara rutin dapat membantu menjaga kebugaran tubuh, melatih kelenturan otot dan sendi, serta meningkatkan kesehatan jantung. Selain manfaat fisik, kegiatan ini juga memberikan dampak positif secara psikologis, seperti meningkatkan semangat, mengurangi rasa kesepian, dan mempererat hubungan sosial antarwarga. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan senam bersama ini, mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 78 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pola hidup sehat di masyarakat, khususnya bagi para lansia. Kegiatan sederhana namun bermakna ini menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui kebersamaan, kepedulian, dan partisipasi aktif dalam kegiatan rutin warga desa.
FERGYAZICCO ACHMED FAHROZI
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 18 “ARKADIAKARSA” UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus menghadirkan terobosan dalam bidang layanan sosial. Dalam upaya meningkatkan keterlibatan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menumbuhkan semangat berbagi, mereka menggagas program unggulan bertajuk Sedekah Limbah dengan menerapkan sistem jemput bola. Melalui skema ini, mahasiswa tidak menunggu warga datang menyerahkan donasi, melainkan secara aktif mendatangi rumah-rumah di Perumahan Dirgantara Permai untuk menjemput barang bekas yang disedekahkan. Inisiatif tersebut bertujuan mempermudah masyarakat yang ingin beramal, namun memiliki keterbatasan waktu maupun sarana transportasi. Program Sedekah Limbah menyasar beragam jenis limbah anorganik yang masih memiliki nilai guna dan nilai ekonomis. Masyarakat dapat menyumbangkan minyak jelantah, perangkat elektronik rusak (e-waste), botol plastik bekas, hingga kardus yang sudah tidak terpakai dan menumpuk di rumah. Respons warga terhadap program ini terbilang sangat positif. Antusiasme terlihat dari sambutan hangat masyarakat, salah satunya seorang ibu rumah tangga yang menyerahkan kantong berisi barang bekas kepada tim KKM di teras rumahnya. Donasi tersebut menjadi simbol perubahan sampah rumah tangga menjadi sarana kebaikan dan pahala. Komitmen mahasiswa dalam menjalankan pengabdian tidak luntur meskipun harus menghadapi cuaca yang kerap berubah. Dengan menggunakan kendaraan roda tiga bak terbuka (motor tosa/viar), tim KKM tetap berkeliling menyusuri jalanan perumahan yang basah usai diguyur hujan untuk mengumpulkan limbah dari warga. Kendaraan operasional tampak sarat dengan tumpukan kardus dan karung hasil pengumpulan. Salah satu anggota tim logistik KKM menyampaikan bahwa upaya berkeliling langsung ke rumah warga dilakukan agar program berjalan optimal. Selain membantu warga menjaga kebersihan rumah, hasil pengelolaan limbah tersebut juga memberikan manfaat nyata bagi kas masjid. Seluruh pendapatan dari hasil penjualan limbah yang terkumpul akan disalurkan sepenuhnya untuk mendukung operasional serta kemakmuran Masjid Al Muhajirin Dirgantara. Melalui program ini, diharapkan tumbuh kesadaran baru di tengah masyarakat bahwa sampah tidak lagi dipandang sebagai persoalan, melainkan sebagai sumber keberkahan.
