Thumbnail
12 months ago
Tingkatkan Pola Asuh Anak Berkebutuhan Khusus, Mahasiswa UIN Malang Adakan Seminar Parenting Emosional

NURUL FADHILAH RAMADHANI

HUMAS UIN MALANG — Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, mengadakan kegiatan edukatif berupa seminar parenting bertajuk "Strategi Parenting Emosional untuk Membangun Mental Anak." Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, (7/4), di Lembaga Pendidikan Mambaul Ulum, yang menaungi anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah tersebut. Seminar bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada orang tua dan pendidik mengenai pentingnya pengelolaan emosi dalam pola asuh anak, serta strategi efektif dalam membangun ketahanan mental anak-anak, khususnya bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari perwakilan Lembaga Mambaul Ulum, yang mengapresiasi inisiatif mahasiswa UIN Malang dalam mendukung pengembangan pendidikan anak-anak di desa tersebut. Seminar kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh mahasiswa KKM yang telah mendapatkan pembekalan akademik dari kampus. Dalam penyampaian materi, peserta diajak untuk memahami konsep dasar kebutuhan emosional anak, peran orang tua dalam pembentukan karakter, serta tantangan yang kerap dihadapi dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Selain itu, diperkenalkan pula berbagai teknik sederhana yang dapat diterapkan di rumah, seperti teknik validasi emosi, pembangunan rutinitas positif, dan komunikasi empatik. Antusiasme peserta terlihat tinggi, dengan banyaknya pertanyaan dan berbagi pengalaman pribadi yang muncul sepanjang sesi seminar. Sedikit peserta yang menyampaikan rasa terima kasih atas materi yang dinilai sangat membantu, serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang. Koordinator KKM Desa Sukodadi dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa UIN Malang kepada masyarakat. “Kami berharap, melalui seminar ini, para orang tua dapat lebih percaya diri dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak mereka, memahami pentingnya membangun ketahanan mental sejak dini, serta memperkuat hubungan emosional dalam keluarga,” ujar salah satu mahasiswa. Ustadz Suri, perwakilan dari Lembaga Mambaul Ulum, juga menambahkan: “Penting bagi kita memahami pola asuh berdasarkan kecerdasan emosional menurut ajaran Islam. Pola asuh yang baik tidak hanya membentuk karakter anak, tetapi juga dapat berperan dalam mencegah stunting.” Selain sesi seminar, acara juga dilengkapi dengan diskusi kelompok, simulasi praktik komunikasi efektif antara orang tua dan anak, serta booklet Pembagian sederhana berisi panduan parenting emosional yang dapat digunakan sebagai referensi lanjutan di rumah. Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari pihak Lembaga Mambaul Ulum dan masyarakat Desa Sukodadi. Seminar “Strategi Parenting Emosional untuk Membangun Mental Anak” menjadi bukti sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam upaya membangun generasi muda yang kuat, tangguh, dan berkarakter.

Thumbnail
12 months ago
Penutupan Kuliah Kerja Mahasiswa UIN Maliki Malang di Dusun Masangan, Bangil, Pasuruan.

