Thumbnail
12 months ago
Mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Berkolaborasi dengan PR IPNU-IPPNU Desa Peganden dalam Memperingati Haul Raden Mas Joko Soengkono

LUNA AZALIA YUSRI FILZA

Gresik, 2025 — Dalam rangka memeriahkan Haul Raden Mas Joko Soengkono di Desa Peganden, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) berkolaborasi dengan organisasi kepemudaan IPNU-IPPNU Desa Peganden untuk menyelenggarakan sebuah kegiatan yang unik dan inspiratif bertajuk “Café PR IPNU-IPPNU Desa Peganden x KKM UIN Malang”. Bertempat di aula desa yang disulap menjadi ruang diskusi bernuansa santai, Café PR IPNU-IPPNU Desa Peganden x KKM UIN Malang berhasil menjadi ajang silaturahmi lintas generasi sekaligus wadah refleksi nilai-nilai spiritual dan sosial yang diwariskan oleh para pendahulu. Tak hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh agama dan budaya lokal, kegiatan ini juga menjadi ruang kreatif yang menyatukan semangat pemuda dalam memperkuat identitas religius dan kebangsaan. Café PR IPNU-IPPNU Desa Peganden x KKM UIN Malang dikemas dalam format diskusi interaktif dan penuh kehangatan. Topik yang diangkat meliputi peran pemuda dalam menjaga warisan spiritual, penguatan kolaborasi antar organisasi pemuda, hingga tantangan dan peluang pemuda desa dalam menghidupkan kegiatan sosial-keagamaan yang inklusif dan progresif. Salah satu mahasiswa KKM UIN Malang menyampaikan, “Kami merasa bangga dapat berkolaborasi dengan IPNU-IPPNU dalam pelaksanaan kegiatan ini. Momen ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk belajar, berkontribusi, dan tumbuh bersama masyarakat Desa Peganden.” Keikutsertaan para mahasiswa tidak sekadar sebagai panitia pelaksana, melainkan juga sebagai fasilitator diskusi dan penggerak semangat perubahan. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana generasi muda bisa menjadi agen perubahan yang tetap berpijak pada akar nilai-nilai lokal dan keagamaan. Menurut Ketua PR IPNU-IPPNU Desa Peganden, kegiatan ini menjadi angin segar dalam pengembangan kegiatan pemuda berbasis budaya dan spiritualitas. “Dengan adanya Café PR IPNU-IPPNU Desa Peganden x KKM UIN Malang, kami bisa menjangkau pemuda-pemuda yang selama ini mungkin merasa jauh dari kegiatan haul yang biasanya bersifat formal. Ini lebih cair, lebih santai, tapi tetap sarat makna,” ujarnya Selain diskusi, acara juga dimeriahkan dengan penampilan seni Islami dari remaja desa dan bazar kecil yang menampilkan produk UMKM lokal, memperkuat nilai pemberdayaan ekonomi dalam kerangka spiritualitas dan kebudayaan. Café PR IPNU-IPPNU Desa Peganden x KKM UIN Malang menjadi bukti nyata bahwa haul bukan hanya seremonial tahunan, tetapi bisa dihidupkan menjadi ruang dinamis yang menyatukan tradisi, inovasi, dan kolaborasi antar generasi. Semangat moderasi beragama, pemberdayaan komunitas, dan kepedulian sosial menjadi benang merah yang menjiwai seluruh rangkaian kegiatan. Kegiatan ini pun diharapkan dapat menjadi model inspiratif bagi desa-desa lain di Indonesia, untuk mengemas kegiatan keagamaan menjadi lebih dekat dengan generasi muda, tanpa menghilangkan esensi nilai spiritual dan budaya lokal.

