MAWAIDATUL FAIZIYAH
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan kemuliaan, berkah, dan ampunan dari Allah SWT. Setiap amal kebaikan yang dilakukan di bulan suci ini akan mendapatkan balasan pahala yang berlipat-lipat. Oleh karena itu, memanfaatkan momentum Ramadhan untuk meningkatkan keimanan, memperkuat ukhuwah, dan memperkaya aktivitas edukatif maupun spiritual adalah bentuk nyata dari kepedulian terhadap diri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Dalam jurnal yang ditulis oleh Isnawati (2020), disebutkan bahwa “bulan Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dan karakter positif kepada anak-anak sejak dini.” Berangkat dari semangat tersebut, RA Al Jauhar bekerja sama dengan Mahasiswa Asistensi Mengajar, RW 12, dan Masjid An-Nur menyelenggarakan sebuah kegiatan bernama Ramadhan Fest 2025. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari berturut-turut, mulai dari tanggal 3 Maret hingga 7 Maret 2025, yang berlokasi di halaman Masjid An-Nur, Perumahan Permata Regency, Blok 21 No. 15–16, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Acara berlangsung setiap sore mulai pukul 14.30 untuk bazar takjil, dilanjutkan dengan acara inti mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB. Ramadhan Fest 2025 ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menciptakan pengalaman yang edukatif, spiritual, menyenangkan, dan berkesan bagi anak-anak serta masyarakat sekitar. Selain menampilkan berbagai pertunjukan dari anak-anak didik, kegiatan ini juga menghadirkan bazar takjil dan perlengkapan muslim, serta seminar parenting yang sangat bermanfaat bagi para orang tua. Rangkaian Kegiatan Ramadhan Fest 2025 Hari Pertama – Senin, 3 Maret 2025 Kegiatan hari pertama menjadi momen pembuka yang istimewa dan penuh khidmat. Acara dibuka dengan seremonial yang dipandu oleh pemudi RW 12 sebagai pembawa acara (MC). Susunan acara pembukaan mencakup sambutan dari berbagai pihak, di antaranya: Kepala Sekolah RA Al Jauhar Ketua RW 12 Ketua Yayasan Perwakilan Takmir Masjid An-Nur Setelah sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Takmir Masjid serta dilakukan pemotongan pita sebagai simbol resmi dimulainya Ramadhan Fest. Setelah doa, kegiatan sore diambil alih oleh MC mahasiswa AM PIAUD 2022 dilanjutkan dengan penampilan seni Islami dari siswa-siswi yang RA Al Jauhar dan Madin An-Nur. Mereka menampilkan hadroh dan nadhom yang dipersembahkan dengan penuh semangat dan antusiasme, memancarkan nuansa keislaman yang kental dan menyentuh hati para penonton. Selain pertunjukan, pada sore harinya dimulai bazar Ramadhan yang menyajikan berbagai pilihan makanan dan minuman berbuka puasa seperti es teh manis, kolak pisang, es buah segar, gorengan hangat, aneka kue tradisional, serta perlengkapan muslim seperti baju koko, kerudung, dan gamis. Bazar ini tidak hanya menjadi tempat berburu takjil, tetapi juga ruang untuk mempererat interaksi antarwarga dengan suasana kekeluargaan yang hangat. Hari Kedua – Selasa, 4 Maret 2025 Hari kedua diisi dengan penampilan dari PAUD PHB Kids dan Kelompok TK B RA Al Jauhar. Anak-anak menampilkan hafalan surat pendek dari Al-Qur’an dengan suara merdu dan ekspresi polos yang menggemaskan. Selain itu, mereka juga membawakan tarian yang menggambarkan nilai-nilai kebersamaan dan keceriaan di bulan Ramadhan. Penampilan