AHMAD ARIF BURHANUDDIN AS SHOLIHIN
Malang, 27 April 2025 --- Dalam upaya mendukung pemberdayaan ekonomi dan mengatasi kemiskinan ekstrem yang sedang terjadi, kelompok AM Mandutama, anggota KKM UIN Malang yang sedang melaksanakan Asistensi Mengajar di MAN 2 Kota Malang, menggelar pelatihan meronce yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 April 2025. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 sampai 11.00 WIB yang bertempat di belakang gedung Micro Teaching UIN Malang yang diikuti oleh 35 orang peserta. (berita lebih lengkap silahkan kunjungi link berikut) https://www.kompasiana.com/ahmadarif5177/6833087834777c6777146e92/am-mandutama-gelar-pelatihan-meronce-untuk-meningkatkan-ekonomi-masyarakat
NAAFA NABIILA ROMADHONI
Dalam rangka mengimplementasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil 'Alamin (P5RA), MTsN 01 Kota Kediri menggelar serangkaian kegiatan inspiratif dan edukatif yang mengusung tema "Bangunlah Jiwa dan Raganya". Tema ini dipilih sebagai wujud nyata komitmen madrasah dalam menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan jasmani dan rohani, membangun kepedulian sosial, serta menanamkan nilai-nilai karakter yang luhur kepada seluruh peserta didik. Rangkaian kegiatan diawali pada tanggal 8 Maret 2025 dengan pelaksanaan jalan sehat bersama yang melibatkan seluruh warga madrasah. Mulai dari siswa, guru, staf tata usaha, hingga kepala madrasah turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Jalan sehat yang menempuh rute mengelilingi lingkungan sekitar madrasah ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan dan hiburan semata, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik bagi kesehatan tubuh. Dengan semangat kebersamaan dan wajah penuh antusias, para peserta tampak menikmati setiap langkah yang diiringi canda tawa dan semangat positif. Usai kegiatan jalan sehat, para siswa diajak untuk melakukan observasi lingkungan sekitar. Dalam kegiatan ini, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan diarahkan untuk mengamati serta mencatat kondisi lingkungan, termasuk kebersihan, keberadaan tanaman hijau, tempat sampah, dan potensi permasalahan lingkungan lain yang ditemukan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar secara langsung mengenai pentingnya pelestarian lingkungan, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis, peduli terhadap sekitar, dan bertanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat. Observasi ini membuka ruang dialog antara siswa dan guru tentang solusi konkret yang bisa dilakukan untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Puncak kegiatan dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2025 dalam bentuk Gelar Karya Inovasi Makanan Sehat, yang menjadi ajang bagi para siswa untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam menciptakan makanan sehat berbahan lokal. Dalam gelar karya ini, setiap kelompok siswa menampilkan hasil kreasi makanan yang tidak hanya lezat dan menarik, tetapi juga memenuhi standar gizi seimbang. Bahan-bahan lokal seperti singkong, jagung, kelor, tempe, dan buah-buahan tropis diolah dengan cara sederhana namun inovatif, mengedepankan prinsip higienitas dan keberlanjutan. Setiap stan karya dihias penuh warna dan informasi edukatif mengenai kandungan gizi, manfaat makanan, serta pentingnya menerapkan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kepala MTsN 01 Kota Kediri dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata dari proses pendidikan yang menyeluruh dan bermakna. "Kegiatan ini bukan hanya ajang unjuk kreativitas, tapi juga merupakan proses pembelajaran yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa. Mereka belajar tentang hidup sehat, kerja sama tim, tanggung jawab sosial, dan nilai-nilai luhur yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil 'Alamin," ujarnya. Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa melalui pendekatan yang menyenangkan dan melibatkan secara aktif seluruh siswa, nilai-nilai seperti gotong royong, disiplin, peduli lingkungan, dan cinta terhadap produk lokal dapat tertanam kuat dalam jiwa para pelajar. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi harmonis antara madrasah dan masyarakat sekitar, sebagai upaya bersama dalam menciptakan generasi muda yang sehat secara jasmani dan rohani, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ini menjadi momen penting dan inspiratif dalam proses pembentukan karakter siswa. MTsN 01 Kota Kediri berhasil menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berkutat pada aspek akademik, tetapi juga menyentuh aspek moral, sosial, dan emosional siswa. Melalui jalan sehat, observasi lingkungan, dan gelar karya makanan sehat, nilai-nilai Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil 'Alamin berhasil dibumikan secara nyata, menyenangkan, dan penuh makna.