HAFIDHA `ILMA ACHMADA
Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Pasuruan selalu berusaha untuk menciptakan ruang belajar yang menyenangkan, kreatif, dan membangun karakter para siswanya. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah penyelenggaraan lomba oleh kelompok KKM Unggulan PSGA 267, terdapat dua lomba yang diikuti dengan baik oleh para siswa yaitu lomba mewarnai untuk siswa SD dan baca puisi untuk siswa SMA. Kegiatan lomba ini bertujuan untuk melatih keberanian, kreativitas, serta menumbuhkan rasa percaya diri para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Pasuruan. Lomba dilaksanakan pada hari Rabu, 28 Januari 2026. Lomba mewarnai dilaksanakan di kelas, sedangkan lomba membaca puisi dilaksanakan di aula sekolah dengan ditonton oleh teman-teman SMA seangkatannya dengan suasana penuh suasana semangat. Saat lomba mewarnai, para peserta diberikan gambar kaligrafi untuk diwarnai sesuai keinginan dan kreativitas masing-masing. Para siswa tampak antusias menggunakan pensil warna untuk menghasilkan karya yang indah dan penuh makna. Ketika lomba membaca puisi, para peserta membacakan puisi bertema pendidikan. Mereka tampil dengan ekspresi, intonasi, dan keberanian yang luar biasa, sehingga mampu menyentuh hati para penonton dan juri. Tujuan diadakannya kegiatan lomba ini yaitu untuk mengasah kreativitas dan imajinasi siswa melalui seni mewarnai, melatih keterampilan berbahasa dan ekspresi diri lewat puisi, menumbuhkan rasa percaya diri untuk tampil di depan umum, serta membangun kebersamaan antar siswa untuk saling mendukung satu sama lain. Karya-karya yang dihasilkan dari goresan warna menunjukkan bahwa setiap anak memiliki kreativitas dan imajinasi yang berbeda. Sementara itu, pembacaan puisi menghadirkan suasana haru dan bangga, terutama ketika para siswa dengan penuh semangat dan lantang membacakan puisi. Juri, wali asuh, dan panitia memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berkontribusi dalam kegiatan lomba. Melalui lomba mewarnai dan baca puisi ini, diharapkan Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Pasuruan dapat terus menumbuhkan generasi yang kreatif, berkarakter, dan berani berkarya. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang seni, ekspresi, dan keberanian untuk tampil di depan umum.
ANNI HAFIDHATUSH SHOLIHAH
Pendidikan Al-Qur'an memiliki peran penting dalam memperluas pemahaman ilmu agama, khususnya melalui kemampuan membaca huruf hijaiyah sejak usia dini. Kemampuan ini menjadi dasar dalam mempelajari Al-Qur'an serta sumber-sumber utama keislaman yang diharapkan dapat menjadi pedoman hidup bagi setiap muslim. Berangkat dari pentingnya hal tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 23 Armonia UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Kegiatan ini bertujuan membantu tenaga pengajar sekaligus mendukung penguatan pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan metode Yanbu'a yang bersifat sistematis dan bertahap, sehingga memudahkan anak-anak dalam memahami bacaan Al-Qur'an dengan baik dan benar. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM 23 membantu mengatasi keterbatasan jumlah tenaga pengajar yang sebelumnya hanya terdiri dari satu hingga dua orang dengan jumlah murid yang cukup banyak. Kehadiran mahasiswa membuat proses belajar mengajar berjalan lebih efektif, tertib, dan terarah. Kehadiran mahasiswa juga disambut dengan antusias oleh anak-anak TPQ. Peserta didik terlihat senang, lebih bersemangat, dan aktif mengikuti pembelajaran karena mendapatkan pendampingan yang lebih intensif serta pendekatan yang ramah dan menyenangkan. Suasana belajar pun terasa lebih hidup dan nyaman. Selain membantu kegiatan pembelajaran, mahasiswa KKM 23 memperoleh pengalaman berharga melalui interaksi langsung dengan anak-anak. Mahasiswa belajar memahami beragam karakter peserta didik serta menyesuaikan cara berkomunikasi dan mengajar yang sesuai dengan usia dini. Untuk menunjang kelancaran kegiatan, diterapkan sistem pembagian kelas agar pembelajaran berlangsung lebih terfokus. Kegiatan diawali dengan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan dengan proses belajar membaca Al-Qur'an sesuai kemampuan masing-masing anak. Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan dengan baik dan kondusif. Mahasiswa KKM 23 mampu melaksanakan tugas mengajar sesuai arahan pengajar TPQ, meskipun evaluasi dan perbaikan tetap diperlukan guna meningkatkan kualitas pembelajaran ke depan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara mahasiswa dan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap pembelajaran Al-Qur'an.