anak-anak ini memberikan kesan yang sangat mendalam bagi para hadirin. Selain membuktikan kemampuan dan keberanian anak-anak dalam tampil di depan umum, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan kepercayaan diri dan cinta terhadap ajaran Islam sejak usia dini. Hari Ketiga – Rabu, 5 Maret 2025 Hari ketiga diisi oleh penampilan dari Madin Al Huda dan RA 12. Kegiatan ini memperkaya wawasan keislaman anak-anak dan memperlihatkan ragam potensi serta kreativitas dari masing-masing lembaga pendidikan Islam di wilayah RW 12. Penampilan yang ditampilkan meliputi pembacaan doa, hafalan ayat-ayat pendek, serta pertunjukan seni Islami. Antusiasme para peserta dan dukungan dari para orang tua menjadikan acara ini semakin semarak. Orang tua yang hadir merasa bangga sekaligus haru melihat buah hati mereka tampil dengan percaya diri membawa pesan-pesan agama yang positif. Hari Keempat – Kamis, 6 Maret 2025 Pada hari keempat, acara diisi dengan kegiatan Parenting Seminar yang bertajuk: “Mengubah Amarah Jadi Ceria: Rahasia Mendidik Anak dengan Cinta dan Konsistensi” Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bapak Ahmad Mukhlis, seorang dosen PIAUD UIN Maulana Malik Ibrahim Malangpendidik anak usia dini. Seminar ini diselenggarakan di area Masjid An-Nur dan dihadiri oleh wali santri RA Al Jauhar serta masyarakat umum. Dalam materinya, Bapak Mukhlis menjelaskan pentingnya pendekatan cinta dan konsistensi dalam pola asuh anak. Ia menekankan bahwa kemarahan orang tua yang tidak dikelola dapat berdampak buruk bagi perkembangan emosional anak. Sebaliknya, dengan pendekatan yang sabar, penuh kasih, dan konsisten, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tenang, bahagia, dan berkarakter kuat. Seminar ini disambut sangat antusias oleh para peserta. Banyak orang tua yang merasa tercerahkan dan termotivasi untuk memperbaiki gaya pengasuhan mereka di rumah. Sesi tanya-jawab juga berlangsung hangat, menandakan betapa pentingnya topik ini bagi kehidupan keluarga masa kini. Hari Kelima – Jumat, 7 Maret 2025 Sebagai penutup, hari kelima dimeriahkan dengan penampilan dari TPQ An-Nur dan Madin An-Nur. Anak-anak kembali menunjukkan hafalan surat, doa-doa harian, serta pertunjukan nadhom. Semangat Ramadhan terasa sangat kuat di penghujung acara ini. Penutupan acara dilakukan dengan sederhana namun bermakna. Doa bersama dipanjatkan agar kegiatan Ramadhan Fest ini membawa keberkahan bagi seluruh peserta dan masyarakat sekitar. Semua pihak yang terlibat—dari panitia, guru, mahasiswa, warga, hingga anak-anak—merasakan kehangatan kebersamaan yang tercipta selama lima hari kegiatan berlangsung. Penutup Ramadhan Fest 2025 bukan sekadar serangkaian kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata dari sinergi antara lembaga pendidikan, mahasiswa, masyarakat, dan masjid dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan. Melalui kolaborasi ini, nilai-nilai keislaman ditanamkan dengan cara yang menyenangkan, penuh makna, dan melibatkan semua elemen masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dan model bagi pelaksanaan kegiatan Ramadhan di tahun-tahun berikutnya. Semoga Ramadhan Fest 2025 menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar bagi tumbuhnya generasi yang berakhlak mulia, cinta Islam, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.
