Thumbnail
2 months ago
Program Agroeduwisata Kkm Merak Belantung 182 Dalam Meningkatkan Fasilitas Desa Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Program Agroeduwisata Kkm Merak Belantung 182 Dalam Meningkatkan Fasilitas Desa", Klik untuk baca: https://www.kompa

FATHIA AZZAHRA

Program Agroeduwisata yang digagas oleh KKM Merak Belantung 182 menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa dalam mendukung peningkatan fasilitas desa sekaligus mengoptimalkan potensi wisata lokal. Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif oleh seluruh anggota KKM dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab sosial terhadap kemajuan Desa Merak Belantung. Melalui program ini, mahasiswa berupaya menghadirkan perubahan positif yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat maupun para wisatawan. Selama pelaksanaan kegiatan, tim KKM berfokus pada pembenahan serta pengembangan sarana dan prasarana penunjang agroeduwisata. Mengingat lokasi desa yang strategis dan berada dekat dengan pantai, kawasan ini memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata edukatif yang menarik. Oleh sebab itu, peningkatan fasilitas dilakukan agar area wisata menjadi lebih tertata, bersih, nyaman, dan layak dikunjungi oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Berbagai upaya dilakukan, seperti penataan area kunjungan, perbaikan fasilitas umum, serta penyediaan sarana pendukung yang dapat menunjang aktivitas wisata dan edukasi. Mahasiswa juga turut memperhatikan aspek kebersihan dan estetika lingkungan agar pengunjung merasa lebih nyaman saat berada di lokasi. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mempercantik kawasan, tetapi juga menciptakan ruang yang fungsional dan bermanfaat dalam jangka panjang. Program Agroeduwisata KKM Merak Belantung 182 mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa. Kerja sama yang terjalin antara mahasiswa dan aparatur desa menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Pemerintah desa memberikan arahan, dukungan moral, serta partisipasi aktif dalam proses pelaksanaan, sehingga program dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Menariknya, lokasi Agroeduwisata Merak Belantung kini telah terdaftar dan dapat diakses melalui Google Maps. Kehadiran akses digital ini memudahkan wisatawan untuk menemukan lokasi dengan lebih cepat dan akurat. Selain itu, keberadaan di platform digital juga menjadi langkah strategis dalam memperluas promosi dan meningkatkan jumlah kunjungan. Dengan adanya program ini, diharapkan seluruh pengunjung yang datang ke Desa Merak Belantung dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia dengan sebaik-baiknya serta ikut menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan. Program Agroeduwisata ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang menumbuhkan kesadaran bersama untuk merawat dan mengembangkan potensi desa demi keberlanjutan di masa depan.

Thumbnail
2 months ago
Serunya Lomba Cerdas Cermat: KKM 36 Ardhacitta Dampingi Anak-Anak Asah Wawasan

ZAHRA ALIFIA SALWA

(25/01/2026) Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi akademik dan kepercayaan diri anak-anak, KKM Kelompok 36 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut berpartisipasi dalam Acara Lomba Cerdas Cermat yang dilaksanakan pada 25 Januari 2026 di MI Al-Amin Wonorejo. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak perwakilan dari Pustaka Surau Merdeka. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM berperan aktif sebagai moderator sekaligus juri yang memandu jalannya perlombaan.  Lomba cerdas cermat menjadi ajang kompetisi pengetahuan yang menguji wawasan serta kecepatan berpikir siswa melalui sesi tanya jawab. Pertanyaan yang diberikan mencakup pengetahuan umum serta materi pelajaran sekolah. Suasana perlombaan berlangsung cukup meriah, dengan semangat peserta yang saling berlomba memberikan jawaban terbaik. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diajak untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, tetapi juga dilatih untuk tampil percaya diri di depan umum. Jiwa kompetisi yang sehat pun turut ditanamkan, sehingga anak-anak belajar bahwa berkompetisi bukan hanya tentang menang atau kalah, melainkan tentang proses belajar dan keberanian mencoba. Dalam pelaksanaannya, terdapat perbedaan tingkat kepercayaan diri antar peserta. Beberapa siswa terlihat gugup saat harus menjawab pertanyaan secara cepat di hadapan audiens. Namun, mahasiswa KKM berupaya mencairkan suasana dengan memberikan semangat dan dukungan di setiap sesi. Pendekatan tersebut membantu peserta merasa lebih rileks dan berani dalam menyampaikan jawaban. Di akhir kegiatan, terlihat perubahan yang cukup positif. Siswa menjadi lebih berani dalam berkompetisi dan merasa bangga atas usaha yang telah mereka lakukan. Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak untuk belajar percaya pada kemampuan diri sendiri. Melalui partisipasi dalam Lomba Cerdas Cermat ini, KKM 36 Ardhacitta berharap anak-anak dapat terus termotivasi untuk belajar, berani tampil, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Thumbnail
2 months ago
KKM 36 ARDHACITTA UIN MALANG GELAR FORUM “NJAGONG PEMUDA PENGGERAK DESA: SINAHU PENGGERAK” DI DESA BELUNG