AISAH NUR MAULIDIYA AMALIYA
Dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Kelompok Kegiatan Mahasiswa (KKM) Adiwangsa menyelenggarakan program kerja bertajuk "Gizi Ceria" sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Desa Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada hari Senin, 19 Februari 2025. Program ini digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya pemenuhan gizi yang seimbang di masyarakat, terutama pada anak-anak usia dini yang tengah berada dalam masa pertumbuhan. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh tim KKM Adiwangsa, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara menyeluruh manfaat gizi seimbang, serta potensi bahan pangan lokal yang bisa diolah menjadi makanan sehat dan bergizi. Konsep "Gizi Ceria": Menggabungkan Edukasi, Inovasi, dan Partisipasi "Gizi Ceria" ini dirancang dengan pendekatan interaktif dan edukatif, bertujuan agar pesan-pesan penting mengenai gizi dapat tersampaikan dengan mudah kepada berbagai lapisan usia. Beberapa kegiatan utama yang diadakan dalam program ini antara lain: Penyuluhan gizi kepada orang tua dan masyarakat, yang berfokus pada pemahaman gizi seimbang serta pengenalan bahan pangan lokal. Pemeriksaan kesehatan ringan, seperti pengukuran berat dan tinggi badan anak. Puncak kegiatan berupa pembagian makanan sehat, yaitu puding berbahan dasar daun kelor yang kaya nutrisi. Inovasi Pangan Lokal: Puding Daun Kelor Jadi Favorit Warga Salah satu hal yang paling menarik perhatian dalam kegiatan ini adalah pembagian puding daun kelor. Puding ini merupakan hasil kreasi tim KKM Adiwangsa yang mengusung konsep pangan lokal bergizi tinggi, murah, dan mudah dibuat. Daun kelor dikenal sebagai "superfood" karena mengandung zat besi, kalsium, vitamin A, dan antioksidan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Puding tersebut menjadi bentuk nyata dari inovasi makanan sehat yang bisa dikonsumsi oleh semua kalangan usia. Sebanyak 150 porsi puding dibagikan kepada peserta kegiatan, yang terdiri dari anak-anak, remaja, orang tua, hingga lansia. Dari hasil evaluasi, mayoritas warga menyatakan bahwa mereka menyukai rasa puding tersebut dan tertarik untuk mencoba membuatnya sendiri di rumah. Sambutan dan Apresiasi dari Masyarakat Kegiatan "Gizi Ceria" mendapatkan sambutan hangat dari warga dan pemerintah desa. Dalam sambutannya, Kepala Posyandu (Ibu Marsih) menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat. "Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKM Adiwangsa. Edukasi tentang gizi yang disampaikan sangat tepat dan dibutuhkan masyarakat. Harapannya, program seperti ini bisa menjadi pemicu perubahan pola hidup sehat di desa kami," ujarnya. Tak hanya dari pihak desa, kegiatan ini juga membuka ruang dialog antara kader posyandu dan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan keluarga melalui asupan makanan sehari-hari. Harapan dan Dampak Berkelanjutan Ketua pelaksana KKM Adiwangsa, [Muhammad Izzatul Hikam], menjelaskan bahwa "Gizi Ceria" merupakan bagian dari misi mahasiswa untuk membawa ilmu dari ruang kelas ke tengah masyarakat. "Kami ingin menyampaikan bahwa hidup sehat itu bisa dimulai dari rumah, dari dapur kita sendiri, dengan memanfaatkan potensi pangan lokal seperti daun kelor. Lewat pendekatan sederhana seperti puding, kami berharap masyarakat mulai terbuka terhadap pola makan sehat," ujarnya. Dengan berakhirnya kegiatan pada 19 Februari, KKM Adiwangsa berharap bahwa edukasi yang diberikan dapat terus ditularkan oleh para peserta kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya. Diharapkan pula inovasi makanan sehat seperti puding daun kelor bisa menjadi bagian dari kebiasaan baru di rumah tangga masyarakat desa. "Gizi Ceria" bukan sekadar sebuah program