PRADITA ALVIN YOGATAMA
Mahasiswa UIN Malang mengikuti kegiatan rutinan tahlil setiap hari kamis dan Minggu untuk RT 04 & RT 05 di desa bodean, kelurahan toyomarto, kecamatan Singosari, kabupaten Malang selengkapnya dapat diakses pada link berikut ini https://www.kompasiana.com/praditaalvin6963/681d6b83ed641504a66eff72/rurinan-tahlil-rt-04-05-desa-bodean-kelurahan-toyomarto
FAJRIAN AMINUDDIN
HUMAS UIN MALANG – Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan kajian spesial Ramadhan yang mengusung tema "Parenting Islami sesuai Al Qur'an dan Sunnah", Ahad, 16 Maret 2025 yang bertepatan dengan 16 Ramadan 1446 Hijriah. Berlangsung di Masjid Ar-Rohmah, Desa Jetak, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, kajian ini tak hanya sebagai ajang memperkaya wawasan keislaman, kajian ini juga menambah kekhusyukan suasana karena bertepatan dengan malam peringatan nuzulul Qur'an. Dihadiri sekitar 50 jamaah dari berbagai kalangan masyarakat yang mengikuti kegiatan ini dengan antusias serta penuh khidmat dari awal hingga akhir acara. Diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh pemateri kajian, KH. Moh. Khoirul Umam, S.Ag. Abah Umam, sapaan akrabnya, mengawali mauidhoh hasanah dengan menyinggung pentingnya peran parenting Islami dalam mendidik generasi penerus bangsa. Menurutnya, materi ini dianggap relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang membutuhkan penguatan nilai-nilai agama dalam keluarga. Kemudian ia juga menegaskan pentingnya pendidikan akhlak sejak dini di dalam keluarga. Ia menjelaskan bahwa keluarga adalah pondasi utama dalam membentuk karakter anak yang berakhlak mulia dan sesuai dengan nilai-nilai Qur'ani. Menurutnya, pendidikan anak dalam Islam terbagi menjadi dua proses, yakni proses pranatal dan postnatal. "Jika kita menginginkan anak yang sholeh atau sholehah, maka prosesnya dimulai sejak memilih pasangan hidup. Pilihlah calon ayah atau ibu yang baik agamanya. Setelah itu, lanjutkan dengan mengikuti sunnah-sunnah Nabi seperti Aqiqah, mengenalkan anak pada Al-Qur’an sejak dini, dan membiasakan mereka dalam lingkungan yang penuh nilai-nilai Islam," jelas Abah Umam di hadapan para jamaah. Selain memberikan ceramah, Abah Umam juga membagikan materi kajian yang telah dicetak kepada para peserta. Materi ini diharapkan menjadi panduan praktis bagi orang tua dalam mendidik anak secara Islami. Para jamaah menyambut baik pembagian materi tersebut karena dinilai bermanfaat dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Dosen Pembimbing Lapangan, Benny Afwadzi, mendukung kegiatan ini. Menurutnya, parenting menjadi hal penting dalam mendidik anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. “Banyak teori parenting modern yang berkembang, namun penting juga memahami bagaimana Islam berbicara tentang parenting sebagai bekal utama orang tua. Inilah urgensi kegiatan KKM UIN Malang kali ini di tengah masyarakat,” ujar Ustaz Benny sebagai DPL KKM UIN Malang dalam berkomentar hal tersebut. Kegiatan kajian ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh seluruh peserta, kemudian dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah di masjid yang sama. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan semakin terasa, menjadikan momen Ramadhan ini penuh makna dan keberkahan bagi seluruh jamaah yang hadir. (sf/fa) Kontributor: Fajrian Aminuddin
TASYA ILAHI