ZAGIESTA BILBINA

    ARDAHCITTA – (10/01/2026) KKM 36 Ardhacitta UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan Republik Gubuk, The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia, serta LP2M UIN Malang dalam menyelenggarakan forum bertajuk “Njagong Pemuda Penggerak Desa: Sinahu Penggerak”di Balai Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Forum ini menjadi ruang belajar bersama bagi puluhan pemuda desa untuk merumuskan peran strategis generasi muda dalam membangun desa yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada martabat manusia. Bagi KKM 36 Ardhacitta, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pengabdian yang menempatkan desa bukan sekadar unit administratif, melainkan ruang hidup yang kaya nilai, spiritualitas, dan relasi sosial. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 58 peserta yang terdiri dari pemuda desa serta mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang tengah melaksanakan pengabdian di wilayah Kecamatan Poncokusumo. Partisipasi perempuan mencapai 67 persen, menunjukkan keterlibatan aktif generasi muda dalam diskursus pembangunan desa.     Selain menjadi ruang diskusi, forum ini juga dimeriahkan dengan penampilan Tari Bapang Topeng Malangan yang dibawakan oleh mahasiswa KKM 36 Ardhacitta. Penampilan tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat nilai-nilai kearifan tradisi dalam ruang dialog sosial. Kehadiran seni budaya dalam forum ini menegaskan bahwa pembangunan desa harus berjalan selaras dengan pelestarian identitas dan warisan budaya masyarakat. Dalam diskusi, nilai-nilai Islam diposisikan sebagai etos pembebasan yang mendorong pemuda untuk hadir sebagai subjek perubahan dan membawa kemaslahatan, khususnya bagi kelompok yang selama ini terpinggirkan.     Eko Santoso, penggerak Mukti Laku Sapta Wikrama, menekankan pentingnya kearifan lokal sebagai fondasi etika sosial dalam pembangunan desa. Ia menyampaikan bahwa pembangunan harus selaras dengan penghormatan terhadap alam, manusia, dan tradisi. “Nilai spiritual harus hadir dalam tindakan nyata, bukan berhenti pada simbol,” ungkapnya. Sahlan Junaedi, penggagas Pasar Keramat, turut menyoroti praktik ekonomi lokal berbasis keberlanjutan sebagai bentuk keadilan sosial. Menurutnya, keberpihakan pada ekonomi warga merupakan tanggung jawab moral untuk memastikan kesejahteraan bersama dan mencegah ketimpangan.     Widya Dwi Lestari dari Laskar Anak yang juga merupakan bagian dari KKM Ardhacitta menekankan pentingnya pendampingan generasi muda desa agar tumbuh dengan kesadaran kritis dan empati sosial. Ia menilai bahwa Islam progresif dapat diwujudkan melalui kerja-kerja nyata yang memperkuat akses pendidikan, ruang aman, dan masa depan anak-anak desa.       Melalui kolaborasi ini, KKM 36 Ardhacitta UIN Malang berharap forum “Njagong Pemuda Penggerak Desa” dapat menjadi embrio gerakan pemuda desa yang memadukan iman dan praksis sosial, serta memperkuat peran generasi muda dalam menjaga desa sebagai ruang hidup yang adil, beradab, dan berkelanjutan.