URWATUL WUTSQA

Setelah menjalani hari yang penuh dengan berbagai program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat, delapan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menutup kegiatan mereka di Desa Masangan, Bangil. Acara penutupan yang berlangsung pada malam hari ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Masangan beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga yang turut berpartisipasi dalam berbagai program yang telah dijalankan. Selama pelaksanaan KKM, mahasiswa telah menginisiasi sejumlah program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa. Beberapa program unggulan yang telah sukses direalisasikan antara lain: 1. Seminar Stunting dan Parenting. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang serta pola asuh yang baik dalam mendukung pertumbuhan anak. 2. Pelatihan Pembuatan Website. Adanya Pelatihan ini untuk mendorong literasi digital di Dusun Masangan, para mahasiswa mengadakan pelatihan pembuatan website yang ditujukan bagi remaja Masjid Dusun Masangan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan mereka dapat mengelola informasi dan kegiatan masjid secara lebih modern dan profesional. 3. Pembaharuan Cat Makam di Dusun Masangan. Sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas umum, mahasiswa turut serta dalam memperindah area pemakaman dengan melakukan pengecatan ulang. Selama bulan suci Ramadan, mahasiswa aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan keagamaan, seperti tadarus, pengajian, serta berbagi takjil untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di kalangan warga desa. Mahasiswa juga melakukan observasi kewirausahaan terhadap UMKM setempat. Pada acara penutupan ini, dilakukan pula penyerahan sertifikat pelatihan pembuatan website kepada remaja Masjid Dusun Masangan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam kegiatan tersebut. Tak hanya itu, sebagai tanda terima kasih dan kenang-kenangan, mahasiswa juga menyerahkan cinderamata kepada Pemerintah Desa Masangan sebagai simbol kerja sama yang baik antara mahasiswa KKM dan warga setempat. Dalam sambutannya, Kepala Desa Masangan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi dan kontribusi para mahasiswa dalam membangun desa, baik dari segi edukasi, sosial, maupun keagamaan. Beliau berharap bahwa ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Acarapun ditutup dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan atas perjalanan KKM yang penuh makna. Meski perpisahan ini terasa berat, namun semangat kebersamaan yang telah terjalin diharapkan dapat terus berlanjut, bahkan setelah program KKM ini resmi berakhir. -ur

Thumbnail
12 months ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Gelar Sosialisasi Parenting Bersama Ibu-Ibu PKK RT 03 Desa Turen

HAWARIYAH

Turen, Malang – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema "Menjadi Orang Tua yang Dekat dan Dikenang Anak", bekerja sama dengan ibu-ibu PKK RT 03 Desa Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, pada Rabu, 16 April 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan kelompok KKM sebagai bentuk pengabdian masyarakat, khususnya dalam bidang pemberdayaan keluarga dan penguatan peran orang tua dalam mendidik anak. Sosialisasi yang berlangsung di balai pertemuan RT 03 ini dipandu oleh pemateri Farhan Mahally, yang menyampaikan pentingnya membangun hubungan emosional yang kuat antara orang tua dan anak. Ketua kelompok KKM, Rizal Zibran, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap tantangan pengasuhan di era digital. “Kami ingin membantu para orang tua, khususnya para ibu, untuk lebih memahami pentingnya menjadi figur yang hadir secara emosional dan dikenang secara positif oleh anak-anak mereka,” ujar Rizal. Sosialisasi ini diisi dengan pemaparan materi seputar komunikasi empatik dalam keluarga, membangun kedekatan emosional, hingga teknik mendengarkan aktif sebagai kunci membina hubungan harmonis antara orang tua dan anak. Ibu Nita, selaku Ketua RT sekaligus perwakilan PKK, memberikan apresiasi atas inisiatif para mahasiswa. “Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan. Kami para ibu merasa terbantu untuk lebih memahami bagaimana bersikap sebagai orang tua di masa kini,” tuturnya. Ibu PKK yang hadir tampak antusias selama kegiatan berlangsung. Selain pemaparan materi, acara juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab, simulasi interaksi orang tua-anak, dan pembagian pamflet edukatif mengenai parenting yang berbasis nilai-nilai Islami dan kekeluargaan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para orang tua di RT 03 Desa Turen mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh demi menciptakan keluarga yang hangat, dekat, dan menjadi tempat tumbuh kembang yang sehat bagi anak-anak.

