SITI NUR ALISA
Kegiatan Pemanenan Rumput Di Sukolilo Mahasiswa Kelompok 88 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mendapatkan pengalaman berharga dalam budidaya rumput hias bersama warga Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, pada 27 dan 28 Desember 2024. Pada hari pertama, Jumat (27/12), mahasiswa diajak langsung terjun ke lapangan untuk melakukan panen rumput bersama warga. Kegiatan yang dilakukan secara gotong royong ini memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa tentang teknik panen rumput yang benar. Para mahasiswa tampak antusias mengikuti arahan dari warga setempat yang telah berpengalaman dalam budidaya rumput. Kegiatan dilanjutkan keesokan harinya, Sabtu (28/12), dengan penanaman rumput di lahan yang telah disiapkan. Mahasiswa tidak hanya sekadar menanam, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mendalam tentang berbagai jenis rumput dan karakteristiknya dari para petani rumput setempat. Mengenal Jenis-Jenis Rumput Dalam kesempatan tersebut, warga memberikan edukasi komprehensif kepada mahasiswa tentang berbagai jenis rumput yang dibudidayakan di Desa Sukolilo. Salah satu informasi penting yang dibagikan adalah bahwa benih rumput memiliki karakteristik seperti padi, sehingga dapat diambil dan dikembangbiakkan. Rumput dijual per meter persegi dan memerlukan perawatan khusus, terutama penyiraman rutin setiap hari pada musim kemarau. Rumput Jepang menjadi salah satu jenis yang paling diminati. Jenis rumput ini populer digunakan untuk lapangan sepak bola karena memiliki ketahanan yang tinggi. Keunggulan utama rumput Jepang terletak pada daya tahannya yang tidak mudah layu dan tidak mudah kering, bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem sekalipun. Sementara itu, Rumput Swiss memiliki karakteristik yang berbeda. Rumput jenis ini lebih cocok diaplikasikan untuk taman-taman karena memiliki tampilan yang lebih segar dan lebih lebat. Namun, rumput Swiss memiliki kelemahan yaitu mudah layu dan kering jika sering terinjak, sehingga kurang ideal untuk area dengan aktivitas tinggi seperti lapangan olahraga. Salah satu anggota Kelompok 88 menyampaikan apresiasinya atas kesempatan belajar langsung dari warga. "Ini pengalaman yang sangat berharga. Kami tidak hanya belajar teori di kampus, tapi juga praktik langsung bagaimana warga Desa Sukolilo mengelola usaha budidaya rumput mereka. Kami belajar tentang perbedaan karakteristik rumput Jepang dan Swiss, teknik perawatan, hingga strategi pemasarannya," ungkapnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Kelompok 88 KKM dalam bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya memberikan kontribusi tenaga, tetapi juga mendapatkan pembelajaran berharga tentang potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan. Warga Desa Sukolilo menyambut baik keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan budidaya rumput. "Kami senang bisa berbagi ilmu dengan mahasiswa. Semoga pengetahuan tentang budidaya rumput ini bisa bermanfaat bagi mereka dan mungkin bisa dikembangkan di tempat lain," ujar salah satu petani rumput setempat.
HAURA INASTASYA
Malang- Rabu, 24 Desember 2025, Kegiatan serah terima anggota Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 113 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dilaksanakan di Masjid Jami Ali Musthofa. Kegiatan ini menjadi tanda dimulainya masa pengabdian mahasiswa kepada masyarakat di lokasi KKM tersebut. Acara berlangsung dengan tertib dan sederhana, namun tetap terasa khidmat dan penuh makna. Masjid dipilih sebagai tempat kegiatan karena menjadi pusat aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat. Serah terima ini juga menjadi momen awal perkenalan mahasiswa dengan lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang baik antara mahasiswa dan masyarakat. Acara serah terima dihadiri oleh pengurus masjid Masjid Jami Ali Musthofa, Dosen Pembimbing Lapangan, serta seluruh anggota KKM Kelompok 113. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan dukungan dan sambutan yang baik terhadap program KKM. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Masyarakat terlihat antusias menyambut kedatangan mahasiswa yang akan tinggal dan beraktivitas selama beberapa waktu ke depan. Mahasiswa KKM juga tampak bersemangat mengikuti seluruh rangkaian acara tersebut. Hal ini menjadi awal yang positif bagi pelaksanaan KKM. Dalam sambutannya, perwakilan dari KKM Kelompok 113 menyampaikan rasa terima kasih atas penerimaan yang diberikan oleh masyarakat. Mahasiswa menyadari bahwa keberhasilan KKM tidak lepas dari dukungan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, mereka berharap dapat bekerja sama dengan baik dalam setiap kegiatan yang akan dijalankan. Mahasiswa juga menyampaikan kesiapan untuk berbaur dan belajar langsung dari masyarakat. Selain mengabdi, KKM juga menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman dan wawasan. Harapannya, kehadiran mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata. Salah satu pengurus masjid turut menyampaikan sambutan dan arahan kepada mahasiswa KKM, berharap mahasiswa