Thumbnail
2 months ago
PENERAPAN PENINGKATAN MINAT BACA SDN 2 SRIGADING MELALUI PROGRAMSAPAAN ALAM GREEN HOUSE: LANGKAH AWAL MEWUJUDKAN VISI GREEN VILLAGE SRIGADING

MUHAMMAD SALMAN AL FARISI

Srigading, Lawang – Melanjutkan kegiatan dari hari pertama, Jumat (26/12) pukul 08.00 pagi, kami kembali menuju Green House Desa Srigading. Namun kali ini kami tidak sendirian! Kami berkolaborasi dengan teman-teman dari Kelompok 106 (Dharmayatra) untuk melakukan aksi nyata: "Bedah Green House".   Misi kami hari ini cukup menantang: membersihkan rumput liar yang sudah menguasai area dalam dan menata ulang instalasi pipa hidroponik agar siap digunakan kembali. Proses pembersihan lahan ternyata jauh lebih seru (dan heboh) dari yang kami bayangkan. Saat kami mulai mencabuti rumput dan membersihkan sudut-sudut Green House, suasana yang awalnya tenang tiba-tiba pecah menjadi kepanikan lucu. Bagaimana tidak? Kami bertemu dengan "penduduk asli" Green House yang beragam. Mulai dari siput, katak, kadal, jangkrik, laba-laba, hingga kaki seribu dan kelabang. Namun, yang paling gokil membuat kami kaget adalah munculnya seekor belut secara tiba-tiba! Kejadian ini sontak membuat barisan mahasiswa bubar sejenak karena kaget dan geli. Suasana yang tadinya lelah berubah jadi penuh tawa dan kepanikan yang tak terlupakan. Demi menjaga kenyamanan tanaman nantinya, hewan-hewan tersebut kami pindahkan dengan hati-hati ke luar area agar tidak mengganggu ekosistem produksi di dalam Green House, namun tetap bisa hidup di alam bebas. Sekitar pukul 10.00 WIB, di tengah peluh kami setelah menata ulang pipa-pipa hidroponik, Bapak Kepala Desa Srigading datang meninjau lokasi. Beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas langkah cepat yang kami lakukan. Dalam diskusi singkat tersebut, Pak Kades membagikan visi besarnya. Beliau berencana menjadikan Green House ini sebagai Destinasi Wisata Edukasi unggulan di Desa Srigading. Tak hanya itu, beliau juga mengajak kami semua untuk bersama-sama mewujudkan mimpi besar: membangun Green Village sebuah desa yang asri, hijau, dan mandiri secara pangan. Langkah Selanjutnya, melihat area yang kini sudah bersih dan pipa hidroponik yang mulai tertata, kami merasa semakin bersemangat. Masukan dari Pak Kades menjadi pemicu semangat bagi kami, Kelompok 101 dan 106, untuk memberikan kontribusi terbaik selama masa KKM ini. Langkah kecil dari membersihkan rumput dan memindahkan belut hari ini, semoga menjadi fondasi awal bagi terwujudnya Green Village di Srigading.  

Thumbnail
2 months ago
sosialisasi seminar inspiratif sinergi KUA, BNN, Puskesmas dalam bentuk memberikan edukasi kepada remaja di desa merak belantung Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "sosialisasi seminar inspiratif sinergi KUA, BNN, Puskesmas dalam be

