Thumbnail
12 months ago
Inisiatif Edukatif KKM 313 Sumenep: Belajar Toleransi Lewat Warna

HIKMALYANSYAH HIDAYAT

Ada yang berbeda di sore itu, di sebuah desa kecil bernama Pangarangan, Sumenep. Tak ada mimbar tinggi, tak ada seminar bertabur slide dan jargon. Yang ada hanya anak-anak, lembaran gambar tokoh agama, dan krayon warna-warni yang mereka genggam dengan antusias. Di bawah langit yang cerah, KKM 313 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memilih untuk tak hanya hadir di tengah masyarakat akan tetapi mengakar. Bukan dengan suara keras, tapi dengan pendekatan yang lembut. Bukan dengan perintah, tapi dengan keteladanan. Mereka menggelar Lomba Mewarnai Tokoh Agama, sebuah kegiatan sederhana namun sarat makna. Bertema moderasi beragama, lomba ini menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi para santri TPQ Sakinah. Di atas kertas putih itu, mereka mewarnai bukan hanya gambar, tapi juga makna keberagaman. Mereka menggambar masa depan yang damai serta saling menerima. Karena kita tahu, keberagaman bukan sekadar fakta sosial, melainkan karunia. Dan toleransi bukan sekadar sikap, melainkan fondasi. Maka, mengajarkannya sejak dini bukan pilihan, tapi keharusan. Salah satu panitia menyampaikan, “Kami ingin menanamkan nilai-nilai seperti saling menghargai, hidup berdampingan, dan menjauhi sikap ekstrem. Tapi caranya harus menyenangkan. Harus menyentuh dunia anak-anak.” Dan mereka melakukannya dengan cara yang tepat. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Ada pesan moral yang diselipkan di balik canda tawa, ada edukasi yang dibungkus dalam kesederhanaan. Bahkan pengasuh TPQ, Ustadz Fatahani, menyampaikan rasa syukurnya. “Anak-anak bisa bermain sambil belajar mengenal bahwa Indonesia ini terdiri dari banyak perbedaan, dan kita bisa hidup rukun,” katanya. Sore itu, tak hanya pengumuman pemenang yang ditunggu-tunggu. Tapi juga penguatan nilai. Bahwa perbedaan bukan alasan untuk berjauhan, tapi alasan untuk saling mendekat. Karena itulah pendidikan sejati: bukan sekadar transfer ilmu, tapi penanaman nilai. Bukan hanya soal tahu, tapi soal tumbuh.

Thumbnail
12 months ago
Kegiatan Makan Bersama di RA Al Jihad: Langkah Nyata Cegah Stunting Sejak Dini

SAFIRA ARDILLA

Kegiatan Makan Bersama di RA Al Jihad: Langkah Nyata Cegah Stunting Sejak Dini RA Al Jihad kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui kegiatan makan bersama yang dilaksanakan secara rutin. Kegiatan ini bukan sekadar momen makan bersama anak-anak, namun menjadi langkah nyata dalam upaya pencegahan stunting sejak usia dini. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Dampaknya tidak hanya pada tinggi badan, tetapi juga pada perkembangan kognitif dan kemampuan belajar anak. Oleh karena itu, intervensi dini melalui pola makan sehat menjadi sangat penting. Tujuan dan Manfaat Kegiatan Kegiatan makan bersama di RA Al Jihad bertujuan untuk: * Meningkatkan kesadaran anak dan orang tua akan pentingnya gizi seimbang. * Membangun kebiasaan makan sehat sejak dini. * Memastikan asupan gizi anak terpenuhi secara rutin. * Mempererat hubungan antara guru, anak, dan orang tua dalam mendukung pertumbuhan optimal. Menu yang disajikan disusun berdasarkan prinsip gizi seimbang, dengan memperhatikan kandungan karbohidrat, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral. Seluruh makanan disiapkan secara higienis dan melibatkan partisipasi aktif dari orang tua siswa. Antusiasme Anak dan Dukungan Orang Tua Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan makan bersama. Mereka belajar mengenali makanan sehat, cara makan yang baik, serta pentingnya menghabiskan makanan tanpa menyisakan. Kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi bagi orang tua melalui sesi penyuluhan singkat mengenai gizi anak. Menurut Kepala RA Al Jihad, kegiatan ini akan terus dikembangkan dan diintegrasikan dengan program lain seperti pemeriksaan tumbuh kembang dan edukasi kesehatan. “Kami ingin anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari stunting. Ini adalah investasi masa depan bangsa,” ujarnya. Melalui kegiatan sederhana seperti makan bersama, RA Al Jihad telah mengambil peran penting dalam menciptakan generasi sehat dan berkualitas. Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya dalam memerangi stunting dari akar permasalahannya.   https://www.kompasiana.com/safiraardilla0873/68313b1234777c389e27c5d8/kegiatan-makan-bersama-di-ra-al-jihad-langkah-nyata-cegah-stunting-sejak-dini