Mahasiswa AM dan KB TK Islam Al Ikhlas menggelar momen Istimewa yang penuh makna, dengan mengusung semangat silaturahmi dan nasionalisme, acara halal bihalal dan memperingati hari kartini dilaksanakan secara meriah, menyatukan seluruh keluarga besar KB TK Islam Al Ikhlas dalam nuansa kehangatan dan kebersamaan. Sebagai bagian dari tradisi syawal, acara halal bihalal menajdi sarana mempererat tali silaturahmi antar guru, staf, dan orang tua murid. Saling bermaafan, berbagi cerita, dan memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua menjadi inti kegiatan ini. Sedangkan memperingati hari kartini menjadi momen penting untuk menanamkan nilai perjuangan dan kesetaraan kepada generasi muda. Acara berlangsung pada hari Selasa tanggal 22 April 2025 yang diadakan di aula masjid Al Ikhlas, balon-balon berwarna emas dan hitam menghiasi panggung utama, memperindah latar belakang spanduk bertuliskan "Halal Bihalal Keluarga Besar KB-TK Islam Al-Ikhlas". Acara ini mengadakan acara fashion show untuk anak dan wali murid dengan mengenakan busana adat dari berbagai daerah. Seluruh tenaga pendidik dan anak AM KB TK Islam Al Ikhlas tampak Anggun menggunakan busana adat bernuansa hitam elegan yang berpadu dengan corak batik, memperkuat nilai budaya lokal yang kuat. Acara dimulai dengan pertunjukan drumband yang dimainkan oleh TK B dengan bersemangat. Setelah itu dilanjutkan dengan acara sambutan dari ketua Pendidikan dari Yayasan Al Ikhlas dan kepala sekolah KB TK Islam Al Ikhlas. Dilanjutkan dengan acara fashion show mama dan anak yang diurut sesuai dengan kelas. Dan acara terakhir yaitu halal bihalal yang juga diurut sesuai kelas. Acara Halal Bihalal dan Peringatan Hari Kartini ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, serta pemberdayaan perempuan. KB-TK Islam Al-Ikhlas terus berkomitmen menjadi wadah pendidikan yang mencetak generasi unggul melalui pendekatan karakter, budaya, dan spiritual. Semoga semangat Kartini dan kehangatan Syawal terus menyala dalam langkah setiap pendidik dan anak bangsa. Dengan perpaduan nuansa religius, budaya, dan nasionalisme, acara ini mampu memperkuat karakter serta kebersamaan dalam lingkungan sekolah. Harapannya, nilai-nilai kebaikan, keteladanan, dan kebhinekaan yang diangkat dalam acara ini dapat terus terpatri dalam diri seluruh warga KB-TK Islam Al-Ikhlas.
ALFIAN HAIKAL FARUQ
Setiap pagi di MAN 2 Malang dimulai dengan lantunan surat Waqi'ah oleh para siswa dan guru bersama Mahasiswa KKM UIN Malang di Masjid Asmu'i, lalu dilanjutkan dengan sholat dhuha berjamaah . Suasana ini bukan sekedar rutinitas, melainkan bagian dari program pembiasaan ibadah yang menjadi ciri khas madrasah ini. Program pelatihan spiritual ini menjadi bagian penting dari karakter pendidikan di MAN 2 Malang. Tidak hanya terbatas pada sholat dhuha, setiap waktu sholat Dzuhur dan Ashar pun dilaksanakan secara berjamaah . Sebelum sholat, siswa diajak membaca Surah Ar-Rahman dan Surah Al-Mulk secara rutin. Kegiatan ini menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga religius dan bernilai ibadah. Pembiasaan ini tidak berhenti di situ. Setiap hari Selasa dan Kamis , MAN 2 Malang menyelenggarakan kegiatan Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) . Program ini menyesuaikan tingkat kemampuan siswa, dimulai dari Iqro' bagi pemula hingga membaca Al-Qur'an bagi siswa yang sudah mahir. Metode yang digunakan bersifat bertahap, edukatif, dan disampaikan dengan pendekatan yang menyenangkan. Yang menarik, para pembimbing dalam kegiatan ini bukan hanya dari kalangan guru madrasah. MAN 2 Malang juga bekerja sama dengan ustadzah dari Pondok Pesantren Miftahul Huda , yang turut memperkaya metode pengajaran dan menambah nuansa pesantren di lingkungan sekolah. Tujuan utama dari