Thumbnail
12 months ago
Observasi dan Pengenalan Mahasiswa Asistensi Mengajar pada Lingkungan MTs Negeri 1 Kota Kediri

HIDAYATUL MUDAWIYAH

Senin, 13 Januari 2025, sejumlah mahasiswa UIN Malang, yang berasal dari berbagai program studi seperti Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS), Tadris Bahasa Inggris (TBI), dan Tadris Matematika (TM), mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan observasi di MTsN 1 Kota Kediri. Kegiatan observasi ini merupakan bagian dari program AM (Asistensi Mengajar) yang wajib diikuti oleh mahasiswa semester enam sebagai persiapan memasuki dunia pendidikan.  Diawali dengan sambutan hangat dari Plt. Kepala MTsN 1 Kota Kediri, Bapak Drs. H. Khoirun Ni'am, ST., yang menyampaikan pengantar dan membuka sesi perkenalan dengan mahasiswa. Setiap mahasiswa menyebutkan nama mereka, asal daerah mereka, dan program studi yang mereka ikuti selama perkenalan. Setelah sesi perkenalan, Kepala Madrasah memberikan penjelasan mengenai pembagian kelas di madrasah. Kelas-kelas tersebut terdiri dari superclass, kelas reguler, dan kelas tahfiz, masing-masing dengan karakteristik dan fokus pembelajaran yang berbeda. Mahasiswa yang mengikuti program Asistensi Mengajar berkesempatan untuk mengajar di ketiga kelas tersebut, sehingga memberikan mereka pengalaman yang beragam dalam dunia pendidikan. Terdapat dua kurikulum yang diterapkan, yaitu Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013. Kurikulum Merdeka digunakan di kelas 7 dan kelas 8, sementara kelas 9 menerapkan Kurikulum 2013. Mahasiswa yang mengikuti program Asistensi Mengajar nantinya akan berkesempatan untuk mengajar di kelas 7 dan 8 yang menggunakan Kurikulum Merdeka. Selain itu, Kepala Madrasah memberikan pesan kepada mahasiswa yang akan mengikuti program AM tahun ini, bahwa: "Tujuan dari program AM adalah untuk belajar. Oleh karena itu, setiap tugas yang diberikan harus diselesaikan. Mahasiswa juga diharapkan dapat bersosialisasi dengan masyarakat sekitar dan menjalin komunikasi yang baik dengan guru pamong." Setelah pertemuan dengan Kepala Madrasah, mahasiswa dibimbing oleh Ast. Waka Kurikulum Divisi Evaluasi, Bapak H. Ahmad Muflik, S.Pd, untuk dikenalkan dengan berbagai fasilitas yang ada di madrasah. Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas, ruang Masansa News, kantin, lapangan, aula, UKS, lab komputer, dan perpustakaan. Selain itu, Bapak H. Ahmad Muflik juga menjelaskan mengenai sarana pembelajaran seperti proyektor, televisi, dan komputer, yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Melalui kegiatan observasi dan pengenalan lingkungan madrasah, mahasiswa diberikan kesempatan untuk memahami secara langsung kehidupan di madrasah, yang sangat penting untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di dunia pendidikan. Pengalaman ini memungkinkan mahasiswa untuk beradaptasi dengan berbagai situasi dan kondisi yang ada di lapangan, serta mengasah keterampilan yang diperlukan untuk menjadi pendidik yang kompeten dan siap menghadapi dinamika pembelajaran. Selain itu, observasi ini memberikan wawasan yang lebih luas tentang bagaimana kegiatan pembelajaran dijalankan di madrasah, yang dapat memperkaya perspektif mereka dalam mengajar. Dengan semangat yang diperoleh, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan tugas Asistensi Mengajar dengan baik, memberikan kontribusi positif kepada peserta didik, serta membantu meningkatkan kualitas pembelajaran. Pengalaman yang mereka peroleh selama kegiatan ini menjadi bekal berharga untuk mempersiapkan mereka menjadi pendidik profesional di masa depan. https://www.kompasiana.com/imronrosyadi2128/6787190834777c543c0bbe02/observasi-dan-pengenalan-mahasiswa-asistensi-mengajar-pada-lingkungan-mts-negeri-1-kota-kediri

Thumbnail
12 months ago
"Observasi dan Pengenalan Mahasiswa Asistensi Mengajar pada Lingkungan MTs Negeri 1 Kota Kediri"