kerja dalam pengabdian masyarakat, melainkan representasi dari kepedulian generasi muda terhadap masa depan kesehatan bangsa. Dengan menggabungkan edukasi, inovasi, dan pendekatan partisipatif, kegiatan ini membuktikan bahwa pengabdian dapat berdampak nyata, meski melalui langkah sederhana. Dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Kelompok Kegiatan Mahasiswa (KKM) Adiwangsa menyelenggarakan program kerja bertajuk "Gizi Ceria" sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Desa [Nama Desa], Kecamatan [Nama Kecamatan], Kabupaten [Nama Kabupaten], pada hari Senin, 19 Februari 2025. Program ini digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya pemenuhan gizi yang seimbang di masyarakat, terutama pada anak-anak usia dini yang tengah berada dalam masa pertumbuhan. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh tim KKM Adiwangsa, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara menyeluruh manfaat gizi seimbang, serta potensi bahan pangan lokal yang bisa diolah menjadi makanan sehat dan bergizi. Konsep "Gizi Ceria": Menggabungkan Edukasi, Inovasi, dan Partisipasi "Gizi Ceria" dirancang dengan pendekatan interaktif dan edukatif, bertujuan agar pesan-pesan penting mengenai gizi dapat tersampaikan dengan mudah kepada berbagai lapisan usia. Beberapa kegiatan utama yang diadakan dalam program ini antara lain: Penyuluhan gizi kepada orang tua dan masyarakat, yang berfokus pada pemahaman gizi seimbang serta pengenalan bahan pangan lokal. Kegiatan kreatif untuk anak-anak, seperti lomba mewarnai dengan tema makanan sehat. Pemeriksaan kesehatan ringan, seperti pengukuran berat dan tinggi badan anak. Puncak kegiatan berupa pembagian makanan sehat, yaitu puding berbahan dasar daun kelor yang kaya nutrisi. Inovasi Pangan Lokal: Puding Daun Kelor Jadi Favorit Warga Salah satu hal yang paling menarik perhatian dalam kegiatan ini adalah pembagian puding daun kelor. Puding ini merupakan hasil kreasi tim KKM Adiwangsa yang mengusung konsep pangan lokal bergizi tinggi, murah, dan mudah dibuat. Puding ini mengandung antioksidan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Puding tersebut menjadi bentuk nyata dari inovasi makanan sehat yang bisa dikonsumsi oleh semua kalangan usia. Sebanyak 150 porsi puding dibagikan kepada peserta kegiatan, yang terdiri dari anak-anak, remaja, orang tua, hingga lansia. Dari hasil evaluasi, mayoritas warga menyatakan bahwa mereka menyukai rasa puding tersebut dan tertarik untuk mencoba membuatnya sendiri di rumah. Sambutan dan Apresiasi dari Masyarakat Kegiatan "Gizi Ceria" mendapatkan sambutan hangat dari warga dan pemerintah desa. Dalam sambutannya, Kepala Desa [Nama Kepala Desa] menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat. "Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKM Adiwangsa. Edukasi tentang gizi yang disampaikan sangat tepat dan dibutuhkan masyarakat. Harapannya, program seperti ini bisa menjadi pemicu perubahan pola hidup sehat di desa kami," ujarnya. Tak hanya dari pihak desa, kegiatan ini juga membuka ruang dialog antara kader posyandu dan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan keluarga melalui asupan makanan sehari-hari. Harapan dan Dampak Berkelanjutan Ketua pelaksana KKM Adiwangsa, [Nama Ketua], menjelaskan bahwa "Gizi Ceria" merupakan bagian dari misi mahasiswa untuk membawa ilmu dari ruang kelas ke tengah masyarakat. "Kami ingin menyampaikan bahwa hidup sehat itu bisa dimulai dari rumah, dari dapur kita sendiri, dengan memanfaatkan potensi pangan lokal seperti daun kelor. Lewat pendekatan sederhana seperti puding, kami berharap masyarakat mulai terbuka terhadap pola makan sehat," ujarnya. Dengan berakhirnya kegiatan pada 19 Februari, KKM Adiwangsa berharap bahwa edukasi yang diberikan