dapat menjaga sikap, etika, dan nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat. Selain itu, mahasiswa diharapkan aktif berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan dan sosial yang ada. Pihak desa juga membuka ruang diskusi dan kerja sama terkait program-program KKM yang akan dilaksanakan. Dukungan penuh diberikan agar kegiatan berjalan dengan lancar. Arahan tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum memulai aktivitas. Prosesi serah terima dilakukan secara simbolis sebagai tanda penyerahan mahasiswa dari pihak kampus kepada pihak desa. Momen ini menjadi inti dari kegiatan serah terima anggota KKM. Dengan prosesi tersebut, mahasiswa secara resmi diterima untuk melaksanakan pengabdian di wilayah setempat. Serah terima ini juga menjadi bentuk kepercayaan yang diberikan kepada mahasiswa. Tanggung jawab yang diemban diharapkan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya. Mahasiswa diingatkan untuk selalu menjunjung nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Setelah prosesi serah terima, acara dilanjutkan dengan doa bersama. Doa dipanjatkan agar seluruh kegiatan KKM Kelompok 113 dapat berjalan dengan lancar dan aman. Selain itu, diharapkan setiap program yang dijalankan membawa manfaat bagi masyarakat. Doa bersama juga menjadi simbol kebersamaan antara mahasiswa dan warga. Suasana terasa tenang dan penuh harapan. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian acara serah terima. Dengan terlaksananya kegiatan serah terima ini, KKM Kelompok 113 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang siap melaksanakan program kerja yang telah direncanakan. Mahasiswa berharap dapat memberikan kontribusi positif selama masa pengabdian. Selain itu, pengalaman yang diperoleh diharapkan menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh anggota. Kegiatan KKM ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat. Melalui kerja sama yang baik, tujuan KKM dapat tercapai dengan optimal. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik hingga akhir masa KKM.
ZAKIYATUL WARDAH ZAHIROH
Dusun Lemahbang, Desa kemiri, kecamatan jabung, kabupaten malang – (Senin, 26 Januari 2026). Kegiatan mengajar di SD Negeri 2 Kemiri menjadi salah satu rangkaian program kerja yang penuh makna bagi mahasiswa KKM kelompok 45 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Selama proses berlangsung, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bersama yang menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap dunia pendidikan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM kelompok 45 terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran di kelas serta mendampingi siswa-siswi dalam memahami materi pembelajaran. Antusiasme dan semangat belajar tinggi yang ditunjukkan oleh siswa SD Negeri 2 Kemiri menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa dalam menjalankan peran sebagai pendamping belajar. Interaksi yang terjalin selama kegiatan mengajar menghadirkan pengalaman berharga yang tidak hanya memperkaya pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman sosial dan emosional. Pada akhir kegiatan mengajar, mahasiswa KKM kelompok 45 mengadakan sesi perpisahan yang dikemas dengan kegiatan edukatif. Dalam momen tersebut, mahasiswa menyampaikan edukasi mengenai pentingnya sopan santun dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga memberikan motivasi belajar kepada siswa agar terus semangat menempuh pendidikan dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita, sehingga terhindar dari risiko putus sekolah. Tidak hanya itu, pada kesempatan tersebut juga disampaikan edukasi dan motivasi terkait pentingnya melanjutkan pendidikan serta menghindari pernikahan dini karena masih banyak sekali anak-anak atau remaja di usia yang bahkan belum siap untuk menikah mereka lebih memilih menikah di usia yang masih terbilang muda bahkan hingga putus sekolah. Penyampaian materi tersebut dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa, dengan harapan dapat menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya pendidikan sebagai bekal masa depan yang lebih baik. Momen perpisahan ini menjadi saat yang penuh makna dan haru bagi mahasiswa maupun siswa. Meski kegiatan mengajar telah berakhir, pesan-pesan edukatif dan motivasi yang disampaikan diharapkan dapat terus melekat dan memberikan dampak posistif bagi siswa-siswi SD Negeri 2 Kemiri dalam perjalanan pendidikan mereka ke depan. Selain itu, mahasiswa KKM juga mengucapkan terima kasih kepada bapak/ibu guru yang sudah mengizinkan mereka untuk membantu dalam kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 2 Kemiri, serta secara tidak langsung sudah memperbolehkan mahasiswa KKM untuk berkenalan dan bermain bersama siswa-siswi yang berada di sana Akhir kegiatan mengajar ini menjadi penutup dari rangkaian kegiatan pengabdian mahasiswa KKM kelompok 45 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di SD Negeri 2 Kemiri. Perpisahan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari harapan baru agar siswa terus tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik.