Thumbnail
12 months ago
Merajut Kebersamaan dalam Perbedaan: Mahasiswa UIN Malang Mengadakan Kegiatan Moderasi Beragama di MTs Kanjeng Sepuh Gresik

ISMI KHOIRUN NISA`

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan moderasi beragama bertajuk "Merajut Kebersamaan dalam Perbedaan" di MTs Kanjeng Sepuh, Sidayu, Gresik, pada tanggal 20 Maret 2025. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai toleransi dan keseimbangan dalam kehidupan beragama kepada seluruh peserta yang hadir.   Acara dimulai pukul 07.30 WIB dengan penampilan hadroh banjari oleh siswa dan mahasiswa, lalu dilanjutkan doa khotmil dan tahlilan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai keagamaan. Setelah itu, acara resmi dibuka oleh MC pada pukul 08.30 WIB, diikuti pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh salah satu siswa MTs.   Peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon sebelum sambutan dari Ketua Pelaksana Acara, Abiburrohim Fahzan Hamzah. Dalam sambutannya, ia berharap kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat nilai moderasi beragama di kalangan generasi muda. Sambutan juga disampaikan oleh perwakilan dewan guru MTs Kanjeng Sepuh, M. Nurul Huda Muslim, S.Pd.I, yang menyambut baik acara ini sebagai langkah nyata menanamkan sikap toleransi dan keseimbangan dalam kehidupan beragama.   Sesi utama acara adalah Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh H. Muhammad Mujib, M.Pd.I, Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Gresik. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya moderasi beragama agar tidak terjebak pada sikap ekstrem kanan atau kiri.   "Jika seseorang terlalu condong ke salah satu sisi, maka ia tidak akan bisa meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah," ujarnya.   Beliau juga mengingatkan berbagai peristiwa tragis yang pernah terjadi akibat kurangnya pemahaman moderasi beragama, seperti bom Bali, perang saudara, dan pembakaran tempat ibadah. Dalam Islam, keseimbangan (tawasuth), keadilan (i’tidal), toleransi (tasamuh), dan harmoni (tawazun) adalah empat prinsip utama yang harus diterapkan dalam bermasyarakat.   Acara ini tidak hanya dihadiri oleh pihak sekolah, tapi juga anak-anak TPQ, santri pondok pesantren, dan para petinggi Yayasan Kanjeng Sepuh. Berbagai penampilan memeriahkan acara, termasuk paduan suara dan puisi berantai, serta sesi doorprize yang menambah semangat peserta.   Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa KKM menyerahkan cendera mata kepada narasumber sebagai ungkapan terima kasih atas kontribusi mereka. Penyerahan ini juga mempererat silaturahmi antara semua pihak yang terlibat. Acara diakhiri dengan foto bersama sebagai kenang-kenangan dan simbol komitmen menjaga nilai moderasi beragama.   Salah satu peserta menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini terus digelar, sehingga nilai toleransi dan kebersamaan semakin kuat di tengah keberagaman yang ada. Semoga pesan moderasi beragama dapat terus menjadi pegangan dalam kehidupan sehari-hari.   Menurut saya pribadi, kegiatan seperti ini sangat penting dan perlu terus dilakukan. Di tengah tantangan keberagaman zaman sekarang, pemahaman dan penerapan moderasi beragama menjadi kunci untuk hidup berdampingan dengan harmonis dan saling menghargai perbedaan. Harapan saya, nilai-nilai ini tidak hanya dipahami saat acara berlangsung, tetapi benar-benar menjadi sikap yang dijalani sehari-hari oleh semua peserta.

Thumbnail
12 months ago
KKM UIN Malang Selenggarakan Peringatan Hari Kartini Bersama Jama'ah Diba' Bodean Singosari Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "KKM UIN Malang Selenggarakan Peringatan Hari Kartini Bersama Jama'ah Diba Bodean Singosari