dapat terus ditularkan oleh para peserta kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya. Diharapkan pula inovasi makanan sehat seperti puding daun kelor bisa menjadi bagian dari kebiasaan baru di rumah tangga masyarakat desa. Kesimpulan "Gizi Ceria" bukan sekadar sebuah program kerja dalam pengabdian masyarakat, melainkan representasi dari kepedulian generasi muda terhadap masa depan kesehatan bangsa. Dengan menggabungkan edukasi, inovasi, dan pendekatan partisipatif, kegiatan ini membuktikan bahwa pengabdian dapat berdampak nyata, meski melalui langkah sederhana. Program KKM ini menjadi momen penting bagi mahasiswa untukberinteraksi langsung dengan masyarakat, berbagi ilmu, dan memberikan kontribusi nyata yang bermanfaat. Harapannya, sinergi antara mahasiswa dan masyarakat Desa Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, mampu menghasilkan perubahan positif yang berkelanjutan. Selain itu, program ini juga menjadi wujud komitmen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menjalankan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu kewajiban mengabdi kepada masyarakat. https://www.kompasiana.com/imronrosyadi2128/6805d7ebc925c470f86db595/gizi-ceria-inovasi-kkm-adiwangsa-dalam-mendorong-kesadaran-gizi-lewat-edukasi-dan-olahan-pangan-lokal
OKTAVIA ARIFATUL MAHARANI
Pada Kamis, 16 Januari 2025, dilaksanakan acara penyerahan mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di MTsN 1 Kota Kediri. Acara tersebut dihadiri oleh Bapak Drs. H. Khairun Ni'am, S.T., Plt. Kepala MTsN 1 Kota Kediri, Ibu Mutiara Alisyiah Putri Utami, M.Pd., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), para guru pamong, serta mahasiswa AM. Acara ini merupakan bagian dari program Asistensi Mengajar yang melibatkan mahasiswa UIN Malang. Kehadiran berbagai pihak dalam acara ini menunjukkan dukungan terhadap kelancaran program tersebut. Diharapkan melalui acara ini, mahasiswa dapat menjalani pengalaman mengajar yang bermanfaat di MTsN 1 Kota Kediri. Acara penyerahan dimulai pada pukul 08.00 dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Setelah itu, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Acara berikutnya adalah sambutan-sambutan dari berbagai pihak. Sambutan pertama disampaikan oleh Muhammad Izzatul Hikam, ketua kelompok mahasiswa, yang menyampaikan bahwa program Asistensi Mengajar ini merupakan kesempatan bagi mereka untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah dan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam dunia pendidikan. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan program ini dengan penuh tanggung jawab serta menjaga profesionalisme. Ia juga berharap dapat belajar banyak dari para guru yang sudah berpengalaman. Ia mengharapkan arahan, bimbingan, dan dukungan dari semua pihak agar program Asistensi Mengajar ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat positif bagi MTs Negeri 1 Kota Kediri. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Mutiara Alisyiah Putri Utami, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari pihak sekolah. Beliau berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, baik dalam mempererat kerja sama antar lembaga maupun dalam memberikan pengalaman bagi mahasiswa dan guru. Ibu Mutiara juga menekankan bahwa ini adalah kesempatan besar bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari di kampus. Selain itu, bagi para guru pamong, ini juga merupakan kesempatan untuk melihat secara langsung situasi di lapangan dan menghadapi peserta didik. Beliau juga mengharapkan agar para guru pamong dapat mendampingi mahasiswa selama sekitar empat bulan hingga Mei mendatang. Ibu Mutiara menutup sambutannya dengan doa semoga semua yang diniatkan menjadi ibadah di sisi Allah SWT. Sambutan