seluruh rangkaian kegiatan ini adalah membangun karakter Qur'ani pada diri siswa. Melalui pembiasaan membaca Al-Qur'an, sholat berjamaah, dan pelatihan keagamaan secara intensif, MAN 2 Malang berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia. Di tengah arus modernisasi dan tantangan zaman, langkah MAN 2 Malang ini menjadi teladan bahwa pendidikan agama tidak boleh ditinggalkan , justru harus diarus utamakan. Semoga pembiasaan positif ini dapat terus berlangsung secara istiqamah dan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain di seluruh Indonesia. https://www.kompasiana.com/hazizatulaisyah9522/681d8a61ed641533f70c1ea2/madrasah-bergetar-dalam-dzikir-man-2-malang-bangkitkan-semangat-lewat-ibadah-lewat-sholat-jama-ah-dan-baca-tulis-al-quran
NABILLAH PUTRI MA`ARIF
Di era serba digital seperti sekarang ini, tantangan dalam mendidik anak kian kompleks. Tak hanya soal pendidikan formal, namun juga bagaimana peran orang tua dalam membimbing anak dalam penggunaan gadget dan menjaga kesehatan mental mereka. Isu ini menjadi topik utama dalam Seminar Parenting yang diadakan oleh Kelompok KKM Dharmasastra di TK RA Al-Hadi Padangan, Bojonegoro, pada 2 Mei 2025 pukul 09.00 WIB. Acara yang dihadiri oleh seluruh walisantri TK A ini menghadirkan narasumber istimewa, Agus Ari Afandi, M.Psi., Psikolog, lulusan Magister Profesi Psikologi Universitas Airlangga. Beliau juga merupakan dosen di STIKes Rajekwesi Bojonegoro serta psikolog aktif di Biro Psikologi Educo dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Bojonegoro. Dalam pemaparannya, Pak Ari mengangkat tema "Gadget dan Perundungan". Beliau membuka materi dengan gambaran tentang perubahan zaman dari "jadoel" ke "jaman now", di mana gadget menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan, bahkan pada anak usia dini. Meski memiliki manfaat, seperti memudahkan akses informasi dan kreativitas dalam membuat aplikasi, penggunaan gadget tanpa pengawasan bisa berdampak serius. Beliau memaparkan berbagai kasus nyata, mulai dari anak SD yang bolos sekolah karena kecanduan game online, gangguan jiwa yang menimpa anak-anak di Semarang, hingga kasus keluarga yang terbebani tagihan jutaan rupiah karena pembelian dalam game. Tak hanya itu, munculnya gangguan mata hingga tindakan kriminal akibat judi online pun disorot sebagai dampak negatif. "Fokus menjadi berkurang, anak jadi lebih emosional" tegas Pak Ari Perundungan di Dunia Nyata dan Maya Isu penting lainnya yang dibahas adalah perundungan atau bullying, termasuk cyber bullying. Pak Ari menjelaskan bahwa perundungan tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga verbal, sosial, dan digital. Dunia maya bahkan membuka ruang baru bagi perundungan seperti menyebar kabar bohong, membuat akun palsu, hingga memperolok seseorang di media sosial. Orang tua diajak untuk lebih peka, karena dampak dari bullying bisa sangat berat bagi anak, terutama di usia dini. Ketidaktahuan dan kurangnya pendampingan bisa menyebabkan luka psikologis yang berkepanjangan. Seminar ini tak hanya memberikan peringatan, tapi juga solusi. Dalam konteks keluarga, orang tua diminta untuk: Mendisiplinkan anak dengan bijak, bukan dalam kondisi emosi. Merefleksi tindakan sendiri, apakah sudah menjadi contoh yang baik. Membangun ikatan yang harmonis dengan anak melalui dukungan penuh. Antusiasme walisantri TK A sangat tinggi. Mereka menyimak dengan penuh perhatian dan aktif bertanya selama sesi diskusi. Ini menunjukkan kesadaran bahwa di tengah tantangan zaman, peran keluarga sangat vital dalam membentuk karakter anak.