FATIHANI ISTIGHFARIN

Toyomarto, Singosari – Jama'ah diba' Dasawisma Dusun Krajan Bodean, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, menyelenggarakan peringatan Hari Kartini pada malam Sabtu, 26 April 2025. Kegiatan ini menjadi momen istimewa karena memadukan nilai-nilai keagamaan yang kental dengan semangat emansipasi R.A. Kartini. Acara ini juga merupakan kolaborasi harmonis antara masyarakat dan mahasiswa KKM dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Maulid Diba’ merupakan amaliyah rutin warga RT 4 setiap malam Sabtu. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk ngalap berkah dari Nabi Muhammad SAW serta untuk mempererat tali kekeluargaan antarwarga. Sebagai masyarakat yang mayoritas berhaluan Nahdlatul Ulama (NU), kegiatan Diba’ menjadi bagian penting dari kehidupan religius warga. Kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara warga dan mahasiswa, menciptakan suasana yang guyub dan penuh makna. Khusus pada malam Sabtu kali ini, kegiatan Diba’ diganti dengan pembacaan QS. Yasin dan disusul dengan peringatan Hari Kartini yang mengangkat tema "Kartini dalam Keanggunan Busana Tradisional dan Modern". Gagasan ini bermula dari inisiatif Ibu RT 4 yang kemudian mendapat dukungan penuh dari mahasiswa KKM UIN Malang. Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang ekspresi bagi masyarakat, khususnya perempuan, serta mengenang semangat perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan di bidang pendidikan dan sosial. Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan Surat Yasin secara bersama-sama sebagai pembuka yang mencerminkan nilai religius dan kekhusyukan. Dilanjutkan dengan sambutan dari pembawa acara, menyanyikan lagu "Ibu Kartini", lalu memasuki inti kegiatan yaitu fashion show dan kuis interaktif. Seluruh kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, kekeluargaan, dan penuh makna kebersamaan antara warga dan mahasiswa. Salah satu agenda yang paling menyita perhatian dalam acara ini adalah lomba fashion show yang diikuti oleh warga setempat. Para peserta tampil memukau mengenakan kebaya dengan perpaduan gaya tradisional dan modern yang menawan. Kriteria penilaian mencakup kreativitas busana, kesesuaian tema, kepercayaan diri peserta, serta penampilan di atas panggung. Penonton pun tampak antusias memberikan dukungan dengan tepuk tangan dan sorakan semangat yang hangat. Untuk menambah semarak acara, panitia juga menyelenggarakan kuis interaktif khusus bagi ibu-ibu warga. Pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan sejarah perjuangan perempuan Indonesia dan tokoh-tokoh inspiratif. Peserta yang berhasil menjawab dengan benar diberikan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat dengan nilai edukatif. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, warga Dusun Krajan Bodean dan mahasiswa UIN Malang menunjukkan bahwa pelestarian budaya, nilai-nilai keagamaan, dan semangat emansipasi dapat berjalan beriringan. Kolaborasi ini diharapkan kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat terus terjalin dengan baik dan menjadi inspirasi untuk kegiatan sosial dan edukatif lainnya.

Thumbnail
12 months ago
Penyerahan Dan Serah Terima KKM MBKM Kelompok Dwara Pramadhita UIN Maulana Malik Ibrahim Malang didesa Toyomarto

MOCH. MUSLIMIN

Penyerahan  dan serah terima Mahasiswa KKM MBKM UIN Malang Kelompok Dwara Paramadhita 2025 yang belokasi di di desa bodean, kelurahan toyomarto, kecamatan Singosari, kabupaten Malang   selengkapnya dapat diakses pada link berikut ini: https://www.kompasiana.com/mochmuslimin2359/67d94a5ec925c476ee21e632/penyerahan-dan-serah-terima-kkm-mbkm-kelompok-dwara-pramadhita-uin-maulana-malik-ibrahim-malang-didesa-toyomarto 

Thumbnail
12 months ago
Jalinan Ukhuwah Mahasiswa KKM UIN Malang dan Fatayat Bersama Sambut Kehadiran Ramadhan di Bodean Krajan

RENATA FIRDAUSI NUZULA

Desa Bodean Krajan, RT 5 RW 1 – Suasana hangat dan penuh kekhusyukan terasa pada malam hari ketika kegiatan rutin Fatayat NU dilaksanakan menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Kegiatan ini semakin istimewa karena dihadiri oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok Dwara Paramadhita dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang tengah melaksanakan pengabdian masyarakat di desa tersebut. Selengkapnya bisa diakses melaui link berikut ini : https://www.kompasiana.com/renata416/6827f07e34777c63b65582e3/jalinan-ukhuwah-mahasiswa-kkm-uin-malang-dan-fatayat-bersama-sambut-kehadiran-ramadhan-di-bodean-krajan   

Thumbnail
12 months ago
Peningkatan Pemahaman Keagamaan Melalui Kegiatan Keputrian di Desa Bodean

ROSYIDA EL IZZAH MA`RUFAH

Kegiatan Keputrian nyatanya telah membawa manfaat yang baik bagi masyarakat dan berhasil menjadi wadah untuk mencari ilmu agama dengan mudah.   Simak selengkapnya di sini? https://mediasantrinu.com/peningkatan-pemahaman-keaagamaan-melalui-kegiatan-keputrian-di-desa-bodean/