terakhir disampaikan oleh Bapak Drs. Khoirun Ni'am, ST, yang mengucapkan selamat datang kepada Ibu Mutiara dan para mahasiswa di MTsN 1 Kota Kediri. Beliau mewakili lembaga mengucapkan terima kasih kepada UIN Malang yang telah mempercayakan lembaganya sebagai tempat untuk program Asistensi Mengajar. Kerja sama ini sudah terjalin lama. Bapak Khoirun Ni'am berharap kepercayaan ini dapat dijalankan dengan baik sehingga dapat menghasilkan manfaat bagi mahasiswa. Beliau juga mengingatkan agar mahasiswa dapat beradaptasi dengan budaya dan tata tertib di madrasah ini. Mahasiswa diharapkan dapat mengikuti berbagai kegiatan yang ada dan berkomunikasi dengan intensif bersama guru pamong. Beliau juga berharap agar mahasiswa dapat menjalankan tugas ini dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Acara ini ditutup dengan doa bersama dan foto bersama. Dengan demikian, acara penyerahan mahasiswa AM di MTsN 1 Kota Kediri telah selesai dilaksanakan. Semoga semua program yang direncanakan dapat berjalan dengan sukses dan memberikan hasil yang maksimal. Harapan besar agar setiap kegiatan yang dilakukan dapat memberi manfaat bagi semua pihak. Semoga proses ini berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diinginkan. https://www.kompasiana.com/imronrosyadi2128/678e4363ed641507a50d7202/pembukaan-dan-penyerahan-mahasiswa-asistensi-mengajar-uin-maulana-malik-ibrahim-malang-di-mts-negeri-1-kota-kediri
ANISA NUR FADHILA
Malang, 28 April 2025 --- Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam upaya pencegahan stunting, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosial di Posyandu Seruni RW 05. Kegiatan ini dipusatkan pada pemberian makanan bergizi tinggi kepada balita sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap kesehatan masyarakat. Kegiatan berlangsung pada hari Senin, 28 April 2025, dengan dipandu langsung oleh Ketua Posyandu Seruni RW 05, Ibu Rika Nur Aini, serta didukung oleh para kader posyandu dan mahasiswa KKM. Bentuk kegiatan utama berupa pembagian makanan bergizi yang kaya akan protein, seperti telur, susu, dan kacang-kacangan. Makanan-makanan tersebut dipilih karena kandungan nutrisinya yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan anak dan mencegah risiko stunting sejak dini. Para ibu yang hadir bersama balita mereka menyambut baik kegiatan ini. Mereka juga diberikan edukasi singkat mengenai pentingnya asupan protein dalam masa pertumbuhan, serta bagaimana menyusun pola makan sehat sehari-hari dengan bahan makanan yang terjangkau namun bergizi. "Kami sangat berterima kasih atas inisiatif dari adik-adik mahasiswa KKM UIN Malang. Kegiatan ini sangat membantu kami dalam memberikan pemahaman lebih kepada warga tentang pentingnya gizi, terutama protein, bagi tumbuh kembang anak," ungkap Ibu Rika Nur Aini. Selain membagikan makanan bergizi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan kolaborasi antara mahasiswa, kader posyandu, dan masyarakat. Mahasiswa KKM berharap melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting semakin meningkat, sehingga tercipta generasi yang lebih sehat, kuat, dan cerdas. Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme dari warga. Diharapkan, aksi kecil ini dapat memberikan dampak besar bagi masa depan anak-anak di lingkungan RW 05 dan sekitarnya. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mahasiswa KKM UIN Malang Adakan Kegiatan Pencegahan Stunting di Posyandu Seruni RW 05", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/anisanurfadhila9681/6826862634777c3e811d9e72/mahasiswa-kkm-uin-malang-adakan-kegiatan-pencegahan-stunting-di-posyandu-seruni-rw-05
ACHMAD DHOHIRROBBI