Thumbnail
12 months ago
Kegiatan Membayar zakat di RA Al-Jihad Blimbing Pada Bulan Ramadhan

SUSANI MAQSHUROTI ROJAN

Kegiatan membayar zakat di sekolah RA Al-Jihad dilakukan setiap bulan Ramadhan, yang dimana kegiatan ini mengajarkan anak menanamkan nilai kepedulian terhadap sesama. Di bulan ramadhan ini menjadi momentum penuh berkah bagi sekolah RA Al-Jihad untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada peserta didiknya. Salah satu kegiatan yang di selenggarakan adalah Program Pembayaran Zakat, yang dimana bertujuan mengajarkan semangat berbagi dan kepedulian sosial sejak usia dini. Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa. Anak-anak di ajak membawa zakat fitrah berupa beras sebanyak 3 kg yang kemudian dikumpulkan di sekolah. Setelah itu, zakat yang terkumpul didistribusikan kepada para mustahik (penerima zakat) yang berada di lingkungan RA Al-Jihad atau masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini disambut antusias oleh anak-anak, mereka belajar bahwa ibadah bukan hanya shalat dan puasa, tetapi juga berbagi kepada yang membutuhkan. Anak-anak juga diajak melihat langsung proses pengumpulan zakat,sehingga mereka memahami bahwa bantuan yang mereka berikan memiliki dampak nyata. Zakat fitrah juga merupakan ibadah yang sangat dianjurkan di bulan ramadha. Melalui kegiatan ini sekolah RA Al-Jihad memperkenalkan makna zakat kepada anak-anak dalam cara sederhana seperti: Membiasakan anak untuk berbagi kepada orang yang membutuhkan. Menumbuhkan empati dan rasa tanggung jawab sosial. Mengajarkan pentingnya keikhlasan dan amal kebaikan di bulan Ramadhan. https://www.kompasiana.com/susani24035/6827367134777c0556569512/kegiatan-membayar-zakat-di-ra-al-jihad-blimbing-pada-bulan-ramadhan  

Thumbnail
12 months ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Turut Serta Dalam Giat Posyandu Cegah Stunting di Kelurahan Sukun Kota Malang