A. NABIL ASYAM RAMADHAN

Kegiatan sosialisasi seminar yang diselenggarakan di Desa Merak Belantung menjadi salah satu upaya edukatif dalam meningkatkan wawasan generasi muda terkait isu-isu penting yang sedang dihadapi masyarakat. Seminar ini mengangkat beberapa tema utama, yaitu edukasi BRUN, stunting dan parenting, serta sosialisasi anti narkoba. Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa tingkat SMP yang ada di Desa Merak Belantung dengan antusiasme yang tinggi. Melalui seminar ini, para peserta diberikan pemahaman yang komprehensif mengenai berbagai persoalan yang dapat berdampak pada masa depan mereka. Pada sesi edukasi BRUN, siswa dibekali pengetahuan mengenai pentingnya kesadaran diri, tanggung jawab sosial, serta peran generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan positif. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan remaja. Selain itu, pembahasan mengenai stunting dan parenting juga menjadi perhatian penting dalam kegiatan ini. Para narasumber menjelaskan dampak stunting terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, serta pentingnya pola asuh yang tepat sejak dini. Meskipun peserta merupakan siswa SMP, materi ini diharapkan dapat menambah wawasan mereka sekaligus menjadi bekal pengetahuan untuk masa depan serta dapat disampaikan kembali kepada keluarga di rumah. Sosialisasi anti narkoba turut menjadi agenda utama dalam seminar tersebut. Peserta diberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, dampak negatifnya terhadap kesehatan fisik dan mental, serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan. Dengan pendekatan persuasif dan edukatif, siswa diajak untuk lebih waspada dan berani menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Kegiatan seminar ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa serta menghadirkan narasumber dari berbagai instansi terkait. Kolaborasi tersebut menjadikan kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi para peserta. Diharapkan, melalui sosialisasi ini, para siswa dapat menjadi generasi yang lebih sadar, sehat, dan berkarakter kuat dalam menghadapi tantangan zaman. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "sosialisasi seminar inspiratif sinergi KUA, BNN, Puskesmas dalam bentuk memberikan edukasi kepada remaja di desa merak belantung", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/alyazhalva2109/698c88f134777c6a580d6f53/sosialisasi-seminar-inspiratif-sinergi-kua-bnn-puskesmas-dalam-bentuk-memberikan-edukasi-kepada-remaja-di-desa-merak-belantung Kreator: Alya Zhalva

Thumbnail
2 months ago
Optimalisasi web zakat lpzis masjid Raudhatul jannah kelurahan tasik madu sebagai pengolaan dana umat digital

MOCHAMAD SYAFIN HAMBALI

Penguatan Fitur dan Kemudahan Akses Website Website zakat perlu dikembangkan agar mudah digunakan oleh seluruh kalangan, dengan tampilan sederhana, panduan penggunaan yang jelas, serta pilihan metode pembayaran yang beragam dan aman 2. Sosialisasi dan Edukasi kepada Jamaah Pengurus masjid perlu melakukan sosialisasi rutin melalui kegiatan masjid, media sosial, dan forum jamaah untuk mengenalkan penggunaan website zakat serta manfaat layanan digital bagi umat. 3. Peningkatan Kapasitas Pengelola Website Pengurus atau pengelola JPZIS perlu mendapatkan pelatihan pengelolaan sistem digital agar website dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan. 4. Pengembangan Website sebagai Pusat Informasi Program Sosial Website tidak hanya difungsikan sebagai media pembayaran, tetapi juga sebagai pusat informasi kegiatan sosial, program bantuan, serta edukasi zakat agar partisipasi masyarakat semakin meningkat. 5. Membangun Kolaborasi dengan Komunitas dan Lembaga Terkait Kerja sama dengan komunitas, lembaga pendidikan, dan pihak lain dapat membantu memperluas pemanfaatan layanan zakat digital serta meningkatkan dampak sosial program masjid. 6. Integrasi Website dengan Kegiatan Masjid Penggunaan website zakat perlu diintegrasikan dalam setiap kegiatan masjid, seperti pengajian, kajian rutin, maupun kegiatan sosial, sehingga jamaah terbiasa menggunakan layanan digital sebagai bagian dari aktivitas keagamaan. 7. Pengembangan Program Digital untuk Generasi Muda Website zakat dapat dikembangkan dengan melibatkan generasi muda masjid dalam pengelolaan konten digital sehingga pemanfaatan teknologi semakin berkembang dan berkelanjutan. 8. Evaluasi Berkala Penggunaan Website Pengurus perlu melakukan evaluasi rutin terhadap penggunaan website guna mengetahui kebutuhan pengguna dan melakukan perbaikan layanan secara berkelanjutan.