Pada bulan Ramadhan 3 Maret 2025, Kelompok Vidhyadhyana dari Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan program pencegahan stunting di Dusun Masangan. Kegiatan ini berlangsung atas kerja sama dengan Pemerintah Desa Masangan serta menghadirkan pemateri dari Tim UOBF Puskesmas Raci, Kec. Bangil, Kab. Pasuruan. Acara ini dipandu oleh Achmad Dhohirrobbi selaku ketua kelompok sebagai Master of Ceremony (MC), sementara sesi pemaparan materi dimoderatori oleh Duta Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Khofifah Tri Anjani. Pemateri utama, Ibu Eriga Agustiningsasi, S.K.M., menyampaikan pentingnya pencegahan stunting melalui pola asuh yang baik, pemenuhan gizi, serta edukasi bagi ibu hamil dan balita. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak jangka panjang stunting terhadap tumbuh kembang anak. Dengan demikian, program ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam mendukung kesehatan anak-anak di Dusun Masangan. Hasil wawancara dengan Sekretaris Desa Masangan mengungkapkan bahwa terdapat empat bayi di dusun tersebut yang mengalami kondisi stunting. Angka ini menunjukkan perlunya perhatian khusus dalam hal pemenuhan gizi serta pola asuh anak sejak dini. Program yang diadakan Kelompok Vidhyadhyana KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diharapkan dapat membantu mengurangi angka stunting melalui pendekatan edukatif dan intervensi langsung kepada masyarakat. Selain memberikan penyuluhan, program ini juga melibatkan diskusi interaktif antara pemateri dan warga untuk menjawab permasalahan yang dihadapi sehari-hari. Dengan demikian, masyarakat memperoleh wawasan baru mengenai cara mengatasi stunting melalui praktik yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Tema Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun ini mencakup isu-isu penting seperti stunting, parenting, moderasi beragama, dan kewirausahaan. Keberadaan tema ini selaras dengan permasalahan yang ada di Dusun Masangan, khususnya dalam aspek kesehatan anak. Program pencegahan stunting yang dilaksanakan tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga mencerminkan kepedulian mahasiswa terhadap kondisi sosial masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa turut serta dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan dan kesejahteraan generasi mendatang. Oleh karena itu, keterlibatan mahasiswa dalam program ini menjadi bukti nyata peran akademisi dalam memberikan solusi bagi permasalahan sosial. Selain edukasi kesehatan, program ini juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam pengasuhan anak sebagai langkah preventif terhadap stunting. Parenting yang baik berperan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Ibu Eriga Agustiningsasi, S.K.M., dalam pemaparannya menjelaskan bahwa perhatian terhadap pola makan, kebersihan lingkungan, serta stimulasi perkembangan anak menjadi faktor utama dalam pencegahan stunting. Dengan demikian, pemahaman yang diberikan dalam kegiatan ini diharapkan dapat mendorong orang tua untuk lebih sadar akan peran mereka dalam menciptakan generasi yang sehat dan cerdas. Kesadaran ini menjadi pondasi utama dalam mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi masyarakat. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok Vidhyadhyana KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Dusun Masangan menunjukkan bagaimana kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan tenaga kesehatan dapat menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan program serupa dapat terus berlanjut dan semakin luas jangkauannya di masa depan. Selain memberikan manfaat langsung bagi warga, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah. Oleh karena itu, pelaksanaan program ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi dapat berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di masyarakat.