NUR SOFIA
Malang, 23 Desember 2025 — Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 25 Sevanagara resmi dibuka melalui acara pembukaan yang diselenggarakan pada Selasa sore (23/12/2025) di Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Lokasi pusat kegiatan KKM berada di Masjid Baitul Makmur, yang termasuk wilayah RW 08. Acara pembukaan dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya Kepala Kelurahan Kauman, Bapak Agus Suntoro, S.E., Ketua RW 08, Bapak Gunawan, serta para Ketua RT 1 hingga RT 6 yang berada di lingkungan RW 08. Hadir pula perwakilan ta’mir Masjid Baitul Makmur, Mas Surya Affan, dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM Kelompok 25 Sevanagara, Ibu Dr. Usfiyatur Rusuly, M.Pd.I. Rangkaian acara berlangsung tertib dan lancar. Meskipun pada pertengahan kegiatan cuaca sempat berubah menjadi , hal tersebut tidak menghambat jalannya acara hingga selesai. Pembukaan acara dipandu oleh MC yang dibawakan oleh Nur Sofia. Setelah itu, seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh dirigen Alycia Afina Andiani. Sesi sambutan menjadi bagian inti dalam rangkaian pembukaan. Sambutan diawali oleh Ketua KKM Kelompok 25 Sevanagara, Fawwaz Fudhail Muchammad, yang menyampaikan pengantar kegiatan serta harapan selama pelaksanaan program di Kelurahan Kauman. Berikutnya, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Usfiyatur Rusuly, M.Pd.I. memberikan arahan sekaligus dukungan kepada mahasiswa dan warga. Sambutan juga disampaikan oleh Ketua RW 08, Bapak Gunawan, serta Kepala Kelurahan Kauman, Bapak Agus Suntoro, S.E. yang menyambut baik kehadiran peserta KKM. Sesi sambutan ditutup oleh perwakilan ta’mir Masjid Baitul Makmur, Mas Surya Affan, sebagai bentuk dukungan dari pihak masjid terhadap kegiatan yang akan berpusat di Masjid Baitul Makmur. Sebagai penanda peresmian kegiatan KKM di lokasi tersebut, dilakukan prosesi pemotongan pita. Pemotongan pita dilakukan oleh Bapak Agus Suntoro, S.E. selaku Kepala Kelurahan Kauman, didampingi oleh perwakilan ta’mir masjid, Ketua Kelompok KKM, dan DPL. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh M. Rizal Madany. Setelah seluruh agenda selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi serta ramah tamah bersama seluruh pihak yang hadir.
NADIYA SHOFWAH
Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang - Selasa (23/12/2025), usai mengikuti upacara pelepasan pemberangkatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, mahasiswa KKM Reguler Kelompok 119 langsung menuju lokasi pengabdian di Desa Tanggung. Kedatangan ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan KKM yang akan berlangsung selama 40 hari ke depan. Setibanya di Desa Tanggung, para mahasiswa tidak langsung melaksanakan program kerja, melainkan terlebih dahulu melakukan kegiatan sowan kepada tokoh masyarakat dan perangkat desa. Kegiatan sowan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan, perkenalan, sekaligus permohonan izin atas keberadaan mahasiswa KKM selama menjalankan pengabdian di desa tersebut. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM 119 melakukan sowan kepada Ketua RT 04, Ketua RW 07, Carik Desa Tanggung, Kepala Desa Tanggung, Ibu Pamong, Bapak Ludang, serta Bapak Mudin. Sowan merupakan adat istiadat yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat, yang mencerminkan nilai sopan santun, penghargaan terhadap tokoh desa, serta upaya membangun kedekatan sosial antara pendatang dan warga. Kegiatan sowan ini disambut dengan penuh kehangatan oleh para tokoh masyarakat dan perangkat desa. Kepala Desa beserta jajaran perangkat desa menyampaikan apresiasi atas sikap mahasiswa yang mengedepankan adab dan etika dalam memulai kegiatan KKM. Hal tersebut dinilai sebagai langkah awal yang baik dalam membangun hubungan harmonis antara mahasiswa dan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Carik Desa Tanggung menyampaikan beberapa pesan kepada mahasiswa, salah satunya dengan ungkapan, “sing kerasan ya ten mriki”, yang bermakna harapan agar mahasiswa merasa betah dan nyaman selama tinggal dan mengabdi di Desa Tanggung. Pesan tersebut memberikan kesan mendalam bagi para mahasiswa, sekaligus mencerminkan penerimaan dan perhatian masyarakat desa terhadap kehadiran mereka. Selain penyampaian pesan, beberapa tokoh yang dikunjungi juga berbagi cerita mengenai kondisi sosial masyarakat, adat istiadat yang berlaku, serta sejarah Desa Tanggung. Informasi tersebut menjadi bekal awal yang penting bagi mahasiswa KKM dalam memahami karakter dan kebutuhan desa, sehingga program kerja yang akan dilaksanakan dapat disesuaikan dengan kondisi dan nilai-nilai lokal. Melalui kegiatan sowan ini, diharapkan terjalin hubungan yang baik antara mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 119 dengan masyarakat Desa Tanggung. Dengan landasan saling menghormati dan memahami, pelaksanaan KKM diharapkan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat selama masa pengabdian berlangsung.
ZALFA NABILA QURROTA AINI
Dusun Bendo, Sukolilo, Jabung, Pada Jumat, 2 Januari 2026, KKM Unggulan Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan KKM Reguler 50 menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Sertifikasi Halal di Pendopo Dusun Bendo, Kecamatan Jabung. Acara ini menjadi salah satu agenda unggulan mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK), tentang pentingnya sertifikasi halal serta pemahaman terhadap mekanisme dan regulasi yang berlaku. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata sinergi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat dalam mendukung penguatan ekosistem halal di tingkat desa. Kegiatan Sosialisasi Halal resmi dibuka dengan sambutan dari Ketua KKM, M. Rocky Maulana. Acara juga dihadiri oleh perwakilan perangkat desa yang menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini. Memasuki inti kegiatan, sesi dibuka oleh A. Ghanaim Fasya, M.Si, dengan topik “Urgensi Dan Regulasi Sertifikasi Halal UMK”. Beliau menekankan bahwa kehalalan produk adalah kewajiban yang bersumber dari nilai halal dan thayyib, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 168. Pemerintah Indonesia, melalui BPJPH, kini mewajibkan seluruh produk yang beredar memiliki sertifikat halal sebagai jaminan bagi konsumen. Beliau juga menjelaskan bahwa produk yang memenuhi kriteria tertentu dapat diajukan melalui jalur self declare, sesuai Keputusan Kepala BPJPH Nomor 22 Tahun 2023, dengan syarat antara lain memiliki NIB, omzet maksimal Rp15 miliar per tahun, serta proses produksi sederhana. Materi kedua disampaikan oleh Evi Nurus Suroiyah, S.S., M.Pd, dengan tema “Prosedur Pengajuan Sertifikasi Halal Bagi UMK”, dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa sertifikasi halal tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen, tetapi juga memperluas akses pasar dan memperkuat posisi produk di tingkat nasional maupun global. Beliau memaparkan dua jalur pengajuan sertifikasi, yakni jalur reguler dan jalur self declare. Pada jalur self declare, pelaku usaha mendaftarkan produknya melalui situs resmi BPJPH (ptsp.halal.go.id) dengan pendampingan dari Pendamping Proses Produk Halal (P3H) hingga sertifikat diterbitkan.Selain itu, beliau juga menyoroti sejumlah kesalahan umum yang sering terjadi, seperti tidak mencantumkan daftar bahan halal, penggunaan daging tanpa sertifikat, penamaan produk yang tidak pantas, serta potensi kontaminasi dari fasilitas produksi. Penjelasan ini membuka wawasan peserta agar lebih berhati-hati dan teliti dalam proses pengajuan. Sesi dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan tanya jawab yang berlangsung hangat dan antusias. Banyak pelaku UMK yang menanyakan langkah-langkah teknis serta manfaat langsung sertifikasi halal bagi usaha mereka. Panitia juga memberikan doorprize bagi peserta aktif yang berpartisipasi dalam sesi diskusi. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri oleh mahasiswa KKM Halal lalu ditutup dengan pembacaan doa oleh Lukman. Sebagai penutup yang penuh kebersamaan, seluruh peserta, pemateri, dan mahasiswa melakukan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kegiatan. Kegiatan ini berada di bawah naungan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Malang. Melalui sosialisasi ini, diharapkan pelaku UMK dan mahasiswa pendamping mampu memahami secara menyeluruh kebijakan dan mekanisme sertifikasi halal, sehingga dapat mendorong lahirnya produk-produk lokal yang halal, berkualitas, dan berdaya saing tinggi.