NAFISAH

Sukun, 11 Maret 2025 -- Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang turut serta dalam kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang diadakan di RW 08 Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, pada Selasa, 11 Maret 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting dan kesehatan secara menyeluruh. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masalah kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting yang menjadi salah satu prioritas kesehatan nasional. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Posyandu, mahasiswa berkesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku perkuliahan sekaligus memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Dalam kegiatan Posyandu ini, mahasiswa KKM UIN Malang bekerja sama dengan kader posyandu dan tenaga kesehatan dari puskesmas setempat. Mereka membantu berbagai pemeriksaan kesehatan yang berfokus pada balita dan lansia, sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan stunting di wilayah tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan warga, termasuk ibu-ibu yang membawa balita mereka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis.   Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi pengukuran berat badan balita, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar kepala, pemberian vaksinasi, serta pengecekan kesehatan bagi lansia. Setiap balita yang hadir mendapatkan pemeriksaan lengkap untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan mereka. Mahasiswa KKM berperan aktif dalam membantu mencatat hasil pemeriksaan, memandu alur pemeriksaan, serta memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang dalam mencegah stunting. Mahasiswa juga terlibat dalam pengecekan kesehatan lansia. Pemeriksaan yang dilakukan mencakup pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, dan kondisi kesehatan secara umum. Langkah ini diambil untuk memastikan kesehatan lansia tetap terjaga dan mencegah penyakit kronis yang dapat memengaruhi kualitas hidup mereka. Dengan adanya pemeriksaan rutin, diharapkan lansia di RW 08 dapat menjaga kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik. kehadiran mahasiswa membawa energi positif bagi para warga yang datang ke Posyandu. Mahasiswa juga memberikan sosialisasi kepada warga mengenai pentingnya deteksi dini stunting dan pola asuh yang mendukung pertumbuhan anak. Mereka menyampaikan bahwa stunting dapat dicegah melalui pemenuhan gizi yang cukup, pemberian imunisasi yang lengkap, dan pemantauan rutin di posyandu. Kegiatan Posyandu di RW 08 berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Para warga merasa terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan gratis. Mahasiswa KKM UIN Malang berharap kontribusi mereka dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting dan menjaga kesehatan, baik bagi balita maupun lansia. Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan stunting di Kelurahan Sukun dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dapat memberikan dampak positif yang luas. Mahasiswa KKM UIN Malang berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung program-program kesehatan masyarakat dan memberikan edukasi berkelanjutan dalam rangka menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting.   https://www.kompasiana.com/ammuslimatnu210544/67e803cced641536ec1e3733/kontribusi-mahasiswa-kkm-uin-malang-dalam-pencegahan-stunting-melalui-kegiatan-posyandu  

Thumbnail
12 months ago
"AM-KKM Arthadaya melaksanakan Seminar Moderasi Beragama: Menanamkan Nilai Toleransi Sejak Dini",

ARHAM ALI

Malang, 20 Maret 2025 --- Dalam upaya memperkuat nilai-nilai toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman, AM-KKM Arthadaya Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar bertajuk "Menanamkan Moderasi Beragama sebagai Dasar Kebersamaan dan Menghargai Perbedaan" pada Rabu, 20 Maret 2025, bertempat di Masjid An-Nur, Desa Sukolilo, Jabung, Malang.   Kegiatan ini menyasar peserta didik TPQ An-Nur dan para ustadz-ustadzah sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Sekitar 40 peserta turut serta dalam seminar yang bertujuan untuk memperkenalkan dan menanamkan konsep moderasi beragama sejak dini.   Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua KKM Arthadaya, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ustadz M. Zaini selaku narasumber utama. Ia menyampaikan bahwa moderasi beragama bukan hanya soal toleransi antar umat, tetapi juga sikap adil dan seimbang dalam menjalani kehidupan beragama. Dalam sesi diskusi panel, peserta diajak berdialog mengenai tantangan dan solusi dalam menerapkan moderasi beragama di lingkungan sekitar. Sesi tanya jawab yang interaktif menandai tingginya antusiasme peserta.   "Kita harus bisa saling menghargai, baik kepada sesama teman, sesama manusia, umat agama lain, maupun kepada seluruh makhluk hidup di dunia ini," ujar Ustadz Zaini dalam paparannya.   Seminar ini menjadi ruang belajar bersama yang mengedepankan pentingnya pendidikan nilai-nilai toleransi sejak dini. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai di tengah perbedaan yang ada.

Thumbnail
12 months ago
Mahasiswa KKM UIN Malang : Dasawisma Dusun Bodean Krajan Rt.04 Desa Toyomarto

DELLA ANANTA

Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok Dwara Paramadhita 2025 yang belokasi di Dusun Bodean Krajan, Desa Toyomarto, Kec. Singosari mengikuti kegiatan Dasawisma yang dilaksanakan secara rutin pada hari sabtu malam ba'da maghrib dan diikuti oleh ibu - ibu warga dusun rt. 4   selengkapnya dapat diakses pada link berikut ini https://www.kompasiana.com/anantadella3272/68241972c925c46187366a96/malam-penuh-berkah-tradisi-dasawisma-bodean-krajan-yang-terus-lestari utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Desktop