HIDAYATUL MUDAWIYAH

Senin, 13 Januari 2025, sejumlah mahasiswa UIN Malang, yang berasal dari berbagai program studi seperti Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS), Tadris Bahasa Inggris (TBI), dan Tadris Matematika (TM), mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan observasi di MTsN 1 Kota Kediri. Kegiatan observasi ini merupakan bagian dari program AM (Asistensi Mengajar) yang wajib diikuti oleh mahasiswa semester enam sebagai persiapan memasuki dunia pendidikan.  Diawali dengan sambutan hangat dari Plt. Kepala MTsN 1 Kota Kediri, Bapak Drs. H. Khoirun Ni'am, ST., yang menyampaikan pengantar dan membuka sesi perkenalan dengan mahasiswa. Setiap mahasiswa menyebutkan nama mereka, asal daerah mereka, dan program studi yang mereka ikuti selama perkenalan. Setelah sesi perkenalan, Kepala Madrasah memberikan penjelasan mengenai pembagian kelas di madrasah. Kelas-kelas tersebut terdiri dari superclass, kelas reguler, dan kelas tahfiz, masing-masing dengan karakteristik dan fokus pembelajaran yang berbeda. Mahasiswa yang mengikuti program Asistensi Mengajar berkesempatan untuk mengajar di ketiga kelas tersebut, sehingga memberikan mereka pengalaman yang beragam dalam dunia pendidikan. Terdapat dua kurikulum yang diterapkan, yaitu Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013. Kurikulum Merdeka digunakan di kelas 7 dan kelas 8, sementara kelas 9 menerapkan Kurikulum 2013. Mahasiswa yang mengikuti program Asistensi Mengajar nantinya akan berkesempatan untuk mengajar di kelas 7 dan 8 yang menggunakan Kurikulum Merdeka. Selain itu, Kepala Madrasah memberikan pesan kepada mahasiswa yang akan mengikuti program AM tahun ini, bahwa: "Tujuan dari program AM adalah untuk belajar. Oleh karena itu, setiap tugas yang diberikan harus diselesaikan. Mahasiswa juga diharapkan dapat bersosialisasi dengan masyarakat sekitar dan menjalin komunikasi yang baik dengan guru pamong." Setelah pertemuan dengan Kepala Madrasah, mahasiswa dibimbing oleh Ast. Waka Kurikulum Divisi Evaluasi, Bapak H. Ahmad Muflik, S.Pd, untuk dikenalkan dengan berbagai fasilitas yang ada di madrasah. Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas, ruang Masansa News, kantin, lapangan, aula, UKS, lab komputer, dan perpustakaan. Selain itu, Bapak H. Ahmad Muflik juga menjelaskan mengenai sarana pembelajaran seperti proyektor, televisi, dan komputer, yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Melalui kegiatan observasi dan pengenalan lingkungan madrasah, mahasiswa diberikan kesempatan untuk memahami secara langsung kehidupan di madrasah, yang sangat penting untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di dunia pendidikan. Pengalaman ini memungkinkan mahasiswa untuk beradaptasi dengan berbagai situasi dan kondisi yang ada di lapangan, serta mengasah keterampilan yang diperlukan untuk menjadi pendidik yang kompeten dan siap menghadapi dinamika pembelajaran. Selain itu, observasi ini memberikan wawasan yang lebih luas tentang bagaimana kegiatan pembelajaran dijalankan di madrasah, yang dapat memperkaya perspektif mereka dalam mengajar. Dengan semangat yang diperoleh, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan tugas Asistensi Mengajar dengan baik, memberikan kontribusi positif kepada peserta didik, serta membantu meningkatkan kualitas pembelajaran. Pengalaman yang mereka peroleh selama kegiatan ini menjadi bekal berharga untuk mempersiapkan mereka menjadi pendidik profesional di masa depan. https://www.kompasiana.com/imronrosyadi2128/6787190834777c543c0bbe02/observasi-dan-pengenalan-mahasiswa-asistensi-mengajar-pada-lingkungan-mts-negeri-1-kota-kediri