MOCH.RAFLY RAMADHANI AL A`RAAF
https://kkm13dharmasena.blogspot.com/2026/02/mahasiswa-kkm-gelar-teras-gen-z-bersama.html
FIFI RAHMANESTU SVEVAKAOHSI
MALANG - Mahasiswa Kelompok 88 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan kunjungan edukatif ke sentra produksi gula merah di Dusun Napel, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat potensi ekonomi lokal yang telah menjadi warisan budaya turun-temurun di desa tersebut. Kunjungan yang dilaksanakan pada awal Januari 2026 ini disambut hangat oleh para pengusaha gula merah setempat. Para mahasiswa berkesempatan melihat langsung proses produksi gula merah dari hulu hingga hilir, mulai dari penggilingan tebu, pemasakan nira, hingga pengemasan produk akhir. Warisan Budaya yang Terus Berkembang Produksi gula merah di Desa Sukolilo merupakan warisan budaya yang diturunkan secara turun-temurun, menjadikannya lebih dari sekadar mata pencaharian bagi masyarakat setempat. Dusun Napel menjadi pusat produksi gula merah di Desa Sukolilo dengan kurang lebih 20 rumah produksi yang tersebar di seluruh dusun. Proses Produksi Modern dengan Sentuhan Tradisional Pemilik pabrik menjelaskan bahwa proses pembuatan gula merah meliputi beberapa tahap utama: penggilingan tebu untuk mengekstrak nira, penyaringan untuk membersihkan kotoran, pemasakan menggunakan mesin evaporator hingga mengental, pencetakan, dan pengemasan. Yang menarik, pada awal produksi, penggilingan tebu menggunakan alat dari kayu dan tenaga sapi. Sejak tahun 1982, tenaga sapi mulai digantikan oleh mesin diesel berbahan solar yang kemudian berganti dengan listrik. Transformasi teknologi ini menunjukkan adaptasi masyarakat terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan esensi produksi tradisional. Kapasitas Produksi dan Jangkauan Pasar Pemilik pabrik menjelaskan bahwa kapasitas produksi dalam satu hari dapat mencapai satu ton, dengan perbandingan 10 Ton tebu menghasilkan satu ton gula merah. Angka ini menunjukkan bahwa produksi gula merah membutuhkan bahan baku yang sangat besar, menjadikan ketersediaan tebu lokal sebagai faktor krusial. Ekosistem Ekonomi Tebu di Sukolilo Mata pencaharian warga Desa Sukolilo didominasi oleh perkebunan tebu yang sudah dilakukan secara turun-temurun, didukung oleh keberadaan Pabrik Gula Krebet (PG Krebet) di Bululawang. Kondisi ini menciptakan ekosistem ekonomi yang unik di mana petani tebu memiliki dua pilihan pasar: menjual ke PG Krebet untuk diolah menjadi gula pasir, atau menjual ke pengrajin lokal untuk diolah menjadi gula merah. Diversifikasi produk tebu ini memberikan ketahanan ekonomi bagi petani. Ketika harga gula pasir turun, mereka masih bisa mengandalkan pasar gula merah, dan sebaliknya. Sistem ekonomi saling mendukung ini telah berlangsung puluhan tahun dan terbukti berkelanjutan. Tantangan dan Peluang Industri Gula Merah Dalam diskusi dengan mahasiswa, pengusaha gula merah menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi, antara lain fluktuasi harga tebu sebagai bahan baku, persaingan dengan gula merah impor yang lebih murah, dan regenerasi pengrajin muda yang semakin berkurang karena pekerjaan ini dianggap berat dan kurang menjanjikan oleh generasi muda. Namun, peluang tetap terbuka lebar. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan produk alami dan organik membuat gula merah kembali diminati. Industri makanan dan minuman modern juga mulai banyak menggunakan gula merah sebagai pemanis alami. Potensi ekspor ke negara-negara yang menghargai produk organik juga menjadi peluang yang belum sepenuhnya digali. Inspirasi bagi Program Pemberdayaan Para mahasiswa Kelompok 88 melihat kunjungan ini sebagai kesempatan emas untuk memahami dinamika ekonomi desa. "Kami belajar bahwa industri tradisional seperti gula merah punya potensi besar jika dikelola dengan baik. Mungkin kami bisa membantu dalam hal branding, pemasaran digital, atau diversifikasi produk seperti gula semut atau sirup gula merah yang sedang tren," ungkap salah satu anggota tim. Beberapa ide program yang muncul dari kunjungan ini antara lain: pembuatan konten media sosial untuk promosi gula merah Sukolilo, pendampingan pengemasan produk agar lebih menarik, workshop pemasaran online untuk pengrajin muda, dan dokumentasi proses produksi sebagai aset promosi wisata edukasi. Kegiatan kunjungan industri ini merupakan bagian dari program kerja Kelompok 88 KKM dalam bidang studi potensi ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Dengan memahami secara mendalam tantangan dan peluang industri lokal, mahasiswa diharapkan dapat merumuskan program-program yang tepat sasaran dan berdampak nyata. Program KKM Kelompok 88 di Desa Sukolilo masih akan berlangsung hingga 4 Februari 2026, dengan harapan dapat memberikan kontribusi berkelanjutan bagi pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa.